Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    RANCANGAN CREATIVE HUB DI BANJARBARU

    Get PDF
    Indonesia is experiencing rapid growth in the creative industry, especially in the digital sector. The city of Banjarbaru shows potential as a center for digital creative industries. However, the lack of facilities is still an obstacle. This article discusses the problem: designing a Creative Hub that supports collaboration in the digital creative industry. Using the Blurring Architecture method, which eliminates the boundaries between space and activity, creates flexible space. The history of the Creative Hub shows the importance of this concept in supporting the creative economy and community. This proposes an architectural solution to support the growth of the creative industry in Banjarbaru through a Creative Hub that adopts Blurring Architecture, enabling collaboration and innovation, maximizing the creative potential of Indonesia's young generation.Indonesia mengalami pertumbuhan pesat dalam industri kreatif, khususnya di sektor digital. Kota Banjarbaru menunjukkan potensi sebagai pusat industri kreatif digital. Namun, masih kurangnya fasilitas menjadi hambatan. Artikel ini membahas permasalahan: merancang Creative Hub yang mendukung kolaborasi di industri kreatif digital. Menggunakan metode Blurring Architecture, yang menghapuskan batas antara ruang dan aktivitas, menciptakan ruang fleksibel. Sejarah Creative Hub menunjukkan pentingnya konsep ini dalam mendukung ekonomi dan komunitas kreatif. ini mengusulkan solusi arsitektural untuk mendukung pertumbuhan industri kreatif di Banjarbaru melalui Creative Hub yang mengadopsi Blurring Architecture, memungkinkan kolaborasi dan inovasi, memaksimalkan potensi kreatif generasi muda Indonesia

    PERANCANGAN KAWASAN MUSEUM WASAKA

    Get PDF
    The Wasaka Museum is one of the cultural heritage buildings in Banjarmasin, but the surrounding area does not support the existence of this cultural heritage building. Therefore, research on the design of the Wasaka museum area aims to design the Wasaka museum area which focuses on conservation in the Wasaka museum area which does not support the existence of the Wasaka High Ridge House. The Maritime Life concept was chosen to be the answer to this problem using the basic theory of regional character formation. Regional design based on the theory of regional character formation will create a museum area environment that not only meets physical needs, but is also able to conserve the existence of the museum by forming the character and characteristics of the area which focuses on the culture and life of the Banjar people.Museum Wasaka merupakan warisan berbentuk cagar budaya yang berada di Banjarmasin, namun lingkungan di sekelilingnya tidak mendukung keberadaan dari bangunan cagar budaya ini. Oleh karena itu, penelitian perancangan kawasan museum wasaka bertujuan untuk merancang kawasan museum wasaka yang berfokus pada konservasi pada kawasan museum wasaka tidak mendukung keberadaan adanya Rumah Bubungan Tinggi Wasaka. Konsep Hayati Bahari dipilih untuk menjadi jawaban dari permasalahan ini menggunakan dasar teori pembentuk karakter kawasan. Perancangan kawasan dengan dasar teori pembentuk karakter kawasan akan menciptakan lingkungan kawasan museum yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga mampu mengkonservasi keberadaan museum dengan terbentuknya karakter dan ciri khas kawasan yang berfokus pada budaya dan kehidupan masyarakat Banjar

