Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    PENGGUNAAN JENIS ZEOLIT DALAM PENURUNAN KADAR FE AIR SUNGAI MENGGUNAKAN KOLOM ADSORPSI

    Get PDF
    Konsentrasi besi pada air sungai di daerah desa Puntik Luar, Barito Kuala sebesar 19,27 mg/lt. Hal tersebut menyebabkan air sungai tidak dapat digunakan oleh masyarakat di lingkungan tersebut. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan untuk menurunkan Fe air sungai dengan cara adsorpsi menggunakan zeolit sebagai adsorben. Zeolit merupakan batu yang berasal dari gunung berapi yang penggunaannya belum maksimal. Zeolit yang digunakan didapat dari Banjarbaru, Malang dan Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik zeolit dan pengaruh jenis zeolit terhadap penurunan Fe. Penelitian ini dilakukan menggunakan kolom adsorpsi dengan ketebalan adsorben 100 cm dengan debit 3,3 ml/det. Dari hasil uji FTIR untuk karakterisasi adsorben sebagian besar puncak tidak mengalami pergeseran terlalu besar, ini menunjukkan adsorpsi terjadi secara fisika. Dan hasil penelitian penurunan Fe, adsorben mampu menurunkan 97,82%

    SIMULASI MODEL DISPERSI KONSENTRASI PM10 DARI SUMBER LALU LINTAS DI SDN NUSA INDAH 1 KECAMATAN BATI-BATI

    Get PDF
    Indonesia merupakan salah satu negara berkembang, di mana perubahan dalam berbagai aspek salah satunya yaitu transportasi dapat mengakibatkan turunnya kualitas udara. Salah satu polutan yang mempengaruhi penurunan kualitas udara adalah partikel berupa PM10 yang dapat menyebabkan menghambat proses fotosintesis tanaman dan penyakit ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran konsentrasi PM10 dari aktivitas lalu lintas di SDN Nusa Indah 1. Simulasi model sebaran konsentrasi PM10 dari aktivitas lalu lintas menggunakan model dispersi Gauss sumber garis yang dibantu oleh program Caline4. Berdasarkan hasil pengukuran di lapangan diperoleh konsentrasi PM10 di lokasi sumber polutan 1 (pertigaan) adalah 160,55 µg/Nm³, di lokasi sumber polutan 2 (depan SD) yaitu sebesar 214,67 µg/Nm³ dan di lokasi reseptor (halaman sekolah) adalah 76,45 µg/Nm³. Tingkat akurasi dan validasi dapat terpenuhi dengan nilai RMSPE sebesar 1,96%dan 2.09% sehingga dapat dikatakan model dengan nilai asumsi yang digunakan cukup akurat

    EVALUASI UNIT OPERASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH PT. X

    Get PDF
    Industri tekstil memiliki kontribusi yang signifikan bagi pendapatan daerah. Namun di sisi lain, air limbah yang merupakan produksi samping industri tekstil dapat menimbulkan pencemaran apabila langsung dibuang ke badan air tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Adanya IPAL sistem terpusat di daerah kawasan industri tekstil akan membantu mengolah air limbah produksi samping industri tekstil. Studi ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi unit operasi dari IPAL PT. X dengan membandingkan data kondisi eksisting dari setiap unit instalasi pengolahan air limbah dengan kriteria desainnya. Hasil dari evaluasi unit pengolahan air limbah menyebabkan perubahan dimensi terhadap unit-unit pengolahan air limbah diantaranya perubahan dimensi panjang x lebar x tinggi pada unit bak ekualisasi (26,63 x 13,32 x 3)m, bak koagulasi (3 x 1,5 x 1)m dan bak flokulasi (10,76 x 5,38 x 4)m. selain itu, terdapat juga perubahan dimensi diameter x kedalaman dari unit bak netralisasi (26,02 x 4)m dan bak pengendap kedua (26,02 x 4)m

    The Students’ Perception Of Edmodo For English Learning

    Get PDF
    E-learning is used for information and communication technologies to enable access to online learning/teaching resources (Arkorful & Abaido, 2014). Edmodo, as e-learning-based media, could be used as an alternative platform to help the student as a tool in learning. This research was aimed at finding the students’ perception of Edmodo. Perception is how someone interprets something based on their senses (Linday & Norman, 1997). It is necessary to know how students’ perceptions know how great and successful it is and to know students’ views.  In this research, the researcher used a descriptive-quantitative approach. The samples were eighty-seven students of the eleventh grade at MAN 2 Model Banjarmasin. The researcher used a questionnaire and interview as the instruments. Edmodo is an optional media for teaching, but students still need face-to-face learning. The results showed that most students chose neither agree nor disagree with the statements, which means it does not cause any significant effect

