Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERIFITON PADA TUMBUHAN AIR RAWA “DANAU BANGKAU” KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN KALIMANTAN SELATAN: PERIPHYTON ANALYSIS OF AQUATIC PLANTS ON WATER QUALITY OF SWAMP WATER OF "DANAU BANGKAU" IN HULU SUNGAI SELATAN SOUTH KALIMANTAN
Rawa “Danau Bangkau” merupakan salah satu ekosistem rawa gambut yang besar dan mengandung berbagai macam potensi sumberdaya, seperti flora, fauna, organisme akuatik dan mikroorganisme seperti plankton, algae dan perifiton. Perifiton merupakan kumpulan mikroorganisme atau jasad renik berupa hewan maupun tumbuh-tumbuhan yang hidup menempel pada substrat yang terendam di dalam air. Perifiton memiliki peran penting dalam kehidupan biota air. Berdasarkan hasil perhitungan, struktur komunitas perifiton di rawa “Danau Bangkau” memiliki kelimpahan berkisar 6.715 – 11.640 yang termasuk kategori sedang. Filum Cyanobacteria (9 jenis) dan Chlorophyta (10 jenis) merupakan filum yang paling banyak ditemukan. Kehadiran beberapa kelompok perifiton dapat menjadi bioindikator. Hasil perhitungan indeks keanekaragaman perifiton menunjukkan bahwa perairan rawa “Danau Bangkau” termasuk ke dalam kategori kestabilan komunitasnya sedang. Kualitas air yang optimal dapat mendukung kehidupan perifiton. Sedangkan, kandungan DO di perairan rawa “Danau Bangkau” relatif rendah. Oleh karena itu, nilai indeks keanekaragaman dikorelasikan dengan kualitas (Suhu, pH, DO dan kecerahan) untuk mengetahui hubungan setiap parameter kunci tersebut terhadap keanekaragaman perifiton di rawa “Danau Bangkau”.
The “Danau Bangkau” swamp is one of the large peat swamp ecosystems and contains a variety of potential resources, such as flora, fauna, aquatic organisms and microorganisms such as plankton, algae and periphyton. Periphyton is a collection of microorganisms or micro-organisms in the form of animals and plants that live attached to a substrate submerged in the air. Periphyton had an important role in the life of air biota. Based on the calculations, the periphyton community structure in the “Danau Bangkau” swamp was about 6,715 – 11,640. Phylum Cyanobacteria (9 species) and Chlorophyta (10 species) were the most common phylum that was found. The presence of several periphyton groups can be a bioindicator. The results of the calculation of the periphyton diversity index showed that the swamp waters of "Danau Bangkau" are included in the category of moderate community stability. Optimal water quality can support periphyton life. Meanwhile, the DO content in the swamp waters of “Danau Bangkau” is relatively low. Therefore, the diversity index value was correlated with quality (temperature, pH, DO and brightness) to determine the relationship of each of these key parameters to periphyton diversity in the “Danau Bangkau” swamp.
