Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
THE YELLOW BOOK GALLERY IN MARTAPURA, BANJAR REGENCY
Martapura is called the city of Mecca because it is known as a religious city. In 2019, the Banjar Regency government plans to create a place that houses the Yellow Book which will be located in Murung Kenanga Village, Martapura. The Yellow Book is the source of classical Islamic readings. The place that housed this was later called The Yellow Book Gallery. The purpose of this design is to learn and inform the general public, also as a center for the study and development of the Yellow Book to preserve it. The design method used is the method of Islamic architecture with the principle of habluminallah, habluminannas and hambluminal'alam. The design concept is a communicative and educative concept which is the result of linking the ta'dib program concept (ilm’, ta'lim, and tarbiyah) with the method of Islamic architecture.Martapura disebut sebagai Kota Serambi Mekah karena dikenal sebagai kota yang agamis. Pada 2019, Pemkab Banjar merencanakan membuat sebuah tempat yang mewadahi Kitab Kuning yang nantinya berlokasi di Desa Murung Kenanga, Martapura. Kitab Kuning adalah sumber bacaan-bacaan klasik Islam. Tempat yang mewadahi ini kemudian disebut sebagai Galeri Kitab Kuning. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk media belajar dan informasi masyarakat umum, juga sebagai pusat kajian dan pengembangan kitab kuning guna melestarikannya. Metode perancangan yang digunakan adalah metode arsitektur islam dengan prinsip habluminallah, habluminannas dan habluminal'alam. Konsep perancangannya ialah konsep komunikatif dan edukatif yang merupakan hasil dari menghubungkan konsep program ta’dib (ilm’, ta’lim, dan tarbiyah) dengan metode arsitektur islam
ASRAMA MAHASISWA WASAKA II UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU
Wasaka II is one of the dormitories owned by university of lambung mangkurat. The interest of students, especially students who have just entered the lecture study period every year, has increased interest in living in dormitories, this is due to cheap housing costs and dormitory positions that are still in the campus area. The background of designing the Wasaka II Student Dormitory is how to design a dormitory that is comfortable for its residents and fulfilled its capacity to accommodate. The concept of approaching green architecture was chosen because it can increase comfort, this is in line with the function of the dormitory as a residence that is expected to give a comfortable impression to its residents.The dormitory certainly cannot be separated from the uniformity of the existing ULM building area, for that the Geometries of Connection method was chosen; namely as a connecting building / environment that will be designed with geometric patterns in this case such as buildings or access that already exist around the site, thus allowing the design of a new "place" that is distinctive but still contextual to its environment. The dormitory design is on an area of approximately 4000m2 has a built-up land area of approximately 1100m2 with a built floor of approximately 2600m2, with a capacity of 120 members with a total of 60 rooms, as well as spaces such as kitchens, dining rooms and other areas.Asrama Mahasiswa Wasaka II merupakan salah satu asrama yang dimiliki oleh universitas lambung mangkurat. Animo mahasiswa khususnya para mahasiswa yang baru masuk masa studi perkuliahan setiap tahunnya cukup mengalami peningkatan minat untuk tinggal di asrama, hal ini dikarenakan biaya huni yang murah serta posisi asrama yang masih dalam area kawasan kampus. Latar belakang perancangan Asrama Mahasiswa Wasaka II ini adalah bagaimana merancang asrama yang nyaman bagi penghuninya dan terpenuhi kapasitas tampungnya. Konsep pendekatan terhadap arsitektur hijau dipilih karena mampu meningkatkan kenyamanan, hal ini selaras dengan fungsi asrama sebagai tempat tinggal yang diharapkan mampu memberikan kesan nyaman untuk penghuninya. Asrama tentu tidak lepas dari keseragaman Kawasan bangunan ULM yang ada untuk itu dipilih lah metode Geometries of Connection; yaitu sebagai penghubung bangunan/lingkungan yang akan dirancang dengan pola geometri dalam hal ini seperti bangunan atau akses yang telah ada di sekitar tapak, sehingga memungkinkan desain "tempat" baru yang khas namun tetap kontekstual dengan lingkungannya. Rancangan asrama berada di lahan dengan luas kurang lebih 4000m2 mempunyai luasan lahan terbangun yaitu kurang lebih 1100m2 dengan lantai terbangun kurang lebih 2600m2, dengan kapasitas tampung 120 anggota dengan total 60 kamar, serta ruang-ruang seperti dapur, ruang makan dan area lainnya
