Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
PRARANCANGAN PABRIK ASAM ASETILSALISILAT DARI ASAM SALISILAT, ASETAT ANHIDRAT, DAN KALSIUM OKSIDA DENGAN MENGGUNAKAN PROSES ASETILASI KAPASITAS 1.800 TON/TAHUN
Asam asetilsalisilat merupakan senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan baku obat anti inflamasi non steroid (NSAID) di bidang kesehatan. Perencanaan pendirian pabrik asam asetilsalisilat dengan kapasitas 1.800 ton/tahun di Kawasan Industri MM 2100 Kelurahan Sukasejati, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dengan luas tanah 17.597 m2, Asam asetilsalisilat di produksi menggunakan proses asetilasi. Proses asetilasi antara asam salisilat dan asetat anhidrat terjadi di CSTR menggunakan bantuan kalsium oksida sebagai agen penetralisir asam sehingga membentuk asam asetilsalisilat, kalsium asetat, dan air. Asam asetilsalisilat dipisahkan dari pengotornya melalui Rotary Drum Vacuum Filter (RDVF) dan Centrifuge sehingga didapatkan kemurnian 99%. Pabrik asam asetilsalisilat direncanakan berdiri dalam bentuk Perseroan terbatas (PT) dengan jumlah karyawan 98 orang. Evaluasi ekonomi menunjukkan nilai Pay Out Time (POT) adalah 3 tahun, Rate of Return Investment (ROR) sebesar 32%, dan Break Event Point (BEP) sebesar 42%. Laba kotor yang didapatkan dari penjualan produk sebesar Rp. 158.174.425.887,- dan laba bersih sebesar Rp 118.630.819.415,-. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik asam asetilsalisilat dari asam salisilat, asetat anhidrat, dan kalsium oksida layak untuk didirikan
Development of a Problem Based Learning E-Module On Green Chemistry With Socio Scientific Issues Context To Enhance Students' Scientific Literacy
Literasi sains peserta didik yang masih tergolong rendah, sesuai yang terlihat dari hasil studi PISA dan kondisi di lapangan, menunjukkan kebutuhan akan inovasi dalam penyediaan bahan ajar yang lebih kontekstual dan interaktif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul Green Chemistry berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan konteks Socio Scientific Issues (SSI), sekaligus menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya dalam menaikkan literasi sains siswa. Metode penelitian yang diterapkan ialah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup 5 tahap yakni: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari lima validator dan peserta siswa kelas X-D di SMA Negeri 10 Banjarmasin. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes dan non-tes, seperti angket validasi ahli, angket keterbacaan, angket respons dari peserta didik dan guru, lembar observasi, serta tes literasi sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memiliki tingkat kevalidan yang sangat tinggi (96,71%), kepraktisan yang sangat baik (85,40%), serta keefektifan yang terbukti signifikan dalam meningkatkan literasi sains peserta didik dengan nilai N-Gain sebesar 79,72, termasuk dalam kategori efektif. Sehingga dengan demikian, e-modul ini dinyatakan berhasil meningkatkan literasi sains secara signifikan
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS ETNOMATEMATIKA DI KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Matematika merupakan ilmu yang lekat dengan kehidupan sehari-hari. Meskipun matematika menjadi ilmu yang sering ditemui di sekolah dan di keseharian, sayangnya kemampuan matematika siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Pelaksanaan pembelajaran matematika dengan cara yang salah dapat mempengaruhi pemahaman konsep matematika siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil belajar matematika dengan pendekatan kontekstual berbasis etnomatematika pada materi rasio. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII E SMP Negeri 5 Banjarmasin yang berjumlah 30 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa dengan pendekatan kontekstual berbasis etnomatematika di kelas VII E SMP Negeri 5 Banjarmasin mencapai kriteria “Sangat Baik”
PENGEMBANGAN LKPD INTERAKTIF BERBASIS GOOGLE SITES PADA MATERI STATISTIKA UNTUK SMP KELAS VIII
