Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
PEMBELAJARAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR INTRINSIK DALAM CERITA PENDEK PADA PESERTA DIDIK KELAS XI SMK NEGERI 2 BANJARMASIN
Penelitian ini mendeskripsikan hasil penelitian mengenai perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan kendala dalam pembelajaran mengidentifikasi unsur intrinsik cerita pendek kelas XI PS B SMK Negeri 2 Banjarmasin. Metode penelitian, yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, rekaman, dan dokumentasi. Datanya, yaitu persiapan guru dalam penyusunan RPP, materi yang ingin disampaikan, metode yang digunakan, dan proses penilaian belajar peserta didik. Hasil penelitian ini memperlihatkan pelaksanaan pembelajaran guru tidak sepenuhnya berpedoman pada RPP. Aktivitas yang ditunjukkan selama pembelajaran berlangsung berdasarkan observasi, yaitu guru lebih banyak berceramah saat menyampaikan materi dan aktivitas peserta didik terlihat tenang dan memerhatikan guru dalam menyampaikan materi meski beberapa peserta didik tidak memerhatikan dan mengobrol dengan temannya. Guru melaksanakan penilaian berdasarkan tiga ranah, yaitu penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Beberapa kendala dalam pembelajaran dialami guru dan peserta didik
KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI ISI FABEL PESERTA DIDIK KELAS VII-B SMP NEGERI 3 BANJARMASIN
Penelitian ini mendeskripsikan kemampuan menceritakan kembali isi fabel peserta didik kelas VII-B SMP Negeri 3 Banjarmasin. Metode deskriptif kuantitatif digunakan pada penelitian ini dan statistik deskriptif untuk analisis datanya. Selain itu, Fabel “Semut dan Belalang” dan tes unjuk kerja menceritakan kembali menjadi instrumen yang digunakan. Datanya berupa hasil tes kemampuan menceritakan kembali isi fabel dalam bentuk tulisan. Berdasarkan aspek-aspek yang diteliti, peserta didik kelas VII-B berada pada kategori mampu. Mampu tersebut dinyatakan dari rata-rata perolehan nilai akhirnya yaitu 82.8 dengan predikat C (Cukup). Dengan demikian, sebanyak 93.75% peserta didik (30 orang) termasuk mampu, sedangkan 6.25% peserta didik (2 orang) termasuk tidak mampu
PASAR TERPADU H. M. YUSI DI KANDANGAN: Fokus Pada Penanganan Pasar Basah
M. Yusi Market is a regional market development plan from the government to improve the trade sector in the South Hulu Sungai regency. Kandangan Market as the main market has been unable to be developed to accommodate the large number of traders and the market location provided is not maximally utilized by traders because of the uncomfortable atmosphere because the application of market prototypes is not in accordance with local community buying and selling behavior. The architectural problem solving that is right for the Integrated Market H. M. Yusi in Kandangan is a comfortable market design and in accordance with the buying and selling behavior of market users in Kandangan. Behavioral Architecture method is an approach used to solve architectural problems in the integrated market of H. M. Yusi in Kandangan, namely by approaching the relationship of human behavior to the architectural environment as a consideration of the application of designs that will lead to improvements in the architectural environment. The study method includes the analysis of merchant behavior, buyer behavior and the relationship of behavior of traders and buyers to be able to adjust the needs and behavior of market users. Hygienic and cultural is a concept used to solve the problems of the application of integrated market area buildings that are comfortable and in accordance with market user behavior and Paiwakan Market concept is focus on wet market. The concept is applied to the design of circulation arrangement, achievement, building mass, material, facade ornaments and building utility systems.Pasar H. M. Yusi di Kandangan merupakan rencana pengembangan pasar daerah yang dilakukan Pemerintah untuk meningkatkan sektor perdagangan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pasar Kandangan sebagai pasar induk, sudah tidak dapat dikembangkan lagi untuk menampung banyaknya pedagang dan lokasi pasar yang disediakan tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh pedagang karena suasana yang kurang nyaman hal ini disebabkan oleh penerapan prototipe pasar tidak sesuai dengan perilaku jual beli masyarakat lokal. Pemecahan permasalahan arsitektur yang tepat untuk Pasar Terpadu H. M. Yusi di Kandangan adalah sebuah rancangan pasar yang nyaman dan sesuai dengan perilaku jual beli pengguna pasar daerah di Kandangan. Metode Arsitektur perilaku adalah pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah arsitektur pada Pasar terpadu H. M. Yusi di Kandangan, yaitu dengan melakukan pendekatan hubungan perilaku manusia dengan lingkungan arsitektur sebagai pertimbangan penerapan desain yang akan mengarah kepada perbaikan lingkungan arsitektur. Metode kajian meliputi analisis perilaku pedagang, perilaku pembeli serta hubungan perilaku pedagang dan pembeli agar dapat menyesuaikan kebutuhan dan perilaku pengguna pasar. Higienis dan kultural adalah konsep yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan penerapan bangunan kawasan pasar terpadu yang nyaman dan sesuai dengan perilaku pengguna pasar dan konsep Pasar paiwakan ditunjukkan untuk memfokuskan pada pasar basah. Konsep diterapkan pada desain penataan sirkulasi, pencapaian, massa bangunan, material, ornamen fasade dan sistem utilitas bangunan. 
