Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    PERANCANGAN PASAR ANGSAU

    Get PDF
    Markets are social and infrastructure where businesses buy and sell goods, services, and labor. The existing condition of the site located on Jalan A. Yani, Angsau Village, Pelaihari District, Pelaihari City are as follows: Site Position : Hook/Corner, Site Area: 8,375 m2, Soil Type: Hard Soil, Topography: Flat, Site Orientation: West , Vegetation: Trees, Coconut Trees, Cassava Trees, Bamboo Trees, Weeds, Undergrowth, Weeds, and other plants, Drainage: Artificial, Electrical Networks: Overhead, Site Boundaries: - South: Gas Station - West: Road and Mosque - North: Rifle Company - East: Housing. The position of the site which is near the main road roundabout is a strategic position because it is on a street corner which makes its position open from several directions so that it is very precise and ideal as a business or business area.Pasar adalah kawasan atau lokasi terjadi jual beli barang/jasa sehingga terjadi interaksi untuk menentukan kualitas dan kuantitas. Kondisi eksisting tapak yang berlokasi di Jalan A. Yani, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kota Pelaihari diantaranya sebagai berikut : Posisi Tapak : Hook/Corner, Luas Tapak: 8.375 m2, Jenis Tanah: Tanah Keras, Topografi: Rata, Orientasi Tapak: Barat, Vegetasi: Pohon, Pohon Kelapa, Pohon Singkong, Pohon Bambu, Rumput Liar, Semak Belukar, Rumput Ilalang, dan tanaman lainnya, Drainase: Buatan, Jaringan Listrik: Overhead, Batas-batas tapak: - Selatan: SPBU - Barat: Jalan dan Masjid - Utara: Kompi senapan - Timur: Perumahan. Posisi tapak yang berada di dekat persimpangan bundaran jalan utama merupakan posisi yang strategis karena berada di sudut jalan yang membuat posisinya terbuka dari beberapa arah sehingga sangat cocok dan ideal untuk digunakan sebagai ruang usaha atau komersial.&nbsp

    PRARANCANGAN PABRIK ASAM LAKTAT DARI MOLASE DENGAN PROSES FERMENTASI KAPASITAS 10.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Asam laktat (2-hydroxypropanoic acid) memiliki rumus molekul C3H6O3 merupakan asam hidroksi organik yang banyak terdapat di alam. Asam laktat dapat digunakan pada industri kimia, farmasi, kosmetik, dan makanan. Kebutuhan asam laktat di Indonesia masih dipenuhi dari luar negeri. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kebutuhan asam laktat di Indonesia dari tahun 2017-2021 mengalami kenaikan dengan rata-rata 4,04% per tahunnya. Oleh karena itu, dirancang pabrik asam laktat dengan kapasitas 10.000 ton/tahun yang rencanakan akan didirikan di Kec. Terbanggi Besar, Kab. Lampung Tengah, Provinsi Lampung pada tahun 2027. Proses produksi yang digunakan dalam Prarancangan Pabrik Asam Laktat ini adalah fermentasi menggunakan raw material molase dan menggunakan Lactobacillus delbrueckii. Proses fermentasi dilakukan dalam sebuah bioreaktor selama 24 jam pada suhu 45℃ dan tekanan 1 atm, kemudian ditambahkan CaCO3 untuk menjaga kestabilan pH. Hasil fermentasi berupa kalsium laktat kemudian direaksikan dengan asam sulfat untuk membentuk asam laktat dan kalsium sulfat. Kemudian, larutan hasil reaksi dialirkan ke tangki pengendapan untuk menghilangkan kalsium sulfat. Setelah itu, asam laktat dievaporasi untuk dipisahkan dari air, glukosa dan asam sulfat sehingga didapatkan kemurnian asam laktat sebesar 80%. Pemasaran asam laktat diprioritaskan untuk konsumsi nasional dan internasional. Diperkirakan perusahaan asam laktat membutuhkan karyawan sebanyak 134 orang dengan sistem manajemen Perseroan Terbatas (PT) menggunakan struktur organisasi garis dan staf. Didapatkan nilai Return of Investment (ROI) sebelum tax payment sebesar 18,95% dan Return of Investment (ROI) sesudah tax payment sebesar 13,26%. Pay Out Time (POT) sebelum tax payment yaitu 3,45 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah tax payment yaitu 4,30 tahun. Maka dari itu, didapatkan nilai hasil produksi Break Event Point adalah 47,16% dari kapasitas produksi dan Shut Down Point adalah 22,12% dari kapasitas produksi. Dari hasil analisis ekonomi dapat dikonklusikan bahwa pabrik asam laktat ini bagus untuk dikaji ketahap perancangan.  Kata kunci : Asam Laktat, Fermentasi, Molase, Lactobacillus delbruecki

