Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    Efektifitas Ukuran Panjang Lubang Masuk Perangkap Tikus Sawah (Rattus argentiventer)

    Full text link
    Damage to rice plants due to rice rats (R. argentiventer) starts from the seedbed, controlling rats using traps is a control method that is relatively safer than using chemicals. The aim of this research is to determine the effectiveness of the length of the mouse trap entrance pipe in trapping field mice. This research used a descriptive method to determine the effect of the effectiveness of the length of the trap entrance hole in trapping field mice, consisting of 5 treatments. The results of this research show that mouse traps with an entrance hole length of 15 cm are more effective in trapping field mice compared to traps with entry holes of 20 cm and 25 cm, because traps with an entry hole length of 15 cm are able to trap 3 field mice. Meanwhile, in the control trap, 1 fish was obtained.Rusaknya tanaman padi akibat tikus sawah (R. argentiventer) mulai dari persemaian, pengendalian tikus memakai perangkap adalah cara pengendalian yang relatif lebih aman dibandingkan penggunaan bahan kimia. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui efektivitas panjang pipa masuk perangkap tikus dalam memerangkap tikus sawah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mengetahui pengaruh efektivitas panjang lubang masuk perangkap dalam memerangkap tikus sawah yang terdiri dari 5 perlakuan. Hasil dari penelitian ini menunjukan perangkap tikus dengan panjang lubang masuk 15 cm lebih efektif dalam memerangkap tikus sawah jika dibandingkan dengan perangkap lubang masuk 20 cm dan 25 cm, karena pada perangkap dengan panjang lubang masuk 15 cm mampu memerangkap 3 ekor tikus sawah. Sementara pada perangkap kontrol didapat 1 ekor

    Efektivitas Penggunaan Fermentasi Buah Kakao (Theobroma cacao l.) Sebagai Bioherbisida Pada Gulma Patikan Kebo (Euphorbia hirta)

    Full text link
    One environmentally friendly alternative for weed control is to utilize cocoa plant waste (Theobroma cacao L). Can be used as a biological herbicide. The aim of this research is the effectiveness of the long fermentation time of bioherbicides from cocoa shells and beans in controlling weeds. This research used a non-factorial Randomized Block Design (RAK), consisting of 4 treatments (K (Control), M1 (7 days), M2 (14 days), M3 (21 days) and M4 (28 days)) with as many repetitions as possible. 3 times. The results of this research show that weed growth can be suppressed with cocoa bioherbicide from observation week 1 to week 3, with the highest poisoning score being 4 (Very severe poisoning; young leaves have an abnormal shape and color until they dry out and fall off until the plant dies). Symptoms of poison caused by biorherbicides include changes in leaf color from green to pale and eventually death.Salah satu alternatif  pengendalian gulma yang ramah lingkungan adalah dengan memanfaatkan limbah tanaman kakao (Theobroma cacao L). Dapat digunakan sebagai herbisida biologis. Tujuan dari penelitian ini adalah efektifitas lamanya waktu fermentasi bioherbisida dari kulit dan biji kakao dalam mengendalikan gulma. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non factorial, yang terdiri dari 4 perlakuan (K (Kontrol), M1 (7 hari), M2 (14 hari), M3 (21 hari) dan M4 (28 hari)) dengan ulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan gulma dapat ditekan dengan bioherbisida kakao dari pengamatan minggu 1 hingga minggu ke 3, dengan skor keracunan yang tertinggi yaitu 4 (Keracunan sangat parah; daun muda mempunyai bentuk dan warna tidak normal hingga mengering dan rontok hingga tanaman mati). Gejala kerancun yang ditimbulkan biorherbisida tersebut ada perubahan warna daun dari warna hijau menjadi pucat dan akhirnya mati

    ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK PADA MATERI SEL ELEKTROKIMIA DENGAN MODEL PROJECT-BASED LEARNING BERBASIS ETNOSAINS

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kreatif pada materi sel elektrokimia ketika menerapkan model Project-based Learning (PjBL) berbasis etnosains dengan model Problem-based Learning (PBL) berbasis etnosains. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode quasy experiment dengan desain nonequivalent control group design. Sampel diambil dari salah satu SMA di Banjarmasin yaitu kelas XII IPA 1 menerapkan PjBL berbasis etnosains (kelompok eksperimen) dan kelas XII IPA 2 menerapkan PBL berbasis etnosains (kelompok kontrol). Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen tes berpikir kreatif dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Secara keseluruhan, hasil dari penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kreatif antara kedua kelompok, dengan kelompok eksperimen memiliki rata-rata skor lebih tinggi sebesar 84,86 dalam kategori sangat kreatif, sedangkan kelompok kontrol memiliki skor 69,99 kategori kreatif. Kesimpulan, penelitian ini bahwa siswa yang diajarkan PjBL berbasis  etnosains lebih baik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran sel elektrokimia dan aspek yang paling berkembang adalah aspek kemampuan berpikir flexibilit

