Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    PENINGKATAN KINERJA MEMBRAN ULTRAFILTRASI ALIRAN DEAD-END PADA PENYISIHAN BAHAN ORGANIK DALAM EFLUEN IPAL DOMESTIK DENGAN PRA-PERLAKUAN ADSORPSI

    Get PDF
    Salah satu kendala yang membatasi kinerja membran ultrafiltrasi (UF) yaitu fouling membran.   Keberadaan Bahan Organik (BO) merupakan salah satu penyebab utama terjadinya fouling membran pada air efluen IPAL Domestik.  Oleh karena itu, perlu dilakukan pra-perlakuan adsorpsi karbon aktif untuk mengurangii foulingi dani meningkatkani performai membrani UF. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan air efluen dengan kondisi terbaik pada proses hibrid adsorpsi dan Ultrafiltrasi (UF) selulosa asetat (SA), serta menganalisis terbentuknya fouling membran pada proses hibrid adsorpsi dan UF-SA.  Karbon aktif yang digunakan pada rencana penelitian ini adalah Powdered Activated Carbon (PAC) dengan interval variasi dosis 25 mg/L pada rentang 25 mg/L-200mg/L serta pH 4.  Metode yang digunakan pada proses pra-perlakuan adsorpsi menggunakan sistem batch dengan pengadukan adsorpsi 180 rpm selama 240 menit.   Kemudian, dialirkan pada membran UF-SA menggunakan sistem aliran dead-end dengan variasi tekanan operasi 1-3 bar dengan interval 0,5 bar pada pH 4 selama 120 menit.   Selanjutnya dicari kondisi terbaik proses hibrid adsorpsi dan UF-SA dengan cara mengatur dosis optimum (dinaikkan maupun diturunkan), sehingga didapatkan tiga variasi dosis.   Analisis kandungan BO dilakukan melalui pengukuran parameter Dissolved Organic Carbon (DOC), UV254, E4/E6  , dan UV456 menggunakan TOC Analyzer dan Spektrofotometer UV serta karakterisasi membran dengan permeabilitas.   Hipotesis dari penelitian ini adalah pra-perlakuani adsorpsii karboni aktifi berpengaruh untuki mereduksii foulingi pada membrani UF-SA, dan model Modified Fouling Index (MFI) dapat menggambarkan pembentukan fouling pada proses hibrid adsorpsi dan UF-SA pada penyisihan air efluen

    KONSENTRASI PARTIKULAT MATTER (PM10) DAN SULFUR DIOKSIDA (SO2) PADA RUAS JALAN KUIN UTARA DAN KUIN SELATAN KOTA BANJARMASIN

    Get PDF
    Peningkatan sektor transportasi mengakibatkan turunnya kualitas udara. Sektor transportasi menghasilkan polutan yang memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Jalan Kuin Utara dan Kuin Selatan merupakan jalan padat lalu lintas namun tidak sesuai peruntukkannya dengan jenis kendaraan yang dilalui. Menurut SK Walikota Banjarmasin No 548 tahun 2017 ruas jalan Kuin Utara dan Kuin Selatan merupakan jalan lingkungan sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi PM10 dan SO2 pada wilayah studi dengan membandingkan baku mutu Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan No 53 tahun 2007. Penelitian dilakukan selama 2 hari yang mewakili hari libur dan hari kerja pada 3 titik. Berdasarkan hasil pengukuran pada Minggu, 5 Agustus 2018 diperoleh PM10 tertinggi di titik 3 sebesar 147,9 μm/m3 dan SO2 tertinggi di titik 3 sebesar 154,1 μm/m3 pada siang hari. Hasil pengukuran pada Senin, 6 Agustus 2018 diperoleh PM10 tertinggi di titik 3 sebesar 205,0 μm/m3 sedangkan SO2 pada ke 3 titik sebesar 5,4 μm/m3

