Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
TOKO KOPI DAN KAFE DI BANJARBARU
In the city of Banjarbaru, the growth of the coffee shop industry is now accelerating. This is evident from the large number of coffee shops that have appeared since it has become a way of life for the majority of individuals in modern society.
The design of the Coffee Shop in Banjarbaru must prioritize visitor comfort and satisfaction. This requires a calm atmosphere in the midst of busy activities in the cafe. To realize this need, it is necessary to have good spatial organization by taking into account the environment around the design area and user needs.
With a flexible space intended to accommodate students and the general public to work, communicate, cooperate, discuss, and other activities that can improve each individual's ideas, this design solution is created based on the Collaborative Coffee Shop concept.Pertumbuhan industri kedai kopi kini semakin pesat di Kota Banjarbaru. Hal ini terlihat dari banyaknya kedai kopi yang bermunculan karena telah menjadi gaya hidup sebagian besar individu dalam masyarakat modern.
Perancangan coffee shop di Banjarbaru harus mengutamakan kenyamanan dan kepuasan pengunjung. Di tengah hiruk pikuk aktivitas di kafe, lingkungan yang tenang sangat diperlukan. Lingkungan di sekitar kawasan dan permintaan pengguna harus dipertimbangkan untuk mendapatkan organisasi tata ruang yang sesuai dengan kebutuhan.
Dengan ruang fleksibel yang ditujukan untuk mewadahi mahasiswa dan masyarakat umum untuk bekerja, berkomunikasi, bekerja sama, berdiskusi, dan kegiatan lain yang dapat meningkatkan ide masing-masing individu, solusi desain ini dibuat berdasarkan konsep Collaborative Coffee Shop
PRARANCANGAN PABRIK ASAM SULFAT DARI HIDROGEN SULFIDA DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 150.000 TON/TAHUN
Indonesia merupakan salah satu negara dengan perkembangan industri kimia yang pesat.Berkembangnya sektor industri kimia di Indonesia beriringan dengan peningkatan jumlah bahan baku yangharus dipenuhi untuk kebutuhan produksi, salah satunya adalah asam sulfat. Asam sulfat merupakan salahsatu bahan kimia utama maupun penunjang yang banyak diperlukan diberbagai industri kimia. Rancanganpabrik asam sulfat ini memiliki kapasitas produksi 150.000 ton/tahun. Bahan baku yang digunakan adalahhidrogen sulfida dengan katalis vanadium pentaoksida. Proses produksi asam sulfat menggunakan proseswet sulfuric acid (WSA). Pabrik akan didirikan di Balikpapan, Kalimantan Timur dengan waktu produksi330 hari/tahun. Proses produksi terdiri dari proses pembakaran gas hirogen sulfida, reaksi oksidasi, sertahidrasi. Proses pembakaran akan dilakukan dalam furnace, reaksi oksidasi akan dilakukan di reaktor fixedmultibed dengan suhu operasi sebesar 410°C dan tekanan 1 atm, dan proses hidrasi akan terjadi dalam heatexchanger. Utilitas pendukung proses meliputi kebutuhan air 2.985,636 m3/hari, kebutuhan steam 3.955,907kg/jam, kebutuhan cold process gas 126.920,470 kg/jam, kebutuhan listrik 131,022 kWh dan bahan bakaryang diperlukan furnace sebanyak 3.043,425 kg/jam. Bentuk perusahaan yang dipilih adalah PerseroanTerbatas (PT) dengan jumlah karyawan sebanyak 220 orang, terdiri atas karyawan shift dan non shift.Berdasarkan evaluasi ekonomi, Annual Cash Flow (ACF) yang didapatkan sebesar 35%, Pay Out Time(POT) sebesar 3,2 tahun, dan Break Event Point (BEP) sebesar 43,95%
