Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
TAMAN EDUKASI PANGERAN ANTASARI DENGAN PENDEKATAN NEO-VERNAKULAR KOTA BANJARMASIN
In urban areas, getting information from existing technology is very easy to do. However, it is a little difficult to become dependent for early childhood children who are still not psychologically stable. History is also a part of the information that is easily available at this time. One of the famous historical figures from Banjarmasin is Prince Antasari. Prince Antasari is a National Hero of the kingdom of Banjar in his resistance to the Dutch troops. This makes the history of Prince Antasari need to be known by the people of Banjar itself, especially among children. One way of delivering this information without the need for digital technology is through Educational Parks. The approach that will be applied to the Educational Park is the Neo-Vernacular approach. This approach will find unique things that exist in the Banjar traditional building and apply it to the design of the “Prince Antasari Educational Park with a Neo-Vernacular Approach in Banjarmasin City”.Pada area perkotaan, mendapatkan informasi dari teknologi yang ada merupakan hal yang sangat mudah dilakukan. Namun sayangnya kemudahan ini menjadi ketergantungan bagi anak-anak usia dini yang masih kurang stabil psikologisnya. Sejarah pun juga merupakan suatu bagian dari informasi yang mudah didapatkan pada saat ini. Salah satu tokoh sejarah terkenal dari Banjarmasin adalah Pangeran Antasari. Pangeran Antasari merupakan seorang Pahlawan Nasional dari kerajaan Banjar dalam perlawanannya terhadap pasukan Belanda. Hal ini membuat sejarah akan Pangeran Antasari perlu diketahui oleh masyarakat Banjar itu sendiri terutama pada kalangan anak-anak. Salah satu cara penyampaian informasi ini tanpa memerlukan teknologi digital adalah dengan Taman Edukasi. Pendekatan yang akan diterapkan pada Taman Edukasi adalah pendekatan Neo-Vernakular. Pendekatan ini akan mencari hal-hal unik yang ada pada bangunan suku Banjar dan menerapkannya pada desain “Taman Edukasi Pangeran Antasari Dengan Pendekatan Neo-Vernakular Kota Banjarmasin” yang ingin dibuat
GEDUNG APRESIASI SENI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI BALIKPAPAN
In the context of art, the perspective of ordinary people sees the work of Children With Special Needs (ABK) only based on compassion. Thus it is felt necessary to plan and design an art appreciation building to appreciate the work of ABK in Balikpapan. The design of this building aims to provide facilities for ABK as a means of artistic expression as well as a place to appreciate artistic talent that is in accordance with the character of ABK. The Experience concept and the Behavioral Architecture method were chosen as a solution to the problem of presenting sensory experiences of space users, especially ABK, whose application includes behavioral consideration.Dalam konteks kesenian, perspektif masyarakat awam melihat hasil karya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) hanya didasari rasa kasihan. Dengan demikian dirasa perlu untuk merencanakan dan merancang gedung apresiasi seni untuk mengapresiasi karya ABK di Balikpapan. Perancangan gedung ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas bagi ABK sebagai sarana ekspresi seni serta menjadi wadah untuk mengapresiasi bakat seni yang sesuai dengan karakter ABK. Konsep Experience dan metode Arsitektur Perilaku dipilih sebagai solusi dari permasalahan untuk menghadirkan pengalaman indera pengguna ruang khususnya ABK, penerapannya menyertakan pertimbangan-pertimbangan perilaku
AKADEMI SEPAKBOLA DENGAN METODE SUPERIMPOSISI DI BANJARBARU
