Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA: META ANALISIS
Kemampuan penalaran matematis (KPM) merupakan komponen penting dalam pembelajaran matematika, namun kenyataan di lapangan KPM masih tergolong rendah di berbagai jenjang pendidikan. Salah satu model pembelajaran yang diyakini efektif untuk meningkatkan kemampuan ini adalah discovery learning (DL), karena mendorong siswa aktif menemukan konsep secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pengaruh model DL terhadap kemampuan penalaran matematis siswa melalui pendekatan meta-analisis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan alur PRISMA, dengan data diambil dari 10 artikel ilmiah terpublikasi dan dianalisis menggunakan rumus Glass untuk menghitung Effect Size (ES). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai ES adalah 0,88, yang tergolong dalam kategori besar. Temuan ini menunjukkan bahwa model DL memberikan pengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa di berbagai jenjang pendidikan
Pengaruh Pemberian Lumpur Padat Limbah Pabrik Kelapa Sawit Terhadap Ketersediaan Hara Pada Tanah Podsolik Dan Produksi Tanaman Jagung: The Effect of Providing Solid Sludge from Palm Oil Mill Waste on Nutrient Availability in Podsolic Soil and Corn Plant Production
Podzolic soil fertility and health are generally low due to its poor physical and chemical properties. Consequently, the use of organic soil amendments is essential to improve these properties and provide essential nutrients. Palm oil mill sludge solid waste is rich in nitrogen, phosphorus, potassium, magnesium and calcium which makes it a suitable fertilizer. This study aimed to evaluate the effect of palm oil mill sludge solid waste application on the availability of nitrogen, phosphorus and potassium in podzolic soil and corn (Zea mays) production. The experiment was conducted in a pot using a single factor Completely Randomized Design (CRD). The findings showed that application of palm oil mill sludge solid waste to podzolic soil increased the availability of nutrients N-NH4+, N-NO3-, available P and available K and the fresh and dry weight of corn plants. However, it did not increase soil pH. Treatment P4 (20 t ha-1) produced the highest values of N-NH4+, N-NO3-, available P, available K and the fresh and dry weight of corn plants, making it the most effective treatment for the utilization of palm oil mill sludge on Podzolic soil.Kesuburan dan kesehatan tanah podsolik umumnya rendah karena sifat fisik dan kimianya yang buruk. Akibatnya, penggunaan amandemen tanah organik sangat penting untuk meningkatkan sifat-sifat ini dan menyediakan nutrisi penting. Limbah padat lumpur pabrik kelapa sawit kaya akan nitrogen, fosfor, kalium, magnesium dan kalsium yang membuatnya menjadi pupuk yang cocok. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi limbah padat lumpur pabrik kelapa sawit terhadap ketersediaan nitrogen, fosfor dan kalium dalam tanah podsolik dan produksi jagung (Zea mays). Percobaan dilakukan dalam pot menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Temuan menunjukkan bahwa aplikasi limbah padat lumpur pabrik kelapa sawit ke tanah podsolik meningkatkan ketersediaan nutrisi N-NH4+, N-NO3-, P tersedia dan K tersedia dan berat segar dan kering tanaman jagung. Namun, itu tidak meningkatkan pH tanah. Perlakuan P4 (20 t ha-1) menghasilkan nilai N-NH4+, N-NO3-, P tersedia, K tersedia, serta berat segar dan kering tanaman jagung tertinggi, sehingga merupakan perlakuan paling efektif untuk pemanfaatan lumpur pabrik kelapa sawit pada tanah Podsolik
Keragaman Jamur Mikoriza Arbuskular pada Rizosfer Tiga Varietas Tanaman Tebu: Diversity of Arbuscular Mycorrhizal Fungi in the Rhizosphere of Three Sugarcane Varieties
Arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) form associations with more than 80% of the terrestrial plants. These associations enhance nutrient sequestration and plant resistance to environmental stress. The diversity of AMF is highly influenced by the host plants. The types of AMF in the Bululawang, Kidang Kencana, and Pasuruan Jengkol 922 sugarcane varieties grown in a similar location were identified through morphological and molecular methods. AMF spores were isolated by the wet sieving method. The morphological features of the AMF spore mounted in PVLG and Melzer’s reagent were observed under a microscope. The DNA of the fungi was extracted, and the ribosomal RNA genes were amplified by nested PCR with the NS1-NS4 primer pairs, followed by the AML1-AML2 primer pairs. A moderate diversity of AMF was observed, with a total of 269 spores found in the Kidang Kencana variety, 191 spores in the Bululawang variety, and 142 spores in the Pasuruan Jengkol 922 variety. Four AMF species have been identified morphologically and molecularly, namely Glomus flavisporum, Acaulospora koskei, Gigaspora Margarita, and Scutellospora savannicola. These findings indicate that the number and type of AMF associated with sugarcane roots are influenced by plant varieties, in which the Glomus sp. is the dominant species in the three sugarcane varieties studied