    The Techniques of Teaching Speaking in Intermediate Class at Kampung Inggris (“English Village”) at Argo Politan Karang Indah, Mandastana, Barito Kuala

    Get PDF
    The technique of tutoring speaking is the best part of the educational process in speaking class. Many techniques can be implemented in tutoring English at formal school or informal school. This study intended to discover the techniques and techniques implementation in tutoring speaking in intermediate class at English Transmigration Village. The study implemented a descriptive method and a qualitative approach. Two tutors in the intermediate class were taken as the sample. In collecting the data, the researcher implemented observation and interviews. In analyzing the data, the researcher conducted three steps; data reduction (1), data display (2), as well as conclusion drawing (3). The data proved reliable since the researcher implemented two different instruments or referred to as Triangulation. The study findings showed that there were five techniques that tutors implemented and their implementation. In conclusion, the study result indicated that there were five techniques in tutoring speaking that tutors implemented in intermediate class at English Transmigration Village. The techniques were; drill, group discussion, monologue, communication games with flashcard as the media, question, and answer. Those techniques helped the tutors to teach the EFL pupils and control the situation in the class. The researcher recommends that the EFL tutor should be implemented various techniques of tutoring speaking while tutoring English in the classroom. &nbsp

    Types Of Lecturer's Corrective Feedback Used In Writing Activities At One Of University In Banjarmasin

    Get PDF
    Since EFL writing is one of the complicated aspects, writing a lecturer needs to find an effective way to help students develop their writing ability. By giving feedback, the lecturer can help students to correct their errors and mistakes. This research is aimed to find out and describe the types of use corrective feedback,  the possible advantages and disadvantages of corrective feedback, and how the students respond to corrective feedback given by the lecturers. The researcher used a descriptive qualitative method. The subject of the research was a lecturer in the writing course of two classes in the fifth semester at UIN Antasari Banjarmasin academic year 2017/2018. The instruments used were observation, interview, and questionnaire. The analysis found that indirect corrective feedback was used more often than direct and metalinguistic corrective feedback. It is used to make the students be more active and participate in the classroom by sharing knowledge with the other students. The advantages of corrective feedback based on the lecturer's opinion were; corrective feedback can make the students aware of the mistakes they made before, and they might able to make fewer mistakes. For the disadvantages, it could make the students have to lack motivation in learning English. As the response toward corrective feedback given, the students thought it helps them to improve their ability and accuracy of writing in English, increases their motivation to write and learn more. For some students, corrective feedback could make them doubt and afraid to write because they would think to repeat the same mistakes in writing

    INDEX PEMBANGUNAN OLAHRAGA DI TINJAU DARI KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA OLAHRAGA DI KOTA BANJARBARU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketersediaan ruang terbuka olahraga di kota Banjarbaru. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 3 kecamatan yang diambil dari 5 kecamatan yang ada di kota Banjarbaru. Pengumpulan data pada penelitian ini berupa dokumentasi ketersediaan ruang terbuka olahraga dan jumlah penduduk dari 3 kecamatan di kota Banjarbaru. Parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat pembangunan ketersediaan ruang terbuka olahraga yaitu menggunakan sport development index sebagai parameter pembangunannya, yaitu terkait pada aspek ruang terbuka olahraganya. Pada penelitian ini didapatkan data jumlah penduduk kota Banjarbaru yang diambil dari 3 kecamatan dan ketersediaan ruang terbuka olahraga dari dispora. Yang kemudian dianalisis menggunakan rumus index dimensi ruang terbuka olahraga dari setiap kecamatan. Setelah dianalisis didapatkan hasil perbandingan dari tiap kecamatan sebagai berikut : kecamatan Banjarbaru Selatan 0.617, Banjarbaru Utara 1.008, Landasan Ulin 0.398 sehingga didapatkan hasil perbandingan ketersediaan ruang terbuka olahraga kota Banjarbaru dengan standar ruang terbuka adalah 0.674. atau setara dengan 67% . hal ini masuk dalam kategori sedang untuk ketersediaan ruang terbuka olahraga di kota Banjarbaru

