Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
PRARANCANGAN PABRIK n-BUTANOL MENGGUNAKAN PROSES HIDROGENASI n-BUTIRALDEHID DENGAN KATALIS COPPER ZINC OXIDE KAPASITAS PRODUKSI 5.000 TON/TAHUN
n-Butanol atau butil alkohol juga disebut bio butanol ketika diproduksi secara biologis, adalah alkohol dengan struktur karbon 4 dan rumus molekulnya adalah C4H9OH atau CH3(CH2)3OH yang digunakan sebagai pelarut, sebagai perantara dalam sintesis kimia. Aplikasi dalam industri sebagai pelarut untuk pewarna misalnya dalam tinta cetak, kemudian sebagai bahan aditif pembersih (pembersih lantai dan Penghilang noda), pelarut dalam industri tekstil sebagai bahan aditif dalam spinning baths, bahan aditif bensin (antiicing), humektan untuk nitrat selulosa, bahan baku untuk produksi eter glikol (dalam reaksi dengan etilena atau propilena oksida). Pada industri farmasi digunakan sebagai ekstraktan untuk produksi obat-obatan dan zat alami (antibiotik, hormon, vitamin, dan alkaloid). Selama ini Indonesia masih mengimpor n-butanol dari negara lain, sehingga untuk menutupi kebutuhan import tersebut, dirancang pabrik n-butanol kapasitas 5.000 ton/tahun. Bahan baku pembuatan n-butanol yaitu butiraldehid dan hidrogen dengan kemurnian ±99,5% yang sudah dapat diperoleh dari dalam negeri. Lokasi pendirian di Cilegon, karena dekat dengan sumber bahan baku, pelabuhan dan kawasan industri.
Pabrik n-butanol yang akan dibangun diproduksi dari n-butiraldehid dan hidrogen menggunakan proses hidrogenasi butiraldehid.n-Butiraldehid serta air bekerja pada tekanan 1 atm dan temperatur 32 oC diuapkan di vaporizer dan dinaikkan tekanannya sampai 4 atm menggunakan kompresor. Reaksi pembuatan n-butiraldehid menjadi n-butanol dalam reaktor adalah fase gas sehingga digunakan reaktor jenis fixed bed. Katalis yang digunakan adalah katalis Copper Zinc Oxide. Reaksi bersifat eksotermis dan berlangsung pada suhu 192oC pada tekanan 4 atm, selanjutnya dimurnikan menggunakan menara distilasi. Produk akhir diperoleh 99% n-butanol. Pemenuhan air diperoleh dari waduk krenceng sebanyak 28.318,9126 kg/jam. Sedangkan kebutuhan listrik untuk operasional pabrik sebesar 548,457 kWatt. Bahan bakar untuk generator tersebut terpakai diesel oil sebanyak 6,5472 liter/jam.
Nilai Return on Investment (ROI) sesudah pajak untuk pabrik ini adalah sebesar 51,60% dan waktu pengembalian modal (POT) sesudah pajak adalah 1,62 tahun. Sedangkan kapasitas Break Even Point (BEP) adalah sebesar 46,83%, dan kapasitas Shut Down Point (SDP) adalah 38,08%. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa pabrik ini layak untuk dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik
PRARANCANGAN PABRIK NATRIUM NITRAT DARI NATRIUM KLORIDA DAN ASAM NITRAT DENGAN PROSES SINTESIS KAPASITAS 3.000 TON/TAHUN
Natrium nitrat dengan wujud serbuk berukuran 0,05 mm, berwarna putih, tidak berbau, berat molekul 85,01 g/mol dengan rumus molekul NaNO3. Natrium nitrat (NaNO3) merupakan bahan kimia intermediet dalam pembuatan pupuk yang mengandung senyawa nitrogen, pembuatan kalium nitrat, pembuatan dinamit, pembuatan kaca, refrigerant, obat-obatan, korek api sebagai reagen pada kimia analisa, dan masih banyak lagi. Natrium nitrat memiliki sifat antimicrobial sehingga dapat juga digunakan sebagai pengawet makanan.
