Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemberian Pestisida Nabati Biji Pinang Muda Terhadap Moluska Non Target
Telah dilakukan penelitian pengaruh pemberian pestisida nabati biji pinang muda sebagai pestisida nabati terhadap mortalitas moluska non target.. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan 4 perlakuan tingkat konsentrasi E0 (kontrol), E1 (20%), E2 (30%) dan E3 (40%) dengan 3 ulangan. Larutan pestisida nabati biji pinang muda pada konsentrasi 40% mampu mematikan moluska non target dengan mortalitas sebesar 55% untuk siput cangkang, persentase mortalitas sebesar 56,67% untuk siput tutut dan persentase mortalitas 95% untuk keong mas
Pemanfaatan Serbuk Kulit Durian Sebagai Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Fusarium oxysporum Penyebab Penyakit Moler Pada Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)
Fusarium oxysporum merupakan penyakit penting pada bawang merah. Gejala khas yang ditimbulkan berupa daun yang memelintir sehingga penyakit ini dikenal dengan sebutan penyakit moler. Pengendalian yang paling sering digunakan adalah dengan menggunakan pestisida kimia. Memperhatikan dampak negatif dari pestisida kimia berupa kerusakan lingkungan dan terancamnya kesehatan makhluk hidup non target maka salah satu solusinya adalah dengan menggunakan pestisida nabati yang ramah lingkungan dan lebih aman seperti memanfaakan kulit buah durian. Kulit buah durian telah dikonfirmasi mengandung senyawa yang bersifat sebagai antifungi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi kulit durian dalam bentuk serbuk sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan penyakit F. oxysporum pada tanaman bawang merah. Penelitian dilakukan dalam 2 tahap yaitu in vitro dan in vivo. Metode penelitian yang dilakukan pada in vivo adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan (kontrol negatif (Inokulasi F. oxysporum), kontrol positif (F. oxysporum+Fungisida (Benomil), Serbuk kulit durian 0,125 kg/ha + F. oxysporum, Serbuk kulit durian 0,25 kg/ha + F. oxysporum, Serbuk kulit durian 0,375 kg/ha+ F. oxysporum) dan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan serbuk kulit durian berpotensi dijadikan sebagai pestisida karena mampu menghambat pertumbuuhan F. oxysporum baik secara in vitro ataupun in vivo
Intensitas Serangan Penyakit Antraknosa yang Disebabkan Oleh Colletotrichum sp. pada Tanaman Cabai Rawit dan Cabai Besar di Desa Karya Maju Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala
Anthracnose disease caused by Colletotrichum sp. is a disease that becomes one of the obstacles to production that causes large yield losses. Anthracnose is a disease that is difficult to eradicate because it can survive in the soil for quite a long time by spreading through splashes of water, air, agricultural equipment and others. This research aims to identify the intensity of anthracnose disease caused by Colletotrichum sp. This research procedure uses stratified purposive random sampling on fruit affected by anthracnose disease. The results of the calculation of the intensity of anthracnose disease in cayenne pepper are 48.29% and large chilies are 10.28%. Comparison of resistance levels of this variety is influenced by aspects of the pathogen, host plant and the environment.Penyakit antraknosa yang diakibatkan oleh Colletotrichum sp. ialah penyakit yang jadi salah satu hambatan pada produksi yang menimbulkan kehilangan hasil yang besar. Penyakit antraknosa tersebut terkategori penyakit yang susah untuk dimusnahkan sebab sanggup bertahan hidup pada tanah lumayan lama dengan penyebaran lewat percikan air, udara, perlengkapan pertanian serta yang lain. Riset ini bertujuan buat mengenali intensitas serangan penyakit antraknosa yang diakibatkan oleh Colletotrichum sp.. Riset dilaksanakan mulai bulan Oktober– November 2020 di Desa Karya maju Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala. Tata cara riset ini memakai stratified purpossive random sampling pada buah yang terkena penyakit antraknosa. Hasil perhitungan intensitas serangan penyakit antraknosa pada cabai rawit ialah 48, 29% serta cabai besar ialah 10, 28%. Perbandingan tingkatan ketahanan varietas ini dipengaruhi oleh aspek patogen, tumbuhan inang serta lingkungannya
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HIDROKARBON