Perkembangan teknologi digital mendorong inovasi dalam penyediaan media pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel. Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 1 Banjarmasin, ditemukan bahwa belum tersedia LKPD interaktif berbasis Google Sites pada materi Statistika kelas VIII, dan peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami kesulitan dalam memahami konsep rata-rata, median, dan modus. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik interaktif berbasis Google Sites pada materi Statistika untuk kelas VIII SMP. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluate. Instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi, angket respon, dan tes hasil belajar. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarmasin. Hasil validasi oleh 2 ahli menunjukkan bahwa LKPD interaktif yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dengan rata-rata skor kevalidan 3,82. Hasil kepraktisan dari angket respon guru sebesar 4,65 dan dari peserta didik sebesar 4,13 yang tergolong sangat praktis. Hasil keefektifan berdasarkan tes hasil belajar menunjukkan tingkat ketuntasan klasikal sebesar 91,18% yang tergolong sangat efektif. Dengan demikian, LKPD interaktif berbasis Google Sites ini layak digunakan dalam pembelajaran materi Statistika di kelas VIII SMP
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBANTUAN KOMIK KIMIA DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI LAJU REAKSI
Kemampuan berpikir secara kritis ialah yang paling diperlukan di pendidikan abad 21 ini, sehingga penelitian ini memiiliki tujuan yaitu mengembangkan e-modul berbeantuan komik kimia untuk dengan model pembelajaran berbasis masalah atau PBL yang valid, praktis dan efektif pada materi laju reaksi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian pengembangan atau dikenal dengan R&D dengan model ADDIE melalui serangkaian tahapan instruksional yaitu analisis, desain, pengembangan, penerapan dan evaluasi. 5 Validator yang akan memvalisasi modul elektronik dan 30 peserta didik kelas XI MIPA 2 MA Negeri 1 Banjarmasin sebagai sampel uji kepraktisan dan keefektifan merupakan subjek dalam penelitian ini. Data penelitian dikumpulkan melalui dua jenis instrumen yaitu instrumen tes berupa soal uraian dan instrumen tes berupa angket dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan mengkategorikan hasil-hasil penelitian ke dalam kriteria kevalidan, kepraktisan dan keefektifan modul elektronik yang dikembangkan. Hasil uji (1) kevalidan menunjukkan bahwa modul elektronik yang dikembangkan valid dengan skor 4,3 dari 5, (2) kepraktisan menunjukkan bahwa modul elektronik sangat praktis dengan skor 4,5 dari 5, dan (3) keefektifan menunjukkan bahwa peningkatan berpikir kritis peserta didik pada kategori tinggi dengan n-gain 0,79. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa modul elektronik berbentuan komik kimia dengan model pembelajaran berbasis masalah valid, sangat praktis dan efektif untuk meningkatkan berpikir kritis peserta didik
PENGEMBANGAN e-PANDUAN PRAKTIKUM HIDROKARBON TERINTEGRASI REPRESENTASI KIMIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA KIMIA
Masalah dalam keterampilan proses sains mahasiswa meliputi kesulitan dalam merencanakan, memecahkan masalah, berkolaborasi, berkomunikasi, dan melakukan refleksi diri. Panduan praktikum merupakan komponen utama dalam pengembangan keterampilan proses sains agar peserta didik mengalami transformasi kognitif dan memahami konten secara mendalam. Penelitian ini telah mengembangkan panduan praktikum hidrokarbon yang terintegrasi representasi kimia untuk meningkatkan keterampilan proses sains. Metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) menerapkan Model ADDIE terdiri atas lima fase yaitu analisis, perencanaan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Adapun penelitian ini terdiri dari uji coba perorangan sebanyak 3 orang, uji coba kelompok kecil sebanyak 5 orang dan uji coba lapangan sebanyak 6 orang mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas Lambung Mangkurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oanduan praktikum yang dikembangkan memiliki tingkat kevalidan 95,25% pada kategori baik, kepraktisan 86,34% pada kategori sangat praktis dan efektif dengan n-gain 0,82 pada kategori tinggi. Panduan praktikum diperoleh kriteria layak yang ditinjau dari aspek validitas, praktikalitas, dan efektifitas untuk meningkatkan keterampilan proses peserta didik.  