Pabrik natrium nitrat yang akan dibangun diproduksi dari natrium klorida dan asam nitrat. Natrium klorida dan asam nitrat direaksikan pada fase padat cair dalam reaktor dengan konversi 95% dengan suhu 60 oC pada tekanan 1 atm menggunakan reaktor countinous stirred tank reactor. Reaksi bersifat eksotermis sehingga untuk mempertahankan suhu reaksi, panas yang timbul harus secepatnya dihilangkan, selanjutnya pemurnian menggunakan evaporator dan sentrifuge untuk memisahkan bahan baku yang masih tersisa. Produk akhir diperoleh 99,5% natrium nitrat. Kapasitas produksi 3.000 ton/tahun dengan memenuhi 50% dari kebutuhan dalam negeri dioperasikan muulai tahun 2022. Lokasi pabrik direncanakan di Kawasan Industri Kujang, Cikampek (KIKC), Jawa Barat dengan luas area 20.095 m2
PRARANCANGAN PABRIK ETILBENZENA DARI BENZENA DAN ETILENA DENGAN PROSES MOBIL BADGER MENGGUNAKAN KATALIS ZEOLIT ZSM-5 KAPASITAS 150.000 TON/TAHUN
Etilbenzena (C8H10) adalah senyawa organik alkil aromatis bercincin tunggal. Nama lain dari senyawa ini adalah phenylethane. Etilbenzena adalah produk intermediet yang dibuat dari benzena dan etilena. Senyawa ini merupakan bahan baku untuk pembuatan monomer stirena. Etibenzena juga digunakan untuk membuat bahan kimia lainnya, yaitu sebagai pelarut dalam tinta, karet perekat, pernis dan cat. Pabrik etilbenzena yang akan didirikan berkapasitas 150.000 Ton/Tahun dan rencana pendirian pabrik pada 2022.
Pabrik etilbenzena yang dirancang menggunakan reaktor fixed bed bersuhu 400 oC dan tekanan 18,7 atm dengan rasio mol umpan benzena:etilen sebesar 5,5:1. Reaksi berlangsung eksotermis. Untuk menghasilkan etilbenzena dengan kemurnian 99 % dilakukan pemisahan dengan menara distilasi. Pabrik akan didirikan di Cilegon-Banten dimana lokasi pabrik dekat dengan waduk Krenceng, sehingga sumber air untuk unit utilitas berasal dari waduk tersebut. Produk Etilbenzena menggunakan proses Mobil Badger, yakni alkilasi benzena pada fase uap yang menghasilkan etilbenzena sebagai produk utama dan dietilbenzena sebagai produk samping. Dietilbenzena kemudian direaksikan kembali dengan benzena untuk membentuk etilbenzena.
Pemasaran Etilbenzena diutamakan untuk konsumsi dalam negeri dan juga dipasarkan keluar negeri. Bentuk perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi line dan staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian menurut jam kerja yang terdiri dari shift dan non shift dengan tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 167 orang. Adapun hasil analisa ekonomi memberikan hasil penjualan yaitu sebesar 6.701.692.587.095,95. Selain itu diperoleh juga Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 53% dan Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 35%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 1,58 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 2,24 tahun. Sehingga diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 44% dan Shut down point (SDP) sebesar 31%. Berdasarkan pertimbangan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik Etilbenzena dengan kapasitas 150.000 ton/tahun ini layak untuk didirika
PRARANCANGAN PABRIK PALMITAMIDA DARI ASAMLPALMITAT DAN UREA DENGAN PROSES AMIDASI KAPASITAS 5.500 TON/TAHUN
Palmitamida (C16H33NO) merupakan suatu senyawa-amida yang memiliki nitrogen trivalen yang terikat pada suatu gugus karbonil. Palmitamida biasanya tersedia dalam bentuk butiran padat pada suhu kamar berwujud kristal berwarna putih. Palmitamida banyak digunakan sebagai plasticizer, lubricant, emulcifier dan aditif dalam industri kosmetik dan detergen. Indonesia masih mengimpor palmitamida guna memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, dengan didirikannya pabrik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan palmitamida di Indonesia. Bahan baku utama dalam pembuatan palmitamida adalah asam palmitat dan urea. Pabrik ini direncanakan beroperasi selama 330 hari/tahun berkapasitas produksi 5.500 ton/tahun dan berencana didirikan pada tahun 2024. Bahan baku utama pembuatan palmitamida adalah asam palmitat dan urea. Pabrik direncanakan akan didirikan di Tangerang, Banten.