Indonesia South Kalimantan has the potential of a quality football player. With the potential of a good football player, this potential must be developed and directed to be even better. Banjarbaru became a development city after Banjarbaru became the capital of South Kalimantan. The design of the Football Academy using the superimposition method in Banjarbaru aims to have a positive influence on users in creating professional soccer players. This method aims to influence each user's activity for the better. To support the superimposition method, the use of modern architectural concepts is used which aims to influence human behavior driven by design.Indonesia Kalimantan Selatan memiliki potensi pemain bola yang berkualitas. Dengan adanya potensi pemain sepakbola yang bagus sehingga potensi itu harus dikembangkan dan diarahkan menjadi lebih baik lagi. Banjarbaru menjadi kota pembangunan setelah Banjarbaru menjadi ibu kota Kalimantan Selatan. Perancangan Akademi Sepakbola dengan metode Superimposisi di Banjarbaru bertujuan untuk memberikan pengaruh positif pengguna dalam menciptakan pemain sepakbola profesional. Metode ini bertujuan mempengaruhi setiap aktivitas pengguna menjadi lebih baik . Untuk mendukung metode Superimposisi maka digunakan Penggunaan konsep arsitektur modern yang bersifat fleksibel bertujuan untuk memberikan pengaruh pada perilaku manusia yang digerakan oleh desain
TAMAN ANGGREK DI BANJARBARU
Orchids are one of the most popular plants among the public because most of the orchids grow in tropical countries like Indonesia. In Indonesia, there are around 5,000 species of orchids spread across several provinces and 38 percent of them are in Kalimantan. There are several types of natural orchids that are becoming rare due to the rampant exploitation of these flowers, so that several types of orchids are starting to become endangered. Therefore, the conservation of orchid plants has recently begun to be increased, the government of South Kalimantan is one of those who are intensively conserving orchids with the aim that existing orchid species do not become extinct. However, the challenge is how to get the whole community involved in this conservation, not just a group of related people. On the other hand, orchids have a special attraction in the eyes of the public, with their attractiveness, the Orchid Recreation Park has the potential to be used as a recreation area that provides open education to all people so that they can help preserve the orchids themselves. The concept of metaphorical architecture was also chosen as the design concept for this Recreation Park with the design principle that it is hoped that the design of this Recreation Park will attract more visitors.Anggrek merupakan salah satu tanaman yang sangat populer dikalangan masyarakat karena anggrek sebagian besar tumbuh di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Di Indonesia, tercatat ada kurang lebih 5.000 spesies anggrek yang berada di beberapa provinsi dan 38 persennya berada di Kalimantan. Ada beberapa jenis anggrek alam yang mulai langka karena maraknya eksploitasi bunga tersebut, sehingga beberapa jenis anggrek mulai terancam punah. Oleh karenanya, konservasi tanaman anggrek akhir-akhir ini mulai ditingkatkan, pemerintah Kalimantan Selatan merupakan salah satu yang sedang gencar-gencarnya melakukan konservasi terhadap anggrek dengan tujuan supaya spesies anggrek yang ada tidak punah. Namun, tantangannya adalah bagaimana agar seluruh masyarakat juga bisa ikut terlibat dalam konservasi ini tidak hanya segolongan orang yang terkait. Disisi lain bunga anggrek memiliki daya tarik tersendiri di mata masyarakat, dengan daya tariknya Taman Rekreasi Anggrek memiliki potensi untuk dijadikan tempat rekreasi yang memberikan edukasi terbuka kepada seluruh kalangan masyarakat agar dapat membantu pelestarian tanaman anggrek itu sendiri. Konsep Arsitektur metafora juga dipilih sebagai konsep perancangan Taman Rekreasi ini dengan prinsip perancangannya diharapkan rancangan Taman Rekreasi ini akan menarik lebih banyak pengunjung
PUSAT PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN ATLIT BULUTANGKIS DI KOTA PELAIHARI
The Badminton Athlete Training and Development Center in Pelaihari City is a facility that accommodates training and development of athletes in badminton sports in Pelaihari city with national standards so that users can get adequate facilities in training to the fullest. Pelaihari City is the capital of Tanah Laut district in South Kalimantan, but there are still no adequate training building facilities so that badminton practice is often held in inadequate buildings with a poor system of facilities and infrastructure. This badminton training and development center is also equipped with library facilities as an athlete reading room, management room, cafe, and retail equipment for badminton equipment so that it can accommodate athletes or the surrounding community who want to learn