Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    THE STUDENTS' ATTITUDE TOWARDS ENGLISH CLASSROOM SPEAKING ACTIVITIES AT SENIOR HIGH SCHOOL

    No full text
    English as a universal language is now provided in the school curriculum in Indonesia, which includes speaking skills with various classroom activities. However, some people take it for granted in which it is related to attitude. Students' attitude may affect language learning. Thus, it is an important matter if the students have positive or negative attitudes, including three aspects: affective, behavioral, and cognitive. Therefore, after knowing its importance, the researcher researched students' attitude towards English speaking activities in the classroom. To be exact, this research was aimed to describe students' attitudes towards English speaking activities in classrom in which the subjects of this research were tenth grade students of SMA Negeri 2 Banjarmasin with 87 students in total. In this case, the researcher used Descriptive method with qualitative and quantitative approach. In this case, this research used 5-point likert scale questionnaires, structured interviews, and 3 times observation. The result indicated that the students of SMA Negeri 2 Banjarmasin majorly had a positive attitude towards English speaking activities in the classroom, including the three aspects of attitude. Affectively, the students indicated their fondness and enthusiasm towards the English speaking activities in classroom. Behaviorally, they also indicated good behavior as they participated in the English classrom activities well. Cognitively, the students believed that English speaking activities were important and beneficial. In contrast, some students who had a negative attitude affectively, behaviorally, and cognitively indicated the opposite way. As suggestions, the teachers should prepare suitable learning strategies such as discussion, roleplay, or communication games due to the need of the various characteristic of students in the classroom regarding to their attitude. &nbsp

    EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 24 BANJARMASIN

    Get PDF
    Proses pembelajaran adalah salah satu unsur penentu bagaimana lulusan yang akan dihasilkan oleh sistem pendidikan apakah baik atau tidak. Berdasarkan pengamatan peneliti terhadap kelas VIII di SMPN 24 Banjarmasin, hasil belajar siswa masih belum maksimal. Hal ini disebabkan oleh kurang efektifnya proses pembelajaran, terlihat dari tidak tepatnya model pembelajaran yang digunakan. Sehingga, perlu solusi inovatif guna memperbaiki permasalahan tersebut yaitu model Problem Based Learning (PBL). Berdasarkan paparan tersebut dilakukan penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 24 Banjarmasin dan proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran langsung, (2) hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 24 Banjarmasin dan proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran PBL, (3) keefektivitasan model pembelajaran PBL terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 24 Banjarmasin. Penelitian menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan desain Nonequivalent Group Posttest Only Design. Populasinya yakni seluruh siswa kelas VIII SMPN 24 Banjarmasin. Sampel diambil dengan cara purposive sampling serta dilakukan uji pendahuluan dan uji beda sehingga diperoleh kelas VIII F juga kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan kontrol. Teknik pengumpulan data berupa tes evaluasi akhir. Statistika deskriptif dan statistika inferensial digunakan sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: (1) hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 24 Banjarmasin dan proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran langsung berada pada kualifikasi gagal, (2) hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 24 Banjarmasin dan proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran PBL berada pada kualifikasi baik, (3) model pembelajaran PBL efektif diterapkan di SMPN 24 Banjarmasin

    KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH OPEN ENDED MENGGUNAKAN MODEL JUCAMA

    Get PDF
    Perkembangan teknologi dan informasi pada saat ini tidak dapat dipungkiri merupakan buah dari kemampuan berpikir kreatif individu. Kemampuan berpikir kreatif individu didorong keinginan untuk hidup lebih baik dan sejahtera di tengah kondisi lingkungan yang sangat terbatas. Untuk itu diperlukan kemampuan berpikir kreatif dalam menghadapi dan mengatasinya. Berlandaskan diskusi yang dilakukan di SMPN 32 Banjarmasin bersama Guru Matematika kelas VIII didapat bahwa kecakapan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah open-ended masih kurang, siswa kebingungan dalam menganalisis soal yang tidak sama cara penyelesaian dengan yang dikerjakan guru. Dibutuhkan model pembelajaran yang dapat memberi peningkatan terhadap kecakapan berpikir kreatif melalui model JUCAMA (Pengajuan Masalah dan Pemecahan Masalah). Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah open-ended menggunakan model JUCAMA di kelas VIII SMPN 32 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjeknya siswa kelas VIII-A SMPN 32 Banjarmasin. Objek penelitian ini adalah kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah open-ended menggunakan model JUCAMA. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir kreatif. Data dianalisis dengan berpedoman pada pengkategorian kemampuan bernalar kreatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah open ended secara keseluruhan berada pada kategori Cukup Kreatif. Untuk indikator kelancaran berada pada kategori kreatif, indikator keluwesan berada pada kategori cukup kreatif, indikator keaslian berada pada kategori cukup kreatif dan indikator elaborasi berada pada kategori cukup kreatif

