Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    KELAYAKAN KUALITAS PERAIRAN KOLAM DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DESA GUNUNG MELATI KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan  perairan  kolam  ikan di perkebunan kelapa sawit dan tingkat kesuburan perairan. Parameter yang diukur yaitu: suhu, kecerahan, oksigen terlarut (DO), derajat keasaman (pH), nitrat (NO3) dan posfat (PO4). Analisis data menggunakan metode Environment Quality Index (EQI) dan tingkat kesuburan perairan dianalisis secara deskriptif dengan acuan studi pustaka.                   Hasil kelayakan perairan kolam di lokasi penelitian dihitung menggunakan  metode Environment Quality Index (EQI) menunjukan hasil baik pada A1 dan A2 minggu pertama disetiap stasiun sedangkan A3 sangat baik, minggu kedua setasiun A1 dan A3 menunjukan sangat baik dan stasiun kedua menunjukan baik. Pada minggu ketiga  stasiun A1 dan A2  menunjukan baik sedangkan A3 sangat baik. Secara umum kondisi kualitas air pada setiap kolam sangat layak untuk kehidupan ikan budidaya (nila,papuyu dan patin). Berdasarkan tingkat kesuburan fosfat (PO4) dan nitrat (NO3) dari pengukuran di minggu pertama sampai minggu ketiga didapat rerata fosfat (PO4) (0,88mg/l, 0,18mg/l, 0,35mg/l) dan nitrat (NO3) (1,3mg/l. <0,1mg/l, <0,1mg/l) menunjukan katagori parairan yang masih di bawah nilai kesuburan perairan. Perairan kolam tersebut menunjukan katagori  sangat layak untuk kegiatan budidaya dan kehidupan ikan.   This research was conducted to examine the qualification of the pond water quality in oil palm estate and the fertility level of the water. The measured parameters were: temperature, radiance, dissolved oxygen (DO), acidity (pH), nitrate (NO3) and phosphate (PO4). The data analysis used Environment Quality Index (EQI) method and the fertility level of the water was analyzed descriptively with reference literature. The qualification result of the pond water quality in the research location calculated by the Environment Quality Index (EQI) method indicated good results at A1 and A2 for the first week in every station whereas A3 indicated a very good result, for the second week station A1 and A3 indicated very good results and station A2 in good result. The third week, station A1 and A2 indicated good result whereas A3 in a very good result. In general, the condition of the water quality in every pond was very decent for fish cultivation (tilapia, climbing perch, iridescent shark).  Based on the fertility level of phosphate (PO4) and nitrate (NO3) from the first measurement to the third ones were found the average phosphate (PO4) was (0,88mg/l, 0,18mg/l, 0,35mg/l) and nitrate (NO3) was (1,3mg/l. <0,1mg/l, <0,1mg/l) which meant that the water qualification was still below the water fertility value. Hence the pond water indicated a very decent category for cultivation and fish lives

    KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI EKSPOSITORIS PESERTA DIDIK KELAS VII-F SMP NEGERI 31 BANJARMASIN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterampilan menulis teks narasi ekspositoris peserta didik kelas VII-F SMP Negeri 31 Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Hasil tes menulis yang telah didapatkan yaitu peserta didik kelas VII-F SMP Negeri 31 Banjarmasin tidak memuat 17 kriteria yang telah ditentukan. Kriteria yang banyak dimuat peserta didik, seperti alur, tokoh, latar tempat, sudut pandang, orientasi, kata ganti orang, dan kata latar tempat. Kriteria yang tidak banyak dimuat peserta didik, seperti watak, latar waktu, latar suasana, komplikasi, resolusi, kata latar suasana, kata latar waktu, kata sambung urutan waktu, ungkapan terkejut, dan penggunaan dialog. Peserta didik kelas VII-F SMP Negeri 31 Banjarmasin dominan mendapatkan nilai 75 atau kategori baik

    PEMBELAJARAN STRUKTUR DAN KEBAHASAAN TEKS EKSPOSISI PESERTA DIDIK KELAS X MIPA-1 SMA NEGERI 7 BANJARMASIN

    Get PDF
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, penilaian, kendala, dan upaya dalam pembelajaran struktur dan kebahasaan teks eksposisi di kelas X MIPA-1 SMA Negeri 7 Banjarmasin. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat ditarik lima kesimpulan. Pertama, pendidik menggunakan perencanaan pembelajaran yang bersumber dari silabus dan RPP berdasarkan kurikulum 2013. Kedua, pelaksanaan pembelajaran sudah mencakup tahap-tahap 5 M (mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan) dalam satu pertemuan dan pada proses pelaksanaan juga terdiri atas tiga kegiatan, yaitu pendahuluan, inti, dan penutup. Ketiga, penilaian autentik dilakukan pendidik untuk menilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Keempat, kendala pada pembelajaran struktur dan kebahasaan teks eksposisi dibagi menjadi dua, kendala pendidik dan peserta didik. Kelima, upaya untuk mengatasi kendala juga dilakukan oleh pendidik dan peserta didik

    IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM NOVEL SIRKUS POHON KARYA ANDREA HIRATA DAN IMPLEMENTASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA

    Get PDF
    Penelitian ini menguraikan implikatur percakapan pada novel Sirkus Pohon dan akan diimplementasikan pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang dipakai yaitu metode penelitian deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Setelah melihat hasil analisis data pada novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata, terdapat 20 buah implikatur percakapan dengan 12 tujuan dari berimplikatur, yaitu: 1) memberikan sindiran; 2) memberikan persetujuan; 3) memberikan penegasan; 4) menyatakan permintaan; 5) memenuhi permintaan; 6) memberikan persyaratan; 7) memberikan penghormatan; 8) melakukan penolakan; 9) menyatakan rasa tidak percaya; 10) memberikan perintah; 11) memberikan peringatan; 12) membela diri. Pembelajaran bahasa Indonesia untuk tingkat SMA yang berhubungan dengan implikatur bisa diaplkasikan dalam memahami materi pembelajaran berupa sebuah teks. Aplikasinya ketika peserta didik mendapatkan sebuah teks, berupa teks anekdot, teks cerita (novel) sejarah, maupun sebuah buku fiksi, peserta didik mampu memahami teks tersebut secara tepat. Peserta didik dapat memahami makna yang ambigu, dan mendapatkan pesan yang tersirat dalam materi tersebut. Dengan demikian materi pembelajaran dapat dipahami dan tujuan pembelajaran tercapai

    GUEST HOUSE HUMA BETANG INDAH DI BUNTOK

    Get PDF
    Guest house is a building built for accommodation purposes. The main problem in designing the Huma Betang Indah Guest House in Buntok is how the building can harmonize with nature through dayak culture which is comfortable for the guest. With the direct analogy approach as a design method, the design of this guest house has an object of observation in the form of a rumah betang. Rumah betang is a traditional Dayak tribe house that has strong ties with nature. Thus to apply the principles of rumah betang to the guest house the concept of Analogy architecture is used. A guest house that can provide new experiences for guests by providing various natural elements in it.Guest house adalah sebuah bangunan yang ditujukan untuk penginapan. Permasalahan utama dalam perancangan Guest House Huma Betang Indah di Buntok adalah bagaimana membangun bangunan yang dapat serasi dengan alam melalui budaya dayak yang nyaman untuk pengguna. Dengan pendekatan analogi langsung sebagai metode desain, perancangan guest house ini memiliki objek amatan berupa rumah betang. Rumah betang merupakan rumah adat suku dayak yang memiliki ikatan kuat dengan alam. sehingga untuk menerapkan prinsip-prinsip rumah betang ke guest house digunakan konsep Analogi arsitektur. Sebuah guest house yang dapat memberikan pengalaman baru bagi pengunjung dengan menyediakan berbagai elemen alami didalamnya. keluarga

    LAPANGAN TEMBAK WASAKA DI BANJARMASIN

    Get PDF
    South Kalimantan for the past 10 years has shooting athletes that have the potential to compete national and international. But it is not balanced with facilities such as there is no shooting range that can accommodate all training activities of athletes. Training is the most important thing in achievement, but in fact, the current place for training does not support athletes to maximize their potential. Behavior architecture as a method to solve or maximize the potential of athletes starts with three parts of training: emotion, cognition, and performance. Wasaka Shooting Range designed to make athletes as main users have trained with metamorphosis concepts that prepare the athletes emotionally and cognitively. With this concept, the area is divided into three zones which is the transition, prepare, and main zone.Kalimantan Selatan selama 10 tahun terakhir memiliki atlet menembak yang cukup potensial untuk berlaga di tingkat nasional maupun internasional. Hal tersebut tidak diimbangi dengan fasilitas yang memadai yang dapat mewadahi segala aktivitas latihan para atlet. Latihan merupakan peran penting dalam meraih prestasi, akan tetapi saat ini tempat berlatih tidak mendukung atlet untuk memaksimalkan potensinya. Arsitektur perilaku sebagai metode penyelesaian masalah agar dapat memaksimalkan potensi atlet dimulai dari 3 bagian latihan yaitu emosi, kognisi dan performance. Lapangan Tembak Wasaka didesain agar atlit sebagai pengguna utama dapat melakukan latihan dengan konsep metamorfosis yang menyiapkan atlet secara emosi dan kognisi. Dengan konsep ini, area akan terbagi tiga zona yaitu transisi, persiapan, dan zona inti

