Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN WAKTU LUANG DILUAR JAM SEKOLAH PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI KABUPATEN TABALONG
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan waktu luang di luar jam sekolah pada peserta didik Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Tabalong. Jenis penelitian ini adalah survey menggunakan metode ex-pose facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas 7,8,9 di 16 SMPN yang berada di Kabupaten Tabalong. Sample dalam penelitian sebanyak 1.484 peserta didik dengan teknik sampling purposive. Kriteria dalam penentuan sample dalam penelitian ini adalah yang mengisi angket sejumlah 1.484 peserta didik karena mempertimbangkan situasi dan kondisi saat penelitian berlangsung, keterbatasan perangkat android yang dimiliki peserta didik, durasi penelitian, jarak tempat penelitian dan menyesuaikan jadwal di sekolah tempat penelitian. Berdasarkan dari data hasil penelitian dan pembahasan dari bab terdahulu pemanfaatan waktu luang peserta didik diluar jam sekolah di 23 sekolah SMPN di Kabupaten Tabalong, Aktivitas Fisik peserta didik berada pada tingkat tinggi dengan persentase 34%(506 orang).Aktivitas paling banyak dilakukan yaitu olahraga mandiri bersepeda/gowes dan paling sedikit adalah beladiri Aktivitas Gerak peserta didik yang dilakukan pada waktu luang yaitu kegiatan membantu orang tua belanja kebutuhan pokok dan paling sedikit mengikuti kegiatan di masyarakat.Minat peserta didik berada pada tingkat Rendah dengan persentase terbanyak 40% (587 orang)
ANALISIS KEBUGARAN JASMANI DARI ASPEK FREKUENSI AKTIVITAS FISIK PESERTA DIDIK DI SMPN 1 BANJARBARU
Tujuannya ialah agar dapat memperoleh dan mengetahui mengenai masalah tentang kondisi fisik yaitu kebugaran jasmani peserta didik pada aktivitas di SMPN 1 Banjarbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yang dilakukan dengan tes dan kuisioner. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 77 orang peserta didik yang berusia 13-15 tahun SMPN 1 Banjarbaru. Pemilihan sampel menggunakan pada teknik yaitu purposive sampling. Pada hasil yang didapat dengan tes TKJI yaitu pada klasifikasi/kategori “kurang sekali” terdapat ada sebanyak 18 orang peserta didik atau 23.4%, kemudian untuk klasifikasi/kategori “kurang”terdapat ada sebanyak 41 orang peserta didik atau 53.2%, sedangkan dalam klasifikasi/kategori “sedang” terdapat ada sebanyak 18 orang pserta didik atau 23,4%, selanjutnya lagi pada klasifikasi/kategori “baik” dan “baik sekali” tidak ada sama sekali yang mendapatkannya atau 0%. Oleh sebab itulah TKJI peserta didik di SMPN 1 Banjarbaru dapat disimpulkan yaitu pada rata-rata hasil yang diddapat ialah dalam klasifikasi/kategori “kurang”
MINAT PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 DUSUN TENGAH KABUPATEN BARITO TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PJOK DALAM MASA PANDEMI COVID – 19
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui seberapa besar minat PD kelas XI SMAN 1 Dusun Tengah Kab. Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti pembelajaran PJOK dalam masa pandemic covid–19. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan data menggunakan angket/kuesioner. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Jumlah populasi 211 orang siswa siswi kelas XI SMANSA DUTA. Jumlah sampel 172 orang PD kelas XI SMANSA DUTA. Dengan teknik Proporsional Random Sampling. Kesimpulan penelitian ini minat PD kelas XI SMANSA DUTA Kab. Barito Timur dalam mengikuti pembelajaran PJOK di masa pandemi covid – 19 yang berkategori “sangat tinggi” pada 26 PD 15%, “tinggi” pada 2 PD atau 1%, “sedang” pada 3 PD 2%, “rendah” pada 2 PD 1%, “sangat rendah” pada 139 PD 81%. adalah pada kategori “sangat rendah”. Hasil akhir penelitian menunjukkan tingkat minat peserta didik kelas XI SMANSA DUTA Kab. Barito Timur dalam mengikuti pembelajaran PJOK di masa pandemi covid – 19 Dengan pertimbangan frekuensi terbanyak berada di “sangat rendah” dengan 139 PD 81%
REVITALISASI KAWASAN MASJID KERAMAT BANUA HALAT
The area Banua Halat Sacred Mosque in Tapin Regency, which has degraded its environment due to inadequate facilities and infrastructure services, and does not have a forum for development and introduction to religious and cultural history, it is feared that cultural heritage will be damaged, couple with the case of the COVID-19 pandemic which hampers activities. Baayun Maulid Nabi Muhammad, which is held every 12 rabiul awal every year, reduces the existence of areas. With the development of cultural heritage that elevates historical and cultural values, it will have an impact on the environment and the surrounding community. The revitalization of the mosque area is carried out with the aim of rediscovering the potential that has or was owned or should have been owned by the sacred Banua Halat mosque. Trough the method of forming the area through the concept of God to express directly the relationship between religion and culture produces clarity of form and space, shape, and order by increasing the vitality of the area through service network facilities and infrastructure, as well as developing the value of the location of the cultural heritage area.