    The Grammatical Errors Made by EFL Students

    Get PDF
    This study aimed to find out the type of the grammatical errors made by EnglishDepartment Students Batch 2016 at Lambung Mangkurat University indescribing people orally. This was descriptive qualitative study. The populationof this study was 78 students of Intermediate speaking classes. The samplingtechnique was cluster sampling technique. The sample was the students ofIntermediate Speaking class A2. The instrument was oral test, and the researcherused test-retest method when collected the data. The test was conducted threetimes in the time range about a week. The findings of this study were classifiedbased on types of Corder’s error classification. The types of errors that made bythe students when described the people were error of omission such as omissionof suffix –s, have/has, and auxiliary. Errors of selection are selection error ofauxiliary, pronoun, and tense. Error of ordering was the ordering error of someadjectives. Therefore, it is suggested that for the lecturer to give treatment orpractice to the students towards their grammatical errors in describing people. Itis because the English Department students are prospective English teachers.They have to speak grammatically correct. If they give the wrong example, itwill be imitated by their students. Besides that, the English Department studentsshould read more English grammar book and practice their knowledge toimprove their skill in speaking

    The Students’ Perceptions on the Engagement of Using Small Group Discussion Technique in English learning at High School

    Get PDF
    Perceptions are interpreting the information process. The study subject was 11th grade EFL students, SMKN 1 Banjarmasin. Therefore, 108 EFL students were taken as the sample by implementing a purposive sampling method. This study was aimed to analyze the EFL students’ perceptions of the engagement of applying the technique of Small Group Discussion (SGD) in learning English. It is crucial to know how EFL students’ perceptions of engagement during the implementation of the method of SGD for helping the EFL teacher evaluate their learning strategy. To solve the study problem, the researcher implemented a descriptive method and a qualitative approach. Meanwhile, the researcher implemented the three instruments, namely observation, documentation, and the questionnaire in data collection. In analyzing the data, the researcher did three stages; data display, data reduction, as well as conclusion drawing. The study findings showed that the EFL students had a good perception of the engagement of implementing methods of SGD in learning English. The EFL students believed that the technique of SGD was suitable to be implemented in learning English. They stated that their collaboration with the EFL teacher and classmates become closer. Small group discussion method also impacted their self-efficacy, self-regulation, and their motivation in learning English. However, this method still had a weakness during its implementation. The EFL students were complaining about the passive member of the group and the noise, which made the learning activity no longer conducive. Therefore, the EFL teacher was suggested to be more active in handling the class

    PRODUKTIVITAS PRIMER SEKITAR KERAMBA JARING APUNG (KJA) DI PERAIRAN WADUK RIAM KANAN KECAMATAN ARANIO KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas primer di waduk Riam Kanan dengan kepadatan KJA yang berbeda dan mengidentifikasi tingkat kesuburan perairan waduk Riam Kanan dengan menentukan status trofik perairan berdasarkan masukan kadar total-N dan total-P. Parameter kualitas air yang diukur untuk mendukung penelitian yaitu: oksigen terlarut/dissolved oxygen (DO), suhu, kecerahan, derajat keasaman (pH), total Nitrogen (t-N) dan total Fosfat (t-P). hasil dari pengukuran parameter kualitas air yang dilakukan di waduk Riam Kanan dan  laboratorium akan dibuat tabulasi dan diagram agar bisa dilihat perbedaan pada setiap stasiun dengan kepadatan keramba jaring apung (KJA). Metode yang digunakan adalah metode botol gelap-botol terang serta analisis data dengan analisis ragam ANOVA dengan mencakup pengujian hipotesis untuk produktivitas primer. Metode yang digunakan untuk penentuan stasutus trofik dengan melihat kriteria baku mutu kualitas air yang terdapat pada PerMenLH Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Daya Tampung Beban Pencemar Air Danau dan/atau Waduk. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas primer pada stasiun 1 dengan NPP dan GPP rata-rata sebesar NPP 119,097 mg C/m3/jam dan GPP sebesar 81,597 mg C/m3/jam pada stasiun 2 sebesar NPP 75,520 mg C/m3/jam dan GPP sebesar 52,430 mg C/m3/jam dan pada stasiun 3 sebesar NPP 17,361 mg C/m3/jam dan GPP 81,423 mg C/m3/jam dengan kepadatan KJA tidak berpengaruh terhadap produktivitas primer dan waduk Riam Kanan masuk dalam tingkat trofik perairan oligotrof.   This study aims to determine the primary productivity in Riam Kanan reservoir with different density of floating net cages and to identify the level of fertility of Riam Kanan reservoir water by determining the trophic status of the waters based on the total-N and total-P input levels. Water quality parameters measured to support the research are: dissolved oxygen (DO), temperature, brightness, power of hydrogen (pH), total Nitrogen (t-N) and total phosphate (t-P). The results of the measurement of water quality parameters conducted in Riam Kanan reservoir and laboratory, the result will be made tabulation and diagrams in order to see the difference in each station with the density of floating net cages (KJA). The method used dark bottle and light bottle, data analysis with ANOVA variance analysis by including hypothesis testing for primary productivity. The method used for the determination of trophic stage by looking at water quality standard criteria contained in PerMenLH Number 28 Year 2009 About Capacity Buoyant Water Pollution Load Lake and / or Reservoir. The results showed primary productivity at station 1 with NPP and GPP averaged NPP 119.097 mg C/ m3/hr and GPP of 81.597 mg C/ m3/hr at station 2 of NPP 75,520 mg C/ m3/hr and GPP of 52,430 mg C/ m3/hr and at station 3 of NPP mg C/ m3/hr and GPP 81.423 mg C/ m3/hr with density of floating net cages not affecting primary productivity and Riam Kanan reservoir in trophic level oligotrof waters

