Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    PRA RANCANGAN PABRIK NATRIUM STEARAT DARI STEARIN DAN NATRIUM HIDROKSIDA DENGAN PROSES SAPONIFIKASI KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki banyak perkebunan kelapa sawit dan merupakan penghasil minyak sawit mentah terbesar yang merupakan bahan baku produksi natrium stearat. Permintaan akan senyawa ini terus meningkat setiap tahunnya. Rencananya, pabrik ini akan didirikan di Tarjun Kotabaru, Kalimantan Selatan dengan kapasitas 25.000 ton/tahun dengan luas 12.151 m2 dan beroperasi 330 hari/tahun. Natrium stearat adalah garam natrium dari asam lemak jenuh alami dengan rumus molekul C17H35COONa. Natrium stearat umumnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun, perekat, emulsifier dan bahan anti-caking pada makanan. Natrium stearat dibuat dengan mereaksikan bahan baku utama stearin dan natrium hidroksida (NaOH) menggunakan penyabunan trigliserida pada suhu reaksi 90 dan tekanan 1 atm. Stearin dan natrium hidroksida dimasukkan ke dalam reaktor (CSTR). Di dalam reaktor, reaksi berlangsung dalam fase cair-cair, yang bersifat ireversibel dan eksotermis. Reaksi yang terjadi menghasilkan produk utama adalah natrium stearat dan produk sampingnya adalah gliserol. Memurnikan produk menggunakan decanter, crystallizer, centrifuge, rotary dryer, ball mill dan screener. Berdasarkan analisis ekonomi, pabrik natrium stearat memiliki total investasi sebesar Rp 292.405.265.052 yang dapat dikatakan layak, dengan laba atas investasi (ROI) sebelum pajak sebesar 9,79%, dan ROI setelah pajak sebesar 12,03% dengan laba bersih per tahun sebesar Rp. 34.243.350.448 ,. Jangka waktu pembayaran (POT) sebelum pajak 5,05 tahun dan setelah pajak 4,54 tahun. Break event point (BEP) adalah 50,18% dan shutdown point (SDP) adalah 25,45%. Dari uraian di atas, layak untuk memproduksi natrium stearat dari stearin dan NaOH melalui saponifikasi dengan kapasitas 25.000 ton/tahun.  Kata Kunci: natrium stearat, stearin, natrium hidroksida, CST

    TINGKAT KETERAMPILAN DASAR BERMAIN FUTSAL PADA SISWA EKSTRAKURIKULER FUTSAL DI SMP NEGERI 1 BANJARBARU

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterampilan dasar bermain futsal pada siswa ektrakurikuler futsal di SMPN 1 Banjarbaru. Metode yang digunakan penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengambilan data observasi,  tes  dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa ekstrakuruikuler di SMPN 1 Banjarbaru yang berjumlah 20 siswa, Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan syarat yang telah ditentukan oleh peneliti yaitu, siswa ekstrakurikuler aktif, sehat dan bersedia untuk diteliti.dengan jumlah sampel 20 orang siswa ektrakurikuler Analisis data yang digunakan adalah analisis statis deskriptif dengan metode persentase.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan maka dapat diambil kesimpulkan bahwa tingkat keterampilan bermain futsal peserta ekstrakurikuler futsal di SMP 1 Banjarbaru adalah cukup dengan pertimbangan frekuensi terbanyak pada kategori cukup dengan 7 siswa atau 35%. Tingkat keterampilan dasar bermain futsal peserta  ekstrakurikuler futsal di SMP 1 Bnajarbaru sebanyak 2 siswa (10%) dinyatakan baik sekali, 5 siswa (25%) dinyatakan baik, 7 siswa (35%) di nyatakan cukup, 4 siswa (20%) di nyatakan kurang, 2 siswa (10%) di nyatakan kurang sekali. Kesimpulan dari penelitian tingkat keterampilan dasar bermain futsal di SMP 1 Banjarbaru sebagian besar di kategorikan cukup

    UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR LOKOMOTOR MENGGUNAKAN METODE BLENDED LEARNING DI SEKOLAH DASAR MURUNG SARI 2 AMUNTAI