PRARANCANGAN PABRIK KALSIUM KLORIDA DARI BATU KAPUR DAN ASAM KLORIDA DENGAN KAPASITAS 67.000 TON/TAHUN
Kebutuhan kalsium klorida di Indonesia seringkali mengalami kenaikan tetapi kebutuhan tersebut masih terpenuhi dengan proses impor. Hal tersebut dikarenakan banyaknya industri yang menggunakan kalsium klorida sebagai bahan baku dalam pembuatan produk pada industri tersebut. Pendirian pabrik kalsium klorida sangat diperlukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan kalsium klorida dalam negeri yang terus meningkat serta menambah devisa negara melalui proses ekspor. Pabrik ini dirancang dengan kapasitas produksi sebesar 67.000 ton/tahun dengan waktu operasi selama 330 hari dan 24 jam/hari.Kalsium klorida pada pabrik ini diproduksi menggunakan metode netralisasi dengan bahan baku utama berupa batu kapur sebanyak 7.702,32 kg/jam dan asam klorida sebanyak 15.207,71 kg/jam. Selain bahan baku utama juga diperlukan bahan pendukung yaitu kalsium hidroksida. Proses produksi terbagi menjadi 4 tahapan yaitu persiapan bahan baku, pembentukan reaksi antara batu kapur dan asam klorida, netralisasi dan kristalisasi, dan pengendalian produk. Pabrik ini menghasilkan produk utama berupa kalsium klorida dihidrat berukuran 200 mesh. Lokasi pabrik berada di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur dengan estimasi mulai beroperasi pada 2027. Berdasarkan hasil evaluasi analisa ekonomi, dapat disimpulkan bahwa pendirian pabrik kalsium klorida dari batu kapur dan asam klorida dengan kapasitas 67.000 ton/tahun layak untuk didirikan dengan rincian Pay Out Time (POT) 1,41 tahun, Rate of Return(ROR) 79,07%, dan Break Even Point (BEP) sebesar 49,10%
PRARANCANGAN PABRIK ALUMINIUM SULFAT DARI ALUMINIUM HIDROKSIDA DAN ASAM SULFAT DENGAN PROSES GIULINI KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN
Dalam industri pengolahan air sebagai reagen flokulan untuk penjernihan air yang digunakan biasanya adalah aluminium sulfat. Berdirinya pabrik aluminium sulfat sangat penting di Indonesia karena diharapkan dapat mencukupi kebutuhan aluminium sulfat dalam negeri, mengurangi impor, serta menambah pemasukan bagi negara dengan mengekspor aluminium sulfat. Perencanaan pabrik yang didirikan akan beroperasi dengan kapasitas 25.000 ton/tahun di Gresik, Jawa Timur.
Aluminium sulfat dapat dibuat dari Al(OH)3 dan H2SO4 dengan proses Giulini. Pembentukan produk dilakukan didalam reaktor alir tangki berpengaduk (RATB) dengan kondisi operasi 170°C dan tekanan 5 atm. Produk akhir berupa aluminium sulfat dengan kandungan Al2O317,2%, Fe2O3 <0,01% dan bahan yang tidak larut 0,03%. Kebutuhan utilitas air diambil dari sungai brantas dan kebutuhan utilitas listrik dari PT PLN gresik.
Analisa ekonomi didapat pada TCI sebesar Rp 109.378.111.755,- dengan biaya penjualan yaitu sebesar Rp 243.750.003.725,-. Diperoleh ROI sebelum pajak sebesar 29,13% dan ROI sesudah pajak sebesar 18,94%. POT sebelum pajak yaitu 2,69 tahun dan POT sesudah pajak yaitu 3,71 tahun. Sehingga diperoleh BEP sebesar 43% dan SDP sebesar 27%. Berdasarkan pertimbangan hasil analisa ekonomi tersebut, maka pabrik aluminium sulfat dengan kapasitas 25.000 ton/tahun ini layak untuk didirikan.
