Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 5E DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KOLOID DI KELAS XI MIA-3 MAN 1 BANJARMASIN

    Get PDF
    Telah dilaksanakan riset tentang penerapan model Learning Cycle 5E dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran koloid di kelas XI MIA-3 MAN 1 Banjarmasin. Riset ini bertujuan untuk mengetahui tindakan yang tepat untuk menangani masalah dalam kelas. Setelah tindakan yang tepat diketahui, maka memeriksa kesesuaian tindakan yang disertai dengan peningkatan motivasi dan hasil belajar. Riset ini menggunakan sebuah rancangan classroom action research. Riset ini dilaksanakan dengan dua siklus. Subjek riset adalah siswa kelas XI MIA-3 MAN 1 Banjarmasin dengan jumlah 35 orang. Instrumen riset terdiri atas instrumen tes dan non tes. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, tes hasil belajar dan angket motivasi serta respon siswa. Hasil riset dapat diketahui bahwa tindakan kepembimbingan menggunakan model Learning Cycle 5E mampu menyelesaikan masalah dalam kelas. Setelah tindakan yang tepat diterapkan akan disertai dengan peningkatan motivasi yakni di siklus I sebesar 62% kategori sedang kemudiandi siklus II menjadi 73% kategori tinggi serta peningkatan hasil belajar pengetahuan siswa secara klasikal di siklus I sebesar 69% meningkatdi siklus II menjadi 83%

    PENERAPAN MODEL AUDITOY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) DALAM PEMBELAJARAN KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian mengenai model Auditory Intellectually Repetition (AIR) yang diterapkan dalam pembelajaran kelarutan dan hasil kali kelarutan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Penelitian dirancang dengan metode penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus dalam 4 kali pertemuan. 35 peserta didik kelas XI MIA-1 MAN 3 Banjarmasin dijadikan sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru menunjukkan kategori baik pada siklus I menjadi sangat baik pada siklus II, (2) aktivitas peserta didik menunjukkan kategori aktif pada siklus I menjadi sangat aktif pada siklus II, (3) kemampuan berpikir kritis menunjukkan kategori cukup kritis pada siklus I menjadi kritis pada siklus II, (4) hasil belajar kognitif menunjukkan kategori sedang pada siklus I menjadi tinggi pada siklus II, (5) peserta didik memberikan respon positif terhadap pembelajaran menggunakan model pembelajaran AIR

    PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DALAM PEMBELAJARAN SISTEM KOLOID UNTUK MENINGKATKAN SELF EFFICACY DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian untuk meningkatkan self-efficacy dan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada materi sistem koloid. Penelitian dirancang dengan metode penelitian tindakan kelas, dengan 2 siklus dengan 4 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 5 Banjarmasin dengan jumlah 36 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru menunjukkan kategori cukup aktif pada siklus I  menjadi aktif pada siklus II, (2) aktivitas peserta didik menunjukkan kategori cukup aktif pada siklus I menjadi aktif pada siklus II, (3) self-efficacy peserta didik menunjukkan kategori cukup baik pada siklus I menjadi baik pada siklus II, (4) kemampuan berpikir kritis menunjukkan kategori cukup kritis pada siklus I menjadi kritis pada siklus II, (5) hasil belajar kognitif menunjukkan kategori sedang pada siklus I menjadi tinggi pada siklus II, (6) peserta didik memberikan respon positif terhadap pembelajaran dengan model pembelajaran project based learning

    PENGARUH KADAR AIR GABAH TERHADAP MUTU BERAS PADA VARIETAS PADI LOKAL SIAM SABAH: Pangestu Hadi Iswanto, Dr. Ir. Arief RM Akbar, Msi, Alia Rahmi S.TP.MengSc

    No full text
    Gabah padi lokal varietas Siam Sabah merupakan beras yang sudah lama dikenal oleh masyarakat luas di Kalimantan. Karena adanya kegagalan pada proses penanganan pascapanen, disamping dapat berakibat penurunan mutu juga dapat menimbulkan terjadi susut hasil yang besar. Salah satu contoh penanganan pascapanen adalah pengeringan gabah. Gabah perlu dikeringkan untuk keperluan penggilingan dan penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan mutu beras kepala pada berbagai kadar air gabah serta menganalisis hubungan kadar air gabah terhadap mutu beras pada varietas padi lokal Siam Sabah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan. Rancangan percobaan yang di terapkan adalah Rancangan Acak Lengkap. Factor yang di teliti yaitu kadar air gabah saat penggilingan yang terdiri dari 6 taraf atau perlakuan, yaitu : 1) K1=kadar air >15-17% dengan kadar air gabah 15,99%, 2) K2=kadar air 13-15%dengan kadar air gabah 14,20%, 3) K3=kadar air <13% dengan kadar air gabah 12,10%. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil terbaik pada penelitian ini terdapat pada K2=kadar air 13-15% dengan kadar air gabah yaitu 14,20%. Persentasi beras kepala yang dihasilkan yaitu 62,79%, butir patah yang dihasilkan 23,08%, butir menir yang dihasilkan 6,77%, butir gabah yang dihasilkan 0,11%, butir kapur yang dihasilkan 0,80%, butir kuning dan butir merah 0%