LEARNING CENTER DI BANJARBARU
Technological advancements have significantly altered the way students learn, pushing them towards seeking more relaxed and comfortable learning environments outside educational institutions. Nowadays, students often opt for cafes as alternative study spaces, although this choice misaligns with the primary function of cafes and can disrupt patrons who are there solely for dining. The scarcity of adequate external educational facilities has led to competition for ideal study spaces. In this context, the Learning Center emerges as a solution by providing a space specifically designed to accommodate and meet students' educational needs. To achieve this, a Hybrid Architecture approach is employed, merging the functions of a study environment and a cafe. The Learning Center thus fosters an inclusive and supportive learning environment, addressing both the educational and social needs of students.Perkembangan teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam cara belajar mahasiswa, mendorong mereka untuk mencari lingkungan belajar yang lebih santai dan nyaman di luar institusi pendidikan. Saat ini para mahasiswa cenderung memilih kafe sebagai alternatif tempat mereka melakukan kegiatan belajar namun hal tersebut tidak sesuai dengan fungsi kafe dan sering kali membuat terganggu kepada pengguna kafe yang memang tujuannya hanya untuk makan dan minum. Ketidakcukupan fasilitas belajar di luar institusi pendidikan menciptakan persaingan untuk menemukan ruang belajar yang ideal. Dalam konteks ini, Learning Center muncul sebagai solusi, menawarkan ruang yang dirancang khusus untuk mewadahi dan memenuhi kebutuhan pendidikan mahasiswa. Untuk mewujudkan hal ini konsep perancangan yang diterapkan adalah dengan menggunakan pendekatan Arsitektur Hybrid yang menggabungkan fungsi lingkungan tempat belajar dan kafe. Learning Center menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan mendukung, memenuhi kebutuhan pendidikan dan sosial mahasiswa
GEDUNG OLAHRAGA BULU TANGKIS DI BANJARMASIN
This type of badminton sports building is included in the category of achievement sports. The type of achievement sports is influenced by endogenous factors or within a person (talent), as well as exogenous which means external factors or environmental factors that affect a person. The Badminton Sports Hall in Banjarmasin is a place designed to meet and support the needs of an athlete to channel the skills and talents possessed by individuals or groups. Badminton in Banjarmasin has many fans and is one of the sports that can compete at the national level which causes the government and private parties to provide athlete training. The facilities to support badminton in Banjarmasin are still not optimal, therefore facilities are needed that can better meet these needs. This badminton sports hall is designed according to national standards so that it can be used optimally according to its function. As well as paying attention to the materials used, the required building openings, the orientation of the building, the use of the building envelope, and the arrangement of the outer space on the site.Jenis gedung olahraga bulu tangkis ini termasuk dalam kategori olahraga prestasi. Jenis olahraga prestasi dipengaruhi oleh faktor endogen atau dalam diri seseorang (bakat), serta eksogen yang artinya faktor luar atau faktor lingkungan yang mempengaruhi diri seseorang. Gedung Olahraga Bulutangkis di Banjarmasin ini merupakan sebuah tempat yang dirancang untuk memenuhi dan menunjang kebutuhan seorang atlet untuk menyalurkan skill dan bakat yang dimiliki oleh kalangan individu maupun kelompok. Olahraga bulutangkis di Banjarmasin sangat banyak penggemarnya dan menjadi salah satu olahraga yang bisa bersaing di tingkat Nasional yang menyebabkan pemerintah maupun pihak swasta melakukan pembinaan atlet. Fasilitas untuk mendukung olahraga bulutangkis di Banjarmasin ini masih kurang maksimal, oleh karena itu diperlukan fasilitas yang lebih bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Gedung olahraga bulu tangkis ini dirancang sesuai dengan standar nasional agar bisa digunakan secara maksimal sesuai dengan fungsinya. Serta juga memperhatikan material yang digunakan, bukaan bangunan yang diperlukan, orientasi bangunan, penggunaan selubung bangunan, dan penataan ruang luar pada tapak
Pemanfaatan Gulma Supan-Supan (Neptunia oleracea L.) Sebagai Pupuk Organik Plus Agens Hayati Untuk Mengendalikan Nematoda Meloidogyne spp. Pada Tanaman Seledri (Apium graveolens L.)
Celery is a vegetable that plays an important role in meeting the nutritional needs of Indonesian people. However, celery production faces several challenges, including root knot disease caused by the nematode Meloidogyne spp. This causes a significant decrease in productivity. The biological control used is environmentally friendly biological control using Bokashi fertilizer using Supan-supan weed (Neptunia oleracea L.), EM4, PGPR and a mixture of EM4 as a decomposer with the addition of Trichoderma sp. The aim of this research is to determine the potential of supan-supan weed as an organic fertilizer together with the biological agent Trichoderma sp. in controlling root nematodes Meloidogyne spp. on celery plants. The research was carried out from January to July 2024 in Sungai Besar Village and the Phytopathology Laboratory, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University, Banjarbaru. The research method used a completely randomized design (CRD) using the test agents EM4, PGPR, Ecoenzyme and Trichoderma sp. which consisted of (7) treatments with (4) replications and each experimental unit consisted of (3) plants so that the total plants were 84 plants. The results showed that giving EM4, PGPR and eco-enzyme could decompose bokashi supan-supan fertilizer and giving bokashi supan-supan + EM4 + Trichoderma sp. is the best treatment for the number and severity of root knot nematodes.Seledri merupakan sayuran yang memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Akan tetapi produksi seledri menghadapi beberapa tantangan, antara lain serangan penyakit puru akar yang disebabkan oleh nematoda Meloidogyne spp. Hal ini menyebabkan penurunan produktivitas hasil yang cukup signifikan. Pengendalian hayati yang digunakan adalah pengendalian hayati yang ramah lingkungan dengan menggunakan pupuk Bokashi dengan memanfaatkan gulma Supan-supan (Neptunia oleracea L.), EM4, PGPR dan campuran EM4 sebagai dekomposer dengan penambahan Trichoderma sp. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi gulma supan-supan sebagai pupuk organik bersama dengan agens hayati Trichoderma sp. dalam pengendalian nematoda akar Melodogyne spp. pada tanaman seledri. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Juli 2024 di Kelurahan Sungai Besar dan Laboratorium Fitopatologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan agen uji EM4, PGPR, Ecoenzyme dan Trichoderma sp. yang terdiri dari (7) perlakuan dengan (4) ulangan dan setiap satuan percobaan terdiri dari (3) tanaman sehingga total tanaman adalah 84 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pemberian EM4, PGPR dan eco-enzyme dapat mendekomposisi pupuk bokashi supan-supan dan pemberian bokashi supan-supan + EM4 + Trichoderma sp. merupakan perlakuan terbaik terhadap jumlah dan tingkat keparahan nematoda puru akar
Efektivitas Tiga Bahan Aktif Insektisida Dalam Mengendalikan Hama Spodoptera frugiperda Pada Tanaman Jagung Manis (Zea mays L.)
