Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    PENGEMBANGAN E-INSTRUMEN TES MATERI STOIKIOMETRI MENGGUNAKAN BLOOKET GAME UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA SMA

    Get PDF
    Proses pembelajaran perlu dievaluasi keberhasilannya untuk mengukur sejauh mana proses belajar mengajar yang dilakukan kepada peserta didik melalui alat ukur yaitu instrumen evaluasi. Studi pendahuluan melalui observasi yang dilakukan menunjukkan bahwa sebagian besar guru tidak membuat instrumen secara eksklusif dalam melakukan evaluasi pembelajaran, dan penilaian yang dilakukan masih berbasis kertas. Alat evaluasi pembelajaran dapat dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi, salah satunya adalah aplikasi blocket game . Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen elektronik pada bahan stoikiometri menggunakan permainan blocket yang digunakan untuk memancarkan berpikir kritis peserta didik yang valid secara isi dan konstruk, reliabel, memiliki kesukaran dan daya pembeda yang baik, terbaca dan respon yang baik dari peserta didik. Pengembangan e-instrumen menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE ( Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation ). Peserta didik SMA Negeri 4 Banjarmasin sebanyak 114 merupakan subjek dalam penelitian ini dan instrumen elektronik yang dikembangkan merupakan objek penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan e-instrumen tes dan angket yang kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif menggunakan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan instrumen tes elektronik valid, reliabel, kesukaran sedang, daya pembeda sedang, memiliki tingkat keterbacaan yang baik sekali dan direspon baik oleh peserta didik. Pada uji coba kelompok kecil yang terdiri dari 34 peserta didik diperoleh 15 butir soal yang layak untuk dilanjutkan ke tahapan penelitian berikutnya berdasarkan hasil validitas dan daya pembeda butir soal yang dilakukan dari total 20 butir soal sebelumnya. Pada uji coba lapangan terdiri dari 70 peserta didik, diperoleh sebanyak 15 butir soal yang layak digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis

    PEMODELAN QUAL2Kw UNTUK ANALISIS DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMAR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BARITO (SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI ALALAK) KOTA BANJARMASIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: QUAL2Kw MODELING FOR ANALYSIS OF POLLUTION LOADING CAPACITY IN THE BARITO RIVER FLOW AREA (ALALAK RIVER SUB REGION) BANJARMASIN CITY SOUTH KALIMANTAN PROVINCE

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan pada DAS Barito (Sub DAS Alalak) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang bertujuan untuk melihat status mutu air, serta memahami daya tampung beban pencemarnya. Metode yang dipakai metode Indeks Pencemaran (IP) dan Neraca Massa. Mutu air di Sub DAS Sungai Alalak dikategorikan tercemar ringan hingga sedang berdasarkan hasil hitung Indeks Pencemaran (IP). Pada stasiun I, IP berkisar antara 4,42 - 4,65. Stasiun II, IP berkisar antara 2,954 - 6,039. Pada stasiun III, IP berkisar antara 3,338 - 4,651. Selanjutnya, IP diubah menjadi Indeks Kualitas Air (IKA). Stasiun I, IKA berkisar antara 50 - 60. Stasiun II, IKA berkisar antara 45 - 60. Stasiun III, IKA berkisar antara 54 - 62,5. Hasil hitung daya tampung beban pencemar Sungai Alalak menunjukkan beberapa parameter memenuhi standar mutu air, seperti TSS, pH, DO, dan nitrat. Akan tetapi, ada beberapa parameter yang melebihi standar mutu air, seperti BOD, fosfat, dan amonia

    Pengendalian Kutu Beras (Sitophilus oryzae l.) Secara Organik: Organic Control of Rice Weevils (Sitophilus oryzae l.)

