Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PROBING PROMPTING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN DI SMAN 6 BANJARMASIN
Telah dilakukan penelitian tentang penggunaan model pembelajaran probing prompting berbantuan media audio visual pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Penelitian ini bertujuan (1) meningkatkan aktivitas siswa, (2) meningkatkan hasil belajar siswa mencakup aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan serta (3) mengetahui respon siswa. Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIA 2 SMA Negeri 6 Banjarmasin dengan jumlah 36 orang. Instrumen penelitian berupa tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas siswa meningkat dari 41,21 (cukup aktif) pada siklus I menjadi 52,53 (aktif) pada siklus II, (2) terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa pada aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan jumlah berturut-turut sebesar 52,78%, 13,57 (cukup baik) dan 16,64 (cukup terampil) pada siklus I menjadi 88,89%, 16,24 (baik) dan 19,31 (terampil) pada siklus II dan (3) siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran menggunakan model pembelajaran probing prompting berbantuan media audio visual pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN POE PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
Pembelajaran di sekolah cenderung lebih menghafal teori, akibatnya peserta didik menjadi kurang terlatih untuk menggunakan daya nalarnya dalam menghadapi masalah. Peserta didik perlu dibekali keterampilan yang dapat membantu dalam menemukan informasi dari berbagai sumber. Salah satunya adalah keterampilan proses sains yang dapat mengasah pola pikir peserta didik secara mandiri sehingga dapat meningkatkan kualitas hasil belajar. Hal ini yang menyebabkan keterampilan proses sains harus ditingkatkan. Keadaan tersebut dapat diatasi dengan menerapkan model pembelajaran Predict Observe Explain (POE). Penelitian tentang penerapan model POE bertujuan untuk meningkatkan (1) aktivitas guru; (2) aktivitas peserta didik; (3) keterampilan proses sains dan (4) hasil belajar. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X MIPA 3 SMAN 5 Banjarmasin dengan jumlah 33 orang. Instrumen penelitian terdiri dari tes dan non tes. Data dianalisis dengan teknik observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan (1) aktivitas guru dari kategori cukup baik menjadi baik; (2) aktivitas peserta didik dari kategori cukup aktif menjadi aktif; (3) observasi dan hasil tes keterampilan proses sains dari kategori cukup terampil menjadi terampil, dan (4) hasil belajar meningkat secara klasikal dari 42,4% menjadi sebesar 81,8%
THE STRATEGIES OF TEACHING IN READING COMPREHENSION
The strategies are needed in teaching-learning process, because to build students’ ability in reading. Through strategy in teaching-learning reading to make students interested to learning reading class. How are the implementation of teaching strategies and what strategies are the teacher used in reading comprehension in reading comprehension at SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin was a problem of study. To describe the implementation of teaching strategies in reading comprehension and know the strategies of the teacher used when teaching was the research objective. This research used a descriptive qualitative method. 75 students consist of three classes were the subjects. Observation and interview were the instruments. The result of the research showed that the teacher used group discussion; is used to answer the questions based on their read in a group. Gallery walk; is used for the students after they finished see the pictures, they were asked questions related to pictures. Mind mapping; is used for students to make mind mapping based on their thinking. Therefore, the teacher used three such as group discussion; discuss together to solve the problem. Gallery walk; students get the information after they see the pictures. Mind mapping; activity to develop their thinking. Based on the result, it is suggested that students should be more active in the class and students should be ready to study. Besides that, the teacher should use more English when teaching in the classroom
The Use of Think-Pair-Share (TPS) in Teaching Recount Text
This research aims to find out whether there is a difference of the eighth-grade students’ achievement in reading recount text taught by using Think Pair Share (TPS) and those who are trained by using Number Head Together (NHT). The research used a quasi-experimental design. Test and observation were used as the instrument in collecting data. The samples were students of VIII E as the experimental and VIII C as the control of SMPN 31 Banjarmasin academic year 2017/2018. The result showed that there was a difference in students’ reading achievement taught by using TPS and those who are trained by using NHT. Based on the calculation, the average score of pre-test was 67,04 for experimental and 68,80 control class. After the treatment given, the average post-test rating for the experimental class was 80,02 and control was 76,30. The calculation of t-test showed t-value was higher than t-table (2,42>1,99) at the significance level of 5%. Furthermore, the use of TPS made a better result for students’ achievement in reading. Based on the research result, the researcher recommends the English teacher to use TPS as the alternative technique in teaching since it is suitable and straightforward to begin practising cooperative learning.
