Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PERUMAHAN BUMI DATARLAGA KECAMATAN SIMPANG EMPAT KABUPATEN TANAH BUMBU KALIMANTAN SELATAN: PLANNING OF BUMI DATARLAGA HOUSING DRAINAGE SYSTEM IN SIMPANG EMPAT DISTRICT TANAH BUMBU SOUTH BORNEO

    Get PDF
    Komplek Perumahan Bumi Datarlaga yang berada di Desa Sarigadung sering terjadi genangan pada saat curah cukup tinggi. Genangan tersebut disebabkan oleh tidak adanya saluran drainase, sehingga mengakibatkan terganggunya aktivitas warga sekitar. Luas genangan pada perumahan ±11 Ha, ketinggian ±20 cm, dan lama waktu genangan ±24 jam.  Untuk itu perlu dilakukan perencanaan sistem drainase sebagai solusi terhadap genangan yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi kondisi topografi, tutupan lahan, dan curah hujan serta untuk mendapatkan debit banjir rencana, menyusun layout dan menentukan dimensi saluran untuk perencanaan sistem drainase. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisis hidrologi dan hidrolika dengan data curah hujan dari stasiun Karang Bintang (2010-2019). Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis HEC-RAS dimensi saluran rencana mampu menampung debit banjir rencana, dengan h = 0,7 m dan b = 0,6 mThe Bumi Datarlaga Housing Complex in Sarigadung Village often inundates when the rainfall is quite high. The inundation was caused by the absence of drainage channels, thus disrupting the activities of local residents. The inundation area in housing is ±11 ha, the height is ±20 cm, and the inundation time is ±24 hours. For this reason, it is necessary to plan a drainage system as a solution to inundation that occurs. The purpose of this study was to identify topographic conditions, land cover, and rainfall as well as to obtain planned flood discharges, arrange layouts and determine channel dimensions for drainage system planning. The analysis carried out in this study is a hydrological and hydraulic analysis with rainfall data from the Karang Bintang station (2010-2019). Based on the results of calculations and analysis of HEC-RAS, the dimensions of the planned channel are able to accommodate the design flood discharge, with h = 0.7 m and b = 0.6

    PENGARUH DOSIS SUSU FERMENTASI PADA MEDIA AMPAS KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN MAGGOT (Hermetia illucens) SEBAGAI SEDIAAN LARVA IKAN PAPUYU (Anabas testudineus bloch): EFFECT OF FERMENTED MILK DOSAGE ON COCONUT DREGS MEDIA ON MAGGOT GROWTH (Hermetia Illucens) FOR CLIMBING PEARCH (Anabas testudineus bloch)

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian susu fermentasi pada media ampas kelapa yang berbeda terhadap pertumbuhan panjang dan pertambahan jumlah maggot sebagai media pemeliharaan maggot yang dapat digunakan sebagai pakan benih ikan. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan, jenis perlakuan dalam penelitian yaitu A tanpa susu fermentasi (yakult), perlakuan B dosis 3,25 ml, perlakuan C dosis 6,5 ml dan D dosis 9,75 ml. Berdasarkan hasil penelitian bahwa media pemeliharaan maggot berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan panjang maggot dan pertambahan jumlah maggot. Dari hasil pertumbuhan panjang maggot yang terbaik terdapat pada perlakuan A sebesar 2cm dan pertambahan jumlah maggot terbaik pada perlakuan B menghasilkan rerata pertambahan jumlah maggot sebesar 49,7. The purpose of this study was to analyze the effect of giving fermented milk on different coconut dregs media on the length growth and increase in the number of maggots as a medium for maggot maintenance that can be used as fish seed feed. The research method used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments with 3 replications, the types of treatment in this study were A without fermented milk (yakult), treatment B at a dose of 3.25 ml, treatment C at a dose of 6.5 ml and D at a dose of 9, 75 ml. Based on the results of the study that the maggot maintenance media had no significant effect on the growth of maggot panang and the increase in the number of maggots. From the results, the best maggot length growth was found in treatment A of 2cm and the best increase in the number of maggots in treatment B resulted in an average increase in the number of maggots of 49.7

