Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
EVALUASI DAN PENINGKATAN KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL DI KABUPATEN BANJARBARU (STUDI KASUS IPAL KOMUNAL KSM SUKA DAMAI RT. 01 DESA TAMBAK BARU ILIR): EVALUATION AND PERFORMANCE IMPROVEMENT OF COMMUNAL WASTEWATER TREATMENT INSTALLATION (WWTP) IN BANJAR REGENCY (CASE STUDY OF COMMUNAL WASTEWATER TREATMENT PLANT OF KSM SUKA DAMAI RT. 01 DESA TAMBAK BARU ILIR)
Pada daerah Kabupaten Banjar terdapat 4 IPAL Komunal yang berhasil dibangun dengan masing-masing berada di 2 titik lokasi IPAL yaitu 3 berada di Desa Tambak Baru Ilir dan 1 berada di Desa Keliling Banteng Ilir Kecamatan Martapura. Daerah penelitian dilakukan di IPAL Komunal KSM Suka Damai RT. 01 Desa Tambak Baru Ilir. Berdasarkan Laporan Monitoring IPAL Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2019, disebutkan bahwa kemampuan IPAL yang seharusnya dapat mengolah air limbah masyarakat justru masih belum dapat memenuhi acuan nilai baku mutu yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P. 68 Tahun 2016. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menganalisis secara teknis dan non teknis kondisi saat ini IPAL Komunal, mengidentifikasi permasalahan yang terjadi serta mengevaluasi peran serta masyarakat. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang memiliki tujuan untuk menggambarkan hasil dari upaya pengumpulan data. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa secara umum nilai hasil uji parameter air limbah yang diolah belum memenuhi baku mutu. Hanya ada 2 parameter yang memenuhi baku mutu yaitu pH dan TSS dengan nilai masing-masing 7,3 dan 22 mg/L. Pada parameter yang tidak memenuhi baku mutu adalah BOD 42 mg/L, COD 163 mg/L, minyak dan lemak 25 mg/L, amonia 207 mg/L, serta MPN Coli 99,9 x 103 mg/L. Persentase ER BOD dan COD pada bak ABR masing-masing adalah 48% dan 41%. Persentase ER BOD dan COD pada bak AF masing-masing adalah 0,045% dan -0,87%. Pada peran serta masyarakat dikategorikan baik.In Banjar Regency area, there are 4 Communal WWTPs that have been successfully built at 2 locations. There are 3 in Tambak Baru Ilir Village and 1 in Keliling Banteng Ilir Village, Martapura District. The research area was carried out in the Communal WWTP of KSM Suka Damai RT. 01 Desa Tambak Baru Ilir. Based on the South Kalimantan Province IPAL Monitoring Report in 2019, the quality of treated wastewater hasn’t reached the regulated standards No. P. 68 of 2016. The purpose of this research is to analyze technically and non-technically the current condition of Communal WWTPs, identify problems that occur and evaluate community participation. The method used in this research is descriptive qualitative and quantitative analysis which aims to describe the results of data collection efforts. Based on the results of the research conducted, it shows that in general the value of the test results for the treated wastewater parameters does not meet the quality standards. There are only 2 parameters that meet the quality standards, namely pH and TSS with values of 7.3 and 22 mg/L, respectively. Parameters that do not meet quality standards are BOD 42 mg/L, COD 163 mg/L, oils and fats 25 mg/L, ammonia 207 mg/L, and MPN Coli 99.9 x 103 mg/L. The percentages of ER BOD and COD in ABR tanks were 48% and 41%, respectively. The percentages of ER BOD and COD in the AF basin were 0.045% and -0.87%, respectively. The community participation is categorized as good
The Use of Hand Puppet and Stick Figure as Media to Teach Speaking
One of the English Skills is speaking which taught at SMP Negeri 24 Banjarmasin. The pupils find some difficulties to communicate English in the front of the classroom because of worried about making mistake, they have no motivation to express themselves, shy and feel more comfortable if they are speaking their mother tongue. Therefore, hand puppet and stick figure are choosen as media to teach speaking English skill efectively. This research aimed ascertain even if there is a divergence on pupils’ speaking attainment between pupils who are by handling hand puppet and pupils who are taught by handling stick figure. This research implemented assessable method with non-randomized design. Hence, the research people’s were seventh grade pupils of SMPN 24 Banjarmasin for taking a samples were involved 62 pupils VII B class and VII C class. In experiential class was VII B and they are trained by handling hand puppet. In command class was VII C and they are trained by handling stick figure.The result of this research showed in pupils’ mean score in experiential class for pre-test was 60,56 and the mean of the post-test was 85,96. Meanwhile, the pre-test’s mean of the command class was 59,19 and the mean of the post-test was 76,77. Moreover, the output of t-test 6.87 is higher rather than t-value 1.67. Therefore, there is a significant divergence between the pupils who have been trained by handling hand puppet and the who have been trained by handling stick figure. Since t value >t table, it means that hand puppet is effective to improve pupils’ speaking attainment for the seventh grade pupils of intermediate school in performing a dialogue. In addition, it is suggested for the teacher to use hand puppet and stick figure as media in teaching speaking at the classroom.
