Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
PUSAT KULINER KHAS KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN DI BANJARMASIN
Hulu Sungai Selatan has very interesting regional specialties to taste, but the popularity of the Hulu Sungai Selatan culinary specialty is less developed because people from various regions outside Hulu Sungai Selatan do not have enough time or opportunity to come directly to Hulu Sungai Selatan. At present the city that is a place to stay or settle is that most people from various islands, provinces and districts are Banjarmasin, in Banjarmasin there are actually places that sell typical Hulu Sungai Selatan culinary but unfortunately most only sell ketupat kandangan only while other cuisines are less popular , from that problem arises that is how to design a culinary center that can popularize the peculiarities of the Hulu Sungai Selatan culinary in Banjarmasin. To answer these problems a central culinary design can be used as a medium to popularize the typical Hulu Sungai Selatan culinary using the Peter Zumthor Atmospheres method emphasize the processing of the interior and exterior of the design and apply the design aspects of Peter Zumthor's Atmospheres themselves as a concept of design. At this culinary center only a few aspects are applied as concepts in interior and exterior design, this adjusts to the needs of the culinary center, the interior of the culinary center emphasizes the body of architecture aspects, material compatibility, between composure and seduction , levels of intimacy and the light on things in the dining, kitchen, gallery and culinary materials stores while on the exterior emphasizes compatibility, the temperature of the space, surrounding objects, tension between interior & exterior and the light on things on the outside buildings and sites. Thus, it is hoped that this culinary center will be able to become a media that can popularize the culinary specialties of Hulu Sungai Selatan.Hulu Sungai Selatan memiliki kuliner khas daerah yang sangat menarik untuk dicicipi namun popularitas kekhasan kuliner Hulu Sungai Selatan ini kurang berkembang karena orang-orang dari berbagai daerah di luar Hulu Sungai Selatan tidak memiliki cukup banyak waktu atau kesempatan datang langsung ke Hulu Sungai Selatan. Saat ini kota yang menjadi tempat singgah atau menetap kebanyakan orang dari berbagai pulau, provinsi maupun kabupaten adalah kota Banjarmasin, di Banjarmasin sebenarnya sudah ada tempat yang menjual kuliner khas Hulu Sungai Selatan namun sayangnya sebagian besar hanya menjual ketupat kandangan saja sedangkan kuliner lainnya kurang di populerkan, dari hal tersebut muncul permasalahan yakni bagaimana merancang sebuah pusat kuliner yang dapat mempopulerkan kekhasan kuliner Hulu Sungai Selatan di Banjarmasin, Untuk menjawab permasalahan tersebut diperlukan sebuah desain pusat kuliner yang dapat menjadi media untuk mempopulerkan kuliner khas Hulu Sungai Selatan dengan menggunakan metode Atmospheres Peter Zumthor yang menekankan pengolahan interior dan eksterior pada desain dan menerapkan aspek-aspek desain dari Atmospheres Peter Zumthor itu sendiri sebagai konsep dari rancangan. Pada pusat kuliner ini hanya beberapa aspek saja yang diterapkan sebagai konsep pada desain interior dan eksterior hal ini menyesuaikan dengan kebutuhan pada pusat kuliner, bagian interior pusat kuliner ini menekankan aspek the body of architecture, material compatibility, the temperature of space, between composure and seduction, levels of intimacy dan the light on things pada area makan, dapur, galeri dan toko bahan kuliner sedangkan pada bagian eksterior menekankan aspek material compatibility, the temperature of space, surrounding objects, tension between interior & exterior dan the light on things pada bagian luar bangunan dan tapak. Dengan demikian diharapkan nantinya pusat kuliner ini mampu menjadi media yang bisa mempopulerkan kekhasan kuliner Hulu Sungai Selatan
PRARANCANGAN PABRIK MONOBASIK KALIUM PHOSPHATE DARI ASAM FOSFAT DAN KALIUM HIDROKSIDA KAPASITAS 4.500 TON/TAHUN
Prarancangan Pabrik Monobasik Kalium Phosphate (MKP) dari Asam Fosfat dan Kalium Hidroksida dengan kapasitas 4.500 ton/tahun direncanakan untuk didirikan di Gresik, Jawa Timur dengan luas tanah 53.000 m2. Pabrik beroperasi selama 330 hari/tahun dengan jumlah karyawan 125 orang.
