Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
MONITORING DAYA DUKUNG KEGIATAN BUDIDAYA KERAMBA JARING APUNG DI DANAU TOBA: MONITORING THE CARRYING CAPACITY OF FLOATING NET CAGE CULTIVATION ACTIVITIES IN LAKE TOBA
Penelitianbinibertujuanuntukmengetahuikondisi lingkungan perairan Danau Toba dan daya dukungnya terhadap kegiatan perikanan KJA dengan mendapatkan jumlah produksi maksimum KJA ynag dapat ditampung perairan Danau Toba. Analisis dataamenggunakan metode Beveridge (1984) dan metode STORET menurut KepMen LH nomor 115 tahun 2003 dan baku mutu PP no 82 tahun 2001. Hasil penelitian Daya Dukung menggunakan metode Beveridge (1996) di Danau Toba untuk stasiun 1 dan 2 masih dibawah nilai dukung dan masih dapat ditingkatkan jumlah unit KJA sebanyak 84 unit stasiun 1 dan 217 unit stasiun 2.aHasil penelitian Berdasarkan kriteria stastus mutu air di Haranggaol, Danau Toba perhitungan menggunakan metode STORET di daerah KJA Desa Bandarsaribu dengan kepadatan KJA yang tinggi, Desa Gudang dengan kepadatan KJA sedang dan Desa Silumbak tidak ada aktivitas KJA. Untuk stasiun 1 kisaran total skor yang diperoleh adalah -8 termasuk status mutu air kelas B yaitu kriteria cemararingan untuk peruntukan baku mutu Kelas II. Untuk stasiun 2 total skor yang diperoleh adalah 0 termasuk mutu air kelas A kriteria baik sekali dan memenuhi baku mutu kelas II.
This researchis aimed to know theenvironmental condition of Lake Toba Water and its supporting power to the fishery activities Kja by obtaining the maximum production amount of Kja the can fit the waters of Lake Toba. Data analysis using Beveridge Method (1984) and STORET method according to LH number 115 year 2003 and quality Raw PP no 82 year 2001. The results of the supporting power research using the Beveridge Method (1996) in Lake Toba for stations 1 and 2 are still below the value of support and can still be increased the number of KJA units as much as 84 units 1 and 217 units Station 2. The results of the research basedaon the criteria of water quality in Haranggaol, lake Toba calculation using the method STORET in the area of KJA Bandarsaribu Village with the density of high KJA, Gudang village with the density of KJA medium and village Silumbak no activity KJA. For stations 1 The total range of scores obtained is-8 including the quality status of Class B is the mild polluted criteria for the quality standard allocation of class II. For station 2 Total score obtained is 0 including grade A water quality A criteria well and meet the quality standards of class II
ANALISIS KUALITAS AIR DI KOLAM PEMBESARAN IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalamus Bleeker) DI UPTD PBAPL KARANG INTAN: ANALYSIS OF WATER QUALITY IN SIAMESE CATFISH (Pangasius hypopthalamus Bleeker) REARING PONDS AT UPTD PBAPL KARANG INTAN
Ikan patin siam adalah salah satu komuditas ikan tawar yang sejak dulu dikenal dikalangan masyarakat yang memiliki nilai jual yang cukup luas. Dalam budidaya ikan patin siam kualitas air sangat penting ditunjukan oleh mutu atau kondisi air yang berdasarkan standar nasional Indonesia karena dapat berpengaruh terhadap mortalitas ikan patin siam. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD PBAPL Karang Intan, Jl. Irigasi BRK. III Desa Jingah Habang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode analisis sampling dengan pengukuran parameter kualitas air diantaranya suhu, pH, DO, Amoniak dan Kecerahan.. Tingkat mortalitas ikan patin siam (Pangasius hypopthalamus Bleeker) di setiap sekat terjadi kematian yang sangat drastis dikarenakan peletakan hapa yang sangat minim dari paparan sinar matahari dan sangat jauh dari aerasi air masuk dan keluar. Sehingga nilai parameter DO bekisar antara 2,9-3,4 mg/l. Menurut SNI 01-6483.5-2002 Standar Produksi Ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalamus Bleeker) Kelas Pembesaran di kolam kurang dari nilai optimum yang dipersyaratkan