    TREK IKAN HASIL TANGKAPAN YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN BANJARMASIN DAN DISTRIBUSINYA: CATCHES OF FISH TRACKS THAT ARE LANDED AT THE PORT OF THE BANJARMASIN FISHERY AND ITS DISTRIBUTION

    Get PDF
    Di dunia, Indonesia disebut sebagai negara kepulauan (archipelagic state) terluas dengan jumlah pulau sebanyak 17.504 buah dan panjang garis pantai mencapai 104.000 km, laut Indonesia memiliki total sekitar 3,544 juta km2 atau sekitar 70% dari wilayah Indonesia itu sendiri. Pelabuhan perikanan adalah prasarana pendukung untuk meningkatkan pendapatan nelayan sekaligus mendorong investasi di bidang perikanan. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui jenis ikan apa saja yang didaratkan dan didistribusikan di Pelabuhan Perikanan yang ada di Banjarmasin, mengetahui trek dari kapal yang mendaratkan ikan  hasil tangkapannya di Pelabuhan Perikanan di Banjarmasin, serta mengetahui trek dari distribusi ikan hasil tangkapan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin. Berdasarkan hasil dari penelitian jenis-jenis ikan hasil tangkapan yang kemudian didaratkan dan di distribusikan ialah Ikan Tongkol (Euthynnus affinis), Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta), Ikan Layang (Detapterus pusailus), Ikan Selar Tetengkek (Megalaspis cordyla), Ikan Lemuru (Sardinella lemuru), Ikan Cipa-Cipa (Atropus atropus), Udang Vaname (Litopenaeus vannamei), Cumi-Cumi (Loligo sp.) dan Ikan Kuwe (Caranx ignobilis). Trek kapal yang mendaratkan hasil dari tangkapan ikannya di pelabuhan perikanan Banjarmasin berasal dari perairan Selat Makkasar, Majene, Masalembu, Masalima, Bawean, Pagerungan, Kerayaan dan Pulau Sembilan. Sedangkan didaratan berasal dari daerah Kotabaru, Pagatan, Muara Kintap dan Pelaihari. Trek tujuan pendsitribusian ikan didaratan di distribusikan kedaerah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.   In the world Indonesia is the largest archipelagic state with a total of 17,504 islands and coastline length reaching 104,000 km, Indonesia's total sea area of ​​around 3,544 million km2 or around 70% of Indonesia's territory. Fishing port is an infrastructure that supports the increase of fishermen's income while encouraging investment in the fishery sector. The purpose of this time is to find out the types of fish landed and distributed at the Banjarmasin Fishery Port, to know the fishing boat tracks that landed their catches at the Banjarmasin Fishery Port, and to know the distribution tracks of the catched fish landed at the Banjarmasin Fishery Port. Based on the results of the research, the types of catched fish that were landed and distributed were Tuna Fish (Euthynnus affinis), Mackerel Fish (Rastrelliger kanagurta), Flyfish (Detapterus pusailus), Tetengkek Fish (Megalaspis cordyla), Lemuru (Sardinella lemuru), Flying Fish (Detapterus pusailus), Tetengkek Fish (Megalaspis cordyla), Lemuru Fish (Sardinella lemuru), Cipa-Cipa Fish (Atropus atropus), Shrimp Vaname (Litopenaeus vannamei), Squid (Loligo sp.) And Kuwez Fish (Caranx ignobilis).  Boat tracks that land fish catches at the Banjarmasin fishing port come from the waters of the Makkasar Strait, Majene, Masalembu, Masalima, Bawean, Pagerungan, Kerayaan and Sembilan Island. While the land comes from Kotabaru, Pagatan, Muara Kintap and Pelaihari areas. The destination tracks for land fish distribution are distributed to the regions of South Kalimantan, Central Kalimantan and West Kalimantan

    KAJIAN KUALITAS AIR PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI MARTAPURA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: Study Of Water Quality In The Martapura River Flow Sub-Region, South Kalimantan Province