Proses reaksi pembentukan MKP dalam pabrik ini berlangsung dalam Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) dengan konversi 99% pada kondisi operasi temperatur 80°C dan tekanan 1 atm selama 1 jam. Proses pemurnian produk menggunakan alat evaporator dan Spray Dryer. Utilitas terdiri dari kebutuhan air, steam, listrik, bahan bakar, dan pengolahan limbah. Dimana kebutuhan air diperoleh dari Sungai Kalimas yang terdapat di wilayah sekitar pabrik, sedangkan listrik bersumber dari PLN daerah setempat dengan satu buah cadangan generator berkapasitas 6000 kW dan membutuhkan bahan bakar solar sebanyak 600,922 liter/jam.
Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa bahwa Percent Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 21% dan ROI sesudah pajak sebesar 13%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak adalah 3,27 tahun dan POT sesudah pajak adalah 4,27 tahun. Nilai Break Even Point (BEP) sebesar 49,97% kapasitas dan Shut Down Point (SDP) sebesar 25,95% kapasitas. Berdasarkan data–data analisa di atas dapat disimpulkan, bahwa Pabrik Monobasik Kalium Phosphate dari Asam Fosfat dan Kalium Hidroksida dengan kapasitas 4.500 ton/tahun ini layak dikaji ulang untuk didirikan
PRARANCANGAN PABRIK METIL ETIL KETON DARI 2-BUTANOL DENGAN PROSES DEHIDROGENASI KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN
2-butanoneoatau0metil0etil0keton0(MEK)0merupakan0senyawa8keton9yangnbanyak dingunakan sebagai solven0di berbagai0industri. Metil0Etil0Keton0biasanya0dingunakan juga dalam pembuatan kulit sintetis, kertas transparan, tintagpercetakan dan pelapis aluminium foil. Peluang berkembangnya industri metil etil keton (MEK) dinIndonesia cukup besar, maka perlu dinrencanakan perancangan pabrik kimia dengan produk metil etil keton dari 2-butanol. Pabrik ini dinrencanakan beroperasi selama 330 hari/tahun dengan kapasitas produksi sebesar 40.000 ton/tahun dan rencanakan berdiri pada tahun 2024.
Pabrik0akan0berdiri0di Cilegon,0Provinsi0Banten0dinmana0lokasi0pabrik0dekat0dengan0sungai0Cisadane, sehingga sumber air untuk unit utilitas berasal dari sungai tersebut. Produk metil etil keton (MEK) dengan kapasitas
40.000 ton/tahun dan hasil samping berupa gas hidrogen. Produk metil etil keon (MEK) menggunakan proses dehidrogenasi 2-butanol dengan bantuan katalis zinc oxide (ZnO) pada tekanan 1 atm dan suhu 350 0C dinmana reaktor yang dingunakan adalah reaktor fixed-bed multitube dan0reaksi0bersifat0endotermis (membutuhkanmpanas). Produk yang keluarmdarimreaktor selanjutnya dinalirkanmmenuju menara distilasi-01 dan diperoleh hasil atas berupa produk metil etil keton dan hasil bawah dindapatkan campuran 2-butanol dan air. Produk hasil atas kemudian dinsimpan dalam tangki penyimpanan, sedangkan hasil bawah berupa campuran metanol dan air dapat di recycle menuju Mixing Point.
Pemasaran metil etil keton dinutamakan untuk konsumsi dalam negeri. Bentuk perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi line dan staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian menurut jam kerja yang terdiri dari shift dan nonnshift dengan tenagankerjanyangmdibutuhkan sebanyak 135 orang. Adapun hasil analisa ekonomi memberikan hasil investasipmodal total (TCI) adalah sebesar Rp 750.197.803.834,89 dan diperoleh hasil penjualan yaitu sebesar 1.698.191.181.386,03. Selain itu diperoleh juga Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 46% dan Return of Investment (ROI) sesudahmpajak sebesar 30%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 1,73 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 2,40 tahun. Sehingga diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 47% dan Shut down point (SDP) sebesar 21%. Berdasarkan pertimbangan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik metil etil keton dengan kapasitas 40.000 ton/tahun ini layak untuk dindirikan.