Siamese catfish is one of the freshest fish commodity that has long been known among the public which has a fairly wide selling value. In the cultivation of Siamese catfish, water quality is generally very important, indicated by the quality or condition of the water based on the Indonesia National Standar because it can affect the mortality of Siamese catfish. This research was conducted at UPTD PBAPL Karang Intan, Jl. Irigation BRK III Jingah Habang Village, Karang Intan District, Banjar Regency, South Kalimantan Province. This study used a sampling analysis method with measurements of water quality parameters including temperature, pH, DO, Amonia, and brightness. The mortality rate of Siamese catfish (Pangasius hypopthalamus Bleeker) in each of the bulkheads occurs which is very minimal from sun exposure and very far from aerated water entering and leaving. DO parameter values ranged from 2,9-3,4 mg/l according to SNI 01-6483.5-2002 production standar of Siamese catfish (Pangasius hypopthalamus Bleeker) rearing class in ponds less than the required optimum value
KOMPLEKSITAS KALIMAT DALAM TEKS EKSPLANASI PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN 14 BANJARMASIN
Penelitian ini mendeskripsikan (1) kompleksitas kalimat dalam kalimat majemuk setara pada teks eksplanasi peserta didik. (2) Kompleksitas kalimat dalam kalimat majemuk rapatan pada teks eksplanasi peserta didik. (3) Kompleksitas kalimat dalam kalimat majemuk bertingkat pad teks eksplanasi peserta didik. Metode dalam penelitin ini ialah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian memaparkan: (1) pada kalimat majemuk setara peserta didik membuat kalimat majemuk setara sejalan biasa dengan dua klausa berpola S-P, S-P-Pel, dan S-P-Ket, serta menggunakan konjungsi dan serta penggunaan tanda baca “,” (koma), dan “/” (atau). (2) Pada kalimat majemuk rapatan peserta didik membuat karangan kalimat majemuk rapatan sama S serta sama S dan P dengan dua dan tiga klausa berpola S-P, S-P-Pel, S-P-O, S-P-Ket, dan Ket-S-P serta menggunakan konjungsi dan, serta atau. (3) pada kalimat majemuk bertingkat peserta didik membuat kalimat dengan dua, tiga, dan empat klausa berpola S-P, S-P-Pel, S-P-O, S-P-Ket, S-P-O-Ket, P-S, P-S-K, dan P-S-Pel, memiliki klausa relatif dan klausa subordinasi dengan menggunakan konjungsi sehingga, karena, akibat, dan untuk
LEARNING CENTER UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT DI BANJARBARU
The rapid development of technology and information lately affects the way we do things. Along with the existence of remote communication technology makes the work can be done remotely (teleworking). This is the reason for the changing way students learn lately. Students can study anywhere As a result is the decline of academic culture in the campus area because students choose to do learning activities off campus. However, Lambung Mangkurat University as a college has not been able to accommodate the maximum student learning activities outside of college time. Therefore, the Learning Center is needed as a support for learning and academic culture in the campus area. The architecture programming method was chosen as the design method. Programming architecture method is divided into five processes namely goals, facts, concept, needs, and problems. Architectural programming methods pay close attention to the problems in design. Generation Z is the dominant generation in universities today so the trend of learning Generation Z becomes a reference in design. Flexible Learning concept is a Learning Center concept that accommodates students' flexible learning. Flexible Learning is in accordance with generation Z learning trends that have flexibility in learning space, learning media, learning time, and learning style.Perkembangan pesat teknologi dan informasi belakangan ini mempengaruhi cara kita mengerjakan sesuatu. Seiring dengan adanya teknologi komunikasi jarak jauh menjadikan pekerjaan dapat dilakukan dengan jarak jauh (teleworking). Hal tersebut menjadi sebab berubahnya cara belajar mahasiswa belakangan ini. Mahasiswa