Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    PRODUKSI SAUS KAYA SERAT BERBAHAN SEMI REFINED CARRAGEENAN (SRC) DARI RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii: Jahriya Wati, Hesty Heryani dan Agung Nugroho

    No full text
              Semi Refined Carrageenan (SRC) adalah salah satu produk karaginan dengan kemurnian rendah karena masih mengandung sejumlah kecil selulosa yang bersatu bersama karaginan. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan produk olahan rumput laut Eucheuma cottonii menjadi SRC dalam meningkatkan kadar serat pangan. Penambahan tepung SRC 40%, 50%, 60%, 70% dan 100%. Hasil uji karakteristik produk saus yang paling disukai responden adalah P2 (penambahan SRC 50%). Hasil uji karakteristik kimia diperoleh kadar serat tertinggi pada perlakuan P5 yaitu sebesar 3,68% (penambahan SRC 80%). Hasil analisis komposisi terbaik akan dilakukan analisis harga pokok produksi menggunakan metode full costing. Berdasarkan hasil analisis harga pokok produksi diketahui unsur biaya bahan baku langsung Rp368.000,00, biaya tenaga kerja langsung Rp750.000,00, biaya overhead variabel Rp352.000,00, dan biaya overhead tetap Rp987.000,00, kapasitas produksi sebesar 1.500 cup kemasan dengan reseko kegagalan 3%. Hasil perhitungan didapatkan harga pokok produksi sebesar Rp2.457.000,00 dengan harga jual sebesar Rp2000,00

    PRARANCANGAN PABRIK SORBITOL DARI GLUKOSA MELALUI PROSES HIDROGENASI KATALITIK KAPASITAS 10.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Sorbitol merupakan golongan alkohol polyhidrat dengan rumus kimia C6H8(OH)6 memiliki struktur mirip glukosa dimana gugus aldehid diganti menjadi gugus alkohol. Senyawa ini dapat digunakan dalam pembuatan pemanis yang aman untuk penderita diabetes, sebagai bahan baku pasta gigi dan juga kosmetik. Pada prarancangan pabrik sorbitol dari glukosa dan hidrogen ini, digunakan proses hidrogenasi katalitik dengan langsung mereaksikan glukosa dengan hidrogen. Prarancangan pabrik ini direncanakan didirikan pada tahun 2020 dengan kapasitas 10.000 ton/tahun. Proses pembuatan sorbitol ini dilakukan melalui proses hidrogenasi katalitik dengan katalis nikel yang berlangsung pada reactor gelembung pada kondisi operasi 135°C dan berlangsung secara eksotermis dengan konversi 97% pada tekanan 100 atm. Kemudian proses dilanjutkan menggunakan centrifuge untuk memisahkan nikel dari larutan. Filtrate yang dihasilkan, diumpankan ke dalam evaporator untuk mengurangi kadar air sehingga menghasilkan produk sorbitol dengan kemurnian 85%. Pabrik sorbitol ini beroperasi 330 hari kerja selama 1 tahun. Lokasi rencana didirikan pabrik yaitu didaerah Kaliwungu-Kendal, Semarang dengan luas area 4.107.500 m2. Jumlah karyawan yang diperlukan sebanyak 105 orang dan memiliki bentuk perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staff. Berdasarkan hasil analisa ekonomi, didapatkan Profit in Sales (POS) sebelum pajak 15% dan setelah pajak 10%, Return on Investment (ROI) sebelum pajak 17,33% dan setelah pajak 11,27%, Pay Out Time (POT) sebelum pajak 3,95 tahun dan setelah pajak 5,19 tahun, Interest Rate of Return (IRR) sebesar 11,16%, Break Event Point (BEP) sebesar 50% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 25,64% sehingga dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan

    Keanekaragaman Serangga Hama dan MusuhAlami pada Fase Pertumbuhan Tanaman Padi (Oryza sativa L.) di Lahan Irigasi