    Endopedon yang Berkembang dari Batuan Ultrabasa di Desa Bentok Darat Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Although ultramafic rocks are widespread in Indonesia and have the potential to influence soil properties, studies on the genesis and properties of soils formed from these rocks, especially to understand the characteristics of the lower defining horizon or endopedon, are still limited. This study aims to identify the endopedons formed, which developed from the ultrabasic rocks. This research is descriptive, soil profile points are determined by purposive sampling method by considering that points are true ultrabasic rock distribution. Observations made in this study include observations in the field and observations in the laboratory. The data from the description and laboratory analysis were used as reference for identifying endopedon. Endopedon determination refers to the Keys to Soil Taxonomy 2014 , the twelfth edition. The oxic horizon in Profile-1 is found at a depth of 7 cm to 37 cm from the soil surface with the horizon codes Bo. The Oxic horizon in Profile-2 is located at a depth of 20 cm to 106 cm from the soil surface with the horizon codes Bo1, Bo2. Latosolization is the process that causes the formation of the oxic horizon. The study site is also an area with a wet tropical climate that supports the formation of the oxic horizon.Although ultramafic rocks are widespread in Indonesia and have the potential to influence soil properties, studies on the genesis and properties of soils formed from these rocks, especially to understand the characteristics of the lower defining horizon or endopedon, are still limited. This study aims to identify the endopedons formed, which developed from the ultrabasic rocks. This research is descriptive, soil profile points are determined by purposive sampling method by considering that points are true ultrabasic rock distribution. Observations made in this study include observations in the field and observations in the laboratory. The data from the description and laboratory analysis were used as reference for identifying endopedon. Endopedon determination refers to the Keys to Soil Taxonomy 2014 , the twelfth edition. The oxic horizon in Profile-1 is found at a depth of 7 cm to 37 cm from the soil surface with the horizon codes Bo. The Oxic horizon in Profile-2 is located at a depth of 20 cm to 106 cm from the soil surface with the horizon codes Bo1, Bo2. Latosolization is the process that causes the formation of the oxic horizon. The study site is also an area with a wet tropical climate that supports the formation of the oxic horizon

    KAWASAN WISATA TEPIAN SUNGAI BUAYA SEBAGAI FASILITAS REKREATIF EDUKATIF KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

    Get PDF
    According to the Provincial Government of North Kalimantan, it has an area of 13,182 km² with a population of the entire district of 701,814 people (results of the 2020 Indonesian population census). The Crocodile Riverside Tourism Area located in downtown Tanjung Selor Hilir, North Kalimantan. It is planned as a place to visit tourism and take advantage of the potential of fishing villages by improving fishing facilities. The Crocodile Riverside Tourism Area is designed to apply a RecreativeEducational approach. Contextual Architecture is defined as the process of designing a building, which takes into account the existing site conditions. The purpose of the Contemporary Architecture Design for the Tanjung Selor Hilir 2 Riverside Crocodile Tourism Area project in North Kalimantan is planned to apply the Contextual Architecture Approach.Menurut Pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara Memiliki luas 13.182 km² dengan penduduk keseluruhan kabupaten 701 814 jiwa (hasil sensus penduduk indonesia 2020) Kecamatan Tanjung Selor Hilir Memiliki Luas 677,8 km² 151.844 jiwa (hasil sensus penduduk indonesia 2020). Kawasan Wisata Tepian Sungai Buaya yang berada di pusat kota Tanjung Selor Hilir Kalimantan Utara Direncanakan sebagai wadah berkunjung wisata dan memanfaatkan potensi kampung nelayan yang dengan memperbaiki fasilitas nelayan,Kawasan Wisata Tepian Sungai Buaya direncanakan untuk menerapkan pendekatan Rekreatif edukatif. Arsitektur kontekstual diartikan sebagai proses perancangan suatu bangunan dengan mempertimbangkan kondisi situs yang ada. Tujuan dari Rancangan Arsitektur Kontemporer kepada proyek Kawasan Wisata Tepian Sungai Buaya Tanjung Selor Hilir Kalimantan Utara direncanakan untuk menerapkan pendekatan Arsitektur Kontekstual

