Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
PERPUSTAKAAN KOLABORATIF (MAKERSPACE LIBRARY) DI BANJARBARU
The library in Banjarbaru is still considered as nothing more than a place to read books and the books themselves are only old book collections, this creates a stigma that libraries do not develop according to the needs of people who are too dependent on digitalization and technology. This is the underlying reason why people lack interest in visiting the library. Therefore, it is necessary to develop a library as a new face of public space that can accommodate activities for collaboration and offer social networks for the Banjarbaru community. The purpose of designing a Collaborative Library (Makerspace Library) in Banjarbaru is to create an educated, accustomed to reading, and highly cultured community. Through the library, people can exchange information and knowledge. Saat ini perpustakaan di Banjarbaru masih dianggap tidak lebih hanya sebuah tempat untuk membaca buku dan buku-buku yang adapun hanyalah koleksi buku lawas, hal ini menimbulkan stigma bahwa perpustakaan tidak berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sudah terlalu bergantung dengan digitalisasi dan teknologi. Inilah yang mendasari faktor kurangnya minat untuk berkunjung ke perpustakaan. Oleh sebab itu, perlu direncanakan sebuah perpustakaan sebagai wajah baru ruang publik yang dapat mewadahi aktivitas untuk saling berkolaborasi dan menawarkan nilai tambah berupa jaringan sosial (social network) bagi masyarakat Banjarbaru. Tujuan dari perancangan Perpustakaan Kolaboratif (Makerspace Library) di Banjarbaru adalah agar terciptanya sebuah image baru sebuah perpustakaan di Banjarbaru dengan penerapan fungsi baru sehingga terwadahinya aktifitas saling berkolaborasi antara pengguna perpustakaan dalam berbagai macam aspek ilmu pengetahuan dan skill dengan maksud saling memperoleh nilai tambah untuk perkembangan zaman
TAMAN AIR RAMAH ANAK DI KOTA PELAIHARI
The Child Friendly Water Park in Pelaihari City is designed with Child Friendly Playroom Standards so that children can play safely and comfortably, and learn to recognize water from an early age. The method used in this design is "Behavioral Architecture" with children's behavior as the main design consideration. The design approach uses a "Psychological Approach" with child psychology as the main approach in this design. Considering the number of visitors who come, the concept of the program used is "Flexibility". Garden elements and spaces are made with various functions and forms following a predetermined program concept. It is hoped that with this park children can play safely and comfortably and can learn to recognize water from an early age with fun.Taman Air Ramah Anak di Kota Pelaihari dirancang dengan Standar Ruang Bermain Ramah Anak agar anak dapat bermain dengan aman dan nyaman, serta belajar mengenal air sejak dini. Metode yang digunakan pada perancangan ini adalah “Arsitektur Perilaku” dengan perilaku anak sebagai pertimbangan utama desain. Pendekatan desain menggunakan “Pendekatan Psikologi” dengan psikologi anak sebagai pendekatan utama dalam desain ini. Mempertibangkan pengunjung yang datang sangat beragam maka konsep program yang digunakan adalah “Flexibility”. Elemen dan ruang taman dibuat dengan beragam fungsi dan bentuk mengikuti konsep program yang telah ditentukan. Diharapkan dengan adanya taman ini anak-anak dapat bermain dengan aman dan nyaman serta dapat belajar mengenal air sejak dini dengan menyenangkan
PUSAT OLAHRAGA BOLA VOLI TANAH BUMBU
The design of the Tanah Bumbu Volleyball Sports Center was motivated by the many people’s interest in Tanah Bumbu Regency in the sport of volleyball. With quite a lot of public interest, but the existing volleyball sport facilities and infrastructure are quite limited because there is only an outdoor volleyball field and the existing volleyball sport field standards are still lacking. The purpose of designing the Tanah Bumbu Volleyball Sport Center is as a place that complies with the standards to accommodate all volleyball sports and activities. The application of the concept of standardization by applying standards to the design is found in the plan, appearance, interior layout, outer space and color. Perancangan Pusat Olahraga Bola Voli Tanah Bumbu ini dilatarbelakangi oleh banyaknya minat masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu terhadap olahraga bola voli. Dengan cukup banyaknya minat masyarakat, namun sarana dan prasarana olahraga bola voli yang ada cukup terbatas karena hanya ada lapangan bola voli outdoor dan standar lapangan olahraga bola voli yang ada masih kurang. Tujuan dirancangnya Pusat Olahraga Bola Voli Tanah Bumbu ini adalah sebagai tempat yang sesuai dengan standar untuk mewadahi seluruh aktivitas dan kegiatan olahraga bola voli. Penerapan konsep standarisasi dengan menerapkan standar pada rancangan terdapat pada denah, tampak, tata ruang dalam, tata ruang luar dan warna
PRARANCANGAN PABRIK SODIUM TRIPOLYPHOSPHATE DARI ASAM FOSFAT DAN NATRIUM KARBONAT DENGAN PROSES POLIKONDENSASI KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN
Sodium tripolyphosphate (Na5P3O10) merupakan senyawa organik padat yang termasuk kelompok senyawa condensed inorganic phosphate. Sodium tripolyphosphate digunakan dalam skala besar sebagai komponen produk rumah tangga dan industri. Kebutuhan STPP diperkirakan akan terus meningkat seiring tingginya pertumbuhan konsumsi perkapita maupun pertambahan penduduk Sehingga sangat tepat apabila di Indonesia didirikan pabrik STPP, dengan tujuan utama yaitu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang cenderung meningkat setiap tahunnya,Pabrik ini direncanakan beroperasi selama 330 hari/tahun dengan kapasitas produk STPP sebesar 50.000 ton/tahun dan rencana didirikan pada tahun 2025.