    KAJIAN JENIS LOBSTER (Panulirus sp) YANG DIKIRIM DARI KALIMANTAN SELATAN DAN KEBIJAKANYA: STUDY OF TYPES OF LOBSTER (Panulirus sp) SENT FROM SOUTH KALIMANTAN AND ITS POLICIES

    Get PDF
    Komoditas perikanan unggulan salah satunya yaitu Lobster (Panulirus spp.)  Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan dirancang untuk dijual untuk konsumsi dalam dan luar negeri (ekspor). Lobster merupakan salah satu komoditi perikanan yang sering dilalulintaskan antar area melalui bandara Syamsudin noor Kalimantan Selatan. Terdapat tiga jenis spesies lobster yang dikirim keluar Kalimantan Selatan melalui Bandara Syamsudinoor yaitu Lobster Bambu, Lobster Mutiara dan Lobster Pakistan. Analisis Uji Paired Sample T Test yaitu 597 berarti < 0.05 menujukkan adanya perbedaan yang signifikan atau perubahan signifikan dengan adanya perubahan kebijakan Menteri Perikanan Nomor 01 Tahun 2015 yang direvisi menjadi peraturan Menteri Kelautan dan perikanan Nomor 56 Tahun 2016 mengenai pengiriman dan penangkapan lobster ada perubahan signifikan jika dilihat dari pengiriman lobster. One of the leading fisheries commodities, namely Lobster (Panulirus spp.) Indonesia which has high economic value and is designed to be sold for domestic and foreign consumption (export). Lobster is one of the fishery commodities that is often trafficked between areas through Syamsudin noor airport, South Kalimantan. There are three types of lobster species sent out of South Kalimantan through Syamsudinoor Airport, namely Bamboo Lobster, Pearl Lobster and Pakistan Lobster. Analysis of the Paired Sample T Test, which is 597 means < 0.05, indicating a significant difference or significant change with the change in the policy of the Minister of Fisheries Number 01 of 2015 which was revised to become the regulation of the Minister of Maritime Affairs and Fisheries Number 56 of 2016 regarding the shipping and catching of lobsters there is a significant change if judging by the lobster delivery. &nbsp

    STUKTUR KOMUNITAS IKAN KARANG DI PERAIRAN TIMUR PULAU MARADAPAN KECAMATAN PULAU SEMBILAN KABUPATEN KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: COMMUNITY STRUCTURE OF REEF FISH IN THE WATER SEAST OF THE ISLAND OF MARADAPAN DISTRIK PULAU SEMBILAN KOTABARU REGENCY SOUTH KALIMANTAN PROVINCE

