Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    Pengaruh Pemberian Beberapa Ekstrak Gulma Lahan Pasang Surut Dalam Menghambat Colletotrichum sp Penyebab Penyakit Antraknosa Pada Buah Cabai Rawit

    Get PDF
    Cabai rawit adalah salah satu komoditas hortikultura yang sering dibudidayakan para petani di Indonesia termasuk Kal-Sel. Kendala utama menurunya produktivitas adanya serangan penyakit antraknosa, yang disebabkan cendawanColletotrichum sp. Pada serangan serius penyakit antraknosa akan mengurangi hasil produksi cabai hingga 75%. Di lahan pasang surut Kalimantan Selatan banyak gulma yang belum termanfaatkan, diantaranya seperti Karamunting (Melastoma malabathricum L.), Purun Tikus (Eleoharis dulcis) dan Kirinyuh (Chromolaena odorata L.), sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun gulma Purun Tikus,Karamunting dan Kirinyuh dalam menghambat pertumbuhan cendawan Colletotrichumsp secara in-vitro dan in-vivo pada buah cabai rawit. Rancangan yang digunakan adalah RAL satu faktor. Pengujian yang dilakukan yaitu jenis ekstrak gulma lahan pasang surut yang terdiri dari enam perlakuan (Ekstrak Purun Tikus, Ekstrak Kirinyuh, Ekstrak Karamunting, fungisida berbahan aktif Azoksistrobin & Difenokonazol, fungisida berbahan aktif Benomil sebagai kontrol positif dan Air  kontrol negatif). Uji in vitro dilakukan pada cawan petri dan uji in vivo pada buah cabai rawit sehat sebanyak 240 buah. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun Karamunting Kirinyuh dan Purun Tikus secara in vitro mampu menghambat cendawan Colletotrichum sp dengan daya hambat berturut-turut. 79,54 %, 46,69% dan 6,99 %. Pada pengujian ekstrak daun Purun Tikus, Karamunting dan Kirinyuh secara in vivo setelah aplikasi dapat menurunkan kejadian penyakit antraknosa pada buah cabai secara berturut-turut 27,5 %, 7,5 % dan 5

    Potensi Ekstrak Umbi Gadung (Discorea hispida Dennst) Sebagai Pestisida Nabati Terhadap Mortalitas Wereng Batang Coklat (Nilavarpata lugens Stal)

    Get PDF
    Potensi ekstrak umbi gadung (Discorea hispida Dennst) sebagai pestisida nabati terhadap mortalitas wereng batang coklat (Nilavarpata lugens Stal) telah diteliti. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak umbi gadung sebagai pestisida nabati dalam mengendalikan WBC dan menentukan nilai LD50. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 perlakuan tingkat konsentrasi K (kontrol), P1 (5%), P2 (7,5%), P3 (10%) dan P4 (12,5%) dengan 4 ulangan. Pengamatan dilakukan setiap 24 jam selama 192 jam. Hasil penelitian menunjukkan LD50 untuk ekstrak umbi gadung yaitu sebesar 6,05 ml dan ekstrak umbi gadung mampu mematikan WBC dengan mortalitas sebesar 96,67% untuk perlakuan P1, P2, dan P4 setelah 192 jam pengamata

    MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI KOLOID MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan (1) aktivitas guru, (2) aktivitas siswa, (3) hasil belajar (afektif, psikomotorik dan kognitif) dan (4) kecerdasan emosional siswa dengan menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang terjadi dalam 2 siklus. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 11 Banjarmasin yang berjumlah 32 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan angket kecerdasan emosional dan tes berupa soal pilihan ganda yang berjumlah 15 butir soal untuk masing-masing siklusnya. Teknik analisis data untuk nilai kognitif siswa menggunakan analisis kuantitatif dan untuk analisis aktivitas guru, aktivitas siswa, afektif, psikomotorik siswa serta analisis angket kecerdasan emosional menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari siklus I ke siklus II (1) aktivitas guru meningkat dari 23,50 (cukup baik) menjadi 35,00 (baik), (2) aktivitas siswa meningkat dari 2,22 (cukup aktif) menjadi 3,08 (aktif), (3) hasil belajar siswa: afektif meningkat dari 2,42 (cukup baik) menjadi 3,13 (baik), psikomotorik meningkat dari 2,35 (cukup terampil) menjadi 3,39 (sangat terampil) dan persentase ketuntasan hasil belajar kognitif siswa dari 53,12% menjadi 87,50% dan (4) kecerdasan emosional siswa meningkat dari kategori memerlukan perhatian menjadi berfungsi efektif tetapi perlu penguatan untuk semua komponennya