    PUSAT KEGIATAN SELAM KALIMANTAN SELATAN

    Get PDF
    South Kalimantan has great underwater potential, water accidents often occur in South Kalimantan and the needs for marine tourism in South Kalimantan do not coincide with the pre-existing diving facilities. Diving activities also have quite good interest but have experienced a decline and the Dive Center that has been established still has incomplete infrastructure facilities, so a complete space is needed to attract public interest in diving activities. So that the use of the concept of education and recreation for the Dive Center can become a place to practice and learn as well as introduce and develop diving activities. The aim of this design is to develop an existing Dive Center so that it is able to accommodate training and learning activities as well as being an educational and recreational facility with a functional architectural approach. It is hoped that the existence of this Dive Center can meet the needs, develop and introduce diving activities to the community.Kalimantan Selatan memiliki potensi bawah air yang besar, seringnya terjadi kecelakaan air di Kalimantan Selatan dan kebutuhan wisata bahari Kalimantan Selatan tidak beriringan dengan prasarana penyelaman yang ada. Kegiatan selam juga memiliki minat yang cukup baik namun sempat mengalami penurunan dan Pusat Kegiatan Selam yang sudah berdiri masih memiliki sarana prasarana yang tidak lengkap, sehingga dibutuhkan ruang yang lengkap dapat menarik minat masyarakat terhadap kegiatan selam. Sehingga penggunaan konsep edukasi dan rekreasi untuk Pusat Kegiatan Selam agar dapat menjadi tempat berlatih dan belajar sekaligus memperkenalkan dan mengembangkan kegiatan selam. Tujuan dari perancangan ini adalah mengembangkan Pusat Kegiatan Selam yang sudah ada agar mampu mewadahi kegiatan berlatih dan belajar sekaligus menjadi sarana edukatif dan rekreatif dengan pendekatan arsitektur fungsional. Diharapkan adanya Pusat Kegiatan Selam ini dapat dapat memenuhi kebutuhan, mengembangkan dan memperkenalkan kegiatan selam kepada masyarakat

    SEKOLAH INKLUSI JENJANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI BATU SOPANG KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Early childhood education is a crucial educational stage which is the optimal-not-optimal background for human development in the future. Early childhood education is also an instrument that every child with different abilities has the right to get and is given the same opportunity to recognize, shape and hone their special abilities. Inclusive early childhood education with universe-based learning methods is a form of learning that is easy to understand in everyday life which also has thematic learning forms so that it can stimulate children's cognitive holistically. PAUD using the Nature School method is also designed to use an architectural program approach in the process. The design includes a natural material base as a learning feature and is followed by a mass arrangement that responds to the site and activity, circulation flow, visual form of the building, color and material.Pendidikan anak usia dini merupakan tahap pendidikan krusial yang menjadi latar belakang optimal-tidak optimal perkembangan manusia di masa mendatang. Pendidikan anak usia dini pun menjadi instrumen yang berhak didapatkan setiap anak dengan kemampuan yang berbeda-beda dan diberi kesempatan yang sama dalam mengenal, membentuk dan mengasah kemampuan spesial mereka masing-masing. Pendidikan usia dini yang inklusi dengan metode belajar berbasis alam semesta menjadi bentuk belajar yang mudah dipahami dalam kehidupan sehari-hari yang juga sekaligus memiliki bentuk belajar tematik sehingga dapat menstimulasi kognitif anak secara holistik. PAUD dengan metode Sekolah Alam yang dirancang pun menggunakan pendekatan program arsitektur dalam prosesnya. Perancangan meliputi basis bahan alam sebagai fitur belajar dan diikuti penataan massa yang merespon tapak dan aktivitas, alur sirkulasi, bentuk visual bangunan, warna dan material

