Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
ARENA FUTSAL UPAUJAYA DI KECAMATAN UPAU KABUPATEN TABALONG
Sport is one of the routine activities that a person does to maintain health, Futsal becomes a trend in the pleasure of young people and also in all circles, futsal is also no different from the game of football because both are played by kicking, the difference is that futsal is very easy not to require a large field and a lot of players. Based on the background of the problems raised from this report, namely how to realize the design of a Futsal Arena (Indoor) Type C equivalent that is creative and has a profit in the district of Upau. The method used to solve this problem is the design method is a method of solving problems with programmatic concepts. The design method is the answer to a problem that will encompass the needs in a building. By focusing on space, shape, function, construction.Olahraga merupakan salah satu aktivitas rutin yang dilakukan seseorang untuk menjaga kesehatan, Futsal menjadi sebuah tren pada kesenangan anak muda dan juga pada semua kalangan, olahraga futsal ini juga tidak berbeda dengan permainan sepakbola karena sama-sama dimainkan dengan cara ditendang ,perbedaanya hanaya futsal sangat mudah tidak memerlukan lapangan yang luas dan pemain yang banyak. Berdasarkan latar belakang permasalahan yang diangkat dari laporan ini yaitu bagaimana mewujudkan desain sebuah Arena Futsal (Indoor) Setara Tipe C yang rekreatif dan mempunyai profit di wilayah Kecamatan Upau. Metode yang dipakai untuk penyelesaian masalah ini yaitu metode perancangan merupakan metode penyelesaian masalah dengan konsep programatik. Metode perancangan adalah jawaban dari sebuah permasalahan yang nantinya mencakup kebutuhan dalam suatu bangunan. Dengan memfokuskan ke ruang, bentuk, fungsi, konstruksi
BANJARMASIN FUTSAL CENTER
Banjarmasin Futsal Center appears as an answer to some problems that exist in the world of futsal in Banjarmasin. The problem is the lack of effectiveness of facilities for most futsal center in Banjarmasin. In addition, the image building of futsal centers also contributed to the problem, which is less reflect its image as a sports hall. Architecture method used in answering the problems is architectural programming method by referring to the standardization of building space in sports hall that include spaces must available in the sports hall along with the minimum standards of the room size. Representative concept also used as a support in providing the absolute picture of sports hall’s image to the public. Sports hall basically do not have special characteristics related to the image of the building contained in a theory, therefore Banjarmasin Futsal Center is designed by approaching the football stadium especially in terms of its shape so that it can be known as "Mini Stadium".Banjarmasin Futsal Center muncul sebagai jawaban atas beberapa permasalahan yang ada dalam dunia futsal di Banjarmasin. Permasalahan yang dimaksud adalah kurang memadainya fasilitas pada sebagian besar futsal center yang ada di Banjarmasin. Selain itu, citra bangunan dari futsal center tersebut juga turut menjadi masalah, yang mana kurang mencerminkan citranya sebagai suatu gedung olahraga, Metode arsitektur yang digunakan dalam menjawab permasalahan tersebut adalah metode architectural programming dengan merujuk kepada standarisasi ruang pada gedung olahraga yang meliputi ruang-ruang yang harus tersedia pada gedung olahraga beserta standar minimal ukuran ruang tersebut. Konsep representatif juga digunakan sebagai dukungan dalam memberikan gambaran mutlak tentang citra gedung olahraga kepada masyarakat. Gedung olahraga pada dasarnya tidak memiliki ciri-ciri khusus terkait citra bangunannya yang tercantum dalam sebuah teori, maka dari itu Banjarmasin Futsal Center dirancang dengan melakukan pendekatan kepada stadion sepakbola terutama dari segi bentuknya sehingga dapat dikenal sebagai “Mini Stadium”
PRARANCANGAN PABRIK CUMENE DARI PROPILEN DAN BENZENE MENGGUNAKAN KATALIS BETA ZEOLIT DENGAN KAPASITAS 10.000 TON/TAHUN
Cumene (C9H12) adalah senyawa yang sangat penting bagi perkembangan industri kimia diantara kegunaannya antara lain sebagai bahan baku pembuatan fenol, aseton, acetophenone, resin, solven dan asam terepthalat sedangkan untuk industri mekanik senyawa cumene digunakan untuk pembuatan zat aditif pada bahan bakar dengan tujuan meningkatkan kemampuan mesin piston pesawat terbang. Pabrik C9H12 berkapasitas 10.000 ton/tahun beroperasi selama 330 hari/tahun dan dibangun tahun 2022 di Kecamatan Cilegon, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Bahan baku yang digunakan adalah propilen (C3H6) dan benzene (C6H6) menggunakan bantuan katalis beta zeolit.
