Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    YOUTH CREATIVE CENTER DI TABALONG DENGAN PENERAPAN FLEKSIBILITAS RUANG

    Full text link
    The design of the Youth Creative Center in Tabalong is an effort to realize the development of the creative industry in Tabalong by looking at the nature of innovation that continues to change and increase. Therefore, a flexible space is needed to adapt to these changes. This building design applies flexible architectural methods by using the flex-space concept implemented through three miniconcepts namely, expansibility, convertibility, and versability; and by paying attention to the principles of adaptable, movable, universal, and transformable in a space. Through the application of flexible architecture methods, the concept of flex-space is achieved with adaptability, ease of collaboration and interaction, and optimization of space functions.Perancangan Youth Creative Center di Tabalong merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan perkembangan industri kreatif di Tabalong dengan melihat sifat inovasi yang terus berubah dan bertambah. Oleh karena itu, diperlukan sebuah wadah yang bersifat fleksibel untuk beradaptasi dalam perubahan tersebut. Perancangan ini menerapkan metode arsitektur fleksibel dengan menggunakan konsep flex-space yang diimplementasikan melalui tiga minikonsep yaitu, ekspansibilitas, konvertibilitas, serta versabilitas dengan memperhatikan prinsip adaptable, movable, universal, dan transformable pada sebuah ruang. Melalui penerapan metode arsitektur fleksibel maka tercapailah konsep flex-space dengan kemampuan adaptasi ruang yang baik, kemudahan dalam kolaborasi dan interaksi, serta pengoptimalan fungsi ruang

    Pengaruh Ekstrak Daun Tarap (Artocarpus odoratissimus) dalam Menghambat Perkembangan Cendawan Colletotrichum spp. Penyebab Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai

    Full text link
    Chili is one of the agricultural commodities that is widely cultivated because it has many benefits for both the economy and health. However, the main obstacle that often occurs in chili plants is the presence of Plant Pest Organisms (OPT). One of them is the attack of anthracnose disease caused by fungi Colletotrichum spp. One of the natural controls that can be used is the use of plant pesticides from tarap leaves (Artocarpus odoratissimus). Tarap leaves produce a number of secondary metabolites including phenolic compounds, flavonoids, saponins, alkaloids and tannins. The purpose of this study was to determine the effect of tarap leaf extract (A. the most fragrant) in inhibiting the growth of fungi Colletotrichum spp. causes anthracnose disease in chili plants. This research was conducted from June to December 2023 at the Phytopathology Laboratory, Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University, Banjarbaru. The research method used a single factor Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments with 4 replications. Treatment T0 (Control 0%), T1 (1% tarap leaf extract), T2(3% tarap leaf extract), T3(5% tarap leaf extract) and T4(7% tarap leaf extract). The results of the study showed that giving tarap leaf extract with a concentration of T1 (1% tarap leaf extract), T2(3% tarap leaf extract), T3(5% tarap leaf extract) and T4(7% tarap leaf extract) provides colony inhibitionColletotrichumspp. highest inhibition (92.76%) at a concentration of 7% (T4) and the lowest inhibition (15.32%) at a concentration of 1% (T1).     Cabai adalah salah satu komoditas pertanian yang banyak sekali dibudidayakan karena memiliki banyak manfaat baik bagi ekonomi maupun kesehatan. Akan tetapi, kendala utama yang sering terjadi pada tanaman cabai yaitu adanya Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Salah satunya adalah adanya serangan penyakit antraknosa yang disebabkan cendawan Colletotrichum spp. Salah satu pengendalian secara alami yang dapat digunakan adalah penggunaan pestisida nabati daun tarap (Artocarpus odoratissimus). Daun tarap menghasilkan sejumlah metabolit sekundur diantaranya adalah senyawa fenol, flavonoid, saponin, alkaloid dan tanin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun tarap (A. odoratissimus) dalam menghambat perkembangan cendawan Colletotrichum spp.  penyebab penyakit antraknosa pada tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Desember 2023 di Laboratorium Fitopatologi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan T0 (Kontrol 0%), T1 (1% ekstrak daun tarap), T2 (3% ekstrak daun tarap), T3 (5% ekstrak daun tarap) dan T4 (7% ekstrak daun tarap). Hasil penelitian menunjukan pemberian ekstrak daun tarap dengan konsentrasi T1 (1% ekstrak daun tarap), T2 (3% ekstrak daun tarap), T3 (5% ekstrak daun tarap) dan T4 (7% ekstrak daun tarap) memberikan penghambatan koloni Colletotrichum spp. penghambatan tertinggi (92,76%) pada konsentrasi 7% (T4) dan penghambatan terendah (15,32%) pada konsentrasi 1% (T1).    &nbsp

