Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
MODEL PEMBELAJARAN DEBAT AKTIF BERBASIS ICT PADA MATERI KOLOID DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran debat aktif berbasis ICT dalam mengukur keterampilan berpikir kritis peserta didik. Secara khusus, penelitian ini memiliki tujuan yaitu: (1) Menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis peserta didik yang belajar materi koloid dengan menggunakan model pembelajaran debat aktif berbasis ICT dan menggunakan model pembelajaran Ekspoiotori, (2) Mendiskripsikan respon peserta didik yang menggunakan model pembelajaran debat aktif berbasis ICT. Dalam penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest non equivalen group design sebanyak total tujuh kali pertemuan. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling, teknik pengambilan data menggunakan angket dan tes. Data instrumen penelitian yang diperoleh untuk dianalisis menggunakan uji-t. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis peserta didik antara pembelajaran model debat aktif berbasis ICT dengan model pembelajaran Ekspositori. (2) Penerapan model pembelajaran debat aktif berbasis ICT dapat memberikan respon positif pada peserta didik
EVALUASI KESESUAIAN PEMANFAATAN LAHAN UNTUK TANAMAN JERUK DI KECAMATAN ALALAK DAN KECAMATAN MANDASTANA, KABUPATEN BARITO KUALA
Evaluasi lahan merupakan suatu pendekatan atau cara untuk menilai potensi sumber daya lahan. Hasil evaluasi lahan akan memberikan informasi dan atau arahan penggunaan lahan yang diperlukan, dan akhirnya nilai harapan produksi yang kemungkinan akan diperoleh.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifkasi sifat atau kualitas lahan, evaluasi kesesuaian lahan dan menyusun rekomendasi pemanfaatan lahan untuk tanaman jeruk di Kecamatan Alalak dan Kecamatan Mandastana. Penelitian ini dilakukan pada skala lapangan dan skala laboratorium. Untuk skala lapangan dilakukan pengamatan terhadap kondisi lahan, menentukan titik pengambilan sampel, tekstur tanah dan mengukur kedalaman tanah. Untuk skala laboratprium dilakukan pengamatan terhadap pH tanah, P2O5 dan C-organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pada Kecamatan Alalak dan Kecamatan Mandastana, kondisi temperature, tekstur dan kedalaman tanahnya cukup baik sehingga masih dalam tingkat sesuai (S). Dari hasil evaluasi yang dilakukan, kondisi kesesuaian lahan menunjukkan lahan tersebut cocok untuk pemanfaatan jeruk walaupun pada Kecamatan Alalak dan Kecamatan Mandastana dapat terlihat ketersediaan air sebagai faktor pembatas
KAJIAN FAKTOR PENDORONG KEAKTIFAN KINERJA ORGANISASI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN BANK SAMPAH KOTA BANJARBARU
Bank sampah adalah tempat untuk menabung sampah yang telah dipilah terlebih dahulu sebelum disetorkan. Perkembangan bank sampah tidak terlepas dari adanya kegiatan organisasi dan peran serta masyarakat sebagai komponen terpenting dalam keberlanjutan pengelolaan bank sampah. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji faktor prioritas yang menjadi pendorong keaktifan organisasi dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan bank sampah. Empat bank sampah terbaik dalam penelitian ini yaitu bank sampah Gemilang, Kelurahan Guntung Manggis, bank sampah Sumber Rejeki, Kelurahan Syamsyudin noor, bank sampah Barokah, Kelurahan Landasan Ulin Timur dan bank sampah Cempaka putih, Kelurahan Sungai Ulin di Kota Banjarbaru. Hasil analisis dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) menunjukkan bahwa faktor prioritas pada bank sampah terbaik adalah partisipasi masyarakat (59%), sub faktor prioritas partisipasi masyarakat yaitu kepedulian terhadap lingkungan (29%) dan sub faktor organisasi prioritas adalah manajemen tata kelola bank sampah (32%)