PENGEMBANGAN E-INSTRUMEN FOUR-TIER MULTIPLE CHOICE TEST BERBANTUAN GOOGLE FORM UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI STOIKIOMETRI
Telah dilakukan penelitian mengenai pengembangan instrumen Four-Tier Multiple Choice Test untuk mengukur keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran dari butir soal yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Model pengembangan penelitian ini mengikuti model ADDIE. Subjek penelitian terdiri dari 145 peserta didik XI MIPA SMAN 4 Banjarmasin. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes dan angket. Instrumen tes diuji coba dan dianalisis melalui tahap uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan. Diperoleh sebanyak 12 butir soal dinyatakan valid, memiliki reliabilitas instrumen sebesar 0,726 (reliabel), daya pembeda memiliki nilai diskriminasi lebih dari 0,30 (sedang-baik sekali), dan tingkat kesukaran yang baik (rendah-sedang). Instrumen tes memiliki tingkat keterbacaan yang baik sekali
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO-VISUAL BERBANTUAN POWTOON PADA MATERI PERANAN KOLOID DALAM KEHIDUPAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran berupa media audio-visual powtoon yang valid, praktis dan efektif dalam meningkatan motivasi dan pemahaman konsep siswa terhadap sub materi peranan koloid dalam kehidupan. Jenis penelitian ini adalah R & D (Research and Development). Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model ADDIE. Subjek penelitian dilakukan pada peserta didik kelas XI MIPA 7 SMA Negeri 7 Banjarmasin dengan jumlah siswa yaitu 40 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi, angket keterbacaan, angket respon dan penilaian dari tes dan non-tes. Teknik analisis data dilakukan dengan cara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan media yang dikembangkan telah memenuhi kriteria berikut: (1) Valid, dilihat dari aspek validitas isi,bahasa, dan media dalam kategori sangat valid. (2) Praktis, dilihat dari aspek keterbacaan media audio-visual powtoon pada uji coba perorangan dan kelompok kecil dalam kategori sangat praktis, angket respon peserta didik (praktis) dan respon guru (sangat praktis). (3) Efektif, dilihat dari n-gain pemahaman konsep peserta didik sebesar 0,73 (tinggi) dan motivasi belajar sebesar 0,45 (sedang)
TAMAN EDUKASI URBAN FARMING DI BANJARBARU
Currently, urban farming is increasingly developing because the problem of decreasing agricultural land in urban areas is increasing, which can affect urban food security. This problem encourages people to utilize and optimize the potential of surrounding resources to cultivate food and livestock on limited land and abandoned urban areas to the fullest. In recent years, urban farming has also increasingly developed in the city of Banjarbaru, marked by the many urban farming programs created by the Banjarbaru city government as well as the emergence of urban farming communities and business in Banjarbaru. However, the problem for the community is that there is no place for them to gather and spread information and education regarding the importance of urban farming to citizens. Therefore, it is necessary to design an urban farming educational park in Banjarbaru by implementing biophilic patterns by Terrapin Bright Green into the design so that users, the built environment and nature are connected and build positive interactions in the area.Saat ini, urban farming semakin berkembang karena masalah berkurangnya lahan pertanian di perkotaan semakin besar yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan kota. Permasalahan ini mendorong masyarakat untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan potensi sumber daya sekitar untuk membudidayakan bahan pangan dan ternak di lahan terbatas dan terlantar perkotaan secara maksimal. Beberapa tahun terakhir, urban farming juga semakin berkembang di kota Banjarbaru yang ditandai dengan banyaknya program urban farming yang dibuat oleh pemerintah kota Banjarbaru serta munculnya komunitas dan wirausaha urban farming di Banjarbaru. Namun, permasalahan bagi komunitas merupakan tidak tersedianya wadah mereka untuk berkumpul dan menyebarkan informasi dan edukasi terkait pentingnya urban farming kepada masyarakat kota. Oleh karena itu, perancangan taman edukasi urban farming di Banjarbaru menerapkan pola-pola biofilik oleh Terrapin Bright Green kedalam desain agar pengguna, lingkungan binaan dan alam terhubung dan membangun interaksi positif dalam kawasan
PERANCANGAN PASAR AHAD DI KERTAK HANYAR
