Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    PRARANCANGAN PABRIK FORMALDEHID DARI METANOL DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 40.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Solusi cepat dan efektif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian suatu daerah dapat dilakukan dengan cara industrialisasi. Formaldehid merupakan bahan baku yang sangat penting dan dimanfaatkan dalam pembuatan berbagai produk industri kimia seperti industri manufaktur, disinfektan, kosmetik, dan obat-obatan. Di Indonesia, pemenuhan permintaan akan formaldehida dipenuhi oleh produksi dalam negeri dan impor dari beberapa negara seperti China, India, dan Belanda. Formaldehid dapat diproduksi dengan tiga metode yaitu sintesis menggunakan katalis iron molybdenum oxide, sintesis menggunkan katalis perak, dan oksidasi metana dan hidrokarbon dengan proses terpilih yaitu menggunakan katalis iron molybdenum oxide. Pabrik ini dirancang akan dibangun pada tahun 2027 yang berlokasi di kabupaten Bontang, Kalimantan Timur. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 40.000 ton/tahun, beroperasi selama 330 hari/taun. Dalam operasinya, pabrik ini membutuhkan bahan baku berupa metanol sebanyak 18.006 ton/tahun dan oksigen sebesar 36.012 ton/tahun. Pabrik ini beroperasi 24 jam per hari dan 330 hari per tahun. Pabrik ini memiliki pay out time (POT) selama 3,132 tahun, laju pengembalian modal (ROR) 29,85%, dan titik impas (BEP) 43,12%

    PRARANCANGAN PABRIK FRAKSINASI LIGNOSELULOSA DARI SABUT KELAPA MENGGUNAKAN METODE STEAM EXPLOSION KAPASITAS 26.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Kelapa merupakan salah satu komoditas utama yang berperan cukup besar terhadap perekonomian Indonesia. Komposisi penyusun utama sabut kelapa secara kimiawi adalah terdiri dari lignoselulosa yaitu >95% dari massa sabut kelapa. Kandungan lignoselulosa yang tinggi ini, menunjukkan adanya potensi lain yang lebih efektif dan efisien apabila dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaat lignoselulosa dalam sabut kelapa sehingga menjadikannya sebagai high value-added product. Fraksinasi Lignoselulosa dilakukan dengan beberapa tahapan proses, yaitu pretreatment awal bahan baku, proses steam explosion, proses pemisahan komponen lignoselulosa yang menghasilkan produk selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Pabrik ini dirancang akan dibangun pada tahun 2026 yang berlokasi di Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 26.000 ton/tahun, beroperasi selama 330 hari/taun. Dalam operasinya, pabrik ini membutuhkan bahan baku berupa sabut kelapa sebanyak 70.000 ton/tahun, natrium hidroksida sebanyak 4.744,55 ton/tahun, asam sulfat sebanyak 5.724,5 ton/tahun dan hidrogen peroksida sebanyak 1.336,18 ton/tahun. Pabrik ini beroperasi 24 jam per hari dan 330 hari per tahun. Pabrik ini memiliki pay out time (POT) selama 2,89 tahun, laju pengembalian modal (ROR) 30,45%, dan titik impas (BEP) 49%

    KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING PADA MATERI KOLOID TERINTEGRASI LAHAN BASAH DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN KOLABORASI PESERTA DIDIK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif, keterampilan kolaborasi, dan respon peserta didik pada materi koloid terintegrasi lahan basah di SMAN 4 Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan quasy experiment dengan desain “nonequivalent control group”. Sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen (36 orang) dan kelas kontrol (36 orang). Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes (keterampilan berpikir kreatif) serta instrumen non tes berupa observasi keterampilan kolaborasi dan angket respon peserta didik. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pencapaian keterampilan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen sebesar 81,42%, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 67,15%. N-gain keterampilan berpikir kreatif kelas eksperimen sebesar 0,77 (kategori tinggi), sedangkan kelas kontrol sebesar 0,59 (kategori sedang). Rata-rata keterampilan kolaborasi siswa kelas eksperimen sebesar 76,29%, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 61,57%. Respon peserta didik terhadap pembelajaran menggunakan model PjBL sangat positif, dengan rata-rata nilai 84%. Dapat disimpulkan, penerapan model PjBL lebih efektif dibandingkan model discovery learning (konvensional) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan kolaborasi peserta didik pada materi koloid terintegrasi lahan basah

    PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS ETNOMATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA

    Get PDF
    Salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki siswa ialah kemampuan pemecahan masalah. Namun, pada kenyataannya menunjukkan bahwa kemampuan siswa tidak begitu baik dalam memecahkan suatu masalah. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam melatih kemampuan pemecahan masalah nya ialah model Problem Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui: Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat pembelajaran PBL berbasis etnomatematika; Kemampuan suatu pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat pembelajaran konvensional berbasis etnomatematika; Pengaruh model pembelajaran PBL berbasis etnomatematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian dilakukan dengan Quasi eksperimen dan subjek penelitian terdiri dari siswa kelas XI MIPA SMAN 6 Banjarmasin. Kelas XI MIPA 1 sebagai kelas kontrol dan XI MIPA 3 sebagai kelas eksperimen digunakan sebagai kelas kontrol dan eksperimen, yang diambil menggunakan simple random sampling. Metode pengumpulan data meliputi pemberian informasi dan pengujian yang dilakukan melalui penggunaan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial berupa uji normalitas, homogenitas, dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kelas yang menggunakan model PBL memiliki kualfikasi yang baik dalam kemampuan pemecahan masalah matematika siswa; (2) kelas yang menggunakan pembelajaran konvensioal memiliki kualifikasi cukup dalam kemampuan pemecahan masalah matematika siswa; (3) model PBL berbasis etnomatematika berpengaruh terhadap kemampuan suatu pemecahan masalah matematis siswa

    PRA-RANCANGAN PABRIK MONOETANOLAMIN (MEA) DARI ETILEN OKSIDA DAN AMONIA DENGAN KATALIS SiO2-Al2O3 KAPASITAS 11.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Monoetanolamin adalah senyawa organik yang biasa digunakan untuk penyerapan gas CO2, pembuatan deterjen, dan bahan anti karat. Pabrik tersebut direncanakan akan didirikan di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung dengan luas 87.000 m2. Monoetanolamin diproduksi dengan mereaksikan amonia dan etilen oksida dalam fase cair, dalam reaktor fixed bed multitube. Reaksi yang terjadi adalah reaksi eksotermik yang membutuhkan pendingin untuk menjaga suhu. Produk utamanya adalah 99% monoetanolamin sebanyak 11.000 ton/tahun dengan produk sampingan berupa dietanolamin sebanyak 272 ton/tahun dan trietanolamin sebanyak 94 ton/tahun. Bahan baku yang digunakan adalah amonia sebanyak 3.657.706 kg/jam dan etilen oksida sebanyak 7.514 ton/tahun. Kebutuhan air untuk utilitas adalah 1.020.786.220 kg/jam, kebutuhan listrik adalah 2.144,739 kW dan kebutuhan uap adalah 18.108,82 kg/jam. Dari analisis ekonomi, FCI diperoleh sebesar Rp.350.851.613.494 dan modal kerja Rp. 61.914.990.617 dengan asumsi bahwa pabrik ini berisiko rendah, maka RoI diperoleh 15,125%. Berdasarkan data evaluasi ekonomi, pabrik monoethanolamine layak untuk didirikan

    Kemampuan Pseudomonas Kelompok Fluorescens dalam Meningkatkan Ketahanan Tanaman Tomat Terhadap Infeksi Virus Keriting Kuning

