Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    PRA PERANCANGAN PABRIK SODIUM SULFAT DEKAHIDRAT DENGAN PROSES MANNHEIM KAPASITAS 104.000 TON/TAHUN

    No full text
    Perencanaan pabrik sodium sulfat dekahidrat dengan kapasitas 104.000 ton/tahun akan didirikan di kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik dengan luas lahan 31 hektar. Pabrik beroperasi selama 330 hari/tahun dan akan dibangun pada tahun 2027. Pendirian pabrik didasarkan pada kebutuhan sodium sulfat dekahidrat yang meningkat, jumlah impor lebih besar dibanding jumlah ekspornya, dan rendahnya produksi sodium sulfat dekahidrat secara komersil. Produksi sodium sulfat dekahidrat dalam jumlah besar dan skala industri umumnya menggunakan proses Mannheim. Bahan baku garam dan asam sulfat direaksikan di furnace dengan suhu 800 oC. Hasil dari proses tersebut berupa slurry sodium sulfat dan pengotor garam. Kemudian slurry diangkut menuju reaktor untuk mengendapkan pengotor garam dari produk utama dengan penambahan koagulan dan air sebagai pelarut. Selanjutnya, slurry dialirkan ke filter press untuk pemisahan dengan pengotor yang telah mengendap. Hasil dari filter press dikristalkan untuk menghasilkan kristal sodium sulfat dekahidrat dengan suhu operasi 5 oC. Pemisahan kristal dengan larutan yang tidak terkristalkan terjadi di centrifuge. Setelah itu, kristal di keringkan di rotary dryer dan diseragamkan ukurannya menjadi 200 mesh sebelum dimasukkan ke tangki penyimpanan produk. Kemurnian sodium sulfat dekahidrat sebesar 98,90%. Asam klorida sebagai hasil samping diubah fasanya menjadi liquid dengan konsentrasi 32%. Sehingga, produk yang dihasilkan keduanya siap untuk dijual.  Bentuk perusahaan adalah persero terbatas (PT) dengan jumlah karyawan sebanyak 228. Menurut analisa ekonomi, didapat hasil TCI sebanyak Rp. 1.826.706.987.341 dengan pengembalian modal selama 2,5 tahun. Sehingga diperoleh BEP sebesar 42%. Dari hasil tersebut, pabrik layak didirikan.  Kata kunci : sodium sulfat dekahidrat, asam klorida, Mannheim

    PRARANCANGAN PABRIK ACETALDEHYDE DARI ETHYLENE DAN OKSIGEN DENGAN PROSES OKSIDASI KAPASITAS 30.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Acetaldehyde adalah senyawa aldehid yang memiliki wujud cairan yang tak berwarna, mudah terbakar dan daapat larut dalam air. Acetaldehyde digunakan pada industri kimia sebagai bahan baku. Selain itu juga acetaldehyde digunakan untuk bahan sintetis rubber, bahan desinfektan, pembuatan silver pada kaca cermin, untuk proses pengerasan film gelatin kering pada photography, bahan pencampur parfum, sebagai obat bius, dan synthetic resins. Acetaldehyde merupakan salah satu produk kimia yang melakukan proses pembuatan dengan cara proses oksidasi yaitu mereaksikan ethylene dan oksigen dalam reaksi fasa gas yang seragam. Reaksi berlangsung dalam reaktor Reaktor Fix Bed Multitube pada suhu 130°C dan tekanan 3 atmosfer, menggunakan jaket sebagai pendingin. Tingkat konversi reaksi adalah 75%.  Produk yang diperoleh adalah acetaldehyde dengan grade 99,8%. Acetaldehyde yang terbuat dari ethylene dan oksigen ini memiliki kapasitas produksi 30.000 ton/tahun, akan diproduksi dalam 330 hari kerja setahun, dan akan beroperasi mulai tahun 2027. Lokasi Pabrik akan didirikan di daerah industri Cilegon Kab.Serang Banten tepatnya di Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) dengan luas totalnya mencapai 625 hektar. Pabrik ini direncanakan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan jumlah kariyawan sebanyak 181 orang dengan dipimpin oleh seorang direkur utama. Berdasarkan perhitungan ekonomi, didapat nilai break event point sebesar 42% dan nilai shut down point sebesar 29%, sehingga dapat dikatakan bahwa pabrik ini dapat  didirikan.  Kata Kunci: Acetaldehyde, ethylene, oksidas

