Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN REACT PADA MATERI SISTEM KOLOID
Telah dilaksanakan penelitian tentang penerapan model REACT untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar peserta didik pada materi koloid. Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan yang tepat untk menangani masaIah dalam kelas. Setelah tindakan yang tepat diketahui, maka memeriksa kesesuaian tindakan yang disertai dengan peningkatan keterampilan proses sains dan hasil belajar. Peneliti menggunakan penelitian tindakan dengan besiklus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI IPA-1 SMA Negeri 10 Banjarmasin dengan jumlah 32 orang. Instrumen penelitian terdiri dari tes dan non tes. Data dianalisis dengan teknik observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan (1) aktivitas guru mengalami peningkatan dari kategori aktif menjadi sangat aktif, (2) aktivitas peserta didik mengalami peningkatan dari cukup aktif menjadi aktif, (3) hasil observasi keterampilan proses sains dan tes keterampilan proses sains peserta ddik dengan menggunakan modeI pembeIajaran REACT mengalami peningkatan dari kategori cukup terampil menjadi terampil, (4) ketuntasan hasil beIajar peserta didik mengalami peningkatan dari tidak tuntas menjadi tuntas, (5) respon peserta didik merepon baik terhadap model pembelajaran REACT pada materi sistem koloid
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI CHEMSKETCH DENGAN METODE RESITASI TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATERI HIDROKARBON
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penggunaan aplikasi chemsketch dengan metode resitasi pada materi hidrokarbon untuk siswa kelas X SMA Negeri 1 Pulau Laut Selatan Kotabaru. Penelitian ini menggunakan empat kelas yaitu 3 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar pada kelas eksperimen 1 yang menerapkan pembelajaran yang menggunakan aplikasi chemsketch dengan metode resitasi pada kelas X4. Kelas eksperimen 2 mendapatkan pengajaran yang menerapkan metode resitasi pada kelas X1. Kelas eksperimen 3 yang mendapatkan pengajaran dengan menerapkan aplikasi chemsketch pada kelas X3 dan kelas kontrol menerapkan pembelajaran ekspositori pada kelas X2. Metode yang digunakan adalah quasi experimen dengan desain nonequivalent control group. Variabel bebasnya adalah aplikasi chemsketch dan metode resitasi, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar ranah sikap dan keterampilan. Analisis inferensial menggunakan uji anava 1 jalur (one way anava) untuk menganalisis perbedaan eksperimen 1, 2, 3, dan kontrol terhadap hasil belajar. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes dan nontes. Hasil rata-rata validitas yang didapatkan sebesar 0,99 yang berarti instrumen dikatakan valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,79 termasuk dalam kategori sedang sehingga dapat dipercaya sebagai alat ukur dan layak digunakan untuk penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar pada eksperimen 1, 2, 3 dan Kontrol. Eksperimen yang paling berpengaruh terhadap hasil belajar dalam penelitian ini adalah eksperimen 1 yang menggunakan aplikasi chemsketch dengan metode resitasi kemudian disusul dengan eksperimen 3 yang menggunakan aplikasi chemsketch dan yang terakhir adalah eksperimen 2 yang menerapkan metode resitasi
PENYISIHAN LOGAM TIMBAL (Pb) DAN SENG (Zn) PADA LUMPUR WASTEWATER TREATMENT PLANT DAN ABU BOILER INDUSTRI REFINERY DAN BIODIESEL MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN COMPOSTING