PUSAT KEBUGARAN DAN KESEHATAN DI BANJARBARU
Obesity and mental health disorders are closely related. Mental health disorders in obese people are usually caused by an unfavorable environment that causes obese people to often experience depression, anxiety, and post-traumatic stress disorder. By carrying out the concept of a healing environment , the Fitness and Health Center in Banjarbaru is an answer to the mental health issues experienced by the community. This area is an open space with several supporting facilities in the form of a gym center, health clinic, and healthy restaurant. The concept that is applied to the design uses 10 physical components of the environment as a reference in applying the concept of healing environment.Obesitas dan gangguan kesehatan mental berkaitan erat. Gangguan kesehatan mental pada orang obesitas biasanya disebabkan oleh lingkungan sekitar yang kurang baik sehingga menyebabkan penderita obesitas kerap kali mengalami depresi, kecemasan, dan gangguan stres pasca trauma. Dengan mengusung konsep healing environment Pusat Kebugaran dan Kesehatan di Banjarbaru merupakan jawaban dari isu kesehatan mental yang dialami oleh masyarakat. Kawasan ini merupakan sebuah ruang terbuka dengan beberapa fasilitas penunjang berupa gym center, klinik kesehatan, dan restoran sehat. Konsep yang diterapkan ke dalam desain menggunakan 10 komponen fisik lingkungan sebagai acuan dalam menerapkan konsep healing environment
KAWASAN AGROWISATA BUAH NAGA DI PELAIHARI
Pelaihari has a lot of tourism potential, but the tour focuses more on natural beauty, so it requires a supporting tourist attraction, namely dragon fruit tourism. The design of Pelaihari Dragon Fruit Agrotourism is a great opportunity for the tourism sector to introduce more dragon fruit production in Pelaihari. The purpose of developing agro-tourism is to increase the diversity of tourism and increase the tourist attraction of Pelaihari. Tourism can be a means of recreation that provides comfort and education that provides teaching. By applying the metaphorical method to the design of building designs, educational recreational circulation, various interesting tourist rides that can provide visitors with a memorable experience.Pelaihari memiliki banyak potensi wisata, namun wisata tersebut lebih banyak mengangkat tentang keindahan alamnya sehingga memerlukan objek wisata pendukung salah satunya yaitu wisata buah naga. Perancangan Agrowisata Buah Naga Pelaihari menjadi peluang besar pada sektor wisata untuk lebih mengenalkan produksi buah naga di Pelaihari. Tujuan dibangunya agrowisata adalah menambah keberagaman wisata dan meningkatkan daya tarik wisata daerah Pelaihari. Wisata yang dapat menjadi sarana rekreasi yang memberikan kenyamanan serta edukasi yang memberikan pengajaran. Dengan menerapkan metode metafora pada perancangan bentuk desain bangunan, sirkulasi rekreatif edukatif, bermacam wahana wisata menarik yang dapat memberikan pengalaman yang memorable pada pengunjung
PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI BATU KAJANG KALIMANTAN TIMUR
The existence of public open spaces that accommodates people's social activities in Paser Regency, especially in Batu Kajang, is very minimal. The lack of intensity of land for productive open spaces that is economically profitable for street vendors has an impact on the emergence of street vendors that sell along the side of the road in Batu Kajang. The impact of the existence of the street vendor caused the traffic jam. Therefore, to anticipate such conditions, open spaces area that can accommodate the selling activities of street vendors are needed. The method used is architectural programming which is a process of gathering information, analyzing, and making recommendations for the success of the design. In this case, the concept applied to the design area is placemaking which is a form of space through human interaction with buildings and building interactions with the environment.Keberadaan ruang terbuka publik yang mewadahi aktivitas sosial masyarakat secara luas pada Kabupaten Paser, khusus nya Daerah Batu Kajang sangatlah minim. “Kurangnya intensitas lahan ruang terbuka produktif yang menguntungkan secara ekonomi bagi para Pedagang Kaki Lima, berdampak terhadap munculnya Pedagang Kaki Lima yang berjualan di sepanjang bahu jalan Batu Kajang. Dampak yang ditimbulkan dengan adanya Pedagang Kaki Lima tersebut menimbulkan kemacetan lalu lintas”. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kondisi tersebut, perlu adanya area ruang terbuka yang mewadahi aktivitas berjualan Pedagang Kaki Lima. Metode yang digunakan adalah architectural programming yang mana merupakan proses pengumpulan informasi, analisis, dan pembuatan rekomendasi untuk keberhasilan rancangan. Dalam hal ini, konsep yang diterapkan pada kawasan perancangan adalah placemaking yang merupakan pembentukkan ruang melalui interaksi manusia dengan bangunan serta interaksi bangunan dengan lingkungan
CREATIVE HUB DI BANJARBARU DENGAN KONSEP LAYERING
Vision Indonesia 2045 targets a significant economic improvement for the Indonesian nation. One of the points is to realize Indonesia as a World Class Center for Creative and Digital Economy. For this specific reason, a space is needed to develop human resources through Creative Space. Banjarbaru, is a city which is the capital of South Kalimantan, but there is a “dead” strategic zone in the center of the city. The Creative Space function can then be injected into the area as a form of area revitalization. The concept of layering is used through the superimposition method by dividing the area's functions into several layers, which are then stacked again to create a container for dynamic creative activity, as well as restoring the area's vitality value with new and diverse functions (mixed use).Visi Indonesia menargetkan peningkatan ekonomi yang signifikan bagi bangsa Indonesia. Dalam salah satu poinnya adalah dengan mewujudkan Indonesia sebagai Pusat dari Ekonomi Kreatif dan juga Digital Internasional. Untuk itu, diperlukan sebuah wadah dalam mengembangkan SDM melalui Creative Space. Banjarbaru, merupakan Kota yang menjadi Ibukota dari Kalimantan Selatan, namun terdapat sebuah Kawasan perdagangan strategis dalam Kota yang mati. Fungsi Creative Space kemudian dapat disuntikkan ke dalam kawasan sebagai bentuk revitalisasi kawasan. Konsep layering digunakan melalui metode superimposisi dengan membagi fungsi-fungsi kawasan ke dalam beberapa lapisan layer, untuk kemudian ditumpukkan kembali sehingga tercipta sebuah wadah untuk aktivitas kreatif yang dinamis, juga pengembalian nilai vitalitas kawasan dengan fungsi yang baru dan juga beragam (mixed use)
PRARANCANGAN PABRIK DIBUTYL PHTHALATE DARI PHTHALIC ANHYDRIDE DAN N-BUTANOL MELALUI PROSES ESTERIFIKASI DENGAN KAPASITAS 7500 TON/TAHUN
Peluang pendirian pabrik dibutyl phthalate di Indonesia dinilai cukup memiliki potensi, sehingga diperlukan rencana pendirian pabrik kimia dengan produk dibutyl phthalate. Pabrik ini direncanakan dibangun pada tahun 2026 dengan kapasitas produksi 7.500 ton/tahun di daerah Gresik, Jawa Timur. Luas tanah yang diperlukan sebesar ±17.375 m2. Pabrik direncanakan beroperasi selama 330 hari/tahun. Jumlah pekerja yang dibutuhkan sebanyak 125 orang.
Dibutyl phthalate dibuat melalui proses esterifikasi antara phthalic anhydride dan n-butanol di dalam reaktor batch dengan katalis asam metanasulfonat. Reaktor bekerja pada keadaan reversible, endotermis pada suhu 110℃ dan tekanan 1 atm. Reaksi pertama mereaksikan phthalic anhydride dengan n-butanol menghasilkan monobutyl phthalate sebagai produk antara dan air sebagai produk samping. Kemudian produk antara akan bereaksi di reaksi kedua dengan n-butanol menghasilkan dibutyl phthalate sebagai produk utama dengan konversi 98%. Hasil produk keluaran reaktor dialirkan menuju dekanter untuk memisahkan komponen berdasarkan densitasnya. Produk bawah dari dekanter berupa n-butanol, monobutyl phthalate, dan dibutyl phthalate akan dipompa menuju menara distilasi untuk memurnikan produk utama berupa dibutyl phthalate 98,4%. Kemudian produk dialirkan ke tangki penyimpanan produk.