    Waktu Aplikasi PGPR, Streptomyces sp. dan Bokashi Kayapu Untuk Mengendalikan Penyakit Bercak Daun (Cercospora oryzae) Pada Padi beras merah (Oryza nivara L.) di Lahan Basah

    Full text link
    The main pathogen that causes red rice disease is Cercospora oryzae which causes leaf spots. This research aims to determine the role of Streptomyces sp., Bokashi kayapu and Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) in reducing the severity of bacterial infections of red rice in wetlands. This study used a completely randomized design (CRD) with six treatments and four replications: control, PGPR and Streptomyces sp. and Bokashi kayapu at the age of 60 days, 70 days, 80 days, 60 days and 70 days. Each treatment was able to reduce the incidence of leaf spots caused by the Cercospora oryzae fungus by at least 69.87% compared to 81.68% in the control group. Each treatment also reduced disease severity by 25.1% compared to 32.40% in the control group. Apart from that, plant height increased by 145.5 cm compared to 136.75 cm in control. The number of grains/panicles could increase by 316 grains compared to 267 grains in control. And can increase the weight of 100 grains weighing 1.60 g while the control is 1.45 g.Patogen utama penyebab penyakit beras merah adalah Cercospora oryzae yang menyebabkan bercak daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Streptomyces sp., Bokashi kayapu dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) mengurangi keparahan infeksi bakteri padi beras merah di lahan basah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan empat kali ulangan.: kontrol, PGPR dan Streptomyces sp. dan Bokashi kayapu pada umur 60 hari, 70 hari, 80 hari, 60 hari dan 70 hari. Setiap perlakuan mampu menurunkan kejadian bercak daun akibat cendawan Cercospora oryzae minimal 69,87% dibandingkan 81,68% pada kelompok kontrol. Setiap pengobatan juga mengurangi keparahan penyakit sebesar 25,1% dibandingkan dengan 32,40% pada kelompok kontrol. Selain itu tinggi tanaman dapat bertambah 145,5 cm dibandingkan 136,75 cm pada kontrol. Jumlah bulir/malai dapat bertambah sebanyak 316 bulir dibandingkan pada kontrol sebanyak 267 bulir. Serta dapat meningkatkan berat 100 bulir seberat 1,60 g sedangkan kontrol 1,45 g

    Inovasi Teknologi Pengelolaan Tanah dan Air untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan

    Full text link
    Technological innovation in soil and water management plays a crucial role in sustainably increasing agricultural land productivity. This article aims to review the latest technological innovations applied in soil and water management, such as soil testing, balanced fertilization, amelioration, precision agriculture, as well as Internet of Things (IoT)-based irrigation systems and digital water management. The method used is a literature review of various freely accessible national and international journals. The review shows that the implementation of these technological innovations can improve the efficiency of agricultural input use, optimize crop yields, and reduce negative environmental impacts. The integration of digital technology also accelerates data-driven decision-making, supporting agriculture that is adaptive to climate change. Therefore, technological innovation in soil and water management is essential to support future food security and land productivity.Inovasi teknologi dalam pengelolaan tanah dan air memegang peranan penting dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian secara berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mengulas berbagai inovasi teknologi terbaru yang telah diterapkan dalam pengelolaan tanah dan air, seperti uji tanah, pemupukan berimbang, ameliorasi, pertanian presisi, serta sistem irigasi berbasis Internet of Things (IoT) dan digitalisasi pengelolaan air. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional yang dapat diakses secara gratis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan inovasi teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi penggunaan input pertanian, mengoptimalkan hasil panen, serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Integrasi teknologi digital juga mempercepat proses pengambilan keputusan berbasis data, sehingga mendukung pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim. Dengan demikian, inovasi teknologi pengelolaan tanah dan air sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan dan produktivitas lahan di masa depan