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi Upaya Peningkatan Keterampilan Gerak Dasar Lokomotor Menggunakan Metode Blended Learning. Siswa kelas tiga di SDN Murung Sari 2 Amuntai dijadikan sebagai sampel penelitian, dan statistik deskriptif dengan persentase digunakan dalam analisis data. memperoleh informasi melalui ujian dan observasi. Metode analisis data penelitian ini adalah metode analisis data deskriptif kuantitatif. Berdasarkan observasi awal gerak dasar lari, diketahui bahwa 18 siswa telah menyelesaikannya dan 12 siswa yang belum menyelesaikannya, sehingga diperoleh tingkat ketuntasan pembelajaran klasikal sebesar 18/30 100% = 60%. Setelah pelaksanaan PTK pada siklus I terjadi peningkatan hasil belajar siswa, khususnya peningkatan hasil belajar sebesar 76% jika menggunakan pendekatan blended learning. Hasil belajar dan penguasaan siswa meningkat 20% menjadi 96% dari hasil belajar secara tradisional pada siklus II PTK. Di kelas III SDN Murung Sari 2 Amuntai, peneliti menemukan bahwa penerapan teknik blended learning meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 36%, dari 60% menjadi 96%

    ANALISIS KEBUGARAN JASMANI BERDASARKAN ASPEK INTENSITAS LATIHAN PADA PESERTA DIDIK SMP NEGERI 7 BANJARMASIN TAHUN AJARAN 2021/2022

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis tingkat kebugaran jasmani berdasarkan aspek intensitas latihan pada peserta didik SMP Negeri 7 Banjarmasin tahun ajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan metode pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan norma Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) dan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik SMP Negeri 7 Banjarmasin yang berjumlah 191 orang dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa: tingkat kesegaran jasmani peserta didik berada pada kategori kurang yang dibuktikan dengan hasil kuesioner pada beban PJOK yang diikuti ringan atau tidak melelahkan. Bergerak dilakukan secara terus menerus, menghitung beban aktivitas fisik dengan merasakan berat ringannya latihan, mengukur beban latihan dari semakin lama latihan semakin berat dan semakin cepat latihan semakin ringan, serta dilakukan secara cepat namun sedikit pengulangan

    OPTIMALISASI PEMANFAATAN SARANA DAN PRASARANA PJOK DI SDN KECAMATAN KELUMPANG HILIR KABUPATEN KOTABARU

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui rasio sarana dan prasarana terhadap jumlah siswa dengan kompetensi dasar pada kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Kelumpang Hilir. Penelitian ini menggunakan jenis survei dengan metode penelitian deskritif kuantitatif. Sampel pada penelitian pada 7 Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Kelumpang Hilir diperoleh dengan purposive sampling technique. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan SARPRAS PJOK yang dilaksanakan guru Penjas tidak optimal, kondisi SARPRAS PJOK di sekolah dalam keadaan baik, keberadaan status SARPAS PJOK di sekolah semuanya masih aman dan dapat dimanfaatkan

    MOTIVASI BERLATIH PEMAIN FUTSAL KLUB MAHABHARATA KECAMATAN KURIPAN KABUPATEN BARITO KUALA

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi latihan pada pemain Futsal Klub Mahabharata Kecamatan Kuripan Kabupaten Barito Kuala. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dalam prosedur penelitian, dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Strategi untuk analisis data deskriptif kuantitatif. 18 pemain klub Mahabharata merupakan populasi. Dengan metode pengambilan sampel lengkap, 18 orang dijadikan sampel untuk penyelidikan ini. Temuan penelitian ini mengarah pada kesimpulan bahwa dengan frekuensi rata-rata 8 atau 44,4%, para pemain Futsal Klub Mahabharata di Kecamatan Kuripan Kabupaten Barito Kuala paling termotivasi untuk berlatih. Tingkat motivasi berlatih pemain Futsal Klub Mahabharata masuk dalam kategori “sangat tinggi” dengan frekuensi 2, kategori “tinggi” dengan frekuensi 5, kategori “sedang” dengan frekuensi 3, kategori “rendah” dengan frekuensi 8, dan kategori “sangat rendah” dengan frekuensi 0 atau 0%