Pembuatan sodium tripolyphosphate pada prarancangan pabrik ini adalah netralisasi asam fosfat dengan natrium karbonat pada tekanan 1 atm dan suhu 90 °C, dimana reaktor yang digunakan adalah reaktor tangki berpengaduk (RTB) dan reaksi bersifat eskotermis (menghasilkan panas). Keluaran reaktor yang sudah melalui proses penetralan berupa larutan ortofosfat dialirkan ke crystallizer sehingga terbentuk butiran kristal dan cairannya dipisahkan menggunakan centrifuge. Produk kemudian dikeringkan ke dalam rotary dryer pada tahap pertama, kemudian dikeringkan lagi lebih lanjut pada rotary kiln. Reaksi antara mono dan disodium fosfat terjadi didalam rotary kiln sehingga menghasilkan produk STPP dengan kemurnian 91%.
Perusahaan berbentuk PT dengan sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian menurut jam kerja yang terdiri dari shift dan non-shift dengan tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 126 orang. Didapatkan hasil (TCI) sebesar Rp 1.313.480.572.431 dan hasil penjualan sebesar Rp 1.374.782.767.928. Return of Investment (ROI) sebesar 14%. Pay Out Time (POT) sebesar 4,24 tahun. Sehingga diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 45% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 22%.
Kata kunci: Asam fosfat, natrium karbonat, ortofosfat, STT
PRARANCANGAN PABRIK HEXAMETHYLENEDIAMINE DARI ADIPONITRIL DENGAN PROSES HIDROGENASI KAPASITAS PRODUKSI 85.000 TON/TAHUN
Hexamethylenediamine (C6H16N2) merupakan padatan tidak berwarna yang merupakan bagian penting dalam industri. Produk ini adalah bahan baku utama pada pabrik pembuatan nylon-66 yang digunakan secara luas untuk pembuatan nylon tire cord (kain ban), tekstil dan plastik. Perancangan pabrik Hexamethylenediamine ini direncanakan akan didirikan pada tahun 2025 dengan kapasitas 85.000 ton/tahun.
Hexamethylenediamine dibuat dari bahan baku adiponitril dengan proses hidrogenasi, menggunakan katalis cobalt. Reaksi berlangsung dalam fixed bed reactor multytube pada temperature 150 oC dan tekanan 340 atm. Pemurnian produk dilakukan dalam 2 buah menara distilasi, menara distilasi pertama akan memisahkan amonia dan menara distilasi kedua akan memisahkan hexamethylenediamine dengan adiponitril yang tidak terkonversi. Setelah itu produk hexamethylenediamine dengan bantuan pompa dialirkan melewati cooler untuk diturunkan temperaturnya sampai 35 oC. Produk akhir berupa hexamethylenediamine yang selanjutnya disimpan pada tangki penyimpanan produk. Yield dari proses ini diperkirakan mencapai 99%. Pemenuhan air diperoleh dari Sungai Nerakat sebanyak 693.693.897,761 kg/jam. Sedangkan kebutuhan listrik untuk operasional pabrik sebesar 9,892,0427 kWatt. Bahan bakar untuk generator tersebut terpakai diesel oil sebanyak 7759,5012 liter/jam.