    RUMAH SINGGAH KUCING DI BANJARMASIN

    Get PDF
    The population of cats is increasing every year in the world, unfortunately, the increase in cat population is also directly proportional to the number of cases of abuse that occur. It is proven that in Banjarmasin itself there are still many acts of persecution, both intentionally and unintentionally. Responding to these problems created an abandoned cat shelter. The Design of Cat Shelter Houses in Banjarmasin is a facility that aims to meet the physical and psychological needs of cats by adopting an environmentally friendly design approach. The concept approach uses Paola Sassi's sustainable architecture, as a solution to problems with land use, health, material, energy, and water strategies, so healthy building designs that benefit residents.Populasi kucing per tahun kian meningkat di dunia, sayangnya peningkatan populasi kucing juga berbanding lurus dengan banyaknya kasus penganiayaan yang terjadi. Terbukti di Banjarmasin sendiri masih sering didapati tindak penganiayaan, baik sengaja maupun tidak sengaja. Merespons dari permasalahan tersebut, perlunya sebuah tempat atau bangunan yang menampung kucing-kucing terlantar berupa rumah singgah. Perancangan Rumah Singgah Kucing di Banjarmasin adalah fasilitas yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis kucing dengan menerapkan pendekatan desain yang ramah lingkungan. Pendekatan konsep menggunakan arsitektur berkelanjutan menurut Paola Sassi, sebagai penyelesaian masalah dengan strategi tata guna lahan, kesehatan, material, energi, dan air, maka terbentuklah desain bangunan yang sehat dan bermanfaat bagi penghuni

    BENGKEL MODIFIKASI CUSTOM DI KOTA BANJARMASIN

    Get PDF
    The development in the automotive world is increasing every year, automotive manufacturers, especially motorcycles, compete to make and issue types and brands with the latest technology innovations. This encourages modification lovers to create and create modifications. South Kalimantan has considerable potential in the automotive field, especially custom modification workshops, the problem is the lack of complete workshops and facilities in one workshop, especially in the city of Banjarmasin. Custom modification workshop in Banjarmasin is very small in number, in addition it also has many shortcomings in terms of facilities and building characteristics. To answer these problems a custom modification workshop design is needed that has complete facilities in one place and has the characteristics of a modification workshop building in order to provide comfort and convenience for its visitors. The problem solving method applied is the Metaphor Architecture method, which later the metaphorical elements will be implemented in the form and space of the building. The design concept applies the concept of a custom identity motorcycle where the results of the custom modification workshop design consist of several characteristics and characteristics of a custom motorbike.Perkembangan dalam dunia otomotif mengalami peningkatan setiap tahunnya, produsen otomotif khususnya sepeda motor bersaing membuat dan mengeluarkan jenis maupun merk dengan inovasi teknologi terbaru. Hal ini mendorong para pecinta modifikasi membuat dan menciptakan karya modifikasi. Kalimantan selatan memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang otomotif khususnya bengkel modifikasi custom, permasalahannya adalah kurangnya jumlah bengkel dan fasilitas yang lengkap pada satu bengkel khususnya di kota Banjarmasin. Bengkel modifikasi custom di Banjarmasin jumlahnya sangat sedikit, selain itu juga memiliki banyak kekurangan dari segi fasilitas dan ciri khas bangunannya. Untuk menjawab permasalahan tersebut diperlukan suatu desain bengkel modifikasi custom yang memiliki fasilitas lengkap pada satu tempat dan memiliki ciri khas sebuah bangunan bengkel modifikasi agar dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para pengunjungnya. Metode penyelesaian masalah yang diterapkan adalah metode Arsitektur Metafora yang mana nantinya unsur metafora akan diimplementasikan menjadi bentuk dan ruang pada bangunan. Konsep perancangan menerapkan konsep motor custom identity dimana hasil rancangan bengkel modifikasi custom tersebut terdiri dari beberapa karakteristik dan ciri khas dari sebuah motor custom. &nbsp

    PEREMAJAAN KAWASAN PASAR BAUNTUNG BANJARBARU (REDEVELOPMENT)