badminton in the city of Pelaihari. With a building standard approach that is used to fulfill functions according to space standards.Pusat Pelatihan dan Pengembangan Atlit Bulutangkis di Kota Pelaihari adalah fasilitas yang mewadahi pelatihan dan pengembangan atlit dalam berolahraga bulutangkis di kota Pelaihari dengan standar nasional sehingga penggunanya dapat mendapatkan fasilitas yang memadai dalam latihan secara maksimal. Kota Pelaihari merupakan ibu kota dari kabupaten Tanah Laut yang ada di Kalimantan Selatan, namun masih belum ada memiliki fasilitas gedung pelatihan yang memadai sehingga pada saat latihan bulutangkis seringkali diadakan di gedung yang masih belum memadai dengan sistem sarana dan prasarana yang kurang baik. Pusat pelatihan dan pengembangan bulutangkis ini juga dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan sebagai ruang baca, ruang pengelola, kantin, dan retail perlengkapan alat-alat bulutangkis sehingga dapat mewadahi para atlit atau masyarakat sekitar yang ingin mempelajari olahraga bulutangkis di kota Pelaihari. Dengan pendekatan standar bangunan olahraga yang digunakan untuk memenuhi sesuai dengan fungsi melalui standar ruang
PUSAT REHABILITASI MENTAL DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT
Mental health is no less important than physical health, but it is still not paid attention to by the people of Indonesia. The lack of mental health services and facilities is also a factor in the increase in cases of mental disorders, so it is deemed necessary to have mental health facilities with adequate facilities and infrastructure. To achieve this, The Healing Environment method can be applied to support the patient’s recovery rate. The healing environment method is related to stimulation of the human senses. The application of natural elements that can stimulate the senses of hearing, sight, touch and smell can increase the sharpness of the patient’s perception so that it can improve the patient’s recovery.Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, namun hal tersebut masih kurang diperhatikan oleh masyarakat Indonesia. Kurangnya pelayanan dan fasilitas kesehatan mental juga menjadi faktor meningkatnya kasus gangguan mental sehingga dirasa perlu adanya fasilitas kesehatan mental dengan sarana dan prasarana yang memadai. Metode Healing Environment dapat diterapkan dalam mendukung tingkat kesembuhan pasien dengan gangguan kejiwaan. Metode Healing Environment berkaitan dengan rangsangan terhadap indera manusia. Penerapan unsur-unsur alam dapat menjadi stimulus bagi indera pendengaran, penglihatan, peraba, penciuman bahkan perasa. Stimulus yang diterapkan pada rancangan dapat membantu meningkatkan ketajaman persepsi pasien yang juga akan mempengaruhi tingkat kesembuhan pasien
PRARANCANGAN PABRIK BIODIESEL DARI CRUDE PALM OIL (CPO) PARIT DAN METANOL DENGAN PROSES ESTERIFIKASI-TRANSESTERIFIKASI KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN
BBM (Bahan Bakar Minyak) merupakan bahan bakar (fuel) yang berperan penting pada berbagai aspek bidang kehidupan seperti pada pembangkit listrik, transportasi, industri dan rumah tangga. Salah satu jenis BBM yang sering digunakan adalah minyak diesel atau Automotive Diesel Oil (ADO). Konsumsi ADO untuk kebutuhan energi di Indonesia terus meningkat tiap tahunnya dan mengakibatkan pemerintah perlu meningkatkan impor. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif yang dapat mengurangi penggunaan ADO.
CPO parit adalah sisa dari produksi CPO yang masih terdapat kandungan minyak didalamnya. CPO parit memiliki kadar FFA tinggi yang dapat mengganggu proses produksi biodiesel. Sehingga pada pembuatan biodiesel ini akan menggunakan metode dua tahap yaitu reaksi esterifikasi dan transesterifikasi. Proses esterifikasi mereaksikan FFA (Free Fatty Acid) – metanol (CH3OH) dengan bantuan katalis Sulfuric Acid (H2SO4) pada suhu 60oC dan tekanan 1 atm dengan konversi yang dihasilkan 99%. Proses transesterifikasi mereaksikan trigliserida – metanol (CH3OH) menggunakan katalis Natrium Hydroxide (NaOH) pada suhu 50oC dan tekanan 1 atm dengan konversi 99%. Hasil yang didapatkan dari tahap transesterifikasi adalah metil ester sebagai produk utama dan gliserol sebagai produk samping. Biodiesel yang diperoleh memenuhi standar ASTM D6751 dan EN 14214 yang sudah ditetapkan.