STUDI POLA PENGELOLAAN SAMPAH B3 RUMAH TANGGA DI KABUPATEN BANJAR WILAYAH TIMUR (KECAMATAN MARTAPURA)
Aktivitas rumah tangga menghasilkan sampah yang beragam yaitu berupa sampah organik, anorganik hingga sampah B3. Umumnya masyarakat masih membuang sampah tersebut secara bercampur. Untuk sampah B3 yang dibuang tanpa pengelolaan berpotensi menimbulkan dampak bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis timbulan dan komposisi timbulan sampah B3 rumah tangga, menganalisis hubungan tingkat pendapatan dengan jumlah sampah perkomposisi, serta mengkaji kondisi eksisting pola pengelolaan sampah B3 rumah tangga di Kabupaten Banjar wilayah Timur (Kecamatan Martapura). Metode yang digunakan adalah wawancara, observasi lapangan dan sampling. Berdasarkan hasil pengukuran didapatkan timbulan sampah B3 rumah tangga sebesar 0,070 kg/orang/hari atau 1,017 liter/orang/hari dengan komposisi paling besar terdapat pada produk perawatan diri berupa pampers. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pendapatan dengan jumlah sampah B3 perkomposisi. Hingga saat ini sampah B3 rumah tangga ditangani layaknya sampah domestik. Sampah yang bernilai ekonomis dijual ke pengepul dan sisanya langsung dibuang ke TPA
PEMETAAN SEBARAN TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH (TPS) TIDAK RESMI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan pola sebaran tempat pembuangan sampah (TPS) tidak resmi serta mengetahui faktor penyebab timbulnya TPS tidak resmi yang ada di Kecamatan Sungai Tabuk, Kecamatan Gambut dan Kecamatan Kertak Hanyar. Untuk mendapatkan data yang diperlukan dilakukan studi pustaka, survei lapangan dan wawancara terhadap warga sekitar. Data ditabulasikan dan diolah menggunakan perangkat lunak ESRI ArcGIS 10.3. dari hasil penelitian didapat sebanyak 14 TPS tidak resmi yang terdiri dari 11 TPS tidak resmi diangkut dan 3 TPS tidak resmi tidak diangkut. Faktor utama penyebab timbulnya TPS tersebut antara lain jarak dari jalan utama, jarak dari jalan lokal, tutupan lahan, cakupan wilayah pelayanan pengangkutan sampah dan jarak dari TPS resmi
PENGARUHbPENGGUNAANbALATbPELINDUNGbDIRIbDALAM KESELAMATANbDANbKESEHATANbKERJAbTERHADAPbPRODUKTIVITAS KARYAWANbPABRIKbKELAPAbSAWITbPT. HASNURbCITRAbTERPADU
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penggunaan alat pelindung diri dalam keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas karyawan pabrik kelapa sawit. Kegiatan penelitian dilakukan dengan mengamati data primer dan data sekunder. Data primer yang diperlukan adalah lembar kuesioner tentang jenis kelamin, tingkat pendidikan, usia, masa kerja, K3, APD, dan produktivitas karyawan. Untuk data sekunder berupa data dari SHE mengenai kecelakaan kerja yang terdapat di PT. HCT dan dilakukan analisis departemen yang Bangka kejadian kecelakaan kerjanya paling tinggi. Kemudian dilakukan pengolahan data melalui tahap coding (setelah data terkumpul dilakukan pemberian skor jawaban berdasarkan bobot tertentu setiap jawaban dengan skala), tabulating (proses menghitung skor masing-masing variable dan ditampilkan dalam bentuk tabel agar lebih mudah dipahami), dan entry data (memasukkan data tabulasi kelembar kerja untuk diolah dan dianalisis menggunakan program statistika computer)
SEBARAN KUALITAS AIR DALAM ALIRAN SUNGAI KUIN KOTA BANJARMASIN