Limbah industri menjadi salah satu permasalahan yang perlu penangan khusus, salah satunya industri kelapa sawit. Limbah yang dihasilkan diantaranya adalah lumpur dan abu boiler. Limbah lumpur kelapa sawit masih mengandung beberapa bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan composting, sedangkan abu boiler merupakan limbah hasil proses pemanasan yang termasuk kedalam limbah B3 yang jika tidak diolah dengan baik akan menimbulkan permasalahan lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi limbah lumpur industri kelapa sawit, abu boiler dan bahan organik terhadap penurunan logam Pb dan Zn dalam proses composting menggunakan sistem in vessel. Aktivitas mikroorganisme selama proses composting diyakini mampu mendegradasi logam berat. Hasil penelitian menunjukkan komposisi 50% lumpur dan 50% bahan organik merupakan komposisi bahan terbaik untuk menurunkan Pb dan Z
PEMETAAN POTENSI AIR TANAH DI KECAMATAN CEMPAKA MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERG (1DVES)
Air tanah mempunyai peranan sangat penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah tangga (domestik) maupun untuk kepentingan non domestic. Semakin berkembangnya industri dan permukiman menimbulkan permasalahan dalam pemenuhan air bersih di Kecamatan Cempaka khususnya Kelurahan Bangkal dan Kelurahan Bangkal disertai adanya daerah rawan air. Berdasarkan permasalahan yang ada maka dilakukan pemetaan potensi air tanah guna mengetahui adanya keberadaan air tanah untuk kebutuhan air bersih. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi schlumberg. Berdasarkan hasil pengukuran dan pengolahan data didapatkan nilai kedalaman dan ketebalan yang bervariasi. Titik 1 Palam (80-124m; 30m), Titik 2 Palam (36-86m; 50m), Titik 3 Palam (44 – 65m; 21m), Titik 4 Palam (9.5 – 12.5m; 3m), Titik 1 Bangkal (125 – 185m; 60m), Titik 2 Bangkal (24 – 40m; 16m), Titik 3 Bangkal (62.5 – 102.5m; 40m) dan Titik 4 Bangkal (5.94 – 35m; 29.06m). Sehingga kriteria potensi air tanah di Titik 1 Palam (Besar), Titik 2 Palam (Besar), Titik 3 Palam (Besar), Titik 4 Palam (Kecil), Titik 1 Bangkal (Besar), Titik 2 Bangkal (Sedang), Titik 3 Bangkal (Besar) dan Titik 4 Bangkal (Besar).
 
PENGARUH KOMBINASI SEKAM PADI DAN BIOCHAR TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP KETERSEDIAAN FOSFOR PADA BAHAN TANAH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Salah satu komoditas perkebunan yang berperan penting dalam menghasilkan devisa negara ialah perkebunan kelapa sawit. Perkebunan ini menghasilkan tanaman kelapa sawit (Elais guineensis Jacq) yang diproduksi menjadi minyak sawit. Akan tetapi perkebunan ini juga memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang dihasilkan ialah salah satu limbah padat terbesar pada perkebunan ini. Berdasarkan studi terbaru, TKKS dapat diolah menjadi biochar melalui proses pirolisis biomasa. Beberapa sifat kimia tanah yang dapat ditingkatkan melalui teknologi biochar ialah pH, KTK, C-Organik, N-Total dan peningkatan P-tersedia (Sudjana, 2014). Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh penambahan kombinasi sekam padi dan biochar dalam perbaikan ketersediaan hara fosfor dan waktu kontak optimal terhadap perbaikan ketersediaan hara fosfor. Dalam penelitian ini terdapat 6 perlakuan yaitu: kontrol, kombinasi biochar dan sekam, biochar, sekam, TKKS, sekam TKKS dengan pengulangan sebanyak 4 kali dan inkubasi selama 15 dan 30 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kombinasi bahan segar dan biochar TKKS tidak berpengaruh secara nyata terhadap P total tetapi berpengaruh terhadap kandungan P larut bahan tanah setelah masa inkubasi. Sedangkan waktu inkubasi terbaik selama penelitian pemberian kombinasi bahan segar dan biochar TKKS yaitu pada inkubasi selama 15 har
KEANEKARAGAMAN IKAN DI SUNGAI BATANG BANYU KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan jenis ikan, mengetahui indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan dominasi, serta mengetahui kondisi kualitas air untuk kehidupan ikan. Parameter fisika-kimia pendukung kualitas air yang diukur yaitu suhu, kecerahan, kecepatan arus, total suspended solid (TSS), Amoniak (NH3), pH dan dissolved oxygen (DO). Metode yang digunakan untuk menentukan lokasi pengambilan sampel yaitu “purposive sampling” ,sampel ikan diambil menggunakan alat tangkap (Gillnet, Hand land dan Lift net).