Pasar Ahad Kertak Hanyar is a traditional market that has evolved from the Dutch East Indies era. Pasar Ahad was established in 2005 through a cooperation with the Build-to-Sell (BGS) system, between the Banjar district government and PT Seraba Kawa which ended in 2023. The condition of the Ahad market building is increasingly concerning, especially the number of dead spaces in the market layout that have been abandoned by traders as a result of buyer behavior. The behavior of buyers tends to follow the main route or easily accessible route and the behavior of traders tends to adjust and can interfere with the comfort of buyers. In other words, there is a correlation between spatial layout and user behavior that can affect the sustainability of space functions. The design of Ahad Market in Kertak Hanyar emphasizes the spatial aspects and affordability. The Behavioral Architecture approach was chosen as the basis for understanding user behavior in space to create a spatial layout by the principles of behavioral architecture. The concept of Connectivity is present as a dialectical representation of users with space that serves as the basis for design improvements. The layout with a linear circulation system results from the connectivity of physical and visual concepts in the market building.Pasar Ahad Kertak Hanyar adalah pasar tradisional yang telah mengalami perkembangan dari masa pemerintahan Hindia Belanda. Pasar Ahad berdiri pada tahun 2005 melalui kerjasama dengan sistem Bangun Guna Serah (BGS), antara pemerintah kabupaten Banjar dengan PT Seraba Kawa yang berakhir pada tahun 2023. Kondisi bangunan pasar Ahad kian memprihatinkan, terutama banyaknya ruang mati dalam tata ruang pasar yang ditinggalkan pedagang adalah dampak dari perilaku pembeli. Perilaku pembeli cenderung mengikuti jalur utama atau jalur yang mudah dijangkau dan perilaku pedagang cenderung menyesuaikan dan dapat mengganggu kenyamanan pembeli. Dengan kata lain, ada korelasi antara tata ruang dengan perilaku pengguna yang dapat mempengaruhi keberlangsungan fungsi ruang. Perancangan Pasar Ahad di Kertak Hanyar menekankan pada aspek tata ruang dan keterjangkauan. Pendekatan Arsitektur Perilaku dipilih sebagai landasan pemahaman terhadap perilaku pengguna dalam ruang sehingga tercipta tata ruang yang sesuai dengan prinsip arsitektur perilaku. Konsep Konektivitas hadir sebagai representasi dialektik pengguna dengan ruang yang berfungsi sebagai landasan penyempurnaan perancangan. Tata ruang dengan sistem sirkulasi linear adalah hasil dari penerapan konsep konektivitas fisik dan visual pada bangunan pasar
PRARANCANGAN PABRIK BIOBUTANOL DARI MOLASE MELALUI FERMENTASI EKSTRAKTIF DENGAN KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN
Butanol dengan rumus molekul C4H9OH, memiliki berbagai aplikasi industri yaitu bahan baku produksi karet sintetis, pelarut kosmetik, cairan hidrolik, formulasi deterjen, obat-obatan, antibiotik, dan ekstraktan dalam manufaktur farmasi, serta menjadi biofuel alternatif yang efisien. Permintaan butanol terus meningkat, namun produksi saat ini terbatas akibat harga bahan baku yang mahal dan tantangan proses produksi. PT Petro Oxo Nusantara sebagai produsen butanol di Indonesia memiliki kapasitas yang relatif kecil yaitu 551.156 ton/tahun. Untuk memenuhi kebutuhan yang terus bertambah, pengembangan pabrik biobutanol berbasis molase sebagai bahan baku alternatif yang murah dan melimpah sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pabrik biobutanol dengan kapasitas produksi 25.000 ton/tahun menggunakan fermentasi ekstraktif untuk meningkatkan konsentrasi produk akhir. Molase dipilih karena ketersediaannya yang melimpah di Indonesia serta proses yang lebih mudah tanpa perlu hidrolisis. Berdasarkan analisis ekspor, impor, dan konsumsi butanol, ditemukan bahwa kapasitas pabrik yang direncanakan sebesar 25.000 ton/tahun. Proses produksi meliputi persiapan bahan baku, pra-fermentasi, fermentasi ekstraktif, dan distilasi. Utilitas pabrik mencakup penyediaan air, steam, tenaga listrik, bahan bakar, dan pengolahan limbah. Evaluasi ekonomi menunjukkan bahwa proyek ini layak dengan Pay Out Time (POT) sebesar 3,1 tahun, Net Present Value (NPOTLP) sebesar Rp 6.694.864.393.566,57, Total Capital Cost (TCS) sebesar Rp 5.915.188.816.426,34, dan Break-Even Point (BEP) sebesar 44,80%. Dengan demikian, pendirian pabrik biobutanol ini diharapkan dapat mengatasi ketergantungan impor butanol di Indonesia serta memenuhi kebutuhan industri lainnya
Pengaruh Pemberian PGPR Dari Beberapa Jenis Akar Bambu Untuk Menekan Penyakit Layu Bakteri Pada Cabai Besar