Prarancangan pabrik biodiesel dengan bahan baku CPO Parit akan didirikan pada tahun 2027 dengan kapasitas produksi 20.000 ton/tahun. Lokasi pabrik direncanakan berada di kawasan Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan dengan luas area 25.390 m2. Tenaga kerja yang diperlukan sebanyak 112 pekerja dengan perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang menerapkan sistem organisasi garis dan staf. Berdasarkan hasil analisa ekonomi, diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 44,43% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 22,15% sehingga dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk dikaji lebih lanjut ke tahap perancangan.
Kata kunci : CPO parit, biodiesel, esterifikasi, transesterifikas
PRA RANCANGAN PABRIK BUTIL ASETAT DARI BUTANOL DAN ASAM ASETAT DENGAN KAPASITAS 35.000 TON/TAHUN
Desain pabrik butil asetat dari butanol dan asam asetat dengan kapasitas produksi 35.000 ton/tahun. Bahan baku yang digunakan adalah butanol dan asam asetat dengan dukungan katalis amberlyst 15. Pabrik ini akan didirikan di JIIPE, Gresik, Jawa Timur dengan waktu produksi 330 hari/tahun. Proses produksi terdiri dari persiapan bahan baku, reaksi esterifikasi, dan pemurnian. Reaksi esterifikasi berlangsung dalam reaktor fluidized bed CSTR dengan kondisi operasi 90°C, tekanan 1 atm, dan waktu reaksi 90 menit. Pemurnian produk dilakukan dalam flash drum untuk mendapatkan kemurnian produk sebesar 99,5% butil asetat. Utilitas pendukung proses meliputi kebutuhan air 191,128 m3/hari, kebutuhan steam 1.364,796 kg/jam, kebutuhan brine 37.263,27 kg/jam, kebutuhan listrik 125.76 kWh dan bahan bakar 549,34 lb/jam. Bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan jumlah karyawan sebanyak 153 orang yang terdiri dari karyawan shift dan non shift. Berdasarkan evaluasi ekonomi, Annual Cash Flow (ACF) sebesar 45%, Pay Out Time (POT) sebesar 2,5 tahun, dan Break Event Point (BEP) sebesar 44,81%.
Kata kunci : asam asetat, butanol, butil asetat, esterifikasi, fluidized bed CST
Uji Daya Antagonis Beberapa Khamir Sebagai Agen Pengendali Penyakit Antraknosa (Colletotricum sp.) Pada Buah Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.)
Tomat merupakan sayuran buah yang banyak diminati dan mempunyai nilai ekonomi. Salah satu penyebab terjadinya penurunan produksi tomat akibat antraknosa (Colletotrichum sp.) khamir merupakan mikroba antagonis yang digunakan untuk mengendalikan penyakit pascapanen pada buah tomat akibat serangan antraknosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh khamir dalam menekan pertumbuhan Colletotrichum sp. baik secara invitro maupun invivo dengan khamir yang di dapat dari beberapa buah yaitu tomat, cabai, terong ungu, terong pipit dan kentang Hasil penelitian menunjukkan penggunaan khamir tidak berpengaruh terhadap keterjadian penyakit antraknosa pada buah tomat. Namun khamir berpengaruh terhadap pertumbuhan colletotrichum sp. secara invitro
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING (CORE) PADA MATERI HIDROLISIS GARAM
Telah dilakukan penelitian tentang penggunaan model Connecting, Organizing, Reflecting dan Extending (CORE) pada materi hidrolisis garam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan: (1) aktivitas guru, (2) aktivitas siswa, (3) keterampilan berpikir kritis siswa (4) hasil belajar siswa pada materi hidrolisis garam. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan di kelas XI IPA 4 SMAN 5 Banjarmasin dengan jumlah siswa sebanyak 38 orang. Instrumen penelitian meliputI intrumen tes dan non tes. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan: (1) aktivitas guru (2) aktivitas siswa (3) keterampilan berpikir kritis siswa (4) hasil belajar siswa dari 71,05% menjadi 89,47% terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CORE