    EFEKTIVITAS, TANTANGAN, DAN PELUANG PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA KURIKULUM PENDIDIKAN KIMIA PASCA-PANDEMI COVID-19: KAJIAN SISTEMATIS

    Full text link
    Systematic Literature Review ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi COVID-19 pada pembelajaran kimia. PJJ dipilih sebagai pendekatan terbaik untuk terus memberikan pendidikan di era pandemi. Artikel dalam review ini di ambil dari Scopus Database (2019-2022) berdasarkan kriteria kelayakan. Dari 63 artikel, 42 diantaranya tereliminasi, dan sebanyak 21 yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Sebagian besar penelitian (52,38%) menyatakan bahwa PJJ efektif digunakan dalam pembelajaran kimia, 38,08% menyatakan PJJ menurunkan performa siswa, khususnya keterampilan praktik di laboratorium, dan 9,52% menyatakan PJJ sama efektifnya dengan pembelajaran tatap muka. Terlepas dari pro dan kontra, penerapan PJJ memiliki banyak peluang untuk berkembang pesat seiring dengan perkembangan TIK. Meningkatkan kualitas program PJJ merupakan tantangan nyata dalam mengembangkan konten pembelajaran yang menarik dan juga pengembangan kurikulum Pendidikan Kimia

    Penambahan Fraksi Pasir dan Amelioran terhadap Sifat Fisika dan Kimia Tanah Salin yang Sudah Dilindi

    Full text link
    Several problems arise so that saline soil is rarely used for plant cultivation, including: (1) low organic C in saline soil, (2) low N and K elements, (3) high pH, ​​(4) high Na+ content and (5) high plant osmotic pressure. This research aims to determine the effect of adding sand, applying processed organic fertilizer from fishery waste, and chicken manure on improving several physical and chemical properties of saline soil. This research used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors. Where factor A consists of: A1 = additional sand 25% of 1 kg soil weight (250 g); A2 = 35% additional sand from 1 kg of soil weight (350 g) and factor B consists of: B1 = Organic fertilizer from fishery waste is increased to 5% of 1 kg of soil weight (50 g); B2 = Chicken manure is increased to 5% of 1 kg of soil weight (50 g). Results show that the combination of adding 350 g of sand and applying chicken manure showed the best results for leaching dissolved salts and increasing soil pH.Several problems arise so that saline soil is rarely used for plant cultivation, including: (1) low organic C in saline soil, (2) low N and K elements, (3) high pH, ​​(4) high Na+ content and (5) high plant osmotic pressure. This research aims to determine the effect of adding sand, applying processed organic fertilizer from fishery waste, and chicken manure on improving several physical and chemical properties of saline soil. This research used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors. Where factor A consists of: A1 = additional sand 25% of 1 kg soil weight (250 g); A2 = 35% additional sand from 1 kg of soil weight (350 g) and factor B consists of: B1 = Organic fertilizer from fishery waste is increased to 5% of 1 kg of soil weight (50 g); B2 = Chicken manure is increased to 5% of 1 kg of soil weight (50 g). Results show that the combination of adding 350 g of sand and applying chicken manure showed the best results for leaching dissolved salts and increasing soil pH

    PRARANCANGAN PABRIK SILIKA PRESIPITASI DARI ABU AMPAS TEBU DENGAN KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN

    Full text link
    Pabrik silika presipitasi merupakan pabrik yang memproduksi silika dioksida (SiO2) berbentuk bubuk dengan menggunakan abu ampas tebu, natrium hidroksida (NaOH), dan asam sulfat (H2SO4) sebagai bahan baku utama. Pabrik ini dirancang berdiri di Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur dengan kapasitas 20.000 ton/tahun selama 330 hari. Proses yang terjadi dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu, pretreatment, reaksi, dan pemurnian. Proses pretreatment yaitu dengan mempersiapkan bahan baku abu ampas tebu kemudian direaksikan dengan natrium hidroksida (NaOH) sehingga didapatkan natrium silikat. Proses utama dalam pabrik ini yaitu asidifikasi larutan alkali silikat dengan mereaksikan natrium silikat (Na2O.3SiO2) asam sulfat (H2SO4). Reaksi terjadi pada suhu 90 oC selama 30 menit di dalam reaktor dengan sistem Continuous Flow Stirred-Tank Reactor (CSTR). Pemurnian produk dilakukan dengan menggunakan alat bantu rotary drum vacuum filter (RDVF). Bentuk badan usaha yang direncanakan pada pabrik ini adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan berbagai pertimbangan dan jumlah karyawan sebanyak 173 orang. Pabrik layak didirikan berdasarkan evaluasi ekonomi yang meliputi Annual Cash Flow (ACF) sebesar 37,37%, Pay Out Time (POT) sebesar 2,75 tahun, Net Profit Over Total Life of the Project (NPOTLP) sebesar US58.326.540,16;TotalCapitalSink(TCS)sebesarUS 58.326.540,16; Total Capital Sink (TCS) sebesar US 49.586.453,54, Rate of Return (ROR) sebesar 28,37%, Discounted Cash Flow sebesar 37%, dan Break Event Point (BEP) sebesar 42%