Keywords: Banua Halat Sacred Mosque, Cultural Conservation, Devine Rantau, Revitalization.Kawasan Masjid Keramat Banua Halat di Kabupaten Tapin yang terdegradasi lingkungannya akibat layanan sarana dan prasarana tidak memadai dan tidak memiliki wadah pengembangan dan pengenalan terhadap sejarah sejarah agama dan kebudayaan tersebut dikhawatirkan warisan cagar budaya akan rusak, ditambah dengan kasus pandemi covid 19 yang menghambat terjadinya kegiatan baayun maulid Nabi Muhammad yang diadakan setiap 12 rabiul awal setiap tahunnya sehingga mengurangi eksistensi kawasan. Dengan adanya pengembangan cagar budaya yang mengangkat nilai sejarah dan budaya akan memberikan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Revitalisasi kawasan masjid dilakukan dengan tujuan menemukan kembali potensi yang dimiliki atau pernah dimiliki atau seharusnya dimiliki oleh Masjid Keramat Banua Halat. Melalui metode pembentuk kawasan melalui konsep Ketuhanan untuk mengekspresikan secara langsung keterkaitan agama dan kebudayaan menghasilkan kejelasan bentuk dan ruang, bentuk, tatanan dengan meningkatkan vitalitas kawasan melalui pelayanan jaringan sarana dan prasarana, serta mengembangkan nilai lokasi kawasan cagar budaya.
Kata kunci: Cagar Budaya, Konsep Ketuhanan, Masjid Keramat Banua Halat, Revitalisasi
GALERI BUDAYA DAYAK BAKUMPAI DI MARABAHAN
Culture is very important to be preserved, but there are some obstacles that must be followed up. One of them is the lack of attention of the younger generation to the history and culture of the region. Efforts are needed to provide awareness to the younger generation that it is important to preserve their own culture. One of the cultural preservation efforts is to provide a space for expression and appreciation to broaden horizons by applying technology from several digital media through video, sound, simulation, hologram, animation, and other visual effects. The design of the Bakumpai Dayak cultural gallery in Marabahan is a form of preservation using the Linguistic Analogy method and the concept of Contemporary Architecture. This cultural gallery functions as a medium of information about the history of the Bakumpai Dayak culture by making technology the main tool that plays an important role in this design.Sejarah mengenai kebudayaan sangatlah penting untuk dilestarikan, namun terdapat beberapa kendala yang harus ditindaklanjuti. Salah satunya adalah kurangnya perhatian generasi muda akan sejarah dan budaya daerahnya. Diperlukan upaya untuk memberikan kesadaran kepada generasi muda bahwa pentingnya melestarikan budaya sendiri. Salah satu upaya pelestarian budaya adalah menyediakan wadah untuk ruang ekspresi dan apresiasi agar memperluas wawasan dengan cara penerapan teknologi dari beberapa media digital melalui media video, suara, simulasi, hologram, animasi, dan efek visual lainnya. Perancangan galeri budaya Dayak Bakumpai di Marabahan merupakan bentuk pelestarian dengan menggunakan metode Analogi Linguistik dan konsep Arsitektur Kontemporer. Galeri budaya ini berfungsi sebagai media informasi mengenai sejarah budaya Dayak Bakumpai dengan menjadikan teknologi sebagai alat utama yang berperan penting pada rancangan ini
PRARANCANGAN PABRIK MAGNESIUM SULFAT HEPTAHIDRAT DARI MAGNESIUM KARBONAT DAN ASAM SULFAT MENGGUNAKAN PROSES NETRALISASI DENGAN KAPASITAS 80.000 TON/TAHUN
Magnesium sulfat merupakan bahan kimia yang di butuhkan di Industri Indonesia. Salah satu jenis magnesium sulfat adalah garam epsom atau magnesium sulfat heptahidrat yang mengandung mineral-mineral magnesium. Namun saat ini belum ada pabrik yang memproduksi bahan kimia tersebut di Indonesia. Magnesium sulfat heptahidrat dalam skala besar digunakan dalam industri tekstil yaitu sebagai bahan celupan dengan warna anilin, pada pakaian dari bahan katun, sebagai koagulan dan bahan pengendap pada proses pengolahan air.