    Get PDF
    Sungai menggambarkan sumber air permukaan yang penting  terhadap kehidupan manusia. Mutu sungai mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh bermacam kegiatan serta kehidupan manusia. Masalah yang terjadi pada Sub Daerah Aliran Sungai Martapura yaitu banyaknya kegiatan masyarakat di pinggiran sungai meliputi kegiatan MCK, wisata, dan pelabuahan mengakibatkan pencemaran pada sungai martapura yang akan mengganggu kehidupan ikan yang ada di sepanjang aliran sungai martapura. Sampel air pada Sub DAS Martapura meliputi parameter pH, DO, BOD,  COD, suhu, TSS, Pb, Fe, dan Cd. Posisi stasiun penelitian di tetapkan secara Purpossive Random Sampling, Metode adalah salah satu metode pengambilang dengan memakai banyak pertimbangan. Mempertimbangkan  vegetasi dan letak geografis pada lokasi penelitian dilakukan secara langsung dengan visual dan secara tidak langsung dengan aplikasi google earth. Hasil data dihitung dengan merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor. 22 Tahun 2021 dari setiap stasiun di uji dengan uji ANOVA   Rivers represent surface water sources that are important to human life.. Quality of river has changed which is influenced by various activities and human life. The problem that occurs in the Martapura River Basin is that many community activities on the banks of the river include MCK activities, tourism, and ports resulting in pollution of the Martapura river which will disrupt the life of fish along the Martapura river. Water samples in the Martapura sub-watershed include parameters of pH, DO, BOD, COD, temperature, TSS, Pb, Fe, and Cd. The position of the research station was determined by purposive random sampling, the method is one method of taking by using many considerations. Considering the vegetation and geographical location of the research location, this is done directly with visuals and indirectly with the Google Earth application. The data results are calculated by referring to Government regulations Number. 22 Year 2021 from each station tested with ANOVA test

    STATUS MUTU AIR DAN KELAYAKAN KUALITAS AIR DALAM KEGIATAN BUDIDAYA IKAN SUNGAI BARITO (STUDI KASUS DI SUB DAS MARABAHAN, SUB DAS NEGARA, SUB DAS KUIN): WATER QUALITY STATUS AND WATER QUALITY FEASIBILITY IN BARITO RIVER FISH CULTIVATION ACTIVITIES (CASE STUDY IN MARABAHAN SUB WATER, NEGARA SUB WATERSHED, KUIN SUB WATERSHED)

    Get PDF
    Sungai Barito bermuara pada laut Jawa dan berhubungan langsung dengan ibu kota Kalimantan Selatan yakni kota Banjarmasin. Bagian hulu sungai Barito berada di kaki pegunungan muller perbatasan antara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan di Sub Das Nagara, Sub Das Marabahan dan Sub Das Kuin. Berdasarkan hasil status mutu air menggunakan metode (Storet & IP) menunjukkan kondisi di Das Sungai Negara, Das SUB DAS Marabahan dan Das SUB DAS Kuin menggunakan metode storet total skor yang didapatkan yaitu -24 pada stasiun 2 SUB DAS Marabahan dan -21 pada stasiun 3 SUB DAS Kuin yang artinya mutu air termasuk dalam kelas C kategori cemar sedang, sedangkan tingkat pencemaran Status mutu perairan ke 3 stasiun termasuk dalam kondisi Cemar Ringan dengan nilai IP pada sungai Negara (1,28), Sungai Marabahan (Sampling ke-1 1,37 dan Sampling ke-2 1,00) dan Sungai Kuin (Sampling ke-1 1,30 dan Sampling ke-2 1,24). Jenis ikan yang direkomendasikan untuk kegiatan budidaya sesuai SNI yaitu Ikan Nila (Oreochormis niloticus L), Ikan Mas (Cyprinus carpio L), Ikan Lele (Clarias gariepinus L) dan Ikan Patin (Pangasius hypthalmus S). The Barito River empties into the Java Sea and is directly connected to the capital city of South Kalimantan, namely the city of Banjarmasin. The upper reaches of the Barito River is at the foot of the Muller Mountains on the border between South Kalimantan and East Kalimantan. The research was conducted in the Nagara sub-watershed, the Marabahan sub-watershed and the Kuin sub-watershed. Based on the results of the water quality status using the (Storet & IP) method showing conditions in the Sungai Negara watershed, the Marabahan watershed and the Kuin sub-watershed using the storet method, the total score obtained is -24 at station 2 SUB watershed Marabahan and -21 at station 3 SUB DAS Kuin which means that the water quality is included in class C category of moderate pollution, while the level of pollution The status of the water quality of the 3 stations is included in the condition of Light Pollution with IP values in the Negara river (1.28), Marabahan River (1st sampling 1, 37 and 2nd Sampling 1.00) and Sungai Kuin (1st Sampling 1.30 and 2nd Sampling 1.24). Types of fish recommended for aquaculture activities according to SNI are Tilapia (Oreochormis niloticus L), Carp (Cyprinus carpio L), Catfish (Clarias gariepinus L) and Catfish (Pangasius hypthalmus S)

