Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    STATUS MUTU AIR PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (SUBDAS) TABUNGANEN MUARA KABUPATEN BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: WATER QUALITY STATUS IN THE TABUNGANEN MUARA RIVER FLOW SUB-REGION BARITO DISTRICT KUALA SOUTH KALIMANTAN PROVINCE

    Get PDF
    WATER QUALITY STATUS IN THE TABUNGANEN MUARA RIVER FLOW SUB-REGION BARITO DISTRICT KUALA SOUTH KALIMANTAN PROVINCE Sub DAS Tabunganen Muara merupakan anak sungai yang mengalir ke sungai besar Barito Kuala dimana sungainya adalah pasang surut. Berdasarkan pengukuran kualitas air pada variabel Suhu, TSS, pH dan DO dengan perhitungan sistem nilai air menggunakan Metode STORET dan mengacu pada standar baku mutu air sungai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Status mutu air pada Sub DAS Tabunganen Muara kelas satu dan dua semua stasiun kriteria cemar ringan dan kelas tiga stasiun I, stasiun II kriteria memenuhi baku mutu sedangkan stasiun III kriteria cemar ringan. Kelas empat semua stasiun kriteria memenuhi baku mutu. Total skor nilai negatif hanya pada parameter kimia yaitu variabel DO. Berdasarkan analisis uji beda variabel Suhu, TSS, pH dan DO, keseluruhan tidak berbeda antara status mutu air pada Sub DAS Tabunganen Muara. The Tabunganen Muara sub-watershed is a tributary that flows into the large Barito Kuala river where the river is tidal. Based on water quality measurements on the variables Temperature, TSS, pH and DO by calculating the water value system using the STORET Method and referring to river water quality standard standards Government Regulation Number 22 of 2021 Status of water quality in the first and second class of the Tabunganen Muara Sub-watershed for all criteria stations lightly polluted and third class station I, station II criteria meet quality standards while station III criteria are lightly polluted. Class four all criteria stations meet quality standards. The total score is negative only on chemical parameters, namely the DO variable. Based on the analysis of the different test variables for temperature, TSS, pH and DO, there was no overall difference between the status of water quality in the Tabunganen Muara sub-watershed

    Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Bengkuang (Pachyrhizus erosus L.) Terhadap Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura) Pada Tanaman Sawi

    Get PDF
    Research has been carried out on the use of botanical pesticides from yam seed extract against Spodoptera litura larvae. The aim was to determine the effect of yam bean seed extract as a natural pesticide on the mortality of armyworm pests and reduce the intensity of attacks on mustard greens. This study used one factor RAL with 6 treatments and 4 replications, as a control with two ingredients, namely chemical pesticides and water. Observation of mortality was observed every 6 hours for 3 days in the laboratory and observation of attack intensity for 7 days in the greenhouse. In each treatment, 10 S. litura larvae were invested so that in the experimental unit there were 240 larvae tested both for mortality and attack intensity. The results of the research on Jicama seed extract showed the highest percentage of mortality at a concentration of 15% of 37.5%, while the lowest percentage of attack intensity was at a concentration of 15% of 87.9%.Telah dilakukan penelitian tentang penggunaan pestisida nabati ekstrak biji bengkuang terhadap larva Spodoptera litura. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh dari ekstrak biji bengkuang sebagai pestisida alami untuk mortalitas hama ulat grayak dan menekan intensitas serangan pada tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan RAL satu faktor dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan, sebagai kontrol dengan dua bahan yaitu pestisida kimia dan air. Pengamatan mortalitas diamati setiap 6 jam selama 3 hari di laboratorium dan pengamatan intensitas serangan selama 7 hari di rumah kaca. Setiap perlakuan diinvestasikan 10 ekor larva S. litura sehingga dalam satuan percobaan terdapat 240 larva yang diujikan baik untuk mortalitas maupun intensitas serangan. Hasil penelitian ekstrak biji bengkuang menunjukkan persentase mortalitas tertinggi pada konsentrasi 15% sebesar 37,5%, sedangkan persentase intensitas serangan terendah pada konsentrasi 15% sebesar 87,9%