    PRARANCANGAN PABRIK γ-VALEROLACTONE (GVL) DARI AMPAS TEBU DENGAN KAPASITAS 15.244 TON/TAHUN

    Get PDF
    Eksploitasi besar-besaran sumber daya fosil membawa manfaat bagi perkembangan masyarakat, namun juga menyebabkan pencemaran lingkungan dan krisis energi. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu adanya pengembangan sumber daya terbarukan seperti energi biomassa. Ampas tebu, sebagai limbah biomassa, dapat diolah menjadi bahan bakar dan bahan kimia bernilai tinggi, dengan potensi penggunaan lignoselulosa melalui konversi fisika dan kimia. Dalam rancangan pabrik ini, selulosa yang berasal dari pabrik gula Glenmore, Banyuwangi diolah untuk dikonversi menjadi asam levullinat (LA) melalui reaksi hidrolisis, dehidrasi dan hidrasi pada suhu 180 C menggunakan katalis asamklorida (HCl) dalam reaktor RATB. Selanjutnya, asam levullinat (LA) di konversi kembali menjadi γ-valerolactone (GVL) melalui reaksi hidrogenasi pada suhu 180 C dan tekanan 1,3 MPa menggunkaan katalis padat Ru/C dalam reaktor FBR. Untuk meningkatkan kadar selulosa, biomassa ampas tebu yang akan digunakan sebagai bahan baku akan melalui pretreatment steam explosion dan delignifikasi. Perancangan ini membutuhkan bahan baku ampas tebu sebanyak 20.316,61 kg/jam, dan menghasilkan produk γ-valerolactone (GVL) 94% sebanyak 1.924,76 kg/jam. Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, didapatkan Pay Out Time (POT)  4,88 tahun, Rate On Investment (ROI) 18,39%, dan Break Even Point (BEP) 41,81%

    PRA-RANCANGAN PABRIK KALSIUM SULFAT ANHIDRAT DARI GIPSUM DENGAN PROSES KALSINASI KAPASITAS 287.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Perkembangan teknologi yang kini semakin pesat mendorong berkembangnya pembangunan sektor industri di dunia, khususnya di bidang industri kimia. Kalsium sulfat anhidrat merupakan salah satu bahan kimia yang memiliki nilai impor tinggi yaitu sebesar 23.276,834 ton. Kebutuhan kalsium sulfat anhidrat yang tinggi belum diimbangi dengan suplai dari dalam negeri yang memadai. Untuk memenuhi kebutuhan kalsium sulfat anhidrat di dalam negeri, Indonesia masih mengimpor dari Malaysia dan China. Meningkatnya kebutuhan kalsium sulfat anhidrat menjadikan pabrik kalsium sulfat anhidrat ini berpotensial didirikan di Indonesia. Pabrik ini dirancang dengan kapasitas produksi sebesar 287.000 ton/tahun dengan waktu operasi adalah selama 330 hari/tahun. Bahan baku yang dibutuhkan yaitu gipsumsebanyak 362.970,5883 ton/tahun. Proses produksi terbagi menjadi 4 tahapan yaitu penyimpanan bahan baku, penghancuran, kalsinasi, dan pendinginan produk. Pabrik ini akan beroperasi di Duduksampeyan, Gresik, Jawa Timur dengan estimasi mulai beroperasi pada 2027. Berdasarkan hasil evaluasi analisa ekonomi, dapat disimpulkan bahwa pendirian pabrik kalsium sulfat anhidrat dari bahan baku gipsum dengan proses kalsinasi kapasitas 287.000 ton/tahun layak untuk didirikan dengan rincian Pay Out Time (POT) 3,9 tahun, Rate of Return (ROR) 30,48%, dan Break Even Point (BEP) sebesar 48,93%

    Potensi Asap Cair Tandan Kosong Kelapa Sawit Untuk Menekan Pertumbuhan Gulma Teki (Cyperus kyllingia): Potential of Liquid Smoke from Empty Palm Oil Bunches To suppress the growth of Cyperus kyllingia