Penelitian ini dilakukan untuk mengalalisis metode pembelajaran yang tepat pada materi Hidrokarbon siswa kelas X di SMAN 1 Sungai Tabuk tentang penerapan pola pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation terkait dengan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kemampuan siswa dalam berpikir kritis saat belajar dengan menggunakan pola pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan siswa belajar hanya dengan menggunakan cara konvensional, (2) untuk mengetahi hasil belajar siswa yang telah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan pada siswa yang belajar hanya dengan pembelajaran model konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji-t dengan analisis N-gain. Berdasarkan hasil dari penelitian ini didapatka kesimpulan (1) adanya perbedaan pada kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan dengan yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dengan siswa yang belajar menggunakan metode pembelajaran konvensional, (2) adanya perbedaan antara hasil belajar siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dengan siswa yang belajar menggunakan model konvensional
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 6E BERBASIS MULTIPLE REPRESENTASI PADA MATERI ASAM-BASA
Telah dilaksanakan penelitian dengan menerapkan pembelajaran model Learning Cycle 6E berbasis multi-representasi materi asam basa. Tujuan penelitian meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas XI MIPA 4 SMAN 2 Banjarmasin sebanyak 36 peserta didik Tahun Ajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan instrumen penilaian berupa tes dan non tes. Faktor yang diteliti berupa (1) aktivitas guru, (2) aktivitas peserta didik, (3) keterampilan berpikir kritis dan (4) respon. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi, teknik angket dan tes keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Aktivitas guru pada siklus I dengan skor 54,67 meningkat menjadi skor 63,34 pada kategori aktif pada siklus II, (2) Aktivitas peserta didik siklus I dengan6 skor 54,21 meningkat menjadi skor 65,08 pada kategori sangat aktif pada siklus II (3) Keterampilan berpikir kritis peserta didik siklus I dengan persentase rata-rata 41,11% kategori cukup kemudian naik menjadi 81,48% pada kategori sangat kritis pada siklus II, (4) Respon peserta didik menunjukan kategori baik. Model pembelajaran Learning Cycle 6E berbasis Multiple Representasi dari hasil penelitian diketahui mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi asam basa
SIMULASI SISA,KLOR PADA JARINGAN DISTRIBUSI IPA,II PRAMUKA,PDAM,BANDARMASIH
Padanpelayanan IPA II Pramuka masih terdapat nilai sisa klor yang lebih tinggi dari standar Permenkes No. 492/MENKES/PER/IV/2010 yaitu antara 0.2-0.5 mg/L dari hasil pemeriksaan sebesar 55,6 % masih diatas 1 mg/L. Padahal peran PDAM dalam mengelola air baku menjadi air minum sangat penting yang sesuai dengan peruntukkannya. Penelitian ini bertujuan memetakan pola sebaran konsentrasi sisa klor dijaringan distribusi IPA Pramuka PDAM Bandarmasih dan mendiskripsikan pengaruh jarak terhadap kehilangan klor pada jaringan distribusi IPA Pramuka PDAM Bandarmasih. Penelitian dilakukan dengan simulasi data eksisting menggunakan software Epanet 2.0 yang kemudian dikalibrasi dengan data sisa klor dilapangan dan divalidasi dengan data flow. Analisa pengaruh jarak terhadap nilai sisa klor menggunakan analisa regresi linier dari hubungan jarak dengan konsentrasi sisa klor. Simulasi eksisting menunjukkan bahwa jam 08:00 saat jam puncak sebaran sisa klor mencapai 79 % namun hanya 2,58 % yang memenuhi baku mutu. Jarak yang berpengaruh pada pengurangan nilai sisa klor merupakan jarak pipa dan sistem perpipaan. Semakin panjang pipa dan semakin besar perubahan atau belokan yang terjadi pada pipa maka nilai sisa klornya semakin menurun
STUDI ISOTERM DAN KINETIKA ADSORPSI COD (CHEMICAL OXYGEN DEMAND) PADA AIR SUNGAI TERHADAP KARBON AKTIF KAYU ULIN: ISOTERM AND KINETICS STUDY OF COD (CHEMICAL OXYGEN DEMAND) ADSORTION IN RIVER WATER ON ULIN WOOD ACTIVE CARBON
Limbah kayu ulin di Kalimantan Selatan sangat banyak jumlahnya dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kayu ulin berpotensi dimanfaatkan sebagai adsorben untuk menurunkan bahan organik. Kayu ulin dijadikan adsorben karena mempunyai sifat yang keras dengan material yang hanya mengandungxkarbon. Peningkatan luas permukaan adsorben arangxkayuxulin dapat dilakukan melalui aktivasi kimia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni aktivasi secara fisika menggunakan furnace. Berdasarkan hasil penelitian gambaran proses adsorpsi yang tepat pada model Isoterm adsorpsi COD terhadap karbon aktif kayu ulin berturut-turut adalah model Isoterm Freundlich dengan nilai R2 0,8898; Langmuir dengan nilai R2 0,9320; Redlich-Peterson dengan nilai R2 0,957; dan Temkin dengan nilai R2 0,8559, sedangkan pada penggambaran proses adsorpsi yang tepat dari model kinetika adsorpsi COD air sungai terhadap karbon aktif kayu ulin adalah model kinetika Pseudo orde dua. Berdasarkan hasil dari model isoterm dan kinetika mekanisme adsorpsi COD air sungai terjadi secara fisika dan kimia dengan didominasi oleh mekanisme secara kimia