    Uji Efektivitas Ekstrak Kulit Jengkol (Pithecellobium jiringa) Dalam Menghambat Penyakit Antraknosa (Colletotrichum sp.) Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)

    Get PDF
    The productivity of cayenne pepper in South Kalimantan has increased in 2017 – 2020, to maintain the stability of cayenne pepper productivity in South Kalimantan, efforts are needed to prevent the occurrence of cayenne pepper anthracnose. Anthracnose disease caused by the fungus Colletotrichum sp. which is an important disease in cayenne pepper because it can cause crop failure. Farmers generally control anthracnose using synthetic pesticides, but the use of synthetic pesticides can have a negative impact on the environment and crop quality. Alternative environmentally friendly controls that can be developed are the use of organic materials, especially organic wastes which still have active compounds and have the potential to be used as vegetable pesticides. One of the organic wastes that can be used is jengkol peel (Pithecellobium jiringa). The purpose of this study was to determine the effectiveness of jengkol peel extract in inhibiting the growth of the fungus Colletotrichum sp. on chili peppers. The environmental design used in this study was a one-factor completely randomized design (CRD) consisting of 5 concentrations of jengkol peel extract, namely T0 (control), T1 (10%), T2 (20%), T3 (30%), and T4 (40%) with 4 replications. The application of jengkol peel extract was carried out 3 times and the inoculation of the fungus Colletotrichum sp. done 1 time when the plants are flowering (50 hst). Observations were made every 7 days after the application of jengkol peel extract. The results of research observations showed that jengkol peel extract was effective in inhibiting the occurrence of anthracnose disease. The concentration of jengkol peel extract that was most effective in inhibiting the growth of anthracnose disease in cayenne pepper was at a concentration of 40% with the smallest percentage of disease incidence of 12.9%.Produktivitas cabai rawit di Kalimantan Selatan mengalami peningkatan pada tahun 2017 – 2020, untuk menjaga kestabilan produktivitas cabai rawit di Kalimantan Selatan perlu adanya upaya pencegahan terjadinya antraknosa cabai rawit. Penyakit antraknosa yang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum sp. yang merupakan penyakit penting pada tanaman cabai rawit karena dapat menyebabkan gagal panen. Petani pada umumnya mengendalikan penyakit antraknosa menggunakan pestisida sintetik, akan tetapi penggunaan pestisida sintetik dapat berdampak buruk terhadap lingkungan serta kualitas hasil panen. Alternatif pengendalian ramah lingkungan yang bisa dikembangkan adalah pemanfaatan bahan organik, khususnya limbah organik yang masih memiliki senyawa aktif dan berpotensi sebagai pestisida nabati. Salah satu limbah organik yang dapat digunakan yaitu kulit jengkol (Pithecellobium jiringa). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak kulit jengkol dalam menghambat pertumbuhan cendawan Colletotrichum sp. pada tanaman cabai rawit. Rancangan lingkungan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari 5 perlakuan konsentrasi ekstrak kulit jengkol yaitu T0 (kontrol), T1 (10%), T2 (20%), T3 (30%), dan T4 (40%) dengan 4 kali ulangan. Aplikasi ekstrak kulit jengkol dilakukan sebanyak 3 kali dan inokulasi cendawan Colletotrichum sp. dilakukan 1 kali pada saat tanaman sudah berbunga (50 hst). Pengamatan dilakukan setiap 7 hari sekali setelah aplikasi ekstrak kulit jengkol. Hasil pengamatan penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit jengkol efektif menghambat kejadian penyakit antraknosa. Konsentrasi ekstrak kulit jengkol yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan penyakit antraknosa pada tanaman cabai rawit yaitu pada konsentrasi 40% dengan persentase kejadian penyakit terkecil 12,9%.&nbsp

