Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    KEEFEKTIFAN MEDIA PREZI DAN FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING & EXTENDING MATERI HIDROLISIS GARAM DI SMA NEGERI 6 BANJARMASIN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan hasil belajar kognitif yang signifikan (2) media pembelajaran mana yang lebih efektif digunakan antara media prezi dan media flash, di kelas XI SMA Negeri 6 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasy experiment) dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group design. Sampel penelitian adalah kelas XI MIA 1 sebagai kelas kontrol, XI MIA 2 sebagai kelas eksperimen 2, dan XI MIA 3 sebagai kelas eksperimen 1. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Teknik analisis data menggunakan uji Anava 1 jalur dan uji N-gain untuk menganalisis hasil belajar kognitif siswa yang belajar menggunakan model CORE berbantuan media prezi, CORE berbantuan media flash, danmodel CORE saja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar kognitif yang signifikan antara siswa pada kelas eksperimen 1, eksperimen 2, dan kontol (2) penggunaan model pembelajaran CORE berbantuan media prezi dan model pembelajaran CORE berbantuan media flash sama-sama efektif diterapkan pada proses pembelajaran dibandingkan dengan penggunaan model CORE saja

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARANPEER LED GUIDED INQUIRY (PLGI) TERHADAP LITERASI SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HIDROLISIS GARAM SISWA KELAS XI PMIA SMAN 3 BANJARMASIN

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) perbedaan literasi sains antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol, (2) perbedaan hasil belajar (aspek pengetahuan) antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dan (3) respon siswa terhadap penerapan model PLGI pada materi hidrolisis garam. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah eksperimen semu (quasy experiment)dengan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian yaitu XI PMIA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI PMIA 3 sebagai kelas kontrol. Terdapatdua variabel penelitian yaitu model pembelajaran PLGI sebagai variabel bebas, sedangkan hasil belajar dan literasi sainssebagai variabel terikat. Kelas eksperimen menerapkan model PLGI, sedangkan kelas kontrol menerapkan model konvensional. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasilpenelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan literasi sains yang signifikan antara kelas eksperimen dengan rata-rata 73,89 dan kelas kontrol dengan rata-rata 54,77, (2) terdapat perbedaan hasil belajar (aspek pengetahuan) yang signifikanantara kelas eksperimen dengan persentase ketuntasan 92,11 % dan kelas kontrol dengan persentase ketuntasan 56,41 %, (3) model pembelajaran PLGI mendapat respon positif dari siswa pada materi hidrolisis garam dengan rata-rata respon siswa 42,29 yang termasuk kategori sangat bai

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) BERBANTUAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 10 BANJARMASIN PADA MATERI HIDROKARBON

    Get PDF
    Penelitian ini tentang penggunaan model pembelajaran group investigation (GI) berbantuan lembar kerja peserta didik (LKPD) pada materi hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, dan respon siswa  terhadap  model  pembelajaran  group  investigation.  Penelitian  ini  menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimen (eksperimen semu) dengan menggunakan pretest- posttest nonequivalent control group design. Kelas yang digunakan yaitu 2 kelas terdiri dari kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran group investigation dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis, tes hasil belajar kognitif dan angket  respon siswa. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan pada penerapan model pembelajaran Group Investigation  (GI) dengan berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 10 Banjarmasin pada materi Hidrokarbon. (2) Terdapat perbedaan pada penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) dengan berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA Negeri 10 Banjarmasin  pada  materi  Hidrokarbon. (3) Respon siswa kelas X SMA Negeri 10 Banjarmasin terhadap penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) pada materi hidrokarbon sangat positif

    PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN 24 BANJARMASIN

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini yakni memaparkan proses dari pelaksanaan pembelajaran menulis karangan eksposisi dengan penggunaan media gambar pada kelas VIII peserta didik SMP Negeri 24Banjarmasin. Metode penelitian yang di gunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini dianalisis dengan cara (1) mereduksi data; (2) menyajikan data; dan (3)memverifikasi data atau mengkonklusi. Penelitian ini menghasilkan pemaparan mengenai pelaksanaan penbelajaran menulis karangan eksposisi menggunakan media gambar yang terdiri dari 3 langkah kegiatan, di antaranya (1) pendahuluan, berisi salam dan doa, menyiapkan fisik dan psikis peserta didik, serta memberikan motivasi; (2) inti, yang terdiri dari kegiatan 5 M, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar informasi dan mengomunikasikan hasil; serta (3) penutup

    KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN YANG TERDAPAT DI SUNGAI BARITO KECAMATAN ALUH-ALUH KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Get PDF
    Penelitian ‘Keanekaragaman Jenis Ikan Yang Terdapat di Sungai Barito Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan’ bertujuan untuk mengetahui kelimpahan relatif (KR), indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E), indeks dominasi (C) dan untuk mengetahui kualitas air di sungai barito kecamatan aluh-aluh kabupaten banjar untuk kehidupan ikan payau. Metode pengambilan data yang digunakaniyaitu PurposivemSampling dengan menentukan titik-titik stasiun tertentu yang mewakili Sungai Barito. Alat yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Tuguk (Stow nets), Rempa (Seine nets) dan Pancing (Line pole). Hasil tangkapan ikan selama penelitian dari 3 stasiun dalam 3 minggu dengan waktu pengambilan 1  minggu sekali pada semua stasiun secara bersamaan yaitu berjumlah 503 ekor dengan jumlah famili 17 dan jenis ikan berjumlah 18 jenis. Sungai Barito memiliki kelimpahan ikan dengan jumlah 503 ekor, indeksskeanekaragamani(H’) berkisarrantara 1,713 – 2,398, indeks keseragaman (E) berkisarrantara 0,926 – 0,957 dannindeks dominasi (C) berkisarrantara 0,100 – 0,192. Hasil penelitian di perairan Sungai Barito nilai kualitas air masih optimal untuk peruntukan biota perairan.   The study 'Fish Species Diversity in the Barito River, Aluh-Aluh District, Banjar Regency, South Kalimantan Province' aims to determine the relativeeabundance (KR), diversitynindex (H '), uniformity indexi(E), dominanceiindex (C) and to find out water quality in the barito river,  aluh-aluh district, banjar regency, for the life of brackish fish. The data collection method used is Purposive Sampling by determining specific station points that represent the Barito River. The tools used in sampling are Stow nets, Rakes (Seine nets) and Line poles. Fish catches during the study from 3 stations in 3 weeks with a time of taking once a week at all stations simultaneously amounting to 503 fish with a number of families 17 and fish species totaling 18 species. Barito River has an abundance of 503 fish, diversity index (H ') ranges from 1,713 - 2,398, uniformity indexi(E) rangessfromn0.926 - 0.957 and dominanceeindex (C) rangesifrom 0.100 - 0.192. The resultssof research innthe waters offthe Barito River valueeof water quality is still optimal for allotment of aquatic biot

    MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN KOLABORASI MODEL DISCOVERY LEARNING DAN NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) PADA MATERI HIDROLISIS GARAM DI SMA NEGERI 12 BANJARMASIN

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan (1) aktivitas guru, (2) aktivitas siswa, (3) hasil belajar kognitif siswa, (4) hasil belajar afektif siswa dan (5) hasil belajar psikomotor siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 12 Banjarmasin dengan jumlah 23 orang. Data dikumpulkan melalui teknik observasi aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan (1) terjadi peningkatan aktivitas guru dari 54,17 (baik) pada siklus I menjadi 59,74 (sangat baik) pada siklus II, (2) terjadi peningkatan aktivitas siswa dari 38,17 (cukup aktif) pada siklus I menjadi 51(aktif) pada siklus II, (3) terjadi peningkatan hasil belajar kognitif siswa yang diperoleh sebesar 48,19%  menjadi 77,39% dari seluruh jumlah siswa, (4) terjadi peningkatan hasil belajar afektif siswa yang diperoleh sebesar 15,83 (cukup baik) pada siklus I menjadi 22 (baik) pada siklus II (5) terjadi peningkatan hasil belajar psikomotor siswa yang diperoleh sebesar 10,33 (kurang terampil) pada siklus I menjadi 15,17 (terampil) pada siklus II