    PEMANFAATAN WAKTU LUANG DI LUAR JAM SEKOLAH PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kegiatan peserta didik yang dilakukan diluar jam sekolah Menggunakan penelitian deskriptif kuntitatif, pengumpulan data menggunakan angket kepada siswa di sekolah menengah pertama. Sampel iyalah peserta didik kelas 7, 8, 9 di 14 SMP di kabupaten hulu sungai tengah yang berjumlah 867 peserta didik bedasarkan situasi dan kondisi yang berlangsung saat penelitian. Data yang di dapat hasil aktivitas fisik berada pada kategori sedang. Jenis kegiatan yang di lakukan: 1. Bersantai yaitu mencuuci piring dan baju. 2. Hiburan seperti bermain main game. 3. Kegiatan  perkembangan diri

    ANALISIS KEBUGARAN JASMANI DARI ASPEK INTENSITAS LATIHAN PADA PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 2 KANDANGAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk memahami tingkat bebugaran fisik siswa dan siswi di SMPN 2 Kandangan tahun 2021/2022. Pada penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan metode survey. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik putra dan putri SMPN 2 Kandangan kabupaten Hulu Sungai Selatan tahun ajaran 2021/2022 dengan rentang umur mulai dari 13-15 tahun. Sebagai sampel penelitian ini berjumlah 94 orang peserta didik putra dan putri, dengan teknik Purposif sampling. Dari hasil hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada analisis kebugaran jasmani dari aspek intensitas latihan pada peserta didik di SMPN2 Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan rentang umur 13-15 tahun memiliki klasifikasi “Kurang”

    PERANCANGAN PUSAT PERBELANJAAN & REKREASI MODERN BERBASIS ARSITEKTUR BIOKLIMATIK DI BANJARBARU

    Get PDF
    As part of the Banjarbaru City development zone, North Banjarbaru District is planned as an economic industrial area engaged in commercial activities. The development of economic support areas is a means to optimize environmentally sound areas. Connectivity between the building and the surrounding spaces will be very relevant in helping to support the overall performance of the building by optimizing the use of contextual methods in it. The result of this design gave birth to a three-story building with one separate building to give a spacious and comfortable impression, so that it is in line with the concept of Healing Space and Living Wall as a façade support system including outdoor space processing, as well as the procurement of recreational facilities based on bioclimatic architecture.Sebagai bagian dari zona pengembangan Kota Banjarbaru, Kecamatan Banjarbaru Utara direncanakan sebagai sebuah kawasan industri perekonomian yang bergerak pada kegiatan komersial. Pengembangan kawasan penunjang perekonomian merupakan sarana untuk mengoptimalkan kawasan yang berwawasan lingkungan. Konektivitas antara bangunan dan ruang-ruang di sekitarnya akan sangat relevan dalam membantu mendukung kinerja bangunan secara keseluruhan dengan cara mengoptimalkan penggunaan metode kontekstual di dalamnya. Hasil dari perancangan ini melahirkan bangunan tiga lantai dengan satu bangunan terpisah guna memberikan kesan yang luas dan nyaman, sehingga selaras dengan konsep Healing Space dan Living Wall sebagai sistem pendukung fasad termasuk pengolahan ruang luar, serta pengadaan sarana rekreasi berbasis arsitektur bioklimatik