    Pengaruh Durasi Sonic Bloom Terhadap Perkembangan Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens)

    Get PDF
    Anthracnose disease is caused by the pathogen Colletotrichum spp. which attacks cayenne pepper plants. This disease can reduce the quantity and quality of cayenne pepper fruit, causing losses. One of the existing sound technologies is Sonic Bloom. Sonic bloom is a sound wave technology with a certain frequency to determine the development of plant growth. There is very little research on plant diseases. This study aims to determine whether sonic bloom has an effect on anthracnose disease caused by Colletotrichum spp. The method used was Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments, each treatment consisting of 6 replications so that 24 experimental units were obtained with 1 plant in each experiment carried out in-vivo. Observations were made by measuring disease incidence, plant height, number of fruit and fruit weight. The results obtained in this study showed that the sonic bloom treatment was able to reduce the percentage of anthracnose disease caused by the fungus Colletotrichum spp. on cayenne pepper plants. Sonic bloom has not been able to affect the height of cayenne pepper plants and inhibit the incubation period, but sonic bloom has been able to increase the weight of cayenne pepper fruit.Penyakit antraknosa disebabkan oleh patogen Colletotrichum spp. yang menyerang tanaman cabai rawit. Penyakit ini dapat menurunkan kuantitas maupun kualitas dari buah cabai rawit sehingga menimbulkan kerugian. Salah satu teknologi suara yang ada ialah sonic bloom. Sonic bloom merupakan teknologi gelombang suara dengan frekuensi tertentu untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan tanaman, sedikit sekali penelitian tentang penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sonic bloom  berpengaruh terhadap penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum spp. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 6 ulangan sehingga diperoleh 24 satuan percobaan dengan 1 tanaman dalam setiap percobaan yang dilakukan secara in-vivo. Pengamatan yang dilakukan yaitu dengan mengukur kejadian penyakit, tinggi tanaman, jumlah buah dan berat buah. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan sonic bloom mampu mengurangi persentase penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum spp. pada tanaman cabai rawit. Sonic bloom belum mampu untuk mempengaruhi tinggi tanaman cabai rawit dan menghambat laju masa inkubasi, tetapi sonic bloom mampu meningkatkan berat buah cabai rawit

    Penambahan Konsentrat dan Jamu Ternak Terhadap Pertumbuhan Sapi Bali Dara Pra Sapih

    Get PDF
    The research was conducted in the Institute for Assessment and Development ofIntegrated Farming (BP3T) in Tambang Ulang. The aim of research was to study the use ofsupplemental feed (concentrate) based on corn by product in increasing the performance Baliheifer. Fourteen Bali heifer were divided into two groups, those were group A (feeding forage,concentrate, and cattle herbs) and group B (feeding forage and concentrate). The averagesweight gain during the 81 days were 0.49 and 0.27 kg/head/day respectively for treatments A andB, while feed consumption and feed conversion of each treatment were 19.29 kg/head/day and8.36 for A and 19.29 kg/head/day and 16.04 for B, respectively. In conclusion, herb cattlesupplementation could increase Bali heifer weight gain better than fed concentrate onlyPenelitian ini dilakukan di Balai Pengkajian dan Pengembangan Pertanian TerpaduTambang Ulang dengan tujuan mengetahui pemanfaatan pemberian pakan tambahan (konsentrat)yang berbasis limbah jagung dalam meningkatkan produktivitas sapi potong pada sapi Bali muda(dara). Empat belas ekor sapi Bali dara dibagi kedalam dua kelompok yaitu: A: kelompokpemberian pakan hijauan (20% dari bobot badan) + konsentrat (3 % dari bobot badan) + jamusapi, B: pemberian pakan hijauan (20% dari bobot badan) + konsentrat (3% dari bobot badan).Rata-rata pertambahan bobot badan selama 81 hari adalah 0,49 dan 0,27 kg/ekor/hari masingmasing untuk perlakuan A dan B, sedangkan konsumsi dan konversi pakan berturut-turut A 19,29kg/ekor/hari dan 8,36 serta B 19,29 kg/ekor/hari dan 16,04. Pemberian pakan konsentrat danjamu sapi lebih meningkatkan penambahan bobot badan harian sapi Bali dara dibandingkandengan yang hanya diberi pakan konsentrat saja

    PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM SOLVING POLYA DENGAN KONTEKS PASAR TERAPUNG PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL

    Get PDF
    Matematika menjadi salah satu ilmu yang juga berguna dalam kehidupan manusia. Namun, matematika sering dianggap mata pelajaran yang sulit dikarenakan peserta didik kurang memahami masalah sampai memecahkan masalah yang di berikan sehingga perlu adanya bahan ajar yang memuat pemecahan masalah matematika yang sesuai untuk hal tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan proses pengembangan modul berbasis problem solving Polya (2) menilai tingkat kevalidan modul berbasis problem solving Polya (3) menilai tingkat keefektifan dan kepraktisan modul berbasis problem solving Polya. Penelitian ini menggunakan pengembangan dengan model kepraktisan modul berbasis pemecahan masalah dari Polyya. Data dikumpulkan dalam lembar validasi, angket dan tes peserta didik. Berdasarkan angket yang diisi 3 orang validator, diperoleh persentase kevalidan modul sebesar 84,34%. Uji coba kepraktisan dan keefektifan modul yang dilakukan kepada 15 peserta didik diperoleh hasil 87,9% dan 67% yang berarti modul termasuk dalam kriteria praktis dan efektif. Berdasarkan hal yang telah diuraikan, maka dengan demikian tujuan penelitian modul SPLDV berbasis problem solving Polya dengan konteks pasar terapung ini dapat dikatakan tercapai. Terdapat kekurangan pada modul yang dikembangkan, yaitu modul yang dikembangkan hanya terbatas pada materi SPLDV saja

    PENGEMBANGAN E-LKPD MENGGUNAKAN LIVEWORKSHEETS PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL DENGAN KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH UNTUK SISWA KELAS VII

    Get PDF
    Pandemi Covid-19 membuat proses pembelajaran yang diterapkan di Indonesia sekarang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana pembelajaran sebelumnya dilakukan secara langsung di sekolah berubah menjadi pembelajaran jarak jauh dari rumah dengan pengawasan dari orang tua. Tentunya hal tersebut mengharuskan pendidik memiliki alternatif dalam proses pembelajaran salah satunya dengan memanfaatkan E-LKPD. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan E-LKPD menggunakan liveworksheets pada materi aritmetika sosial dengan konteks lingkungan lahan basah untuk siswa kelas VII. E-LKPD yang dikembangkan terkait makanan, flora, fauna, barang, alat transportasi, dan tempat wisata di Kalimantan Selatan. Metode yang dipakai adalah metode penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan 4-D dengan kriteria valid dan praktis. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah tahap define, design, dan develop. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi dan lembar praktikalitas. Untuk mengetahui terpenuhi atau tidak kriteria valid dan praktis E-LKPD, dilakukan validasi dan uji coba. Validasi dilakukan oleh dua orang ahli dengan skor validasi 3,595, sedangkan hasil angket respon guru dan peserta didik masing-masing sebesar 100% dan 84,30%. Hal ini menunjukan E-LKPD masuk kriteria valid dan praktis

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL KONTEKS LAHAN BASAH MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BANGUN RUANG