    PRARANCANGAN PABRIK WHITE CARBON DARI SODIUM SILIKAT DAN ASAM SULFAT DENGAN PROSES ASIDIFIKASI KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    White carbon merupakan bentuk amorf dari silika sintetik dengan rumus molekul SiO2. White carbon biasa digunakan sebagai bahan penguat pada produk elastis seperti karet, ban, dan sol sepatu; sebagai bahan aditif dan dalam industri pasta gigi  dan farmasi. Setiap tahun kebutuhan white carbon mengalami peningkatan sehingga dalam memenuhi kebutuhan dilakukan impor dari berbagai negara. Pabrik ini akan didirikan pada tahun 2027 di desa Cimahi, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat dengan kapasitas sebesar 40.000 ton/tahun. Proses yang digunakan pada pembuatan white carbon ini adalah asidifikasi melalui reaksi antara sodium silikat dan asam sulfat dengan dengan kondisi operasi 85oC dan tekanan 1 atm. Reaktor yang digunakan adalah Reaktor Batch Tangki Berpengaduk yang dilengkapi jaket pendingin. Didalam reaktor terjadi reaksi fase cair-cair, irreversible dan eksotermik. Reaksi yang terjadi menghasilkan silikon dioksida, sodium sulfat dan air. Pemurnian produk menggunakan rotary drum vacuum filter untuk memisahkan silikon dioksida dan sodium sulfat. Silikon dioksida yang dihasilkan diangkut menggunakan conveyor menuju rotary dryer untuk mengeringkan produk sehingga didapatkan kemurnian produk 99%. Produk yang sudah kering kemudian menuju  ball mill  untuk mengecilkan ukuran dan dilanjutkan dengan vibrating  screen  untuk menyaring produk sehingga didapatkan ukuran 325 mesh.  Pabrik White Carbon berbentuk perusahaan saham gabungan (PT) dengan sistem manajemen lini dan personalia. Karyawan yang diperlukan sebanyak 157 orang. Dari hasil analisa ekonomi didapatkan Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 39,89 % dan Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 25,93 %. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 2,0 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 2,8 tahun. Sehingga diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 43% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 28%. Berdasarkan pertimbangan hasil analisa ekonomi tersebut, maka pabrik White Carbon dengan kapasitas 40.000 ton/tahun memungkinkan untuk dilanjutkan ke tahap perancangan.  Kata kunci: white carbon, sodium silikat, asam sulfat, reaktor batch tangki berpengadu

    Kualitas Fisik, Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Jerami Padi yang Difermentasi dengan Cairan Rumen

    Get PDF
    Rice straws are classified as a low-nutritional quality of feed ingredients. Fermentationis an effort to improve the nutritional quality of rice straw as a feed for ruminant. Thepurpose of this study was to determine the optimal dose of ruminal fluid on physicalquality, crude protein content and crude fiber content of fermented rice straw. Theresearch design in this study was the Completely Randomized Design (RAL), with fivetreatments and four replications. The treatment was J1 (5% ruminal fluid), J2 (10%ruminal fluid), J3 (15% ruminal fluid), J4 (20% ruminal fluid) and J5 (25% ruminal fluid).The research was conducted at the Laboratory of Animal Production, Faculty ofAgriculture, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, from February to April 2012.Results showed the addition of ruminal fluid on the rice straw very significantly affected(P>0.01) crude protein of fermented rice straw. However, addition ruminal fluid did notsignificantly affect (P<0.05) on temperature, moisture content, pH, and crude fibercontent of rice straw. Treatment J3 was the optimum rumen fluid dose as indicated byphysical quality of fermented rice straw, the highest content of crude protein (6.58%),and the lowest content of crude fiber (30,64%).Jerami padi tergolong bahan pakan yang berkualitas nutrisi rendah. Upaya untuk meningkatkankualitas nutrisi jerami padi sebagai pakan ternak ruminansia dilakukan dengan metodefermentasi dengan menambahkan cairan rumen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dosisoptimal pemberian cairan rumen, kualitas fisik, kandungan protein kasar dan serat kasar padajerami padi yang difermentasi menggunakan cairan rumen pada dosis yang berbeda. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan limaperlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah J1 (5% cairan rumen), J2 (10%cairan rumen), J3 (15% cairan rumen), J4 (20% cairan rumen) dan J5 (25% cairan rumen).Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Peternakan Fakultas Pertanian UniversitasLambung Mangkurat Banjarbaru, pada bulan Februari sampai April 2012. Penambahan cairanrumen pada fermentasi jerami padi berpengaruh terhadap kualitas fisik yaitu bau, warna dantekstur. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan cairan rumen pada jerami padiberpengaruh sangat nyata (p > 0,01) terhadap kandungan protein kasar jerami padi. Hasil analisisragam menunjukkan bahwa penambahan cairan rumen pada fermentasi jerami padi tidakberpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap suhu, kadar air, pH, dan serat kasar jerami padi.Fermentasi jerami padi dengan menggunakan cairan rumen menunjukkan perlakuan J3 yangterbaik yaitu kualitas fisik berupa bau harum sekali, warna kuning kecoklatan dan tekstur yanglemah. Kandungan protein kasar tertinggi yaitu 6,68% dan kandungan serat kasar paling rendah30,64%