    Get PDF
    Rice weevils can cause damage to rice in warehouses, so it is necessary to control them in an environmentally friendly manner. The aim of this research was to determine the effect of various types of organic pesticides used on rice weevils (Sitophilus oryzae L.). This study used a completely randomized design (CRD), consisting of 6 treatments applied during the imago stage. Each treatment consisted of 4 replications so that the experimental units obtained were 24 experiments. The results of the research show that the use of vegetable pesticides has the potential to kill rice weevils. Mortality observations obtained very significantly different results, where the open eco enzyme (TT) treatment with a percentage of 72.50% was a treatment that had an influence on rice weevil mortality. All treatments were able to kill rice weevils. from percentage 35 to 72.5. All botanical pesticides used can suppress the rice weevil population for up to 4 weeks after application and there is an increase thereafter and repeated applications are necessary to suppress the population.Kutu beras dapat menimbulkan kerusakan beras pada gudang, sehingga perlu dilakukan pengendalian yang memiliki sifat ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari berbagai jenis pestisida organik yang digunakan terhadap kutu beras (Sitophilus oryzae L.). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 6 perlakuan yang diaplikasikan pada masa stadia imago. Tiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan sehingga unit percobaan yang diperoleh menjadi 24 percobaan. Hasil penelitian menunjukan penggunaan pestisida nabati memiliki potensi mematikan kutu beras, pengamatan mortalitas didapat hasil berbeda sangat nyata dimana pada perlakuan eco enzyme terbuka (TT) dengan persentase 72,50% merupakan perlakuan yang memiliki pengaruh terhadap mortalitas kutu beras, semua perlakuan dapat mematikan kutu beras dari persentase 35 hingga 72,5. Semua pestisida nabati yang digunakan dapat menekan populasi kutu beras hingga 4 minggu setelah aplikasi dan terjadi peningkatan setelahnya serta perlu melakukan aplikasi berulang untuk menekan populasi

    Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Plus Pada Bawang Merah (Allium ascalonicum) terhadap Keanekaragaman Arthropoda di Lahan Gambut: The Effect of Applying Organic Plus Fertilizer on Shallots (Allium ascalonicum) on Arthropod Diversity in Peatlands

    Get PDF
    Shallots (Allium ascalonicum L.) from the Lilyceae family are annual horticultural plants. The aim of this research is to determine the effect of the application of organic fertilizer plus on the diversity of arthropods in shallot plants in peatlands. The method used in this research was a one-factor Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replications. Data from arthropod identification results are grouped based on order and family which are presented in tabular form. Then an analysis was carried out using diversity indices, species richness and species evenness. The results of the research show that the most dominant arthropods are the predator group. The results also show that the level of arthropod species diversity is moderate, the level of arthropod species richness is low, the level of evenness of arthropod species shows an unstable distribution. The most dominant group of arthropods is the predator group and the results of the LSD analysis test at the 5% level showed a real influence on the diversity of arthropods in shallot plants in peatlands where organic fertilizer plus 125 g/hole was applied with an average of 48.40 individuals.Bawang merah (Allium ascalonicum L.) dari famili Lilyceae merupakan tanaman hortikultura semusim. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari aplikasi pupuk organik plus terhadap keanekaragaman arthropoda pada tanaman bawang merah di lahan gambut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data hasil identifikasi arthropoda dikelompokan berdasarkan ordo dan famili yang disajikan dalam bentuk tabulasi. Kemudian dilakukan analisis menggunakan indeks keanekaragaman, kekayaan jenis, dan kemerataan spesies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arthropoda yang paling mendominansi yaitu kelompok predator. Hasil juga menunjukan tingkat keanekaragaman jenis arthropoda sedang, tingkat kekayaan jenis arthropoda rendah, tingkat kemerataan spesies arthropoda menunjukan penyebaran yang tidak stabil. Kelompok arthrropoda yang paling mendominasi adalah kelompok predator dan hasil uji analisis LSD pada taraf 5% terdapat pengaruh nyata terhadap keanekaragaman arthropoda pada tanaman bawang merah di lahan gambut yang diaplikasikan pupuk organik plus 125 g/lubang dengan rata-rata sebesar 48,40 ekor

