Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM NUMERASI LEVEL 4 BERBASIS ETNOMATEMATIKA SUKU BANJAR

    Get PDF
    Kemampuan numerasi menjadi kompetensi esensial yang wajib dikuasai oleh setiap orang di tengah perkembangan era digital. Hasil survei PISA dan AKM Nasional menunjukkan bahwa pencapaian numerasi masih di bawah standar yang ditargetkan, sehingga menjadi masalah serius dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) numerasi level 4 berbasis etnomatematika Suku Banjar yang valid, reliabel, dan praktis untuk melatih kemampuan numerasi peserta didik Sekolah Menengah Pertama. Metode penelitian ini mengadopsi model pengembangan Plomp, dengan melibatkan 37 peserta didik kelas VII dari SMP Negeri 3 Banjarmasin sebagai subjek uji coba. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, uji keterbacaan, uji coba lapangan, serta respons guru dan peserta didik. Hasil pengembangan instrumen AKM numerasi menunjukkan validasi isi yaitu, 1,00 dan validasi empiris dengan r-hitung lebih dari 0,325. Selain itu, instrumen ini memiliki reliabilitas yang baik dengan koefisien 0,717 dan distribusi tingkat kesukaran yang terdiri dari 30% soal mudah, 30% sedang, dan 40% sukar, dengan daya pembeda cukup hingga sangat baik. Instrumen ini juga dinilai praktis oleh guru dengan skor rata-rata 3,89, sehingga layak digunakan untuk melatih kemampuan numerasi peserta didik kelas VII Sekolah Menengah Pertama

    Pengaruh Takaran Pupuk Kandang Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Rawit Pada Tanah Gambut

    Get PDF
    Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal, yaitu pemberian takaran pupuk kandang kotoran sapi (P) yang terdiri dari kontrol (p0), 15 t ha-1 (p1), 20 t ha-1 (p2), 25 t ha-1 (p3), dan 30 t ha-1 (p4). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali, sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada tanah gambut dan mengetahui takaran pupuk kandang kotoran sapi yang paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada tanah gambut. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang, saat berbunga pertama, saat berbuah pertama, jumlah buah per tanaman, berat per buah dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian takaran pupuk kandang kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan dan hasil yaitu berupa tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang, saat berbunga pertama, saat berbuah pertama, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman namun tidak berpengaruh nyata terhadap berat per buah. Takaran 30 t ha-1 pada umur 35 hst merupakan perlakuan terbaik untuk tinggi tanaman (30,0 cm), jumlah cabang pada umur 60 hst (20,5 cabang), dan berat buah per tanaman (186,3 g). Pada takaran 15 t ha-1 menghasilkan diameter batang pada umur 35 hst terbesar (5,0 mm), saat berbunga pertama tercepat (32,8 hst), dan saat berbuah pertama paling cepat (39,3 hst). Sedangkan pada takaran 20 t ha-1 menghasilkan jumlah buah per tanaman terbanyak yaitu 128,0 buah

    Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam Dan Perlakuan Benih Dengan Petrhikaphos Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Tanah Varietas Kancil Pada Lahan Gambut

    Get PDF
    PeneIitian mengenai pengaruh pemberian pupuk kandang ayam dan perIakuan benih dengan Petrhikaphos terhadap pertumbuhan dan hasiI kacang tanah varietas kanciI pada Iahan gambut telah diIaksanakan pada September 2020 sampai januari 2021 dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi dan kombinasi terbaik antara pupuk kandang ayam dan perIakuan benih dengan Petrhikaphos terhadap pertumbuhan dan hasiI kacang tanah varietas kanciI pada Iahan gambut. PeneIitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, faktor pertama takaran pupuk kandang ayam (A) yang terdiri dari 4 taraf, faktor kedua perIakuan benih dengan Petrhikaphos (P) yang terdiri dari 4 taraf. Setiap perIakuan diuIang sebanyak 3 kaIi sehingga diperoleh 48 satuan percobaan. HasiI peneIitian menunjukkan bahwa interaksi perIakuan pupuk kandang ayam dengan perIakuan benih dengan Petrhikaphos berpengaruh terhadap hasiI tanaman dengan berat biji per tanaman, sedangkan pada parameter Iain interaksi tidak berpengaruh. Pemberian faktor tunggaI pupuk kandang ayam berpengaruh pada parameter pengamatan tinggi tanaman umur 14 hst, jumIah cabang primer umut 14 hst dan 28 hst, dan berpengaruh nyata pada pengamatan tinggi tanaman umur 21 hst dan 28 hst, jumIah cabang primer umur 7 hst dan 28 hst, jumIah poIong per tanaman, jumIah poIong hampa per tanaman, jumIah poIong isi per tanaman, berat biji per tanaman, dan hasiI tanaman, sedangkan pada parameter pengamatan pengamatan tinggi tanaman umur 7 hst,waktu muncuI bunga, persentase poIong hampa, jumlah biji per poIong, dan bobot 100 biji tidak berpengaruh.  Faktor tunggaI perIakuan benih dengan Petrhikaphos berpengaruh nyata pada parameter jumIah cabang primer umur 28 hst, sedangkan pada parameter lainnya tidak berpengaruh