    Tingkat Pemberian Tepung Ampas Tahu yang Berbeda dalam Ransum Terhadap Berat Karkas, Lemak Abdominal dan Giblet Itik Serati Jantan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemberian tepung ampas tahu yang berbedadalam ransum terhadap berat potong, berat karkas, giblet, dan lemak abdominal itik Serati jantan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL)dengan empat perlakuan dan lima kali ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan adalah P0(tanpa penggunaan tepung ampas tahu/kontrol; P1 (penggunaan tepung ampas tahu 10%); P2(penggunaan tepung ampas tahu 20%) dan P3 (penggunaan tepung ampas tahu 30%. Perlakuanterbaik terdapat pada perlakuan P2 dengan rata-rata berat potong 1040 g/ekor, berat karkas644g/ekor, berat giblet 83,39 g/ekor dan berat lemak abdominal 7,11 g/eko

    Performans Ayam Broiler Strain Cobb dengan Penambahan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya Linn) dalam Ransum

    Get PDF
    The use of papaya leaf in order to improve the performance of poultry in general it is possible,it is because the enzyme papain which works to increase appetite in the presence of polyphenolsthat give a distinctive taste, in addition to the enzyme papain also helps the absorption ofnutrients, amino acids settings, optimize work colon and remove toxins the body, so the immunesystem can be improved and the performance can be improved chicken anyway. Application ofpapaya leaf powder in broiler rations as a producer of meat has not been known. Broilerchickens which have experienced a lot of genetic modification, so as to take advantage of feedto produce meat in a relatively short time. In this study, researchers wanted to see how far theeffect of papaya leaf meal in broiler ration Cobb strain on feed consumption, body weight gain,feed conversion and weight gain end. This research method using a completely randomizeddesign (CRD) with 5 treatments and 4 replications which consists of 4 hens each replication,thus cobb broiler strains used as many as 80 tails. This research is the treatment rate ofaddition of papaya leaf meal in the ration consisting of: without the addition of papaya leaf  powder (control, P0), the addition of 1.5% papaya leaf powder (P1), 3% (P2), 4,5% (P3), 6%(P4). Results of this study indicate that the addition of papaya leaf meal rations did notsignificantly affect feed intake, weight gain, feed conversion and weight gain end. But the bestindividual treatment groups to improve the performance of broiler chickens is at P1 treatmentby 1.5% due to increased feed intake, weight gain and final body weight, and can lower feedconversion, although not statistically significant.Penggunaan daun pepaya dengan tujuan untuk meningkatkan performans unggas secara umumsangat memungkinkan. Hal ini karena adanya enzim papain yang berfungsi meningkatkan nafsumakan dengan adanya polifenol yang memberikan cita rasa khas. Enzim papain juga membantuproses penyerapan nutrisi, pengaturan asam amino, mengoptimalkan kerja usus, danmengeluarkan racun tubuh, sehingga kekebalan tubuh dapat ditingkatkan dan performa ayamdapat ditingkatkan pula. Aplikasi tepung daun pepaya dalam ransum ayam broiler sebagaipenghasil daging belum banyak diketahui. Ayam broiler merupakan ayam yang telahmengalami banyak modifikasi genetik, sehingga mampu memanfaatkan pakan untukmenghasilkan daging dalam waktu yang relatif singkat. Pada penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh penambahan tepung daun pepaya dalam ransum ayam broiler strain Cobbterhadap konsumsi ransum, pertambahan berat badan, konversi ransum, dan berat badan akhir.Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kaliulangan di mana terdapat 4 ekor ayam setiap ulangan, sehingga ayam broiler strain Cobb yangdigunakan sebanyak 80 ekor. Perlakuan penelitian ini adalah tingkat penambahan tepung daunpepaya dalam ransum yang terdiri dari: tanpa penambahan tepung daun pepaya (kontrol, P0),penambahan tepung daun pepaya sebanyak 1,5% (p1), 3% (P2), 4,5% (P3), dan 6% (P4). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun pepaya ke dalam ransum tidakberpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat badan, konversi pakan, danberat badan akhir. Akan tetapi secara individu kelompok perlakuan terbaik untuk meningkatkanperforma ayam broiler adalah pada perlakuan P1 karena dapat meningkatkan konsumsi ransum,pertambahan berat badan, dan berat badan akhir, serta mampu menurunkan konversi ransumwalaupun secara statistik tidak berpengaruh nyata