Reaktor pembuatan cumene (C9H12) beroperasi pada suhu masuk reaktor 350 oC dan tekanan 25 atm. Reaktor yang digunakan adalah reaktor fixed bed multitube reaksi bersifat eksotermis (mengeluarkan panas). Produk keluaran reaktor yang masih mengandung produk samping DIPB (C12H18) selanjutnya akan direaksikan kembali di reaktor kedua fixed bed multitube yang beroperasi pada suhu 300 0C dan tekanan 1 atm kemudian dialirkan ke menara distilasi untuk memisahkan produk dari impuritis. sehingga diperoleh produk cumene (C9H12) dengan kemurnian 99,5%.
Pemasaran C9H12 diutamakan untuk konsumsi dalam negeri agar tidak mengimpor lagi. Sistem kerja karyawan sebanyak 108 orang dibagi dalam regu dan shift. Hasil analisa ekonomi memberikan hasil TCI sebesar Rp 300.396.696.497 dan diperoleh hasil penjualan Rp 4.074.878.248.409,34. Berdasarkan hasil perhitungan analisis ekonomi, yaitu didapatkan nilai POI 7%, ROI 14%, POT 4,46 tahun, NVP Rp 3.436.649.327, IRR 12,27%, BEP 40,45% dan SDP 20,50%.. Berdasarkan pertimbangan hasil analisis kelayakan ekonomi BEP dan SDP memenuhi syarat, maka pabrik C9H12 kapasitas 10.000 ton/tahun layak dibangun
PRARANCANGAN’PABRIK’NITROGLISERIN’DARI’GLISERIN’ DAN ASAM NITRAT MENGGUNAKAN PROSES BIAZZI DENGAN KATALIS ASAM SULFAT KAPASITAS PRODUKSI 10.000 TON/TAHUN
Nitrogliserin atau 1,2,3-trinitroksipropana, merupakan senyawa yang sangat mudah untuk meledak, berbentuk seperti minyak, dan tak berwarna dengan rumus kimia C3H5N3O9. Nitrogliserin dapat digunakan sebagai bahan peledak maupun digunakan sebagai obat-obatan. Nitrogliserin jika diolah menjadi bahan peledak termasuk dalam jenis bahan peledak yang memiliki daya ledak tingkat tinggi yang dapat diaplikasikan sebagai bahan peledak berbentuk dinamit dan juga sebagai propelan. Sedangkan jika nitrogliserin digunakan sebagai obat nitrogliserin dapat memberikan efek mengurangi rasa sakit dan juga mengurangi frekuensi pada orang yang terkena serangan angina pektoris.