    PRA-RANCANGAN PABRIK NATRIUM DODESIL BENZENA SULFONAT (NaDBS) DARI DODESILBENZEN DAN SO3 DENGAN KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN: PRA-RANCANGAN PABRIK

    No full text
    Pabrik Natrium Dodesil Benzena Sulfonat dari Dodesilbenzen dan SO3 dirancang dengan kapasitas produksi 50.000 ton/tahun untuk memenuhi Natrium Dodesil Benzena Sulfonat dalam negeri yang sepenuhnya bergantung pada sektor impor. Bahan baku yang digunakan adalah Dodesilbenzen dan SO3. Pabrik ini akan dibangun di Kawasan Industri Karakatau Steel (KIEC), kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Provinsi Banten, dengan waktu operasional 330 hari/tahun. Proses produksi terdiri dari proses penyiapan bahan baku dan pembentukan produk. Proses pembentukan produk diawali dengan reaksi pembentukan asam dodesilbenzen sulfonate dari dodesilbenzen dan SO3 dengan perbandingan 1:1 dalam reaktor gelembung pada suhu 50⁰C dan tekanan 1,5 atm dengan kemurnian 99%. Terdapat produk recycle yang digunakan kembali dalam proses pembentukan Asam dodesilbenzen sulfonate di dalam reaktor. Asam dodesilbenzen sulfonat selanjutnya akan mengalami proses netralisasi dalam reaktor CSTR pada kondisi operasi 50⁰C dan tekanan 1,5 atm sehingga diperoleh Natrium Dodesil Benzena Sulfonat. Unit pendukung proses terdiri dari unit penyedia air yang berasal dari dari KIEC (Kawasan Industri Krakatau Steel) yang menyediakan Water Treatment Plant (WTP), unit penyedia steam dari boiler, unit penyedia listrik dari PT. PLN dan generator, unit pengadaan bahan bakar berupa solar dan coal, serta unit pengolahan limbah. Bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT) dan mempekerjakan 190 orang karyawan yang terdiri dari karyawan shift dan non-shift. Berdasarkan evaluasi ekonomi, persentase Annual Cash Flow (ACF) sebesar 31%, Pay Out Time (POT) sebesar 3,4 tahun, dan persentase Break Event Point sebesar 44%. Berdasarkan parameter tersebut maka pabrik ini layak untuk didirikan. Kata Kunci: Dodesilbenzene ,SO3 Natrium Dodesil Benzena Sulfona

    Kejadian Penyakit Antraknosa Yang Disebabkan Oleh Colletotrichum sp. Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Di Kecamatan Landasan Ulin Banjarbaru

    Get PDF
    This study aims to examine the incidence of anthracnose disease in chili fruit attacked by the pathogenic fungus Colletotrichum sp. which attacks cayenne pepper plants on agricultural land in Banjarbaru. This research method uses a stratified purposive sampling method. The stratified purposive sampling method is a technique for collecting disease sample data randomly and paying attention to a level or stratification of the population elements to be determined and observed. This research uses a survey research method by taking cases of disease occurrence in cayenne pepper plantations which were attacked by anthracnose pathogens in cayenne pepper farming fields in Landasan Ulin District. The location or location of the observation site was determined by purposive sampling or taking the location deliberately, namely by considering the chili fruit that was harvested infected with anthracnose. On each cayenne pepper planting area, the average total incidence of anthracnose disease on fruit and cayenne pepper plants for 5 consecutive weeks in Guntung Manggis Village had a total percentage of anthracnose disease incidence of 11.15%, while in North Loktabat Village on land cayenne pepper plants with a total disease incidence percentage of 15.59% and in Landasan Ulin Utara Subdistrict Sukamara street with a total incidence percentage on cayenne pepper plantations 4.20% of total disease incidence data.Penelitian ini bertujuan untuk melihat kejadian penyakit antraknosa pada buah cabai yang terserang oleh cendawan patogen Colletotrichum sp. yang menyerang tanaman cabai rawit di lahan pertanian yang ada di Banjarbaru. Metode penelitian ini menggunakan metode stratified purposive sampling. Metode stratified purposive sampling adalah satu teknik pengumpulan data sampel penyakit yang dimana secara acak serta memperhatikan suatu tingkatan atau stratifikasi pada elemen populasi yang akan ditentukan dan diamati. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan mengambil kasus kejadian penyakit pada pertanaman cabai rawit yang terserang patogen antraknosa di lahan pertanian cabai rawit di Kecamatan Landasan Ulin Tempat atau lokasi tempat pengamatan ditentukan secara purposive sampling atau pengambilan lokasi secara sengaja, yakni dengan pertimbangan pada buah cabai yang terinfeksi antraknosa. Pada tiap lahan pertanaman cabai rawit dengan rata-rata total kejadian penyakit antraknosa yang ada pada buah dan tanaman cabai rawit selama 5 minggu berturut-turut pada Kelurahan Guntung Manggis memiliki persentase kejadian penyakit antraknosa dengan total sebesar 11.15%, sedangkan pada Kelurahan Loktabat Utara pada lahan tanaman cabai rawit dengan persentase kejadian penyakit total 15.59% dan pada Kelurahan Landasan Ulin Utara Jalan Sukamara dengan kejadian 4,20