 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS HOTS MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR UNTUK SISWA SMP KELAS VIII
Penggunaan media pembelajaran satu arah pada pembelajaran daring membuat interaksi menjadi terbatas, sehingga tidak mendorong keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Disamping itu, permasalahan terkait kemampuan kognitif akan selalu ada dan terus menjadi momok persoalan yang belum terselesaikan. Berdasarkan pengamatan peneliti, terdapat permasalahan peserta didik dimana mereka hanya dapat menyelesaikan soal yang sama persis dengan contoh dan kesulitan menyelesaikan permasalahan baru. Hal ini dikarenakan rendahnya kemampuan menganalisis peserta didik dan hanya terbiasa menyelesaikan soal-soal dengan tingkatan kognitif mengingat, memahami, dan menerapkan saja. Permasalahan ini tentu akan berpengaruh signifikan pada hasil belajar peserta didik nantinya. Oleh sebab itu perlunya pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis HOTS yang dapat mendorong dan menuntut keaktifan peserta didik, melatih, serta meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses dan menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis HOTS materi bangun ruang sisi datar yang mencukupi kriteria valid untuk siswa SMP/MTs. Proses pengembangan menggunakan model Four-D yang dibatasi hanya sampai tiga tahapan, yaitu define, design, dan development. Berdasarkan hasil uji validitas ketiga validator pada tahap development diperoleh nilai 85,20% berdasarkan kriteria validitas menyatakan sangat valid. Hal ini berarti bahwa media pembelajaran interaktif sangat baik, dapat dan layak digunakan untuk kegiatan pembelajaran
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS MASALAH DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS KELAS VIII SMP/MTS
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berperan sebagai sarana pendukung pembelajaran guna meningkatkan partisipasi aktif peserta didik. Dalam ma-teri teorema Pythagoras, masih ada guru yang belum menggunakan LKPD karena keterbatasan keterampilan dalam membuat LKPD yang bisa mengaktifkan dan memudahkan peserta didik memahami materi. Sebagai upaya membantu guru dalam memberikan kesempatan luas kepada peserta didik aktif dan terlibat langsung pada pembelajaran ialah melalui pengem-bangan LKPD berbasis masalah dengan pendekatan Pendidikan Matemat-ika Realistik konteks lingkungan lahan basah agar lebih bermakna. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menghasilkan LKPD berbasis masalah dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik konteks lingkungan lahan basah pada materi teorema Pythagoras kelas VIII SMP/MTs yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan model Plomp yang terdiri atas fase investigasi awal, fase perancangan, fase realisasi/konstruksi, fase tes, evaluasi, dan revisi. Hasil uji kevalidan LKPD oleh dua validator sebesar 3,13 dengan kriteria valid. Hasil uji kepraktisan dengan 21 peserta didik dan satu pendidik sebe-sar 3,71 dan 3,93 dengan kriteria sangat praktis. Hasil uji keefektifan sebe-sar 90% dengan kriteria efektif. Dengan demikian, dihasilkan LKPD berbasis masalah dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik konteks lingkungan lahan basah pada materi teorema Pythagoras kelas VIII SMP/MTs yang valid, praktis, dan efektif
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 14 BANJARMASIN
Hasil belajar matematika siswa di lapangan 50% masih dibawah KKM dikarenakan kurangnya penggunakan model yang inovatif. Hal tesebut dapat dilihat dari perilaku siswa yang cenderung sibuk dengan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan proses pembelajaran. faktor yang memiliki peran untuk menentukan keberhasilan belajar matematika adalah penentuan model pembelajaran yang tepat. Untuk mendapatkan gambaran mengenai keefektifan model pembelajaran terhadap hasil belajar, maka perlu dilakukan penelitian yang berkaitan dengan topik tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang belajar melalui model make a match dan model pembelajaran langsung kelas VIII SMPN 14 Banjarmasin & mengetahui keefektifan model pembelajaran make a match terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 14 Banjarmasin. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu quasi experimental design dengan desain nonequivalent pretest-posttest control group design. Siswa kelas VIII SMPN 14 Banjarmasin sebagai populasi penelitian dan sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Perangkat pembelajaran yang digunakan yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kerja siswa (LKS). Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas, uji beda, serta gain ternormalisasi (NGain). Hasil yang diperoleh: (1) terdapat perbedaan yang signifikan nilai hasil belajar siswa pada kelas menggunakan model pembelajaran make a match dan kelas menggunakan model pembelajaran langsung, (2) model pembelajaran make a match yang diterapkan kepada siswa kelas VIII di SMPN 14 Banjarmasin dinyatakan efektif
Perubahan pH, Fe-larut, dan P-tersedia di Tanah Sulfat Masam Aktual (Sulfaquept) yang Diberi Pupuk Kandang Sapi dan Genangan Air
Organic matter application and water management were frequently applied to prevent the oxidation of pyrite in acid sulfate soils. The purpose of this study was to determine the effect of cow manure application with varying height of inundation on soil pH, soluble-Fe, and available P of acid sulfate soils. This study employed factorial treatments and in a completely randomized design. The first factor was the dosage of cow manure: 0, 10, and 20 t ha-1, while the second factor was various water depths: 5, 10, and 15 cm. Results of study showed that the interaction of cow manure and water depth did not affect soil pH, but single factor of the treatments (cow manure and water depth) significantly affected soil pH. The interaction of cow manure and water depths did not significantly decrease the solubel-Fe in the fourth week. The interaction of cow manure and water depths significantly increased P-availability in the fourth week. Results of this study demonstrated that cow manure application and water depth improved soil pH and P-availability of acid sulfate soils.Organic matter application and water management were frequently applied to prevent the oxidation of pyrite in acid sulfate soils. The purpose of this study was to determine the effect of cow manure application with varying height of inundation on soil pH, soluble-Fe, and available P of acid sulfate soils. This study employed factorial treatments and in a completely randomized design. The first factor was the dosage of cow manure: 0, 10, and 20 t ha-1, while the second factor was various water depths: 5, 10, and 15 cm. Results of study showed that the interaction of cow manure and water depth did not affect soil pH, but single factor of the treatments (cow manure and water depth) significantly affected soil pH. The interaction of cow manure and water depths did not significantly decrease the solubel-Fe in the fourth week. The interaction of cow manure and water depths significantly increased P-availability in the fourth week. Results of this study demonstrated that cow manure application and water depth improved soil pH and P-availability of acid sulfate soils
Pengaruh Pemberian Beberapa Jenis Pupuk Kandang dan Pupuk Hijau Terhadap Ketersediaan dan Serapan Nitrogen pada Jagung di Tanah Podsolik
The study aimed to determine the effect of application fertilizer derived from animals (manure) or plants (green manure) on the supply and absorption of plant N, changes in pH, CEC, and suppressing Al solubility and to determine the best type of organic matter in supplying and absorbing plant N, change in pH, CEC, and suppress Al solubility. This study was carried out in the field and arranged using a single factor completely randomized design (CRD). The treatments applied in study were K0 = control, K1 = cow manure (50 g pot-1), K2 = goat manure (50 g pot-1), K3 = chicken manure (50 g pot-1), K4 = green manure for weed hair buns (50 g pot-1), K5 = rice straw green manure (50 g pot-1), K6 = gamal green fertilizer (50 g pot-1). The application of various organic materials can increase pH, CEC, available N, plant dry weight, N uptake of corn plants, and reduce Al solubility.The study aimed to determine the effect of application fertilizer derived from animals (manure) or plants (green manure) on the supply and absorption of plant N, changes in pH, CEC, and suppressing Al solubility and to determine the best type of organic matter in supplying and absorbing plant N, change in pH, CEC, and suppress Al solubility. This study was carried out in the field and arranged using a single factor completely randomized design (CRD). The treatments applied in study were K0 = control, K1 = cow manure (50 g pot-1), K2 = goat manure (50 g pot-1), K3 = chicken manure (50 g pot-1), K4 = green manure for weed hair buns (50 g pot-1), K5 = rice straw green manure (50 g pot-1), K6 = gamal green fertilizer (50 g pot-1). The application of various organic materials can increase pH, CEC, available N, plant dry weight, N uptake of corn plants, and reduce Al solubility
