Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
BENTUK, FUNGSI DAN MAKNA REDUPLIKASI PADA “KUMPULAN KISDAP BANJAR MALAM KUMPAI BATU“
Reduplikasi adalalah pengulangan satuan gramatik, baik seluruh maupun sebagian, baik dengan variasi fonem maupun tidak. Dalam perkembangannya, reduplikasi sering ditemukan dalam sebuah novel atau cerpen yang bermacam- macam jenisnya seperti salah satu “Kumpulan Kisdap Banjar Malam Kumpai batu” yang dijadikan objek penelitian dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk,fungsi, dan makna reduplikasi kerena setiap cerita yang terdapat di dalamnya mengandung unsur-unsur budaya Banjar yang masih melekat hingga saat ini terdapat dalam buku yang dianalisis, metode dan pendekatan penelitian ini adalah metode deskriptif dan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi yang berupa buku,majalah agenda dan lainnya
Pengendalian Penyakit Diplodia Pada Tanaman Jeruk Dengan Mikroorganisme Antagonis: Pengendalian Penyakit Diplodia Pada Tanaman Jeruk Dengan Mikroorganisme Antagonis
Salah satu kendala yang menurunkan produksi tanaman jeruk yaitu diplodia (Botryodiplodia theobromae Pat). Oleh karena itu perlu adanya tindakan untuk mengendalikan penyakit tersebut dengan mengaplikasikan agen hayati yang ramah dan aman bagi lingkungan, sekaligus bertujuan mengurangi penggunaan pestisida kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati sinergisme antara beberapa agen antagonis dan serta mengetahui aplikasi Trichoderma cair,tricho kompos, khamir, FMA (Fungi Mikoriza Arbuskula) yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap intensitas serangan penyakit kulit diplodia pada tanaman jeruk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan masing- masing diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan pemberian Trichoderma cair,tricho kompos, khamir, FMA (Fungi Mikoriza Arbuskula) tidak berbeda nyata dengan kontrol
Pengendalian Hama Thrips sp pada Tanaman Cabe Hiyung Fase Vegetatif dengan Beberapa Pestisida Nabati
Tanaman cabe merupakan salah satu sayuran buah yang memiliki peluang bisnis yang baik. Besarnya kebutuhandalam negeri maupun luar negeri menjadikan cabe sebagai komoditas menjanjikan. Permintaan cabe yang tinggi untukkebutuhan bumbu masakan, industri makanan, dan obat-obatan merupakan potensi untuk meraup keuntungan. Tidak heranjika cabe merupakan komoditas hortikultura yang mengalami fluktuasi harga paling tinggi di Indonesia. Harga cabe yangtinggi memberikan keuntungan yang tinggi pula bagi petani. Keuntungan yang diperoleh dari budidaya cabe umumnya lebihtinggi dibandingkan dengan budidaya sayuran lain. cabe pun kini menjadi komoditas ekspor yang menjanjikan. Namun,banyak kendala yang dihadapi petani dalam berbudidaya cabe. Salah satunya adalah hama dan penyakit seperti kutu kebul,hama Thrips sp, antraknosa, dan busuk buah yang menyebabkan gagal panen (BPTPH, 2011). Salah satu alternatifpengendalian serangga hama Thrips sp. yang relatif aman, murah, dan mudah diperoleh adalah pemanfaatan insektisidanabati, beberapa jenis pestisida nabati yang digunakan yaitu Brotowali, Nimba, Sirsak dan Kalakai. Penelitian dilaksanakandi lahan Petanian di Desa Marga Mulya Kecamatan Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian ini dilaksanankanpada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode percobaandengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga diperlukan 20 satuanpercobaan. hasil penelitian Pestisida yang paling berpengaruh dalam menekan serangan hama Thrips sp pada tanaman cabeadalah Nimba, Nilai rata-rata intensitas serangan hama Thrips sp pada tanaman cabe yang diberi aplikasi larutan daun Nimba,Kelakai, Brotowali dan Sirsak secara berturut-turut sebesar 4,98%; 13,75%; 8,88% dan 9,98%; sedangkan nilai rata-rataintensitas serangan hama Thrips sp pada tanaman cabe yang tidak diberi aplikasi larutan apapun (kontrol) sebesar 20,53%.