Jenis ikan yang tertangkap 110 ekor dengan 7 famili yaitu Anabantidae; ikan papuyu (Anabas testudineus), Belontiidae: sepat siam (Trichogaster pectoralis) dan sepat rawa (Trichogaster trichopterus), Channidae; gabus (Channa striata), Cyprinidae; puyau/nilem (Osteochilus hasselti), Helostomatidae; tambakan (Helostoma temmincckii), Loricariidae; sapu-sapu (Hypostomus plecostomus), Pangasiidae; patin (Pangasius hypophthalmus). Indeks Keanekaragaman tertinggi terdapat pada stasiun I yaitu 1,570 dan terendah pada stasiun III yaitu 0,908. Indeks Keseragaman tertinggi terdapat pada stasiun II yaitu 0,814 dan terendah pada stasiun III yaitu 0,564. Indeks Dominasi tertinggi terdapat pada stasiun III yaitu 0,520 dan terendah pada stasiun I yaitu 0,246. Hasil pengukuran parameter pendukung kualitas air suhu, kecerahan, kecepatan arus, Amoniak (NH3), pH, dan dissolved oxygen (DO) masih pada batas yang layak untuk kehidupan ikan, nilai total suspended solid (TSS) yang tinggi sehingga menyebabkan tingginya tingkat kekeruhan dan rendahnya kecerahan.
This research aimed to find out the number and type of fish, diversity index, uniformity index and domination, and condition of water quality for fishes lives. Physical chemistry parameter supporting the water quality that was measured was temperature, clarity, current velocity, total suspended solid (TSS); ammonia (NH3), pH and dissolved oxygen (DO). The method used to determine the sample location was purposive sampling, sample of fish was taken using fish trap (gillnet, hand land, and lift net).
The types of fish that were trapped were 110 classified into 7 families; those were anabantidae, papuyu fish (Anabas testudineus), Belontiidae, sepat siam (Trichogaster pectoralis) dan sepat rawa (Trichogaster trichopterus), Channidae, gabus (Channa striata), Cyprinidae; puyau/nilem (Osteochilus hasselti), Helostomatidae; tambakan (Helostoma temmincckii), Loricariidae; sapu-sapu (Hypostomus plecostomus), Pangasiidae; patin (Pangasius hypophthalmus). The highest diversity index found in station I was 0.246. The result of parameter measurement supporting the water quality, temperature, clarity, current velocity, ammonium (NH3), pH, and dissolved oxygen (DO) was still in proper limit for fish life. The high value of total suspended solid resulted in high turbidity level and low clarity
ANALISIS BEBERAPA PARAMETER FISIKA DAN KIMIA DI BEKAS LAHAN TAMBANG INTAN KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan tingkat pencemaran perairan di bekas lahan tambang intan Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan yang telah ditinggalkan selama 2 tahun (stasiun 1), 7 tahun (stasiun 2) dan 10 tahun (stasiun 3) . Parameter yang diukur yaitu: suhu, kecerahan, total suspended solid (TSS), daya hantar listrik (DHL), dissolved oxygen (DO), derajat keasaman (pH), besi (Fe) dan mangan (Mn). Data yang dihasilkan dari pengukuran disajikan dalam bentuk tabulasi dan diagram sehingga akan terlihat adanya perbedaan pada setiap stasiun pengamatan. Analisis data menggunakan metode indeks pencemaran (IP) menurut KepMen LH nomor 115 tahun 2003 dan baku mutu menurut PP 82 tahun 2001.
Hasil pengukuran menunjukkan adanya perbedaan nyata bagi parameter TSS, Kecerahan dan Fe antar stasiun 1, stasiun 2 dan stasiun 3 yang dilihat berdasarkan standar deviasi. Analisis perhitungan indeks pencemaran (IP) menunjukkan pada stasiun 1, stasiun 2 dan stasiun 3 masih dalam kategori tercemar ringan bagi peruntukan kelas I, sedangkan bagi peruntukan kelas II,III dan IV termasuk dalam kategori kondisi baik.