    Efektivitas Beberapa Jenis Feromon Organik Sebagai Atraktan Lalat Buah Pada Tanaman Cabai

    Get PDF
    Red chili (Capsicum annuum L.) is a commodity that has high economic value, but the potential loss experienced in chili cultivation is also quite high, because chili is quite vulnerable to fruit fly pests. This study aims to determine the response of fruit flies to the use of pheromones derived from various kinds of fruit peels and flesh added with yeast (organic pheromones). This research took place on chili farmers' land located in the village of Tambak Langsat, West Ulin Platform, Banjarbaru City. This study used a randomized block design (RBD) with 11 treatments including the control. The results showed that the treatment given organic pheromones was able to trap fruit flies. Of all the pheromones that were most effective at getting lots of fruit flies was the chili pheromone (0.2 ml) with a catch of 25 individuals and for organic pheromones that were less effective was the mango pheromone (0.2 ml) with a catch of 4 individuals. The type of fruit fly B. dorsalis dominates of the four species with the Diversity Index (H´) of fruit flies being classified as moderate, namely 1.1082, the Dominance Index (D) being high 1 and for fruit flies dominating B. dorsalis.Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tetapi potensi kerugian yang dialami dalam budidaya cabai juga cukup tinggi, karena cabai cukup rentan terhadap serangan hama lalat buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon lalat buah terhadap penggunaan feromon yang berasal dari berbagai macam kulit dan daging buah yang di tambahkan ragi (feromon organik). Penelitian ini bertempat di lahan petani cabai yang terletak di desa Tambak Langsat, Landasan Ulin Barat, Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 11 perlakuan termasuk kontrol. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang diberi feromon organik mampu memperangkap lalat buah. Dari semua feromon yang paling efektif mendapatkan lalat buah banyak adalah feromon cabai (0,2 ml) dengan jumlah tangkapan 25 ekor dan untuk feromon organik yang kurang efektif adalah feromon mangga (0,2 ml) dengan jumlah tangkapan 4 ekor. Jenis lalat buah B. dorsalis mendominasi dari empat jenis dengan Indeks Keanekaragaman (H´) lalat buah tergolong sedang yaitu 1,1082, Indeks Dominasi (D) tergolong tinggi 1 dan untuk lalat buah yang mendominasi B. dorsali

    Pemetaan Serangan Penyebab Penyakit Busuk Batang Jagung di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan

    Get PDF
    This study aims to determine the existence and distribution and extent of stem rot disease in maize in Tanah Laut District, South Kalimantan. This research was conducted from March to July 2022. Sampling was carried out in 10 sub-districts in Tanah Laut Regency, namely Bajuin, Batu Ampar, Bati-bati, Kintap, Kurau, Panyipatan, Pelaihari, Takisung and Tambang Lagi sub-districts which grow corn from 11 districts in Tanah Laut Regency. Observation of sample plants was carried out by observing the symptoms in each sub-district which were taken from three villages that planted corn and from each village 3 corn planting locations were taken. Each village which is the sample point consists of 5 samples taken diagonally. Each point consisted of 100 corn plants so that the number of plants observed at each planting location was 500 plants. Based on the results of observations the causes of corn stem rot caused by fungi and bacteria are spread in all sub-districts that grow corn in Tanah Laut Regency with various attack intensities.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan sebaran serta luasan serangan penyakit busuk batang tanaman jagung di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juli 2022. Pengambilan sampel dilakukan di 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Laut yaitu kecamatan Bajuin, Batu Ampar, Bati-bati, Kintap, Kurau, Panyipatan, Pelaihari, Takisung dan Tambang Ulang yang menanam jagung dari 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Laut. Pengamatan tanaman sampel dilakukan dengan mengamati gejala yang ada pada masing-masing Kecamatan yang diambil dari tiga desa yang menanam tanaman jagung dan setiap desa diambil 3 lokasi pertanaman jagung.  Masing-masing desa yang menjadi titik sampel yang terdiri dari masing-masing 5 sampel yang diambil secara diagonal. Masing-masing titik terdiri dari 100 tanaman jagung sehingga jumlah tanaman yang diamati setiap lokasi pertanaman sebanyak 500 tanaman. Berdasarkan hasil pengamatan penyebab penyakit busuk batang jagung yang disebabkan oleh cendawan dan bakteri tersebar di seluruh kecamatan yang menanam jagung di Kabupaten Tanah Laut dengan intensitas serangan yang beragam

    Uji Efektivitas Ekstrak Kulit Bawang Merah Dalam Mengendalikan Kutu Kebul (Bemisia tabaci Gennadius) Pada Tanaman Cabai

    Get PDF
    Chili plants are plants that are very popular with farmers because they have high economic prices and are easy to cultivate in the highlands and lowlands. One of the chili pest attacks is the whitefly (Bemisia tabaci Gennadius) which is a virus vector that can reduce chili production. Whitefly pest control (Bemisia tabaci Gennadius) still uses chemical pesticides so that alternative controls are needed using vegetable pesticides, one of which is shallot skin extract. The treatment used in this study consisted of 5 treatments namely water control, chemical control and 3 treatments with shallot skin extract concentrations (2%, 4% and 6%) which were repeated 4 times. This study used two application methods, namely the application of shallot skin extract directly to the plant and the application of shallot skin extract directly to the test insect (Bemisia tabaci Gennadius). The results of the study showed that onion skin extract had the highest mortality, namely 27.5% by direct application to plants and 35% by direct application to test insects (Bemisia tabaci Gennadius). at the concentration of shallot skin extract 6%.Tanaman Cabai merupakan tanaman yang sangat disukai para petani karena memiliki harga ekonomi yang tinggi dan mudah dibudidayakan didataran tinggi maupun dataran rendah. Salah satu serangan hama cabai yaitu Kutu kebul (Bemisia tabaci Gennadius) yang merupakan salah satu vektor virus yang dapat menurunkan hasil produksi cabai. Pengendalian hama Kutu kebul (Bemisia tabaci Gennadius) masih menggunakan pestisida kimia sehingga perlunya pengendalian alternatif menggunakan pestisida nabati salah satu yaitu ekstrak kulit bawang merah. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan yaitu kontrol air, kontrol kimia dan 3 perlakuan dengan konsentrasi ekstrak kulit bawang merah ( 2%, 4% dan 6%) yang diulang sebanyak 4 kali. Penelitian ini menggunakan dua cara aplikasi yaitu aplikasi ekstrak kulit bawang merah langsung ketanaman dan aplikasi ekstrak kulit bawang merah langsung ke serangga uji (Bemisia tabaci Gennadius). Hasil penelitian meperlihatkan bahwa ekstra kulit bawang merah dengan mortalitas tertinggi yaitu  27,5% dengan cara aplikasi langsung ke tanaman dan 35% dengan cara aplikasi langsung ke serangga uji (Bemisia tabaci Gennadius). pada konsentrasi ekstrak kulit bawang merah 6%.&nbsp

    Pertumbuhan Bibit Indigofera zollingeriana pada Berbagai Dosis Pupuk Organik Cair Urin Kambing