Pabrik nitrogliserin yang akan dibangun diproduksi dari gliserin dan asam nitrat menggunakan proses biazzi. Gliserin dan asam nitrat direaksikan pada fase cair dalam reaktor dengan konversi 99,43% dengan kondisi operasi temperatur 15 °C dan berlangsung pada tekanan 1 atm menggunakan reaktor continuous strirred tank reactor, menggunakan katalis asam sulfat yang berfungsi untuk memecah ion nitrit pada sulfat dan membuat ion nitrit menyerap air yang terbentuk selama reaksi berlangsung. Reaksi yang terjadi dapat melepaskan panas ke lingkungan atau bersifat eksotermis sehingga untuk mempertahankan suhu, reaksi panas yang timbul harus secepatnya dihilangkan, selanjutnya pemurnian menggunakan dekanter. Produk akhir diperoleh 99% nitrogliserin. Kapasitas produksi 10.000 ton/tahun dengan 9.500 ton/tahun mencukupi kebutuhan dalam negeri dan 500 ton/tahun untuk dilakukan ekport ke Thailand dan Malaysia dan dapat dioperasikan mulai tahun 2023. Lokasi pabrik direncanakan di Kawasan Industri Trisakti-Basirih, Kalimantan Selatan dengan luas tanah yang diperlukan 70.000 m2. Membutuhkan tenaga kerja sebanyak 156 orang serta perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang memiliki sistem garis dan staf pada organisasinya. Berdasarkan hasil analisa ekonomi, didapatkan sebesar 51,16 % pada BEP dan sebesar 32,83 % pada SDP sehingga dari hasil yang dapatkan bahwa pabrik ini memiliki kelayakan untuk didirikan
PRARANCANGAN PABRIK BENZIL ALKOHOL DARI BENZIL KLORIDA, NATRIUM KARBONAT DAN AIR DENGAN PROSES HIDROLISIS KAPASITAS 12.000 TON/TAHUN
Benzil alkohol dengan rumus molekul C6H5CH2OH merupakan senyawa yang tidak beracun, tidak berwarna dan memiliki aroma aromatik yang ringan. Dalam berbagai industri, benzil alkohol banyak digunakan digunakan pada pembuatan parfum, obat, kosmetik, solvent, dan juga sebagai bahan untuk industri kimia yang lain. Selain itu, benzil alkohol beserta turunannya juga banyak ditemukan pada berbagai bidang seperti pelapis, pernis dan juga komposisi coating atau waterproofing. Kebutuhan benzil alkohol di Indonesia masih dipenuhi melalui impor dari Taiwan, USA, Jerman, dan India karena belum adanya pabrik benzil alkohol yang berdiri di Indonesia. Prarancangan pabrik benzil alkohol ini rencananya akan didirikan pada tahun 2024 dengan kapasitas 12.000 ton/tahun.
Pembuatan benzil alkohol dilakukan dengan proses hidrolisis melalui reaksi antara benzil klorida dan natrium karbonat. Reaksi pada reaktor alir tangki berpengaduk (RATB) berlangsung pada fase cair dengan suhu reaksi 190oC dan tekanan 17 atm dengan waktu reaksi 1,75 menit. Produk yang keluar dari reaktor kemudian didinginkan dan dipisahkan yang selanjutnya akan diumpankan menuju vaporizer untuk dimurniikan. Produk bawah vaporizer dipompakan menuju cooler sebelum disimpan pada tangki penyimpanan, sedangkan produk atas vaporizer dialirkan ke unit pengolahan limbah (UPL) untuk diolah lebih lanjut. Dengan kemurnian 99,96% produk benzil alkohol yang keluar dari hasil bawah vaporizer.
Pendirian pabrik direncanakan berlokasi di Desa Wringinanom, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur dengan tanah seluas 50.000 m2 (4 ha). Pemasaran Benzil Alkohol diutamakan untuk konsumsi dalam negeri. Tenaga kerja yang dibutuhkan pada pabrik benzil alkohol adalah sebanyak 117 orang dengan perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi staf dan garis. Berdasarkan hasil perhitungan pada analisa ekonomi, didapatkan nilai Return on Invesment (ROI) sesudah pajak untuk pabrik ini sebesar 22,86%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 3,01 tahun. Sedangkan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 56% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 38%. Berdasarkan pertimbangan hasil analisa kelayakan ekonomi tersebut, maka pabrik Benzil Alkohol dengan kapasitas 12.000 ton/tahun layak didirikan.
Kata kunci : benzil alkohol, proses hidrolisis, reaktor alir tangki berpengaduk (RATB
PRARANCANGAN PABRIK BIOETHANOL DARI TETES TEBU DENGAN PROSES FERMENTASI KAPASITAS 37.000 TON/TAHUN
Amonium sulfat adalah garam anorganik yang biasanya digunakan sebagai pupuk nitrogen selain pupuk urea. Dalam pupuk amonium sulfat terdapat kandungan nitrogen dalam bentuk kation amonium yang mudah melepas hidrogen dan sulfur dalam bentuk anion sulfat yang mudah diserap tanaman oleh karena itu sebagian besar (97%) amonium sulfat digunakan sebagai pupuk penambah unsur nitrogen untuk tanaman dan sisanya (3%) digunakan di bidang industri seperti pengolahan air, fermentasi dan penyamakan. Proses pembuatan amonium sulfat dilakukan dengan menggunakan proses netralisasi dari asam sulfat dan amonia.