    Get PDF
    This research uses Pseudomonas fluorescens which is thought to be able to inhibit disease populations and induce plant resistance. This research aims to determine the ability of the Pseudomonas fluorescens group to control yellow curl virus infection in tomato plants. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with one factor consisting of five, namely 3 treatments, 1 control + treatment & 1 control, the treatments were repeated 4 times for a total of 20 plants. Each experimental unit contained 2 tomato plants for a total of 40 plants.  The results of the research showed that Pseudomonas isolates from the flourescens group from bamboo, ferns and chilies were able to induce resistance in tomato plants to infection by the tomato yellow curl virus and only isolates from the Pseudomonas group from the flourescens group from ferns were able to stimulate the growth of tomato plants.Penelitian ini menggunakan Pseudomonas fluorescens yang diduga dapat menghambat populasi penyakit serta dapat menginduksi ketahanan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Pseudomonas kelompok fluorescens dalam mengendalikan infeksi virus keriting kuning pada tanaman tomat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor terdiri dari lima, yaitu 3 perlakuan, 1 perlakuan kontrol+ & 1 kontrol, perlakuan diulang 4 kali sehingga berjumlah 20 tanaman. Setiap satuan percobaan berisi 2 tanaman tomat sehingga berjumlah 40 tanaman.  Hasil penelitian menunjukkan isolat Pseudomonas kelompok flourescens asal bambu, pakis dan cabai mampu menginduksi ketahanan tanaman tomat terhadap infeksi virus keriting kuning tomat dan hanya isolat Pseudomonas kelompok flourescens asal pakis yang mampu memacu pertumbuhan tanaman tomat

    Kajian Sifat Fisika Tanah Ultisol Pra dan Pasca Penanaman Padi Sawah

    Get PDF
    This research is motivated by the conversion of many rice fields in Indonesia for various purposes, such as residential areas, offices, industries, tourism, transportation, and other uses. The environmental change focused on in this study is the conversion of Ultisol land into paddy fields. The aim of the research is to determine the differences in soil physical properties, including grain density, bulk density, soil porosity, permeability, and soil aggregate stability in Ultisol that have been subjected to inundation. The study follows a Completely Randomized Design (CRD) with a single factor. The factor tested is the origin of Ultisol soil taken from five different districts in South Kalimantan. Soil samples represent the distinct districts, and each district is replicated five times. Paired t-test is employed to observe the differences in the physical properties of inundated and non-inundated Ultisol. Incubation and physics analysis are carried out at the Greenhouse of the Soil Department and the Physics, Chemistry, and Biology Laboratory of the Soil Department, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University. The results indicate that inundation in Ultisol soil does not significantly affect soil density and soil porosity. Inundation, however, significantly differs in soil bulk density, permeability, and soil aggregate stability. Changes in soil physical properties are not correlated with plant dry weight.This research is motivated by the conversion of many rice fields in Indonesia for various purposes, such as residential areas, offices, industries, tourism, transportation, and other uses. The environmental change focused on in this study is the conversion of Ultisol land into paddy fields. The aim of the research is to determine the differences in soil physical properties, including grain density, bulk density, soil porosity, permeability, and soil aggregate stability in Ultisol that have been subjected to inundation. The study follows a Completely Randomized Design (CRD) with a single factor. The factor tested is the origin of Ultisol soil taken from five different districts in South Kalimantan. Soil samples represent the distinct districts, and each district is replicated five times. Paired t-test is employed to observe the differences in the physical properties of inundated and non-inundated Ultisol. Incubation and physics analysis are carried out at the Greenhouse of the Soil Department and the Physics, Chemistry, and Biology Laboratory of the Soil Department, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University. The results indicate that inundation in Ultisol soil does not significantly affect soil density and soil porosity. Inundation, however, significantly differs in soil bulk density, permeability, and soil aggregate stability. Changes in soil physical properties are not correlated with plant dry weight