    ANALISIS KUALITAS AIR HASIL OLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK TERHADAP KELAYAKAN HIDUP IKAN DI IPAL PEKAPURAN RAYA, PD PAL BANJARMASIN, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: ANALYSIS OF WATER QUALITY OF PROCESSED DOMESTIC LIQUID WASTE TO THE FEASIBILITY OF FISH LIFE IN IPAL PEKAPURAN RAYA, PD PAL BANJARMASIN, SOUTH KALIMANTAN PROVINCE

    Get PDF
    Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah (PD PAL) Banjarmasin merupakan perusahaan yang bergerak di bidang lingkungan dengan berfokus pada pengelolaan limbah domestik sebelum dilepaskan ke lingkungan perairan agar mampu meningkatkan kualitas air sungai di Banjarmasin. Air hasil olahan limbah cair domestik harus mampu memenuhi kelayakan hidup biota perairan khususnya ikan, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang analisis kualitas air hasil olahan limbah cair domestik terhadap kelayakan hidup ikan di IPAL Pekapuran Raya, PD PAL Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Air hasil olahan limbah cair domestik yang dianalisis disesuaikan terhadap SNI perikanan budidaya untuk ikan nila (Oreochromis niloticus Bleeker), ikan patin jambal (Pangasius djambal), ikan mas (Cyprinus Carpio Linneaus) dan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) sebagai penentu kelayakan hidup ikan. Setelah dilakukan penelitian ini, maka didapatkan data bahwa air hasil olahan limbah cair domestik lebih cocok digunakan untuk memelihara ikan patin jambal (Pangasius djambal)   Perusahaan Daerah Pengelola Air Limbah (PD PAL) Banjarmasin is a company engaged in the environment by focusing on domestic waste management before it is released into the aquatic environment in order to improve the quality of river water in Banjarmasin. The processed water of domestic liquid waste must be able to meet the feasibility of aquatic biota life, especially fish, so it is necessary to conduct research on the analysis of water quality of domestic liquid waste processed to the feasibility of fish life in IPAL Pekapuran Raya, PD PAL Banjarmasin, South Kalimantan Province. The processed water of domestic liquid waste analyzed is adjusted to SNI aquaculture fisheries for tilapia (Oreochromis niloticus Bleeker), jambal catfish (Pangasius djambal), carp (Cyprinus Carpio Linneaus) and dumbo catfish (Clarias gariepinus) as determinants of fish life worthiness. After this research, data was obtained that water produced by domestic liquid waste is more suitable for maintaining jambal catfish (Pangasius djambal)

    GELANGGANG REMAJA DI MUARA TEWEH (MUARA TEWEH YOUTH CENTERS)

