Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    Potensi Insektisida Nabati untuk Pengendalian Callosobruchus chinensis L.

    Full text link
    Callosobruchus chinensis L. (Coleoptera: Bruchidae) is a major storage pest of legumes that reduces seed quality, germination capacity, and causes yield losses of up to 30–50% during storage. Control strategies have generally relied on synthetic chemical insecticides, which may lead to resistance, hazardous residues, and adverse impacts on health and the environment. Therefore, botanical insecticides are considered a safer and more sustainable alternative. This review article was prepared through a systematic literature study by searching scientific publications from Google Scholar and Google Books using the keywords “botanical insecticide,” “plant extract,” “essential oil,” “pulse beetle,” and Callosobruchus chinensis. The findings indicate that several plants such as Neem (Azadirachta indica), Black Pepper (Piper nigrum), Custard Apple (Annona squamosa), Sweet Flag (Acorus calamus), Tuba Root (Derris elliptica), and Mexican Sunflower (Tithonia diversifolia) show great potential as botanical insecticides. Their active compounds, including azadirachtin, piperine, annonacin, β-asarone, rotenone, as well as alkaloids and flavonoids, act through multiple mechanisms, such as contact poison, stomach poison, antifeedant, repellent, and sterilant agents, effectively suppressing pest populations. The advantages of botanical insecticides include biodegradability, environmental safety, and the availability of abundant local resources, although limitations remain in terms of residual activity and consistency of effectiveness. Thus, botanical insecticides have the potential to be developed as an important component of environmentally friendly and sustainable Integrated Pest Management (IPM) strategies to protect stored commodities from losses caused by storage pests.Callosobruchus chinensis L. (Coleoptera: Bruchidae) merupakan hama utama penyimpanan kacang-kacangan yang dapat menurunkan kualitas, daya tumbuh, serta menyebabkan kehilangan hasil hingga 30–50% selama penyimpanan. Selama ini, pengendalian umumnya masih bergantung pada insektisida kimia sintetis yang berpotensi menimbulkan resistensi, residu berbahaya, dan dampak negatif terhadap kesehatan serta lingkungan. Oleh karena itu, insektisida nabati menjadi alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan. Artikel review ini disusun melalui kajian literatur sistematis dengan menelusuri publikasi ilmiah dari Google Scholar dan Google Book menggunakan kata kunci “botanical insecticide”, “plant extract”, “essential oil”, “pulse beetle”, dan Callosobruchus chinensis. Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa tanaman seperti Mimba (Azadirachta indica), Lada Hitam (Piper nigrum), Srikaya (Annona squamosa), Dlingo (Acorus calamus), Akar Tuba (Derris elliptica), dan Kipait (Tithonia diversifolia) memiliki potensi besar sebagai insektisida nabati. Kandungan senyawa aktif seperti azadirachtin, piperin, annonacin, β-asarone, rotenon, serta alkaloid dan flavonoid bekerja melalui berbagai mekanisme, antara lain sebagai racun kontak, racun perut, antifeedant, repelen, maupun agen sterilan yang efektif menekan populasi hama. Keunggulan insektisida nabati meliputi sifat biodegradable, aman bagi lingkungan, dan ketersediaan bahan yang melimpah secara lokal, meskipun masih memiliki keterbatasan pada daya residu dan konsistensi efektivitas. Dengan demikian, insektisida nabati berpotensi dikembangkan sebagai komponen penting dalam Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk melindungi komoditas pascapanen dari kerugian akibat serangan hama gudang

    Pendugaan Pertanaman Sagu Ihur (Metroxylon sylvestre Martius) Produktif di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan

    Full text link
    Pengolahan dan pengelolaan tanaman sagu di Indonesia dimanfaatkan sebagai bahan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Kecamatan Sungai Tabuk terkenal dengan komoditas sagu yang dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan baku pembuatan tepung sehingga dapat digolongkan sebagai tanaman unggulan. Tanaman sagu yang tumbuh di kawasan ini tumbuh dan berkembang secara alami di sepanjang sungai. Permasalahan yang sering terjadi adalah banyak petani yang memiliki tanaman sagu namun tidak mengetahui seperti apa dan berapa hasil produksi sagu sehingga menyebabkan petani menebang atau memanen pada waktu yang tidak tepat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada petani tentang bagaimana dan berapa banyak tanaman sagu produktif yang terdapat di Kecamatan Sungai Tabuk, sehingga dengan harapan informasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan petani sagu untuk melanjutkan usahanya di bidang ini. Kami menggunakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data yang diperoleh dengan menggunakan metode Porposive Sampling. Plot pengamatan dipilih secara acak dengan ukuran 20 x 20 m sebanyak 9 plot. Parameter yang diamati adalah tanaman produktif dan tidak produktif, diameter batang, tinggi, jumlah pelepah, dan volume. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sagu produktif di Kecamatan Sungai Tabuk memiliki diameter batang sagu berkisar 48,71-49,37 cm, tinggi batang 11,2-11,9 m, jumlah pelepah berkisar 7-8 dan volume 1,90-2,03 m3. Persentase sagu produktif di Kecamatan Sungai Tabuk berdasarkan pengamatan adalah 18 % atau 171 tanaman sagu, sedangkan menggunakan perhitungan adalah 17,95 % atau 174 tanaman sagu

    Perbandingan Proses Mineralisasi Karbon dan Nitrogen serta Humifikasi Pada Sistem Pertanian yang Berbeda di Tanah Andisol: Comparison of Carbon and Nitrogen Mineralization Processes and Humification in Different Agricultural Systems in Andisol Soil

    Full text link
    The organic farming system has become the choice of most farmers in Indonesia because it has a major impact on agricultural quality and soil fertility. Vegetable farming in Magelang and Semarang Regencies is cultivated on andisol soil which has a relatively high soil fertility level, but farmers still use organic fertilizers to increase the organic matter content of the soil. The organic farming system applies 10 tons ha-1 of cow manure, 20 liters ha-1 of liquid fertilizer, and the return of plant residues at each planting season. The conventional farming system with high organic matter applies 7 tons ha-1 of cow manure, 50 kg ha-1 of urea, 50 kg ha-1 of NPK fertilizer, 15 liters ha-1 of liquid fertilizer, while the conventional farming system with low organic matter applies 3 tons ha-1 of chicken manure, 50 kg ha-1 of ZA fertilizer, 50 kg ha-1 of KCl fertilizer, and 50 kg ha-1 of NPK fertilizer. Observation variables include pH NaF, C-organic, N-total, C/N ratio, humic acid, fulvic acid and humification rate. Data were analyzed for variety and if different, the method of the smallest significant difference test was continued. The results of the study showed that the organic farming system was more effective in increasing carbon and nitrogen in the soil and accelerating humification, so that nutrients were available more quickly. However, the deeper the soil layer, the mineralization and humification processes will decrease because they are greatly influenced by the availability of organic matter.The organic farming system has become the choice of most farmers in Indonesia because it has a major impact on agricultural quality and soil fertility. Vegetable farming in Magelang and Semarang Regencies is cultivated on andisol soil which has a relatively high soil fertility level, but farmers still use organic fertilizers to increase the organic matter content of the soil. The organic farming system applies 10 tons ha-1 of cow manure, 20 liters ha-1 of liquid fertilizer, and the return of plant residues at each planting season. The conventional farming system with high organic matter applies 7 tons ha-1 of cow manure, 50 kg ha-1 of urea, 50 kg ha-1 of NPK fertilizer, 15 liters ha-1 of liquid fertilizer, while the conventional farming system with low organic matter applies 3 tons ha-1 of chicken manure, 50 kg ha-1 of ZA fertilizer, 50 kg ha-1 of KCl fertilizer, and 50 kg ha-1 of NPK fertilizer. Observation variables include pH NaF, C-organic, N-total, C/N ratio, humic acid, fulvic acid and humification rate. Data were analyzed for variety and if different, the method of the smallest significant difference test was continued. The results of the study showed that the organic farming system was more effective in increasing carbon and nitrogen in the soil and accelerating humification, so that nutrients were available more quickly. However, the deeper the soil layer, the mineralization and humification processes will decrease because they are greatly influenced by the availability of organic matter