    Get PDF
    C. kyllingia is an annual weed that can cause problems because it can reduce the quantity and quality of cultivated plant production, so this weed needs to be controlled. Weed control with synthetic herbicides is currently more popular because its effectiveness can be seen more quickly. However, if synthetic herbicides are used for a long period of time, they will affect soil conditions. Therefore, an alternative weed control using liquid smoke from empty oil palm fruit bunches (TKKS) is needed. The research aims to determine the potential of TKKS liquid smoke in controlling the growth of sedge weed (C. kyllingia). The design used a 1 factor Completely Randomized Design consisting of 5 treatments and 5 replications with liquid smoke concentrations of 0%, 8.3%, 16.6%, 25% and 33.3%. Research shows that TKKS liquid smoke has the potential to be used as a natural herbicide because it has an effect on suppressing the growth of the C. kyllingia weed. The best concentration that can suppress weed growth is 33.3% liquid smoke.C kyllingia merupakan salah satu gulma teki tahunan yang dapat menimbulkan masalah karena bisa menurunkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman budidaya sehingga gulma tersebut perlu dikendalikan. Pengendalian gulma dengan herbisida sintetis saat ini lebih diminati karena lebih cepat terlihat efektivitasnya. Namun apabila herbisida sintetis digunakan dalam jangka waktu lama akan mempengaruhi kondisi tanah. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian gulma menggunakan asap cair dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi asap cair TKKS dalam mengendalikan pertumbuhan gulma teki (C. kyllingia). Rancangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap 1 faktor terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan konsentrasi asap cair 0%, 8,3%, 16,6%, 25% dan 33,3%. Penelitian menunjukkan asap cair TKKS berpotensi dijadikan sebagai herbisida alami karena berpengaruh dalam menekan pertumbuhan gulma C. kyllingia. Konsentrasi terbaik yang dapat menekan pertumbuhan gulma adalah asap cair 33,3%

    INDEKS ALBUMEN, INDEKS YOLK, DAN HAUGH UNIT TELUR ITIK ALABIO YANG DIRENDAM DENGAN DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)

    Get PDF
    This study aims to determine the length of the shelf life of Alabio duck eggs after soakingwuluh starfruit leaves (Averrhoa bilimbi L.). and determine the effect of soaking Alabio duckeggs using wuluh starfruit leaves on the quality of Alabio duck eggs. This research methoduses a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replicates, eachreplicate consisting of 12 Alabio duck eggs. The treatments in this study were P0 = control orwithout soaking, P1 = soaking eggs for 12 hours using 50% star fruit leaf powder solution, P2= soaking eggs for 18 hours using 50% star fruit leaf powder solution, P3 = soaking eggs for12 hours using 505% star fruit leaf powder solution. After soaking, the eggs were allowed tostand at room temperature and measurements were taken on days 0, 7, 14, and 21 of storage.Data were analyzed with Anova and DMRT. The results showed that soaking Alabio duckeggs using a solution of star fruit leaf powder with a concentration of 50% had an effect onthe quality of Albumen Index, Egg Yolk Index and Haugh Unit (HU) values. Soaking Alabioduck eggs using wuluh star fruit leaf powder solution can maintain the internal quality valueof Alabio duck eggs and soaking for 24 hours is best.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama masa simpan telur itik Alabio setelahdilakukan perendaman daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). dan mengetahuipengaruh perendaman telur itik Alabio menggunakan daun belimbing wuluh terhadapkualitas telur itik Alabio. Metode penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan setiap ulangan terdiri dari 12 butir telur itikAlabio Perlakuan pada penelitian ini adalah P0= kontrol atau tanpa dilakukan perendaman,P1= perendaman telur selama 12 jam menggunakan larutan serbuk daun belimbing wuluh50%, P2= perendaman telur selama 18 jam menggunakan larutan serbuk daun belimbingwuluh 50%, P3= perendaman telur selama 12 jam menggunakan larutan serbuk daunbelimbing wuluh 505%. Setelah dilakukan perendaman maka telur akan didiamkan di suhuruang dan dilakukan pengukuran pada hari 0, 7, 14, dan 21 penyimpanan. Data yangdianalisis dengan Anova dan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman teluritik Alabio menggunakan larutan serbuk daun belimbing wuluh dengan konsentrasi 50%berpengaruh terhadap kualitas nilai Indeks Putih Telur, Indeks Kuning Telur dan Haugh Unit(HU). Perendaman telur itik Alabio menggunakan larutan serbuk daun belimbing wuluhdapat mempertahankan nilai Indeks Putih Telur, Indeks Kuning Telur dan Haugh Unit (HU)telur itik Alabio dan perendaman selama 24 jam terbaik

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