Nilai Return on Investment (ROI) sesudah pajak untuk pabrik ini adalah sebesar 23,89 % dan waktu pengembalian modal (POT) sesudah pajak adalah 2,8 tahun. Sedangkan kapasitas Break Even Point (BEP) adalah sebesar 50 %, dan kapasitas Shut Down Point (SDP) adalah 26,2%. Berdasarkan ilai-nilai tersebut, pabrik ini layak untuk didirikan dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik
Kata kunci: adiponitril, cobalt, hexamethylenediamine, hidrogenasi
PRARANCANGAN PABRIK DIKALSIUM FOSFAT DIHIDRAT DARI ASAM FOSFAT DAN KALSIUM HIDROKSIDA DENGAN PROSES NETRALISASI KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN
Kebutuhan Indonesia terhadap Dicalcium Phosphate Dihydrate (CaHPO4.2H2O atau DCPD) cukup tinggi. Perancangan Pabrik Dikalsium Fosfat Dihidrat digunakan untuk mengurangi impor di Indonesia. Kapasitas yang dirancang sebesar 50,000 ton/tahun. Pabrik Dicalcium Phosphate Dihydrate dibuat dari kalsium hidroksida dan asam fosfat dengan menggunakan reactor CSTR. Bahan baku dimasukkan ke dalam Mixer (M-130) dan (M-140) untuk selanjutnya diproses kedalam Reaktor (R-210) bersamaan dengan hasil keluaran dari Evaporator (V-340). Produk keluaran Reaktor (R-210) akan dimasukkan ke dalam Centrifuge (H-310) untuk memisahkan produk DCPD dari H2O dan impurities yang terkandung. Keluaran centrifuge dialirkan ke kristallizer (X-320) untuk proses pembentukan kristal DCPD dan Sebagian di recycle ke Evaporator (V-340). Keluaran kristallizer dimasukkan ke Rotary Vacuum Drum Filter (H-330) untuk pisahkan cake dan filtrat dan Sebagian dialirkan ke Evaporator (V-340). Keluaran Rotary Drum Vacuum Filter (H-330) berupa padatan DCPD dialirkan ke Bin (F-350)
Produk DCPD dipacking dan disimpan dalam Gudang (F-370). Pabrik ini memiliki dua alat utama yaitu Reaktor (R-210) dan Evaporator (V-340). Instrumen yang digunakan adalah TIC, LC, LIC, FC dan WIC yang dipasang pada masing-masing alat. Selain itu Pabrik ini dilengkapi dengan alat Safety untuk menjaga keamanan di Pabrik. Pabrik Dikalsium Fosfat Dihidrat didirikan di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik alasannya karena daerah tersebut merupakan daerah strategis dan luas pabrik sebesar 28.580 m2. Luas tersebut digunakan untuk area proses dan utilitas serta kebutuhan karyawan seperti kantor dan masjid. Pabrik ini memerlukan 200 orang karyawan untuk menunjang operasional pabrik. Selain itu, untuk menunjang kebutuhan proses pabrik, maka diperlukan unit utilitas yang terdiri dari air, steam, listrik, bahan bakar. Air diambil dari sungai Bengawan Solo sebanyak 3.749,2154 m3/hari. Sedangkan kebutuhan listrik yang diperlukan pabrik sebesar 299,2136 kW.
Hasil Analisa ekonomi menunjukkan bahwa nilai Return on Invesment (ROI) sebelum dan sesudah pajak sebesar 41% dan 27%, Pay Out Time (POT) sebelum dan sesudah pajak sebesar 2,02 tahun dan 2,86 tahun, Interest Rate of Return (IRR) sebesar 25,47%. Sedangkan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 57% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 34%. Nilai-nilai tersebut sudah sesuai dengan ketentuan dan dinyatakan layak untuk didirikan.
Kata kunci : dikalsium fosfat dihidrat, asam fosfat, kalsium hidroksida, netralisasi
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENAM LANTAI GULING DEPAN MELALUI PERMAINAN DAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 1 SIMPANG EMPAT TANAH BUMBU
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui meningkatnya hasil pembelajaran keterampilan senam lantai guling depan dengan menggunakan metode permainan dan media audio visual pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Simpang Empat Tanah Bumbu. Jenis penelitian tindakan kelas (PTK) adalah yang dipakai dalam penelitian ini, dengan model penelitian tindakan kelas yang terdiri dari empat komponen dalam satu siklus yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengambilan data diperoleh melalui pengamatan pada saat waktu proses belajar mengajar berlangsung. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Simpang Empat Tanah Bumbu tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 27 peserta didik, yang terdiri dari 13 anak putra dan 14 anak putri.
Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil pada pertemuan siklus I yaitu belum memenuhi target kriteria ketuntasan minimal (KKM). Pada siklus I Kesalahan dan kekurangan akan dievaluasi, dan disempurnakan pada pertemuan siklus ke-II dan hasil yang didapat meningkat lebih pesat dari yang didapat pada siklus I. Setelah penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan menggunakan dua siklus dan dilakukan analisis peneliti menyimpulkan upaya peningkatan hasil pembelajaran senam lantai guling depan menggunakan metode bermain dan media audio visual meningkat sesuai dengan yang diharapkan
Kemanjuran Beberapa Jenis Pestisida Botani Terhadap Ulat Grayak (Spodoptera Litura F.) di Rumah Kawat
Salah satu kendala yang menurunkan produksi tanaman kedelai yaitu adanya gangguan organisme pengganggu tanaman. Salah satunya adalah ulat grayak yang menyebabkan kerusakan dan penurunan produksi hasil pada tanaman kedelai. Oleh karena itu perlu adanya tindakan untuk mengendalikan hama tersebut dengan mengaplikasikan pestisida botani yang ramah dan aman bagi lingkungan, sekaligus bertujuan mengurangi penggunaan pestisida kimia. Daun Kepayang, daun Kirinyuh dan daun Bintaro diketahui bermanfaat sebagai pestisida botani bagi organisme pengganggu tanaman. Beberapa penelitian menunjukkan ketiga daun tersebut memiliki senyawa kimia yang dapat menjadi anti feedant. Penelitian menunjukkan hasil pemberian pestisida botani Kepayang rata-rata berpengaruh terhadap mortalitas ulat grayak pada perlakuan langsung terhadap ulat dan pestisida botani Kirinyuh rata-rata berpengaruh terhadap mortalitas ulat grayak pada perlakuan langsung terhadap tanaman kedelai
PEMETAAN TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS TRANSPORTASI PADA JALAN BELITUNG DARAT KOTA BANJARMASIN
Penelitian mengenai tingkat kebisingan akibat aktivitas transportasi di Jalan Belitung Darat perlu dilakukan untuk menentukan tingkat kebisingan yang terjadi pada wilayah studi. Penelitian dilakukan dalam tujuh interval waktu dan dilakukan pada sepuluh titik sampling. Data kemudian diolah menggunakan metode sesuai dengan PerGub KalSel 053/2007. Selanjutnya dilakukan pemetaan tingkat kebisingan di sepanjang Jalan Belitung Darat dengan bantuan Program Surfer®. Pada penelitian ini juga dilakukan pengkorelasian antara tingkat kebisingan yang terjadi dengan jumlah kendaraan yang melintas di wilayah studi. Dari penelitian yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa tepat di pinggir jalan pada wilayah studi tingkat kebisingannya berkisar antara 74,1 dBA – 76,8 dBA. Kebisingan yang terjadi memiliki korelasi yang kuat dengan 86,7% kebisingan berasal dari aktivitas transportasi (jumlah kendaraan). Hasil Pemetaan tingkat kebisingan yang terjadi tepat dipinggir jalan pada wilayah studi berkisar antara 55 dBA - 77 dBA dan semakin jauh dari jalan raya tingkat kebisingan semakin menurun
PERBEDAAN RASIO C/N KOMPOS SAMPAH ORGANIK DAN DEDAUNAN SEGAR AKIBAT VARIASI LAMA WAKTU PEMBALIKAN DENGAN METODE RAK BOX DI TPS 3R ALDI LESTARI BANJARMASIN
Sampah masih menjadixpermasalahan penting dalam pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin. Untuk memecahkan permasalahan tersebut pemerintah mempunyai alternatif yang dapat melibatkanxperan serta masyarakat serta meningkatkan upaya daur ulang sampah yaitu dengan adanya TPS 3R atau Tempat Pengelolaan Sampah (reuse, reduce, recycle) berbasis masyarakat. Salah satu upaya TPS 3R yaitu composting yang terdapat di TPS 3R Aldi Lestari. Metode composting yang digunakan yaitu open windrow rak box dimana metode ini merupakanxmetode baru dalam proses composting. Dalam penelitian ini dilakukan analisis tentang kualitas kompos dan rasio C/N terhadap variasi lama waktu pembalikan 3 hari, 5 hari dan 7 hari dengan menggunakanxbahan dasar sampahxorganik dan daun segar. Tumpukan akan dibangun sebanyak 6 tumpukan dengan ukuran panjang 110 cm, lebar 30 cm, tinggi 30 cm dan berat tumpukan 30 kg. Analisis rasio C/N dilakukan setiap 3 hari, 5 hari dan 7 hari sesuai jadwal pembalikan selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan pada pengambilan sampel pertama masing-masing variasi telah menunjukkan Rasio C/N 19; 15,6; 16,2 yang berarti telah sesuai dengan SNI 19-7030-2004. Namun rasio C/N tanah yang baik berkisar 10-12, sehingga yang memenuhi kategori ini ditunjukkan pada ditunjukkan pada hari ke-15 variasi pembalikan 3 hari yaitu 10,86, hari ke-15 variasi pembalikan 5 hari yaitu 12,93 dan hari ke-21 variasi pembalikan 7 hari yaitu 10,6