Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    Populasi Bakteri Penambat N2 Atmosfer pada Tanah Sawah yang Diberikan Herbisida dengan Berbagai Kandungan Bahan Aktif

    Get PDF
    Supporting the increase in agricultural production today cannot be separated from the use of herbicides in land preparation activities. Most of the herbicides applied to plants will eventually fall to the ground, then undergo changes and in a certain time will be absorbed by the clay fraction and organic matter in the soil, which is generally known as herbicide residue. Toxic herbicide residues in the soil can kill soil microbes, which are not actually the target (non-target microorganisms) so that they interfere with the activity of soil microorganisms which in turn can affect the nutrient cycle in the soil.This research was conducted with the aim of knowing the effect of giving herbicides with various types of active ingredients in paddy fields on the viability of N-fixing bacteria and their relationship to soil chemical properties.The research and analysis was carried out from November 2021 to January 2022. The method used in this study was the Completely Randomized Design (CRD) environmental design method with a single factor treatment design, namely the type of herbicide active ingredient. Based on the results of research that has been carried out, it is known that the herbicide Glyphosate can increase the population of atmospheric N2-fixing bacteria in the soil, while the herbicide Paraquat and Methyl Metsulfuron can suppress the population growth of atmospheric N2-fixing bacteri

    Pengaruh Pupuk Cair terhadap pH, Fe-larut, dan C-organik di Tanah Sulfat Masam Desa Danda Jaya

    Get PDF
    One of the challenges of acid sulfate soil is the high Fe content in the soil, thus effective processing is needed to address its toxicity. The purpose of this study was to determine the changes in soil pH, Fe solubility, and organic-C from liquid fertilizer in acid sulfate soil in Danda Jaya Village, as well as to determine the relationship between soluble Fe and soil pH, organic-C and soil pH, and soluble-Fe. This research was structured using a descriptive method by comparing the application of liquid fertilizer with a control. The study was conducted in the Chemistry, Physics, and Biology Laboratory of the Soil Department, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University. The results of the study showed that the application of liquid fertilizer was able to increase pH and organic-C and decrease Fe solubility. Additionally, there was a correlation between soluble-Fe and pH with a coefficient of -0,95, a correlation between organic-C and pH with a coefficient of 0,91, and a correlation between organic-C and soluble-Fe with a coefficient of -0.89. Furthermore, the equation for the relationships was soil pH = -0.002 soluble-Fe + 5.958, Soil pH = 0.30 organic-C + 4,43, and soluble Fe = -154.92 organic-C + 830.15.One of the challenges of acid sulfate soil is the high Fe content in the soil, thus effective processing is needed to address its toxicity. The purpose of this study was to determine the changes in soil pH, Fe solubility, and organic-C from liquid fertilizer in acid sulfate soil in Danda Jaya Village, as well as to determine the relationship between soluble Fe and soil pH, organic-C and soil pH, and soluble-Fe. This research was structured using a descriptive method by comparing the application of liquid fertilizer with a control. The study was conducted in the Chemistry, Physics, and Biology Laboratory of the Soil Department, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University. The results of the study showed that the application of liquid fertilizer was able to increase pH and organic-C and decrease Fe solubility. Additionally, there was a correlation between soluble-Fe and pH with a coefficient of -0,95, a correlation between organic-C and pH with a coefficient of 0,91, and a correlation between organic-C and soluble-Fe with a coefficient of -0.89. Furthermore, the equation for the relationships was soil pH = -0.002 soluble-Fe + 5.958, Soil pH = 0.30 organic-C + 4,43, and soluble Fe = -154.92 organic-C + 830.15