    IDENTIFIKASI MUTU PASCA PANEN NATA DE COCO BERDASARKAN LAMA PERENDAMAN DAN PEREBUSAN: Suripto, Udiantoro SP, MSi. dan Lya Agustina, S.TP, MSi

    No full text
    Nata de coco merupakan salah satu olahan pangan yang mengandung serat. Nata de coco dihasilkan dari air kelapa yang mengalami proses fermentasi yang melibatkan mikroba Acetobacter xylinum yang akan mengubah glukosa menjadi selulosa, sehingga membentuk kumpulan biomassa yang terdiri dari jalinan selulosa yang berwarna putih menyerupai agar agar (Pembayun, 2002). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu dan kombinasi perebusan dengan perendaman terhadap mutu nata de coco selama proses pasca panen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL). Analisis data menggunakan analisis varians ANOVA (One-Way Anova) yang dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan uji Multiple Comparisons (Post Hoc Test). Perlakuan terbaik pada penelitian ini yaitu perlakuan P2 (perendaman 12 jam + perebusan 30 menit+ perendaman 12 jam), dengan nilai pH 6,41, dan kadar air 98,20%. Hasil uji organoleptik pada perlakuan P2 adalah nata de coco yang berwarna putih, agak kenyal dan beraroma asam

    FORTIFIKASI ZAT BESI PADA TEPUNG IKAN GABUS (Channa striata) MENGGUNAKAN KALAKAI (Stenochlaena palustris): Agustina Pradana Siwi, Hesty Heryani dan Agung Nugroho

    No full text
    Fortifikasi adalah upaya yang dilakukan untuk menambahkan micronutrient, berupa vitamin dan mineral kedalam makanan, kolaborasi antara tepung ikan gabus dan kalakai diharapkan dapat menghasilkan sebuah produk tepung dengan kandungan zat besi tinggi, selain itu diharapkan dapat lebih mengoptimalkan pengolahan hasil kekayaan sumberdaya lokal. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan kalakai sebagai fortifikasi zat besi pada tepung ikan gabus. Hasil penelitian diperoleh formula terbaik  perbandingan 85% ikan gabus dan 15% tanaman kalakai. Hasil analisis laboratorium di ketahui kandungan protein sebesar 60,86%, kandungan air  9,30%, kandungan abu 8,09%, kandungan lemak 2,63% dan memiliki kandungan  zat besi sebesar 29,87 mg, formulasi terbaik akan dilakukan analisis harga pokok produksi dengan menggunakan metode  Activity  Based Costing. Berdasarkan analisis harga pokok produksi diketahui biaya persiapan bahan baku sebesar Rp30.609,00 biaya pembersihan sebesar Rp892,00 biaya pengukusan sebesar Rp645,00 biaya pengeringan Rp1.972,00 biaya penggilingan Rp875,00 dan biaya pengemasan Rp457,00 dengan harga jual sebesar Rp45.000,00

    Guiding Question and Mind Mapping Technique in Teaching Writing Recount Text for EFL Students

    Get PDF
    This is an experimental research study for conducting two techniques in teaching writing recount text. As the experiences from the researcher, traditional or lecturing technique did not improve the students’ skill in writing, the researcher then decided to have two different techniques to the classes. Guiding question technique was given to the experimental group and mind mapping technique for the control class. After all steps were done, the result showed as class of experiment got proper score than control. It showed that mean score for class VIII C was 82.87 and for VIII A was 74.71. From the evidence above, the technique of guiding question was more effective than mind mapping which both of them have applied in the subject of classes. With a lot of hopes, for the researcher, English teachers, students and even other researchers, guiding question technique will be the alternative way to teach writing recount text

    STATUS MUTU AIR SUNGAI KOTA BANJARMASIN BERDASARKAN INDEKS KUALITAS AIR DAN INDEKS STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON: STATUS OF RIVER WATER QUALITY, BANJARMASIN CITY BASED ON WATER QUALITY INDEX AND INDEX PLANTON COMMUNITY STRUCTURE