Kata kunci : 2-butanon, metil etil keton (MEK), 2-butanol, reaaktor fixed-be
PRARANCANGAN PABRIK AMIL ALKOHOL DARI AMIL KLORIDA DAN NATRIUM HIDROKSIDA DENGAN KATALIS SODIUM OLEAT MELALUI PROSES HIDROLISIS KAPASITAS 10.000 TON/TAHUN
Saat ini industri kimia di Indonesia semakin berkembang. Namun masih banyak bahan kimia yang harus diimpor dari negara lain salah satunya Amil Alkohol. Sedangkan kebutuhan Amil Alkohol di Indonesia sangat besar. Prarancangan pabrik Amil Alkohol direncanakan didirikan dengan kapasitas 10.000 ton/tahun di Tanggerang, Banten dengan luas tanah 8.690 m2. Direncanakan pabrik ini akan beroperasi selama 330 hari/tahun dan jumlah karyawan 135 orang.
Proses yang digunakan pada pembuatan pabrik ini yaitu proses hidrolisis dengan mereaksikan amil klorida dengan natrium hidroksida dan sodium oleat sebagai katalis. Reaktor yang digunakan berupa Continuous Strirred Tank Reactor (CSTR) dengan konversi 95% pada kondisi operasi 100℃ dan tekanan 1 atm. Proses pemurnian menggunakan alat vaporizer dengan hasil produk utama Amil Alkohol dengan kemurnian 96% dan produk samping Amilen 99,99%. Unit utilitas sebagai unit pendukung dalam proses produksi pada pabrik ini meliputi air, steam, listrik, bahan bakar dan pengolahan limbah.
Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa pabrik ini membutuhkan modal tetap sebesar Rp 357.492.265.265,- dan modal kerja sebesar Rp 656.309.560.301,- keuntungan rata-rata selama 10 tahun sebelum pajak sebesar Rp 194.732.678.467,- dan keuntungan sesudah pajak sebesar Rp 126.576.241.004,-. Analisa untuk kelayakan berupa Percent Return On Invesment (ROI) sesudaah pajak sebesar 35% dan ROI sebelum pajak sebesar 54%. Pay Out Time (POT) setelaah pajak selama 2,11 tahun dan sebelum pajak 1,5 Tahun. Nilai Break Even Point (BEP) sebesar 47% Dan Shut Down Point (SDP) sebesar 29%. Dari hasil analisis ekonomi tersebut menunjukkan bahwa paabrik ini layak untuk didirikaan.
Kata kunci: Amil Alkohol, Amilen, Hidrolisis, Konversi
PRARANCANGAN PABRIK ASAM SALISILAT DARI FENOL DAN KARBON DIOKSIDA DENGAN PROSES KOLBE-SCHMITT KAPASITAS 3.000 TON/TAHUN
Asam Salisilat mempunyai rumus kimia (C7H6O3) atau sering disebut juga dengan 2- hydroxy-benzoic acid. Asam salisilat memiliki banyak kegunaan, diantaranya sebagai formulasi pembuatan lotion dan salep untuk penyembuhan ketombe, eksim, psorias dan berbagai penyakit kulit. Hal tersebut dikarenakan properti keratolitik pada asam aromatik ini dapat menghilangkan sel kulit mati dari permukaan kulit yang sehat dengan aman. Peluang berkembangnya industri asam salisilat di Indonesia cukup besar, maka perlu direncanakan perancangan pabrik kimia dengan produk asam salisilat. Pabrik ini direncanakan beroperasi selama 330 hari/tahun dengan kapasitas produk asam salisilat sebesar 3.000 ton/tahun dan rencana didirikan pada tahun 2022. Bahan baku utama yang diperlukan adalah fenol dan karbon dioksida yang dipasok dari daerah Jawa Timur.
