Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN MODEL PENGAJUAN DAN PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS: ANALISIS BIBLIOMETRIK
Kemampuan berpikir kreatif matematis (KBKM) adalah proses berpikir yang dapat memberikan berbagai ide atau gagasan yang berbeda-beda, hal ini dapat dijadikan sebagai pengetahuan baru dan jawaban yang dibutuhkan. Saat ini, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam meningkatkan KBKM. Rendahnya kemampuan siswa dalam meningkatkan KBKM menjadi perhatian bagi peneliti untuk menawarkan model pembelajaran Pengajuan dan Pemecahan Masalah (JUCAMA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model JUCAMA dalam meningkatkan KBKM siswa pada April 2015 hingga April 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis bibliometrik dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian ini diperoleh dari Google Scholar kemudian dianalisis menggunakan aplikasi Publish or Perish dan VOSviewer untuk mengidentifikasi tren publikasi, kolaborasi peneliti, serta pemetaan topik utama. Dari total 200 dokumen awal yang diminta terkait kata kunci “pengajuan dan pemecahan masalah” dan “kemampuan berpikir kreatif matematis”, hanya 16 artikel yang memenuhi kriteria dua kata kunci tersebut. Setelah dianalisis lebih lanjut, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah studi mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, dengan puncak pertumbuhan studi pada tahun 2021. Temuan ini memberikan gambaran tentang arah peningkatan terkait penelitian JUCAMA dalam konteks pembelajaran matematika dan potensi penerapannya dalam meningkatkan KBKM siswa
Kemasaman Tanah, C-Mikroorganisme dan Pertumbuhan Bawang Daun di Lahan Gambut Berdasarkan Perbedaan Jarak Dari Saluran Air: Soil Acidity, C-Microorganisms and Spring Onion Growth in Peatlands Based on Different Distances from Waterways
This research aims to determine differences in soil acidity, C-microorganisms and the growth of spring onion (Allium fistulosum L.) on peatlands based on the difference in distance from waterways. The study will be conducted from February 2022 to May 2022. The implementation of the research is located in the Greenhouse and in the Laboratory of Physical Chemistry and Biology, Department of Soil Science, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University, Banjarbaru. This research method is quantitative research with a survey approach using exploratory descriptive methods. The data analysis used was by paired T-Test analysis to find out the differences in parameters observed over a period of five days. The result of this study was that there was a difference in soil acidity and growth of spring onion plants, while C-microorganisms was not.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keasaman tanah, C-mikroorganisme dan pertumbuhan bawang daun (Allium fistulosum L.) di lahan gambut berdasarkan perbedaan jarak dari saluran air. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Februari 2022 sampai dengan Mei 2022. Pelaksanaan penelitian bertempat di Rumah Kaca dan di Laboratorium Kimia Fisika dan Biologi, Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei menggunakan metode deskriptif eksploratif. Analisis data yang digunakan adalah dengan analisis T-Test berpasangan untuk mengetahui perbedaan parameter yang diamati selama lima hari. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan keasaman tanah dan pertumbuhan tanaman bawang merah, sedangkan C-mikroorganisme tidak
PUSAT OLAHRAGA PANJAT TEBING DI BANJARBARU
ABSTRACT
Rock climbing is a sport that is not foreign in Indonesia, but Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) says that the facilities in Banjarbaru are still underdeveloped. These inadequate and unattractive facilities are the cause of the lack of public awareness of this sport even though the sport is starting to develop rapidly. Athletes who have succeeded in winning several national championships face difficulties due to the lack of proper facilities, the general public also cannot try this sport for those who are interested in it as recreation or just want to doing it as a hobby without having to join a certain organization or having to travel quite a long distance to do rock climbing on natural mountains. For this reason, a rock climbing sports center that meets the standards and is recreational is needed in Banjarbaru. The design of the rock climbing center in Banjarbaru uses Contemporary Architecture as the methods and with adaptive space concepts where the space, circulation and furnitures in the building adapts to various activities so that they can take place at the same time and increasing social interaction.Olahraga panjat tebing merupakan olahraga yang tidak asing lagi di Indonesia. tetapi dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengatakan bahwa fasilitas di Banjarbaru masih terbilang minim. Sarana dan fasilitas yang kurang memadai serta tidak menarik ini yang menjadi penyebab kurangnya masyarakat mengenal olahraga ini walaupun olahraganya mulai berkembang cepat. Atlet yang berhasil memenangkan beberapa kejuaraan nasional menjadi kesulitan dengan kurangnya fasilitas yang memadai, masyarakat umum juga tidak bisa mencoba olahraga ini bagi yang tertarik sebagai rekreasi, melakukan sebagai bentuk hobi saja tanpa harus masuk ke dalam organisasi tertentu atau harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk melakukan panjat tebing pada pegunungan alami. Untuk itu pusat olahraga panjat tebing yang memenuhi standar serta rekreatif diperlukan di Banjarbaru. Perancangan pusat olahraga panjat tebing di Banjarbaru ini menggunakan metode Arsitektur Kontemporer dengan konsep Adaptive Space dimana ruangan, sirkulasi dan perabot pada bangunan beradaptasi dengan berbagai kegiatan agar dapat berlangsung secara bersamaan dan meningkatkan interaksi sosial