    Get PDF
    Banjarbaru Bauntung Market is a market that has been established since 1965 which until now has experienced an increase in the number of traders, especially street vendors. This market is located on Jalan Lanan, right in the center of Banjarbaru City. Bauntung market is experiencing a decline which can be seen from the buildings and facilities inside that are not maintained. In addition, due to the increase in street vendors, zoning and circulation in this market are irregular. The right architectural problem solving for the Banjarbaru Bauntung Market, namely, the redevelopment of the Banjarbaru Bauntung Market Area which accommodates the needs of users (traders and buyers) by adjusting the dawn market, activities, zoning, and circulation, as to make a clean, safe, and comfortable market area. Programmatic architectural methods to achieve a clean, safe, and comfortable market by focusing on market activities at dawn, zoning, and circulation are the preferred approaches used in solving architectural problems in the Bauntung Banjarbaru Market. This is manifested in the circulation arranged according to use, optimal zoning both inside and outside, and dawn market activities that are easier to manage.Pasar Bauntung Banjarbaru adalah pasar yang telah berdiri sejak tahun 1965 yang hingga kini mengalami peningkatan jumlah pedagang terutama pedagang kaki lima. Pasar ini berlokasi di jalan Lanan, berada tepat di pusat Kota Banjarbaru. Pasar bauntung kini mengalami kemerosotan yang dapat dilihat dari bangunan dan fasilitas di dalamnya yang tidak terjaga. Selain itu akibat meningkatnya pedagang kaki lima maka zonasi dan sirkulasi di pasar ini tidak teratur. Pemecahan permasalahan arsitektur yang tepat untuk Pasar Bauntung Banjarbaru yaitu, peremajaan (redevelopment) Kawasan Pasar Bauntung Banjarbaru yang mewadahi kebutuhan pengguna (pedagang dengan para pembeli) dengan menyesuaikan pada penyelesaian aktivitas pasar subuh, zonasi, dan sirkulasi sehingga dapat menjadikan kawasan pasar yang bersih, aman, dan nyaman. Metode arsitektur programatik untuk mencapai pasar bersih, aman, dan nyaman dengan berfokus pada aktivitas pasar subuh, zonasi, dan sirkulasi menjadi pilihan pendekatan yang digunakan dalam menyelesaikan masalah arsitektur di Pasar Bauntung Banjarbaru. Hal tersebut diwujudkan pada sirkulasi yang tertata sesuai kegunaan, zonasi yang optimal baik diluar maupun di dalamnya, dan aktivitas pasar subuh yang lebih mudah dalam pengelolaannya.&nbsp

    GEDUNG PERTUNJUKAN TEATER TAMAN BUDAYA BANJARBARU

    Get PDF
    The development of the Theater in South Kalimantan, especially Banjarbaru continues to grow rapidly. This is not appropriate with the lack of existing facilities and infrastructure makes theatre activities in South Kalimantan not well developed. Therefore in 2019, South Kalimantan Provincial Government together with Banjarmasin Cultural Park will plan the construction of Theatre Performance Building in a New Cultural Park Area which is located in the Governor’s Office Area of South Kalimantan. They want Theater Performance Building with an adequate lighting system and functional support space with directional access. Beside that, they want this Performance Building to become a Landmark in Banjarbaru City with the nuance of South Kalimantan Architecture. Therefore, the suitable method chosen is the Iconic Architectural Method which can be realized with 3 design principles based on a concept review, there are: (a) Traditional Elements, (b) Continuous Rhythm, and (c) Functional Elements. These three elements are realized by analyzing the point of view, circulation, material, color and texture of the interior and exterior in order to produce a good performance building design according to the client's needs.Perkembangan Teater di Kalimantan Selatan, khususnya Banjarbaru terus berkembang pesat. Hal ini tidak diimbangi dengan ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana yang membuat aktivitas teater di Kalimantan Selatan cenderung tidak berkembang dengan baik. Sehingga pada tahun 2019, Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) bersama Taman Budaya Banjarmasin akan merencanakan pembangunan Gedung Pertunjukan Taman Budaya Baru yang berlokasi di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Selatan. Mereka menghendaki sebuah Gedung Pertunjukan Teater dengan sistem pencahayaan yang memadai serta ruang penunjang yang fungsional dan akses terarah. Selain itu, mereka menghendaki agar Gedung Pertunjukan di Area Taman Budaya Banjarbaru bisa menjadi Landmark Kota Banjarbaru dengan nuansa Arsitektur Kalimantan Selatan. Oleh karena itu metode yang cocok dipilih adalah Metode Arsitektur Ikonik dimana dapat diwujudkan dengan 3 prinsip desain berdasarkan tinjauan konsep, yakni: (a) Elemen Tradisional (traditional element), (b) Elemen Berulang (continuous rhythm), dan (c) Elemen Fungsional (functional element).  Ketiga elemen ini diwujudkan dengan menganalisis sudut pandang, sirkulasi, material, warna dan tekstur pada interior dan eksterior agar menghasilkan desain Gedung Pertunjukan yang baik sesuai kebutuhan klien

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