Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
PRARANCANGAN PABRIK NITROBENZEN MENGGUNAKAN PROSES NITRASI BENZEN DAN KATALIS ASAM SULFAT DENGAN KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN
Nitrobenzen memiliki nama lain yaitu oil of mirbane, nitrobenzol dengan rumus molekul C6H5NO2 biasanya digunakan sebagai bahan utama pembuatan anilin, pelarut cat, para-aminophenol, dan nigrosine dyes. Pabrik ini direncanakan beroperasi selama 330 hari/tahun dengan kapasitas produk nitrobenzen sebesar 20.000 ton/tahun. Bahan baku utama yang diperlukan adalah benzen yang diperoleh dari Qingdao highly chemical new materials Co., Ltd, China. Pabrik akan didirikan di Cilacap, provinsi Jawa Tengah dimana lokasi pabrik dekat dengan Sungai Serayu, sehingga sumber air untuk unit utilitas berasal dari sungai tersebut.
Proses yang digunakan untuk pembuatan nitrobenzen adalah nitrasi benzen dengan asam nitrat dan bantuan katalis asam sulfat, pada tekanan 1 atm dan suhu 50 oC, dimana reaktor yang digunakan adalah Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) dan reaksi bersifat eksotermis (mengeluarkan panas). Produk yang keluar dari reaktor selanjutnya dialirkan menuju neutralizer. Selanjutnya produk keluaran neutralizer dipisahkan antara fase berat dan ringan dengan dekanter. Lapisan bawah (fase berat) berupa campuran nitrobenzen dan natrium sulfat dipisahkan dengan filter press Produk nitrobenzen kemudian disimpan dalam tangki penyimpanan., sedangkan hasil atas dekanter, dan cake dari filter press dialirkan ke UPL.
Hasil analisa ekonomi memberikan hasil investasi modal total (TCI) adalah sebesar Rp 1.080.844.903.298,15 dan diperoleh hasil penjualan yaitu sebesar Rp 3.857.999.961.420,00. Selain itu diperoleh juga Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 77 % dan Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 50 %. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 1,15 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 1,66 tahun. Sehingga diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 46,24% dan Shut down point (SDP) sebesar 37,16%. Berdasarkan pertimbangan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik nitrobenzen dengan kapasitas 20.000 ton/tahun ini layak untuk dikaji lebih lanjut
PRARANCANGAN PABRIK ETIL KLORIDA DARI ETANOL DAN ASAM KLORIDA DENGAN PROSES HIDROKLORINASI ETANOL MENGGUNAKAN KATALIS ZINK KLORIDA KAPASITAS PRODUKSI 20.000 TON/TAHUN
Etil Klorida (C2H5Cl) atau yang biasa dikenal dengan nama chloroethane merupakan senyawa kimia yang digunakan sebagai refrigerant, agen penghasil busa, aditif anti-ketukan untuk bensin bertimbal, dan obat bius. Pabrik C2H5Cl ini direncanakan beroperasi selama 330 hari/tahun dengan kapasitas produk etil klorida sebesar 20.000 ton/tahun. Pabrik ini direncanakan akan beroperasi pada tahun 2021 di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Provinsi Banten. Bahan baku utama yang digunakan adalah etanol (C2H5OH) dan asam klorida (HCl) dengan menggunakan bantuan katalis zink klorida (ZnCl2).
Produksi C2H5Cl beroperasi pada kondisi tekanan 6 atm dan suhu masuk 325oC. Reaksi berlangsung dalam reaktor fixed bed multitube dan reaksi bersifat eksotermis (mengeluarkan panas). Produk keluaran reaktor selanjutnya dialirkan menuju menara distilasi 1 dan diperoleh hasil atas berupa etil klorida dengan konversi 94,7% serta kemurnian 99,7% serta hasil bawah didapatkan campuran dietil eter, asam klorida, etanol, dan air. Produk hasil atas kemudian disimpan didalam tangki penyimpanan etil klorida, sedangkan produk hasil bawah berupa campuran dietil eter, asam klorida, etanol, dan air dipisahkan didalam menara distilasi 2. Produk hasil atas menara distilasi 2 berupa dietil eter dengan kemurnian 98% yang kemudian akan disimpan didalam tangki penyimpanan dietil eter, sedangkan hasil bawah berupa campuran asam klorida, etanol, dan air yang akan dialirkan menuju Waste Water Treatment Process (WWTP).