    PENGGUNAAN BUNGKIL INTI SAWIT TERHIDROLISIS DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS EKSTERIOR DAN INTERIOR TELUR AYAM PETELUR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan BIS terhidrolisisterhadap kualitas eksterior dan interior telur ayam ras petelur dan untuk mengetahuitingkat penggunaan BIS terhidrolisis optimum dalam ransum untuk memperoleh kualitaseksterior dan interior telur ayam petelur yang terbaik. Berdasarkan hal tersebut, BIS yangtelah terhidrolisis dapat ditingkatkan penggunaanya dalam ransum unggas. Meskipundemikian masih belum diketahui apakah penggunaan BIS terhidrolisis berpengaruhterhadap kualitas telur. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahuipengaruh tingkat penggunaan BIS yang terhidrolisis secara enzimatis terhadap kualitaseksterior dan interior telur ayam ras petelur. Rancangan penelitian ini menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan lima ulangan dengansetiap ulangan terdiri atas empat ekor ayam petelur betina sehingga jumlah ayam yangdigunakan 80 ekor. Perlakuan penelitian adalah dengan tingkat penggunakan bungkil intisawit terhidrolisis dalam ransum. Ayam yang digunakan berumur 50 minggu. Ayampetelur dipelihara dalam kandang sistem baterai. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapatdisimpulkan bahwa penggunaan BIS terhidrolisis hingga 30% untuk menggantikanjagung, tidak berpengaruh nyata terhadap berat telur, tebal kerabang, nilai HU, dan warnakuning telur. Peningkatan penggunaan BIS terhidrolisis secara sangat nyatameningkatkan nilai indeks putih telur. Penggunaan 30% BIS terhidrolisis tidakmempengaruhi kualitas eksterior dan interior telur, maka disarankan BIS terhidrolisisdapat digunakan hingga 30% sebagai sumber energi dan protein pada ransum ayampetelur

    KANDUNGAN FRAKSI SERAT SILASE BATANG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca acuminata balbisiana) YANG DIBERI EFFECTIVE MICROORGANISM 4 (EM4) PADA LEVEL YANG BERBEDA

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan EM4 dengan level berbeda terhadap kandungan NDF, ADF, Hemiselulosa, Selulosa dan Lignin pada silase batang pisang kapok dan menentukan dosis EM4 yang optimal terhadap kualitas nutrisi silase batang pisang kepok. Penelitian ini dilaksanakan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru pada bulan Juli 2022 sampai dengan bulan September 2022. Perlakuan pada penelitian ini, yaitu penambahan EM4 sebanyak 4%, 6%, 8%, 10%, dan tanpa pemberian EM4 (kontrol). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan menggunakan Analisis Ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EM4 dengan level berbeda berpengaruh nyata (p<0,05) dapat menurunkan NDF, ADF, Hemiselulosa, Selulosa dan Lignin. Penambahan EM4 yang optimal untuk mendapatkan hasil yang terbaik adalah penambahan 10% EM4 mampu menurunkan NDF (66,23%), ADF (54,15%), Hemiselulosa (12,08%), Selulosa (21,20%), dan Lignin (1,77%)

    PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBELAJARAN KIMIA ASAM-BASA BERBASIS MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERKONTEKS LAHAN BASAH UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS

    Get PDF
    Abstrak. Pengembangan e-modul kimia asam basa berbasis model Problem based learning (PBL) berkonteks lahan basah ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan literasi sains siswa di SMA PGRI 6 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan dari e-modul yang dikembangkan. Desain pengembangan pada penelitian ini menggunakan desain R&D dengan model 4D (Defind, Design, Develop, Desseminate). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 SMA PGRI 6 Banjarmasin sebanyak 22 orang siswa pada uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba keseluruhan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik persentase yang mana hasil analisis validitas menunjukkan e-modul yang dikembangkan sangat valid dengan skor 97,91%. Hasil analisis kepraktisan pada uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba terbatas menujukkan e-modul yang dikembangkan sangat praktis dengan skor 3,75. Pada analisis keefektifan uji coba terbatas menunjukkan e-modul yang dikembangkan efektif dengan N-gain dikategori tinggi dengan skor rata-rata 0,73. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa e-modul pembelajaran kimia asam basa bebasis model Problem Based Lerarning (PBL) layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran.   Kata kunci : E-modul, Problem Based Learning, literasi sains, lahan basah, asam basa

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN SOAL HIGHER-ORDER THINKING SKILLS (HOTS) BERBASIS GOOGLE FORM UNTUK MENGUKUR HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI HIDROLISIS GARAM