    SEKOLAH DASAR ALAM DI PEDALAMAN PEGUNUNGAN MERATUS LOKSADO

    Get PDF
    Ecological disasters such as landslides and floods caused by natural exploitation in the Meratus Mountains in the form of mining and oil palm plantations should be able to foster a sense of environmental concern for the community to preserve and restore damaged natural conditions. Facilitating children in rural areas with natural schools that introduce the environment to children to develop sensitivity to the environment from an early age. The low number of schools in Loksado Sub-District is also the background to the design of a natural elementary school in the interior of the Loksado Meratus Mountains. This is very important to facilitate the education of rural communities.Bencana ekologis seperti longsor dan banjir yang diakibatkan adanya eksploitasi alam di Pegunungan Meratus berupa penambangan dan perkebunan sawit hendaknya bisa menumbuhkan rasa kepedulian lingkungan bagi masyarakat untuk melestarikan dan memulihkan kondisi kerusakan alam. Memfasilitasi anak di pedalaman dengan sekolah alam yang mengenalkan lingkungan hidup kepada anak-anak untuk menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan sejak dini. Minimnya jumlah sekolah di Kecamatan Loksado juga melatarbelakangi perancangan Sekolah Dasar Alam di Pedalaman Pegunungan Meratus Loksado. Ini sangat penting dengan memfasilitasi pendidikan masyarakat pedalaman

    SEKOLAH DASAR ALAM INKLUSIF BANJARBARU

    Get PDF
    Nature school is an alternative environment-based education that is currently developing in Indonesia. Natural schools are schools that use the school's natural environment as an arena for learning and interacting with the community. This helps students develop into human beings with character. Humans who are not only able to take advantage of nature, but also able to love and care for nature. Natural schools have a big vision and mission in supporting educational equity. The existence of inclusive education is one effort that is able to provide rights to children who tend to be less able in terms of many things such as economic or physical limitations.   Inclusion is a government program that has a big goal of equalizing education for all people, inclusion is a program that unites all children, including children with disabilities, in one school. Natural schools are considered to be more effective as a basis for inclusive programs because of the principles of natural schools that liberate all curiosity and interest in learning. Natural schools use nature as the main medium for real and direct learning, this is also what is expected to trigger a sense of independence in children with disabilities because the nature does not provide convenience just like that and also provides a calming effect on children and provides a pleasant atmosphere when learning and playing in same time.   Persons with disabilities are the main goal of the inclusion program, the high dropout rate has forced the government to make new policies related to education. Feelings of insecurity are the biggest cause for children with disabilities preferring to drop out of school. This problem continues to this day, so educational facilities that are comfortable for them must be put forward immediately for the sake of better equality of national education and intelligence.Sekolah alam merupakan salah satu pendidikan alternatif berbasis lingkungan yang sedang berkembang di Indonesia. Sekolah alam adalah sekolah yang menggunakan lingkungan alam sekolah sebagai arena belajar dan berinteraksi dengan masyarakat. Hal ini membantu siswa berkembang menjadi manusia yang berkarakter. Manusia yang tidak saja mampu memanfaatkan alam, namun juga dapat mencintai dan memelihara alam. Sekolah alam memiliki visi misi besar dalam menunjang penyetaraan pendidikan. Adanya pendidikan inklusi merupakan salah satu upaya yang mampu memberikan hak kepada anak yang cenderung kurang mampu dari segi banyak hal seperti ekonomi ataupun keterbatasan fisik.   Inklusi adalah sebuah program pemerintah yang memiliki tujuan besar dalam penyetaraan pendidikan untuk semua kalangan, inklusi adalah program yang menyatukan semua anak termasuk anak penyandang disabilitas di satu sekolah. Sekolah alam dinilai lebih efektivitas sebagai landasan dari program inklusi karena prinsip sekolah alam yang membebaskan segala keingintahuan dan minat belajar. Sekolah alam menggunakan alam sebagai media utama pembelajaran yang nyata dan langsung, hal ini juga yang diharapkan dapat memicu rasa kemandirian pada anak penyandang disabilitas karena hakikat dalam tidak memberikan kemudahan begitu saja dan juga memberikan efek ketenangan pada anak dan memberikan suasana menyenangkan ketika belajar dan bermain di waktu bersamaan.   Penyandang disabilitas adalah tujuan utama program inklusi dibuat, tingginya angka putus sekolah membuat pemerintah membuat kebijakan baru terkait pendidikan. Rasa cenderung tidak percaya diri adalah penyebab terbesar anak penyandang disabilitas lebih memilih putus sekolah, permasalahan ini masih terus berlanjut hingga sekarang sehingga sarana pendidikan yang nyaman bagi mereka harus segera diusungkan demi penyetaraan pendidikan dan kecerdasan bangsa yang lebih baik