AN ERROR ANALYSIS OF LANGUAGE USE IN WRITING RECOUNT PASSAGES CONDUCTED BY THE TENTH GRADE L2 LEARNERS
Writing is the most difficult one among four skills, since it requires more effort to produce meaning through writing rather than organized meaning through listening and reading. This study aims to analyze the error in reference to Dullay Taxonomy and find the origins of errors in reference to Richard in language use of recount passage at the tenth grades of SMAN 10 Banjarmasin in academic year 2018/2019. This study used a descriptive qualitative design. This study's subjects were the tenth grades L2 learners in SMAN 10 Banjarmasin, from two classes, X MIA 1 and X MIA 2. The sample of this study is 60 students. The data were gathered from students’ writing and interview. The test was held three times with three different topics. Afterwards, the data were collected, identified, then classified in reference to Dullay Surface Structure Taxonomy. The researcher and the L2 teacher analyzed the data. In reference to the outcome of all of three tests, it can be concluded that the L2 learners made all of errors in reference to Dullay Surface Structure Taxonomy such as: omission, misformation, addition, as well as misordering. In reference to the interview outcome of five students, the origins of errors that L2 learners made were found Interlingual Errors and Intralingual errors.
 
The Use of Snowball Throwing and Talking Stick in Teaching Speaking
This study was aimed to find out whether there was a difference on EFL pupils’ speaking achievement of procedure text between those who learned by carrying out snowball throwing technique and those who learned by carrying out talking stick technique in the eleventh-grade EFL pupils of SMKN 1 Banjarmasin 2019/2020. This study implemented a quantitative approach with a quasi-experimental design which consisted of experimental as well as control groups. The samples were two classes with 68 EFL pupils in total who were taken by carrying out a cluster random sampling method. The finding showed that there was a difference achievement in both classes. It can be seen from the calculation of t-test result (8.92) which was higher than the t-table (1.99). In addition, the standard score of post-test in the experimental group was 82.11 while the control group was 73.17. Therefore, the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected. Based on the result above, it is suggested for the English teacher to use snowball throwing technique as the alternative technique in teaching speaking because it encouraged the EFL pupils to be active in participating the education process better than talking stick technique
The Vocabulary Ability of Senior High School Indonesian EFL’ Students
Vocabulary is a pivotal element in learning English. Learning English particularly vocabulary is very crucial for supporting the ability to speak, listening, writing and reading. This study intends to describe EFL pupils’ vocabulary ability of the eleventh-grade EFL pupils of SMAN 2 Martapura Academic year 2018/2019. This study is a descriptive quantitative study. The population is 7 classes which are consist of 203 EFL pupils who are taken by implementing cluster random sampling. The instrument is a multiple-choice consist of 40 items, arranged based on the lesson plan, the syllabus, and material books currently implemented at the school. The test result is then calculated and categorized to ascertain EFL pupils’ English accomplishment level based on the school’s standard. According to the result of this study, showcased that the EFL pupils’ vocabulary accomplishment in English, 27 EFL pupils did not accomplish the standard score of KKM. There are 6 EFL pupils accomplish who gain “good” category for the standard KKM in SMAN 2 Martapura, from a total of 33 EFL pupils. It can be inferred that the English vocabulary mastery is “poor” categories, which means that vocabulary mastery of SMAN 2 Martapura EFL pupils Grade Eleven in a low average level for accomplishment English lessons in mastering vocabulary that should be mastered by them. It is suggested for the tutor and EFL pupils to evaluate their way of English education to improve the EFL pupils’ vocabulary mastery