Pembuatan palmitamida dilakukan dengan proses amidasi antara asam palmitat dan urea. Amidasi yaitu proses pembentukan amidat dari suatu gugus karbonil (C=O) dengan suatu atom nitrogen. Urea dan asam palmitat yang sebelumnya dileburkan direaksikan dalam reaktor dengan proses batch tselama 4 jam dengan suhu 160oC pada tekanan 1 atm. Palmitamida hasil reaksi yang masih bercampur dengan sisa bahan baku maupun bahan lainnya dimurnikan dengan pelarut. Pemurnian menggunakan kloroform dilakukan untuk memisahkan produk dari urea yang tersisa. Selanjutnya dilakukan pemurnian untuk memisahkan asam palmitat yang tersisa dengan menggunakan pelarut etanol. Produk palmitamida kemudian dikeringkan dan dihaluskan. Produk palmitamida kemudian disimpan dalam gudang penyimpanan. Pemasaran palmitamida diutamakan untuk konsumsi dalam negeri dan juga dipasarkan keluar negeri. Bentuk perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian menurut jam kerja yang terdiri dari shift and non shift dengan tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 137 orang.
Hasil analisa ekonomi memberikan hasil Total Capital Investment (TCI) adalah sebesar Rp 498.446.458.169.- dan diperoleh hasil penjualan yaitu sebesar Rp 900.426.816.507.-. Selain itu diperoleh juga Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 46% dan Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 31%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 1,8 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah-pajak sebesar 2,4 tahun. Sehingga diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 44% dan Shut down point (SDP) sebesar 21%. Berdasarkan pertimbangan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik palmitamida dengan kapasitas 5.500 ton/tahun ini layak untuk didirikan.
Kata kunci: Palmitamida, amidasi, asam palmitat, urea, batc
PRARANCANGAN PABRIK ETILEN DARI DEHIDRASI ETANOL KAPASITAS PRODUKSI 300.000 TON/TAHUN
Etilen merupakan senyawa yang tersusun dari unsur hidrogen dan karbon atau hidrokarbon olefin yang paling ringan dengan berat molekul 28,054. Pada suhu kamar etilen berupa gas tidak berwarna, mudah terbakar, sedikit berbau wangi. Etilen banyak digunakan di dalam industri, terutama industri polimer, karena selama ini Indonesia masih mengimport etilen dari negara lain dalam jumlah yang cukup banyak. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, untuk itu diambil Kapasitas 300.000 Ton/Tahun. Sebagai bahan baku pembuatan etilen digunakan etanol dengan kemurnian ± 95%, yang sudah dapat diperoleh dari dalam negeri. Adapun dipilih lokasi di daerah Banten, karena dekat dengan sumber bahan baku dan juga konsumen.
Etilen terbentuk dari etanol yang mengalami dehidrasi pada suhu 4500C dan tekanan 1 atm. Reaksi dehidrasi etanol menjadi etilen merupakan reaksi endothermis dan untuk menjaga suhu reaksi digunakan steam sebagai sumber panas. Reaktor yang digunakan adalah fixed bed multitube reactor menghasilkan etilen dan air. Pemurnian Etilen hasil reaksi dilakukan di dalam Menara Distilasi. Etilen yang dihasilkan mempunyai kemurnian 99,95 %. Adapun kebutuhan untuk utilitas yang diperlukan terdiri dari sumber air yang diambil dari air waduk sebanyak 574490.7870 kg/jam. Sedangkan kebutuhan listrik untuk operasional pabrik sebesar 14,7138 kWatt disuplai dari PLN setempat dengan cadangan 2 buah generator yang berkekuatan 1500 kW. Bahan bakar untuk generator tersebut dipakai diesel oil sebanyak 20,5142 L/jam.