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI KOLOID

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan signifikan hasil belajar pada peserta didik kelas XI IPA dengan penerapan model pembelajaran, yaitu model inkuiri terbimbing dan inkuiri konfirmasi. Kegiatan ini menggunakan quasi experiment dengan “pretest-posttest nonequivalent control group design". Sampel yaitu peserta didik kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2. Pengumpulan data menggunakan teknik non-tes dan tes melalui analisis inferensial dan deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan, terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik ranah pengetahuan kelas eksperimen dengan persentase ketuntasan 30% dan kelas control dengan persentase ketuntasan 3,7%

    MENINGKATKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI KRITIS DAN SELF EFFICACY SISWA DENGAN MODEL INQUIRY BASED LEARNING PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang meningkatkan keterampilan argumentasi kritis dan self-efficacy siswa melalui model pembelajaran Inquiry Based Learning (IBL) pada materi larutan penyangga pada siswa kelas XI MIA 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) aktivitas guru; (2) aktivitas siswa; (3) self-efficacy siswa; (4) keterampilan argumentasi kritis siswa; (5) hasil belajar siswa. Metode dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIA 1 SMAN 9 Banjarmasin dengan jumlah 34 orang. Instrumen penelitian berupa tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada; (1) aktivitas guru menunjukkan kategori baik menjadi sangat baik, (2) aktivitas siswa menunjukkan kategori cukup aktif menjadi sangat aktif, (3) self-efficacy siswa menunjukkan kategori cukup baik menjadi baik, (4) keterampilan argumentasi kritis menunjukkan kategori cukup kritis menjadi kritis;(5) hasil belajar pengetahuan menunjukkan kategori sedang menjadi baik dengan model IBL

    PENERAPAN PEMBELAJARAN DENGAN “CHEMISTRY MYSTERY BOX” PADA MATERI SISTEM KOLOID UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN KOLABORASI SISWA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan 1) keterampilan berpikir kreatif, 2) hasil belajar pengetahuan, 3) keterampilan kolaborasi, dan 4) hasil belajar aspek sikap siswa SMA Negeri 6 Banjarmasin melalui penerapan pembelajaran dengan “chemistry mystery box” pada materi sistem koloid. Metode yang dipakai adalah quasi experiment dengan desain “nonequivalent control group”. Sampel penelitian, yaitu kelas eksperimen sebanyak 34 orang dan kelas kontrol sebanyak 35 orang. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes (keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar pengetahuan) dan instrumen non tes berupa angket respon siswa dan observasi (keterampilan kolaborasi dan hasil belajar aspek sikap) melalui analisis deskriptif dan uji-t. Adapun variabel bebas dalam penelitian adalah model pembelajaran dan variabel terikatnya adalah keterampilan (berpikir kreatif dan kolaborasi), hasil belajar (pengetahuan dan sikap). Hasil yang diperoleh menunjukkan 1) tingkat pencapaian keterampilan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen sebesar 77,39% dan kelas kontrol sebesar 73,46% 2) N-gain hasil belajar pengetahuan siswa kelas eksperimen sebesar 0,73 berkualifikasi tinggi dan kelas kontrol sebesar 0,63 berkualifikasi sedang 3) rata-rata keterampilan kolaborasi siswa kelas eksperimen sebesar 76,85% dan kelas kontrol sebesar 70,29% 4) rata-rata hasil belajar aspek sikap siswa kelas eksperimen sebesar 3,96 dan kelas kontrol sebesar 3,5

    MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LAJU REAKSI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa pada materi laju reaksi melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini menerapkan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui (1) aktivitas guru, (2) aktivitas siswa, (3) keterampilan proses sains, (4) hasil belajar siswa dan (5) respon. Penelitian dilaksanakan di Kelas XI SMA Negeri 1 Tapin Selatan sebanyak 26 siswa yang terdiri dari 9 orang siswa dan 17 siswi. Hasil dari penelitian menyatakan terjadi peningkatan siklus I ke siklus II yang meliputi: (1) aktivitas guru dalam pembelajaran dari 72,6%  dalam kategori baik pada siklus I menjadi 89,3% dalam kategori sangat baik pada siklus II; (2) aktivitas siswa dalam pelaksanaan tindakan dari 63% dalam kategori cukup aktif pada siklus I menjadi 86,7% dalam kategori sangat aktif pada siklus II; (3) keterampilan proses sains siswa dari kategori kurang terampil menjadi kategori terampil; (4) hasil belajar sikap siswa pada pelaksanaan tindakan dari 72% dalam kategori baik pada siklus I dan 80,3% dalam kategori baik pada siklus II; (5) hasil belajar ranah pengetahuan siswa pada siklus I 54% naik menjadi 81% pada siklus II; (6) hasil belajar ranah keterampilan siswa dalam pelaksanaan tindakan dari 67,3% dalam kategori cukup terampil dan 81% dalam kategori terampil pada siklus II; (7) siswa memberikan respon yang positif sebesar 96,16% terhadap pembelajaran ini

    PENINGKATAN TRANSFER OKSIGEN PADA CASCADE AERATOR DENGAN INOVASI BAK TERJUNAN

    Get PDF
    Aerasi adalah teknologi pengolahan air dengan cara mentransfer oksigen ke dalam air. Cascade aerasi telah terbukti memiliki kelebihan dalam hal sisi ekonomi dan pengoperasian. Pengembangan cascade aerator banyak dilakukan untuk meningkatkan penyisihan bahan pencemar maupun untuk meningkatkan transfer oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis pengaruh perlakukan perubahan pada bak aerasi cascade aerator terhadap peningkatan kinerja cascade aerator pada proses aerasi dengan cascade aerator satu tingkat berbasis weir untuk mengetahui variasi yang terbaik. Proses aerasi dilakukan dengan mengalirkan air pada cascade aerator dengan debit 60 L/menit selama 4 menit dimana setiap 30 detik dilakukan pengukuran nilai DO, suhu dan tekanan udara. Hasil penelitian menunjukan bahwa melakukan modifikasi pada bak terjunan mampu meningkatkan kinerja cascade aerator dimana variasi terbaik yaitu variasi 3 yaitu inovasi dengan menambahkan slooping spillway dengan chute blocks dengan rata-rata selisih peningkatan sebesar 3,08 mg/L, r sebesar 12,8, efisiensi sebesar 85% dan efisiensi pada suhu 20°C sebesar 81%

    ESTIMASI EMISI GAS RUMAH KACA PADA SEKTOR BANK SAMPAH MENGGUNAKAN PENDEKATAN WASTE REDUCTION MODEL (WARM) DI KELURAHAN SEKUMPUL MARTAPURA

    Get PDF
    Beberapa  permasalahan  yang  dapat  timbul  dari  meningkatnya pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi ialah meningkatnya jumlah sampah  di  Kabupaten Banjar, sebagian besar sampah dapat menyumbang GRK dalam bentuk gas metana (CH4). Sampah yang tanpa sengaja tertimbun dalam jangka waktu tertentu bisa mengalami atau terdekomposisi serta dapat menghasilkan gas-gas yang pada akhirnya akan tersebar di udara. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengelolaan sampah yang tepat dan ramah lingkungan agar tidak mencemari dan merusak lingkungan. Menggunankan metode WARM (Waste Reduction Model) ialah aplikasi yang berfungsi untuk menghitung emisi GRK dari sektor persampahan dengan memasukan data yang telah diperoleh ke dalam aplikasi. Hasil analisis dari penelitian yang  telah dilakukan adalah keberadaan bank sampah mampu mengurangi emisi GRK yang dihasilkan pada aktivitas penimbunan sampah secara langsung di TPA yang dapat terlepas ke atmosfer dalam jumlah besar, apabila kegiatan bank sampah atau pengelolaan sampah lainnya benar –benar dioptimalkan

