Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    Kemampuan Bacillus thuringiensis untuk Mengendalikan Spodoptera frugiperda J.E. Smith

    Get PDF
    Spodoptera frugiperda is the main pest that attacks corn plants, so it is necessary to control it. One of the control alternatives is using the biological agent Bacillus thuringiensis (Bt). In this study the use of biological agents B. thuringiensis bacteria against S. frugiperda larvae. This study aims to determine the ability of B. thuringiensis bacteria to control S. frugiperda on a laboratory scale. This study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 6 replications. The treatment used doses of 2 ml, 2.5 ml and 3 ml of B. thuringiensis bacteria and as a comparison, namely sterile water which acted as a control in this study. Mortality observations were made every 12 hours for 96 hours. Each replicate was infested with 10 S. frugiperda larvae so that 240 S. frugiperda larvae were obtained in each experimental unit. The results of this study indicate that the biological agent of B. thuringiensis at a dose of 3 ml has the pathogenicity ability to S. frugiperda mortality with a percentage of 23.3% and has the best lethal time value of 9.3 days to kill 50% of S. frugiperda.Spodoptera frugiperda adalah hama utama yang menyerang tanaman jagung sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian. Salah satu alternatif pengendalian menggunakan agensia hayati Bacillus thuringiensis (Bt). Pada penelitian ini penggunaan agensia hayati bakteri B. thuringiensis terhadap larva S. frugiperda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dari bakteri B. thuringiensis dalam mengendalikan S. frugiperda untuk skala di laboratorium. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan menggunakan dosis 2 ml, 2,5 ml dan 3 ml bakteri B. thuringiensis serta sebagai pembanding yaitu air steril yang bertindak sebagai kontrol dalam penelitian ini. Pengamatan mortalitas dilakukan setiap 12 jam selama 96 jam. Setiap ulangan diinfestasikan 10 ekor larva S. frugiperda sehingga didapatkan 240 ekor larva S. frugiperda pada setiap unit satuan percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agensia hayati bakteri B. thuringiensis pada dosis 3 ml memiliki kemampuan  patogenisitas terhadap mortalitas S. frugiperda dengan persentase yaitu sebesar 23,3% dan memilki nilai Lethal Time dengan waktu terbaik yaitu 9,3 hari untuk mematikan 50% S. frugiperda

    Uji Lapang Aplikasi Trichoderma sp dan PGPR dalam Menekan Kejadian Penyakit Antraknosa Pada Cabai Rawit Hiyung

    Get PDF
    Cabai rawit hiyung adalah salah satu cabai rawit lokal yang berasal dari Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan. Antraknosa merupakan penyakit utama pada tanaman cabai yang sangat merugikan karena penyakit ini menyebabkan busuk pada buah cabai sehingga sangat menurunkan nilai jual  hasil panennya. Intensitas penyakit antraknosa semakin meningkat pada cabai hiyung di Desa Hiyung Kalimantan Selatan, hingga rata-rata 45,59%. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan pertanaman cabai di Desa Hiyung menpergunakan metode rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu kontrol tanpa aplikasi Trichoderma sp dan PGPR, aplikasi Trichoderma sp . aplikasi PGPR dan  aplikasi Trichoderma sp  + PGPR. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan PGPR dapat menurunkan kejadian penyakit antraknosa hanya 9,18%, sedangkan perlakuan Trichoderma sp  13,959% dan perlakuan Trichoderma sp  + PGPR 14,47% tidak  dapat menurunkan presentasi kejadian penyakit antraknosa terhadap cabai rawit hiyung di lahan rawa. Pada pengamatan jumlah buah setelah aplikasi relatif tidak berpengaruh antar perlakuan kontrol (644 buah), perlakuan Trichoderma sp (552,75 buah), perlakuan PGPR (661 buah) dan  perlakuan Trichoderma sp  + PGPR (657,5 buah). Pengamatan berat buah sehat dan sakit relatif tidak berpengaruh antar perlakuan kontrol (499,55 gram) sehat (6,18 gram) sakit, perlakuan Trichoderma sp  (517,6 gram) sehat (14,58 gram) sakit, perlakuan PGPR (618.57 gram) sehat (16,27 gram) sakit dan perlakuan Trichoderma sp  + PGPR (548,74 gram) sehat (12,68 gram) sakit. Pada pengamatan tinggi tanaman juga tidak berpengaruh antara perlakuan kontrol (61,33 cm), perlakuan Trichoderma sp  (66,83 cm), perlakuan PGPR (64,03 cm) dan perlakuan Trichoderma sp  + PGPR (65,42 cm