 
KONDISI DAN KELAYAKAN KUALITAS AIR SUB DAS NEGARA di KECAMATAN DAHA UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: CONDITION AND FEASIBILITY of WATER QUALITY of DAS STATE SUB in DISTRICT DAHA NORTH of HULU SUNGAI SELATAN PROVINCE of SOUTH KALIMANTAN
Pertemuan Sub DAS Negara dengan Anak Sungai Amandit Di Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan menunjukkan perbedaan sifat dan karakteristik kualitas air sungai. Secara kasat mata terlihat perbedaan tingkat kejernihan air dari aliran Sungai Amandit Desa Balah Paikat dan Sub DAS Negara Desa Baruh Kembang di Kecamatan Daha Utara. Perbedaan sifat dan karakteristik kualitas air di DAS Negara menimbulkan perbedaan jenis ikan yang dibudidayakan di aliran tersebut. Parameter yang diukur yaitu: DO (Oksigen Terlarut), pH (Derajat Keasaman), suhu, kecerahan, nitrat (NO3), fosfat (PO4) dan amonia (NH3). Analisis data menggunakan metode STORET dan Environment Quality Index (EQI) secara deskriptif dengan acuan studi pustaka.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa status mutu air Sub DAS Negara dikategorikan dalam status mutu air kelas C yaitu tercemar sedang. Terdapat 2 parameter kualitas air seperti pH (4,84 – 5,52) dan NH3 (0,3 – 0,4 mg/L) telah melampaui batas baku dari standar baku mutu untuk kegiatan budidaya ikan air tawar (kelas II) menurut Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 05 Tahun 2007 Tentang Peruntukan dan Baku Mutu Air Sungai. Hasil kelayakan perairan kolam di lokasi penelitian dihitung menggunakan metode Environment Quality Index (EQI) menunjukan hasil bahwa stasiun I mempunyai nilai EQI dengan kategori sesuai dan stasiun II dan III dengan kategori cukup sesuai untuk kegiatan budidaya.
Confluencing DAS State Sub with Amandit tributaries in Daha North District of South Hulu Sungai District shows differences in nature and quality characteristics of river water. With the naked eye, there is a difference in the clarity of water from the river Amandit of Balah Paikat and SUB DAS Negara village Baruh Kembang in Daha North District. Differences in water quality properties and characteristics DAS State evokes different types of fish cultivated in the flow. The measured parameters are: DO (dissolved oxygen), pH (degree of acidity), temperature, brightness, nitrate (NO3), PHOSPHATE (PO4) and ammonia (NH3). Data analysis uses the STORET and Environment Quality Index (EQI) methods descriptively with the reference of the Library study.