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA DI SMAN 4 BANJARMASIN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan: (1) aktivitas guru, (2) aktivitas siswa, (3) kemampuan berpikir kreatif siswa, (4) hasil belajar dan (5) respon siswa. Penenlitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus dengan empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ialah siswa kelas XI MIPA 2 yang berjumlah 34 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir kreatif, tes hasil belajar, observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis dekskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II yang meliputi (1) aktivitas guru kategori baik menjadi sangat baik, (2) aktivitas siswa kategori aktif menjadi sangat aktif, (3) kemampuan berpikir kreatif siswa kategori rendah menjadi tinggi dengan meningkatnya keempat indikator yaitu originality, fluency, flexibility, dan elaboration, (4) Hasil belajar siswa secara klasikal dari 61,76% menjadi 88,24%, (5) Respon baik diberikan siswa terhadap model pembelajaran CPS berbantuan multimedia interaktif materi larutan penyangga

    KAJIAN KEBERLANJUTAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN REDOKS KELAS X MIA 3 SMA NEGERI 5 BANJARMASIN TAHUN AJARAN 2016/2017

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang keberlanjutan pemahaman konsep siswa pada materi larutan elektrolit dan redoks siswa kelas X MIA SMA Negeri 5 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberlanjutan pemahaman konsep siswa pada materi larutan elektrolit dan redoks kelas X MIA 3 SMA Negeri 5 Banjarmasin tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan metode “survey”. Sampel penelitian adalah kelas X MIA 3. Observasi dilakukan terhadap guru mengajar di kelas, guru mengajar dengan bantuan peta konsep pada materi larutan elektrolit dan redoks. Pengumpulan data menggunakan teknik tes. Teknik analisis data menggunakan analisis secara deskriptif. Juga keberlanjutan pemahaman konsep siswa tiap soal dapat diketahui apakah mengalami keberlanjutan atau tidak. Dengan demikian, hasil tes mengalami keberlanjutan pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Secara keseluruhan yang mengalami keberlanjutan pemahaman konsep siswa pada materi larutan elektrolit dan redoks sebesar 31,43%, sedangkan yang tidak mengalami keberlanjutan pemahaman konsep siswa pada materi larutan elektrolit dan redoks sebesar 68,57% kelas X MIA 3 SMA Negeri 5 Banjarmasin tahun ajaran 2016/2017, (2) Kategori tinggi keberlanjutan pemahaman konsep siswa pertiap soal dan persiswa pada konsep larutan elektrolit dan redoks sebesar 17,14%, untuk kategori sedang sebesar 48,57% dan untuk kategori rendah sebesar 34,29%

    IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY BASED LEARNING BERBANTUAN MIND MAPPING TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI KOLOID

    Get PDF
    Penelitian ini tentang implementasi model discovery based learning berbantuan mind mapping pada materi koloid. Tujuan dari penelitian adalah untuk melihat ; (1) perbedaan sikap ilmiah peserta didik (2) perbedaan hasil belajar (pengetahuan, sikap, keterampilan) (3)respon siswa terhadap model discovery based learning berbantuan mind mapping pada materi koloid. Metode yang digunakan penelitian ini ialah pretest-posttest nonequivalent control group design. Sampel penelitian sebanyak 56peserta didik, dari dua kelas IPA, yakni XI IPA 1 dan XI IPA 2. Sampel diambil dengan teknikcluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar pengetahuan, observasi, dan angket. Analisis data yang didapat menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ; (1) terdapat perbedaan sikap ilmiah yakni di kelas XI IPA 1 sebesar 70,16% sedangkan di kelas XI IPA 2 sebesar 64,45% (2) terdapat perbedaan hasil belajar, yakni perbedaan hasil belajar pengetahuan yang signifikan serta perbedaan hasil belajar sikap dan keterampilan (3) peserta didik memberikan respon positif terhadap model discovery based learning berbantuan mind mapping pada materi koloid

    MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERVISI SETS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI KOLOID

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing bervisi SETS untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada materi koloid dengan objek penelitian yaitu 35 orang peserta didik di kelas XI PMIA SMAN 3 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dua siklus. Adapun faktor yang diteliti yaitu meliputi aktivitas peserta didik, keterampilan berpikir kritis dan respon peserta didik. Hasil penelitian yang diperoleh adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing bervisi SETS dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dari siklus I ke siklus II dari kategori cukup kritis menjadi kategori kritis dengan nilai 66,04 menjadi 83,61, dan respon peserta didik sebesar 39,49 yang berarti peserta didik merespon positif terhadap model pembelajaran inkuiri terbimbing bervisi SETS

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