dapat belajar dimana saja Akibatnya adalah menurunnya budaya akademik di area kampus karena mahasiswa memilih untuk melakukan kegiatan belajar di luar kampus. Namun, Universitas Lambung Mangkurat sebagai perguruang tinggi belum dapat mewadahi secara maksimal kegiatan belajar mahasiswa di luar waktu kuliah. Oleh karena itu, Learning Center diperlukan sebagai penunjang pembelajaran dan budaya akademik di area kampus. Metode arsitektur pemrograman (architecture programming) dipilih sebagai metode perancangan. Metode arsitektur pemrograman dibagi ke dalam Lima proses yaitu goals, facts, concept, needs, dan problem. Metode pemrograman arsitektur memperhatikan secara seksama pada permasalahan dalam perancangan. Generasi Z merupakan generasi dominan pada perguruan tinggi saat ini sehingga tren belajar Generasi Z menjadi acuan dalam perancangan. Konsep Flexible Learning merupakan konsep Learning Center yang mewadahi belajar fleksibel mahasiswa. Flexible Learning sesuai dengan tren belajar generasi Z yang memiliki fleksibilitas pada ruang belajar, media belajar, waktu belajar, dan gaya belajar
KONSEP EKOLOGI PADA RANCANGAN BALAI LATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH DI BANJARBARU
The development of the city of Banjarbaru accompanied by an increase in population and community activities resulting. An increase in the amount of garbage produced. The ideal waste processing and sorting needs and active role from the community is still not running optimally, if these conditions are left the amount of waste that can actually be processed more go more to a landfill or waste damaging the environment. The design of the waste management training center uses the ecological concept with the uses of recycled material or reuse material derived from waste or second thing. Ecological concepts are applied by interactive methods that include design elements namely the wall, floor, plafond, interior, and the composition of the mass and landscape. That concept and method is a solution to create a design that can communicate the importance of community care for the environment and waste process.Berkembangnya kota Banjarbaru yang diiringi peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat berakibat pada meningkatnya jumlah buangan sampah yang dihasilkan. Pengolahan dan Pemilahan sampah yang idealnya perlu peran aktif masyarakat masih belum berjalan optimal, apabila kondisi tersebut dibiarkan, akan mengakibatkan jumlah sampah yang sebenarnya masih bisa diolah lebih banyak masuk ke Tempat pembuangan akhir (TPA) atau terbuang merusak lingkungan. Rancangan Balai latihan pengolahan sampah menggunakan konsep ekologis dengan penggunaan material daur ulang atau reuse material yang berasal dari sampah atau barang bekas. Konsep ekologis diterapkan dengan metode Interaktif yang mencakup elemen desain yaitu dinding, lantai, plafon, interior serta susunan massa dan lansekap. Konsep dan metode tersebut merupakan sebuah solusi untuk membuat rancangan yang dapat mengkomunikasikan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan pengolahan sampah
PENATAAN KORIDOR KAWASAN SEKUMPUL MARTAPURA SEBAGAI WISATA RELIGI
Sekumpul, Martapura is acknowledged as a religious tourism destination by Banjar District’s Department of Tourism. Its number of visitors increase rapidly each year, crowding the streets especially in Martapura and Banjarbaru. Yearly, monthly, and even weekly events attract a lot of pilgrims, which boost the economic sector of the local community. This location, which was popularized by K.H. Abdul Ghani (also known as Guru Sekumpul) has now been filled with many activities. Unfortunately, the physical condition of Sekumpul can no longer accommodate the locals nor the pilgrims. The problem of traffic jams, discomfort and unsafety of pedestrians, and even the dryness of the area must be given solutions so that existing facilities will not go to waste. To solve these problems, the “walkable place” concept is applied, which uses the “sense of