    Studi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Oli Bekas dan Sampah Terkontaminasi Oli Bekas pada Bengkel Motor di Kota Banjarbaru: Studi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Oli Bekas dan Sampah Terkontaminasi Oli Bekas pada Bengkel Motor di Kota Banjarbaru

    Full text link
    The number of uses of transportation equipment such as motorcycles continues to increase every day along with the number of populations that increases every year. Motorcycles are most often used by the community because motorcycles are quite affordable and more flexible for people with a high enough level of mobility. The increasing demand for motorcycles must be offset by the addition of services for these motorcycles such as workshops, where workshop activities produce waste in the form of hazardous and toxic materials (B3) waste such as used oil, used oil filters, used oil packaging bottles and also cloth contaminated by used oil. The purpose of the study is to identify the amount of B3 waste generation, management of packaging, storage/collection, and licensing and transportation of B3 waste. The calculation of B3 waste generation is carried out by taking sample data and questionnaires at each Type-B motorcycle workshop which amounts to 12 workshops and is carried out for 12 days. The average B3 waste generation per workshop at each Type-B motorcycle workshop in Banjarbaru City is for used oil accommodated as much as 8.24 liters/workshop/day, used oil filters as much as 0.40 pieces/workshops/day, waste washcloths/used fields as much as 2.53 sheets/workshops/day and used oil packaging as much as 15.33 bottles/workshops/day. B3 waste management at two-wheeled motorcycle workshops in Banjarbaru City has still not been by applicable regulations.Jumlah penggunaan alat transportasi seperti sepeda motor semakin hari terus mengalami peningkatan seiring dengan jumlah populasi penduduk yang bertambah setiap tahunnya. Sepeda motor paling sering digunakan oleh masyarakat dikarenakan sepeda motor cukup terjangkau dan lebih fleksibel untuk masyarakat dengan tingkat mobilitas yang cukup tinggi. Meningkatnya permintaan akan sepeda motor harus diimbangi dengan penambahan pelayanan untuk sepeda motor tersebut seperti bengkel, yang dimana aktivitas bengkel menghasilkan limbah berupa limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) seperti oli bekas, filter oli bekas, botol kemasan oli bekas dan juga kain lap/majun yang sudah terkontaminasi oleh oli bekas. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi jumlah timbulan limbah B3, pengelolaan pewadahan/pengemasan, tempat penyimpanan/ pengumpulan serta perizinan dan pengangkutan limbah B3. Perhitungan timbulan limbah B3 dilakukan dengan cara mengambil data sampel dan kuisioner pada setiap bengkel motor Tipe-B yang berjumlah 12 bengkel dan dilakukan selama 12 hari. Rata-rata timbulan limbah B3 per bengkel pada masing-masing bengkel motor Tipe-B di Kota banjarbaru yaitu untuk oli bekas tertampung sebanyak 8,24 liter/bengkel/hari, filter oli bekas sebanyak 0,40 buah/bengkel/hari, kain lap/majun bekas sebanyak 2,53 lembar/bengkel/hari dan bekas kemasan oli sebanyak 15,33 botol/bengkel/hari. Pengelolaan limbah B3 pada bengkel motor roda dua di Kota Banjarbaru masih belum sesuai dengan peraturan yang berlaku

    Analisis Kelayakan Usaha Penetasan Itik Petelur Di Desa Mamar Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (Studi Kasus Peternakan Bapak Idun)