    GALERI SENI LUKIS BANJARBARU

    Get PDF
    Art galleries have a role as a means for artists to exhibit their work and a means for the public to enjoy and obtain information about art on a non-formal basis. Galleries cannot be passive institutions that only provide space for art collections, but must also provide space for the public to "interact" with art collections and make a strong impression. Through the concept of collective memory and the combined metaphor method, it is hoped that it will be able to provide a strong, deep and informative impression for visitors. The application of these concepts and metaphors focuses on building exteriors, interiors and landscapes to create an impression on visitors through visuals so that the goal of educating the public through architecture is achieved.Galeri seni memiliki peran sebagai sarana para seniman untuk memamerkan karyanya dan sarana masyarakat untuk menikmati serta memperoleh informasi mengenai seni secara non formal. Galeri tidak bisa menjadi lembaga pasif yang hanya menyediakan ruang bagi koleksi karya seni, namun juga harus menyediakan ruang bagi publik untuk “berinteraksi” dengan koleksi karya seni dan dapat memberikan kesan yang kuat. Melalui konsep collective memory dan metode metafora kombinasi diharapkan mampu memberikan kesan kuat dan mendalam serta informatif tersebut bagi para pengunjung. Penerapan Konsep dan metafora ini berfokus pada eksterior bangunan, interior, dan tata lanskap untuk membangun kesan bagi pengunjung melalui visual sehingga tujuan mengedukasi masyarakat melalui arsitekturnya tercapai

    PRARANCANGAN PABRIK PRECIPITATED SILICA DARI ASAM SULFAT DAN SODIUM SILIKAT MENGGUNAKAN PROSES ASIDIFIKASI LARUTAN ALKALI SILIKAT DENGAN KAPASITAS 38.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Pabrik precipitated silica dengan menggunakan bahan baku berupa Asam sulfat dan Sodium silikat. Pabrik precipitated silica didirikan dengan kapasitas 38.000 ton/tahun dengan masa operasi selama 330 hari. Bahan baku terdiri dari asam sulfat sebesar 2636,82 kg/jam dan sodium silikat sebesar 6512,09 kg/jam. Precipitated silica menggunakan proses reaksi asidifikasi, Proses diawali dengan pengenceran asam sulfat dan dilakukan proses netralisasi asam sulfat dengan larutan sodium silikat. Proses ini menggunakan reaktor CSTR dengan produk yang dihasilkan memiliki ukuran partikel yang seragam. Proses ini dilakukan pengadukan agar dapat menghindari produk yang berbentuk gel. Reaktor beroperasi secara eksotermik. Pada reaktor akan dilakukan pereaksian antara kedua bahan dengan kondisi operasi yakni pada suhu 90°C dan tekanan 1 atm. Proses reaksi kedua bahan ialah reaksi eksotermis sehingga diperlukan adanya jaket pendingin pada reaktor untuk menjaga tidak terjadinya kenaikan suhu yang diakibatkan oleh reaksi kedua bahan dan menjaga suhu tetap pada kondisi operasi optimal. Proses pemurnian produk sebagai filtrasi dan pencucian untuk mengurangi kadar sodium sulfat dimana endapan precipitated silica akan tertahan dan filtratnya yakni sodium sulfat. Endapan dibawa menuju dryer yang berfungsi mengurangi kadar air pada endapan dengan kadar maksimal 10%, kemudian endapan yang sudah kering dibawa oleh cooling conveyor menuju ball mill. Uap dan sisa partikel padatan yang keluar dari dryer akan terbawa menuju siklon untuk disisihkan partikel padatan yang ikut terbuang bersama uap, nantinya padatan pada siklon akan dikembalikan lagi menuju cooling conveyor. Pada conveyor endapan akan didinginkan. Ball mill berfungsi untuk menghancurkan ukuran produk menjadi 325 mesh. Pabrik precipitated silica direncanakan akan didirikan di daerah Cikarang kabupaten Bekasi, Jawa Barat dengan luas wilayah sebesar 2,8 hektar. Jumlah karyawan yang dibutuhkan sebanyak 119 orang. Hasil analisis ekonomi menunjukkan Pay out time (POT) sebesar 2,8 tahun. ROR yang didapatkan 27% dan BEP didapatkan sebesar 46% Berdasarkan evaluasi ekonomi tersebut pabrik precipitated dengan kapasitas produksi 38.000 ton/tahn layak untuk didirikan