Pabrik akan dibangun di Jl. Prof. DR. Moh. Yamin, Sekarsore, Gresik, Jawa Timur dimana lokasi pabrik dekat dengan sungai Brantas dan Bengawan Solo, sehingga sumber air untuk unit utilitas berasal dari sungai tersebut. Asam salisilat diproduksi dengan menggunakan proses Kolbe-Schmitt, dimana pada proses ini sodium phenolate diperoleh dengan mereaksikan fenol dengan natrium hidroksida di dalam reaktor I. Sodium phenolate yang terbentuk kemudian direaksikan dengan karbon dioksida pada temperatur 170°C di dalam reaktor II dan menghasilkan produk berupa sodium salisilat. Sodium salisilat kemudian dicuci untuk menghilangkan warna. Kemudian sodium salisilat direaksikan dengan H2SO4 di dalam reaktor III sehingga dihasilkan asam salisilat dan Na2SO4 sebagai produk samping. Kemudian asam salisilat yang telah diproduksi ditampung di dalam gudang penyimpanan lalu dikemas, dan kemudian dikirim ke konsumen. Bentuk perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi line dan staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian menurut jam kerja yang terdiri dari shift dan non shift dengan tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 160 orang. Adapun hasil analisa ekonomi memberikan hasil investasi modal total (TCI) adalah sebesar Rp 209.074.601.571,67 dan diperoleh hasil penjualan yaitu sebesar 386.186.041.004. Selain itu diperoleh juga Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 27% dan Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 18%. Pay OutmTime (POT) sebelum pajak 2,7 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 3,6 tahun. Sehingga diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 47,7% dan Shut down point (SDP) sebesar 21%. Berdasarkan pertimbangan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik asam salisilat dengan kapasitas 3.000 ton/tahun ini layaktuntuk didirikan.
Kata kunci : Asam alisilat, sodium phenolate, sodium salisila
Kemampuan Larva Haltica spp Mengendalikan Gulma Air Ludwigia hyssopifolia
Telah dilakukan penelitian terhadap serangga pemakan gulma Haltica spp pada gulma Ludwigia hyssopifolia, yang bertujuan untuk melihat pengaruh populasi larva Haltica spp terhadap kerusakan gulma Ludwigia hyssopifolia. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, menggunakan larva Haltica spp dengan jumlah0, 3, 6, 9, dan 12 larva yang diaplikasikan pada gulma Ludwigia hyssopifolia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepadatan populasi larva Haltica spp maka semakin besar pula tingkat kerusakan yang ditimbulkan, seperti pengaplikasian larva Haltica spp dengan jumlah 12 ekor menunjukkan intensitas kerusakan tertinggi yaitu sebesar 96,25%
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP MAKROSKOPIK-SUBMIKROSKOPIK-SIMBOLIK MENGGUNAKAN PENDEKATAN SUBMIKROSKOPIK PADA MATERI LARUTAN ASAM BASA
Telah dilakukan analisis pemahaman konsep makroskopik-submikroskopik-simbolik pada materi larutan asam basa pada siswa SMAN 8 Banjarmasin menggunakan pendekatan submikroskopik. Penelitian ini mengidentifikasi; (1) pemahaman konsep siswa pada materi larutan asam basa, (2) meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi larutan asam basa melalui pendekatan submikroskopik, (3) aktivitas guru mengelola pembelajaran, (4) aktivitas belajar siswa. Kegiatan ini berupa penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus terdiri dari perencanan, pelaksanan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 4 SMAN 8 Banjarmasin berjumlah 29 orang. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) pemahaman konsep awal siswa level makroskopik 45,5% (rendah), submikroskopik 8,5% (sangat rendah), dan simbolik 48% (rendah), (2) pembelajaran menggunakan pendekatan submikroskopik meningkatkan pemahaman konsep siswa pada level makroskopik sebesar 86,5% (sangat tinggi), submikroskopik sebesar 64,75% (cukup), dan simbolik sebesar 80,25% (sangat tinggi), (3) peningkatan skor aktivitas guru dari 42 (baik) siklus I menjadi 51 (sangat baik) pada siklus II, (4) peningkatan skor aktivitas siswa dari 37,66 (aktif) siklus I menjadi 46,83 (sangat aktif) pada siklus II