    Pengaruh Metode Pirolisis Terhadap Rendemen Arang Hayati dari Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Variasi Bentuk Bahan dan Sistem Pembakaran: The Effect of Pyrolysis Method on the Yield of Biochar from Empty Oil Palm Fruit Bunches with Variations in Material Form and Combustion System

    Full text link
    This study aimed to determine the effect of pyrolysis methods on the biochar yield from oil palm empty fruit bunches (EFB) using variations in material form and combustion systems. The research was conducted from March to May 2025 in Sorek Satu, Pelalawan Regency, Riau Province, and in the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Riau University. The study consisted of several treatments: (1) whole EFB – external semi-vacuum combustion, (2) shredded EFB – external semi-vacuum combustion, (3) whole EFB – total internal vacuum combustion, and (4) shredded EFB – total internal vacuum combustion. Collected data from the study were analyzed using descriptive statistics. The results showed that external semivacuum pyrolysis produced a higher biochar yield compared to total internal vacuum pyrolysis, with the highest yield from whole EFB at 45.6% and shredded EFB at 32.8%. The total internal vacuum system failed to produce biochar and only resulted in dry material without undergoing carbonization. The chemical characteristics from the external semi-vacuum combustion system indicated that biochar from whole EFB had higher contents of carbon, potassium, magnesium, boron, and pH, while biochar from shredded EFB tended to have higher contents of nitrogen, calcium, and iron

    PUSAT PERMAINAN TRADISIONAL ANAK DI KOTA BANJARBARU

    Full text link
    As time goes by, today's children begin to entertain themselves with modern games, causing traditional games to lose their existence. Therefore, Banjarbaru City made efforts to preserve traditional games by organizing traditional game competitions which were attended by several students in Banjarbaru. In addition, Banjarbaru City was also named as a Child Friendly City with the issuance of regional regulation Number 16 of 2019. To support the fulfillment of children's rights contained in the regulation and the unavailability of a place that can accommodate the introduction, preservation, and playing facilities of traditional games in Banjarbaru, there is a need for a Children's Traditional Game Center in Banjarbaru City. To solve the design problem, the concept of educational recreation is used as a form of activity, physical, and spatial embodiment that can make children feel happy, entertained, happy while getting lessons about traditional games in this game center and the concept is combined with the Architectural Psychology method as an age limit for actors and a benchmark for the physical embodiment of the design.Seiring dengan berjalannya waktu, anak-anak zaman sekarang mulai menghibur diri dengan permainan modern, sehingga menyebabkan permainan tradisional kehilangan eksistensinya. Maka dari itu, Kota Banjarbaru melakukan upaya untuk pelestarian permainan tradisional dengan melaksanakan kegiatan lomba permainan tradisional yang diikuti oleh beberapa pelajar yang ada di Banjarbaru. Selain itu, Kota Banjarbaru juga dinobatkan sebagai Kota Layak Anak dengan diterbitkannya peraturan daerah Nomor 16 tahun 2019. Untuk mendukung pemenuhan hak anak yang terdapat di dalam peraturan tersebut dan belum tersedianya tempat yang dapat mewadahi pengenalan, pelestarian, serta fasilitas bermain permainan tradisional di Banjarbaru, maka perlunya sebuah Pusat Permainan Tradisional Anak di Kota Banjarbaru. Untuk menyelesaikan permasalahan rancangan, digunakannya konsep rekreatif-edukatif sebagai bentuk perwujudan aktivitas, fisik, dan ruang yang dapat membuat anak-anak merasa senang, terhibur, bergembira sekaligus mendapatkan pelajaran tentang permainan tradisional yang ada di pusat permainan ini  dan konsep dipadukan dengan metode Psikologi Arsitektur sebagai batasan umur untuk pelaku dan patokan untuk perwujudan fisik rancangan.&nbsp

    PRARANCANGAN PABRIK SODIUM BIKARBONAT MENGGUNAKAN METODE KARBONASI DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 2.700 TON/ TAHUN