    APLIKASI DATA CITRA SATELIT LANDSAT 7 ETM+ MULTITEMPORAL UNTUK ESTIMASI PERUBAHAN LUASAN LAHAN RAWA DI KABUPATEN BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: DATA APPLICATION OF LANDSAT 7 ETM + MULTITEMPORAL SATELLITE IMAGE FOR ESTIMATION OF CHANGES IN VARIOUS LAND EXTENSION IN BARITO KUALA DISTRICT PROVINCE OF KALIMANTAN SELATAN

    Get PDF
    Barito Kuala wilayahnya sebagian besar dikelilingi sungai dan rawa, yang mengandung lahan gambut. Kabupaten Barito Kuala seluas hampir tiga ribu kilometer persegi merupakan daerah pasang surut dan  sebagian besar penduduknya hidup dan tinggal di pedesaan, ekosistem rawa cenderung merusak, maka dapat menyebabkan penurunan luas lahan rawa dari waktu ke waktu. Konversi rawa dijadikan kawasan tambak, pemukiman, pertanian, industri, merupakan penyebab menurunnya luasan ekosistem rawa.  Maka jika ekosistem rawa telah rusak akan banyak dampak  berkurang yang dihasilkan dari kerusakan tersebut yang pada akhirnya akan merugikan semua populasi yang ada di daerah sekitar rawa tersebut terutama masyarakat sekitar. Dampaknya dapat mengakibatkan kekeringan, dapat mengakibatkan intrusi air laut lebih jauh ke daratan. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui   lahan rawa dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2017 di Marabahan, Barito Kuala melalui interpretasi data digital citra satelit Multitemporal Landsat 7 ETM+ dan Mengetahui kondisi kualitas air di lahan rawa di Kabupaten Barito Kuala. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan citra landsat 7 ETM+ digunakan untuk megetahui luasan lahan rawa dan diuji akurasi mengunakan Koefision Kappa. Kualitas air mengunkan rumus metode storet berdasarkan KepMen LH Nomor 115 Tahun 2003. Hasil yang diperolih adalah menunjukan luasan lahan rawa pada tahun 2000 sebesar 7.188.912 dan pada tahun 2017 menjadi 6.991.942. Luasan lahan rawa di kabupaten berito kuala  berkurang sebesar 196.970 ha. Kondisi perairan di kabupaten barito kuala memiliki status mutu air dengan sekor 10 (status mutu air tercemar ringan) sampai dengan 12 (status mutu air tercemar sedang)   Barito Kuala is mostly surrounded by rivers and swamps. This condition causes the soil of this area to contain peatland. Barito Kuala Regency covering an area of ​​nearly three thousand square kilometers is a tidal area and most of the population lives and lives in the countryside, the current swamp ecosystem tends to be destructive, causing a decrease in the area of ​​the swamp ecosystem from time to time. Swamp conversion into ponds, industries, settlements, agriculture, is the main cause of the decline in swamp ecosystem area. In addition, if the swamp ecosystem has been damaged, there will be a lot of reduced impact resulting from the damage, which in turn will harm all populations in the area around the swamp, especially the surrounding communities. The impact can cause drought, can lead to sea water intrusion further to the mainland. Thee purrpose of this study was to determine swamp land from 2000 to 2017 in Marabahan, Barito Kuala through interpretation of digital data on Landsat 7 ETM + Multitemporal satellite imagery and to determine the condition of water quality in swamp land in Barito Kuala District. In this study, researchers used Landsat 7 ETM + images used to determine swampland area and tested for accuracy using Koefision Kappa. Water quality uses the storet method formula based on the Ministry of Environment Decree No. 115 of 2003. The results obtained are showing the swamp area in 2000 amounting to 7.188.912 and in 2017 to 6.991.942. The swamp area in Berito Kuala District was reduced by 196.970 ha. The water conditions in Barito Kuala Regency have the status of water quality with a scale of 10 (status of light polluted water quality) up to 12 (status of medium polluted water quality)

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