STUDI POLA PENGELOLAAN SAMPAH B3 RUMAH TANGGA DI KABUPATEN BANJAR WILAYAH BARAT ( KECAMATAN SUNGAI TABUK, KERTAK HANYAR DAN GAMBUT )
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis timbulan dan komposisi, menganalisis hubungan tingkat pendapatan dengan jumlah sampah B3 serta mengkaji kondisi eksisting pola pengelolaan sampah B3 rumah tangga di wilayah Kabupaten Banjar wilayah barat (Kecamatan Sungai Tabuk, Kertak Hanyar dan Gambut). Metode yang digunakan pada penelitian ini antara lain observasi lapangan, sampling dan wawancara. Berdasarakan hasil pengukuran diketahui timbulan sampah B3 rumah tangga di Kecamatan Sungai Tabuk, Kertak Hanyar dan Gambut sebesar 0,048 kg/orang/hari atau 1,481 liter/orang/hari. Komposisi yang paling banyak ditemukan adalah produk perawatan diri seperti pampers. Berdasarkan uji korelasi spearman, hanya komposisi produk otomotif yang berhubungan dengan tingkat pendapatan. Sedangkan pada sampah B3 rumah tangga tidak ada pola pengelolaan khusus terhadap sampah B3 rumah tangga
PENGARUH PENAMBAHAN KOMBINASI SERBUK GERGAJI DAN BIOCHAR DARI LIMBAH CANGKANG KELAPA SAWIT TERHADAP N-total, NH4+ dan KTK PADA TANAH ULTISOL
Ultisol merupakan salah satu jenis tanah di Indonesia yang mempunyai sebaran luas, tekstur tanah ini umumnya didominasi oleh mineral kaolinit yang tidak banyak memberikan kontribusi pada kapasitas tukar kation tanah sehingga kapasitas tukar kation hanya bergantung pada kandungan bahan organik dan fraksi liat. Bahan organik dan teknologi biochar salah satu teknologi dapat berpengaruh terhadap perubahan sifat-sifat tanah. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis pengaruh penambahan kombinasi serbuk gergaji dan biochar cangkang kelapa sawit dalam perbaikan ketersedian unsur N-total, NH4+ dan KTK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan: tanpa penambahan apapun, cangkang kelapa sawit dan serbuk gergaji, biochar dan serbuk gergaji, biochar, cangkang kelapa sawit, serbuk gergaji dengan waktu inkubasi selama 15 hari dan pengulangan sebanyak 3 kali. Berdasarkan dari hasil penelitian, penambahan biochar dari cangkang kelapa sawit dan serbuk gergaji berpengaruh nyata terhadap N-total, NH4+ dan KTK , begitu pula dengan penambahan cangkang kelapa sawit dan serbuk gergaji
POLA PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI SEPANJANG ALIRAN SUNGAI PEKAPURAN–BANJARMASIN
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting pola pengelolaan sampah yang di tampilkan dalam bentuk peta dan mengidentifikasi ada atau tidak hubungan antara tingkat pendapatan, pendidikan dan jarak pemukiman masyarakat dengan sarana pengelolaan sampah masyarakat di bantaran Sungai Pekapuran Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif didasarkan hanya untuk mengkaji dan melihat hubungan antar variable. Penelitian ini dibagi menjadi tiga zona yaitu zona satu, dua dan tiga dengan jumlah sampel 260 responden berdasarkan populasi penduduk. Analisa penelitian menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan Chi Square berdasarkan zona masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada zona satu masyarakat membuang sampah ke sungai dengan persentase 55,17%, tingkat pendapatan tergolong kategori rendah dengan persentase 57,47% dan tingkat pendidikan tergolong kategori rendah dengan persentase 50%. Uji Chi Square hubungan tingkat pendapatan, pendidikan dan jarak permukiman dengan sarana pengelolaan sampah terdapat hubungan pada zona satu yaitu p-value masing-masing 0,025, 0,032, dan 0,044. Uji korelasi tingkat pendapatan, pendidikan dan jarak permukiman dengan sarana pengelolaan sampah didapatkan nilai keoefesien korelasi masing-masing 0,275, 0,281 dan -0,219. Kesimpulan yang didapat yaitu semakin dekat jarak permukiman dengan sungai masyarakat membuang sampahnya ke sungai dan di dukung dengan faktor rendahnya tingkat pendapatan dan pendidikan