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas daya tampung settling pond terhadap limbah galian batubara, mengetahui efektifitas daya tampung setiap kolam pada settling pond 02 terhadap beban pencemar TSS dari hasil limbah batubara yang ada di PT. Anugerah Lumbung Energi Site Kintap. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode Grab Sampling yang dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan dengan 15 titik dengan interval waktu ± 21 hari. Analisis hasil dilakukan dengan menggunakan rumus perhitungan Daya Tampung Beban Pencemar (DTBP). Analisis tersebut digunakan untuk mengetahui daya tampung beban pencemar pada setiap kolam di settling pond 02. Berdasarkan hasil perhitungan DTBP pada pengukuran pertama, kedua, dan ketiga, hanya terdapat beberapa hasil yang positif yaitu pada titik 3, titik 5, titik 14 dan titik 15 pada pengukuran kedua, serta titik 2, titik 6, titik 8, titik 11, titik 13, titik, 14 dan titik 15 pada pengukuran ketiga. This study aims to determine the effectiveness of carrying capacity of settling pond for coal mining wastewater, determine the effectiveness carrying capacity of each pond from settling pond 02 for pollution load of total suspended solids of mine wastewater in PT. Anugerah Lumbung Energi Site Kintap. The data collection method used is the grab sampling method which done 3 times in 15 points with time interval ± 21 days. The analysis was done using the calculation formula of the pollution load carrying capacity (DTBP). The analysis is used to determine pollution load carrying capacity in each pond in settling pond 02. Based on the pollution load carrying capacity calculation results on the first, second, and third measurements, there are only a few positive results on the second measurement that is at point 3, point 5, point 14 and point 15 and on the third measurement that is at point 2, point 6, point 8, point 11, point 13, point, 14 and point 15

    HUBUNGAN KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN KELAS V A SDN 1 GUNTUNG MANGGIS

    Get PDF
    Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan peserta didik kelas V A SDN 1 Guntung Manggis. Adapun Penelitian yang digunakan adalah ex post facto korelasi. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah kelas V A yang mana kelas V terdiri dari 2 rombongan belajar yang ada di SDN 1 Guntung Manggis. Jumlah sampel dalam penelitian ini 28 peserta didik. “Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner berupa angket untuk memperoleh data variabel kebiasaan belajar dan studi dokumentasi untuk memperoleh data variabel prestasi belajar”. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan hasil analisis data tingkat kualitas kebiasaan belajar peserta didik kelas V A SDN 1 Guntung Manggis adalah sangat baik. Rerata prestasi belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang diperoleh adalah 89,5. Hasil prestasi belajar yang diperoleh adalah sangat baik. Tidak adanya korelasi yang cukup kuat antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar mata pelajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan pada peserta didik kelas V A SDN 1 Guntung Manggis. Hal ini berarti apabila kebiasaan belajar PJOK baik/kurang maka tidak akan berpengaruh terhadap prestasi belajar

    PERSEPSI SISWA, ORANG TUA, DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII-A DI MTSN 2 BANJARMASIN

    Get PDF
    Mendeskripsikan persepsi siswa, orang tua, dan guru terhadap penggunaan E-learning dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII-A di MTsN 2 Banjarmasin merupakan tujuan penelitian ini. Jenis penelitian yang berupa deskriptif-kuantitatif dengan sumber data penelitian ialah 27 siswa, 1 guru Bahasa Indonesia, dan 27 orang tua siswa. Instrumen penelitian ialah angket. Teknik pengumpulan data melalui angket. Teknik analisis ialah dengan tahapan menyaring data, menyajikan data, dan menyimpulkan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap penggunaan E-learning memeroleh skor rerata 119,4 dengan kategori sangat baik. Hasil ini sejalan dengan persepsi orang tua dengan skor rerata 115,72 dengan kategori sangat baik. Persepsi guru juga memiliki kategori baik karena memeroleh nilai rerata 4,25. Berdasarkan hasil persepsi siswa, guru, dan orang tua, dapat disimpulkan bahwa penggunaan E-learning memiliki persepsi yang sangat baik dan baik. Selain itu, siswa mengharapkan ada saran lain yang dapat digunakan dalam E-learning