    Get PDF
    Keterbatasan interaksi guru dan siswa akibat pandemic covid-19, membuat proses pembelajaran kurang maksimal. Materi yang dianggap sulit yaitu bangun ruang sisi datar karena memiliki cakupan materi yang banyak dan bersifat abstrak. Saat melakukan pembelajaran jarak jauh siswa juga terbatas dalam memahami konsep pembelajaran karena adanya kendala jaringan internet di daerah tempat tinggal siswa. Oleh karena itu diperlukan bahan ajar yang bisa digunakan siswa secara offline yang mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar digital berbasis android dengan konteks lingkungan lahan basah pada materi luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar. Pada penelitian ini akan dilakukan uji validitas oleh tiga orang validator. Metode penelitian yang digunakan ialah pengembangan Research and development (R&D) dengan model 4D, namun hanya dibatasi sampai tiga tahap yaitu Define, Design, Develop. Pada penelitian ini akan dilakukan uji validitas oleh tiga validator. Dari hasil validasi materi, untuk tingkat kelayakan materi dari aspek konteks/isi dengan nilai validitas 85,4%, kelayakan bahasa dengan nilai validitas 93,75%. Pada aspek kelayakan penyajian dengan nilai validitas 87,5%. Sehingga dari hasil penelitian ahli materi terhadap bahan ajar masuk dalam kriteria Sangat Layak dengan nilai validasi total 87,5%. Data hasil validasi media diperoleh total 77,2% dengan kriteria Layak. Dengan demikian, diperoleh bahan ajar digital berbasis android dengan konteks lingkungan lahan basah pada materi luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar yang layak digunakan

    ANALISIS DAYA LEDAK OTOT LENGAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI KECEPATAN REAKSI DAN KETEPATAN SERANGAN PADA ATLET ANGGAR KABUPATEN BALANGAN

    Get PDF
    Di Kabupaten Balangan, penelitian ini bermaksud untuk mengukur dan menilai daya ledak otot kaki, otot lengan, waktu reaksi, dan ketepatan pukulan pada pemain anggar. Investigasi melibatkan total 14 peserta, termasuk semua atlet anggar di Kabupaten Balangan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan metodologi pengumpulan data berbasis tes. Informasi yang dikumpulkan meliputi hasil tes daya ledak otot lengan dan kaki, serta tes waktu respon dan akurasi serangan atlet. Hasil dari standing broad jump, tes four-riposte-lunge fencing, dan tes medicine ball put digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil tes untuk mengukur kekuatan otot lengan dan tungkai seorang atlet adalah sedang untuk atlet putra dan kurang untuk atlet putri. Waktu reaksi dinilai bagus, dan akurasi serangan dinilai rata-rata. Bagus. Banyak karakteristik fisik atlet anggar di Kabupaten Balangan yang secara keseluruhan masih dikategorikan sedang hingga rendah

    ANALISIS MOTIVASI PESERTA DIDIK MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT SETIA HATI DI SMA DARUL HIJRAH PUTERA

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi siswa mengikuti kegiatan Setia Hati Pencak Silat di SMA Darul Hijrah Putera. Kegiatan setelah sekolah adalah kegiatan tambahan yang dilakukan di luar sekolah dan dipraktikkan baik di sekolah maupun di luar sekolah. Saat ini minat SMA Kalimantan Selatan terhadap pencak silat cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa SMA sederajat yang mengikuti kejuaraan pencak silat yang kerap diselenggarakan oleh lembaga pendidikan terdekat di Kalimantan Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi motivasi siswa mengikuti kegiatan Setia Hati Pencak Silat di SMA Darul Hijrah Putera.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini berjumlah 32 peserta didik dan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling, jadi jumlah sampel adalah seluruh peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat Setia Hati yang ada SMA Darul Hijrah Putera yang berjumlah 32 peserta didik, adapun pengumpulan data sampel menggunakan kuisioner dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Analisis motivasi siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat Setia Hati di Pesantren Darul Hijrah Putera tingkat “Tinggi”. (2) Analisis motivasi intrinsik siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat Setia Hati di Pesantren Darul Hijrah Putera tingkat “Tinggi”. (3) Analisis motivasi ekstrinsik siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat Setia Hati di Pesantren Darul Hijrah Putera tingkat “Tinggi”

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