Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
PRARANCANGAN PABRIK ASAM FENIL ASETAT DARI BENZIL SIANIDA DAN ASAM SULFAT DENGAN PROSES HIDROLISIS KAPASITAS 4.500 TON/TAHUN
Asam fenil asetat adalah salah satu senyawa organik yang utamanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan obat-obatan farmasi atau bahan campuran untuk pembuatan produk kimia atau farmasi lain. Asam fenil asetat sering digunakan sebagai bahan pembuatan phenylaceton dan penicillin yang diperlukan untuk produksi amphetamine. Asam fenil asetat juga sering dipakai untuk bahan campuran dalam industri parfum, misal methyl phenylacetic madu dan beraroma mawar, ethyl phenylacetic acid beraroma madu, amylphenylacetic acid beraroma coklat. Pembuatan asam fenil asetat dapat dilakukan dengan beberapa proses, salah satunya adalah dengan proses hidrolisis benzil sianida dan asam sulfat.
Pembuatan asam fenil asetat dengan proses hidrolisis diawali dengan mempersiapkan bahan baku yaitu mengencerkan asam sulfat dengan air memanaskannya sebelum dimasukkan ke dalam reaktor dengan tekanan operasi 1 atm dan suhu 90°C. Proses hidrolisis terjadi di dalam reaktor, kemudian hasil keluaran reaktor diteruskan ke rdvf untuk memisahkan filtrat dan cake yang terbentuk. Filrat yang dihasilkan akan dimasukkan ke dekanter untuk memisahkan komponen berdasarkan massa jenisnya, sedangkan cake berupa amonium bisulfat dialirkan menuju gudang penyimpanan menggunakan cooling conveyor. Hasil pada atas dekanter akan diteruskan ke menara distilasi untuk memisahkan asam fenil asetat dari reaktan yang tersisa, sedangkan hasil pada bawah dekanter akan di-recycle kembali ke dalam reaktor. Hasil atas menara distilasi didinginkan terlebih dahulu di heat exchanger lalu di-recycle kembali ke reaktor. Hasil bawah menara distilasi didinginkan di heat exchanger menjadi 100oC, kemudian diumpankan ke prilling tower untuk dikristalkan. Kemudian padatan kristal yang keluar dari prilling tower di perkecil ukurannya di ball mill dan dilakukan pengayakan pada screening untuk mendapatkan produk yang seragam. Asam fenil asetat diproduksi dengan kapasitas 4.500 ton/tahun dengan 330 hari kerja dalam 1 tahun dan dioperasikan mulai tahun 2024. Pendirian pabrik direncanakan berlokasi di Cilincing, Jakarta Utara dengan luas area 32.304 m² dengan tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 135 orang dan bentuk perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staff. Kebutuhan air di ambil dari Sungai Tiram sedangkan kebutuhan listrik untuk operasional pabrik dipasok dari PLN Babelan.
Berdasarkan hasil analisa ekonomi, didapat Returnxon Invesment (ROI) sesudahxpajakxuntukxpabrik ini sebesar 26%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 2,8 tahun. Sedangkan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 44% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 23,15%. Nilai-nilaixtersebut menunjukkan bahwa pabrik ini bisa dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik. Sehinggaldapatpdinyatakan bahwatpabrik ini ulayak didirikan.
Kata kunci : Asam fenil asetat, hidrolisis, break even point, shut down poin
KAJIAN KUALITAS AIR KELAYAKAN HIDUP KERANG DARAH (Anadara granosa) DI TELUK PAMUKAN DESA SAKADOYAN KABUPATEN KOTABARU
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas air kelayakan hidup kerang darah (Anadara granosa) di Teluk Pamukan Desa Sakadoyan Kabupaten Kotabaru. Dilaksanakan pada Bulan november 2016 – Maret 2017. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah purposive sampling dan survey. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriftif sederhana dan dibandingkan dengan penelitian mengenai kelayakan hidup kerang darah dengan mengunakan Metode Storet. Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian yaitu suhu, arus, kecerahan, TSS, salinitas, pH, DO, BOD, COD, NH3 dan substrat dasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas air di stasiun I memiliki nilai 0, stasiun II memiliki nilai 0 dan stasiun III memilki nilai -10. Ketiga stasiun masih dalam kondisi kelas A dan B untuk kelayakan kehidupan kerang darah.