SURVEI MINAT BELAJAR TERHADAP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SMA NEGERI 1 MUARA UYA KABUPATEN TABALONG
Hal ini bertujuan mengetahui minat belajar mengikuti pembelajaran penddikan jasmani di SMA Negeri 1 Muara Uya Kabupaten Tabalong. Dengan metode survei pengumpulan data angket/kuesioner tertutup. Analisis data deskriptif dan kuantitatip. Populasi yang digunakan berjumlah 120 orang peserta didik kelas XI. Sampel penelitian ini 76 peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Muara Uya Kabupaten Tabalong. Dengan teknik simpel random sampling menggunakan rumus slovin persentase kelonggaran 10%. Hasil Penelitian dapat disimpulkan pada kategori terendah ”sangat kurang” 5,26% (4 orang), ”kurang” 19,74% (15 orang), ”cukup” 38,16% (29 orang), ”baik” 26,31%. (20 orang), dan ”sangat baik” 10,53% (8 orang). Dari hasil menunjukkan bahwa minat belajar di SMA Negeri 1 Muara Uya Kabupaten Tabalong mengikuti pembelajaran penddikan jasmani berada pada kategori ”cukup”, dengan persentase sebesar 38,16% (29 orang peserta didik)
MINAT PESERTA DIDIK DALAM EKSTRAKULIKULER SEPAKBOLA DI SMP NEGERI 1 MARTAPURA BARAT
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui minat siswa dalam mengikui ekstrakulkuler sepakbola di SMP Negeri 1 Martapura Barat. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen (survey) yang bertujuan untuk memperoleh informasi melalui kuesioner. Sampel penelitian ini adalah total populasi yaitu 61 siswa laki-laki dari sudut pandang siswa yang mengikuti ekstrakurikuler sepak bola di SMP Negeri 1 Martapura Barat. Hasilnya mayoritas minat siswa terhadap ekstrakurikuler sepak bola di SMPN 1 Martapura Barat adalah 4 responden atau 6,5% dalam kategori sangat tinggi, 32 responden atau 52,4% dalam kategori tinggi dan 20 responden Responden mengikuti. Kategori sedang atau sebanyak 33% responden, kemudian 5 responden atau kategori rendah 8,1%, dan kategori sangat rendah 0 responden atau 0%.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas minat siswa terhadap ekstrakurikuler sepak bola di SMP Negri 1 Martapura Balat berada pada kategori tinggi dengan jumlah 32 responden
KERAGAMAN DAN POLA PERTUMBUHAN IKAN EKONOMIS TINGGI YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN ESTUARI KAHAYAN KECAMATAN KAHAYAN KUALA KABUPATEN PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH: DIVERSITY AND GROWTH PATTERNS OF HIGH-ECONOMIC FISH CAUGHT IN THE WATER OF THE KAHAYAN ESTUARY KAHAYAN KUALA DISTRICT PULANG PISAU REGENCY CENTRAL KALIMANTAN PROVINCE
Muara sungai merupakan daerah percampuran antara air sungai dengan air laut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, pola dan parameter pertumbuhan; laju eksploitasi dan status perikanan pada ikan ekonomis yang tertangkap dengan lampara dasar di Perairan Estuari Kahayan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022- Maret 2023. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data observasi dengan pengambilan sampel sebanyak 6 kali/minggu selama satu bulan dari hasil tangkapan nelayan lampara dasar di Perairan Estuari Kahayan. Pengolahan data yang digunakan diantaranya identifikasi jenis, pola dan parameter pertumbuhan, faktor kondisi, laju eksploitasi dan status perikanan. Keragaman ikan terdapat 37 famili dengan 48 genus dan 57 spesies. Salah satu ikan ekonomis tinggi ialah Ikan Kurau Jenggot (Polynemus melanochir). Ikan memiliki pola allometrik positif (nilai b = 3.1319). Hasil estimasi parameter pertumbuhan ikan terdapat nilai L∞ = 31.98, K = 2.51 dan t0 = 0.060. Angka rata-rata faktor kondisi pada ikan sebesar 1.0083 menyatakan badan ikan pipih. Angka mortalitas keseluruhan (Z) = 14.17, mortalitas natural (M) = 3.20, mortalitas penangkapan (F) = 10.97, Laju eksploitasi (E) = 0.77 dan status perikanan menyatakan Over Fishing