This research was aimed to find out the characteristics and the level of water pollution in former area of diamond mining at Cempaka district, Banjarbaru in the province of South Kalimantan that has been left for 2 years (Station 1), 7 years (station 2), and 10 years (station 3). The parameters that have been measured are: temperature, radiance, total suspended solid (TSS), electrical conductivity (DHL), dissolved oxygen (DO), degree of acidity (pH), iron (Fe), and manganese (Mn). The measuring data was shown in the forms of tabulation and diagram up until it would be shown the difference in every observed station. The data analysis used KepMen LH number 115 of 2003 on index population method (IP) and Government Regulation number 82 of 2001 on raw quality.
The result of measurement showed that there was significant difference in the parameter of TSS, radiance, and Fe among station 1, station 2, and station 3 that was shown based on the standard deviation. The calculation of index pollution (IP) showed that station 1, station 2, and station 3 still in low polluted category for class I, whereas for class II, III, IV included in good condition category
HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN YANG TERTANGKAP DI SUNGAI BARITO KECAMATAN ALUH-ALUH KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: THE RELATION BETWEEN THE LENGTH AND WEIGHT OF THE FISH IN THE BARITO RIVER, ALUH-ALUH DISTRICT, BANJAR REGENCY, SOUTH KALIMANTAN PROVINCE
Kecamatan Aluh-Aluh merupakan wilayah Kepulauan Kalimantan Selatan yang memiliki potensi perikanan cukup tinggi. Kegiatan sehari-hari masyarakat berdampak pada kualitas air di sungai yang apabila kualitas air menurun akan mempengaruhi kehidupan ikan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui kualitas air dan mempengaruhi hubungan panjang dan berat ikan diSungai Barito Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar dalam pola pertumbuhan isometrik atau pertumbuhannya bersifat allometrik. Hasil penelitian pada 3 stasiun pengamatan diperoleh 7 spesies dan 7 family yang menunjukkan pola pertumbuhan ikan adalah allometrik negative dan allometrik positif.
Aluh-Aluh district is a high potential fishery area that locate on South Kalimantan Islands. However, the community's daily activities is affecting the quality of river water which if the water quality decreases it will influence the fish life in the river. This study aims to determine water quality and to determine the relation between the length and weight of the fish in the Barito River, Aluh-Aluh District, Banjar Regency in an isometric and allometric growth pattern. The results of the study obtained at 3 observation stations have shown that 7 species and 7 families of fish had a negative allometric and positive allometric growth patterns
STATUS KUALITAS AIR KOLAM PEMBESARAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SINTASAN I DI SUMBER AIR SUNGAI BESAR AWANG BANGKAL, KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR: STATUS OF WATER QUALITY ON OF BLACK TILAPIA POND (Oreochromis niloticus) RANGE I IN WATER SOURCES OF AWANG BANGKAL RIVER, KARANG INTAN, BANJAR
Sumber air sungai besar Awang Bangkal berasal dari pegunungan Sungai Besar Awang Bangkal. Sumber air sungai Besar Awang Bangkal dimanfaatkan warga sekitar untuk pengairan kolam tanah. Kolam tanah tersebut digunakan untuk Kolam pembesaran bibit ikan nila dari larva hingga ukuran sintasan 1 atau 3-5 cm. Bibit Ikan Nila sangat sensitive terhadap berbagai factor eksternal maupun internal, salah satunya adalah kualitas air. Tidak tersedianya data time series kualitas air menjadi permasalahan dalam penelitian ini. Tujuan dari Penelitian analisis Kualitas air di Sumber Air Sungai Besar Awang Bangkal yaitu Mengetahui Status Mutu Air di aliran sungai Desa Sungai Besar Awang Bangkal dan Mengetahui Debit Aliran Kolam Pembibitan Ikan Nila. Penentuan status mutu, parameter yang diukur mengacu pada Standar Nasional Indonesia Nomor 6141-2009, yang akan dianalisis dengan metode STORET dan perbandingan SNI, sedangkan untuk debit aliran menggunakan metode velocity. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini Sumber Air mendapatkan hasil yang baik, Kolam pembibitan merupakan perairan yang cukup baik, pembuangan akhir kolam memperoleh hasil yang cukup baik.