IMPLIKATUR WACANA HUMOR DALAM VIDEO AKUN INSTAGRAM “KLIK BANJAR”
Implikatur percakapan adalah sebuah tuturan yang diartikan, disarankan, atau dimaksudkan oleh penutur dapat berbeda dengan dikatakan oleh penutur. Dalam wacana humor penggunaan implikatur percakapan akan menimbulkan kelucuan, atau kegelian bagi mitra tutur yang dapat menangkap maksud yang disampaikan. Karena itu, implikatur sangat berperan dalam wacana humor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikatur percakapan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik sadap, penulis mengeidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis, dan mendeskripsikan temuan data tersebut. Hasil penelitian ini bersifat kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah video akun instagram “Klik Banjar”. Data yang diambil adalah tuturan video akun instagram “Klik Banjar” yang berupa percakapan.
Berdasarkan hasil analisis data, tersebut penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat macam implikatur percakapan yang terjadi akibat pelanggaran maksim, yaitu maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim cara, dan maksim relevansi. Fungsi implikatur yang terdapat dua macam, yaitu fungsi personal dan fungsi direktif
PENGGUNAAN AFIKS PADA CERITA “SI PALUI” DALAM HARIAN BANJARMASIN POST EDISI NOVEMBER 2013
Menggunakan afiks bahasa Banjar memiliki perbedaan dengan afiks dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penggunaan afiks dan proses pembentukan afiks pada cerita “Si Palui”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis metode deskriptif, yaitu menggambarkan penggunaan afiks pada cerita “Si Palui” di Banjarmasin Post yang diposting November 2013. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Dokumen yang telah digunakan dalam penelitian ini adalah cerita spesifik Banjar "Si Palui". Berdasarkan hasil ini, dapat disarankan bahwa penulis cerita ini “Si Palui” juga memasukkan kata yang digunakan infix dalam bahasa Banjar. Hal ini dimaksudkan agar infiks bahasa Banjar tidak hilang dan masyarakat Banjar masih tahu bagaimana menggunakan bahasa infix Banjar yang mulai pudar. Cerita ini “Si Palui” harus memasukkan nilai dan budaya pendidikan di dalamnya setiap cerita
KEMAMPUAN MEMAHAMI TEKS EKSPLANASI PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 24 BANJARMASIN
Pembelajaran Bahasa Indonesia ialah salah satu pelajaran yang wajib dilaksanakan di sekolah terutama di Indonesia. Pada kurikulum 2013 yang mengharuskan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks. Diantaranya ialah teks eksplanasi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan kemampuan memahami teks eksplanasi peserta didik kelas VIII SMP NEGERI 24 Banjarmasin. Adapun aspek yang akan diteliti meliputi (1) aspek kebahasaan teks eksplanasi, dan (2) memahami isi teks eksplanasi. Metode yang digunakan ialah metode deksriptif kuantitatif. Kemudian, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) nilai yang diperoleh peserta didik dalam tes kemampuan memahami aspek kebahasaan teks eksplanasi adalah 77,69 dengan rincian 3,8% tidak mampu, 3,8% kurang mampu, 19,2% cukup mampu, 15,4% mampu, dan 57,8% sangat mampu memahami aspek kebahasaan teks eksplanasi, 2) nilai yang diperoleh peserta didik untuk tes kemampuan memahami isi teks eksplanasi adalah 71,61 dengan rincian 3,8% tidak mampu, 7.7% kurang mampu, 23,1% cukup mampu, 34,6% mampu, dan 30.8% sangat mampu
Uji Efektivitas Serbuk Tanaman Tapak Dara (Catharanthus roseus L.) Terhadap Serangan Nematoda Puru Akar Meloidogyne spp. pada Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.)