This research aims to identify the source of PGPR from four types of bamboo roots that are effective in suppressing the incidence of R. solanacearum bacterial wilt disease in large red chili plants. The method used in this research was a Completely Randomized Design (CRD) involving 4 treatments and 1 control. The treatments are P0 = Control (Without PGPR application); P1 = PGPR from Banar/Rabungan Bamboo Roots; P2 = PGPR from Tali Bamboo Roots; P3 = PGPR from Tamiang Bamboo Roots; and P4 = PGPR from Haur Bamboo Roots. Each treatment was repeated 4 times, 20 experimental units. Each experimental unit consisted of 10 plants, so the total plants used were 200 and all of them were used as samples. To measure the effect of administering PGPR from various types of bamboo roots on the variables Disease Incidence, Number of Fruit, and Fruit Weight, disease incidence was observed every 7 days after the initial symptoms appeared, and observations of the number and weight of fruit were carried out 7 harvests at intervals of 5 days. Observation results showed that treatment with Tamiang Bamboo Root (Schizoseyum blumei) (P3) was superior to other treatments.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber PGPR dari empat jenis akar bambu yang efektif dalam menekan kejadian penyakit layu bakteri R. solanacearum pada tanaman cabai merah besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang melibatkan 4 perlakuan dan 1 kontrol. Perlakuan tersebut adalah P0 = Kontrol (Tanpa aplikasi PGPR); P1 = PGPR dari Akar Bambu Banar/Rabungan; P2 = PGPR dari Akar Bambu Tali; P3 = PGPR dari Akar Bambu Tamiang; dan P4 = PGPR dari Akar Bambu Haur. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 10 tanaman, sehingga total tanaman yang digunakan adalah 200 dan semuanya dijadikan sampel. Untuk mengukur pengaruh pemberian PGPR dari berbagai jenis akar bambu terhadap variabel Kejadian Penyakit, Jumlah Buah, dan Berat Buah, dilakukan pengamatan Kejadian Penyakit setiap 7 hari sekali setelah gejala awal muncul, serta pengamatan jumlah dan berat buah dilakukan sebanyak 7 kali panen dengan interval 5 hari sekali. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan dengan Akar Bambu Tamiang (Schizoseyum blumei) (P3) lebih unggul dibandingkan perlakuan lainnya
Pengaruh Perbedaan Ketinggian Paranet Terhadap Serangan Hama Pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L)
Large chilies are one of the vegetable commodities that are still widely consumed and in demand, so demand in Indonesia continues to increase along with population growth. However, large chili plants are susceptible to pest and disease attacks which result in decreased production. One of the main problems in cultivating large chilies is pest attacks. Some pests that often attack chili plants include thrips (Thrips parvispinus), whitefly (Bemisia tabaci Genn), aphids (Aphis gossypii Glover), fruit flies (Bactrocera spp.) and other pests that can inhibit plant growth. Some pest control methods that can be applied include the use of yellow traps, the use of natural enemies, environmental sanitation and various other methods. This research uses paranets as a tool that is expected to reduce pest attacks that can harm chili crop yields. The method used was a Completely Randomized Design (CRD) with five paranet height treatments, namely without paranet, 50 cm, 75 cm, 100 cm and 125 cm. Each treatment consisted of four replications with four plants per experimental unit so that there were a total of 80 plants. Observations were made by recording the type and number of pests and observing damage to large chili fruit. The research results show that the use of paranets can reduce the number of pests that attack large chili plants and reduce the percentage of fruit damage due to pest attacks.Cabai besar merupakan salah satu komoditas sayuran yang masih banyak dikonsumsi dan diminati sehingga permintaannya di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Namun tanaman cabai besar rentan terhadap serangan hama dan penyakit yang mengakibatkan penurunan produksi. Salah satu masalah utama dalam budidaya cabai besar adalah serangan hama. Beberapa hama yang sering menyerang tanaman cabai antara lain trips (Thrips parvispinus), kutu kebul (Bemisia tabaci Genn), kutu daun (Aphis gossypii Glover), lalat buah (Bactrocera spp.) serta hama lainnya yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Beberapa metode pengendalian hama yang dapat diterapkan meliputi penggunaan perangkap kuning, pemanfaatan musuh alami, sanitasi lingkungan dan berbagai metode lainnya. Penelitian ini menggunakan paranet sebagai salah satu alat yang diharapkan dapat mengurangi serangan hama yang dapat merugikan hasil panen tanaman cabai. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan ketinggian paranet, yaitu tanpa paranet, 50 cm, 75 cm, 100 cm dan 125 cm. Setiap perlakuan terdiri dari empat ulangan dengan empat tanaman per satuan percobaan sehingga total ada 80 tanaman. Pengamatan dilakukan dengan mencatat jenis dan jumlah hama serta mengamati kerusakan pada buah cabai besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan paranet dapat mengurangi jumlah hama yang menyerang tanaman cabai besar serta menurunkan persentase kerusakan buah akibat serangan hama