GALERI ANIMASI DI BANJARBARU
The development of animation is growing rapidly every year, the use of animation which currently covers all fields, ranging from the world of entertainment to the world of business. The purpose of designing this Animation Gallery is to further introduce animation to the public. Animation Gallery will be designed using analogy methods and themed Hi-Tech Architecture. Animation is analogous to an architectural design by borrowing the principle of movement in the animation itself, namely how the stages of an object moving in an animation. Generally, movement in animation works with 2 elements, namely keyframe and in-between. If in architecture the keyframe is compared as a space and in-between as a circulation.Perkembangan animasi semakin pesat setiap tahunnya, penggunaan animasi saat ini sudah mencakup ke seluruh bidang, mulai dari dunia hiburan hingga ke dunia bisnis. Tujuan perancangan Galeri Animasi ini adalah untuk lebih memperkenalkan animasi kepada masyarakat. Galeri Animasi akan dirancang dengan menggunakan metode analogi serta bertema Arsitektur Hi-Tech. Animasi dianalogikan ke dalam sebuah desain arsitektur dengan cara meminjam prinsip pergerakan dalam animasi itu sendiri, yaitu bagaimana tahapan suatu objek bergerak dalam sebuah animasi. secara umum, pergerakan di dalam animasi bekerja dengan 2 unsur yaitu keyframe dan in-between. Jika dalam arsitektur keyframe diibaratkan sebagai sebuah ruang dan in-between sebagai sirkulasi
PUSAT OLEH – OLEH KALIMANTAN SELATAN DI BANJARMASIN
The design of South Kalimantan Souvenir Center is motivated by the number of tourists visiting South Kalimantan, especially Banjarmasin. One of the influential needs of the increase in tourists is the need for local specialties. Souvenir shops in Banjarmasin currently are less representative, so the existence of a souvenir center that sells a variety of South Kalimantan specialty products in one place that has local characteristics so that tourists not only shop but also get a tour experience. The problem solving method applied is the Metaphor Architecture method which refers to the building design stage as a certain character from a formation or object that is unique to Banjarmasin. The design concept applies the concept of one stop shopping where this souvenir center is able to accommodate a variety of typical products of South Kalimantan in one place. The result of the design is in the form of a building design that can become one of the icons of the city of Banjarmasin that accommodates souvenir shopping facilities in one place.Perancangan Pusat Oleh - Oleh Kalimantan Selatan dilatarbelakangi oleh banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Selatan khususnya Banjarmasin. Salah satu kebutuhan yang berpengaruh dari peningkatan wisatawan adalah kebutuhan wisatawan akan produk oleh - oleh khas daerah. Toko oleh - oleh yang ada di Banjarmasin saat ini kurang representatif sehingga keberadaan pusat oleh - oleh yang menjual macam - macam produk khas Kalimantan Selatan dalam satu tempat yang memiliki ciri khas lokal agar wisatawan tidak hanya berbelanja tetapi juga mendapatkan pengalaman berwisata. Metode penyelesaian masalah yang diterapkan adalah metode Arsitektur Metafora yang merujuk pada tahapan desain bangunan sebagai karakter tertentu dari sebuah bentukan atau benda yang khas dengan Banjarmasin. Konsep perancangan menerapkan konsep one stop shopping dimana pusat oleh - oleh mampu mewadahi berbagai macam produk khas Kalimantan Selatan dalam satu tempat. Hasil rancangan berupa desain bangunan yang dapat menjadi salah satu ikon kota Banjarmasin yang mewadahi fasilitas berbelanja oleh-oleh dalam satu tempat