    Efektivitas Tiga Sumber Mikro Organisme Lokal (MOL) Terhadap Intensitas Serangan Penyakit Moler pada Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

    Get PDF
    This research aims to determine the effectiveness of three sources of Local Micro Organisms (MOL) on the intensity of moler disease attacks on shallot plants in peatlands. This study used a one-factor Completely Randomized Design (CRD) method consisting of 4 treatments and 5 replications, namely t0 = without administration of MOL (control), t1 = MOL of 10% leri water, t2 = MOL of leri water + 10% banana stem and t3 = MOL of water + 10% fish waste. The results of observations of the incubation period for moler disease for the first symptoms to appear were 14 days after inoculation (HSI). The percentage of moler disease is not influenced by the source of MOL. The highest percentage was shown in shallot plants that were not applied with MOL (71.43%). Meanwhile, the lowest percentage was found in shallot plants which were applied with MOL sources from water mixed with fish waste. This treatment also produced the highest number of tubers, namely 130,000 tubers/ha (356.11 kg/ha). Meanwhile, the largest tuber diameter was produced by plants that were applied with MOL leri water combined with banana stems.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tiga sumber Mikro Organisme Lokal (MOL) terhadap intensitas serangan penyakit moler pada tanaman bawang merah di lahan gambut. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu t0 = tanpa pemberian MOL (kontrol), t1 = MOL air leri 10%, t2 = MOL air leri + batang pisang 10% dan t3 = MOL air leri + limbah ikan 10%. Hasil pengamatan masa inkubasi penyakit moler untuk muncul gejala pertama kali yaitu 14 hari setelah inokulasi (HSI). Persentase penyakit moler tidak dipengaruhi oleh sumber MOL. Persentase tertinggi diperlihatkan pada tanaman bawang merah yang tidak diaplikasi dengan MOL (71,43%). Sedangkan persentase paling rendah ditemukan pada tanaman bawang merah yang diaplikasi dengan sumber MOL dari air leri yang dicampur dengan limbah ikan. Perlakuan ini juga menghasilkan jumlah umbi yang paling banyak yaitu 130.000 umbi/ha (356,11 kg/ha). Sedangkan diameter umbi yang paling besar dihasilkan oleh tanaman yang diaplikasikan dengan MOL air leri yang dikombinasi dengan batang pisang

    Pengaruh Aplikasi Mikroorganisme Lokal terhadap Keanekaragaman Arthropoda pada Tanaman Bawang Merah di Lahan Gambut

    Get PDF
    This research aims to determine the effect of providing various types of MOL on arthropod diversity in shallot plants in peatlands. This research used a one-factor completely randomized design (CRD), which consisted of four treatments which were repeated five times, so there were 20 experimental units. Each experimental unit consists of 28 plants, so the total number of shallot plants is 560 plants. Treatment consisted of t0: Control, t1: Giving 10 ml MOL leri water, t2: Giving 10 ml MOL leri water+banana stems, t3: Giving 10 ml MOL leri water+fish waste. To determine the diversity of arthropod populations due to MOL administration during observation. Arthropod data resulting from observations or identification are grouped by order and family and presented in tabular form. Next, a diversity analysis was carried out using the species diversity index, species richness, species evenness and dominance. In the observation results, there was no real influence on the diversity of arthropods on shallot plants in peatlands where local microorganisms were applied. The highest diversity of arthropod species was in treatment t2 (1.73), the highest richness of arthropod species was in treatment t1 (2.17), the highest evenness of arthropod species was in treatment t2 (0.94) and the highest dominance was in treatment t0 (0, 25).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis MOL terhadap keanekaragaman arthropoda pada tanaman bawang merah di lahan gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yang terdiri atas empat perlakuan yang diulang sebanyak lima kali, sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Setiap satu unit percobaan terdiri dari 28 tanaman, sehingga jumlah seluruh tanaman bawang merah sebanyak 560 tanaman.  Perlakuan terdiri dari t0 : Kontrol, t1 : Pemberian 10 ml MOL air leri, t2 : Pemberian 10 ml MOL air leri+batang pisang, t3 : Pemberian 10 ml MOL air leri+limbah ikan. Untuk mengetahui keanekaragaman populasi arthropoda akibat pemberian MOL pada saat pengamatan. Data arthropoda hasil pengamatan atau identifikasi dikelompokkan berdasarkan ordo dan famili dan disajikan dalam bentuk tabel. Selanjutnya dilakukan analisis keanekaragaman dengan menggunakan indeks keanekaragaman jenis, kekayaan jenis, kemerataan spesies dan dominansi. Pada hasil pengamatan tidak terdapat pengaruh nyata terhadap keanekaragaman arthropoda pada tanaman bawang merah di lahan gambut yang diaplikasikan mikroorganisme lokal. Keanekaragaman jenis arthropoda tertinggi yaitu pada perlakuan t2 (1,73), kekayaan jenis arthropoda tertinggi ada pada perlakuan t1 (2,17), kemerataan spesies arthropoda tertinggi pada perlakuan t2 (0,94) dan dominansi tertinggi ada pada perlakuan t0 (0,25)

    KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK BERDASARKAN ASPEK THE TORRANCE TEST OF CREATIVE THINKING (TTCT) DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ALJABAR DITINJAU DARI GENDER

    Get PDF
    Dalam membangun kemampuan peserta didik untuk berpikir kreatif adalah salah satu cara untuk menekankan pentingnya menumbuhkan kemampuan berpikir. Dalam bidang matematika, kemampuan berpikir kreatif dapat melatih peserta didik guna memunculkan beragam solusi dalam memecahkan suatu masalah yang kemudian menjadi pribadi yang inovatif dan kreatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif peserta didik dalam menyelesaikan masalah aljabar ditinjau dari gender. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian melibatkan enam peserta didik SMP kelas VII yaitu subjek berkemampuan berpikir tinggi, sedang, dan rendah dari peserta didik laki-laki dan perempuan yang ditentukan berlandaskan metode purposive sampling. Tes tertulis berpikir kreatif dan wawancara digunakan dalam pengumpulan data. Aspek berpikir kreatif yang digunakan dari The Torrance Test of Creative Thinking (TTCT) meliputi kefasihan, fleksibilitas serta kebaruan. Hasil penelitian ini adalah peserta didik laki-laki berkemampuan berpikir tinggi (sangat kreatif) dikarenakan memenuhi ketiga aspek TTCT, sedangkan peserta didik perempuan (kreatif) dikarenakan memenuhi aspek kefasihan dan fleksibilitas. Peserta didik laki-laki dan perempuan berkemampuan berpikir sedang masing-masing (kurang kreatif) dikarenakan hanya memenuhi aspek kefasihan. Peserta didik laki-laki berkemampuan berpikir rendah (tidak kreatif) dikarenakan tidak memenuhi ketiga aspek TTCT. Peserta didik perempuan berkemampuan berpikir rendah (kurang kreatif) dikarenakan hanya memenuhi aspek kefasihan

    PENGEMBANGAN LKPD BANGUN RUANG BERBASIS ETNOMATEMATIKA MASJID SULTAN SURIANSYAH DI KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

    Get PDF
    Ada sebagian peserta didik yang tidak begitu tertarik dengan matematika karena menganggapnya sulit dan membosankan. Salah satu alasan utamanya adalah karena kurangnya keterkaitan antara matematika yang peserta didik pelajari di sekolah dengan kehidupan peserta didik. Karena itulah, mengadopsi pendekatan etnomatematika yang menghubungkan matematika dengan budaya lokal menjadi relevan sebagai sarana meningkatkan minat peserta didik terhadap matematika. Penelitian bertujuan mengembangkan LKPD bangun ruang berbasis etnomatematika Masjid Sultan Suriansyah di kelas VIII sekolah menengah pertama yang valid. Metode pengembangan LKPD yang dipakai yaitu Research and Development serta model pengembangan 4D. Pengembangan dilakukan hingga tahap develop dan divalidasi oleh para validator melalui lembar validasi dengan lima aspek, yaitu format, kelayakan isi, kelayakan bahasa menurut BSNP, kontekstual, serta kebudayaan. LKPD memenuhi kriteria validitas dengan persentase validitas semua aspek sebesar 85,22%. Dengan demikian, LKPD yang dikembangkan telah valid. Namun, penelitian lanjutan perlu dilaksanakan untuk mengetahui tingkat kepraktisan dan keefektifannya

    PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS HOTS MATERI PERSAMAAN LINEAR UNTUK PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP

    Get PDF
    Pendidikan di Indonesia sejak lama telah mengutamakan adanya pembelajaran yang mengedepankan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau yang dikenal sebagai HOTS (Higher Order Thinking Skills). Namun nyatanya, masih terdapat beberapa peserta didik yang kesulitan dalam hal menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta apabila diberikan masalah kontekstual atas berbasis HOTS khususnya pada pembelajaran matematika. Dengan demikian, menghasilkan perangkat pembelajaran yang valid sehingga layak digunakan untuk melatih kemampuan peserta didik dalam mengatasi masalah berbasis HOTS adalah tujuan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yang mencakup empat tahapan yakni pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebaran (dissemination). Namun, penelitian pengembangan ini hanya dilakukan sampai tahapan pengembangan yakni mengembangkan LKPD berbasis HOTS dan menguji kevalidannya. Penelitian ini menggunakan lembar instrumen kevalidan sebagai teknik pengumpulan data. Produk dikatakan valid jika berada pada tingkat kevalidan cukup valid atau sangat valid yang mana validasi dilakukan oleh dua orang validator ahli. Berdasarkan lembar validasi yang diisi oleh validator ahli diperoleh hasil uji kevalidan dengan rata-rata sebesar 80,36% dengan tingkat kevalidan LKPD yang dikembangkan memenuhi kriteria cukup valid

    ANALISIS LOGAM BERAT BESI (Fe), MANGAN (Mn), TEMBAGA (Cu) PADA PERAIRAN SUNGAI NEGARA, KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: ANALYSIS OF HEAVY METALS IRON (Fe), MANGANESE (Mn), COPPER (Cu) IN NEGARA RIVER WATERS, HULU SUNGAI SELATAN REGENCY, SOUTH KALIMANTAN PROVINCE

    Get PDF
    Penelitian tentang Analisis Logam Berat Besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu) di perairan Sungai Negara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kadar pencemaran logam berat yaitu Besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu) pada badan air Sungai Nagara dan didukung dengan adanya hasil data parameter kualitas air yaitu Suhu, pH, DO, COD, TDS. Penelitian ini menggunakan metode Indeks Pencemaran sebagai penentu tingkat pencemaran terhadap parameter kualitas air dan juga di uji menggunakan rumus korelasi untuk mengetahui tingkat hubungan antar parameter logam berat dengan parameter pendukung kualitas air. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa parameter kualitas air berupa Logam berat Besi, DO, pH, COD dan beberapa stasiun untuk hasil logam berat tembaga (Cu) telah melewati batas baku mutu yang telah di tetapkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Hasil dari indeks pencemaran juga menunjukan bahwa untuk semua stasiun di sungai negara termasuk dalam kategori tercemar ringan. Research on the Analysis of Heavy Metals of Iron (Fe), Manganese (Mn), Copper (Cu) in thes waters of Negara River in Hulu Sungai Selatan Regency, South Kalimantan Province has been carried out. This study aims to determine the content of heavy metal pollution levels, namely Iron (Fe), Manganese (Mn), Copper (Cu) in the Negara River water body and is supported by the results of water quality parameter data, namely Temperature, pH, DO, COD, TDS. This study used the Pollution Index method as a determinant of the level of pollution to water quality parameters and was also tested using a correlation formula to determine the level of relationship between heavy metal parameters and water quality supporting parameters. The results of this study show that water quality parameters in the form of Ferrous heavy metals, DO, pH, COD and several stations for copper heavy metal products (Cu) have exceeded the quality standard limit set by Government Regulation Number 22 of 2021 concerning the Implementation of Environmental Protection and Management. The results of the pollution index also show that all stations in the country's rivers are included in the category of lightly polluted

    EFEKTIVITAS DOSIS PUPUK KANDANG BURUNG PUYUH UNTUK KELAYAKAN HIDUP LARVA IKAN BAWAL AIR TAWAR (Colossoma macropomum Bonaparte) DI UPT. PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR MENTAOS TIMUR.: THE EFFECTIVENESS OF QUAIL MANURE DOSES FOR THE VIABILITY OF FRESHWATER POMFRET LARVAE (Colossoma macropomum Bonaparte) IN UPT. PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR MENTAOS TIMUR.