    Pengaruh Pestisida Nabati Daun Ketepeng Cina (Cassia alata linn.) Terhadap Mortalitas Hama Wereng Batang Coklat (Nilapavarta lugens stal.) Pada Tanaman Padi

    Get PDF
    One of the causes of decreased production of rice plants is the attack of pests caused by the brown planthopper (Nilapavarta lugens Stal.). This study aims to determine the effect of the botanical pesticide Chinese ketepeng leaves (Cassia alata L.) on the mortality of brown planthopper pests (N. lugens Stal.) on rice plants. The method used in this research was the RAL (Completely Randomized Design) method with one factor, namely the concentration of botanical pesticides, consisting of 6 treatments with 4 replications, and having 24 experimental units in the form of a water solution as a negative control, a synthetic pesticide solution as a positive control and concentrations of Chinese ketepeng leaf solution of 10, 30, 50 and 70%. The data analysis technique uses the Least Significant Difference Test (BNT/LSD) at a significance level of 5%. The results show that the botanical pesticide solution derived from the leaves of Chinese ketepeng (C. alata L.) can cause death (mortality) in the brown planthopper (N. lugens Stal.). During 336 hours or 14 days of observation, the death rate of brown planthoppers due to the vegetable pesticide Chinese ketepeng leaves at concentrations of 10, 30, 50 and 70% was 31.67, 46.67, 51.67 and 68.33% respectively. LC50 (Lethal Concentration 50%) with a mortality value of 68.574% in the dose range of 50 to 70% and the results of the LT50 (Lethal time) probit showed that the T4 treatment showed the fastest LT50, namely 192.512 hours in killing 50% of the brown planthopper nymphs.Salah satu penyebab menurunnya produksi dari tanaman padi adalah adanya serangan dari hama yang disebabkan oleh wereng batang coklat (Nilapavarta lugens Stal.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pestisida nabati daun ketepeng cina (Cassia alata L.) terhadap mortalitas hama wereng batang coklat pada tanaman padi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Rancangan Acak Lengkap satu faktor yaitu konsentrasi pestisida nabati, terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan, dan mempunyai 24 unit percobaan berupa larutan air sebagai kontrol negatif, larutan pestisida sintetik sebagai kontrol positif dan konsentrasi larutan daun ketepeng cina 10, 30, 50 dan 70%. Teknik analisis data menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT/LSD) pada tingkat signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa larutan pestisida nabati dari daun ketepeng cina (C. alata L.) dapat menyebabkan kematian pada wereng batang coklat. Selama 336 jam atau 14 hari pengamatan, tingkat kematian wereng batang coklat akibat pestisida nabati daun ketepeng cina pada konsentrasi 10, 30,50, dan 70% masing-masing adalah 31,67, 46,67, 51,67 dan 68,33%. LC50 (Lethal Concentration 50%) dengan nilai mortalitas yaitu 68,574% pada rentang dosis 50 sampai 70% dan hasil probit LT50 (Lethal time) menunjukkan bahwa pada perlakuan T4 menunjukkan LT50 tercepat yaitu 192,512 jam dalam mematikan 50% nimfa wareng batang coklat

    STUDI POLA PENGELOLAAN LIMBAH PADAT BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) PUSKESMAS DI KABUPATEN KAPUAS (KECAMATAN SELAT, KAPUAS HILIR, KAPUAS TIMUR, KAPUAS BARAT, KAPUAS MURUNG, PULAU PETAK DAN BASARANG)