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai level Pupuk Organik Cair(POC) urin kambing terhadap pertumbuhan Indigofera zollingeriana pada masa pembibitan. Penelitianmenggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas tiga dosis pupuk organik cair dengan enamulangan sehingga terdapat 18 unit percobaan. Konsentrasi pupuk organik cair urin kambing yangdigunakan adalah sebanyak 9 ml/l dengan dosis pemberian 200 ml/polybag, 250 ml/polybag dan 300ml/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC urin kambing dengan berbagai dosispada pertumbuhan bibit Indigofera zollingeriana tidak memberikan pengaruh yang nyata (P > 0,05)terhadap tinggi tanaman, diameter batang dan biomasa akar.Pupuk Organik Cair, Urin Kambing, Indigofera zollingeriana

    IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) BERBANTUAN APLIKASI MODUL CHEMONDROID TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PADA MATERI TATA NAMA SENYAWA

    Get PDF
    Penelitian mengenai implementasi model Project Based Learning (PjBL) berbantuan aplikasi modul Chemondroid terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada materi tatanama senyawa di SMK Negeri 2 Banjarmasin tahun ajaran 2020/2021. Penelitian bertujuan agar mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif, peningkatan hasil belajar, dan respon peserta didik terhadap implementasi model PjBL berbantuan aplikasi modul Chemondroid  pada materi tatanama senyawa. Metode yang digunakan adalah pre-experiment dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas X Multimedia B di SMK Negeri 2 Banjarmasin. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non-tes. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan (1) Terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test dengan N-gain sebesar 0,63 dalam kategori sedang, (2) terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik dengan N-gain sebesar 0,76 dalam kategori tinggi, (3) Rata-rata nilai respon peserta didik sebesar 39,49 memenuhi level pada rentang kriteria positif. Sehingga implementasi model Project Based Learning (PjBL) berbantuan aplikasi modul Chemondroid  berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif peserta didik di SMK Negeri 2 Banjarmasin

    PENGEMBANGAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA BERBASIS KEARIFAN LOKAL PASAR AHAD KERTAK HANYAR PADA MATERI STATISTIKA KELAS X

    No full text
    Saat ini pelaksanaan pendidikan di Indonesia menerapkan Kurikulum Merdeka. Perangkat pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum ini disebut modul ajar. Modul ajar berbasis kearifan lokal diharapkan dapat memudahkan siswa dalam memahami materi selama proses pembelajaran. Tujuan penelitian adalah menghasilkan modul ajar kurikulum merdeka berbasis kearifan lokal Pasar Ahad Kertak Hanyar pada materi statistika kelas X. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Thigarajan (4-D). Langkah-langkah dalam model 4-D terdiri dari pendefinisian, perancangan, pengembangan, validasi dan uji coba produk. Pada tahap uji coba dilakukan uji keterbacaan, kepraktisan, dan keefektifan. Untuk validasi, uji keterbacaan dan kepraktisan diukur menggunakan angket. Sedangkan, uji keefektifan diukur berdasarkan hasil evaluasi belajar siswa. Berdasarkan validasi dari tiga validator, diperoleh hasil validasi dari keseluruhan validator adalah 87,30% dengan kategori sangat valid. Hasil uji keterbacaan yang diperoleh dari tiga responden yaitu 98,33% dengan kriteria sangat baik. Selanjutnya pada uji kepraktisan diperoleh nilai keseluruhan yaitu 79,17% dengan kriteria praktis. Sedangkan, uji keefektifan dari hasil evaluasi siswa mendapatkan persentase 74,07% dengan kategori efektif. Dari hasil yang diperoleh, modul ajar dinyatakan valid, efektif, dan praktis