 
Uji Resistensi Colletotrichum sp. Asal Cabai Hiyung Terhadap Fungisida Berbahan Aktif Klorotalonil dan Mankozeb
The use of fungicides, one of which is the active ingredient chlorotalonil and mankozeb, if not used as recommended, can cause resistance to the fungus Colletotrichum sp. This study aims to determine the level of resistance Colletotrichum sp. origin of hiyung chili against fungicides with the active ingredients of chlorotalonil and mankozeb at certain concentrations. This study used the RAL method with a fungicide with the active ingredient chlorotalonyl 6 treatments and 4 replications so that 24 experimental units were obtained, the fungicide with the active ingredient mankozeb in 11 treatments and 3 replicates in order to obtain 33 experimental units. The test was carried out in vitro with the growth medium poisoning method. Observations were made by measuring the colony diameter of the fungus Colletotrichum sp, calculating the Relative Resistance Level (RRL) and then determining the resistance level. The results obtained in this study indicate that the fungicide with the active ingredient chlorotalonyl can increase the relative inhibition level of the fungus Colletotrichum sp. from Hiyung chili, but the fungus is categorized as highly resistant to fungicides with the active ingredient chlorotalonyl at the recommended concentration, as well as two levels below and two levels above the recommended concentration. The fungicide with the active ingredient mankozeb has a relatively high level of inhibition (99.44 %) so that the isolates of the fungus Colletotrichum sp. The origin of hiyung chili is in the category of very sensitive to fungicides with the active ingredient mankozeb at recommended concentrations of up to 10 times the recommended concentration.Penggunaan fungisida salah satunya adalah yang berbahan aktif klorotalonil dan mankozeb bila tidak digunakan sesuai anjuran dapat menimbulkan resistensi terhadap cendawan Colletotrichum sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat resistensi Colletotrichum sp. asal cabai hiyung terhadap fungisida berbahan aktif klorotalonil dan mankozeb pada konsentrasi tertentu. Penelitian ini menggunakan metode RAL dengan fungisida berbahan aktif klorotalonil 6 perlakuan dan 4 ulangan sehingga diperoleh 24 satuan percobaan, fungisida berbahan aktif mankozeb 11 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 33 satuan percobaan. Pengujian dilakukan secara in vitro dengan metode peracunan medium tumbuh. Pengamatan dilakukan dengan mengukur diameter koloni cendawan Colletotrichum sp, menghitung tingkat hambatan relatif (THR) setelah itu menentukan tingkat resistensi. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa fungisida berbahan aktif klorotalonil dapat meningkatkan tingkat hambatan relatif cendawan Colletotrichum sp. asal cabai Hiyung, namun cendawan tersebut sudah masuk dalam kategori sangat resisten terhadap fungisida berbahan aktif klorotalonil pada konsentrasi anjuran, maupun dua tingkat di bawah dan dua tingkat di atas konsentrasi anjuran. Fungisida berbahan aktif mankozeb memiliki tingkat hambatan relatif yang besar (99,44 %) sehingga isolat cendawan Colletotrichum sp. asal cabai hiyung masuk dalam kategori sangat sensitif terhadap fungisida berbahan aktif mankozeb pada konsentrasi anjuran hingga 10 kali konsentrasi anjuran
Pengaruh Umur Tanaman Kacang Nagara Terhadap Intensitas Penyakit Karat
Kacang Nagara (Vigna unguiculata sp. cylindrica) merupakan sumber daya genetik lokal yang dapat tumbuh dengan baik di Kalimantan Selatan, khususnya di daerah Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penyakit karat pada kacang-kacangan sangat merugikan bagi pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh umur tanaman kacang nagara saat diinokulasi patogen terserang penyakit karat. Penelitian ini menggenakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 taraf yaitu 7 hari, 14 hari, 21 hari, 35 hari dan 42 hari. Ada 3 jumlah varietas dengan 4 ulangan sehingga didapatkan 72 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan serangan penyakit karat pada tanaman kacang nagara dipengaruhi oleh umur tanaman. Kacang nagara yang berumur 42 hari lebih mudah terserang penyakit karat dibanding bila serangan datang pada saat tanaman berumur 7 hari dan 14 hari. Hal ini juga terjadi pada kacang tunggak sedangkan kedelai varietas Dena-1 tetap tidak terserang sampai dengan pengamatan terakhir