place” method with its 3 aspects (form, image, and activities). The walkable place concept is considered suitable and applicable for Rearrangement of Sekumpul Corridor, Martapura, solving problems of the physical conditions by road widening while still considering the existing conditions, adding amenities, creating positive spaces, optimizing the potential of the religious and commercial sectors, and also strengthening Sekmpul’s sense of place. The identity and character already formed in Sekumpul cannot be ignored and changed, therefore this design conserves while also developing for the good of the users.Kawasan Sekumpul Martapura yang diakui oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Banjar sebagai Kawasan Wisata Religi makin tahun makin banyak pengunjungnya. Pertumbuhan kuantitas pengunjung Sekumpul Martapura dengan jumlah yang fantastis selalu memenuhi jalanan khususnya daerah Martapura dan Banjarbaru. Aktivitas tahunan, bulanan bahkan mingguan membuat Jalan Sekumpul selalu ramai peziarah. Hal tersebut memicu lingkungan sekitarnya menjadi aktif dalam segi ekonomi. Tempat yang dipopulerkan oleh K.H Abdul Ghani atau yang biasa dikenal dengan sebutan Guru Sekumpul kini terisi banyak aktivitas, namun, keadaan fisik kawasan belum mendukung baik turis maupun warga lokal. Jalan yang macet, pedestrian yang tidak tertata, hingga gersangnya kawasan yang kurang peneduh patut ditata kembali agar tidak menyia-nyiakan potensi dari kawasan yang sudah ada. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan konsep walkable place yang menerapkan metode sense of place beserta 3 aspeknya, yaitu form, image, dan activities. Konsep walkable place dinilai sesuai dan applicable untuk Penataan Koridor Kawasan Sekumpul Martapura, menjawab bagaimana mengatasi permasalahan fisik kawasan dengan pelebaran jalan, tanpa mengabaikan eksisting kawasan, menambah amenities, menciptakan ruang-ruang positif, mengoptimalkan potensi kawasan sebagai wisata religi dan komersial, serta memperkuat sense of place Sekumpul itu sendiri. Identitas dan karakter yang sudah terbentuk di Sekumpul tidak dapat diabaikan dan diganti begitu saja, maka inti dari desain penataan ini adalah menjaga yang sudah ada, dan mengembangkan untuk pengguna
PRARANCANGAN PABRIK PUPUK DIAMONIUM FOSFAT DARI AMONIA DAN ASAM FOSFAT DENGAN PROSES TVA (Tennessee Valley Authority) KAPASITAS 70.000 TON/TAHUN
Pupuk adalah salah satu sumber nutrient yang dibutuhkan tanaman, dan Indonesia merupakan negara agraris yang mempunyai lahan pertanian yang cukup luas. Namun hingga saat ini produsen pupuk di Indonesia masih kurang, sehingga Indonesia masih mengimpor beberapa jenis pupuk dari luar. Untuk itu perlu didirikan industri pupuk di Indonesia agar dapat membantu memenuhi kebutuhan pupuk setiap daerah di Indonesia khususnya Kalimantan. Salah satu jenis pupuk yang umum digunakan adalah diamonium fosfat atau pupuk DAP. Pupuk DAP adalah pupuk majemuk buatan dengan mengandung dua unsur hara Nitrogen (N) dan Fosfor (P2O5) dengan rumus kimia (NH4)2HPO4..
Pembuatan pupuk DAP ada empat tahapan yaitu reaksi, granulasi, pengeringan dan pengayakan. Reaksi eksotermis terjadi antara amonia dan asam fosfat pada suhu 115 °C dan tekanan 1 atm dalam reaktor CSTR (Preneutralizer Tank) dengan rasio mol N/P 1,45. Granulasi atau proses pembentukan granul pupuk terjadi dalam Granulator, pengeringan menggunakan Rotary Dryer dengan menggunakan udara panas dan pengayakan menggunakan Vibrating Screen ukuran diinginkan-6+10 mesh. Pupuk DAP diproduksi dengan kapasitas 70.000 ton/tahun dengan 330 hari kerja dalam 1 tahun dan dioperasikan mulai tahun 2022. Pabrik direncanakan berlokasi di daerah Bontang, Kalimantan Timur dengan luas area 16.393,25 m2 . Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 200 orang dan bentuk perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staf. Kebutuhan utilitas diambil dari sungai Mahakam sebanyak 1874.4725 m3/hari sedangkan kebutuhan listrik untuk operasional pabrik sebesar 256,0612 kW.