    Get PDF
    Padi (Oryza sativa L.) adalah tanaman pangan yang tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan pertanian, dengan bertambahnya penduduk dunia yang semakin meningkat dan manusia mulai menghadapi berbagai masalah diantaranya adalah penyediaan pangan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui keanekaragaman serangga hama pada fase pertumbuhan padi agar dapat diketahui jenis serangga hama dan musuh alami yang terdapat di Lahan irigasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan pengamatan langsung di lokasi persawahan yang sudah ditanami padi.Pengambilan sampel serangga dengan menggunakan jaring ayun dan lampu perangkap.Sampel serangga yang tertangkap dibawa ke laboratorium untuk diidentifikasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan jenis serangga hama yang ditemukan pada fase pertumbuhan berjumlah 11 spesies terdiri dari 6 ordo (9 famili) yaitu ordo Homoptera, Lepidoptera, Coleoptera, Diptera, Hemiptera dan Thysanoptera. Sedangkan untuk musuh alami pada fase pertumbuhan yang ditemukan terdiri dari predator 6 ordo (18 famili) yaitu ordo Coleoptera, Orthoptera, Odonata, Hymenoptera, Hemiptera dan Dermaptera dengan jumlah 16 spesies. Parasitoid 2 ordo (4 famili) dengan jumlah 5 spesies. Hasil data keanekaragaman (H’),serangga hama dan musuh alami yang diperoleh nilainya masih tergolong rendah. Rendah yaitu hanya berkisar dari 0,6 – 1,3 atau kisaran 1<H<2

    Pengaruh Pemberian Larutan Tumbuhan Sebagai Pestisida Nabati dalam Mengendalikan Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stal.)

    Get PDF
    Dalam budidaya tanaman padi masih ada permasalahan-permasalahan yang menyebabkan produksi belum optimal, salah satunya adalah adanya gangguan Wereng Batang Coklat atau WBC (Nilaparvata lugens). Keberadaan WBC dapat mengakibatkan kerusakan pada tanaman padi. Upaya pengendalian WBC masih bergantung pada penggunaan pestisida sintetik sehingga digunakan pestisida nabati untuk mengatasinya. Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi beberapa larutan tumbuhan (larutan buah pinang, buah mengkudu, kulit pohon kepayang dan daun loa) sebagai pestisida nabati dalam mengendalikan WBC. Penelitian ini menggunakan RAL satu faktor (enam perlakuan, setiap perlakuan empat ulangan), sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Pemberian pestisida nabati buah pinang, buah mengkudu, kulit pohon kepayang dan daun loa berpotensi dalam mengendalikan WBC

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN HASIL BELAJAR HIDROLISIS GARAM SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 5 BANJARMASIN TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajarserta respon siswa antara kelas dengan penerapan model Treffinger dan kelas dengan penerapan model problem solving. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen semu (quasy experiment)dengan nonequivalent control group design. Sampel penelitian adalah kelas XIIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 2 sebagai kelas pembanding. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu model Treffinger dan problem solving, variabel terikat yaitu kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar. Kelas eksperimen menerapkan model Treffinger, sedangkan kelas pembanding menerapkan model problem solving. Pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji-t dan analisis deskriptif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan berpikir kreatif siswa berbeda signifikan antara siswa dengan model Treffinger dan siswa dengan model problem solving, (2) hasil belajar kognitif siswa berbeda signifikan antara siswa dengan model Treffinger dan siswa dengan model problem solving, (3) model pembelajaran Treffinger mendapat respon positif dari siswa

    MENGURANGI MISKONSEPSI PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA MELALUI MODEL GUIDED INQUIRY LEARNING (GIL) DI KELAS XI IPA 2 SMA PGRI 6 BANJARMASIN