This study aims to examine the water quality of the feasibility of live clams of blood (Anadara granosa) at Teluk Pamukan Sakadoyan rurals Kotabaru regency. Conducted on November 2016-March 2017. The method used in data collection is purposive sampling and survey. The data of the study were analyzed simple descriptive and compared with the study about the survival of clams blood using storet method. Water quality parameters measured during the study namely temperature, current, brightness, TSS, pH, DO, BOB, COD, NH3, salinity and substrate basis. Analysis results show that water quality at station I has a value 0, station II has a value 0 and station III has a value 10. The three stations are still in conditions class A and B for the feasibility lifes of Clams
STATUS MUTU AIR DI SUB-DAS MARTAPURA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: WATER QUALITY STATUS IN MARTAPURA WATERSHED SOUTH KALIMANTAN PROVINCE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status mutu menggunakan metode STORET dan indeks Pencemaran serta mengetahui kelayakan perairan menggunakan metode Environment Qualityp Index (EQI) di SUB-DAS Martapura Provinsi Kalimantan Selatan. Parameter yang diukur yaitu : suhu, kecerahan, pH (derajat keasamaan), DO (Oksigen Terlarut), Nitrat (NO3) dan Fosfat (PO4). Hasil perhitungan STORET berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001 standar baku mutu air (kelas I) menunjukkan nilai (-12) hingga (-28) dikategorikan dengan kriteria sedang yaitu cemar sedang. Berdasarkan perhitungan metode IP sesuai dengan KepMen LH No.!115ttahun 2003 menunjukkan nilai berkisar (1,03 – 1,9) dengan kriteria cemar ringan. Hasil kelayakan perairan dilokasi penelitian dihitung menggunakan metode EQI berkisar (0,17 – 0,22) dengan kriteria buruk dan sangat buruk SUB-DAS Martapura untuk air baku air minum, untuk pemukiman, industri maupun pertanian dikategorikan buruk hingga sangat buruk.
This research aims to determine water quality status using the STORET method and Pollution Index and determine the feasibility of water using the Environment Quality Index (EQI) method in the Martapura Watershed, South Kalimantan Province. The parameters measured temperature, brightness, pH (degree of acidity), DO (Dissolved Oxygen), Nitrate (NO3), and Phosphate (PO4). STORET calculation results based on Government Regulation No.o82 of 2001 the water quality standard (class I) shows the value (-12) to (-28) is categorized as medium criteria with medium polluted. Based on the calculation of the IP method by following the judgment of the Minister of Environment No.1115 of 2003 shows values ranging from (1.03 - 1.9) with mildly polluted criteria. The results of the water feasibility at the research location calculated using the EQI method ranged (0.17 to 0.22) with poor and very bad criteria
PENGARUH BAKING SODA (NaHCO3) TERHADAP pH AIR DAN MORTALITAS BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus): EFFECT OF BAKING SODA (NaHCO3) ON WATER pH AND TILAPIA (Oreochromis niloticus) FINGERLING MORTALITY
Perubahan derajat keasaman (pH) pada perairan dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan kematian pada organisme akuatik yang hidup didalamnya. untuk mengatasinya terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol derajat keasaman perairan. Salah satunya adalah dengan penambahan baking soda pada perairan untuk menetralkan derajat keasaman perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah baking soda dapat menstabilkan pH air tempat hidup benih ikan Nila serta Pengaruhnya terhadap tingkat mortalitas benih ikan Nila. Penambahan baking soda sebesar 0,50 g/L merupakan perlakuan yang efektif dalam kemampuannya untuk menteralkan pH perarian dengan kenaikan pH sebesar 1,88 dan tidak terdapat kematian pada semua perlakuan pada tiga kali pengulangan.