    KEBIASAAN MAKAN (FOOD HABITS) IKAN GABUS (CHANNA STRIATA, BLOCH) DI SUNGAI NAGARA, KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN, KALIMANTAN SELATAN: FOOD HABITS OF SNEAKHEAD FISH (CHANNA STRIATA, BLOCH) IN THE NAGARA RIVER, SOUTH HULU SUNGAI REGENCY, SOUTH KALIMANTAN

    Get PDF
    Sungai merupakan bentuk ekosistem perairan yang mengalir yang berfungsi sebagai tempat hidup bagi organisme makro maupun mikro, baik yang menetap maupun berpindah-pindah. Perairan Sungai nagara merupakan sungai yang berhubungan secara langsung dengan ekosistem rawa disekitarnya yang menunjang kehidupan berbagai macam spesies serangga dan ikan-ikan kecil sehingga menyediakan banyak sumber pakan alami bagi kelangsungan hidup ikan gabus. Ikan Gabus merupakan ikan karnivora Ordo Perciformes, Famili Channidae, Genus Channa, Spesies Channa striata, yang hidup di perairan tawar seperti di rawa, danau, sungai, dan perairan lainnya. Berdasarkan kebiasaan makannya (Food Habits) ikan Gabus termasuk ke dalam ikan karnivora. Untuk mengetahui kebiasaan makan ikan Gabus yaitu dengan menganalisa isi lambung ikan Gabus yang tertangkap di Sungai Nagara.   The river is a form of flowing water ecosystem that functions as a place of life for macro or micro organisms, both sedentary and nomadic. The waters of the Nagara River are rivers that are directly related to the surrounding swamp ecosystems which support the lives of various species of insects and small fish, thus providing many natural food sources for the survival of the snakehead fish. Snakehead fish is a carnivorous fish of the Order Perciformes, Family Channidae, Genus Channa, Species Channa striata, which lives in fresh waters such as in swamps, lakes, rivers and other waters. Based on their eating habits (Food Habits), the snakehead fish is included in the carnivorous fish. To find out the eating habits of snakehead fish, namely by analyzing the contents of the stomach of snakehead fish caught in the Nagara River

    TINGKAT PENCEMARAN WADUK P.M. NOOR BERDASARKAN INDEKS SAPROBITAS PLANKTON DI KECAMATAN ARANIO KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: POLLUTION LEVEL OF P.M. RESERVOIR NOOR BASED ON PLANKTON SAPROBITY INDEX IN ARANIO DISTRICT, BANJAR REGENCY, SELATAN KALIMANTAN PROVINCE