Corn in Indonesia is the second most important food crop after rice. There are many types or varieties of corn such as sweet corn and feed corn which are commonly used as food, feed, fuel, and industrial raw materials. The increasing productivity of corn as a food commodity is hampered by various factors, one of which is the presence of armyworm pests (Spodoptera frugiperda) which attacks the growing points of corn plants. ArmywormS. frugiperdais an invasive insect that has become a major pest of corn crops (Zea mays) in Indonesia. Severe crop losses caused by the damage caused by the attackS. frigiperdareaching 40%. Therefore, prevention is needed to control the armyworm pest, one of which is by using chemical insecticides that are relatively fast, time efficient and easy and produce satisfactory results. This study aims to observe symptoms of attack, calculate the intensity of damage, incidence of attack and percentage of damage to corn cobs. This study was conducted to analyze the effect of insecticide useEmamectin benzoate, lambda cyhalothrinAnd On Fipronwith different doses. This study used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD), namely water treatment (control) and 6 synthetic insecticide treatments, namelyEmamectin benzoate (KL1.1) 0.7 ml/L,(KL1.2) 1.2 ml/l,lambda cyhalothrin(KS2.1) 1 ml/L, (KS2.2)1.2 ml/l And On Fipron (KF3.1) 0,25 ml/L, (KF3.2) 1.2 ml/l. The results of this study indicate that insecticides with Kl treatment1.10.7ml/l can reduce the incidence of attacks by (19.17%), attack intensity by (0.7%) and cob damage (14.29%).Jagung di Indonesia adalah tanaman pangan terpenting kedua setelah padi. Jagung banyak sekali jenis atau varietas seperti jagung manis dan jagung pakan biasa digunakan sebagai bahan pangan, bahan pakan, bahan bakar, dan bahan baku industri. Meningkatnya produktivitas jagung sebagai komoditas pangan menjadi banyak terkendala di berbagai faktor, salah satunya yaitu adanya hama ulat grayak (Spodoptera frugiperda) yang menyerang titik tumbuh tanaman jagung. Ulat grayak S. frugiperda adalah serangga invasif yang telah menjadi hama utama pada tanaman jagung (Zea mays) di Indonesia. Kehilangan hasil panen yang begitu parah yang disebabkan oleh kerusakan serangan S. frigiperda mencapai 40%. Oleh karena itu, maka diperlukan suatu pencegahan untuk mengendalikan hama ulat grayak tersebut salah satunya yaitu dengan menggunakan insektisida kimia yang relatif cepat, efesien waktu dan mudah serta hasil yang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati gejala serangan, menghitung intensitas kerusakan, kejadian serangan dan persentase kerusakan tongkol jagung. Penelitian ini dijalankan untuk menganalisis pengaruh penggunaan insektisida Emamektin benzoat, lamda sihalotrin dan Fipronil dengan pemberian dosis yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu perlakuan air (kontrol) dan 6 perlakuan insektisida sintetik yaitu Emamektin benzoat (KL1.1) 0,7 ml/L,(KL1.2) 1,2 ml/l, lamda sihalotrin (KS2.1) 1 ml/L, (KS2.2)1,2 ml/l dan Fipronil (KF3.1) 0,25 ml/L, (KF3.2) 1,2 ml/l. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa insektisida dengan perlakuan Kl1.1 0,7ml/l dapat menurunkan kejadian serangan sebesar (19,17%), intensitas serangan sebesar (0,7%) dan kerusakan tongkol (14,29%)