    Get PDF
    Penelitian “Status Mutu Air Sungai Kota Banjarmasin Berdasarkan Indeks Kualitas Air dan Indeks Struktur Komunitas Plankton” bertujuan untuk mengetahui status mutu air di Sungai Kota Banjarmasin dilihat dari parameter kimia dan parameter biologi dengan menggunakan metode indeks pencemaran dan indeks struktur komunitas plankton, serta untuk mengetahui hubungan antara indeks pencemaran terhadap indeks saprobitas pada status mutu air di sungai Kota Banjarmasin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli–Desember 2019. Metode yang digunakan berupa purposive sampling dan survey lapangan. Data yang diperoleh selama penelitian kemudian dianalisis dengan melakukan perhitungan menggunakan metode indeks pencemaran (IP),  kelimpahan plankton (N), indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E), indeks dominasi (D), dan indeks saprobitas (SI), serta dilakukan uji regresi linier sederhana dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas plankton yang terdapat di Sungai Kota Banjarmasin terdapat 31 spesies plankton, dengan nilai kelimpahan rata-rata berkisar antara 157-4.158 individu/L, indeks keanekaragaman berkisar antara 1,15-2,25, indeks keseragaman berkisar antara 0,53-0,82, dan indeks dominasi berkisar antara 0,14-0,49. Hasil perhitungan  nilai indeks pencemaran berkisar antara 5,44-8,20 sehingga status mutu air tergolong kedalam kriteria perairan tercemar sedang, sedangkan hasil perhitungan  nilai indeks saprobitas berkisar antara 1,01-1,9 sehingga status mutu air tergolong kedalam kriteria Oligosaprobik (perairan belum tercemar sampai tercemar ringan) hingga β-Mesosaprobik (perairan tercemar ringan sampai tercemar sedang). Hasil dari analisis regresi linier sederhana dan uji korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara indeks pencemaran terhadap indeks saprobitas tergolong rendah   The study “Banjarmasin City River Water Quality Status Based on Water Quality Index and Plankton Community Structure Index" aims to determine the status of water quality in the Banjarmasin City River viewed from chemical parameters and biological parameters using the pollution index method and plankton community structure index, and to find out the relationship between the pollution index and the saprobity index on the status of water quality in the river of the city of Banjarmasin. This research was conducted in July - December 2019. The method used in this research was purposive sampling and field survey. Data obtained during the study were then analyzed by calculating using the pollution index method (IP), plankton abundance (N), diversity index (H'), uniformity index (E), dominance index (D), and saprobity index (SI), then do a simple linear regression test and correlation test. The results showed that the plankton community in the Banjarmasin City River contained 31 plankton species, with an average abundance of between 157-4.158 individual/L, diversity index ranges between 1,15-2,25, the uniformity index ranges between 0,53-0,82, and the dominance index ranges between 0,14-0,49. Pollution index calculation results range between 5,44-8,20 so that the status of water quality is classified as moderate polluted waters, while the results of the calculation of the saprobity index range between 1,01-1,9 so that the status of water quality is classified as Oligosaprobic criteria (unpolluted waters until lightly polluted) until β-Mesosaprobic (lightly polluted waters until moderate polluted). The results of a simple linear regression analysis and correlation test show that the relationship between the pollution index and the saprobity index is relatively low

    Kemanjuran Insektisida Nabati Terhadap Hama Pemakan Daun Kacang Kedelai Pada Fase Vegetatif di Lahan Rawa Pasang Surut

    Get PDF
    Tanaman kedelai merupakan tanaman budidaya yang rentan terserang hama, terutama hama yang menyerang pada bagian daun. Serangan hama dapat menurunkan produktivitas hasil tanaman kedelai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemanjuran beberapa insektisida nabati untuk mengendalikan hama pemakan daun tanaman kedelai. Dilaksanakan selama 4 bulan dari bulan Agustus–November 2017 di Desa Kolam Kiri Kecamatan Barambai Barito Kuala dengan delapan perlakuan, lima bahan uji insektisida nabati yaitu Kepayang, Sirih hutan, Kirinyuh, Bintaro dan Cabai Jawa, tiga bahan pembanding yaitu air, insektisda sintetis dan satu insektisida nabati Mimba. Pestisida kimia merupakan pestisida yang terbukti manjur mengendalikan hama pemakan daun dengan persentase kerusakan paling rendah diantara perlakuan lain sebesar 3,47% berbeda nyata dengan perlakuan lainnya yaitu Mimba (6,24%), Bintaro (6,41%), Kirinyu (6,69%), Sirih Hutan (6,70%), Cabai Jawa (6,96%) dan kepayang (7.03%)

    Uji Antagonis Pseudomonas berfluorescens dan Bacillus spp Dalam Menghambat Perkembangan Cendawan Fusarium oxysporum Penyebab Layu Pada Tanaman Terong (Solanum melongena L)

    Get PDF
    Solanum melongena L merupakan tanaman sayuran sangat popular. Salah satu yang mempengaruhihasil produksi tanaman terong adalah adanya organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Penyakit layudikarenakan oleh Fusarium oxysporum. Fusarium melongenae ialah suatu OPT yang sangatmerugikan bagi tanaman terong. Pengendalian yang aman terhadap penyakit layu Fusarium spp adalahmenggunakan agens hayati PGPR. Penelitian ini untuk mengetahui kemampuan isolat rizobakteriaPseudomonase berfluorescens dan Bacillus spp untuk menghambat perkembangan Fusarium spp yangmengendalikan layu tanaman terong. Penelitian ini menggunakan isolat Pseudomonas berfluorescensdan Bacillus sp yang diuji tantang dengan cendawan Fusarium spp. Hasil penelitian menunjukkanbahwa isolat Pseudomonas berfluorescens yang berasal dari Desa Kurnia, Sukamara, GuntungManggis, Kecamatan landasan ulin dan Gunung Kupang Kecamatan Cempaka Banjarbarudan Bacillusspp yang berasal dari Desa Kurnia, Sukamara, Guntung Manggis, Kecamatan landasan ulin danGunung Kupang Kecamatan Cempaka Banjarbaru mampu menekan perkembangan Fusarium spp

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