Pembuatan amonium sulfat dengan proses netralisasi diawali dengan mempersiapkan bahan baku yaitu merubah fase amonia dari cair menjadi gas dan memanaskan asam sulfat sebelum dimasukkan ke dalam reaktor bubble dengan tekanan 1 atm dan suhu operasi 106°C. Proses netralisasi terjadi dalam reaktor bubble, kemudian hasil keluaran reaktor di masukkan ke centrifuge untuk dipisahkan antara kristal basah yang terbentuk dan filtrat nya. Filrat yang dihasilkan akan dimasukkan ke evaporator untuk dipekatkan sedangkan Kristal basah dimasukkan ke dalam rotary dryer untuk dikeringkan atau untuk mengurangi kandungan airnya hingga 0,15%. Kristal keluaran dari rotary dryer dialirkan melalui cooling conveyor dan masuk ke screener untuk mendapatkan amonium sulfat ukuran 30 mesh. Amonium sulfat yang masih tertahan akan dimasukkan crusher untuk dihaluskan kembali. Kemudian amonium sulfat ukuran 30 mesh diangkut menuju bin untuk ditampung. Dari bin selanjutnya amonium sulfat masuk ke unit pengemasan dan disimpan dalam gudang sebelum dipasarkan. Amonium sulfat diproduksi dengan kapasitas 800.000 ton/tahun dengan 330 hari kerja dalam 1 tahun dan dioperasikan mulai tahun 2024. Perndirian pabrik direncanakan berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur dengan luas area 80500 m². tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 159 orang dan bentuk perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dengan system organisasi line dan staff. Kebutuhan utilitas di ambil dari sungai Guntung sebanyak 2685,6920 m³/hari. Sedangkan kebutuhan listrik untuk operasional pabrik sebesar 10144,6650 kW.
Berdasarkan hasil analisa ekonomi, didapat nilai Return on Invesment (ROI) sesudah pajak untuk pabrik ini sebesar 19%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 3,4 tahun. Sedangkan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 41% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 34%. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa pabrik ini bisa dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan.
Kata kunci : Amonium sulfat, Netralisasi, Break Event Point, Shut Down Poin
PRARANCANGAN PABRIK PENTARITRITOL DARI ASETALDEHID FORMALDEHID DAN NATRIUM HIDROKSIDA DENGAN PROSES CANNIZARO KAPASITAS 6.000 TON/TAHUN
Indonesia adalah suatu negara berkembang yang banyak melakukan upaya pembangunan. Salah satu pembangunan dan pengembangannya yaitu pada sektorindutri. Pada perindustrian, masih terdapat beberapa bahan kimia yang harus diimpor dari luar negeri, salah satunya ialah Pentaeritritol. Kebutuhan pentaeritritol sekarang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pabrik ini direncanaakan didirikan di Gresik, Provinsi Jawa Timur, Indonesia dengan kapasitas sebensar 6000 Ton/Tahun dengan luas tanah 16599 m2. Pabrik ini beropasi selama 330 hari pertahun dengan jumlah karyawan dan staff sebanyak 150 orang.
Proses yang digunakan pada pabrik pentaeritritol adalah proses Cannizaro. Proses dimana cannizaro adalah yaitu molekul benzaldehid bisa mengoksidasi ataupun mereduksi molekul benzaldehid itu sendiri. pembuatan perntaeritritol adalah dengan mereaksikan asetaldehid, formaldehid dan naterium hidroksida. Reaksi terjadi pada reaktor alir tangki berpengaduk (R-210) yang dijaha suhunya dengan menggunkan jaket pendingin. Kemudian hasil keluaran akan dialirkan ke alat Neutralizer (N-220) dan dipisahkan dengan Evaporator (V-310). Selanjutnya produk dialirkan ke centrifuge kemudian di kristalisasi menggunakan Crystalizer. Keluaran Crystalizer dialirkan ke Rotary dryer untuk dilakukan pnegeringan padatan. Produk utama proes ini adalah pentaeritritol dan produk samping adalah Natrium Format.