Bahan baku utama dalam pembuatan magnesium sulfat heptahidrat adalah magnesium karbonat dan asam sulfat. Berdasarkan data konsumsi dan perkembangan kebutuhan magnesium sulfat heptahidrat di Indonesia, prarancangan pabrik direncanakan beroperasi dengan kapasitas 80.000 Ton/Tahun. Direncanakan, pembangunan pabrik dimulai pada tahun 2026 di daerah Purwakarta, Jawa Barat. Pabrik magnesium sulfat heptahidrat yang akan dibangun diproduksi dengan proses netralisasi. Magnesium karbonat dan asam sulfat direaksikan dalam reaktor dengan konversi 96,32% dengan suhu 65 °C dan tekanan 1 atm menggunakan reaktor continuous strirred tank reactor. Reaksi bersifat eksotermis sehingga untuk mempertahankan suhu, reaksi panas yang timbul harus secepatnya dihilangkan. Proses ini menghasilkan produk magnesium sulfat heptahidrat dengan kemurnian 99,5%. Bentuk perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian menurut jam kerja yang terdiri dari Shift and non shift dengan tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 124 orang.
Adapun hasil analisa ekonomi memberikan hasil Total Capital Investment (TCI) adalah sebesar Rp 335.041.715.996 dan diperoleh hasil penjualan yaitu sebesar Rp213.029.975.497. Selain itu diperoleh juga Retun of Invesment (ROI) sebelum pajak sebesar 29% dan sesudah pajak sebesar 18,7%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 2,97 tahun dan sesudah pajak 4,23 tahun. Sehingga diperoleh Break event point (BEP) sebesar 58,91% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 22,7%. Berdasarkan pertumbuhan hasil pertimbangan dan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik magnesium sulfat heptahidrat dengan kapasitas 80.000 ton/tahun layak untuk didirikan.
Kata Kunci: Epsom, Magnesium Sulfat, Magnesium Sulfat Heptahidrat, Magnesium Karbonat, Asam Sulfa
PRARANCANGAN PABRIK OLEAMIDA DARI ASAM OLEAT DAN UREA DENGAN PROSES AMIDASI KAPASITAS 34.000 TON/TAHUN
Oleamida digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan kosmetik, water repellent, industri resin, slip agent dalam produksi film plastik dan oleamida dalam pembuatan polimer nanokomposit digunakan sebagai agen penyambung antara zat silika dan polimer yang mengubah struktur partikel SiO2. Oleamida dibuat dari bahan baku asam oleat dan urea. Berdasarkan data konsumsi dan perkembangan kebutuhan oleamida di Indonesia, prarancangan pabrik direncanakan beroperasi dengan kapasitas 34.000 Ton/Tahun dan berdiri pada tahun 2026 di Tanggerang, Banten.