    MINAWISATA DI WADUK RIAM KANAN KABUPATEN BANJAR

    Get PDF
    The water tourism sector in Banjar Regency is relatively small even though the geographic potential in the Banjar Regency area is very supportive for the development of water tourism. One of them is the Riam Kanan Reservoir area in Aranio District, Banjar Regency. Riam Kanan Reservoir has vast water potential and can be developed as a tourist destination. The existence of floating net cages (KJA) in this reservoir can also be a tourist attraction. Apart from that, another potential is the existence of Pine Island ecotourism which is currently not optimal due to constraints on the slow development of tourist areas. This writing aims to solve problems and respond to the potential that exists in the Riam Kanan Reservoir by preparing a concept for designing water tourism, namely mina wisata. The aim of designing this tourist attraction is to maximize the potential of the Riam Kanan Reservoir as a water tourism area and develop floating net cages (KJA) as well as interacting with the Pine Island Ecotourism area around the site. The step to achieve the goal is with a tourism design concept that emphasizes water tourism activities and floating net cage (KJA) areas as education and the principle of mutual support with Pine Island Ecotourism through a symbiotic architectural approach. The result is the development of tourist facilities towards the education and tourism sectors through the Edu-Tourism concept as a form of responding to problems in the design of mina wisata.Sektor pariwisata bidang perairan di Kabupaten Banjar tergolong sedikit padahal potensi geografis pada wilayah Kabupaten Banjar sangat mendukung untuk pengembangan wisata air. Salah satunya adalah wilayah Waduk Riam Kanan di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Waduk Riam Kanan memiliki potensi perairan yang sangat luas dan dapat dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata. Keberadaan keramba jaring apung (KJA) di waduk ini juga dapat menjadi daya tarik wisata. Selain itu, potensi lainnya adalah keberadaan ekowisata pulau pinus yang saat ini belum optimal dikarenakan terkendala pada pengembangan daerah wisata yang lambat. Penulisan ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan dan menanggapi potensi yang ada di Waduk Riam Kanan melalui penyusunan konsep perancangan wisata bidang perairan yaitu minawisata. Tujuan perancangan minawisata ini yaitu memaksimalkan potensi Waduk Riam Kanan sebagai daerah wisata perairan dan pengembangan keramba jaring apung (KJA) serta berinteraksi dengan area Ekowisata Pulau Pinus di sekitar site. Langkah pencapaian tujuan yaitu dengan konsep perancangan minawisata yang menekankan pada aktivitas wisata air dan area keramba jaring apung (KJA) sebagai edukasi serta prinsip saling dukung dengan Ekowisata Pulau Pinus melalui pendekatan arsitektur simbiosis. Hasilnya berupa pengembangan fasilitas wisata ke arah sektor edukasi dan wisata melalui konsep Edu Wisata sebagai bentuk dari menanggapi permasalahan pada perancangan minawisata.&nbsp

    PERANCANGAN KAWASAN WISATA KULINER DENGAN PENDEKATAN PLACEMAKING

    Get PDF
    Banjarmasin as one of the largest cities in South Kalimantan has great potential in the tourism sector. One type of tourism that is developing quite rapidly is the culinary sector. This is indicated by the large number of workers absorbed in the culinary field. Realizing that Banjarmasin has great potential in the culinary tourism sector, the government has stepped in to develop the culinary tourism sector. However, the development carried out only sometimes runs smoothly, and in the process, several problems arise. Many visitors complain about the lack of supporting facilities, the place could be more visually attractive, the level of security could be better, and access is difficult. To solve this problem, culinary as a public place is used, formulated through the placemaking approach method. The concept of culinary as a public place emphasizes the relationship between user needs and the design object. Through the placemaking method approach, user comfort is implemented through arranging comfortable accessibility and circulation, providing supporting facilities, and adding the RTP function as a new attractive element to the object. Banjarmasin sebagai salah satu kota terbesar di Kalimantan Selatan memiliki potensi yang besar dari sektor pariwisata. Salah satu pariwisata yang berkembang dengan cukup pesat adalah sektor kuliner. Hal ini ditandai dengan banyaknya serapan tenaga kerja dibidang kuliner. Menyadari kota Banjarmasin memiliki potensi yang besar pada sektor pariwisata kuliner maka pihak pemerintah turut turun tangan melakukan pengembangan pada sektor wisata kuliner. Namun, pengembangan yang dilakukan tidak selalu berjalan mulus, dalam prosesnya terdapat beberapa masalah yang timbul. Banyak dari pengunjung yang mengeluhkan kurangnya fasilitas-fasilitas penunjang, tempat kurang menarik secara visual, tingkat pengamanan yang rendah, dan akses yang sulit. Untuk memecahkan masalah tersebut digunakan konsep culinary as a public place yang dirumuskan melalui metode pendekatan placemaking. Konsep culinary as a public place menekankan kepada hubungan kebutuhan pengguna (users needs) terhadap objek rancangan. Melalui pendekatan metode placemaking kenyamanan pengguna (user) diimplementasikan melalui perancangan penataan aksesibilitas dan sirkulasi yang nyaman, penyediaan fasilitas penunjang, penambahan fungsi RTP sebagai elemen atraktif baru pada objek