Changes in the degree of acidity (pH) in water in a certain amount can cause death in aquatic organisms that live in it. To overcome this, there are various ways that can be done to control the degree of acidity of the waters. One of them is the addition of baking soda to the waters to neutralize the acidity of the waters. This study aims to determine whether baking soda can stabilize the pH of the water where tilapia fingerling lives and its effect on the mortality rate of tilapia fingerling. The addition of baking soda of 0.50 g / L is an effective treatment in its ability to neutralize the pH of water with an increase in pH of 1.88 and there is no death in all treatments on three repetitions
INSTRUMEN PENILAIAN HARIAN ASPEK KOGNITIF PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya sosialisasi dalam upaya meningkatkan proses pembelajaran dan minimnya pengetahuan guru PJOK tentang kurikulum 2013 di Kota Banjarbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui instrumen penilaian harian pada aspek kognitif proses belajar mengajar PJOK berdasarkan kurikulum 2013 di Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dari RPP dan LKPD dari pendidik. Sampel dari penelitian ini adalah Sekolah Dasar Negeri yang bermitra dengan ULM di Kota Banjarbaru yang berjumlah 7 sekolah. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif yang dituangkan dalam presentase.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa instrumen penilaian harian aspek kognitif pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada jenjang sekolah dasar di kota Banjarbaru yaitu pada kategori sedang sebesar 72% untuk 5 sekolah, satu sekolah membuat perangkat pembelajaran yang termasuk penilaian dengan standar KTSP dan 1 sekolah lagi tidak membuat perangkat pembelajaran
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERITA FANTASI PESERTA DIDIK KELAS VII SMPN 7 BANJARMASIN
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui proses pembelajaran menulis teks cerita fantasi peserta didik kelas VII SMPN 7 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian ini berupa rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 yang disusun oleh pendidik serta proses pembelajaran menulis teks cerita fantasi peserta didik. Sumber data penelitian ini adalah pendidik dan peserta didik kelas VII E SMPN 7 Banjarmasin yang berjumlah 30 orang. Teknik analisis data dilakukan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini mendeskripsikan proses pembelajaran menulis teks cerita fantasi di sekolah. Dalam proses pembelajaran ada dua tahapan di antaranya perencanaan dan tahapan proses pembelajaran menulis cerita fantasi. Kegiatan perencanaan rancangan RPP sesuai dengan Kurikulum 2013. Komponen pada proses pembelajarannya terdapat tiga yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup
KETERAMPILAN MENULIS CERITA FANTASI BERDASARKAN KOMIK “DORAEMON” PESERTA DIDIK KELAS VII-I MTSN 2 KOTA BANJARMASIN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menulis cerita fantasi berdasarkan komik “Doraemon” peserta didik kelas VII-I MTsN 2 Kota Banjarmasin berdasarkan unsur pembangun dan ciri kebahasaan cerita fantasi. Unsur pembangun cerita fantasi tersebut yaitu tema, tokoh, latar, alur, sudut pandang, dan amanat. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan seluruh aspek yang telah diteliti, seluruh peserta didik tergolong terampil pada aspek tokoh, alur, dan sudut pandang. Peserta didik kelas VII-I MTsN 2 Kota Banjarmasin yang tergolong terampil berjumlah 10,71%. Peserta didik yang tergolong mampu berjumlah 64,29%. Peserta didik yang tergolong cukup terampil berjumlah 21,43%. Peserta didik yang tergolong kurang terampil berjumlah 3,57%
GALERI SENI KALIGRAFI ISLAM DI MARTAPURA
Islamic Calligraphy Art Gallery is a place that accommodates calligraphy artworks to make it easier for people to know, learn, and obtain one of the Islamic Cultural Arts namely Calligraphy. This goal can be achieved by realizing a design that can attract attention and can introduce Islamic calligraphy to the community and is strategically located. Thus, the Islamic Calligraphy Art Gallery that will be designed is a gallery in Martapura that is expressive and educational towards Islamic calligraphy art by applying calligraphy elements into the form, space, and architectural order. The problem is answered using concrete and abstract metaphorical methods. Islamic calligraphy is a single series of letters composed of beautiful compositions. In addition, Islamic Calligraphy also contains a philosophy about the meaning it contains. Islamic calligraphy forms and philosophies are analyzed into spaces, shapes, and architectural settings to create educational and expressive gallery designs. Elements of Islamic calligraphy are depicted in the form of building masses, textures, colors, and facades (concrete metaphors). While the philosophy or meaning of calligraphy is described on mass orientation, achievement, circulation, space, and sequence flow (abstract metaphor).Galeri Seni Kaligrafi Islam adalah tempat yang mewadahi karya seni kaligrafi untuk mempermudah masyarakat dalam mengenal, mempelajari dan memperoleh salah satu Seni Kebudayaan Islam yaitu Kaligrafi. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan cara mewujudkan desain yang dapat menarik perhatian dan dapat mengenalkan kaligrafi Islam kepada masyarakat serta berlokasi strategis. Sehingga, Galeri Seni kaligrafi Islam yang akan dirancang adalah galeri di Martapura yang ekspresif dan edukatif terhadap seni kaligrafi Islam dengan cara menerapkan unsur-unsur kaligrafi kedalam bentuk, ruang dan tatanan arsitektur. Permasalahan tersebut dijawab menggunakan metode metafora konkret dan abstrak. Kaligrafi islam merupakan bentuk rangkaian huruf tunggal yang tersusun dengan komposisi yang indah. Selain itu, Kaligrafi Islam juga mengandung filosofi tentang makna yang dikandungnya. Bentuk dan filosofi kaligrafi Islam dianalisis kedalam ruang, bentuk dan tatanan arsitektur untuk menciptakan desain galeri yang edukatif dan ekspresif. Unsur-unsur kaligrafi islam digambarkan dalam bentuk massa bangunan, tekstur, warna, dan facade (metafora konkret). Sedangkan filosofi atau makna kaligrafi digambarkan pada orientasi massa, pencapaian, sirkulasi, ruang dan sequence flow (metafora abstrak). 