Berdasarkan hasil analisa ekonomi, didapat nilai return on invesment (ROI) sesudah pajak untuk pabrik ini adalah sebesar 20%, pay out time (POT) sesudah pajak sebesar 3,6 tahun. Sedangkan kapasitas break efent point (BEP) adalah 46%, dan kapasitas shut down point (SDP) adalah 22%. Nilai-nilai tersebut menunjukan bahwa layak untuk dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik.
Kata kunci : Etilen, etanol, dehidras
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI JADWAL DAN ALOKASI WAKTU MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SEKOLAH DASAR DI KOTA BANJARBARU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan sekolah mengenai penetapan jadwal dan alokasi waktu mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan sekolah dasar Kota Banjarbaru. Sampel atau subjek yang diteliti pada penelitian ini adalah sekolah dasar negeri yang bermitra dengan universitas lambung mangkurat di kota Banjarbaru yang berjumlah 7 sekolah. Pengumpulan data pada penelitian ini berupa dokumentasi dari program semester dan program tahunan mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.
Pada penelitian ini diketahui bahwa Kebijakan sekolah mengenai penempatan jadwal dan pengalokasian waktu mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada kelas 3 dianggap belum bisa mengakomodir terhadap bagaimana pendidikan jasmani yang sesungguhnya, jadi kebijaksanaan sekolah belum bisa mengatasi masalah yang ada pada mata pelajaran pendidikan jasmani
PERBANDINGAN KEBUGARAN JASMANI PESERTA DIDIK DI WILAYAH PESISIR DAN DATARAN TINGGI PADA TINGKATAN SEKOLAH DASAR
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan antara kebugaran jasmani peserta didik di wilayah pesisir yaitu di sekolah UPTD SD Negeri 1 Takisung dan peserta didik di wilayah dataran tinggi yaitu di UPTD SD Negeri 2 Benua Tengah tahun ajaran 2019/2020 dengan rentang usia 10-12 tahun.
Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas IV UPTD SD Negeri 1 Takisung dan peserta didik kelas IV UPTD SD Negeri 2 Benua Tengah tahun ajaran 2019/2020. Jumlah sampel penelitian ini yaitu 20 peserta didik dari populasi peserta didik UPTD SD Negeri 1 Takisung yang berjumlah 209 dan 20 sampel peserta didik dari populasi peserta didik UPTD SD Negeri 2 Benua Tengah yang berjumlah 97, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.
Hasil penelitian diperoleh tingkat kebugaran jasmani peserta didik kelas IV UPTD SD Negeri 1 Takisung tahun ajaran 2019/2020 berada pada klasifikasi “kurang sekali” sebesar 0% (0 peserta didik), “kurang” sebesar 45% (9 peserta didik), “sedang” sebesar 40% (8 peserta didik), “baik” sebesar 10% (2 peserta didik), dan “baik sekali” sebesar 5% (1 peserta didik). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 14,4, tingkat kebugaran jasmani peserta didik putra dan putri kelas IV UPTD SD Negeri 1 Takisung tahun ajaran 2019/2020 dalam klasifikasi “sedang”. Dan diperoleh juga analisis tingkat kebugaran jasmani peserta didik kelas IV UPTD SD Negeri 2 Benua Tengah tahun ajaran 2019/2020 berada pada klasifikasi “kurang sekali” sebesar 10% (1 peserta didik), “kurang” sebesar 40% (8 peserta didik), “sedang” sebesar 45% (9 peserta didik), “baik” sebesar 10% (2 peserta didik), dan “baik sekali” sebesar 0% (0 peserta didik). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 13,9, tingkat kebugaran jasmani peserta didik putra dan putri kelas IV UPTD SD Negeri 2 Benua Tengah tahun ajaran 2019/2020 dalam klasifikasi “kurang”
Pengaruh Beberapa Pestisida Nabati Terhadap Hama Polong Kedelai (Glycine max L. Merr) di Lahan Rawa Pasang Surut