    Aplikasi PGPR, Trichoderma sp. dan Bokashi Kiambang (Pistia stratiotes L.) Untuk Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium Pada Padi Beras Merah (Oryza nivara L.) Di Lahan Basah

    Full text link
    Red rice is starting to be widely cultivated because of its health benefits, but its cultivation often experiences problems, one of which is fusarium wilt disease. The aim of this research is to determine the effect of PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria), Trichoderma sp. and Bokashi Kiambang on the incidence of fusarium wilt disease in red rice. Method using completely randomized design. The research was conducted in the wetlands of Cempaka sub-district, Banjarbaru. This observation was carried out four times, namely before treatment, ten days after the first treatment and every 10 days. The results of observations of the incidence of fusarium wilt disease were yellowish green leaves appeared, quickly dried and the plants died. The results of disease incidence in the PGPR application treatment, Trichoderma sp and bokashi kiambang had no effect. PGPR, Trichoderma sp and bokashi kiambang had no effect because the rice plants entered the generative phase. Use of a combination of PGPR, Trichoderma sp. and bokashi kiambang can increase the number of grains/panicles in 60 days of treatment. 70 days and 80 days was 223.00 grains/panicle, while in the control it was only 147.00 grains/panicle. The results of using a combination of PGPR, Trichoderma sp. and bokashi kiambang can increase the weight of 100 grains weighing 2.18 g compared to the control of only 1.15 g.Padi beras merah mulai banyak dibudidayakan karena dimanfaat untuk kesehatan, namun penanamannya seringkali mengalami kendala, salah satunya adalah gangguan penyakit layu fusarium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria), Trichoderma sp. dan Bokashi Kiambang terhadap kejadian penyakit layu fusarium pada padi merah. Metode menggunakan RAL. Penelitian dilakukan di lahan basah kecamatan Cempaka, Banjarbaru. Pengamatan ini dilakukan sebanyak empat kali yaitu sebelum perlakuan, sepuluh hari setelah perlakuan pertama dan berikut tiap 10 hari. Hasil pengamatan kejadian penyakit serangan penyakit layu fusarium yang muncul daun hijau kekuningan, cepat mengering dan tanaman mati. Hasil kejadian penyakit pada perlakuan aplikasi PGPR, Trichoderma sp dan bokashi kiambang tidak berpengaruh. PGPR, Trichoderma sp dan bokashi kiambang tidak memberikan pengaruh karena tanaman padi memasuki pada fase generatif. Penggunaan kombinasi PGPR, Trichoderma sp. dan bokashi kiambang dapat meningkatkan jumlah bulir/malai pada perlakuan 60 hari. 70 hari dan80 hari sebesar 223,00 bulir/malai, sedangkan pada kontrol hanya 147,00 bulir/malai. Hasil penggunaan kombinasi PGPR, Trichoderma sp. dan bokashi kiambang dapat meningkatkan berat 100 bulir seberat 2,18 g disbanding kontrol hanya 1,15 g

    STUDENT CENTER FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

    Full text link
    The Student Center of the Faculty of Engineering Lambung Mangkurat University aims to improve facilities for students and student organizations. The problems faced are how to design a Student Center that can accommodate collaboration between student activities and student organizations. Programming methods are used to solve architectural problems and find solutions. A review of references and case studies from several Student Centers globally provides insight into the importance of paying attention to context, dividing functional zones, and providing facilities that support various student activities in the Student Center. The design concept initiated is connectivity in the form of physical and visual connectivity with an emphasis on spatial layout, activity zones and similar materials. As a result, the space in the Student Center is dynamic according to student needs.Student Center Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat bertujuan untuk meningkatkan fasilitas bagi mahasiswa dan organisasi mahasiswa. Adapun permasalahan yang dihadapi bagaimana rancangan Student Center yang dapat mewadahi kolaborasi antar kegiatan mahasiswa maupun organisasi mahasiswa. Metode Programming digunakan untuk memecahkan permasalahan arsitektural dan menemukan solusi. Tinjauan referensi dan studi kasus dari beberapa Student Center secara global memberikan wawasan pentingnya memperhatikan konteks, membagi zona fungsional, dan memberikan fasilitas yang mendukung berbagai kegiatan mahasiswa dalam Student Center. Konsep perancangan yang digagas adalah konektivitas berupa konektivitas fisik dan visual dengan penekanan pada tata letak ruang, zona aktivitas, dan material serupa. Hasilnya ruang pada Student Center bersifat dinamis sesuai dengan kebutuhan mahasiswa