    Get PDF
    Pupuk kandang merupakan semua produk buangan yang didapatkan dari hasil peliharaan yang digunakan untuk menambah hara, memperbaiki sifat fisik, dan biologi tanah, juga berpengaruh terhadap pertumbuhan pakan alami karena mengandung unsur hara makro untuk proses fotosintesis pada fitoplankton. Adapun pupuk yang digunakan yaitu berasal dari kotoran burung puyuh. Kotoran burung puyuh juga mengandung protein atau nitrogen yang tinggi. Efektivitas pupuk juga dipengaruhi oleh parameter kualitas air, dapat dilihat dari karakteristik fisik, kimiawi, dan biologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pupuk kandang burung puyuh dan survival rate larva ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum Bonaparte). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - April 2022. Metode penelitian dilakukan secara langsung (in situ) dan di laboratorium (ek situ). Data dari hasil di lapangan dan laboratorium kemudian dianalisis menggunakan uji one way analysis of variance (ANOVA). Hasil dari uji anova menunjukan untuk perlakuan terhadap pupuk kandang burung puyuh selama penelitian menunjukan P>0,05 yang bearti, H0 diterima sehingga tidak ada perbedaan nyata pada semua perlakuan. Manure is all waste products obtained from pet products that are used to increase nutrients, improve physical properties, and soil biology, as well as affect the growth of natural feed because it contains macro nutrients for the photosynthesis process in phytoplankton. The fertilizer used is derived from quail droppings. Quail droppings are also high in protein or nitrogen. The effectiveness of fertilizers is also influenced by water quality parameters, it can be seen from their physical, chemical and biological characteristics. This study aims to determine the effectiveness of quail manure and the survival rate of freshwater pomfret larvae (Colossoma macropomum Bonaparte). This research was conducted in March - April 2022. The research method is carried out directly (in situ) and in the laboratory (ek situ). Data from field and laboratory results were then analyzed using a one-way analysis of variance (ANOVA) test. The results of the anova test showed that the treatment of quail manure during the study showed that P>0.05 was significant, H0 was accepted so that there was no noticeable difference in all treatments

    EFEKTIVITAS DOSIS PAKAN DAGING AYAM TIREN REBUS UNTUK KELAYAKAN HIDUP BENIH IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias Gariepinus Burc) DI UPT. PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR MENTAOS TIMUR KALIMANTAN SELATAN: DOSAGE EFFECTIVENESS OF BOOKED TIREN CHICKEN MEAT FEED FOR LIFE FITNESS OF SANGKURIANG CATFISH SEED (Clarias Gariepinus Burc) AT UPT. PRODUCTION OF FRESH WATER CULTIVATION FISHERIES EAST MENTAOS SOUTH KALIMANTAN

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas dosis pengunaan pakan daging ayam tiren rebus terhadap kualitas air untuk kehidupan-benih-ikan-lele-Sangkuriang-(Clarias-gariepinus-Burc). Penelitian di lakukan di  UPT. Produksi Perikanan Budidaya Air Tawar Mentaos Timur Kalimantan Selatan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah RAL yang mana nantinya akan dianalisis menggunakan software SPSS dengan mencari regressi dan korelasi. Penelitian ini dilakukan selama 3minggu yang menggunakan aquarium dengan jumlah pakan yang berbeda. Variabel yang digunakan dalam penelitian meliputi : pH (Derajat Keasaman), DO (Dissolved oxygen), Suhu, Amonia (NH3), dan BOD (Biologycal Oxigen Demand).  Dari hasil penelitian yang dilakukan pemberian pakan dengan ayam tiren rebus kurang efektif dikarenakan jumlah ikan yang hidup hanya 29,86% yang mana dalam hal ini sangat kurang dari parameter yang sesuai yaitu ikan hidup harus >50%. Kesimpulan dosis yang efektif untuk ikan lele Sangkuriang adalah dengan pemberian 1 gram daging ayam tiren rebus karena dengan pemberian 1 gram daging ayam tiren rebus menghasilkan kelangsungan hidup yang baik untuk ikan lele Sangkuriang dan untuk Pemberian pakan daging ayam tiren rebus mempengaruhi kualitas air dalam akuarium hal ini sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan lele Sangkuriang. Destination study this knowing effectiveness dose usage feed meat chicken tiren boiled to quality water for life seed Catfish Sangkuriang (Clarias gariepinus Burc). Study in do at UPT. Production Fishery Cultivation Water Bid Mentaos East South Kalimantan. Method which used in study this is Which CRD? later will analyzed use software SPSS with look for regression and correlation. Study this conducted During 3 weeks ago use aquarium with amount feed which different. Variable which used in study cover : pH (Degrees Acidity), DO (Dissolved Oxygen), Temperature, Ammonia (NH3), and BOD (Biologycal Oxygen Demands). From results study which conducted gift feed with chicken tiren boiled not enough effective because amount fish which life only 29.86% which one in Thing this very not enough from parameters that in accordance that is fish life must >50%. Conclusion dose which effective for fish Catfish Sangkuriang is with gift 1 gram meat chicken tiren boiled because with gift 1 gram meat chicken tiren boiled produce continuity life which good for fish Catfish Sangkuriang and for Giving feed meat chicken tiren boiled influence quality water in aquarium Thing this very take effect to continuity life fish Catfish Sangkurian

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