Berdasarkan hasil analisa ekonomi, didapat nilai Return on Invesment (ROI) sesudah pajak untuk pabrik ini sebesar 42 %, Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 1,94 tahun. Sedangkan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 47% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 37%. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan
PRARANCANGAN PABRIK ALUMINIUM SULFAT DARI BAUKSIT DAN ASAM SULFAT DENGAN PROSES DORR KAPASITAS 17.000 TON/TAHUN
Aluminium sulfat berasal kata alum atau dalam bahasa latin disebut alumen. Aluminium sulfat atau senyawa yang memiliki rumus molekul Al2(SO4)3. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, pabrik ini direncanakan beroperasi selama 330 hari/tahun dengan kapasitas produk aluminium sulfat sebesar 17.000 ton/tahun. Bahan baku utama yang diperlukan adalah bauksit yang dibeli dari hasil tambang bauksit di Kalimantan Barat. Pabrik akan didirikan di daerah Gresik, Jawa Timur.
Proses yang digunakan untuk pembuatan aluminium sulfat adalah aluminium sulfat dari bauksit dan asam sulfat. Adapun reaktor yang pakai adalah CSTR dan reaksi bersifat eksotermis. Produk yang keluar reaktor selanjutnya didinginkan di cooler lalu di masukkan ke mixer, dengan penambahan BaS berfungsi untuk mereduksi Fe2(SO4)3 dan penambahan flake glue untuk membentuk flok-flok agar mudah mengendap. Kemudian dari mixer dimasukkan ke settling tank untuk memisahkan endapan dan cairan, lalu keluaran overflow di pompa menuju evaporator untuk memekatkan aluminium sulfat, lalu di pompa menuju spray dryer untuk pengeringan. Setelah kering, kemudian dimasukkan kedalam cyclone. Dari cyclone kemudian didinginkan di cooling conveyor, lalu diseragamkan ukuran melalui ball mill dan screen yang selanjutnya dibawa menggunakan bucket elevator dan di tampung didalam bin aluminium sulfat, kemudian dilakukan pengepakan lalu disimpan didalam gudang.
Berdasarkan hasil analisa ekonomi memberikan hasil investasi modal total (TCI) adalah Rp 218.306.930.340,200 dan diperoleh hasil penjualan yaitu sebesar Rp 326.043.689.971,791. Selain itu diperoleh juga Return of Investment (ROI) seblelum pajak sebesar 43% dan Return of Investement (ROI) setelah pajak sebesar 28%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 2 tahun dan Pay Out Time setelah pajak yaitu 2,8 tahun. Sehingga diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 47% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 22%. Berdasarkan pertimbangan, maka pabrik aluminium sulfat dengan kapasitas 17.000 ton/tahun ini layak dikaji lebih lanjut.
Kata kunci : Kata kunci: Aluminium sulfat, bauksit, asam sulfat, RAT
PRARANCANGAN PABRIK FORMALDEHID DARI METANOL DAN UDARA MELALUI PROSES OKSIDASI MENGGUNAKAN KATALIS IRON MOLYBDENUM OXIDE DENGAN KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN
Formaldehid merupakan senyawa yang memiliki banyak kegunaan antara lain sebagai bahan baku pembuatan fenol formaldehid, melamin formaldehid, urea formaldehid dan tryoxane. Untuk memenuhi kebutuhan formaldehid di Indonesia, maka dilakukan prarancangan pabrik formaldehid dengan kapasitas produksi 50.000 ton/tahun dari bahan baku metanol dan udara melalui proses oksidasi. Pabrik formaldehid ini direncanakan dibangun di daerah Bontang, Kalimantan Timur dengan luas total area pabrik 29.790 m2.