Pemasaran C2H5Cl diutamakan untuk konsumsi dalam negeri dan sebagian juga dipasarkan diluar negeri. Bentuk perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT). Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian menurut jam kerja yang terdiri dari shift dan non shift dengan tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 167 orang. Adapun hasil analisa ekonomi memberikan hasil investasi modal total (TCI) adalah sebesar Rp 892.988.929.184,84 dan diperoleh hasil penjualan yaitu sebesar 2.930.795.550.720,00. Selain itu diperoleh juga Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 74% dan Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 48%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 1,19 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 1,72 tahun. Sehingga diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 47% dan Shut down point (SDP) sebesar 38%. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik etil klorida dengan kapasitas 20.000 ton/tahun ini cukup menarik untuk didirikan
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU DAN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X IPA SMAN 7 BANJARMASIN
Penelitian ini mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif secara langsung dan tidak langsung dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X IPA SMAN 7 Banjarmasin. Metode deskriptif dan jenis kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X IPA SMAN 7 Banjarmasin menunjukkan bahwa bentuk pertanyaan dan fungsi bertanya sering dituturkan. Bentuk tindak tutur direktif secara langsung yang terdapat ialah bentuk permintaan, perintah, pertanyaan, larangan, nasihat, dan pemberian izin. Bentuk tindak tutur direktif secara tidak langsung berupa bentuk permintaan, nasihat, dan larangan. Fungsi tindak tutur direktif secara langsung, yaitu fungsi memohon, meminta, mengajak, bertanya, menghendaki, menuntut, mengarahkan, mengatur, melarang, membatasi, membolehkan, menganugerahi, dan menasihati. Fungsi tindak tutur direktif secara tidak langsung meliputi fungsi memohon, meminta, mengajak, menghendaki, membatasi, dan menasihati
REHABILITASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA UNTUK REMAJA DI BANJARBARU
Social Rehabilitation of narcotics abuse for adolescents In Banjarbaru is an institution which takes care and maintains adolescents patients who abuse narcotics to recover from their addiction. Social Rehabilitation Design is due to the large number of adolescents who use drugs and there are no special rehabilitation facilities for them yet. Issues raised in this report is how to create the design of social rehabilitation with outer space and inner space that can help the healing process. The method used to solve the issues using a healing environment. From these data, the healing environment concept emerged to create the design of outer space and inner space that can help in healing.Rehabilitasi Sosial Penyalahgunaan Narkoba Untuk Remaja Di Banjarbaru adalah suatu lembaga yang bertugas untuk merawat dan menjaga pasien remaja yang menyalahgunakan narkoba agar pulih dari ketergantungannya. Perancangan Rehabilitasi Sosial ini dikarenakan banyaknya remaja yang menggunakan narkoba dan belum adanya fasilitas rehabilitasi khusus untuk remaja. Permasalahan yang diangkat dari laporan ini adalah bagaimana mewujudkan desain rehabilitasi sosial dengan ruang luar dan ruang dalam yang dapat membantu proses penyembuhan. Metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan yang ada adalah dengan menggunakan healing environment. Dari data tersebut maka muncullah konsep healing environment untuk mewujudkan desain ruang luar dan ruang dalam yang dapat membantu dalam penyembuhan
PRARANCANGAN PABRIK ASAM FORMAT DARI METIL FORMAT DENGAN PROSES HIDROLISIS KAPASITAS 10.000 TON/TAHUN
Pabrik Asam Format dengan Proses Hidrolisis dari Metil Format kapasitas 10.000 ton/tahun akan dibangun dikawasan industri Tanjung Api-Api, Provinsi Sumatera Selatan dengan lahan sebesar 63.000 m2. Bahan baku pembuatan Asam Format berupa Metil Format diperoleh dengan cara impor dari perusahaan Cina (Zhengzhou Senao Chemical Co., Ltd). Pabrik dirancang berjalan secara kontinyu selama 330 hari, 24 jam per hari, serta membutuhkan karyawan 140 orang.
Proses pembuatan asam format terjadi didalam reaktor alir tangki berpengaduk (RATB) atau CSTR dengan proses hidrolisis metil format. Reaktan masuk reaktor (R-210) pada suhu 140°C dan tekanan 7,5 atm dan produk keluar reaktor pada suhu 140°C dan tekanan 7,5 atm. Reaksi hidrolisis metil format adalah reaksi endotermis sehingga untuk mempertahankan suhu operasi agar tetap maka diperlukan pemanas steam. Hasil reaksi kemudian dialirkan menuju ke Menara Distilasi (D-310). Selanjutnya di dalam menara distilasi (D-310) dipisahkan metil format dan metanol sebagai hasil atas sedangkan hasil bawah Menara Distilasi (D-320) dialirkan menuju Menara Distilasi (D-320). Di dalam menara distilasi (D-320) dipisahkan metanol sebagai hasil atas dengan kemurnian 91% kemudian disimpan didalam tangki penyimpan (F-420) sebagai produk samping dan hasil bawah Menara Distilasi (D-320) berupa Asam Format dan Air dialirkan ke Tangki Penyimpanan (F-410) dengan kemurnian 99% sebagai produk utama.