The purpose of this research was to know the most effective dose of periwinkle plant (Catharanthus roseus L.) as botanical nematicide in suppressing the attack of root knot nematode caused by Meloidogyne spp. on tomato root. Treatment tested were K: control (without periwinkle plant powder), S1: periwinkle plant powder 30 g / polybag, S2: periwinkle plant powder 40 g / polybag, S3: periwinkle plant powder 50 g / polybag and S4: periwinkle plant powder 60 g / polybag. The results showed that periwinkle nematicide significantly effected the disease intensity of Meloidogyne spp. on the tomato root with 60 gram of periwinkle powder or as of 12.5% showing the lowest intensity even the wet weight measurement and nematode population showed no significant effect
PEMBELAJARAN MENYIMAK TEKS ANEKDOT KELAS X KECANTIKAN SMKN 4 BANJARMASIN
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan pelaksanaan pembelajaran, proses pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran menyimak teks anekdot pada kelas X Kecantikan SMKN 4 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian ini yaitu dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mendsikripsikan pelaksanaan pembelajaran menyimak teks anekdot di sekolah. Dalam pembelajaran pelaksanaan ada tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan perencanaan RPP sesuai dengan kurikulum 2013, guru sudah membuat RPP yang terdiri dari indikator, materi, kegiatan pembelajaran, penilaian, media, bahan dan sumber belajar beberapa komponen yang tidak dimasukkan oleh guru yaitu alokasi waktu dan metode yang digunakan. Guru juga tidak memasukkan tujuan pembelajaran. Pelaksanaan terdiri dari tiga kegiatan yaitu pendahuluan, kegiatan inti (pendekatan saintifik), dan kegiatan penutup. Tahap evaluasi guru berdasarkan presentasi di depan kelas dan keaktifan dalam pembelajaran dan untuk penilaian dilihat dari hasil unjuk kerja kelompok
TINDAK BAHASA GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VIII SMPN 7 BANJARMASIN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan tindak bahasa guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII SMPN 7 Banjarmasin dengan merekam awal pembelajaran sampai akhir. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa tindak bahasa guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII SMPN 7 Banjarmasin terdapat tiga tindakan ilokusi, seperti: tindak asertif (tindak pemberitahuan, tindak mengucap salam, tindak menjelaskan, tindak menyatakan contoh, tindak membual, tindak menunjuk), tindak direktif (tindak bertanya, tindak ajakan, tindak suruhan, tindak mengulang, tindak perintah, tindak mengizinkan, tindak nasihat), dan tindak ekspresif (tindak menyalahkan)
Kemampuan Beberapa Rizobakteria dalam Mengendalikan Penyakit Kuning pada Pertumbuhan Tanaman Terong (Solanum melongena L): Kemampuan Beberapa Rizobakteria dalam Mengendalikan Penyakit Kuning pada Pertumbuhan Tanaman Terong (Solanum melongena L)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan beberapa rizobakteria dalam mengendalikan penyakit kuning pada tanaman terong. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan. Masing-masing perlakuan terdiri dari 4 ulangan. Enam perlakuan yang diberikan adalah K- (Tanaman kontrol terong tanpa diberi perlakuan), K+ (Tanaman kontrol terong yang diinokulasi virus kuning), A (Tanaman terong yang diaplikasi dengan isolat Pseudomonas kelompok flourescens asal Hulu Sungai Selatan dan diinokulasi dengan virus kuning terong), B (Tanaman terong yang diaplikasi dengan isolat Bacillus spp. asal Hulu Sungai Selatan dan diinokulasi dengan virus kuning terong), C (Tanaman terong yang diaplikasi dengan isolat Pseudomonas kelompok flourescens asal Banjarbaru dan diinokulasi dengan virus kuning terong), dan D (Tanaman terong yang diaplikasi dengan isolat Bacillus spp. asal Banjarbaru dan diinokulasi dengan virus kuning terong. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa pemberian isolat rizobakteria A, B, C, dan D mampu mengendalikan infeksi virus kuning terong dan pemberian isolat rizobakteria A, B, C, dan D mampu memicu pertumbuhan tinggi tanaman dan luas daun tanaman terong yang terinfeksi virus kuning