    PRA-RANCANGAN PABRIK FATTY ALCOHOL DARI CRUDE PALM OIL (CPO) DENGAN KAPASITAS 70.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Kebutuhan Indonesia akan fatty alcohol sendiri masih belum seutuhnya terpenuhi dan diperoleh dengan cara impor dari negara-negara produsen. Oleh sebab itu, muncul konsep pemikiran bahwa sangat memungkinkan bagi Indonesia untuk memproduksi dan mendirikan pabrik fatty alcohol guna menunjang berbagai industri lain disamping mengurangi kebutuhan impor dari luar negeri dapat meningkatkan pembangunan ekonomi nasional melalui ekspor. Fatty alcohol banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri kosmetika, industri kabel, industri surfaktan, dan lain sebagainya. Pabrik fatty alcohol direncanakan didirikan pada tahun 2026 di Kawasan Industri Dumai, Riau dengan kapasitas 70.000 ton/tahun. Bahan baku utama dari pembuatan fatty alcohol yaitu Crude Palm Oil (CPO) menggunakan proses esterifikasi, transesterifikasi, dan hidrogenasi. Proses esterifikasi dan proses transesterifikasi dilakukan dengan mereaksikan Crude Palm Oil (CPO) dengan metanol serta katalis H2SO4 dan NaOH di dalam reaktor CSTR dengan tekanan 1 atm dan suhu 60oC. Proses hidrogenasi yaitu mereaksikan metil oleat hasil proses esterifikasi dan transesterifikasi dengan hidrogen serta katalis CuCr didalam reaktor fixed-bed dengan 280 atm dan suhu 280oC. Dari segi teknis dan ekonomis, pabrik ini layak untuk didirikan

    PRA PERANCANGAN PABRIK DIMETIL FTALAT DARI FTALAT ANHIDRIDA DAN METANOL DENGAN KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Polimer merupakan salah satu industri kimia yang tiap tahun produknya selalu dibutuhkan di Indonesia. Bahan pembantu dalam industri polimer salah satunya adalah dimetil ftalat. Dimetil ftalat merupakan senyawa organik memiliki fase cair yang biasa digunakan sebagai pelunak, pelarut pada industri cat, perekat, nitroselulosa dan karet selulosa asetat. Saat ini Indonesia masih mengimpor dimetil ftalat karena belum ada pabrik dimetil ftalat di Indonesia. Pabrik dimetil ftalat dirancang dengan kapasitas 25.000 ton/tahun yang beroperasi selama 330 hari/tahun. Tahapan proses dalam produksi dimetil ftalat meliputi persiapan bahan baku, tahapan reaksi dan tahapan pemurnian. Pembentukan dimetil ftalat terjadi saat di reaktor yang berjenis Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) dengan reaksi pembentukan yaitu reaksi esterifikasi.  Pabrik ini akan dibangun di Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur dan akan beroperasi pada tahun 2027. Kelayakan pendirian pabrik ini dilakukan analisis ekonomi dengan pertimbangan beberapa parameter. Berdasarkan perhitungan evaluasi ekonomi diketahui waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian modal atau Pay Out Time (POT) selama 2,86 tahun; laju pengembalian modal atau Rate of Return (ROR) sebesar 42,60%; serta titik impas atau Break Even Point (BEP) sebesar 43%

    Pra-Rancangan Pabrik Metil Salisilat Dari Asam Salisilat Dan Metanol Dengan Proses Esterifikasi Kapasitas Produksi 4.000 Ton / Tahun