    TINGKAT KONDISI FISIK PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL PUTRA DI MAN 4 BANJAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kondisi fisik peserta ekstrakurikuler futsal putra di MAN 4 Banjar. Metode penelitian dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengambilan data observasi,  tes dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler futsal MAN 4 Banjar yang berjumlah 30 peserta didik, Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan syarat yang telah ditentukan oleh peneliti yaitu keaktifan dan bersedia untuk di teliti. dengan jumlah sampel 15 peserta didik yang merupakan tim inti dari ekstrakurikuler futsal MAN 4 Banjar. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistika deskriptif dengan metode persentase. Dari hasil penelitian Hasil penelitian yang sudah dilakukan tes dan pengukuran terhadap tim inti dari ekstrakurikuler futsal MAN 4 Banjar sebagai berikut; (1) Kecepatan di peroleh pada kategori baik 5 peserta didik dengan persentase 33,3% pada kategori cukup 5 peserta didik dengan persentase 33,3%, pada kategori kurang 5 peserta didik dengan persentase 33,3%. (2) Kelincahan diperoleh pada kategori cukup 3 peserta didik dengan persentase 20%, dan pada kategori kurang sekali 12 peserta didik dengan persentase 93%. (3) Daya ledak otot tungkai diperoleh 10 peserta didik dengan persentase 66,6% pada kategori baik, 3 peserta didik dengan persentase 20% pada kategori kurang 1 peserta didik dengan persentase 6,6%,  dan pada  kategori kurang sekali 1 peserta didik dengan persentase 6,6%. (4) Daya tahan kardiorespirasi diperoleh 1 peserta didik kategori cukup dengan persentase 6,6%, dan pada kategori kurang 14 peserta didik dengan persentase 93,3%. Kesimpulan dari penelitian tentang tingkat kondisi fisik peserta ekstrakurikuler futsal putra di MAN 4 Banjar sebagian besar dominan berada pada kategori kurang

    PERANCANGAN PALANG MERAH INDONESIA KOTA MUARA TEWEH

    Get PDF
    The Indonesian Red Cross, which is often known by the abbreviation PMI, is a national association organization located in Indonesia and engaged in the humanitarian field. The activity that was first carried out by PMI was to help victims of the Indonesian Revolutionary War of Independence and return victims of Allied and Japanese prisoners of war so that the Indonesian Red Cross has gained international recognition. The purpose of the design this time is "How to design the Muara Teweh Indonesian Red Cross (PMI) building which is able to fulfill the activities of the volunteers and their working staff by providing assistance and blood services to the people in the city of Muara Teweh which are appropriate and make rooms with adequate facilities ?”. By using the concept of "Local Wisdom" by prioritizing the function of building the PMI building and using the Symbolism Method in the designPalang Merah Indonesia yang sering dikenal dengan singkatan PMI merupakan sebuah organisasi perhimpunan nasional yang berada di Indonesia dan bergerak dibidang kemanusiaan. Kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh PMI yaitu membantu korban perang revolusi Kemerdekaan RI dan mengembalikan korban tawanan perang  sekutu maupun jepang sehingga Palang Merah Indonesia telah mendapatkan pengakuan secara Internasional. Tujuan perancangan kali ini adalah “Bagaimana cara merancang gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Muara Teweh yang mampu memenuhi aktifitas-aktifitas para relawan dan staff pekerjanya dengan memberikan bantuan serta pelayanan darah pada masyarakat di kota Muara Teweh yang layak dan membuat ruangan dengan fasilitas yang memadai?”. Dengan digunakannya konsep “Kearifan Lokal” dengan mengutamakan fungsi pembangunan gedung PMI dan menggunakan Metode Simbolisme pada perancangan