    DAYCARE CENTRE BANJARBARU

    Full text link
    Child development during the golden period of growth aged 0-3 years, plays an important role in character formation, cognition and other important aspects. This phase requires good assistance, because it is the foundation for various aspects of a child's development. The four categories that influence a child's growth are gross motor skills, fine motor skills, language, and social/emotional. The city of Banjarbaru, with its rapid population growth, has a significant number of toddlers, but parents often have difficulty caring for children because many work outside the home. The daycare available in this city does not have adequate facilities, especially to help children's development based on their age. This is a problem raised in the design. The concept of “Interactive Design” is used to create an environment that stimulates children's development according to their age. The main room is divided into 4 child development age zones, each zone accommodates interactive elements for social adaptation, fine motor skills, gross motor skills and language. The tread design is adapted to the child's developmental needs in each zone for optimal stimulation.Perkembangan anak pada masa emas pertumbuhan di usia 0-3 tahun, memegang peranan penting dalam pembentukan karakter, kognisi, dan aspek penting lainnya. Fase ini menuntut pendampingan yang baik, karena menjadi fondasi bagi berbagai aspek perkembangan anak. Empat kategori yang berpengaruh pada pertumbuhan anak adalah motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan sosial/emosional. Kota Banjarbaru dengan pertumbuhan penduduk yang pesat, memiliki jumlah balita yang signifikan, namun orang tua sering kesulitan dalam mengasuh anak karena banyak yang bekerja di luar rumah. Daycare yang tersedia di kota ini belum memiliki fasilitas yang memadai khususnya untuk membantu perkembangan anak berdasarkan usianya. Hal ini menjadi permasalahan yang diangkat dalam perancangan. Konsep “Desain Interaktif”  digunakan untuk menciptakan lingkungan yang merangsang  perkembangan anak sesuai usianya. Ruang utama dibagi menjadi 4 zona usia perkembangan anak, masing-masing zona mengakomodasi elemen interaktif untuk adaptasi sosial, motorik halus, motorik kasar, dan bahasa. Desain tapak disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak di setiap zona untuk stimulasi yang optimal

    RUMAH TAHFIDZ AL-QURAN DI KABUPATEN TABALONG

    Full text link
    Muslims' interest in studying the Koran is currently decreasing, this is proven by research results from the Al-Quran Science Institute in Indonesia in 2022 that 72.25% of Indonesian Muslims are illiterate in the Koran. One of the efforts to help Muslims study the Koran is by establishing the Al-Quran Tahfidz House. The Tahfidz Al-Quran House program is also the vision of Tabalong Regency, which is the location of the design object. The Tabalong Regional Government created the 100 Tahfidz Houses program in Tabalong Regency. The design problem is related to the peaceful aspect of the space and environment of the Tahfidz House. One method that can solve this problem is William Pena's Architectural Programming method which focuses on problem seeking to produce problem solving in the form of programmatic concepts and schematic designs. The design of the Tahfidz Al-Quran House takes the Mutmainnah concept, where the Mutmainnah concept focuses on the physical response of the building to the user's tranquility in the form of responses from sound aspects, building mass layout, lighting, materials, colors, aromas and shapes.Ketertarikan umat Islam untuk mempelajari Al-Qur’an saat ini semakin berkurang, hal ini dibuktikan dari hasil riset dari Institusi Ilmu Al-Quran di Indonesia pada tahun 2022 bahwa 72,25% masyarakat Indonesia yang beragama Islam buta huruf Al-Quran. Salah satu ikhtiar untuk membantu umat Islam agar bisa mempelajari Al-Quran ini yaitu dengan mendirikan Rumah Tahfidz Al-Quran. Program Rumah Tahfidz Al-Quran ini juga menjadi visi dari Kabupaten Tabalong yang merupakan lokasi dari objek perancangan. Pemerintah Daerah Tabalong membuat program 100 Rumah Tahfidz di Kabupaten Tabalong. Permasalahan pada perancangan berkaitan dengan aspek ketenangan ruang dan lingkungan Rumah Tahfidz. Salah satu metode yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan metode Arsitektur Programming dari William Pena yang berfokus terhadap pencarian problem seeking hingga menghasilkan problem solving berupa konsep programatik dan skematik desain. Perancangan Rumah Tahfidz Al-Quran ini mengambil konsep Mutmainnah, dimana konsep Mutmainnah ini berfokus pada respon fisik bangunan terhadap ketenangan pengguna berupa respon dari aspek suara, tata massa bangunan, pencahayaan, material, warna, aroma hingga bentuk

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