    Full text link
    Produksi sodium bikarbonat dunia pada tahun 2018 mencapai 2.800.000 ton. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, rata-rata Indonesia mengimpor 87.153,01 ton sodium bikarbonat setiap tahunnya. Sementara di Indonesia sendiri belum memiliki pabrik yang memproduksi sodium bikarbonat. Selama ini sodium bikarbonat hanya diimpor dari luar negeri saja. Hal ini menjadi kesempatan yang cukup berpotensi untuk mendirikan pabriksodium bikarbonat, dimana hal ini dapat mengurangi impor bahan tersebut juga dapat menambah devisa negara jika diekspor. Karbonasi merupakan metode yang akan digunakan dalam produksi sodium bikarbonat pada pabrik ini. Penggunaan metode karbonasi memilikibanyak keunggulan diantaranya adalah produk yang dihasilkan memiliki tingkat kemurnian yang tinggi yaitu sebesar 99,30%, proses ini memiliki tingkat nilai konversi yang tinggi, tidak menghasilkan hasil samping yang berbahaya bagi lingkungan dan sedikit menghasilkan limbah. Pabrik ini dirancang dengan kapasitas produksi 2.700 ton/tahun. Pabrik ini beroperasi selama 330 hari/tahun. Bahan yang dibutuhkan yaitu Na2CO3sebanyak 1.826,32 ton/tahun, H2O sebanyak 2.739,48 ton/tahun, dan CO2 sebanyak 1,31 ton/tahun. Proses pembuatan sodium bikarbonat meliputi persiapan bahan baku, proses mixing (pencampuran), proses karbonatasi dan proses pemurnian. Kondisi operasi pada proses karbonasi berjalan pada tekanan 3 atm dengan suhu 40° C. Pabrik ini akan beroperasi di wilayah kawasan industri JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate) Gresik, Jawa Timur dengan perkiraan mulai beroperasi pada tahun 2025. Berdasarkan hasil evaluasi analisis ekonomi, dapat disimpulkan bahwa pendirian pabrik sodium bikarbonat dengan berkapasitas 2.700 ton/tahun layak didirikan dengan rincian Pay Out Time (POT) 4,4 tahun, Rate of Return (ROR) 19,04%, serta Break Even Point (BEP) sebesar 43,12%

    PENGEMBANGAN SOAL TES LITERASI MATEMATIS MODEL PISA UNTUK SISWA SMP/MTS DENGAN KONTEKS KEBUDAYAAN ISLAM BANJAR

    Full text link
    Skor rata-rata literasi matematis siswa Indonesia berdasarkan hasil PISA pada periode 2000-2022 masih jauh tertinggal dibandingkan skor rata-rata negara lainnya. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan siswa dalam merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan pengetahuan matematika ke dalam berbagai konteks, serta kurangnya pembiasaan dalam memecahkan soal non-rutin seperti yang terdapat pada PISA. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan soal tes literasi matematis menggunakan model PISA dengan konteks yang relevan bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal tes literasi matematis model PISA untuk siswa SMP/MTs dengan konteks kebudayaan Islam Banjar yang valid, praktis, dan reliabel. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah 35 siswa kelas IX C di SMP Negeri 1 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket respons siswa, dan hasil pengerjaan soal oleh siswa. Produk yang dikembangkan dinilai oleh tiga validator dan memperoleh skor validitas logis sebesar 3,84, yang termasuk dalam kategori valid. Hasil pengerjaan soal oleh siswa menunjukkan bahwa soal valid secara empiris dan memiliki tingkat reliabel tinggi yaitu 0,640. Selain itu, hasil angket respons siswa menunjukkan nilai kepraktisan sebesar 3,85, yang termasuk dalam kategori praktis. Penelitian ini menghasilkan empat soal tes literasi matematis model PISA untuk siswa SMP/MTs dengan konteks kebudayaan Islam Banjar berbentuk uraian yang valid, praktis, dan reliabel