    PRARANCANGAN PABRIK SODIUM SULFAT DARI SODIUM KLORIDA DAN ASAM SULFAT DENGAN PROSES MANNHEIM KAPASITAS 70.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Pabrik Sodium Sulfat dibangun untuk memenuhi permintaan natrium sulfat di Indonesia 2027 mendatang. Sodium sulfat berfungsi sebagai zat pengisi pada industri deterjen, juga digunakan dalam industri kertas dan gelas. Kebutuhan akan sodium sulfat diprediksi akan meningkat dalam beberapa tahun mendatang, dikarenakan tingginya indeks impor terhadap sodium sulfat. Proses yang digunakan dalam produksi natrium sulfat yaiu dengan mereaksikan natrium klorida dan dan asam sulfat dalam furnace dengan suhu 843°C, tekanan 1 atm dan reaksi bersifat endotermis dan irreversible sehingga membentuk sodium sulfat sebagai produk utama dan asam klorida sebagai produk samping. Asam klorida dipompa menuju condensor untuk selanjutnya disimpan dalam tangki asam klorida. Natrium sulfat diumpankan ke tangka netralizer untuk bereaksi dengan kalsium hidroksida dan natrium karbonat sebelum sebelum dialirkan ke RDVF. Produk RDVF dalam bentuk sodium sulfat dikirim ke kristalizer untuk membentuk kristal kemudian ke centrifuge untuk memisahkan kristal dan larutan induk. Setelah kering, kristal natrium sulfat dikirim ke rotary dryer untuk dikeringkan, kemudian ke ball mill untuk dikecilkan ukurannya lalu dimasukkan ke dalam kemasan. Produk yang dikemas disimpan pada gudang produk. Pabrik dibangun di kawasan industri Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pabrik ini berbentuk Persoroan Terbatas (PT) dengan total karyawan yang dibutuhkan 148 orang. Pabrik natrium sulfat bekerja 330 hari setahun. Analisa ekonomi menunjukkan Return On Investment (ROI) setelah pajak adalah 14%. Pay Out Time (POT) setelah pajak adalah 4,6 tahun. Nilai Break Even Point (BEP) sebesar 44,1% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 23%. Berdasarkan data analitik di atas, dapat disimpulkan bahwa pabrik natrium sulfat dengan kapasitas 70.000 ton/tahun ini layak diteliti lebih lanjut. Kata kunci: Sodium Sulfat, Furnace, BEP, SDP

    PRARANCANGAN PABRIK STEARAMIDA DARI ASAM STEARAT DAN UREA MENGGUNAKAN PROSES AMIDASI DENGAN KAPASITAS 52.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Stearamida merupakan salah satu asam lemak amida primer yang dapat dibuat dalam skala besar dan biasanya tersedia dalam bentuk butiran berbentuk tepung. Stearamida banyak digunakan pada industri pembuatan karet. Bahan baku utama dalam pembuatan stearamida adalah asam stearat dan urea. Prarancangan pabrik direncanakan beroperasi dengan kapasitas 52.000 Ton/Tahun dan akan didirikan pada tahun 2026 di Medan, Sumatera Utara. Stearamida dibuat dari asam stearat dan urea dengan proses amidasi. Urea dan asam stearat yang sebelumnya dileburkan dan direaksikan dalam reaktor dengan proses batch selama 5 jam dengan suhu 160oC dan tekanan 1 atm. Stearamida hasil reaksi yang masih bercampur dengan sisa bahan baku maupun bahan lainnya dimurnikan dengan pelarut. Pemurnian menggunakan klorofrom dilakukan untuk memisahkan produk dari urea yang tersisa dan pemurnian asam stearat yang tersisa dengan menggunakan pelarut etanol. Bentuk perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian menurut jam kerja yang terdiri dari shift and non shift dengan tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 126 orang. Adapun hasil analisa ekonomi memberikan hasil Total Capital Investment (TCI) adalah sebesar Rp 1.210.686.985.440 dan diperoleh hasil penjualan yaitu sebesar Rp 7.280.000.000.000. Selain itu diperoleh juga Retun of Invesment (ROI) sebelum pajak sebesar 65,63% dan sesudah pajak sebesar 42,7%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 1,36 tahun dan sesudah pajak 2 tahun. Sehingga diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 47,53% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 40%. Berdasarkan pertumbuhan hasil pertimbangan dan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik stearamida dengan kapasitas 52.000 ton/tahun layak untuk didirikan.  Kata Kunci: asam stearat, kloroform, stearamida, amidasi, ure

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