    Get PDF
    Kimia merupakan bidang kajian yang konsep-konsepnya banyak bersifat abstrak sehingga banyak menimbulkan miskonsepsi salah satunya materi larutan penyangga. Oleh karena itu dilakukan penelitian tentang penggunaan model Guided Inquiry Learning (GIL) pada materi larutan penyangga untuk mengetahui; (1) konsep-konsep yang mengalami miskonsepsi, (2) mengurangi miskonsepsi peserta didik, (3) aktivitas guru, (4) aktivitas peserta didik dan (5) respons peserta didik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus. Subjek penelitian adalah 34 peserta didik kelas XI IPA 2 SMA PGRI 6 Banjarmasin. Instrumen penelitian adalah tes miskonsepsi ThreeTier Multiple Choicedan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) konsep yang mengalami miskonsepsi adalah komposisi, pembuatan, perhitungan pH dan pOH, mekanisme larutan penyangga, pengaruh penambahan asam, basa serta pengenceran terhadap pH larutan penyangga dan fungsi larutan penyangga, (2) tes awal sebesar 34,9% berkurang menjadi 15,1% pada ujian siklus dengan persentase 19,8%, (3) peningkatan aktivitas guru dengan rata-rata 39,8 (cukup baik) pada siklus I menjadi 52,2 (baik) pada siklus II, (4) peningkatan aktivitas peserta didik dengan rata-rata 40,8 (cukup aktif) pada siklus I menjadi 52,2 (aktif) pada siklus II, (5) peserta didik memberikan respon positif terhadap pembelajaran menggunakan model GIL

    MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL COOPERATIVE SCRIPT DIKOLABORASI DENGAN MODEL THINK PAIR SHARE (TPS) BERBANTUAN LKPD LEVEL REPRESENTASI KIMIA MATERI LARUTAN PENYANGGA

    Get PDF
    Agar peserta didik dapat memecahkan permasalahan disertai dengan alasan rasional dan logikal maka diperlukan keterampilan berpikir kritis yang memadai. Model pembelajaran Cooperative Script dikolaborasi TPS dapat digunakan untuk melatih keterampilan berpikir kritis. dan untuk membantu sekaligus memahami konsep kimia yang abstrak diperlukan LKPD representasi kimia. Telah dilakukan penelitian tentang meningkatkan berpikir kritis melalui model Cooperative Script dikolaborasi TPS berbantuan LKPD level representasi kimia pada materi larutan penyangga di kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 5 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan cara bersiklus. Adapun faktor yang diteliti yaitu meliputi (1) aktivitas guru, (2) aktivitas peserta didik, (3) keterampilan berpikir kritis, (4) hasil belajar kognitif,(5) hasil belajar afektif dan (6) hasil belajar psikomotorik. Teknik pengumpulan data adalah dengan nontes (lembar observasi dan angket) dan tes berupa hasil keterampilan berpikir kritis serta hasil belajar kognitif peserta didik. Analisis data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan dengan penerapan model Cooperative Script dikolaborasi TPS berbantuan LKPD representasi kimia terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II yang meliputi (1) aktivitas guru dari kategori cukup baik menjadi baik, (2) aktivitas peserta didik dari kategori cukup aktif  menjadi aktif, (3) keterampilan berpikir kritis dari kategori cukup kritis menjadi kritis, (4) hasil belajar kognitif dari ketuntasan 58,33% meningkat menjadi 80,55%, (5) hasil belajar afektif dari kategori cukup baik menjadi baik dan (6) hasil belajar psikomotorik dari kategori cukup terampil menjadi terampil

    IMPLEMENTASI SYSTEMS THINKING LEARNING CYCLE (STLC) TERHADAP KEDALAMAN KONSEP DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) pengaruh systems thinking learning cycle (STLC) terhadap kedalaman konsep siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan (Ksp), (2) pengaruh systems thinking learning cycle (STLC) terhadap hasil belajar pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan (Ksp), (3) respon siswa terhadap systems thinking learning cycle (STLC)  pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan (Ksp) di SMAN 1 Martapura.Penelitian menggunakan metode Quasi Experimental (eksperimen semu) dengan pretest-posttest nonequivalent control group design dan teknik sampling yaitu cluster random sampling. Sampel penelitian adalah 35 siswa kelas XI MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dan 35 siswa kelas XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan  Uji-t untuk menganalisis pengaruh Systems Thinking Learning Cycle (STLC) terhadap kedalaman konsep dan hasil belajar kognitif siswa, dan analisis deskriptif untuk menganalisis pengaruh Systems Thinking Learning Cycle (STLC) terhadap hasil belajar afektif, psikomotor serta respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh terhadap kedalaman konsep siswa (2) terdapat pengaruh terhadap hasil belajar siswa (3) Implementasi Systems Thinking Learning Cycle (STLC) pada pembelajaran kimia mendapat respon positif dari siswa