The water source of Sungai Besar Awang Bangkal comes from the mountains of Sungai Besar Awang Bangkal. The water source of Sungai Besar Awang Bangkal is used by local people for irrigation of soil ponds. The soil pond is used for tilapia seed enlargement pond from larvae up to the size of range 1 or 3-5 cm. Tilapia seeds are very sensitive to various external and internal factors, one of which is water quality. The un availability of time series water quality data is a problem in this research. The purpose of water quality analysis research in Awang Bangkal Water Source is knowing the status of Water Quality in the river flow of Sungai Besar Awang Bangkal and Knowing the Flow Flow of Tilapia Breeding Ponds. Determination of quality status, parameters measured refer to Standar Nasional Indonesia 6141-2009, which will be analyzed by STORET method and SNI comparison, while for flow discharge using velocity method. The results obtained in this research Water Source get good results, nursery ponds are quite good waters, landfill ponds get quite good results
KESESUAIAN KUALITAS AIR BAGI KEGIATAN BUDIDAYA KEPITING SOKA (Scylla Sp) DI PERAIRAN SEKITAR MUARA SUNGAI PAGATAN: APPROPRIATE WATER QUALITY FOR SOKA CRABS (Scylla Sp) CULTIVATION ACTIVITIES IN THE WATERS AROUND THE PAGATAN RIVER ESTUARY
Sumberdaya perikanan di wilayah hutanmangrove sangat kaya sehingga sering dieksploitasi secara berlebihan, misalkan dijadikan lahan tambak. Budidaya kepitting sokka merupakan satu peluang usaha yang sangat menjanjikan,kesempatan tersebut perlu kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendapatkan keuntungan. Akan tetapi budidaya kepiting sokka tidak bisa dilakukan asal-alasan. Sehingga dalam budidaya kita perlu memperhatikan keadaan kualitas air juga dapat mempengaruhi kelayakan hidup pda kepiting. Dari permasalahan tersebut tentunya ada usaha untuk melestarikan budidaya kepiting agar terus ada dan tidak punah. Tujuan dari keadaan tersebut adalah untuk mengetahui keadaan kualitas air untuk budidaya kepiting sokka di perairan sekitar Muara Sungai Pagatan. Metode jenis penelitian ini adalah metode purposive sampling. Analisis data yag digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan (EQI) Environttmen Qualitty Index. Hasil penelitian yang telah dilaksanaklan dapat bahwa:Budidaya kepiting sokka belum banyak menguntungkan.Mutu air dari 4 stasiun:Stasiun 1: Sangat Buruk dengan nilai 0,04 Stasiun 2: Sangat Buruk dengan nilai 0,02 Stasiun 3: Sangat Buruk dengan nilai 0,02 Stasiun 4: Sangat Buruk dengan nilai 0,01
Marine biologicalresources have an important meaning for the community both now and in the future, fishery resources in mangrove forest areas are so rich that they are often overexploited, for example being used as ponds. Sokka crab cultivation is a very promising business opportunity, we need this opportunity to make the best use of it to get profit. However, soft-shell crab cultivation cannot be done randomly. So that in cultivation we need to pay attention to the conditions of water quality which can also affect the viability of life for crabs. From these problems, of course there are efforts to preserve crab cultivation so that it continues to exist and does not become extinct. The purpose of this condition is to determine the condition of the water quality for sokka crab cultivation in the waters around the Pagatan River Estuary. The method used in this research is purposivesampling method. purposive sampling is selecting certain places that are considered important and representing and describing the state of the waters in a whole.Date analysis used in thisstudy is to use (EQI) Environmetntal Qualitty Index. Fromtheresults of the research that has been carried out, it can be concluded that: Sokka crab cultivation has not been very profitable. Water quality from 4 stations: Station 1: Very bad with a value of 0,04 Station 2: Very bad with a value of 0,02 Station 3: Very bad with a value of 0,02 Station 4: Very Bad with a value of 0,01