Reaktor fixed bed multitube adalah reaktor yang digunakan beroperasi dengan temperatur 264oC dan tekanan 1,3 atm. Keluaran dari reaktor didinginkan untuk diumpankan ke absorber bertujuan memisahkan produk dalam fase cair dengan komponen lainnya dalam fase gas. Produk formaldehid kemudian diumpankan ke mixing tank untuk memperoleh produk dengan kadar 37% kemudian disimpan di tangki penyimpanan. Perusahaan yang direncanakan berbentuk Perseroan Terbatas dengan struktur organisasi staff dan line. Jumlah karyawan yang dibutuhkan sebanyak 203 orang. Operasi pabrik ini direncanakan selama 1 tahun dalam 330 hari kerja dimulai pada tahun 2023. Kebutuhan listrik untuk operasional pabrik sebesar 138,293 kW sedangkan kebutuhan air untuk utilitas diambil dari sungai Nyerakat, Bontang sebanyak 13.266,1 m3/hari.
Evaluasi ekonomi terhadap prarancangan pabrik formaldehid diperoleh nilai Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 3,88 tahun, Return on Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 15,78%, sedangkan nilai Break Even Point (BEP) adalah 54,81% dan Shut Down Point (SDP) adalah 35,43%. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa layak untuk dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik.
Kata kunci: absorber, formaldehid, metanol, reaktor fixed bed multitube, udar
PRARANCANGAN PABRIK BUTIL METAKRILAT DARI ASAM METAKRILAT DAN BUTANOL DENGAN PROSES ESTERIFIKASI KAPASITAS 17.000 TON/TAHUN
Butil metakrilat dengan rumus molekul C4H18O2 merupakan senyawa organik yang pada keadaan normal berupa cairan. Butil metakrilat digunakan sebagai kopolimer dalam jumlah tertentu dalam bentuk emulsi polimer digunakan sebagai bahan baku dan addictive pada berbagai industri seperti: pigmen promoter perekat, pelapisan kulit, pengkilap lantai, lapisan pelindung, bahan perekat dan cat.
Proses yang digunakan untuk pembuatan butil metakrilat adalah esterifikasi asam metakrilat dengan butanol dengan bantuan katalis asam sulfat, pada tekanan 1 atm dan suhu 90oC, dimana reaktor yang digunakan adalah Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) dan reaksi bersifat ishotermal (menghasilkan panas). Keluaran reaktor yang sudah melalui proses penetralan katalis dan pemisahan dari slurry dialirkan menuju menara distilasi untuk memurnikan butil metakrilat dari butanol dan air. Keluaran bottom menara distilasi berupa butil metakrilat kemudian didinginkan dan dialirkan ke tangki penyimpanan produk. Distilat berupa butanol kemudian dialirkan sebagai arus recycle. Butil metakrilat diproduksi dengan kapasitas 17.000hton/tahun dengan 330 hari kerja dalam 1 tahun dan dioperasikan mulai tahun 2024. Pendirian pabrik direncanakan berlokasi di Tuban, Jawa Timur dengan luas area 16.566 m2. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 161 orang dan bentuk perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staf. Kebutuhan utilitas diambil dari sungai Bengawan Solo sebanyak 22.647,9270 m3/hari. Sedangkan kebutuhan listrik untuk operasional pabrik sebesar 261,83 kW.
Berdasarkan hasil analisa ekonomi, didapat nilai Return on Invesment (ROI) sesudah pajak untuk pabrik ini sebesar 20%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 3,6 tahun. Sedangkan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 50% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 21%. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa pabrik ini bisa dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan.
Kata kunci : Asam Metakrilat, Butil Metakrilat, Butanol, Break Event Point dan Shut Downi oin