    Full text link
    Mamar Village, South Amuntai District, North Hulu Sungai Regency is known as a center for duck egg hatching and breeding. The breeding and hatching business carried out is still highly traditional, so the amount of profit and the feasibility of the business are not properly calculated. This study aims to analyze the duck egg hatching business, assess its feasibility, and determine the break-even point for independent farmers in Mamar Village. The research used a case study method. Data collection techniques included participatory observation and in-depth interviews. The business analysis observation variables were calculated over a one-month period, including production costs, revenue, and profit. Feasibility analysis was measured using the B/C ratio and break-even point. The results of the duck egg hatching analysis showed production costs of IDR 9,012,123, sales revenue of IDR 10,844,900, and a profit of IDR 1,832,777. The business feasibility analysis based on the B/C ratio was 0.2, with a production break-even point of 1,502 ducklings and a price break-even point of IDR 5,800. Based on this analysis, Mr. Idun’s duck egg hatching business is profitable and feasible to continue.Desa Mamar Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara dikenal sebagai sentra pembibitan dan penetasan itik petelur.  Usaha pembibitan dan penetasan yang dilakukan masih bersifat sangat tradisional, sehingga besar-kecilnya keuntungan dan layak atau tidaknya usaha tidak diperhitungkan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis usaha penetasan itik petelur, kelayakan usaha, dan titik impas peternak mandiri di Desa Mamar. Penelitian ini mengunakan metode studi kasus.  Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data ini dilakukan secara observasi partisipatif dan wawancara mendalam (in-depth interview). Variable pengamatan analisis usaha dihitung dalam satu bulan, meliputi biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan, Analisis kelayakan diukur dengan menggunakan rasio B/C, dan titik impas. Hasil analisis penetasan itik petelur menunjukkan biaya produksi sebesar Rp 9.012.123,-, penerimaan hasil penjualan Rp 10.844.900,-, dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 1.832.777,-.  Analisis kelayakan usaha berdasarkan rasio B/C sebesar 0,2, titik impas produksi  sebesar 1.502 ekor dan titik impas harga Rp 5.800,-.  Berdasarkan analisis tersebut, maka usaha penetasan itik petelur yang dilakukan oleh bapak Idun menguntungkan dan layak untuk dilanjutka

    Analisis Kelayakan Usaha Tempat Pemotongan Unggas (TPU) di Kecamatan Pulau Laut Sigam Kabupaten Kotabaru

    Full text link
    The poultry processing industry, particularly broiler chicken, plays a vital role in meeting the demand for animal protein in Indonesia. The increase in chicken consumption, as recorded by the Ministry of Agriculture (BPS, 2024), creates opportunities for the development of poultry slaughterhouses (TPUs). This study aims to assess the economic feasibility of TPU Pak Nasir in Kotabaru Regency, South Kalimantan. The method used is financial analysis, with calculations of Benefit/Cost Ratio (B/C Ratio) and Break-Even Point (BEP). The results show that TPU Pak Nasir has a B/C Ratio of 1.99, indicating high financial feasibility. The BEP Price of 25,376 IDR/kg and BEP Production of 29,907 chickens per month indicate the minimum price and volume needed to break even. Sensitivity analysis shows that the business can sustain even with a 10% decline in gross revenue and has the potential for higher profits if revenue increases.Industri pemotongan unggas, terutama ayam pedaging, memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani di Indonesia. Peningkatan konsumsi daging ayam yang tercatat oleh Kementerian Pertanian membuka peluang bagi pengembangan usaha Tempat Pemotongan Unggas (TPU). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi TPU Pak Nasir di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah analisis finansial, dengan perhitungan Benefit/Cost Ratio (B/C Ratio) dan Break-Even Point (BEP). Hasil menunjukkan bahwa TPU Pak Nasir memiliki B/C Ratio sebesar 1,99, yang mengindikasikan kelayakan finansial yang tinggi. BEP Harga sebesar 25.376 IDR/Kg dan BEP Produksi 29.907 ekor ayam per bulan menunjukkan harga dan volume minimal untuk mencapai titik impas. Analisis sensitivitas menunjukkan usaha ini dapat bertahan meski ada penurunan 10% pada penerimaan kotor dan berpotensi lebih menguntungkan jika penerimaan meningkat

    PENGEMBANGAN SOAL TES SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DENGAN KONTEKS ETNOMATEMATIKA PASAR TERAPUNG UNTUK SMP/MTs