    Get PDF
    Public health center is responsible for carrying out comprehensive health services to the community in a certain work area. However, in an effort to implement it, Public health center can produce waste in the form of waste that is harmful to health. This review was conducted to analyze the management pattern of hazardous solid waste in Public health center in Kapuas Regency in accordance with the standards set out in the Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 Tahun 2015. The results showed that the generation of hazardous solid waste of Public health center in Kapuas Regency has an average weight of 0.99 kg/puskesmas/day and a volume of 11.51 liters/puskesmas/day. The composition of the most waste produced by infectious waste is 40.23%. Meanwhile, the pattern of B3 solid waste management of Public health center in Kapuas Regency includes sorting, renting, collecting, moving, temporary storage and destruction, there are still many shortcomings that need to be addressed.Puskesmas bertanggung jawab melaksanakan pelayanan kesehatan menyeluruh kepada masyarakat dalam suatu wilayah kerja tertentu. Namun dalam upaya pelaksanaannya, puskesmas dapat menghasilkan buangan berupa limbah yang berbahaya bagi kesehatan. Tinjauan ini dilakukan untuk menganalisis pola pengelolaan limbah padat B3 yang ada pada puskesmas di Kabupaten Kapuas sesuai standar yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 Tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Timbulan limbah padat B3 puskesmas di Kabupaten Kapuas memiliki rata-rata berat sebesar 0,99 kg/puskesmas/hari dan volume sebesar 11,51 liter/puskesmas/hari. Komposisi limbah terbanyak dihasilkan oleh limbah infeksius yaitu sebesar 40,23%. Sedangkan, pola pengelolaan limbah padat B3 puskesmas di Kabupaten Kapuas meliputi pemilahan, pewadahan, pengumpulan, pemindahan, penyimpanan sementara dan pemusnahan masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi

    PENGARUH VARIASI WAKTU KONTAK PADA METODE ELEKTROKOAGULASI DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BATUBARA

    Get PDF
    Coal wastewater can be treated by electrocoagulation method, is wastewater treatment using direct electricity and electrodes Aluminum (Al) plates. An analysis of the results of the quality test of coal effluent was carried out after the electrocoagulation method was carried out in meeting environmental quality standards according to the Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan No. 36 Tahun 2008 tentang Baku Mutu Air Limbah Batubara and analysis of the effect of the contact time used, namely 30, 45, 60, 75 and 90 minutes. The research method used is the experimental method. The parameters tested were Total Suspended Solid (TSS), pH, iron (Fe) and manganese (Mn) and the distance between the electrode plates was 1 cm. The voltage used 12 volts. The results showed that at a contact time of 90 minutes the electrocoagulation process was effective in reducing contaminants so that it met quality standards, the TSS parameter value of efficiency reached 99.97% with a decrease in levels from 4305 mg/L to 1.33 mg/L, on the parameter pH increased from 5.37 to 7.27, in the iron (Fe) parameter the efficiency value reached 99.96% with a decrease in levels from 53 mg/L to 0.02 mg/L and the manganese (Mn) value efficiency reached 99.81% with a decrease in levels from 20.32 mg/L to 0.039%.Limbah cair batubara dapat dilakukan pengolahan dengan metode elektrokoagulasi yaitu pengolahan air limbah menggunakan aliran listrik searah dan elektroda berupa plat Aluminium (Al). Dilakukan analisa hasil uji kualitas limbah cair batubara setelah dilakukan metode elektrokoagulasi dalam memenuhi standar baku mutu lingkungan menurut Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan No. 36 Tahun 2008 tentang Baku Mutu Air Limbah Batubara dan analisa pangaruh waktu kontak yang diterapkan yaitu 30, 45, 60, 75 dan 90 menit. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen. Parameter yang diuji Total Suspended Solid (TSS), pH, besi (Fe) dan mangan (Mn) dan jarak plat elektroda 1 cm. Tegangan yang digunakan 12 volt. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada waktu kontak 90 menit proses elektrokoagulasi efektif dalam menurunkan kontaminan sehingga memenuhi standar regulasi baku mutu, pada parameter TSS nilai efisiensi mencapai sebesar 99,97% dengan penurunan kadar dari 4305 mg/L menjadi 1,33 mg/L, pada parameter pH terjadi kenaikan pH dari 5,37 menjadi 7,27, pada parameter besi (Fe) nilai efisiensi mencapai sebesar 99,96% dengan penurunan kadar dari 53 mg/L menjadi 0,02 mg/L dan pada parameter mangan (Mn) nilai efisiensi mencapai sebesar 99,81% dengan penurunan kadar dari 20,32 mg/L menjadi 0.039%

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