PUSAT PEMBINAAN ANAK JALANAN KOTA BANJARMASIN
Homeless children are unique and creative individuals. Most of the time these homeless children are based in the city center, however, they are often marginalized from the limelight. The homeless children need to be given the opportunity and the choice to improve their potential. The street corners of Banjarmasin are not the ideal home for these children. The Youth Development Center is the place to develop the potential of homeless children through creative fields with a sense of home in the design. It will be the hub for these children to express themselves through their creations and receive the opportunity to learn more without the space restriction. The Youth Development Center can also be a place for society to appreciate the homeless children’s potential. The design strategy uses the Third Place method as a space for interaction and solution of problems using the concept of Flexible Architecture so that space is defined not only by its function but by the potential of the space itself.Anak Jalanan merupakan individu yang unik dan kreatif, Anak Jalanan berada di pusat kota namun terpinggirkan dari pusat perhatian. Anak Jalanan perlu diberi kesempatan dan pilihan untuk belajar mengembangkan potensi diri. Sudut – sudut Kota Banjarmasin sebagai wadah tinggal Anak Jalanan belum bisa menjadi rumah bagi Anak Jalanan. Pusat Pembinaan Anak Jalanan merupakan tempat untuk mengembangkan potensi diri Anak Jalanan melalui bidang kreatif dengan sense of Home di dalam rancangan. Wadah yang menjadi pusat Anak Jalanan untuk bisa mengekspresikan diri melalui karya dan mendapatkan kesempatan belajar tanpa pengekangan ruang . Pusat Pembinaan Anak Jalanan juga menjadi wadah Masyarakat kota untuk mengapresiasi potensi Anak Jalanan. Strategi perancangan menggunakan metode Third Place sebagai ruang interaksi dan solusi permasalahan menggunakan konsep Flexible Architecture sehingga ruang terdefinisikan tidak melalui fungsinya saja namun potensi ruang itu sendiri
PERAWATAN KECANTIKAN & KEBUGARAN WANITA DI BANJARBARU
Current development makes many women have much activity that make them have no time to keep their physical fitness, beside that daily routine would cause boredom which leads into stress if not balanced with recreational activities. The presence of a beauty salon and spa in the middle of town can be one of choice recreational activities for women to get relaxed after their busy activity all day long, so a natural concept would be a great help therapeutic activities for visitors. Biophilic design themes will be applied to create natural feels by trying to ‘bring up’ nature into a building that can improve the space user's well-being in both physiological and psychological by using nature as the main approach.Perkembangan zaman membuat kaum wanita kini juga memiliki segudang kesibukan sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk menjaga kebugaran tubuh, selain itu rutinitas harian juga dapat menimbulkan rasa jenuh yang akan berujung pada stres apabila dibiarkan tanpa diimbangi dengan kegiatan rekreasi. Kemunculan jasa-jasa salon kecantikan dan spa yang berada di tengah kota pun kini seolah menjadi salah satu hiburan tersendiri bagi wanita untuk dapat mengistirahatkan diri sejenak guna melepas kepenatan dari aktivitas harian yang dilakoni, sehingga nuansa natural dirasa tepat untuk diterapkan pada desain untuk menunjang suasana yang asri dan menenangkan yang dapat mendukung kegiatan terapi bagi pengunjung. Tema perancangan Biophilic design akan diterapkan untuk menciptakan nuansa yang alami dengan berusaha ‘membawa’ alam ke dalam bangunan guna meningkatkan kesejahteraan pengguna ruang baik secara fisiologis maupun psikologis dengan menggunakan alam sebagai media pendekatan utama