Pabrik Asam Format membutuhkan air yang didapat dari Sungai Musi, sebanyak 2520,67 m3/detik. Kebutuhan steam terpenuhi sebanyak 6.696.471 kg/jam. Daya listrik yang dibutuhkan sebesar 784,5990 kW. Kebutuhan fuel oil untuk bahan bakar boiler dan generator sebanyak 34.277,058 Kg/jam. Kebutuhan udara yaitu 1.200 m3/jam. Hasil evaluasi ekonomi nilai Total Capital Investment (TCI) sebesar (Rp 408.448.880.455,95 + Rp 66.735.665.616,06 + Rp 29.174.920.032,57) dengan total biaya produksi sebesar Rp 504.359.466.104,57. Analisis ekonomi menunjukkan nilai ROI sebelum pajak adalah 22% dan ROI sesudah pajak adalah 14%. POT sebelum pajak adalah 3,24 tahun dan POT sesudah pajak adalah 4,3 tahun. Nilai BEP adalah 40%, nilai SDP adalah 24% dengan Interest Rate of Return sebesar 13,31%. Ditinjau dari segi teknis dan ekonomi, pabrik Asam Format dengan kapasitas 10.000 ton/tahun dapat dikaji lebih lanjut untuk didirikan
PRARANCANGAN PABRIK AMONIUM KLORIDA DARI AMONIUM SULFAT DAN NATRIUM KLORIDA MELALUI PROSES METHATESIS KAPASITAS 30.000 TON/TAHUN
Produk amonium klorida biasa digunakan dalam pembuatan berbagai senyawa ammoniak, electroplating, bahan pencuci, pembersih logam dalam industri soldering, sebagai pelapis dalam industri logam timah dan galvanik. Salah satu pembuatan amonium klorida dari reaksi antara amonium sulfat dan natrium klorida. Pabrik ini dirancang dengan kapasitas 30.000 ton/tahun. Pabrik direncanakan berdiri di kawasan Industri Gresik Jawa Timur pada tahun 2023.
Pabrik ini menggunakan proses methatesis yaitu mereaksikan ammonium sulfat dengan natrium klorida. Reaktor yang digunakan adalah reaktor batch dengan konversi 99,6% pada suhu 100oC dan tekanan 1 atm. Selanjutnya hasil keluaran reaktor dialirkan menuju rotary drum vacuum filter, untuk memekatkan larutan amonium klorida digunakan evaporator. Larutan jenuh dari evaporator dialirkan ke crystallizer sehingga terbentuk kristal amonium klorida. Tahap akhir dari pengolahan produk ini yaitu proses pengecilan produk sampai 200 mesh sebelum memasuki unit packaging.
Berdasarkan analisa ekonomi, pabrik ini dapat dinyatakan layak dilihat dari nilai Return On Investment (ROI) sebesar 41%. Adapun Pay Out Time (POT) sebelum pajak adalah 1,4 tahun dan sesudah pajak adalah 2 tahun. Break Even Point (BEP) adalah 41% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 28%. Dari uraian di atas maka pabrik ammonium klorida dari ammonium sulfat dan natrium klorida melalui proses methatesis kapasitas 30.000 ton/tahun layak untuk didirikan.
Kata kunci : amonium klorida, ammonium sulfat, natrium klorida dan methatesis
PRARANCANGAN PABRIK GLISEROL MONOOLEAT DARI GLISEROL DAN ASAM OLEAT DENGAN KAPASITAS 10.000 TON/TAHUN
Gliserol monooleat merupakan salah satu jenis surfaktan yang banyak diaplikasikan di dunia industri seperti industri makanan, tekstil, kosmetik, plastik, cat, oli, dan lain sebagainya. Di Indonesia saat ini belum terdapat perusahaan yang memproduksi gliserol monooleat, sehingga Indonesia masih mengimpor gliserol monooleat dalam jumlah yang cukup besar. Perancangan pabrik gliserol monooleat ini direncanakan beroperasi selama 330 hari/tahun pada tahun 2023 dengan kapasitas 10.000 ton/tahun.
Pembuatan gliserol monooleat dilakukan dengan mereaksikan gliserol dan asam oleat dalam reaktor tangki berpengaduk (RTB) dengan bantuan katalis zeolite dan reaksi bersifat eksotermis (menghasilkan panas). Reaksi berlangsung pada suhu 180 0C dan tekanan 0,02 atm, dengan proses esterifikasi. Hasil keluaran reaktor dialirkan ke Clarifier untuk pemisahan katalis dengan produk. Kemudian produk yang bebas katalis dialirkan menuju vaporizer untuk menguapkan gliserol. Produk atas keluaran vaporizer berupa gliserol di recycle menuju mixer. Diperoleh produk gliserol monooleat dengan kemurnian 83,37 %.