    No full text
    The importance of non-academic education for teenagers is considered no less important in order to the development of various potentials within them. Teenagers in Muara Teweh were considered quite enthusiastic for participating in various types of activities. However, there are some that are known to be frequent obstacles, including the unavailability of place and facilities, and environments that tend to be determinative. This situation is feared will reduce the interest of teenagers in exploring their potential interests and talents more freely. This is the background of the need to procure a place in the form of a youth center that has a function for accommodating these development activities but also offers a fun atmosphere, dynamic and flexible, so that teens can comfortably carry out their activities. The method that is used is an architectural psychology approach by observing the characteristics of teenagers as a design reference. This is manifested by the concept of a youth cultural space that is applied to architectural elements in both indoor and outdoor space.Pentingnya Pendidikan non-akademik bagi para remaja dinilai tidak kalah penting  dalam  rangka agar berkembangnya berbagai potensi yang ada dalam diri mereka. Para remaja di Muara Teweh dinilai cukup antusias dalam mengikuti berbagai jenis kegiatan tersebut. Namun, terdapat beberapa yang diketahui sering menjadi penghambat diantaranya yaitu tidak tersedianya wadah maupun fasilitas serta lingkungan yang cenderung determinatif. Sehingga ditakutkan akan mengurangi ketertarikan remaja dalam mengeksplorasi potensi minat dan bakat mereka secara lebih leluasa. Hal ini menjadi latar belakangnya perlunya pengadaan tempat berupa youth center yang berperan untuk mewadahi kegiatan pengembangan tersebut namun juga menawarkan suasana kawasan yang menyenangkan, tingkah laku, dinamis dan fleksibel, agar para remaja dapat dengan nyaman melakukan kegiatannya. Metode pendekatan yang dilakukan yaitu melalui Pendekatan PsikoIogi arsitektur dengan memperhatikan karakteristik remaja sebagai acuan perancangan. Hal ini diwujudkan dengan konsep youth cultural space yang diterapkan pada elemen-elemen arsitektur baik pada ruang dalam maupun ruang luar.&nbsp

    KLINIK UTAMA REHABILITASI MEDIK DI BANJARMASIN

    Get PDF
    Along with the development of medical science and society needs Kementerian Kesehatan (Kemenkes) released a program in 2017, called JKN or Jaminan Kesehatan Nasional about improvement and build of quality of health infrastructure. Based on that program Kementrian Kesehatan expects the distribution of health facilities in each region. In Banjarmasin, rehabilitative health facilities is still not enough qualitatively and quantitatively, one of the rehabilitation health facilities is a medical rehabilitation facility. Medical rehabilitation’s patients in Banjarmasin hospitals always increase, so that hospital services become less than optimal, therefore additional outpatient services are needed through the clinic In reality amount of medical rehabilitation clinics are still not spread in Banjarmasin and the quality of clinics in Banjarmasin has not fulfilled the requirements of the physical environment where the physical environment is the biggest factor that affects the healing process. The healing environment approach is used as a method and concept of problem-solving. The method used is to determine and analyze the facts from the medical rehabilitation service, then applying the healing environment aspect to space, both internal and external space. The healing environment aspect consists of nature, senses, and psychology.Seiring perkembangan ilmu kedokteran dan kebutuhan masyarakat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan program di tahun 2017, yakni JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional salah satunya tentang meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan.. Berdasarkan program tersebut Kementerian Kesehatan mengharapkan adanya persebaran fasilitas kesehatan di setiap daerah. Di Banjarmasin fasilitas kesehatan rehabilitatif masih kurang memenuhi secara kualitatif dan kuantitatifnya, salah satu fasilitas kesehatan rehabilitasi yaitu fasilitas rehabilitasi medik. Pasien rehabilitasi medik di rumah sakit di Kota Banjarmasin terus meningkat, sehingga pelayanan di rumah sakit menjadi kurang maksimal, karena itu diperlukan tambahan  pelayanan rawat jalan melalui klinik. Keadaan di lapangan jumlah klinik rehabilitasi medik masih belum tersebar merata di Kota Banjarmasin dan secara kualitas klinik pada Kota Banjarmasin belum memenuhi persyaratan kebutuhan lingkungan fisik dimana lingkungan fisik merupakan faktor terbesar yang mempengaruhi proses penyembuhan. Pendekatan healing environment digunakan sebagai metode dan konsep penyelesaian masalah. Metode yang dilakukan yaitu dengan menentukan dan menganalisis fakta dari pelayanan rehabilitasi medik kemudian menerapkan aspek healing environment ke ruang. Aspek healing environment ini terdiri dari aspek alam, indera, dan psikologi.&nbsp

    REHABILITASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA UNTUK REMAJA DI BANJARBARU

    Get PDF
    Social Rehabilitation of narcotics abuse for adolescents In Banjarbaru is an institution which takes care and maintains adolescents patients who abuse narcotics to recover from their addiction. Social Rehabilitation Design is due to the large number of adolescents who use drugs and there are no special rehabilitation facilities for them yet. Issues raised in this report is how to create the design of social rehabilitation with outer space and inner space that can help the healing process. The method used to solve the issues using a healing environment. From these data, the healing environment concept emerged to create the design of outer space and inner space that can help in healing.Rehabilitasi Sosial Penyalahgunaan Narkoba Untuk Remaja Di Banjarbaru adalah suatu lembaga yang bertugas untuk merawat dan menjaga pasien remaja yang menyalahgunakan narkoba agar pulih dari ketergantungannya. Perancangan Rehabilitasi Sosial ini dikarenakan banyaknya remaja yang menggunakan narkoba dan belum adanya fasilitas rehabilitasi khusus untuk remaja. Permasalahan yang diangkat dari laporan ini adalah bagaimana mewujudkan desain rehabilitasi sosial dengan ruang luar dan ruang dalam yang dapat membantu proses penyembuhan. Metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan yang ada adalah dengan menggunakan healing environment. Dari data tersebut maka muncullah konsep healing environment untuk mewujudkan desain ruang luar dan ruang dalam yang dapat membantu dalam penyembuhan

    GALERI SASIRANGAN DI BANJARBARU

    Get PDF
    Sasirangan is a typical fabric of South Kalimantan that has a variety of types, motifs and techniques. Along with the development era Sasirangan experienced ups and downs of interest due to lack of public knowledge. Sasirangan Gallery is a form to promote sasirangan fabric, facilitating the process of buying and selling sasirangan fabric, providing knowledge to the public about the history, motifs and meaning of sasirangan fabric, and providing sasirangan wastewater treatment. Through the semiotic approach method with an interactive concept, users can understand the information provided by visual form and experience. This semiotic approach method is applied to emphasize the characteristics of Sasirangan motifs that are characteristic of Sasirangan fabrics. The Sasirangan Gallery design concept in Banjarbaru applies an interactive architecture in the building mass and space that refers to the material, texture and color in the space so that visitors can interact directly or indirectly.Sasirangan adalah kain khas dari Kalimantan Selatan yang memiliki keberagaman jenis, motif dan teknik. Seiring perkembangan zaman sasirangan mengalami naik turun peminat akibat kurangnya pengetahuan masyarakat. Galeri Sasirangan ini merupakan wujud untuk mempromosikan kain sasirangan, mewadahi proses jual beli kain sasirangan, memberikan pengetahuan pada masyarakat tentang sejarah, motif dan makna kain sasirangan, serta menyediakan pengolahan air limbah sasirangan. Melalui metode pendekatan semiotika dengan konsep interaktif, pengguna bisa memahami informasi yang diberikan dengan bentuk visual maupun pengalaman. Metode pendekatan semiotika ini diterapkan untuk menekankan karakteristik motif sasirangan yang menjadi ciri khas kain sasirangan. Konsep perancangan Galeri Sasirangan di Banjarbaru menerapkan arsitektur interaktif di bagian massa bangunan dan ruang yang mengacu pada material, tekstur dan warna pada ruang agar pengunjung dapat berinteraksi secara langsung  maupun tidak langsung

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