Kata kunci: Aluminium Hidroksida, Asam Sulfat, Aluminium Sulfat, Giulin
PRARANCANGAN PABRIK DEKSTRIN DARI BONGGOL PISANG DENGAN PROSES HIDROLISIS ENZIMATIS KAPASITAS 12.000 TON/TAHUN
Tanaman pisang merupakan suatu tanaman yang memiliki banyak keguanaan dan dapat dimanfaatkan mulai dari akar hingga daun. Kandungan pati pada bonggol pisang bisa dimanfaatkan menjadi dekstrin. Salah satu bahan kimia yang potensial adalah dekstrin yang digunakan sebagai pengental. Pabrik dekstrin berbahan baku bonggol pisang ini dirancang dengan kapasitas 12.000 ton/tahun. Bahan baku yang dibutuhkan sebanyak 17.695,45 ton/tahun. Pada pra-rancangan ini, dekstrin diproduksi melalui beberapa tahapan, yaitu pre-treatment yang dilakukan menggunakan steam explosion dan dilanjutkan tahap pemisahan kadar lignin yang ada, kemudian dilanjutkan dengan proses hidrolisis pati yang menghasilkan dekstrin. Proses ini menggunakan CSTR dengan bantuan katalis enzim α-amilase. Reaksi dilakukan pada tekanan 1 atm dan suhu 95°C. Dekstrin yang berbentuk slurry dialirkan ke dalam Rotary Vacuum Filter untuk dipisahkan antara cake dan filtrat. Dekstrin kemudian diumpankan ke evaporator untuk mendapatkan kemurnian yang tinggi, kemudian dilanjutkan ke spray dryer untuk mengubah fase dekstrin menjadi serbuk. Pabrik ini direncanakan akan dibangun pada wilayah Dusun Krajan, Papringan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang dengan luas tanah 53 hektar. Jumlah karyawan yang dibutuhkan sebanyak 184 orang. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa keuntungan penjualan bersih Rp. 121.271.840.757,87. Tingkat pengembalian investasi (Return on Investment/ROI) sebesar 8,20%. Waktu pengembalian modal (Pay Out Time/POT) adalah 4,32 tahun. Dengan demikian, titik impas (Break Even Point/BEP) mencapai 41,78%. Berdasarkan evaluasi ekonomi tersebut, maka pabrik desktrin dengan kapasitas produksi 12.000 ton per tahun layak untuk didirikan
Pra PRARANCANGAN PABRIK SODIUM SILIKAT DENGAN PROSES HIDROTERMAL KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN
Meningkatnya pertumbuhan industri dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah era globalisasi. Di dunia industri, saat ini Indonesia belum mengalami kemajuan. Hal ini disebabkan oleh pasokan impor dari luar negeri yang dibutuhkan oleh beberapa industri. Salah satu bahan kimia yang masih memerlukan kegiatan impor dari luar negeri adalah sodium silikat. Sodium silikat merupakan salah satu bahan baku utama atau penunjang yang digunakan dalam suatu proses industri untuk menghasilkan suatu produk. Sodium silikat dapat digunakan sebagai bahan baku sabun 20-25%, deterjen 30%, katalisis dan gel 25%, pigmen warna 23%, perekat 5%, dll. Pendirian pabrik sodium silikat ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan industri di Indonesia, sehingga impor sodium silikat dari luar negeri tidak perlu lagi dilakukan. Pembangunan pabrik sodium silikat rencananya akan dilakukan pada tahun 2028 di Cilegon, Banten dengan kapasitas 20.000 ton/tahun. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan sodium silikat adalah NaOH dan SiO2 dengan menggunakan proses hidrotermal. Proses hidrotermal dilakukan dengan mereaksikan NaOH dan SiO2 dalam reaktor autoklaf pada suhu dan tekanan tinggi yaitu 200°C dan 15 atm. Dari segi ekonomi, pabrik sodium silikat layak untuk didirikan
Prarancangan Pabrik Magnesium Klorida dari Magnesium Hidroksida dan Asam Klorida dengan Kapasitas 14.000 Ton/Tahun