    Get PDF
    Seiring perkembangan industri di Indonesia kebutuhan metil salisilsat akan terus bertambah untuk memenuhi kebutuhan bahan industri. Kebutuhan metil salisilat di Indonesia masih mengandalkan impor untuk itu sangat tepat apabila Indonesia mendirikan pabrik metil salisilat. Pabrik metil salisilat menggunakan proses esterifikasi dengan berbahan baku metanol sebesar 921,8755 kg/jam dan asam salisilat sebesar 496,738 kg/jam serta penambahan katalis berupa timah oksida iv dirancang dengan kapasitas 4.000 ton/tahun dan waktu operasi 330 hari per tahun. Proses produksi terbagi tiga tahapan yaitu pencampuran bahan baku, tahapan reaksi dan tahapan pemurnian. Proses produksi metil salisilat dalam kondisi operasi suhu 150oC dengan keseluruhan dalam kondisi tekanan 1 atm. Pabrik metil salisilat ini akan berdiri di Kecamatan Bontang, Kabupaten Bontang, Provinsi Kalimantan Timur dengan estimasi mulai beroperasi pada tahun 2028.  Berdasarkan hasil evaluasi analisa ekonomi, dapat disimpulkan bahwa pendirian pabrik metil salisilat layak didirikan dengan rincian Annual Cash Flow (ACF) sebesar 24,87%, Pay Out Time (POT) sebesar 4 tahun, Rate of Return (ROR) sebesar 15,87% dan Break Event Point (BEP) sebesar 48,17%. Kata Kunci      : Metil salisilat, Metanol, Asam Salisilat, Esterifikas

    TUGAS AKHIR PRARANCANGAN PABRIK AMONIUM KLORIDA DENGAN KAPASITAS 120.000 TON/TAHUN

    No full text
    Desain pabrik amonium klorida dengan kapasitas produksi 120.000 ton/tahun. Bahan baku yang digunakan adalah ammonium sulfat dan natrium klorida. Pabrik ini akan didirikan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dengan waktu produksi 330 hari/tahun. Proses produksi terbagi menjadi tiga tahapan yakni persiapan bahan baku, tahap reaksi produksi, dan tahap pemisahan/pemurnian produk. Proses amonium sulfat-sodium klorida beroperasi pada suhu 100℃ - 200℃ dengan tekanan 1 atm. Berdasarkan evaluasi analisa ekonomi pabrik Amonium Klorida layak didirikan dengan rincian Annual Cash Flow (ACF) sebesar 43,79%, Pay Out Time (POT) sebesar 3 tahun, Rate Of Return (ROR) sebesar 34,79%, dan Break Event Point (BEP) sebesar 41,0%

    Efektivitas Bakteri Endofit Asal Lahan Basah untuk Menekan Penyakit Hawar Daun Bakteri (Xanthomonas oryzae) pada Padi Beras Merah (Oryza nivara L.): Effectiveness of Endophytic Bacteria from Wetlands to Suppress Bacterial Leaf Blight (Xanthomonas oryzae) in Red Rice (Oryza nivara L.)