Kebutuhan air untuk menunjang kegiatam operasional pabrik disupply dari Sungai Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Hasil perhitungan evaluasi ekonomi pabrik didapatkan total modal investasi sebesar Rp.454.704.576.964,54 dan diperoleh hasil penjualan sebesar Rp.761.308.839.864,29. Selain itu dilakukan analisa POS, ROI, POT, NPV, dan IRR. Setelah dilakukan analisa didapatkan nilai BEP sebesar 52% dan SDP sebesar 23,97%. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari analisa tersubut, maka pabrik dibutyl phthalate dengan kapasitas 7500 ton/tahun ini layak untuk dikaji ulang dan dipertimbangkan pendiriannya.
Kata kunci: dibutyl phthalate, phthalic anhydride, n-butanol, esterifikasi, asam metanasulfonat
PRARANCANGAN PABRIK ISOPROPIL ALKOHOL DARI PROPILEN DAN AIR DENGAN PROSES HIDRASI LANGSUNG FASE UAP KAPASITAS 47.000 TON/TAHUN
Industri kimia adalah salah satu industri yang relatif memiliki kontribusi besar dalam menghasilkan devisa negara berpengaruh terhadap ketahanan ekonomi Indonesia. Isopropil alkohol merupakan alkohol sekunder yang dikenal dengan nama 2-propanol, 2-hidroksil propane, sec-propanol, serta seringkali disingkat menggunakan nama IPA. Produk isopropil alkohol sudah banyak digunakan dalam industri seperti sebagai pelarut dan bahan baku dalam pembuatan kosmetik, bahan antiseptik dan desinfektan. Prarancangan pabrik isopropil alkohol di Indonesia diupayakan agar mengurangi ketergantungan isopropil alkohol dari luar negeri.
Proses diawali dengan membuat isopropil alkohol melalui reaksi antara propilen dan air pada reaktor fixed bed temperatur 150°C dan tekanan 17 atm dengan konversi 98%. Selanjutnya masuk ke flash drum untuk dipisahkan komponen cair dan gasnya, kemudian isopropil alkohol dipisahkan dari produk sampingnya dengan menggunakan menara distilasi. Kemurnian produk isopropil alkohol yang didapatkan adalah 99,5%.
Pemasaran isopropil alkohol untuk konsumsi dalam negeri sangat diprioritaskan. Bentuk perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan dibagi berdasarkan jam kerja yang terdiri dari shift dan non shift dengan total tenaga kerja yang diperlukan sebesar 131 orang. Analisa ekonomi yang dilakukan memberikan hasil investasi modal total (TCI) sebesar Rp772.489.969.930,- serta diperoleh hasil penjualan yaitu sebanyak Rp2.692.911.413.594. Selain itu diperoleh juga Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 60,95% dan Return of Investment (ROI) setelah pajak sebanyak 39,61%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 1,43 tahun serta Pay Out Time (POT) setelah pajak yaitu 2,06 tahun. Sehingga diperoleh Break Even Point (BEP) sebesar 44,45% dan Shut Down Point (SDP) sebanyak 34,47%. Dari hasil evaluasi ekonomi tersebut dapat ditarik kesimpulan pabrik isopropil alkohol dengan kapasitas 47.000 ton/tahun ini layak untuk dikaji lebih lanjut.