    Full text link
    Salah satu cara untuk mengukur pemahaman siswa adalah melalui tes. Penerapan konteks etnomatematika dalam soal tes dianggap dapat mempermudah siswa dalam memahami konsep matematika, karena soal tersebut dapat dihubungkan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian pengembangan soal tes berbasis etnomatematika ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan soal tes dengan konteks etnomatematika sehingga menghasilkan soal tes dengan materi sistem persamaan linear dua variabel dengan konteks etnomatematika pasar terapung yang valid dan reliabel. Soal tes yang dikembangkan berbentuk uraian dan diuji cobakan di SMP Negeri 1 Banjarmasin dengan melibatkan 32 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Proses analisis data meliputi validitas logis, validitas empiris, dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Proses pengembangan soal tes dilakukan dengan melalui lima tahapan, yaitu tahap analysis untuk memeriksa kurikulum dan jenjang kelas, tahap design menyusun kisi-kisi dan instrumen, tahap development untuk menyempurnakan kisi-kisi dan instrumen, tahap implementation untuk untuk menguji validitas dan reliabilitas, serta tahap evaluation untuk perbaikan instrumen. (2) Hasil analisis validitas memperoleh soal uraian dengan kategori valid, sementara analisis reliabilitas menunjukkan nilai koefisien dengan kategori reliabilitas tinggi

    PENGEMBANGAN E-MODUL HIDROKARBON BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN HEYZINE FLIPBOOK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN LITERASI SAINS: DEVELOPMENT OF HYDROCARBON E-MODULE WITH PROBLEM-BASED LEARNING USING HEYZINE FLIPBOOK TO INCREASE LEARNING MOTIVATION AND SCIENCE LITERACY

    Full text link
    Tingkat literasi sains dan motivasi belajar peserta didik yang rendah menunjukkan perlunya pengembangan bahan ajar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi hidrokarbon menggunakan website Heyzine Flipbook. E-modul diharapkan memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan untuk meningkatkan literasi sains dan motivasi belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, meliputi Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari 32 peserta didik kelas XIA dan 33 peserta didik kelas XIB di SMAN 3 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui validasi media, angket, observasi, dan tes. Hasil menunjukkan: (1) e-modul valid dengan skor 96,49%; (2) kepraktisan 92,63% (XIA) dan 92,84% (XIB); (3) keefektifan N-Gain motivasi belajar 0,88 (XIA) dan 0,78 (XIB), serta N-Gain literasi sains 0,80 (XIA) dan 0,84 (XIB), semua dalam kategori tinggi. E-modul dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk pembelajaran kimia pada materi hidrokarbon serta berpotensi meningkatkan motivasi belajar dan literasi sains peserta didik

    A Analisis Usaha Peternakan Broiler (Studi Kasus Peternakan X di Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong)

    No full text
    Abstract  This study aims to examine the financial aspects and feasibility of the broiler farming business under a partnership scheme at Farm X in Upau Subdistrict, Tabalong Regency. The components used in this income analysis include production costs, revenue, profit, as well as business feasibility analysis using R/C, B/C, ROI, and BEP. The research was conducted using a purposive sampling method, in which the selected broiler farmer operates at a scale of 4,000 chickens per cycle, with six production cycles per year.  The results of the study show that the average production cost per cycle is IDR 151,368,744, revenue is IDR 165,860,280, and profit is IDR 14,491,506. The R/C of this business is 1.09, The B/C is 0.1, ROI is 9%, production BEP is 6,812 kg, and price BEP is IDR 24,190,-. Based on these results, it can be concluded that the broiler business at Farm X in Upau Subdistrict, Tabalong Regency is profitable and feasible.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari finansial dan kelayakan usaha broiler pola kemitraan peternakan X di Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. Adapun komponen yang digunakan dalam analisis pendapatan ini meliputi biaya produksi,  penerimaan, pendapatan, serta analisis kelayakan usaha dengan R/C, B/C, ROI, dan BEP. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode purposive sampling, dimana peternak broiler yang dipilih memiliki skala usaha 4.000 ekor/periode dalam satu tahun terdapat enam periode produksi. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata biaya produksi per periode sebesar Rp 151.368.744,-,  penerimaan sebesar Rp 165.860.280,-, pendapatan sebesar Rp 14.491.506,-, nilai R/C pada usaha ini memiliki nilai 1,09, nilai B/C sebesar 0,1, ROI diperoleh sebesar 9%, BEP produksi sebesar 6.812 kg, dan BEP harga Rp. 24.190,-. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa usaha broiler di Peternakan X Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong menguntungkan dan layak untuk dilakukan. &nbsp

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in lastΒ 30Β days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! πŸ‘‡