    No full text
    Brown rice is a type of rice that has many benefits for the health of the body. The main diseases that attack many rice plants and cause a decrease in production include bacterial leaf blight (HDB) caused by the bacterium Xanthomonas oryzae. One alternative to control HDB is to use antagonistic agents, namely endophytic bacteria. This study aims to examine the ability of endophytic bacterial isolates from wetlands and the effect of application time in suppressing the intensity of bacterial leaf blight and to determine its effect on the growth of brown rice plants. There were 2 isolates of endophytic bacteria tested in this study, namely isolates of root origin (AKL) and isolates of stem origin (BLR) isolated from karamunting plants. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments and 4 replications. The treatment used in this study was only the pathogen Xanthomonas Oryzae (control), soaking seeds with endophytic bacteria from roots, soaking seeds with endophytic bacteria from stems, soaking seeds + application when transplanting with endophytic bacteria from roots and seed soaking + application when transplanting Plant with stem-origin endophytic bacteria. Treatment of endophytic bacteria on brown rice seeds and application during transplanting was able to reduce the intensity of bacterial leaf blight (X. oryzae) with a disease intensity of 83% and an effectiveness of 15.6%. Treatment of endophytic bacteria on rice seeds did not inhibit seed germination and was able to increase the number of tillers, but had not been able to affect the increase in plant height.Padi beras merah merupakan jenis padi yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Penyakit utama yang banyak menyerang tanaman padi dan menyebabkan penurunan produksi diantaranya adalah hawar daun bakteri (HDB) yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae. Salah satu alternatif pengendalian HDB adalah dengan menggunakan agens antagonis yaitu bakteri endofit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan isolat bakteri endofit asal lahan basah dan pengaruh waktu aplikasi dalam menekan intensitas penyakit hawar daun bakteri serta mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman padi beras merah. Terdapat 2 isolat bakteri endofit yang di uji dalam penelitian ini yaitu isolat asal akar (AKL) dan isolat asal batang (BLR) yang diisolasi dari tanaman karamunting. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu hanya patogen Xanthomonas Oryzae (kontrol), perendaman benih dengan bakteri endofit asal akar, perendaman benih dengan bakteri endofit asal batang, perendaman benih + aplikasi saat pindah tanam dengan bakteri endofit asal akar dan perendaman benih + aplikasi saat pindah tanam dengan bakteri endofit asal batang. Perlakuan bakteri endofit pada benih padi beras merah dan aplikasi saat pindah tanam mampu menekan intensitas penyakit hawar daun bakteri bakteri (X. oryzae) dengan intensitas penyakit 83% dan efektivitas 15,6%. Perlakuan bakteri endofit pada benih padi tidak menghambat perkecambahan benih dan mampu meningkatkan jumlah anakan, tetapi belum mampu mempengaruhi penambahan  tinggi tanaman

    Ketertarikan Serangga Terhadap Berbagai Jenis Warna dan Ketinggian Perangkap Pada Tanaman Cabai Besar: Insect Attraction to Various Types of Colors and Height of Traps On Large Chili Plants

    Get PDF
    Color traps are one way to control insects around plants. This research aims to determine the type of color and height of the trap on insect attraction to chili plants in 2 generative phases and vegetative phase. This research took place in Bentok Darat Village, Bati-Bati District, Tanah Laut Regency, South Kalimantan Province from May to July 2022. The method used was (RAL) with 2 factors and 3 repetitions. The first color factor is W1: Yellow, W2: Green, W3: Red and the second factor is the height of T1: 30 cm, T2: 60 cm and T3: 90 cm. The results of this research were that yellow traps had the highest number of insect catches, namely 1,634, and at a height of 30 cm, yellow traps had the highest number of catches, 362. From this research, the total number of insect catches obtained was 3,676 individuals. In the vegetative phase there were 1,629 insects and in the generative phase there were 2,047 insects.Perangkap warna merupakan salah satu cara pengendalian untuk menangkap serangga yang ada disekitar tanaman. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengatahui jenis warna dan ketinggian perangkap terhadap ketertarikan serangga pada tanaman cabai dengan 2 fase generatif dan fase vegetatif. Penelitan ini bertempat di Desa Bentok Darat Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan mulai bulan Mei sampai bulan Juli 2022. Metode yang digunakan adalah (RAL) dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama warna W1: Warna Kuning, W2: Warna Hijau, W3: Warna Merah dan faktor ke dua Ketinggian T1: 30 cm, T2: 60 cm dan T3: 90 cm.  Hasil dari penelitian ini perangkap warna kuning memiliki jumlah tangkapan serangga yang paling banyak yaitu 1.634 ekor dan pada ketinggian 30 cm perangkap warna kuning memiliki jumlah tangkapan paling banyak didapatkan 362 ekor. Dari penelitian ini jumlah total tangkapan serangga yang didapat sebanyak 3.676 ekor. Pada fase vegetatif didapatakan 1.629 ekor dan pada fase generatif sebanyak 2.047 ekor serangga

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