    EVALUASI PENERAPAN KOLAM PARSIAL DAN PENGARUH GAYA PASANG SURUT BERDASARKAN POLA SIRKULASI, UMUR AIR, BESI TERLARUT (Fe) dan TSS DI UNIT REKLAMASI TERANTANG, DESA TERANTANG, KABUPATEN BARITO KUALA, KALIMANTAN SELATAN

    Get PDF
    Swamp land in Terantang Village, Barito Kuala Regency, South Kalimantan has the potential to be utilized if managed optimally. Sour swamp land needs to be managed by the reclamation process. However, the high accumulation of toxic iron (Fe) becomes an obstacle in optimizing the reclamation process. The two-way flow system with the help of tidal ponds in the reclamation channel used still needs further evaluation to find out how effective the washing of toxic materials is. The main factors that influence the most are tidal events and partial pond function. The use of Environmental Fluids Dynamic Code (EFDC) software with simulation based on the data obtained is estimated to be able to solve the existing problems. This research was conducted in primary, secondary and tertiary reclamation channels with several stages. The first stage is to identify the hydrodynamic conditions and water quality in the Terantang unit reclamation channel. The second stage is the preparation and testing of the model. The second stage is the preparation and testing of the model. The last stage is model simulation on flow pattern, water age, accumulation of iron (Fe) concentration and accumulation of TSS concentration in 3 scenarios. The scenarios consist of simulating the hydrodynamic aspects of current movement and water age and 2 simulation scenarios of the water quality aspect on the accumulation of iron (Fe) concentration and TSS concentration by paying attention to the partition coefficient and without the partition coefficient. Simulations were carried out using the primary, secondary and 5 tertiary channel representative model data. The simulation results show that the application of channel tidal forces and partial pool utilization is still not running well. This happened based on the simulation results on the hydrodynamic and water quality aspects, showing that the water washing process still reached 60% with the water age reaching 3 days. The tidal force of the water is not able to reach the end of the channel and the tide pattern has not yet reached the end of the channel but has receded.Lahan rawa di Desa Terantang, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan berpotensi untuk dimanfaatkan apabila dikelola dengan optimal. Lahan rawa yang masam perlu dikelola dengan proses reklamasi. Namun, akumulasi bahan toksik besi (Fe) yang tinggi menjadi penghambat dalam optimalisasi proses reklamasi. Sistem aliran dua arah dengan bantuan kolam pasang di saluran reklamasi yang digunakan masih perlu evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui seberapa efektif pencucian bahan toksik. Faktor utama yang paling berpengaruh adalah peristiwa pasang surut dan fungsi kolam parsial. Penggunaan perangkat lunak Environmental Fluids Dynamic Code (EFDC) dengan simulasi berdasarkan data yang diperoleh diperkirakan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. Penelitian ini dilakukan di saluran reklamasi primer, sekunder dan tersier dengan beberapa tahap. Tahap pertama dengan mengidentifikasi kondisi hidrodinamika dan kualitas air pada saluran reklamasi unit Terantang. Tahap kedua melakukan penyusunan dan pengujian model. Tahap terakhir adalah simulasi model pada pola aliran, umur air, akumulasi konsentrasi besi (Fe) dan akumulasi konsentrasi TSS pada 3 skenario. Skenario terdiri atas simulasi aspek hidrodinamika terhadap pergerakan arus dan umur air serta 2 skenario simulasi aspek kualitas air terhadap akumulasi konsentrasi besi (Fe) dan konsentrasi TSS dengan memerhatikan koefisien partisi dan tanpa koefisien partisi. Simulasi dilakukan dengan data model perwakilan saluran primer, sekunder dan 5 saluran tersier. Hasil simulasi menunjukkan penerapan gaya pasang surut saluran dan pemanfaatan kolam parsial masih belum berjalan dengan baik. Hal tersebut terjadi berdasarkan hasil simulasi terhadap aspek hidrodinamika dan kualitas air menunjukkan proses pencucian air yang masih mencapai 60% dengan umur air mencapai 3 hari. Gaya pasang surut air tidak mampu mencapai ujung saluran dan pola air pasang belum mencapai ujung saluran namun sudah mengalami surut

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