    PUSAT KEGIATAN FORUM ANAK TINGKAT PROVINSI DI BANJARBARU BERKONSEP PLAYSCAPE

    Get PDF
    Forum Anak merupakan organisasi anak yang dibina oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan berperan untuk menjembatani komunikasi dan interaksi antara pemerintah dengan anak-anak di seluruh Indonesia dalam rangka pemenuhan hak partisipasi anak. Pada praktiknya Forum Anak Provinsi Kalimantan Selatan memerlukan tempat untuk menyelenggarakan kegiatan keorgaanisasian. Saat ini penyelenggaraan kegiatan keorganisasiaan Forum Anak Provinsi Kalimantan Selatan ini difasilitasi sebuah ruang sekretariat di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Selatan. Namun fasilitas ini belum mampu mewadahi kegiatan Forum Anak Provinsi Kalimantan Selatan secara optimal dan belum menjadi fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan pemanfaatan waktu luang melalui penyaluran minat dan bakat anak. Melalui penggunaan konsep playscape dan metode pendekatan psikologi arsitektur, perancangan Pusat Kegiatan Forum Anak tingkat Provinsi di Banjarbaru diharapkan mampu memfasilitasi kegiatan Forum Anak, meningkatkan kontribusi masyarakat dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak di Provinsi Kalimantan Selatan, dan mewadahi pengaduan dan pendampingan bagi anak dengan peran forum anak sebagai konselor sebaya, melalui ruang publik di dalamnya yang didesain dengan memperhatikan prinsip ruang ramah anak (child friendly space), fleksibilitas (flexibility) dan inklusivitas (Inclusive).Forum Anak is a children's organization assisted by the Government of the Republic of Indonesia through the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection whose role is to bridge communication and interaction between the government and children throughout Indonesia in the context of fulfilling children's participation rights. In its implementation, Forum Anak South Kalimantan Province needs a facilitiy to hold organizational activities. Currently, the implementation of the South Kalimantan Provincial Children's Forum is facilitated by the secretariat room at the South Kalimantan Province Women's Empowerment and Child Protection Service (DP3A). However, this facility has not been able to optimally accommodate the activities of the South Kalimantan Provincial Children's Forum and has not become a facility that can accommodate activities for the use of leisure time through channeling children's interests and talents. Through the use of the playscape concept and an architectural psychology approach, the design is expected to be able to facilitate Forum Anak activities, increase community contributions in fulfilling children's rights and protection in South Kalimantan Province. , and accommodate complaints and assist children with the role of a forum. children as peer counselors, through public spaces in them which are designed by taking into account the principles of child-friendly space, flexibility and inclusiveness

    CREATIVE HUB BANJARBARU

    Get PDF
    The design of the creative hub in Banjarbaru was motivated by seeing the preferences oftoday's youth with creative and collaborative work. This creative hub aims to be a place that can be aplace for character building, a productive place, a place of escape that can provide benefits, a placefor gatherings to share creative ideas, develop, build relationships and so on so as to be able to give aunited effect to a group of young people. which is designed using the architectural program methodaccompanied by the concept of in motion. The program concept has two main principles, namelyexperience space, which relies on visual actors on physical properties and collaborative spaceprinciples. Conceptual methods and principles will lead to designs with a non-monotonous impressionof space and encourage actors to be creative and collaborative through spatial experience.Perancangan creative hub di Banjarbaru ini dilatar belakangi dari melihat kesukaan anakmuda sekarang dengan pekerjaan yang kreatif dan berkolaborasi. Creative hub ini bertujuan untukmenjadi suatu wadah pembinaan karakter, tempat produktif, tempat pelarian yang mampumemberikan manfaat, tempat perkumpulan untuk saling berbagi ide-ide kreatif, pengembangan,membangun relasi dan sebagainya sehingga mampu memberikan efek persatuan suatu kelompokanak muda yang dirancang menggunakan metode program arsitektur didampingi dengan konsep inmotion. Konsep program memiliki dua prinsip utama yaitu experience space yang mengandalkanvisual pelaku terhadap physical properties dan prinsip collaborative space. Metode dan prinsipkonsep akan mengarahkan pada rancangan dengan kesan ruang tidak monoton dan mendorongpelaku menjadi kreatif dan kolaboratif melalui pengalaman ruang

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