    PENGEMBANGAN MEDIA KARMARU (KARTU MATEMATIKA SERU) BERBASIS ETNOMATEMATIKA MATERI LINGKARAN

    Get PDF
    Pada proses pembelajaran matematika, terkadang peserta didik yang biasanya bersemangat saat mengikuti pembelajaran matematika bisa merasakan bosan dalam mengerjakan soal-soal latihan matematika, yang menyebabkan hasil belajar peserta didik belum sesuai harapan. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan agar suasana belajar peserta didik jadi lebih menyenangkan adalah game kartu berupa media KARMARU (Kartu Matematika Seru). Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan media KARMARU berbasis etnomatematika materi lingkaran yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development). Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Hasil penelitian yang diperoleh yaitu berdasarkan uji validitas, media KARMARU telah dinyatakan valid. Nilai rata-rata skor validitas 3,39 dan berada pada kriteria valid. Berdasarkan hasil dari angket respon peserta didik dan guru, media KARMARU telah dinyatakan praktis. Nilai rata-rata skor respon peserta didik dan respon guru 3,38 dan dengan kriteria praktis, sedangkan berdasarkan nilai tes hasil belajar peserta didik, media KARMARU telah dinyatakan sangat efektif. Persentase nilai rata-rata skor tes hasil belajar peserta didik yaitu 90% dengan kriteria sangat efektif

    KONDISI KUALITAS AIR DI KOLAM PEMBESARAN IKAN NILA KAMPUNG IWAK KELURAHAN MENTAOS: WATER QUALITY CONDITION IN TILAPIA FISH PONDS AT KAMPUNG IWAK, MENTAOS VILLAGE

    Get PDF
    WATER QUALITY CONDITION IN TILAPIA FISH PONDS AT KAMPUNG IWAK, MENTAOS VILLAGE Penelitian ini dilakukan di Kampung Iwak, yang terletak di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Daerah ini merupakan area permukiman dengan bisnis budidaya ikan nila di setiap rumah. Kualitas air sungai sebagai sumber air untuk kolam pemeliharaan ikan nila perlu dievaluasi berdasarkan parameter dan metode tertentu sesuai dengan regulasi yang berlaku. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kematian ikan nila di kolam pemeliharaan serta membandingkan kualitas air dengan standar SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu air pada kedua kolam berkisar antara 27-30°C, yang memenuhi kriteria SNI untuk pembesaran ikan nila. Namun, pH tidak memenuhi standar SNI karena kurang dari 6,5-8,5 yang dapat menyebabkan kematian secara perlahan-lahan. DO juga tidak memenuhi standar SNI pada beberapa waktu pengukuran dan fluktuatif setiap enam jam dalam sehari.Tingkat kecerahan mencapai standar SNI untuk kedua kolam tersebut. Evaluasi kondisi lingkungan sangat penting dalam menjaga tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila dalam pembudidayaannya.Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa manajemen lingkungan harus ditingkatkan sehingga dapat menjaga stabilitas level pH dan oksigen terlarut (DO) dalam batas normal sehingga angka mortalitas dapat menurun atau bahkan mencapai nol persen sehingga akan membawa keuntungan finansial yang lebih besar dari bisnis budidaya ikan nila di sekitar daerah tersebut. The research was conducted in Kampung Iwak, located in Banjarbaru City, South Kalimantan Province. This area is a residential area with fish farming businesses in every house that breed tilapia. The quality of the river water as a source of water for the tilapia fishpond needs to be evaluated based on certain parameters and methods according to applicable regulations. The study aims to identify the causes of death of tilapia in breeding ponds and compare water quality with SNI standards. The results showed that the water temperature in both ponds ranged from 27-30°C, which meets SNI criteria for tilapia breeding. However, pH did not meet SNI standards as it was below 6.5-8.5 which can cause gradual death. DO also did not meet SNI standards at some measurement times and fluctuated every six hours per day. Brightness levels met SNI standards for both ponds. Evaluation of environmental conditions is very important in maintaining growth and survival rates of tilapia under cultivation. From this study it is concluded that environmental management must be improved so as to maintain stability of pH level and dissolved oxygen (DO) within normal limits so that mortality rates can decrease or even reach zero percent, resulting in increased production from tilapia aquaculture businesses around the area which will bring greater benefits financially

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