Pendirian pabrik direncanakan berlokasi di Jl. Tri Dharma, Karangturi, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur dengan luas area 16.566 m2 . Pemasaran Gliserol Monooleat diutamakan untuk konsumsi dalam negeri. Tenaga kerja yang dibutuhkan pabrik gliserol monooleat sebanyak 135 orang dengan bentuk perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasii gariss dana staf. Kebutuhan utilitas diambil dari sungai brantas sebanyak 2.179,224 m3/hari. Berdasarkan hasil analisa ekonomi, didapat nilai Return on Invesment (ROI) sesudah pajak untuk pabrik ini sebesar 23%, Payy Outt Timee (POT) sesudah pajak adalah sebesar 3,1 tahun. Sedangkan nilai Breakk Evenn Pointt (BEP) sebesar 41% dan Shutt Downn Pointt (SDP) sebesarr 24%. Berdasarkan pertimbangan hasil analisa kelayakan ekonomi tersebut, maka pabrik Gliserol Monooleat dengan kapasitass 10.000 ton/tahunn layakk didirikan.
Kata kunci : gliserol monooleat, esterifikasi, gliserol, asam oleat, zeolit
Pengaruh Aplikasi Larutan Bawang Putih Terhadap Intensitas Serangan Hama Kutu Daun Cabai
Produksi cabai di Kalimantan Selatan dari tahun 2014-2016 mengalami penurunan yang disebabkan oleh serangan hama. Salah satu hama utama cabai adalah kutu daun (aphid) yang tidak hanya merusak tanaman, namun juga sebagai vektor virus penyakit sehingga tanaman cabai mengalami gagal panen atau produktivitasnya rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi larutan bawang putih terhadap intensitas serangan hama kutu daun pada tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan (Februari-Juni 2019). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan larutan bawang putih berpengaruh terhadap intensitas serangan, namun tidak berpengaruh terhadap jumlah populasi kutu daun (aphid). Hal tersebut dikarenakan larutan bawang putih bersifat antivirus sehingga mampu menginaktifkan virus yang terbawa kutu daun
Penekanan Populasi Nematoda Puru Akar (Meloidogyne spp.) Dengan Menggunakan Serbuk Daun Sirsak (Annona muricata L.) Pada Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.)
Pada tahun 2016 produktivitas tanaman tomat di Kalimantan Selatan dalam 5 tahun terakhir mengalami naik turun hasil produksi. Salah satu faktor penyebab penurunan produktivitas tanaman tomat ini disebabkan oleh nematoda puru akar.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dosis terbaik serbuk daun sirsak (Annona muricata L.) dalam menekan populasi Meloidogyne spp. pada tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan dimulai pada bulan Maret-Juli 2019. Perlakuan terdiri dari K) 300 buir telur Meloidogyne spp. A) Serbuk daun sirsak 25 g + 300 butir telur nematoda Meloidogyne spp. B) Serbuk daun sirsak 50 g + 300 butir telur nematoda Meloidogyne spp. C) Serbuk daun sirsak 75 g + 300 butir telur nematoda Meloidogyne spp. D) Serbuk daun sirsak 100 g + 300 butir telur nematoda Meloidogyne spp. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaplikasian serbuk daun sirsak berpengaruh terhadap populasi nematoda, namun tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan intensitas serangan
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR HIDROKARBON MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL)
Telah dilakukan penelitian tentang meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Hidrokarbon kelas X-3 SMA Negeri 10 Banjarmasin tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan aktivitas guru, (2) peningkatan aktivitas siswa, (3) peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa, (4) peningkatan hasil belajar siswa, dan (5) respon siswa. Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Sampel penelitian adalah kelas X-3 dengan jumlah siswa 35 orang. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan aktivitas guru dari 38,62 (cukup) pada siklus I menjadi 54,75 (sangat baik) pada siklus II, (2) terjadi peningkatan aktivitas siswa dari 35,9 (cukup) pada siklus I menjadi 49,3 (aktif) pada siklus II, (3) terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dari 55,64% (cukup kritis) pada siklus I menjadi 71,74% (kritis) pada siklus II, (4) terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar kognitif 37,14% pada siklus I menjadi 74,28% pada siklus II, dan pada ranah afektif cukup pada siklus I menjadi baik pada siklus II, (5) siswa memberikan respon positif dengan kategori baik pada pembelajaran