Kata ikunci: propilen, isopropil alkohol, hidrasi uap, fixed bed, flash drum
PRA-PERANCANGAN PABRIK DIMETIL ETER DARI METANOL DENGAN KAPASITAS 10.000 TON/TAHUN
Indonesia merupakan negara berkembang yang mengalami peningkatan kualitas dalam berbagai sektor, termasuk sektor perindustrian . Salah satu industri yang memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah industri dimetil eter. Dimetil eter (DME) merupakan senyawa golongan eter dengan rumus molekul C2H6O. DME memiliki berbagai aplikasi, termasuk sebagai propelan, agen pendingin, dan bahan bakar alternatif. Produksi DME dapat dilakukan menggunakan berbagai bahan baku seperti gas alam, batu bara, biomassa, dan metanol sebagai bahan baku intermediate. Dalam rancangan pabrik ini, metanol digunakan sebagai bahan baku utama dengan kebutuhan sebesar 13.925,0664061 ton per tahun. Pra rancangan DME ini menggunakan proses dehidrasi metanol. Proses ini dilakukan dalam reaktor fixed bed dengan bantuan katalis CuHZSM-5, pada tekanan 14 atm dan suhu 290°C. Reaktor bekerja secara adiabatis dan reaksi bersifat eksotermis. DME yang terbentuk dipurifikasi menggunakan menara distilasi untuk menghasilkan produk dengan kemurnian 99,84%, dengan jumlah produksi sebesar 10.000 ton per tahun. Pabrik ini direncanakan akan dibangun di kabupaten Bontang, Kalimantan Timur, dengan luas area 5 hektar.Jumlah karyawan yang dibutuhkan sebanyak 170 orang. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa laba bersih penjualan sebesar Rp 35.474.222.417,8420 Tingkat pengembalian investasi (ROI) adalah 17,82%. Payback Period (POT) adalah 3,59 tahun. Dengan demikian, Break-even Point (BEP) mencapai 43,98%. Berdasarkan hasil tersebut, pabrik dimetil eter dengan kapasitas produksi 10.000 ton/tahun layak untuk dibangun.
Kata kunci: dimetil eter, metanol, dehidrasi metanol, fixed bed multitube reactor 
PRARANCANGAN PABRIK MELAMIN DARI UREA DENGAN PROSES BADISCHE ANILIN AND SODA FABRIK (BASF) KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN
Pembuatan melamin dengan proses Badische Anilin and Soda Fabrik (BASF) berkapasitas 50.000 ton/tahun, diperkirakan dibangun di wilayah Cikampek, Jawa Barat, Indonesia pada 2027. Menggunakan lahan seluas 20.000 m2 dengan total 120 pekerja dan waktu operasi 330 hari per tahun. Bahan baku utama berupa urea sebesar 18.965,16763 kg/jam yang dilebur terlebih dahulu sebelum diumpankan kedalam reaktor Fluidized Bed (FBR) menggunakan katalis alumina pada tekanan 3 atm dan temperatur 395 °C. Reaksi ini akan menghasilkan off-gas dengan tingkat konversi 95% dan kemurnian 99,9% pada produk akhir. Setelah itu, melamin dikristalisasi. Padatan dan gas produk sampingan dari reaktor dipisahkan menggunakan siklon. Selanjutnya, padatan melamin didinginkan sebelum dikemas. Kemudian, produk samping off-gas memasuki unit scrubber untuk memisahkan padatan yang masih terikut. Sungai Citarum di Jawa Barat digunakan untuk keperluan utilitas, menghasilkan uap sebesar 8557.219 kg/jam. Konsumsi listrik pabrik sebesar 322, 64 kW disuplai dari generator dengan daya 467 kW. Generator tersebut menggunakan solar sebesar 1.668,7284 kg/jam. Menurut analisa perhitungan ekonomi, pabrik ini membutuhkan modal tetap (FCI) sebesar Rp 117.467.807.052,00 dan modal kerja (WCI) sebesar Rp 150.828.467.380,00. Keuntungan sebelum pajak sebesar Rp 64.547.252.700,00 dan keuntungan sesudah pajak sebesar Rp 41.955.714.255,00. Analisa ini menunjukkan Percent Return On Investment (ROI) sebelum pajak 54,95% dan ROI sesudah pajak 35,72%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 1,54 Tahun, POT sesudah pajak yaitu 2,19 Tahun. Nilai Break Even Point (BEP) dan Shut Down Point (SDP) adalah 44,44% dan 33,54% kapasitas. Sedangkan Net Present Value (NPV) senilai Rp 15.200.807.456,00 dan Interest rate of return (IRR)i adalah 14,35%. Berdasarkan analisa ekonomi, pabrik ini ini layak untuk dibangun.
Kata kunci: Fluidized Bed Reactor, Urea, Melamin, Proses BAS