    PERSEPSI PESERTA DIDIK TERHADAP PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X IPA SMAN 1 BANJARMASIN

    Get PDF
    Persepsi berarti kemampuan untuk memahami dan melihat, serta mengintepretasikan stimulan sehingga memberikan hasil sesuatu yang memiliki arti. Kualitatif-deskriptif merupakan jenis dan metode yang digunakan pada penelitian ini. Hasil wawancara mengungkapkan bahwa penggunaan Google Classroom dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X IPA mudah dipahami bagi peserta didik dan aktif pada kegiatan pembelajaran. Selanjutnya, hasil observasi menunjukkan hasil kerja peserta didik bagus, aktif, disiplin, dan paham dengan penggunaan Google Classroom. Hasil penelitian pada persepsi peserta didik kelas X IPA SMAN 1 Banjarmasin mengenai pernyataan satu, tiga, empat, dan enam mayoritas peserta didik menyatakan netral. Pernyataan dua, lima, dan tujuh peserta didik dominan menyatakan sesuai, serta pada pernyataan delapan peserta didik dominan menyatakan tidak sesuai. Akan tetapi, pada pernyataan ketiga terdapat peserta didik yang menyatakan sangat sesuai karena kesulitan dalam memahami materi dan bertanya. Selanjutnya, pada pernyataan kedelapan terdapat peserta didik yang menyatakan sangat sesuai karena tenggat waktu pengumpulan tugas yang diberikan terlalu cepat dan masih memerlukan akses internet yang memadai. Dengan demikian, persepsi peserta didik terhadap penggunaan Google Classroom ialah baik dan menunjukkan pembelajaran tatap muka masih dibutuhkan

    HASRAT DAN RASIONALITAS TOKOH UTAMA PADA KUMPULAN CERPEN ATRAKSI LUMBA-LUMBA KARYA PRATIWI JULIANI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasrat dan rasionalitas tokoh utama dalam buku kumpulan cerpen Atraksi Lumba-Lumba karya Pratiwi Juliani. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud dengan jenis penelitian kualitatif dan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa analisis penokohan. Hasil dari penelitian ini yaitu hasrat yang muncul pada tiga belas tokoh utama dalam buku kumpulan cerpen Atraksi Lumba-Lumba karya Pratiwi Juliani meliputi perasaan rindu, keinginan terhadap sesuatu, keinginan menjaga perasaan, perasaan curiga, perasaan cemas, dan perasaan menyesal. Sementara itu, rasionalitas yang paling sering muncul dalam buku kumpulan cerpen Atraksi Lumba-Lumba karya Pratiwi Juliani yaitu rasionalitas instrumental

    PUSAT PELAYANAN AUTIS DI BANJARBARU

    Get PDF
    Autism is not a disease, but rather a spectrum disorder in the brain that causes autistic people cannot be completely cured. The best thing that can be done is to provide appropriate care to help people with autism adjust to their conditions, both therapeutically and educatively. Adequate facilities are urgently needed to develop and explore the potential that exists in every autistic person. The service facilities available at this time are still not good enough in terms of safety and comfort, and have not been able to meet the needs of people with autism to support their personal development activities. So that it is felt necessary to have a special Care Center for people with autism who are able to be a good and appropriate means of therapy and learning for people with autism to develop their abilities. This was realized by using the Human Centered Design (HCD) method and the concept of applying the principles of The Autism ASPECTSS Design Index to create a good and appropriate Autism Care Center, and in accordance with the characteristics and needs of people with autism.Autisme bukanlah sebuah penyakit, melainkan merupakan gangguan atau kelainan spektrum pada otak yang mengakibatkan para penyandang autis tidak dapat disembuhkan secara total. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan perawatan yang tepat untuk membantu penyandang autis menyesuaikan diri dengan kondisinya, baik secara terapik maupun edukatif. Fasilitas yang memadai sangat dibutuhkan untuk mengembangkan dan menggali potensi yang ada pada setiap penyandang autis. Fasilitas pelayanan yang tersedia saat ini masih belum cukup baik ditinjau dari segi keamanan maupun kenyamanan, dan belum mampu memenuhi kebutuhan para penyandang autis untuk mendukung kegiatan pengembangan diri mereka. Sehingga dirasa perlu adanya Pusat Pelayanan khusus untuk para penyandang autis yang mampu menjadi sarana terapi dan pembelajaran yang baik dan tepat untuk penyandang autis mengembangkan kemampuan diri mereka. Hal tersebut diwujudkan dengan menggunakan metode Human Centered Design (HCD) dan konsep penerapan prinsip The Autism ASPECTSS Design Index untuk menciptakan Pusat Pelayanan Autis yang baik dan tepat, serta sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan para penyandang autis

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