    STATUS MUTU AIR DAN KELAYAKAN HIDUP IKAN NILA HITAM (Oreochromis niloticus, Bleeker) YANG DIPELIHARA DALAM KERAMBA JARING APUNG DI ALIRAN SUNGAI RIAM KANAN, KECAMATAN ARANIO, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: STATUS OF WATER QUALITY AND FEASIBILITY OF BLACK TILAPIA (Oreochromis niloticus, Bleeker) WHICH MAINTANED IN FLOATING NET CAGES ON RIAM KANAN RIVER, ARANIO, BANJAR, SOUTH KALIMANTAN

    Get PDF
    Sungai Riam Kanan  adalah sungai yang bermuara dari Waduk Ir. Pangeran Muhammad Noor atau Waduk Riam Kanan. Sungai Riam Kanan dimanfaatkan warga dengan berbagai macam aktivitas, salah satunya adalah peruntukkan perikanan yaitu budidaya ikan dengan sistem keramba jaring apung. Semerbaknya jumlah KJA yang sangat banyak, akan mempengaruhi kualitas air dan kelayakan hidup ikan nila hitam (Oreochromis niloticus, Bleeker). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status mutu aliran sungai Riam Kanan dan mengetahui kualitas perairan untuk kehidupan ikan nila hitam. Penelitian ini mengukur bagian inlet, tengah, dan outlet KJA. Parameter yang diukur mengacu pada Standar Nasional Indonesia Nomor 01-6495.1-2000, yang akan dianalisis dengan metode STORET dan perbandingan SNI. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah Hulu mendapatkan hasil yang memenuhi baku mutu, tengah merupakan perairan yang baik, hilir merupakan perairan yang cukup baik.   Riam Kanan River is a river which led of Ir. Pangeran Muhammad Noor or Riam Kanan lake. Riam Kanan River is used by people to many activities, one of the activities, is allocation to fisheries are aquaculture with floating net cages system. A lot of floating net cages, will influence water quality and feasibility of Black Tilapia’s (Oreochromis niloticus, Bleeker) life. The purpose of the study research are determine a qualities of Riam Kanan River and determine a water quality to Black Tilapia’s life. This research measured the inlet, middle, and outlet of floating net cage. The parameter which measured is led from Standar Nasional Indonesia 01-6495.1-2000, which will analyzed with STORET method and SNI comparison. The result of this research is inlet is a river which meet a standards, middle is a river which have a good quality, and outlet have a fairly good river

    Keanekaragaman Serangga yang Berasosiasi pada Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annum L.) di Kelurahan Loktabat Utara Banjarbaru

    Get PDF
    Tanaman cabai merah besar (Capsicum annum L.) di Kalimantan selatan sering mengalami hambatan besar dalam upaya peningkatan produktivitas, salah satu faktor utama yaitu hama dan penyakit yang sering menimbulkan kerugian dalam budidaya. Semakin dominan suatu jenis hama maupun penyakit yang menimbulkan kerusakan maka semakin tinggi tingkat kerusakan pada tanaman. Untuk mengetahui hama maupun penyakit yang ada maka alternatif yang dilakukan ialah dengan melakukan pengamatan lanjut pada tanaman tersebut, yaitu tepatnya di daerah Loktabat Utara Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey purposive sampel pada 3 lahan yang berbeda dengan 2 lahan pertanaman yang menggunakan pestisida kimia dan 1 lahan pertanaman sistem organik. Pengamatan dilakukan selama 4 kali dalam satu bulan pada 3 lahan tersebut. Jenis serangga yang berasosiasi terbanyak terdapat pada lahan percobaan pada hama yang menyerang yaitu pada ordo Homoptera famili Aleyrodidae dan sedangkan musuh alami yang ada pada tanaman cabai merah besar yaitu pada ordo Diptera famili Sepsidae. Serangan penyakit tertinggi terdapat pada lahan dengan sistem organi

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