Pabrik magnesium klorida dengan bahan baku magnesium hidroksida dan asam klorida dirancang dengan kapasitas 14.000 ton/tahun. Pabrik ini berlokasi di Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Pabrik ini dalam kapasitas perjamnya dapat menghasilkan 1.767,677 kg/Jam produk magnesium klorida dengan feed magnesium hidroksida 1.285,063 kg/jam dan asam klorida 1.285,063 kg/jam. Proses produksi terbagi menjadi 4 tahapan yaitu tahap persiapan bahan baku, tahap reaksi, tahap pemisahan produk, tahap pemurnian dan penanganan produk akhir. Tahap awal yaitu proses persiapan bahan baku yaitu magnesium hidroksida, asam klorida, dan air. Tahap berikutnya adalah tahap reaksi antara magnesium hidroksida dan asam klorida menjadi magnesium klorida di dalam reaktor yang berjenis Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) dalam keadaan kontinyu, berikutnya yaitu proses pemisahan produk dengan pengotornya yang kemudian hasilnya akan dimurnikan hingga kemurnian produk menjadi 93,61 %. Adapun total karyawan yang dibutuhkan dalam mejalankan pabrik magnesium klorida ini yaitu berjumlah 169 orang. Perhitungan evaluasi ekonomi untuk Annual Cash Flow (ACF) yang dihasilkan oleh pabrik magnesium ini sebesar 84,03%. Laju pengembalian modal (POT) selama 1,19 tahun. Persentase Break Event Point (BEP) yang didapatkan sebesar 56,92%. Berdasarkan evaluasi ekonomi tersebut, pabrik metanol dengan kapasitas 14.000 ton/tahun layak untuk didirikan
Pengaruh Abu Terbang Batubara dan Tandan Kosong Kelapa Sawit terhadap pH, Eh serta Fe-Larut pada Lahan Sulfat Masam
The issue of acid sulfate soil in Indonesia, characterized by high acidity due to pyrite (FeS2) oxidation, produces sulfuric acid and iron oxide detrimental to agricultural productivity. The use of ameliorants such as coal fly ash (ATB) and empty oil palm bunches (TKKS) is expected to improve soil chemical conditions. The study aims to assess the impact of the ATB and TKKS combination on increasing pH, lowering Eh, and reducing soluble Fe concentration in acid sulfate soils, determining the most effective dose. The research method employs completely randomized design (CRD) with various doses of a combination of ATB and TKKS applied to acidic sulfate soil. Observations focus on changes in pH, redox potential (Eh), and soluble Fe concentration post-treatment. Results of study indicated that application of the ATB and TKKS combination given significant effect to increase soil pH and decreased Eh values. Certain dose combinations exhibit higher effectiveness than single treatments. In conclusion, the combined use of ATB and TKKS offers an efficient and environmentally friendly solution to acidity and iron solubility issues in acidic sulfate soils, supporting increased agricultural land productivity.The issue of acid sulfate soil in Indonesia, characterized by high acidity due to pyrite (FeS2) oxidation, produces sulfuric acid and iron oxide detrimental to agricultural productivity. The use of ameliorants such as coal fly ash (ATB) and empty oil palm bunches (TKKS) is expected to improve soil chemical conditions. The study aims to assess the impact of the ATB and TKKS combination on increasing pH, lowering Eh, and reducing soluble Fe concentration in acid sulfate soils, determining the most effective dose. The research method employs completely randomized design (CRD) with various doses of a combination of ATB and TKKS applied to acidic sulfate soil. Observations focus on changes in pH, redox potential (Eh), and soluble Fe concentration post-treatment. Results of study indicated that application of the ATB and TKKS combination given significant effect to increase soil pH and decreased Eh values. Certain dose combinations exhibit higher effectiveness than single treatments. In conclusion, the combined use of ATB and TKKS offers an efficient and environmentally friendly solution to acidity and iron solubility issues in acidic sulfate soils, supporting increased agricultural land productivity