PRARANCANGAN PABRIK ISOBUTILENA DARI TERSIER BUTIL ALKOHOL DENGAN PROSES DEHIDRASI MENGGUNAKAN KATALIS STYRENE-DIVINYLBENZENE KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN
Isobutilena atau 2-methylpropene merupakan salah satu empat isomer dari butilena yang berfungsi sebagai intermediate product yang digunakan untuk bahan baku produksi bagi industri kimia lainnya. Peluang berkembangnya industri isobutilena di Indonesia cukup besar, maka perlu dilakukan prarancangan pabrik isobutilena ini. Pabrik ini akan beroperasi selama 330 hari/tahun untuk menghasilkan isobutilena sebesar 20.000 ton/tahun dan rencana didirikan pada tahun 2021 di Pangkalanbun, provinsi Kalimantan Tengah. Dimana lokasi pabrik dekat dengan sungai Kapitan, sehingga sumber air untuk unit utilitas berasal dari sungai tersebut.
Bahan baku utama yang diperlukan adalah tersier butil alkohol dan katalis styrene-divinylbenzene yang diperoleh dari China. Tersier butil alkohol dilakukan proses dehidrasi menggunakan single bed catalytic packed bed reactor dengan bantuan katalis styrene-divinylbenzene yang beroperasi pada suhu masuk 90°C dan tekanan 5 atm dimana reaksi bersifat endotermis. Produk atas reaktor selanjutnya dialirkan menuju menara distilasi-01 dan diperoleh produk atas menara berupa isobutilena dengan kemurnian 99%. Sedangkan bahan baku dari reaktor yang tidak bereaksi akan di-recycle untuk umpan ke reaktor.
Pemasaran isobutilena diutamakan untuk konsumsi dalam negeri. Sistem kerja karyawan sebanyak 168 orang dibagi dalam regu dan shiff. Adapun hasil analisa ekonomi memberikan hasil investasi modal total (TCI) adalah sebesar Rp263.289.797.164,00 dan diperoleh hasil penjualan yaitu sebesar Rp505.728.011.322,00. Selain itu diperoleh juga keuntungan investasi dan waktu balik modal sebelum dan sesudah pajak sebesar 33,78% dan 21,95% serta 2,28 tahun dan 3,13 tahun. Sehingga diperoleh nilai BEP dan SDP sebesar 42,81% dan 23,61%. Berdasarkan pertimbangan hasil analisa kelayakan ekonomi, maka prarancangan pabrik isobutilena kapasitas 20.000 ton/tahun ini layak dibangun
PRARANCANGAN PABRIK ALUMINIUM KLORIDA DARI BAUKSIT DAN HCl MELALUI PROSES KALSINASI KAPASITAS 18.000 TON/TAHUN
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang banyak melakukan pembangunan diberbagai bidang termasuk bidang perindustrian. Salah satu bahan baku utama dan penunjang yang masih diimpor dari luar negeri adalah aluminium klorida (AlCl3). Kebutuhan impor senyawa ini cenderung terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pabrik ini direncanakan didirikan di kabupaten Sanggau Kalimantan Barat dengan kapasitas 18.000 ton/tahun dengan luas tanah 44.294,62 m² dan beroperasi selama 330 hari/tahun dengan jumlah karyawan 125 orang.