    Get PDF
    Waduk P.M. Noor yang disebut juga Waduk Riam Kanan oleh masyarakat lokal dibentuk pada tahun 1958 yang digagas oleh Ir. Pangeran Mochamad Noor dengan fungsi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), sumber air irigasi sawah juga sebagai objek pariwisata, sumber air minum, kegiatan budidaya ikan serta jalur transportasi bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini dilaksanakan di Waduk. P.M. Noor pada bulan Juni dalam kurun waktu 3 minggu. Keberadaan organisme perairan dapat menjadi indikator terhadap Struktur Komunitas Plankton (fitoplankton dan zooplankton) di Waduk P.M. Noor meliputi nilai indeks kelimpahan(N), indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E), indeks dominasi (D) dan saprobik indeks (SI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks kelimpahan fitoplankton berkisar antara 1630-2593 sel/L. indeks kelimpahan zooplankton berkisar antara 77-340 ind/L. Indeks keanekaragaman fitoplankton berkisar antara 1,79-1,85 dan indeks keanekaragaman zooplankton berkisar antara 0,09-0,48. Indeks keseragaman fitoplankton (E>1 dan indeks keseragaman zooplankton (E>0,5). Indeks dominasi fitoplankton (D<0,5) dan indeks dominasi zooplankton (D>0,5) yang menandakan bahwa tedapat spesies plankton yang mendominasi. Indeks koefisien saprobik berkisar antara 1,2-2 menandakan bahwa perairan Waduk P.M. Noor tergolong tingkat β-Mesosaprobik sampai Oligosaprobik. P.M. Reservoir Noor which is also called the Riam Kanan Reservoir by the local community was formed in 1958 which was initiated by Ir. Prince Mochamad Noor with a function as a Hydroelectric Power Plant (PLTA), a source of water for irrigating rice fields as well as a tourism object, a source of drinking water, fish farming activities and transportation routes for the surrounding community. This research was conducted in the Reservoir. P.M. Noor in June within 3 weeks. The presence of aquatic organisms can be an indicator of the Community Structure of Plankton (phytoplankton and zooplankton) in the P.M. Noor includes abundance index (N), diversity index (H'), uniformity index (E), dominance index (D) and saprobic index (SI). The results showed that the value of the abundance index of phytoplankton ranged from 1630-2593 cells/L. The zooplankton abundance index ranged from 77-340 ind/L. The phytoplankton diversity index ranged from 1.79-1.85 and the zooplankton diversity index ranged from 0.09-0.48. Phytoplankton uniformity index (E>1 and zooplankton uniformity index (E>0.5). The phytoplankton dominance index (D<0.5) and the zooplankton dominance index (D>0.5) indicate that there are plankton species that dominate. The saprobic coefficient index ranges from 1.2-2 indicating that the waters of the P.M. Noor belongs to the level of β-Mesosaprobic to Oligosaprobi

    DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP MINAT PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN 2 MARTAPURA KABUPATEN BANJAR DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PJOK

    Get PDF
    Hasil peelitian dapat di simpulkan bawa dampak pandemi covid 19 terhadap minat peserta didik kelas VIII SMP Negri 2 martapura kabupaten banjar dalam mengikuti pembelajaran PJOK yang hasil “ sangat tinggi” dengan 29 peserta didik 9,33%, kategori “tiggi” denngan 12 peserta didik atau 16,00%, speklasi “sedag” dengan 29 peserta didik atau, dengan hasil “rendah” 2 peserta didik ata 34,667%, hasil “ sangat renndah” yaitu 1 peserta didik 1.33. dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak pandemi covid-19 terhadap minat siswa kelas VIII SMP NEGRI 2 MARTAPURA KABUPATEN BANJAR mengikuling tinggi berada pada hasil “sedang” dengan 29 siswa atau presentasi 38,67%, klasifikasi sebaran yaitu berada di “sedang, rendah, sangat rendah”. Yyaitu paling banyak dengan74,67% atau 56 peserta didik, sedangkan kategori sebaran “sangat tinggi,tinggi, sedang” adalah paling sedikit 64,00% dengan 48 siswa, yaitu frekuensi paling dominan 38,67% dengan 29 peserta didik dari 75 sampel yaitu kalsifikasi “sedang"

    ANALISIS KEBUGARAN JASMANI PASCA PANDEMI COVID-19 PESERTA DIDIDK SDN 1 LANDASAN ULIN UTARA KELAS V USIA 10-12 TAHUN

    Get PDF
    Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa kelas V yang berusia 10-12 tahun di SD Negeri 1 Landasan Ulin Utara pasca pandemi Covid-19. Metode yang dipergunakan pada penelitian ini ialah metode survey menggunakan teknik pengambilan data lewat alat tes serta pengukuran. Penelitian ini menggunakan segenap siswa yang berusia 10-12 tahun yang duduk di kelas V di SD Negeri 1 Landasan Ulin Utara sejumlah 127 siswa  dari 69 orang putra dan 58 orang putri. Sampel dalam penelitian proses pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik sistematis Purposive sampling, Sampel yang digunakan dalam penelitian cukup dari satu unit saja. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 20 peserta didik putra. Hasil penelitian memerlihatkan bahwasanya tingkat kebugaran jasmani siswa kelas V yang berusia 10-12 tahun di SD Negeri 1 Landasan Ulin Utara berada di kategori “kurang sekali” sejumlah 10% (2 siswa), “kurang” sejumlah 45% (9 siswa), “sedang” sejumlah 40% (8 siswa), “baik” sejumlah 5% (1 siswa), dan “baik sekali” sejumlah 0%. Berlandaskan nilai rerata yakni, maka tingkat kebugaran jasamani ssiwa kelas V yang berusia 10-12 tahun di SD Negeri 1 Landasan Ulin Utara ada di kategori “kurang”

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