PUSAT REHABILITASI ODHA DI BANJARMASIN
Banjarmasin has the highest number of HIV/AIDS sufferers in South Kalimantan because the spread of HIV/AIDS is increasing significantly every day. The design of the HIV/AIDS Rehabilitation Center located on Jalan Pangeran Hidayatullah, East Banjarmasin, uses the concept of Healing Architecture, thus creating a rehabilitation building design which is expected to function as a means of physical and psychological rehabilitation with the hope that people infected with HIV will be free from depression and stress so that they can live like other normal humans, even though they have to take medication throughout their lives.Banjarmasin memiliki angka pengidap HIV/AIDS tertinggi di Kalimantan Selatan karena penyebaran HIV/AIDS yang setiap harinya semakin meningkat secara signifikan. Perancangan Pusat Rehabilitasi HIV/AIDS terletak di Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin Timur, dengan menggunakan konsep Healing Architecture, sehingga tercipta sebuah desain bangunan rehabilitasi yang diharapkan berfungsi sebagai sarana penyembuhan fisik dan psikologis rehabilitan dengan harapan bahwa orang yang terinfeksi HIV bebas dari depresi dan stres sehingga mereka dapat hidup layaknya manusia normal lainnya, meskipun mereka harus mengkonsumsi obat di sepanjang hidupnya
PUSAT PELATIHAN ATLET TAEKWONDO DI KOTABARU
Training is all efforts that result in an increase in ability in sports matches, so the notion of training is a training process that aims to improve sports ability. Taekwondo itself is a modern martial art that is rooted in traditional South Korean martial arts. one of the sports that has developed rapidly in Indonesia, and has shown its good quality in Indonesia and abroad, namely taekwondo, taekwondo has become very popular because movements in taekwondo have more benefits than just exercising, namely to form self-perfection in terms of personal character that is more agile in protecting oneself, Especially in Kotabaru itself taekwondo is the most popular sport especially since the many achievements they have achieved in previous years have made this sport popular, therefore the Taekwondo Athlete training center in Kotabaru can make a training that has complete facilities and can improve the achievements of athletes. With the concept of connectivity A concept where indoor and outdoor spaces are connected/connected properly.Pelatihan adalah upaya yang menghasilkan perluasan kapasitas dalam pertandingan olahraga, maka yang dimaksud dengan pusat pelatihan adalah suatu siklus pelatihan yang mengharapkan untuk lebih mengembangkan keterampilan atletik. Taekwondo sendiri adalah seni militer mutakhir yang memiliki fondasi dasar pertarungan tangan kosong yang lazim di Korea Selatan.salah satu cabang olahraga yang perkembangannya pesat di Indonesia, serta telah menunjukan kualitasnya yang baik di Indonesia maupun di manca negara yaitu taekwondo, taekwondo menjadi sangat populer karena gerakan-gerakan didalam taekwondo mempunyai manfaat yang lebih dari sekedar berolahraga, yaitu untuk membentuk kesempurnaan diri dalam hal karakter pribadi yang lebih sigap dalam melindungi diri, Khususnya di Kotabaru sendiri taekwondo adalah olahraga yang paling digemari apalagi banyaknya prestasi yang sudah mereka raih dalam tahun-tahun sebelumnya menjadikan olahraga ini menjadi populer, maka dari itu Pusat pelatihan Atlet Taekwondo di Kotabaru ini dapat menjadikan sebuah pelatihan yang memiliki fasilitas yang lengkap serta dapat meningkatkan prestasi para atlet. Dengan konsep connectivity Sebuah konsep dimana ruang dalam dan luar saling terhubung/ terkoneksi dengan bai