Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemberian Pestisida Nabati terhadap Serangan Hama Perusak Daun Tanaman Kedelai (Glycine max L merill) di Lapangan
Alternatif pengendalian serangga hama kedelai adalah pemanfaatan insektisida nabati, beberapa jenis pestisidanabati yang digunakan yaitu daun nimba, daun pepaya dan serai wangi. Penggunaan pestisida nabati dengan bahan campurandaun mimba, daun pepaya dan serai wangi menunjukan hasil berpengaruh terhadap kurangnya serangan OPT perusak daunpada tanaman kedelai, sedangkan Hama perusak daun tanaman kedelai pada penelitian ini adalah ulat dan belalang.Perlakuan tersebut adalah P4 (300 ml campuran daun mimba (75gr) + daun pepaya (50gr) + serai wangi (75gr) / l air)
NILAI TOLERANSI DALAM NOVEL “AYAT-AYAT CINTA 2” KARYA HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kepopuleran Novel Ayat-ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El-Sirazhy yang menggambarkan harmonisasi antarumat beragama. Ayat-ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El-Sirazhy merupakan salah satu karya sastra yang bersifat kompleks, unik dan tidak langsung dalam pengungkapannya masih memerlukan penjelasan yang tepat agar memberikan pemahaman yang sesuai tentang toleransi dan klasifikasinya. Penelitian dilakukan dengan metode deskripsi kualitatif terhadap Novel Aya-ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El-Shirazhy dengan mendokumentasikan data yang terdapat dalam novel, mengolah data, dan menyusun hasil identifikasi serta menyimpulkan hasil data yang dianalisis secara keseluruhan dalam bentuk tulisan. Hasil penelitian diuraikan dengan memandang nilai-nilai toleransi pada Novel Ayat-ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El-Shirazy sesuai dengan klasifikasi toleransi yaitu: kultural, suku, jenis kelamin, agama, dan sebagainya berdasarkan UUD 1945
KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 DAN SMP NEGERI 3 MARABAHAN
Penelitian yang mengkaji kemampuan membaca peserta didik di Marabahan bertujuan untuk mendeskripsikan, (a) kemampuan membaca pemahaman peserta didik, (b) kemampuan membaca kritis peserta didik, (c) perbedaan kemampuan membaca kritis antara peserta didik SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 3 Marabahan, dan (d) hubungan membaca pemahaman dengan membaca kritis peserta didik. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode dekriptif. Populasi penelitian peserta didik kelas IX SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 3 Marabahan. Sampel penelitian peserta didik SMP Negeri 1 Marabahan dengan responden 91 peserta didik. Sampel penelitian peserta didik SMP Negeri 3 Marabahan dengan responden 77 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan 25 tes objektif dan 4 tes subjektif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca peserta didik kelas IX SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 3 Marabahan dalam kategori rendah dengan rata-rata 57,50
Uji Lapangan Beberapa Pestisida Nabati untuk Menekan Perkembangan Penyakit Antraknosa pada Tanaman Cabai Besar
Tanaman cabai (Capsicum Annum) adalah komoditas hortikultura penting di Indonesia. Penelitian inidilaksanakan di daerah sentra pertanaman sayuran, terutama tanaman cabai besar di Kelurahan Batulicin KecamatanBatulicin Kabupaten Tanah Bumbu. Tiap-tiap unit perlakuan terdiri sebanyak 20 tanaman cabai. Hasil penelitian Dari keempat jenis pestisida nabati yang memiliki keunggulan dalam menekan serangan penyakit antraknosa adalah sirih, Nilai ratarataNilai Intensitas serangan penyakit Antraknosa pada masing-masing perlakuan yaitu daun sirih (0,31), daun sirsak (0,33),bawang putih (0,35), daun pepaya (0,39), kontrol (tanpa perlakuan) (0,89).