Banjarmasin merupakan kota yang dikenal dengan seribu sungai yang terletak diibukota Kalimantan. Salah satu sungai tersebut adalah sungai Kuin. Sungai sangatlah penting bagi masyarakat Kalimantan Selatan sehingga berkembang suatu aktivitas disungai,yang akan mempengaruhi kualitas air sungai. Pencemaran sungai kuin diakibatkan banyaknya limbah padat dan cair secara langsung sehingga sungai tersebut menurun kualitasnya. Besarnya aktivitas disepanjang sungai kuin akan berpengaruh terhadap kualitas air sungai, maka perlu dilakukan studi kualitas air sungai agar mengetahui kualitas air sungai tersebut untuk menentukan strategi pengendalian air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis nilai kadar oksigen terlarut dalam aliran sungai Kuin Kota Banjarmasin dan didukung data kualitas air lainnya seperti BOD dan COD. Data diambil sepanjang sungai kuin dengan Jumlah stasiun pengambilan sampel dibagi menjadi 10 titik yang tersebar disepanjang sungai dengan jarak antar stasiun ± 400 m, dengan asumsi bahwa pada jarak ini terdapat perubahan sebaran oksigen terlarut dalam aliran sungai. Setiap stasiun diambil 3 kali pengulangan ( sisi kiri, tengah, dan sisi kanan ) sungai. Sehingga diperoleh 30 sampel air. Hasil analisis kualitas air Sungai Kuin yang dilakukan di Laboratorium Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat diketahui konsentrasi DO sungai kuin berkisar 1,68 – 3,41 mg/l, nilain BOD dalam aliran sungai kuin berkisar 8 – 26,67 mg/l. Serta nilan COD Sungai Kuin berkisar 26,53 – 31,04 mg/l.Hasil perbandingan dengan baku mutu berdasarkan Peraturan gubernur Kalsel No. 05 Tahun 2007 kualitas sungai kuin tidak memenuhi baku mutu air kelas II. Dilihat dari hasil tersebut, kondisi sungai kuin telah mengalami pencemaran
EVALUASI DAN PENINGKATAN KINERJA JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DI IPA III PDAM INTAN BANJAR KECAMATAN SIMPANG EMPAT
Pada jaringan distribusi Kecamatan Simpang Empat, air bersih di distribusikan oleh PDAM Intan Banjar. Air bersih tersebut didistribusikan melalui IPA III Simpang Empat. Dalam pendistribusiannya IPA III Simpang Empat ini masih belum dapat mengalirkan air selama 24 jam dan masih banyak desa yang belum mendapatkan air karena di beberapa titik masih banyak nilai tekanan yang tidak memenuhi standar. Hasil evaluasi kondisi jaringan distribusi daerah pelayanan IPA Simpang Empat dengan menggunakan simulasi EPANET 2.0 menunjukkan 45% parameter tekanan, dan 35% unit headloss pada pipa yang masih belum sesuai standar perencanaan, yang sangat mempengaruhi keadaan distribusi air bersih. Evaluasi kondisi jaringan distribusi daerah pelayanan IPA Sambung Makmur yaitu air di supply sebanyak 16.196 m3/bulan dan air yang di butuhkan (demand) sebanyak 10.558 m3/bulan, selisih dari air yang di supply yaitu 5.638 m3/bulan atau sebanyak 188 m3/hari. Rencana peningkatan kinerja jaringan distribusi pada IPA Simpang Empat yaitu alternatif 1 (meningkatkan kapasitas pompa) meningkatnya sisa tekan (pressure) menjadi 100% sesuai standar dan unit headloss pada pipa menjadi 26% yang tidak memenuhi standar, alternatif 2 (memperbesar diameter pipa) meningkatnya sisa tekan (pressure) menjadi 100% sesuai standar dan unit headloss pada pipa menjadi 18% yang tidak memenuhi standar. Jadi rekomendasi yang dibuat untuk jangka panjang yaitu alternatif 1 (meningkatkan kapasitas pompa)
HUBUNGAN INDEKS KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DENGAN PARAMETER KUALITAS AIR DI SUNGAI MARTAPURA DESA MELAYU KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks dominasi macrozoobenthos di Sungai Martapura Desa Melayu dan mengetahui hubungan parameter kualitas air berdasarkan indeks dominasi macrozoobenthos di perairan Sungai Martapura Desa Melayu