Proses yang digunakan pada pembuatan AlCl3 yaitu proses kalsinasi dengan cara mereaksikan bauksit dan HCl sebagai pelarut yang diperoleh dari PT. Asahimas Chemical dan bauksit diproleh dari PT ANTAM (Aneka Tambang) yang bertempat di Kalimantan Barat. Reaksi pencampuran bauksit dengan HCl adalah reaksi eksotermis. Reaktor yang digunakan berupa Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR) yang dijaga suhunya menggunakan jaket pendingin. Reaktor beroperasi pada suhu 90 ℃ dengan tekanan 1 atm selama 1 jam dengan kemurnian 99,6%. Proses pemurnian menggunakan alat evaporator, rotary drum vacum filter, crystallizer dan rotary dryer dengan hasil produk utama aluminium klorida (AlCl3) dan produk samping berupa silica (SiO2), besi (III) klorida (FeCl3), aluminium oksida (Al2O3) dan besi (III) oksida (Fe2O3).
Berdasarkan analisa ekonomi menunuukkan bahwa pabrik ini memiliki total capital investment sebesar Rp 388.008.248.974,3- pabrik ini dapat dinyatakan layak dilihat dari nilai Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 24% dan ROI sesudah pajak sebesar 16% dengan laba bersih pertahun sebesar Rp 61.737.953.266,83,-. Adapun Pay Out Time (POT) sebelum pajak adalah 3,1 tahun dan sesudah pajak adalah 4,2 tahun. Break Even Point (BEP) adalah 52% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 32%. Dari uraian di atas maka pabrik aluminium klorida dari bauksit dan HCl melalui proses kalsinasi kapasitas 18.000 ton/tahun layak untuk didirikan.
Kata kunci : aluminium klorida (AlCl3), bauksit, HCl dan kalsinas
PRARANCANGAN PABRIK MAGNESIUM KARBONAT DARI DOLOMIT DENGAN PROSES HIDRASI KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN
Magnesiumskarbonatsterjadiadioalamsdalamsberbagaisbentukdmineral seperti hidrat,kbasic dan paduan garam.hDuaymineraliutamanyapyaitu magnesit (hMgCO3h) dan dolomit, garamipaduant(CaCO3.MgCO3).iKegunaan terbesarodari magnesiumokarbonatoadalahopada bidang industri logamomagnesia,kkhususnya pada bidang industri insulasi atau bahan baku isolasi pada beberapa industri peralatan kimia. Kegunaan lainnya dari magnesium karbonat dapat kita lihat pada0industri bahanobangunan.hMagnesiumpkarbonatpjugaodikalsinasi untukpmemproduksi bata tahan api. Penggunaan lain dari Magnesiumokarbonat adalahksebagai bahanolantai,kfireproofing,lfire-exhinguishing, ysebagai bahanopengisi danpsuppresant dalamtplastik,osebagainagent pengembang padatkaret, sebagai agentppengering danycolororetention padatmakanan.
Pembuatan magnesium karbonat diawali dengan memecah batuan dolamit menggunakan crusher yang kemudian akan di screen untuk mendapatkan ukuran yang seragam. Selanjutnya dolomit diumpankan pada rotary kiln dengan suhu 900 °C selama 1 jam. Pada rotary kiln terjadi proses pembentukan dolamit menjadi Magnesium Oksida (MgO). Kemudian MgO didinginkan menggunakan cooler hingga suhunya mencapai 70 °C. Hasil reaksi berupa MgO dihidarasi dengan air maka akan membentuk Magnesium Hidroksida (Mg(OH)2). Magnesium Hidroksida kemudian dikarbonasi dengan CO2 membentuk Magnesium karbonat (MgCO3). Selanjutnya dilakukan pengkristalan di dalam crystalizer kemudian dilakukan proses pengeringan dan pengayakan hingga ukuran 100 mesh. Produk Magnesium Karbonat lalu dipacking dan disimpan dalam gudang.lMagnesiumpKarbonatpdiproduksi denganokapasitasp40.000hton/tahuncdenganl330phari kerja dalamp1 tahunpdanbdioperasikan mulai tahunp2024. Pendirianmpabrikodirencanakankberlokasi dioKabupatenoManyar,pGresik denganpluas area 16.752 m2.pTenaga kerja yangpdibutuhkanpsebanyak 180oorang dan bentuk perusahaanoPerseroanpTerbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staf. Kebutuhanputilitas diambil dari sungaipKalianyar sebanyakp11555,3526om3/hari. Sedangkanpkebutuhanplistrik untuk operasionalppabriklsebesar 903,5452 kW.