Berdasarkan analisa ekonomi yang didaptkan terlihat bahwa pabrik ini memiliki total capital investment (FCI) sebesar Rp. 208,357,088,468,00.- pabrik ini dinyatakan- layak yang dilihat dari nilai Return On Investment (ROI) sebelum- pajak sebesar 40% dan ROI setelah pajak sebesar 26% dengan keuntungan (laba) bersih sebesar Rp 54,392,513,936,39.- pertahun. sedangkan Pay Out Time (POT) sebelum pajak adalah 2,07 tahun dan sesudah pajak adalah 2,9 tahun. Break Even Point (BEP) adalah 47% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 31%. Dari uraian tersebut maka pabrik Pentaeritritol- dari asetaldehid-, formaldehid- dan Natrium hidroksida dengan proses Cannizaro kapasitas 6.000 ton/tahun layak didirikan.
Kata Kunci : Asetaldehid, Formaldehid, NaOH, Pentaritritol, Cannizar
PENGARUH SERBUK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica (L.) less) MENEKAN SERANGAN NEMATODA PURU AKAR (Meloidogyne spp.) PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum mill.)
Serbuk daun beluntas dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pengendalian nematoda puru akar. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kemampuan serbuk daun beluntas dalam menekan serangan Meloidogyne spp. dan mengetahui dosis terbaik serbuk daun beluntas dalam menekan serangan Meloidogyne spp. pada tanaman tomat. Penelitian ini mengunakan RAL satu faktor (5 perlakuan dan 4 ulangan). Hasil pengujian menunjukkan bahwa daun beluntas tidak berpengaruh nyata terhadap penurunan puru akar pada sistem akar total. Persentase sistem akar puru total terbanyak yaitu pada perlakuan kontrol sebesar 35% dan persentase terendah pada perlakuan D sebesar 5%. Persentase penekanan tertinggi ditunjukkan pada perlakuan D yaitu sebesar 85,71% (Serbuk daun beluntas 125 g / polybag + 300 butir telur Meloidogyne spp.
Pengaruh Warna Bunga Refugia Terhadap Keanekaragaman Serangga Pada Pertanaman Tomat (Solanum lycopersicum)
Bunga refugia merupakan mikrohabitat yang dapat menyediakan tempat berlindung bagi musuh alami dan adanya musuh alami dapat melemahkan reproduksi OPT. Bertujuan untuk mengetahui jenis serangga yang datang pada bunga refugia warna putih, merah muda, kuning dan jingga. Metode pengumpulan serangga menggunakan jaring ayun, Yellow sticky traps dan secara langsung. Hasil identifikasi serangga yang ditemukan dari 3 alat perangkap yang digunakan menunjukkan pada bunga refugia berwarna merah muda (Z. elegans) ada 6 famili serangga dengan jumlah serangga 124 ekor serangga, ada 6 famili serangga dengan jumlah serangga 73 ekor serangga pada warna bunga kuning (C. caudatus), warna jingga (T. ercta L) 4 famili dengan jumlah serangga 58 ekor serangga, dan serangga yang ada dibunga warna putih (Z. acceraso) 6 famili serangga berjumlah 41 ekor. Serangga-serangga yang ditemukan ada yang bersifat predator, hama dan parasitoid dari 9 famili serangga yaitu, Thyreocoridae, Stratiomycidae, Formicidae, Coccinelidae, Brassicaceae, Sphecidae, Syrhidae, Peridae, dan Thphritida. Bunga merah muda dapat menarik serangga seperti kepik, kumbang koksi dan tawon, bunga warna kuning menarik serangga kepik, lalat tentara dan kupu-kupu, warna jingga menarik serangga kumbang koksi dan kupu-kupu sedangkan warna putih menarik serangga lalat bunga, kumbang koksi, lalat buah dan semut
Efektivitas Rendaman Kulit Bawang Merah Terhadap Hama Daun Tomat Pada Masa Vegetatif
Produksi tomat dari tahun 2013-2015 mengalami penurunan yang salah satunya disebabkan oleh serangan hama. Hama utama tomat yaitu ulat grayak (Spodoptera litura) seringkali menyebabkan tanaman tomat mengalami gagal panen atau produktivitasnya rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi rendaman kulit bawang merah terhadap hama daun tomat pada masa vegetatif. Penelitian berlangsung selama 5 bulan (Februari-Juli 2019). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan masing-masing diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan rendaman kulit bawang merah tidak berpengaruh terhadap intensitas kerusakan daun tomat