The results showed that the quality status of Sub-country water is categorized in a class C water quality status that is contaminated medium. The two Parameters of water quality such as PH (4.84 – 5.52) and NH3 (0.3 – 0.4 mg/L) have exceeded the standard limits of quality standards for freshwater aquaculture (class II) according to Governor regulation South Kalimantan number 05 year 2007. The results of pond water feasibility at the research site calculated using the Environment Quality Index (EQI) method shows the result that station 1 have an EQI value with a category and station II and III with categories are suitable for cultivation activities
KEBIASAAN MAKAN (Food Habits) DAN KEBIASAAN CARA MEMAKAN (Feeding Habits) IKAN KIPAR (Scatophagus argus) DI SUNGAI BARITO KECAMATAN ALUH-ALUH KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: FOOD HABITS AND FEEDING HABITS (Feeding Habits) KIPAR FISH (Scatophagus argus) IN THE BARITO RIVER ALUH-ALUH DISTRICT, BANJAR REGENCY SOUTH KALIMANTAN PROVINCE
Penelitian ‘Kebiasaan Makan (Food Habits) Dan Kebiasaan Cara Memakan (Feeding Habits) Ikan Kipar (Scatophagus argus) Di Sungai Barito Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan’ bertujuan untuk mengetahui makanan yang di makan ikan kipar (Scatophagus argus), pengelompokan ikan kipar (Scatophagus argus), dan kebiasaan cara makan ikan kipar (Scatophagus argus), serta pemahaman kelangsungan hidup ikan. Data yang diambil menggunakan metode yaitu Purposive Sampling dengan menentukan titik-titik stasiun yang mewakili sungai Barito Kecamatan Aluh-Aluh. Sampel ikan kipar diambil pada dua stasiun, dengan total sampel 70 ekor ikan terdiri dari 60 lambung berisi dan 10 lambung kosong. Data diambil di lapangan dan di laboratorium dengan mengukur frekuensi organisme makanan ikan kipar, menghitung volume lambung ikan kipar, dan Indeks Preponderance ikan kipar. Makanan utama ikan kipar (Scatophagus argus) berdasarkan Indeks Preponderance pada dua stasiun adalah potongan udang dengan nilai 50,1%. Berdasarkan komposisi isi lambung, tipe gigi (canine), serta panjang ususnya (1-2 kali panjang tubuh) maka dapat disimpulkan ikan kipar (Scatophagus argus) bersifat omnivora yang cenderung karnivora.
The study 'Food Habits and Feeding Habits of Scatophagus argus in the Barito River in the Aluh-Aluh District of Banjar Regency in South Kalimantan Province' aims to find out the foods that are eaten by Kipar fish (Scatophagus argus), grouping Kipar fish (Scatophagus argus), and the habit of eating Kipar fish (Scatophagus argus), and understanding the survival of fish. The data collection method used is Purposive Sampling by determining station points that represent the Barito river, Aluh-Aluh District. Kipar fish samples were taken at two stations, with a total sample of 70 fish consisting of 60 filled stomach and 10 empty stomach. Data was collected in the field and in the laboratory by measuring the frequency of kipar fish food organisms, calculating the volume of kipar stomach, and Kipar fish Preponderance Index. The main food of kipar (Scatophagus argus) based on the Preponderance Index at two stations is shrimp pieces with a value of 50.1%. Based on the composition of the contents of the stomach, the type of teeth (canine), and the length of the intestine (1-2 times the body length) it can be concluded that kipar (Scatophagus argus) is omnivores which tends to be carnivores
Pengaruh Beberapa Jenis Serbuk Daun Jeruk terhadap Perkembangan Sitophilus oryzae L. pada Beras Lokal Siam Unus
Serangan hama gudang merupakan masalah utama yang sering timbul selama beras dalam masa penyimpanan, sehingga perlu dilakukan tindakan pengendalian yang aman dan tidak bersifat toksik bagi manusia yaitu dengan menggunakan insektisida nabati. Untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa jenis daun jeruk terhadap perkembangan populasi S. oryzae serta kerusakan yang ditimbulkannya pada beras lokal Siam Unus dan untuk mengetahui jenis daun jeruk yang paling baik dalam menekan perkembangan populasi S. oryzae sehingga dapat mengurangi kerusakan beras maka penelitian ini dilakukan. Parameter yang diamati meliputi populasi S. oryzae dan persentase kerusakan beras. Metode penelitian ini menggunakan RAL satu faktor 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan serbuk daun jeruk (nipis, purut, siam dan lemon) mampu menekan perkembangan populasi S. oryzae serta kerusakan yang ditimbulkannya pada beras siam unus. Seluruh perlakuan pemberian serbuk daun jeruk mampu menekan perkembangan populasi S. oryzae hingga berkisar 6-8 ekor jika dibandingkan dengan tanpa perlakuan yang meningkat dari 10 ekor sampai dengan 14 ekor. Adapun persentase kerusakan beras yang paling rendah terdapat pada perlakuan pemberian serbuk daun jeruk purut yaitu sebesar 1,26% dengan korelasi 78%. Mortalitas S. oryzae tertinggi pada hari ke-30 ialah perlakuan serbuk daun lemon yakni 6,25 ekor