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen soal HOTS berbasis Google Form yang valid dan praktis sebagai alat ukur hasil belajar peserta didik pada materi hidrolisis garam. Metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan model Borg & Gall. Sampel penelitian ini adalah 5 orang validator yang terdiri dari 2 orang dosen Program Studi Pendidikan Kimia FKIP ULM Banjarmasin, 1 orang ahli materi, dan 2 orang guru kimia di SMAN 2 Banjarmasin, serta peserta didik kelas XI MIPA SMAN 2 Banjarmasin yang berjumlah 10 orang pada uji coba lapangan awal dan 36 orang pada uji coba lapangan utama. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket validasi, angket uji keterbacaan peserta didik, dan instrumen soal tes. Hasil validasi dari validator menunjukkan bahwa instrumen soal yang dikembangkan sangat valid dengan persentase sebesar 89,20%. Hasil analisis butir soal menunjukkan bahwa hasil validitas isi instrumen soal melebihi 0,40 (kategori valid) dengan reliabilitas 0,89 dan memiliki tingkat kesukaran sedang, serta daya beda soal diterima baik. Hasil analisis kepraktisan menunjukkan bahwa instrumen soal yang dikembangkan sangat baik dengan persentase 90,50% pada uji coba lapangan awal dan 90,40% pada uji coba lapangan utama. Hasil ketuntasan belajar peserta didik pada uji coba lapangan awal menunjukkan bahwa 70% tuntas dan 30% belum tuntas. Sedangkan, hasil ketuntasan belajar peserta didik pada uji coba lapangan utama menunjukkan bahwa 69,44% tuntas dan 30,56% belum tuntas

    The VALIDITAS PERANGKAT MODEL SCIENTIFIC CRITICAL THINKING MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SELF EFFICACY PESERTA DIDIK

    No full text
    Salah satu permasalahan pembelajaran kimia yaitu peserta didik cenderung kesulitan menganalisis fakta dan konsep, serta hanya menerima pembelajaran tanpa adanya timbal balik dikarenakan pendidik menggunakan metode konvensional sehingga proses pembelajaran kurang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran serta mengetahui hasil uji coba terbatas pada pembelajaran menggunakan model Scientific Critical Thinking terhadap materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penelitian ini mengacu pada model Thianarajan yang dikenal dengan model 4-D dan dimodifikasi menjadi 3-D dengan tahap define, design, dan develop, karena penelitian ini dilakukan hanya untuk menghasilkan produk prototype serta keterbatasan waktu penelitian sehingga tahap keempat yaitu penyebaran atau disseminate tidak digunakan. Perangkat instrumen yang dikembangkan terdiri atas silabus, RPP, LKPD, soal tes kemampuan pemecahan masalah, angket self-efficacy, angket respon peserta didik dan modul ajar. Pengumpulan data menggunakan teknis tes dan nontes yang dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata validasi perangkat instrumen berdasarkan skala Aiken’s V berturut-turut ialah (0,83) (0,87), (0,86), (0,84), (0,845), (0.875), (0.86). Hasil uji coba terbatas peserta didik menunjukan rata-rata hasil pre-test dan post-test kemampuan pemecahan masalah ialah 48,78 (cukup kritis) dan 83,53 (sangat kritis), rata-rata pre-test dan post-test self-efficacy ialah 44,689 (tidak baik) dan 82,178 (baik), dan rata-rata respon peserta didik ialah 42,067 (sangat setuju)

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN LIVE STREAMING BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN MODEL BLENDED LEARNING UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS

    Get PDF
    Kurang bervariasinya media pembelajaran saat ini mengakibatkan berpikir kritis pada peserta didik masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran Live streaming berbasis Website meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik yang valid, praktis dan efektif. Produk yang dihasilkan berupa video. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Model ADDIE terbagi menjadi lima fase yaitu, analisis, perencanaan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Subjek penelitian berjumlah 31 orang peserta didik kelas XI-MIPA 4 SMA Negeri 2 Banjarmasin. Hasil dari penelitian ini adalah media pembelajaran Live streaming berbasis Website yang dikembangkan memenuhi kriteria dalam kategori sangat valid, sangat praktis, dan efektif dalam kategori tinggi yaitu hasil Ngain berpikir kritis 0,74. Kesimpulannya adalah media pembelajaran Live streaming berbasis Website merupakan suatu media yang dapat digunakan pada proses pembelajaran bagi guru dan khususnya peserta didik untuk melatihkan kemampuan berpikir kritis

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