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan kedelai tingkat produksinya terus menyurun, sehingga impor kedelai mencapai40% dari kebutuhan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemanjuran beberapa pestisida nabati berbahantumbuhan terhadap hama polong kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok delapan perlakuan,terdiri dari lima bahan uji pestisida nabati yaitu Cabe Jawa, Sirih Hutan, Kepayang, Kirinyuh dan Bintaro, tiga bahanpembanding yaitu air, pestisida sintesis dan satu bahan pestisida nabati Mimba. Hasil penelitian menunjukan kerusakanterendah setelah Kimia adalah Kepayang dengan kerusakan 33,25% dilanjutkan perlakuan Kirinyuh dengan kerusakan36,77% dan Bintaro dengan kerusakan 37,98%, sedangkan pada perlakuan Mimba dengan kerusakan 44,87% tidak berbedanyata dengan Cabe Jawa dengan kerusakan 45,56% dan Tanpa Insektisida dengan kerusakan 46,81% tidak berbeda nyatadengan Sirih Hutan dengan kerusakan 46,87%
Kotoran Kambing Etawa sebagai Media Aplikatif Trichoderma sp. untuk Mengendalikan Penyakit Jamur Akar Putih pada Tanaman Karet
Serangan Jamur Akar Putih (JAP) pada perkebunan karet cukup tinggi di Kalimantan Selatan mencapai 16.65 %. Pengendalian JAP yang ramah lingkungan dapat menggunakan agens hayati Trichoderma sp. Keberadaan kotoran kambing ettawa sangat bermanfaat, mudah didapat dan kotoran ini mempunyai potensi sebagai bahan organik untuk sumber nutrisi bagi pertumbuhan Trichoderma sp. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis trichokompos serta pengaruhnya terhadap intensitas serangan jamur akar putih pada karet. Hasil kompos aplikasi pada tanaman karet di lapang dengan cara ditaburkan pada lubang dangkal di sekeliling tanaman karet. Parameter yg diamati adalah intensitas penyakit JAP, efektivitas perlakuan dan persentase kesembuhan Aplikasi tricokompos dengan media aplikatif kotoran kambing ettawa 2, 3, dan 4 kg belum efektif menekan JAP pada tanaman karet karena intensitas serangan masih dibawah 50%, sedangkan Trichokompos 1 kg pada media aplikatif efektif menekan intensitas JAP. Kesembuhan akar tanaman sangat dipengaruhi oleh tingkat keparahan akar. Hanya pada tingkat keparahan yang rendah (skala 1) yang mampu disembuhka
Pemanfaatan Beberapa Gulma Air Sebagai Media Aplikatif Trichoderma sp. untuk Mengendalikan Penyakit Jamur Akar Putih (Rigidoporus lignosus) pada Tanaman Karet
Serangan Jamur Akar Putih (JAP) pada perkebunan karet cukup tinggi di Kalimantan Selatan mencapai 16.65 %. Pengendalian JAP yang ramah lingkungan dan banyak diteliti adalah menggunakan agens hayati Trichoderma sp.. Dilain pihak keberadaan gulma air sangat berlimpah di lahan basah dan mudah ditemukan, serta mempunyai potensi sebagai bahan organik untuk sumber nutrisi bagi pertumbuhan agens hayati tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas Trichoderma sp. pada beberapa media aplikatif gulma air (eceng gondok, kiambang dan kayu apu) dalam menekan intensitas penyakit JAP pada tanaman karet. Penelitian diawali dengan membuat biakan massal Trichoderma sp. pada media beras kemudian dicampurkan dengan beberapa gulma air untuk dikomposkan. Aplikasi pada tanaman karet di lapang dengan cara ditaburkan pada lubang dangkal di sekeliling tanaman karet. Parameter yg diamati adalah intensitas penyakit, efektivitas perlakuan dan persentase kesembuhan. Hasil penelitian menujukkan perlakuan Trichoderma sp. dari media beras efektif menekan intentensitas JAP dengan nilai efektivitas 59%. Sedangkan pada media aplikatif kompos gulma air mempunyai efektifitas yang lebih rendah yaitu eceng gondok (41% ), kayu apu (39%) dan kiambang (29%). Pada perhitungan persentase kesembuhan menunjukkan perlakuan Trichoderma sp. (media beras) dan Trichoderma sp. + Kiambang memiliki rata-rata kesembuhan paling tinggi, yaitu 25%, pada Trichoderma sp. + Eceng gondok 20% dan persentase kesembuhan paling rendah adalah pada perlakuan Trichoderma sp.+ Kayu apu yaitu sebesar 5%