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI BERBANTUAN SCHOOLOGY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN METAKOGNISI PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN
Kemampuan metakognisi peserta didik sekolah menengah masih sangat lemah dan Indonesia termasuk 10 besar terendah dari 65 negara, hal ini karena belum tersedianya buku yang mendukung peserta didik untuk mengembangkan keterampilan metakognisinya, sehingga dilakukan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan pengembangan Educational Design Research dengan model pengembangan 3-D. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 6 Banjarmasin, sebanyak 5 orang peserta didik kelas XI MIPA 1 untuk uji coba perorangan, 10 orang peserta didik di kelas XI MIPA 1 untuk uji kelompok kecil, kelas XI MIPA 1 untuk uji coba terbatas, dan kelas XI MIPA 2 dan XI MIPA 3 untuk uji coba skala luas. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar peserta didik, kuisioner, wawancara dan angket respon. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang valid, praktis dan efektif. Kevalidan perangkat pembelajaran dilihat dari hasil validasi ahli yang termasuk dalam kriteria valid. Keefektifan perangkat pembelajaran dilihat dari rata-rata skor N-gain pengetahuan yang termasuk dalam kategori tinggi dan N-gain metakognisi termasuk dalam kategori sedang. Kepraktisan perangkat pembelajaran dilihat dari hasil keterbacaan yang termasuk dalam kriteria baik. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran melalui model pembelajaran inkuiri berbantuan schoology telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efekti
IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN DISKUSI DARING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR KIMIA PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA
Telah dilakukan penelitian tentang implementasi model Problem Based Learning (PBL) berbantuan diskusi daring untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah dan hasil belajar pada materi larutan penyangga. Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain non-equivalent control group. Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIA 3 sebagai kelas kontrol dan XI MIA 2 sebagai kelas eksperimen di SMAN 6 Banjarmasin. Variabel bebasnya adalah model pembelajaran, kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan diskusi daring dan kelas kontrol menggunakan model Problem Based Learning (PBL), sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah dan hasil belajar. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non-tes. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar ranah afektif dan psikomotorik. Analisis inferensial menggunakan uji-t untuk menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar ranah kognitif. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah yang tidak signifikan pada kelas eksperimen dan kontrol dengan harga thitung< ttabel yakni 1,660 < 1,996, (2) terdapat perbedaan hasil belajar kognitif yang signifikan pada kelas eksperimen dan kontrol dengan harga thitung> ttabel yakni 2,058 > 1,996, (3) terdapat perbedaan hasil belajar ranah afektif dan psikomotorik pada kelas eksperimen dan kontrol, dan (4) peserta didik di kelas eksperimen memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL ACCELERATED LEARNING BERBANTUAN HYPERCHEM MATERI HIDROKARBON DI SMA PGRI 6 BANJARMASIN
Telah dilakukan penelitian untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X di SMA PGRI 6 Banjarmasin melalui model Accelerated Learning berbantuan hyperchem pada materi hidrokarbon tahun pelajaran 2017/2018. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar siswa pada materi hidrokarbon dan respon siswa terhadap penerapan model Accelerated Learning dengan berbantuan hyperchem. Model pembelajaran ini menerapkan rancangan penelitian tindakan kelas menggunakan 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas X SMA PGRI 6 Banjarmasin dengan jumlah 30 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan observasi. Data dianalisis dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru meningkat dari cukup aktif di siklus I menjadi aktif di siklus II (2) aktivitas siswa meningkat dari cukup aktif di siklus I menjadi aktif di siklus II (3) Kemampuan berpikir kritis meningkat dari 64,81% di siklus I menjadi 77,41% di siklus II (4) Hasil belajar meningkat dari 75,60% di siklus I menjadi 85,20% di siklus II (5) siswa memberikan respon positif dengan kategori baik terhadap model Accelerated Learning berbantuan hyperchem yang diterapkan pada materi hidrokarbon