Oleamida bisa dibuat dengan proses amidasi dengan pereaksian antara asam oleat dan urea. Urea dan asam oleat yang sebelumnya dileburkan dan direaksikan dalam reaktor dengan proses batch selama 4 jam dengan suhu 160oC dan tekanan 1 atm. Oleamida dimurnikan dari sisa bahan baku yang tidak beraksi dengan menggunakan pelarut kloroform dan etanol. Pemurnian menggunakan klorofrom dilakukan untuk memisahkan produk dari urea yang tersisa. Selanjutnya dilakukan pemurnian untuk memisahkan asam oleat yang tersisa dengan menggunakan pelarut etanol. Perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian menurut jam kerja yang terdiri dari Shift and non shift dengan tenaga kerja sebanyak 127 orang. Adapun hasil analisa ekonomi memberikan hasil Total Capital Investment (TCI) adalah sebesar Rp 1.026.749.098.105 dan diperoleh hasil penjualan yaitu sebesar Rp 2.514.300.017.311. Selain itu Retun of Invesment (ROI) sebelum pajak sebesar 37,17% dan sesudah pajak sebesar 24,2%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 2,12 tahun dan sesudah pajak 2,93 tahun. Sehingga diperoleh Break event point (BEP) sebesar 46,44% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 29,47%. Berdasarkan pertumbuhan hasil pertimbangan dan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik oleamida dengan kapasitas 34.000 ton/tahun layak untuk dikaji ulang.
Kata Kunci: amidasi, asam oleat, kloroform, oleamida, ure
Efektivitas Waktu Aplikasi PGPR Untuk Pengendalian Penyakit Layu Fusarium Pada Persemaian Padi Beras Merah Keramat
Padi beras merah (Oryza nivara) mulai intensif ditanam karena kebutuhan yang semakin meningkat. Layu Fusarium merupakan salah satu penyakit utama pada beberapa tanaman pangan. Gejala tanaman layu sudah sering ditemukan di pembibitan dan dilahan. Alternatif pengendalian yang aman dan ramah lingkungan menggunakan agensia hayati. PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) mengandung agen pengendali hayati dan masih sedikit info tentang aplikasinya pada beras merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas waktu aplikasi PGPR yang paling efektif dalam mengendalikan penyakit layu Fusarium pada persemaian padi beras merah keramat. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari 8 perlakuan waktu aplikasi dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi PGPR dengan perendaman benih selama 24 jam sebelum tanam efektif dalam mengendalikan penyakit layu Fusarium. Aplikasi PGPR pada benih tidak menurunkan daya kecambah (tetap 100%), dan tidak mempengaruhi tinggi tanaman
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) BERBANTUAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI HIDROLISIS GARAM
Telah selesai dilakukan penelitian penerapan CORE berbantuan mind mapping pada materi hidrolisis garam. Tujuan dari penelitian yaitu untuk meningkatkan (1) aktivitas guru, (2) aktivitas siswa, (3) motivasi siswa, (4) hasil belajar siswa kelas XI SMA PGRI 1 Banjarmasin dan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran. Penelitian ini adalan penelitian PTK yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan evaluasi, serta analisis dan refleksi pada masing-masing siklus I dan II. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA PGRI 1 Banjarmasin dengan jumlah 30 orang. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, tes hasil belajar dan angket. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriftif kuantitatif dan analisis kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan (1) terjadi peningkatan aktivitas guru pada siklus I berkategori cukup baik meningkat menjadi baik pada siklus II, (2) terjadi peningkatan aktivitas siswa pada siklus I kategori cukup aktif meningkat menjadi aktif pada siklus II, (3) terjadi peningkatan motivasi belajar siswa dari kategori cukup tinggi ke kategori tinggi pada siklus I ke siklus II (4) terjadi peningkatan persentase hasil belajar kognitif siswa dari 40% pada siklus I menjadi 77% pada siklus II dengan rata-rata sebesar 68,0 (sedang) menjadi 79,3 (tinggi) dari seluruh siswa serta siswa memberikan respon yang positif sebesar 93,3% terhadap pembelajaran
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID BERKONTEKS LAHAN BASAH MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA
Penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis android berkonteks lahan basah bertujuan menghasilkan media yang valid, praktis dan efektif. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Uji coba media dilakukan pada peserta didik kelas XI MIPA SMAN 6 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, angket keterbacaan, angket respon, dan instrumen tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sangat valid dilihat dari aspek kelayakan isi, penyajian, dan bahasa. Kepraktisan media pada uji perorangan, uji kelompok kecil, dan angket respon peserta didik memperoleh kategori baik. Angket respon guru, tingkat kepraktisan guru menggunakan media dan tingkat kepraktisan kemampuan guru dalam keterlaksanaan pembelajaran memperoleh kategori sangat baik. Keefektifan media dilihat berdasarkan N-gain literasi sains peserta didik yang termasuk dalam kategori tinggi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan media yang dikembangkan dinyatakan layak, efektif, dan dapat digunakan dalam pembelajaran kimia