Penelitian ini dilaksanakan di Sungai Martapura Desa Melayu Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Secara keseluruhan waktu yang diperlukan dalam penelitian selama 4 bulan. Parameter yang diukur yaitu suhu, kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, total suspended solid (TSS), dissolved oxygen (DO), derajat keasaman (pH). Analisis data yang digunakan yaitu kepadatan, kepadatan relatif, frekuensi kehadiran, keanekaragaman, keseragaman, similaritas dan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian ditemukan sebanyak 6 spesies macrozoobenthos yang terdiri dari 2 filum dan 3 kelas. Nilai kepadatan populasi tertinggi terdapat pada stasiun I sebesar 1.687 ind/m2 dan terendah pada stasiun II sebesar 1.027 ind/m2. Indeks keanekaragaman tertinggi terdapat pada stasiun III sebesar 1,18 dan terendah terdapat pada stasiun II sebesar 0,18. Indeks keseragaman tertinggi terdapat pada stasiun III sebesar 0,80 dan terendah terdapat pada stasiun I sebesar 0,1. Indeks similaritas antar stasiun tidak ada kemiripan. Kepadatan relatif tertinggi dari spesies T.tubifex sebesar 98,26% dan terendah terdapat pada spesies C.aurisipelis sebesar 0,87%. Frekuensi kehadiran tertinggi terdapat pada stasiun III sebesar 167,67% dan terendah terdapat pada stasiun II sebesar 66,67%. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda didapatkan R = 0,716 artinya sebesar 71,6% kepadatan macrozoobenthos mempengaruhi kualitas air Sungai Martapura
KONDISI LINGKUNGAN PERAIRAN DI DESA BATAKAN OLEH PENGARUH MUSIM BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi pengaruh musim Barat terhadap kualitas lingkungan perairan, aktivitas pariwisata terhadap limbah padat di kawasan pesisir Desa Batakan serta menganalisis kondisi kualitas lingkungan perairan untuk mengetahui status mutu air di sekitar wilayah Desa Batakan.
Parameter yang diukur yaitu: total suspended solid (TSS), dissolved oxygen (DO), derajat keasaman (pH), chemical oxygen deman (COD), biological oxygen deman (BOD), dan salinitas. Data yang dihasilkan dari pengukuran disajikan dalam bentuk tabulasi dan diagram sehingga akan terlihat adanya perbedaan pada setiap lokasi sampling pengamatan. Analisis data menggunakan metode indeks pencemaran (IP) menurut KepMen LH nomor 115 tahun 2003.
Hasil pengukuran kualitas air menunjukkan adanya perbedaan nilai status mutu air antara lokasi sampling 1, lokasi sampling 2, dan lokasi sampling 3. Dalam penggolongan tetap termasuk ke dalam kategori cemar sedang. Pengaruh musim barat menyebabkan perairan Desa Batakan masuk dalam kategori cemar sedang pada saat musim barat.
This study aimed to identify the influence of westerly monsoon on the quality of aquatic environment, tourism activities on solid waste in the coastal area of Batakan Village and to analyze the condition of the aquatic environment quality to determine the status of water quality in the vicinity of Batakan Village.
The parameters measured were: total suspended solid (TSS), dissolved oxygen (DO), acidity (pH), chemical oxygen demand (COD), biological oxygen demand (BOD), and salinity. The data generated from the measurements were presented in tabulation and diagrams so that the differences would be seen in each observational station. The data analysis used pollution index (IP) method according to Ministerial Decree of Environment Number 115 year 2003 and quality standard according to Presidential Decree Number 82 year 2001.The result of water quality measurement showed the difference of water quality status between sampling location 1, sampling location 2, and sampling location 3. In the constant classification, those were included in the category of lightly polluted. The influence of the westerly monsoon resulted in the waters of Batakan Village to be in the category of lightly polluted during the westerly monsoon