Berdasarkan hasiloanalisaoekonomi, didapat nilai Returnpon Invesmento(iROIi) sesudahppajak untuk pabrik ini sebesar 42%, PaylOutpTime (iPOTi) sesudahlpajakpsebesarp1,9 tahun. Sedangkanonilai Break EvenpPoint (iBEPi) sebesar 45% dan ShutoDownoPoint (iSDPi) sebesar 33%. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa pabrik ini bisa dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik. Sehinggapdapat disimpulkanobahwappabrikpini layakluntukodidirikan.
Katapkunci : Dolomit, MagnesiumpKarbonat, Hidrasi, BreakoEventoPoint dan ShutiDowniPoin
PRARANCANGAN PABRIK ISOBUTIL PALMITAT DARI ISOBUTIL ALKOHOL DAN ASAM PALMITAT DENGAN KATALIS ASAM SULFAT MELALUI PROSES ESTERIFIKASI KAPASITAS 12.000 TON/TAHUN
Isobutil Palmitat dengan rumus molekul C20H40O2 merupakan senyawa organik yang yang termasuk ke dalam ester asam palmitat dan dapat digunakan sebagai platicizer, pelarut dan perisa kimia. Saat ini Indonesia masih mengimpor isobutil palmitat, dikarenakan belum adanya pabrik isobutil palmitat di Indonesia. Prarancangan pabrik Isobutil Palmitat direncanakan didirikan dengan kapasitas 12.000 ton/tahun di Gresik, Jawa. Pabrik ini direncanakan pabrik beroperasi selama 330 hari/tahun dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 167 orang.
Pada pabrik ini Isobutil Palmitat dibuat melalui proses esterifikasi isobutil alkohol dengan asam palmitat dan asam sulfat sebagai katalis. Reaktor yang digunakan adalah Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) pada suhu 107 ℃ dan tekanan 1,2 atm. Reaksi yang dihasilkan bersifat endotermis (memerlukan panas). Produk keluaran reaktor yang telah dinetralkan dengan NaOH di netralizer kemudian dialirkan ke filter press untuk pemisahan filtrat dari slurry. Proses pemurnian menggunakan alat menara distilasi, dimana produk distilat dialirkan ke dekanter untuk menghilangkan kandungan air yang akan digunakan sebagai arus recycle. Sedangkan produk bottom berupa Isobutil Palmitat dengan kemurnian 97 %.
Pabrik ini direncanakan sebagai perusahaan Perseroan Terbatas (PT). Unit utilitas untuk mendukung proses produksi pabrik meliputi kebutuhan listrik, bahan bakar, pengolahan limbah dan air yang diambil dari air Sungai Berantas. Berdasarkan hasil analisis ekonomi, pabrik ini membutuhkan modal investasi sebesar Rp 814.561.458.835,4,-. Percent Return On Invesment (ROI) sebelum pajak sebesar 40% dan ROI sesudah pajak sebesar 26%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak selama 2,0 tahun dan sesudah pajak 2,8 Tahun. Nilai Break Even Point (BEP) sebesar 43% Dan Shut Down Point (SDP) sebesar 24%. Berdasarkan hasil analisis ekonomi tersebut menunjukkan bahwa pabrik Isobutil Palmitat layak untuk didirikan.
Kata kunci: Isobutil Palmitat, Esterifikasi, Isobutil Alkohol, Asam Palmita
Potensi Serbuk Daun Pepaya Menekan Nematoda Puru Akar (Meloidogyne spp.) Seledri
Kendala dalam budidaya tanaman sayuran seledri pada wilayah Kalimantan Selatan adalah Nematoda Puru Akar yang dapat menyebabkan kehilangan hasil produksi. Kemampuan dan dosis serbuk daun pepaya (Carica papaya L.) dalam menekan serangan nematoda puru akar perlu diteliti. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Sepetember 2018 – Januari 2019 selama 5 bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian serbuk daun pepaya mampu menekan serangan nematoda puru akar (Meloidogyne spp.). Perlakuan dosis sebesar 150 gr menunjukkan kemampuan menekan yaitu sebesar 93,07% dengan pembentukan puru sebesar 0,3% sedangkan perlakuan dosis 25 gr sebesar 38,33% serta pembentukan puru 2,67%