KONFLIK TOKOH UTAMA NOVEL “SENGSARA MEMBAWA NIKMAT” KARYA SUTAN SATI
Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah konflik tokoh utama novel “Sengsara Membawa Nikmat” karya Sutan Sati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik fisik, konflik batin, dan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya konflik dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik fisik yang dialami oleh tokoh utama terbagi menjadi konflik dengan lingkungan yaitu lingkungan penjara dan konflik yang terjadi dengan orang lain yaitu konflik dengan Kacak, Haji Abbas, Pak Inuh, Tuanku Laras, Sipir dan Tukang Kunci, Ganjil, Mandur Saman, tiga orang hukuman, Syekh Abdullah Al-Hadramut dan Serdadu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi penelitian lain serta dijadikan tambahan pengajaran sastra di sekolah secara lebih mendalam. Di samping itu, dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca umum
REPRESENTASI KEKUASAAN DALAM TINDAK TUTUR DI PENGADILAN NEGERI BANJARBARU
Penggunaan bahasa di pengadilan merupakan kegiatan tindak tutur dan kegiatan berbahasa yang tidak terlepas dari latar belakang pengetahuan peserta persidangan, yaitu hakim, jaksa, penasihat hukum, saksi, dan terdakwa. Profesi khusus tersebut berimplikasii pada penggunaan bahasa yang khass yang bertujuan untuk menunjukkan identitasj mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode simak, teknik rekam, dan teknik catat. Berdasarkan hasil analisisi data yang telah dilakukan, diperoleh simpulan bahwa kekuasaan yang bersumber dari paksaan, penghargaan, jabatan, kepakaran, dan kharisma dapat direpresentasikan melalui tindak tutur di pengadilan
NILAI KEAGAMAAN DALAM NOVEL “TITIAN NABI” KARYA MUHAMMAD MASYKUR A.R. SAID
Novel Titian Nabi karya Muhammad Masykur A.R. Said sarat akan nilai-nilai keagamaan. Penelitian tentang nilai dalam karya sastra, khususnya novel Titian Nabi sangat penting dilakukan untuk mengetahui hubungan karya sastra dengan kehidupan masyarakat berkaitan dengan nilai keagamaan. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengarang mendeskripsikan nilai-nilai keagamaan yang terdapat dalam novel Titian Nabi karya Muhammad Masykur AR Said. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai keagamaan yang terdapat dalam novel Titian Nabi karya Muhammad Masykur AR Said
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL “NEGERI PARA BEDEBAH” KARYA TERE LIYE
Banyaknya ragam permasalahan pendidikan disebabkan oleh kurangnya nilai pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan suatu proses belajar untuk membentuk jati diri, mengembangkan potensi, menanamkan sikap-sikap luhur, dan hati nurani. Pendidikan karakter merupakan hal yang mendasar yang tidak hanya dipelajari tetapi juga harus diterapkan dalam rangka hidup secara individual maupun secara sosial.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan dilaksanakan dengan tujuan untuk mengidentifikasi atau menentukan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel “Negeri Para Bedebah” karya Tere Liye. Terdapat dua puluh nilai pendidikan karakter, yaitu: (1) santun, (2) disiplin, (3) jujur, (4) pandai menganalisis, (5) percaya diri, (6) berpikir kritis, (7) rasa ingin tahu, (8) sadar akan kewajiban, (9) memiliki semangat juang, (10) peduli dengan keluarga, (11) pandai mengatur rencana, (12) mengapresiasi, (13) bergaya hidup sehat, (14) skeptis, (15) demoktratis, (16) berwirausaha, (17) gemar belajar, (18) cerdas, (19) mandiri, dan (20) bijaksana
KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KAIDAH KEBAHASAAN DALAM TEKS BERITA SISWA KELAS VIII SMPN 4 BANJARMASIN TAHUN AJARAN 2018/2019
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menggunakan kaidah dalam kebahasaan teks berita. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini akan dianalisis secara kuantitatif dengan statistik berupa angka-angka. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kemampuan penguasaan kaidah kebahasaan siswa kelas VIII, yaitu sebanyak 9 (14%) siswa berkategori sangat mampu, sebanyak 24 (38%) siswa mampu, sebanyak 15 (24%) cukup mampu, sebanyak 12 (19%) mampu, dan sebanyak 3 (5%) tidak mampu dalam menguasai kaidah kebahasaan. Data untuk penguasaan kaidah kebahasaan teks berita menunjukkan dari 63 orang siswa sebanyak 24 (38%) siswa mampu dalam menguasai kaidah kebahasaan teks berita. Pemakaian kata baku siswa kelas VIII dalam membuat teks berita sebanyak 56 (89% ) siswa berkategori sangat mampu, sebanyak 4 (7%) mampu, sebanyak 2 (3%) siswa cukup mampu, sebanyak 1 (1%) siswa tidak mampu dalam memakai kata baku dalam membuat teks berita
Waktu Aplikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Penyakit Antraknosa (Collectotrichumsp.) pada Tanaman Cabai Hiyung: Waktu Aplikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Penyakit Antraknosa (Collectotrichumsp.) pada Tanaman Cabai Hiyung
Antraknosa (Colletotrichum sp.) merupakan penyakit penting pada buah cabai. PGPR (PlantGrowth Promoting Rhizobacteria) merupakan kumpulan bakteri perakaran pemacu pertumbuhan.PGPR memiliki pengaruh dalam menekan intensitas serangan penyakit antraknosa karena semuaperlakuan berbeda nyata dengan kontrol. Aplikasi PGPR setiap 10 hari sekali dapat menghasilkanintensitas penyakit terendah yaitu 1,83%, yang berbeda nyata dengan aplikasi PGPR setiap 7 harisekali yaitu 3,33%, lalu waktu aplikasi PGPR setiap 15 hari sekali menghasilkan intensitas serangansebanyak 3,57 % yang tidak berbeda dengan 7 hari sekali. PGPR berpengaruh terhadap persentasepertumbuhan tinggi tanaman yaitu tanpa pemberian PGPR 30,57 % yang berbeda nyata dengan tigaperlakuan lainnya yaitu setiap 7 hari sekali 42,63 % , setiap 10 hari sekali 51,60 %, dan setiap 15 harisekali 41,54 %, tetapi antar perlakuan waktu aplikasi PGPR tidak berbeda nyata