    PRARANCANGAN PABRIK SIKLOHEKSANA DARI BENZENA DAN HIDROGEN DENGAN PROSES HIDROGENASI KAPASITAS 5.000 TON/TAHUN

    Full text link
    Sikloheksana merupakan senyawa turunan benzena yang digunakan sebagai pelarut nonpolar untuk varnish, resin, lemak, minyak, lilin, penghilang cat, pada pembuatan  nilon, dan untuk ekstraksi minyak atsiri. Pabrik ini direncanakan akan berdiri pada tahun 2029 dengan kapasitas 5000 ton/tahun di daerah Gresik, Jawa Timur dengan luas tanah sebesar ±20.000 m2. Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam setahun dengan jumlah tenaga kerja 110 orang. Pembuatan sikloheksana menggunakan proses hidrogenasi, dimana proses ini dilakukan dengan mereaksikan benzena dan hidrogen di dalam reaktor batch dengan bantuan katalis Ru-Pt. Reaktor beroperasi pada kondisi temperatur 60℃ dan tekanan 1 atm. Di dalam reaktor terjadi reaksi yang bersifat ireversible, dan eksotermis. Konversi yang dihasilkan adalah 90%. Produk yang telah dipisah dari katalis dialirkan menuju mixer dengan solvent sulfolane. Selanjutnya menuju dekanter untuk memisahkan komponen berdasarkan berat jenisnya. Produk atas dari dekanter berupa benzene, air dan sikloheksana akan dialirkan menuju menara distilasi untuk memurnikan produk utama berupa sikloheksana 97%. Kemudian produk dialirkan ke tangki penyimpanan produk. Hasil Analisa ekonomi didapat modal investasi sebesar Rp. 492.200.150.273,99 dan diperoleh hasil penjualan yaitu sebesar Rp. 745.000.000.000. Selain itu diperoleh juga Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 15,49% dan Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 10,07%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak 3,92 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 4,98 tahun. Sehingga diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 53% dan Shut down point (SDP) sebesar 23%. Berdasarkan pertimbangan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik sikloheksana dengan kapasitas 5.000 ton/tahun ini layak untuk didirikan.   Kata kunci: Benzena, Hidrogen, Hidrogenasi, Ru-Pt, Sikloheksana

    PENGEMBANGAN E-MODUL DENGAN PENDEKATAN ETNOSAINS BERBANTUAN HEYZINE FLIPBOOK UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS PADA MATERI ASAM DAN BASA

    Full text link
    Literasi Sains merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang dibutuhkan bagi setiap peserta didik. Penelitian ini adalah penelitian R&D untuk mengembangkan e-modul dengan pendekatan etnosains berbantuan heyzine flipbook untuk meningkatkan literasi sains pada materi asam dan basa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan dari e-modul yang dikembangkan dengan model 4D (define, design, develop, disseminate). Subjek penelitian yaitu 5 orang validator dan peserta didik XI MIPA SMA Negeri 10 Banjarmasin tahun Pelajaran 2023/2024. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket, lembar observasi, dan instrument tes. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kevalidan e-modul yang dikembangkan sangat valid dengan skor 4,93, (2) Kepraktisan ditinjau dari angket dan lembar observasi  dengan rata-rata sangat praktis dengan skor 4,65, (3) Keefektifan ditinjau dari N-gain kemampuan literasi sains dengan skor 0,79.  Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa e-modul yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan literasi sains pada peserta didik

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GAMIFIKASI MENGGUNAKAN APLIKASI KAHOOT! PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL UNTUK SMP/MTS KELAS VIII

    Full text link
    Media pembelajaran interaktif telah banyak digunakan untuk meningkatkan partisipasi aktif peserta didik di kelas. Oleh karena itu, pengembangan media yang mendorong keterlibatan siswa menjadi hal yang penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi menggunakan aplikasi Kahoot! yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahapan, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Subjek uji coba penelitian adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Alalak yang terdiri dari 22 orang siswa. Berdasarkan lembar validasi yang diisi oleh validator, diperoleh nilai sebesar  dengan kriteria sangat valid. Dari hasil angket respons peserta didik diperoleh nilai sebesar  dengan kriteria sangat praktis dan  dari angket respons satu orang pendidik dengan kriteria sangat praktis. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar  dengan kriteria efektif. Dengan demikian, dihasilkan media pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi menggunakan aplikasi Kahoot! pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel untuk SMP/MTs kelas VIII yang valid, praktis, dan efektif

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