    SURVEI DENGAN KECAKAPAN GERAK DASAR SEKOLAH DASAR NEGERI BERLAHAN BASAH DI KECAMATAN BABIRIK KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA

    Get PDF
    Tujuan didalam penelitian ialah agar mengetahui Kecakapan Gerak Dasar Sekolah Dasar Berlahan Basah di Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara.             Penggunaan metodenya ialah melakukan metode survey dengan taktik mengumpulkan data dalam bentuk tes, wawancara, dan observasi, serta dokmentasi. Untuk sampelnya ialah peserta didik lingkungan berlahan basah pada sekolah dasar di Kecamatan Babirik tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah keseluruhan 203 peserta didik, tetapi untuk menjadi sampel didalam penelitian ini ialah kelas V dan VI yang berjumlah 60 orang, yang terdiri dari 31 peserta didik laki-laki dan 29 peserta didik perempuan.             Hasil akhir penelitian ini diperolehlah kecakapan gerak dasar berkategori Baik Sekali (BS) yang jumlahnya 4 peserta didik dengan presentasi 6,67%; berkategori Baik (B) jumlahnya 7 peserta didik dengan presentasi 11,67%; berkategori Sedang (S) jumlahnya 25 peserta didik dengan presentasi 41,67%; berkategori Kurang (K) jumlahnya 23 peserta didik dengan presentasi 38,33%; dan berkategori Kurang Sekali (KS) jumlahnya 1 peserta didik dengan presentasi 1,67%.             Kesimpulan dari penelitian yang didapat ialah Kecakapan Gerak Dasar Sekolah Dasar Berlahan Basah di Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara berada pada kategori Sedang (S)

    KETERAMPILAN MENULIS CERPEN BERDASARKAN KOMIK WEBTOON SISWA KELAS IX-D MTSN 2 KOTA BANJARMASIN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menulis cerpen berdasarkan Komik Webtoon siswa kelas IX-D MTsN 2 Kota Banjarmasin berdasarkan aspek kebahasaan dan aspek kesastraan. Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dipakai dalam penelitian ini. Berdasarkan analisis data, diketahui bahwa siswa baik dalam membuat cerpen berdasarkan tema dan amanat yang terdapat dalam Komik Webtoon yang dibaca. Penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan dari aspek kebahasaan berupa penggunaan ejaan dan aspek kesastraan berupa tokoh dan penokohan, latar, alur, dan sudut pandang. Dari 32 siswa, 21 siswa (65,63%) dikategorikan baik, 10 siswa (31,25%) dikategorikan cukup baik, dan 1 siswa (3,12%) dikategorikan kurang baik. Berdasarkan data tersebut, keterampilan menulis cerpen siswa kelas IX-D MTsN 2 Kota Banjarmasin dikategorikan baik (terampil), dengan persentase 65,63%

    PUSAT INDUSTRI FASHION BATIK DAN SASIRANGAN KHAS TABALONG

    Get PDF
    The design of the Fashion Industry Batik and Sasirangan Tabalong Center was motivated by the government's desire to introduce more typical fabrics from Tabalong Regency. This desire makes the potential to develop a Fashion Industry Center that focuses on batik makers and visitors. The purpose of this design is to get a design that makes batik can increase creativity and innovation in making Batik and Sasirangan fabric motifs and fashion products and visitors can experience. By applying the Cultural to Creativity concept combined with 4P creativity concepts and using Architectural Programming methods. The application of cultural concepts is in the shape and exterior finishing of buildings, the application of the concept of creativity is applied to circulation, mass management, and interior.Perancangan Pusat Industri Fashion Batik dan Sasirangan Khas Tabalong ini dilatarbelakangi oleh keinginan pemerintah untuk lebih memperkenalkan kain khas dari Kabupaten Tabalong. Keinginan ini menjadikan potensi untuk mengembangkan sebuah Pusat Industri Fashion yang berfokus pada pembatik dan pengunjung. Tujuan dari perancangan ini adalah mendapatkan desain yang membuat pembatik dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam membuat motif kain Batik dan Sasirangan serta produk fashion dan pengunjung dapat merasakan pengalaman. Dengan menerapkan konsep Cultural to Creativity yang dipadukan dengan konsep kreativitas 4P dan menggunakan metode Architectural Programming. Penerapan konsep budaya terdapat pada bentuk dan finishing eksterior bangunan, penerapan konsep kreativitas diterapkan pada sirkulasi, tata massa, dan interior

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