Konsentrasi Larutan Daun Kelakai (Stenochlaena palustris) Untuk Menekan Kejadian Penyakit Antraknosa (Colletotrichum sp) Pada Cabai Rawit Varietas Hiyung Di Desa Hiyung
Jamur Colletotrichum sp yaitu patogen yang menyebabkan penyakit antraknosa. Penyakit antraknosa pada tanaman cabai rawit hiyung merupakan kendala utama bagi petani. Penanaman cabai terus dilakukan sepanjang musim, dan pestisida kimia dipakai secara terus menerus menimbulkan dampak negatif bagi konsumen, lingkungan dan patogennya. Solusinya yaitu pengendalian yang ramah lingkungan, salah satunya menggunakan kelakai (Stenochlaena palustris).Tanaman kelakai mudah di dapat sehingga punya prosfek bila terbukti efektif mampu menghambat terjadinya penyakit, untuk dikembangkan sebagai biopestisida yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan daun kelakai terhadap kejadian penyakit antraknosa. Penelitian ini dilaksanakan Di Desa Hiyung, Kec Tapin Tengah Kab Tapin dari bulan Mei – Oktober 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga ada 16 satuan percobaan. Perlakuannya adalah kontrol = (air), perlakuan K50 gr/l, K100 gr/l dan K150 gr/l larutan daun kelakai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan daun kelakai berpengaruh terhadap kejadian penyakit antraknosa. Konsentrasi K50 gr/l, K100 gr/l dan K150 gr/l mempunyai kemampuan yang sama dalam menekan kejadian penyakit antraknosa namun dengan kontrol berbeda
PERBEDAAN HASIL BELAJAR ANTARA KELAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI BERBANTUAN PRAKTIKUM DENGAN KELAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI BERBANTUAN VIDEO
Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan hasil belajar kelas penerapan model pembelajaran inquiri dengan berbantuan yang berbeda di MAN 1 Banjarmasin pada kelas XI IPA, Eksperimen Semu sebagai metode yang digunakan. Semua murid kelas XI IPA sebagai populasi penelitian, sebagai sampel kelas dua dari tiga kelas XI IPA MAN 1 Banjarmasin. Tes hasil belajar, observasi, dan angket sebagai teknik yang digunakan. Selain itu juga menggunakan uji sebaran data, uji kesamaan variansi-variansi distribusi, uji parsial, serta N-gain pada analisis data. Penelitian memberikan hasil adanya perbedaan pada hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol
PEMANFAATAN LARVA BLACK SOLDIER FLY (HERMETIA ILLUCENS) SEBAGAI PEREDUKSI SAMPAH ORGANIK RESTORAN DENGAN VARIASI JENIS SAMPAH DAN KUANTITAS FEEDING: UTILIZATION OF BLACK SOLDIER FLY (HERMETIA ILLUCENS) LARVA AS REDUCTION ORGANIC WASTE WITH VARIATION OF WASTE TYPE AND FEEDING QUANTITY
Permasalahan pengelolaan sampah selalu ditemukan di seluruh wilayah Indonesia. Sampah yang mendominasi di Indonesia adalah sampah organik, sehingga sering menimbulkan masalah pencemaran lingkungan. Alternatif yang bisa dilakukan utuk pemanfaatan limbah sampah organik adalah dengan menggunakan larva Black Soldier Fly (Hermetia illucens). Sampah organik yang digunakan sebagai sampel adalah sampah sayur/buah dan sampah nasi/lauk dari restoran. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis besar persentase kemampuan larva BSF dalam mereduksi sampah organik buah/sayur dan sampah nasi/lauk. Metode yang digunakan pada penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 kali pengulangan. Analisis data yang digunakan adalah ANOVA Two Way. Larva yang digunakan pada penelitian ini adalah 350 ekor dengan kuantitas feeding 1,5 kg dan 3 kg. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase terbesar reduksi sampah oleh larva BSF untuk reduksi sampah adalah sampah buah/sayur dengan kuantitas feeding 1,5 kg dengan persentase 58%. Hasil analisis data ANOVA menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antar jenis sampah dan kuantitas feeding dengan persentase reduksi sampah.Waste management problems are always found in all parts of Indonesia. Garbage that dominates in Indonesia is organic waste, so it often causes enviromental pollution problems. An alternative that can be done to utilize organic waste is to use Black Soldier Fly (Hermetia illucens) larvae. Organic waste used as sample is vegetable/fruit waste and rice/side dishes. The purpose of this study was to analyze the percentage of BSF larvae’s ability to reduce fruit/vegetable organic waste and rice/side dish waste. The method used in this study was Complete Randomized Design (RAL) with 2 repetitions. Analysis of the data used is Two Way ANOVA. The larvae use in this study were 350 tails wuth feeding quantity of 1,5 kg and 3kg. The results of this study indicate that the largest percentage of waste reduction by BSF larvae for waste reduction is fruit//vegetable waste with a feeding quantity of 1.5 kg. The results of the ANOVA data analysis showed that there was no interaction between the type of waste and the quantity of feeding with the percentage of waste reduction
PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA MODEL PISA LEVEL 4 MENGGUNAKAN KONTEKS LAHAN BASAH
Tingkat literasi matematika siswa Indonesia dinilai masih rendah berdasarkan hasil PISA dari tahun 2000 – 2018. Salah satu faktor penyebabnya adalah siswa belum terbiasa menyelesaikan soal matematika yang memuat literasi sesuai dengan kehidupan nyata. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa usia 15 tahun masih banyak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika model PISA level 4. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan soal matematika model PISA level 4 menggunakan konteks lahan basah yang valid dan praktis. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan model Tessmer tipe formative research dengan 2 tahapan yaitu tahap preliminary, dan tahap formative evaluation (prototyping) yang meliputi expert reviews, one-to-one, small group dan field test, namun penelitian hanya sampai pada small group. Kevalidan produk yang dikembangkan dinilai dari hasil validitas oleh 3 validator ahli. Kepraktisan produk dilihat dari hasil lembar angket siswa setelah mengerjakan soal pada tahap small group. Penelitian ini menghasilkan 10 soal matematika model PISA level 4 menggunakan konteks lahan basah dengan kriteria valid dan praktis
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS ETNOMATEMATIKA BUDAYA BANJAR MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR
Upaya menumbuhkan sikap menghargai dan menjunjung tinggi arti kebudayaan bisa dengan melaui proses pendidikan. Kebudayaan bisa ditanamkan dengan melalui pembelajaran matematika, akan tetapi yang menjadi jembatan antara matematika dan budaya yaitu etnomatematika. Oleh karena itu, dilakukan penelitian berupa pengembangan yang pada dasarnya bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnomamatika budaya Banjar yang valid. Merangsang peserta didik agar menjadi lebih aktif saat berlangsungnya kegiatan pembelajaran maka dari itu diperlukan suatu inovasi agar pembelajaran terkesan menarik dalam suatu kegiatan pembelajaran yaitu dengan menyediakan suatu perangkat pembelajaran yang inovatif. Menyedikan perangkat pembelajaran matematika berbasis budaya Banjar merupakan salah satu solusi dari permasalahan tersebut. Pengkajian pengembangan yang dilaksanakan adalah pengembangan LKPD matematika berbasis etnomatematika budaya Banjar materi bangun ruang sisi datar SMPN kelas VIII. Pengkajian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Plomp yang dilakukan dengan empat tahap, diantaranya tahap investigasi awal, perancangan, realisasi/konstruksi,tes, evaluasi, dan revisi. Pada tahap tes, evaluasi, dan revisi dilakukan uji kevaliditasan oleh tiga validator/dosen ahli. LKPD tersebut dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif berupa Intrumen validasi pakar yang di gunakan yang berisikan jawaban dengan skor/penilaian yang bervariasi. Wujud yang telah dihasikan daril uji validitas untuk perangkat pembelajaran berupa LKPD yang sudah dikembangkan menunjukkan LKPD tersebut mencapai kriteria valid. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan berupa LKPD berbasis etnomatematika budaya Banjar SMPN yang valid
PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA MODEL PISA LEVEL 4 BERBASIS ETNOMATEMATIKA BUDAYA BANJAR UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal matematika model PISA level 4 berbasis etnomatematika budaya Banjar untuk mendukung pembelajaran matematika siswa SMP yang valid dan praktis. Metode penelitian ini menggunakan metode development research tipe formative evaluation Tessmer (1993). Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu tahap preliminary dan tahap formative evaluation. Sumber data yang diperoleh adalah dari lembar validasi dan lembar angket siswa. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa soal matematika yang dikembangkan adalah valid dan praktis. Tingkat kevalidan soal sebesar 3,69 termasuk kategori valid dan kepraktisan soal dengan skor 3,37 yang termasuk kategori praktis
DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMAR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BARITO (SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI NAGARA, SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI MARABAHAN DAN SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI KUIN) PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: Pollutant Load Capacity in the Barito River Basin (Nagara Sub-watershed, Marabahan Sub-watershed and Kuin Sub-Watershed) South Kalimantan Province
Sungai menjadi penyedia air untuk berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari seperti perikanan, pertanian, perkebunan, transportasi, industri serta domestik. Setiap aktivitas-aktivitas yang dilakukan turut menyumbang limbah pada perairan, jika limbah ini terakumulasi dalam skala kecil tidak akan menimbulkan masalah Namun bila terakumulasi dalam skala besar, akan menimbulkan permasalahan yang dapat menggangu keseimbangan lingkungan dan ekosistem perairan. Sehingga perlu dilakunnya anaisis untuk mengetahui bagaimana Status Mutu Kualitas Air dan Daya Tampung Beban Pencemar sungai Barito. Analisis status mutu kualitas air menggugankan metode Indeks Pencemaran (IP) berdasarkan Kepmen-LH No.115 Tahun 2003 dan Daya Tampung Beban Pencemar (DTBP) berdasarkan Kepmen-LH No.110 Tahun 2003. Hasil analisis IP, sungai Barito masuk kedalam kondisi baik sampai tercemar ringan dan untuk DTBP belum melampaui baku mutu kualitas air kelas III. Banyaknya aktivitas masyarakat ini harus lebih diperhatikan sehingga tidak terus menambah beban pencemar yang masuk kedalam sungai Barito. Pada stasiun I masuk dalam kategori kondisi baik, stasiun II masuk dalam kategori kondisi cemar ringan sampai dengan kondisi baik, sedangkan stasiun III juga masuk dalam kategori kondisi cemar ringan sampai dengan kondisi baik. Sehingga dapat dikatakan sungai Barito masih dapat menampung beban pencemar yang masuk berdasarkan baku mutu air kelas III PP No.22 Tahun 2021 peruntukan aktivitas budidaya ikan air tawar.
Rivers provide water for various daily community activities such as fisheries, agriculture, plantations, transportation, industry and domestic. Every activity carried out contributes to waste in the waters, if this waste accumulates on a small scale it will not cause problems. However, if it accumulates on a large scale, it will cause problems that can disrupt the balance of the environment and aquatic ecosystems. So it is necessary to carry out an analysis to find out how the Status of Water Quality and Pollutant Load Capacity of the Barito River are. Analysis of the quality status of water quality using the Pollution Index (IP) method based on the Decree of the Minister of Environment No.115 of 2003 and the Pollutant Load Carrying Capacity (DTBP) based on the Decree of the Minister of Environment No. 110 of 2003. The results of the IP analysis show that the Barito river is in good condition until lightly polluted and the DTBP has not exceeded the class III water quality standard. This number of community activities must be paid more attention so that it does not continue to add to the burden of pollutant entering the Barito river. At station I it is in the good condition category, station II is in the category of lightly polluted to good condition, while station III is also in the category of lightly polluted to good condition. So it can be said that the Barito river can still accommodate the incoming pollutant load based on the class III water quality standard PP No. 22 of 2021 for freshwater fish cultivation activities