STUDIO DAN GALERI SENI ULM BANJARBARU
The ULM Banjarbaru Studio and Art Gallery is a forum for developing interests and talents which functions to accommodate all artistic activities within the ULM Banjarbaru campus, including the process of creating and displaying works. This is motivated by the unavailability of a special, integrated place to support the activities of students engaged in the arts. This Studio and Art Gallery also goes hand in hand with efforts to increase the competency of educational practices by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology as well as UUD NO. 12 of 2012. The concept of "Expressionist Architecture" with a metaphorical approach is applied to design to produce free, dynamic and creative designs in accordance with meaning. art itself. By implementing concepts such as Dynamic Building Form, Flexible Area, and Spatial Expressions, buildings can become containers that have their own expression and are expected to support the manufacturing process so that the appearance of the work becomes more optimal so that it can become an educational and recreational medium for students and the wider community. Studio dan Galeri Seni ULM Banjarbaru adalah sebuah wadah pengembangan minat dan bakat yang berfungsi untuk menampung seluruh aktivitas kesenian di lingkungan kampus ULM Banjarbaru, meliputi proses penggarapan dan penampilan karya. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh tidak tersedianya tempat khusus yang terintegrasi untuk mendukung kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang kesenian. Studio dan Galeri Seni ini juga berjalan beriringan dengan adanya upaya peningkatan kompetensi praktek pendidikan oleh Kemendikbud Ristek serta UUD NO.12 Tahun 2012. Konsep “Arsitektur Ekspresionis” dengan pendekatan Metafora diterapkan pada rancangan untuk menghasilkan desain yang bebas, dinamis, dan kreatif sesuai dengan makna seni itu sendiri. Dengan implementasi konsep seperti Dynamic Building Form, Flexible Area, dan Spatial Expressions, bangunan bisa menjadi wadah yang memiliki ekspresinya sendiri dan diharapkan dapat mendukung proses pembuatan hingga penampilan karya menjadi lebih maksimal agar dapat menjadi media edukatif dan rekreatif bagi mahasiswa dan masyarakat luas
PRARANCANGAN PABRIK NATRIUM KARBONAT (Na2CO3) DENGAN KAPASITAS 400.000 TON/TAHUN MENGGUNAKAN PROSES KARBONASI
Pabrik Natrium Karbonat (Na2CO3) dengan kapasitas 400.000ton pertahun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku Natrium Karbonat di Indonesia yang cukup tinggi. Pabrik ini akan beroperasi pada tahun 2027 dengan waktu operasi selama 330 hari dalam setahun dan 24 jam perhari. Pada prarancangan ini digunakan proses karbonasi menggunakan bahan baku NaOH dan CO2. Pada prosesnya, CO2 akan di absorb oleh NaOH untuk membentuk Na2CO3 pada suhu 75°C. Proses ini berlangsung di absorber dan dilanjutkan tahap pemurnian hingga dihasilkan produk Na2CO3 dengan kemurnian 99%. Proses pemurnian dilakukan dengan evaporator crystallizer, centrifuge, dan rotary dryer untuk mengurangi kadar air dan pemisahan kandungan NaOH pada produk natrium karbonat. Pabrik ini akan berdiri di Kecamatan Pegaden Baru, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pabrik berdiri di atas lahan seluas 25.000 m2. Bentuk perushaan perseroan terbatas (PT) dengan jumlah karyawan sebnyak 265 orang. Berdasarkan evaluasi ekonomi didapatkan laba bersih yaitu Rp 122.703.689.439,63 dari penjualan. Rate of return (ROR) 19%, Break Event Point (BEP) 47,88%, dan pay out time (POT) selama 3,5 tahun. Dari hasi; tersebut disimpulkan bahwa pabrik Natrium Karbonat (Na2CO3) layak untuk didirikan
Potensi Dua Macam Pestisida Nabati dengan Perekat Lidah Buaya Untuk Menekan Kerusakan Hama Daun Tanaman Sawi (Brassica juncea L.)
This research aims to determine the potential of the botanical pesticide papaya leaves and neem leaves treated with aloe vera leaf adhesive and without aloe vera leaf adhesive in controlling leaf pests on mustard greens in the Unlam Faculty of Agriculture Experimental Garden. The design used in this research was a one-factor Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. Each experimental unit consisted of 4 polybags with 2 mustard plants planted in each polybag. Overall in this study there were 160 mustard plants, treatments consisted of K = Control (water), P1 = Papaya leaf solution + aloe vera leaves, P2 = Neem leaf solution + aloe vera leaves, P3 = Papaya leaf solution without aloe vera leaves, P4 = Neem leaf solution. The results of this study showed that all Botanical pesticide treatments sprayed on mustard greens showed no difference, namely P1 = (42.33%), P2 = (38.82%), P3 = (37.53%), P4 = (36.92%). However, it is significantly different from the control, 47.69%. The lowest leaf pest attack was seen in the neem leaf (P4) 34.92%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari pestisida nabati daun pepaya dan daun mimba yang diberi perekat daun lidah buaya dan tanpa pemberian perekat daun lidah buaya dalam mengendalikan hama daun pada tanaman sawi di lahan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unlam. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 4 polybag dengan masing-masing polybag ditanam 2 tanaman sawi. Secara keseluruhan pada penelitian ini terdapat 160 tanaman sawi, perlakuan terdiri dari K = Kontrol (air), P1 = Larutan daun pepaya + daun lidah buaya, P2 = Larutan daun mimba + daun lidah buaya, P3 = Larutan daun pepaya tanpa daun lidah buaya, P4 = Larutan daun mimba. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua perlakuan pestisida nabati yang disemprotkan pada tanaman sawi tidak menunjukkan perbedaan yaitu P1 = (42,33%), P2 = (38,82%), P3 = (37,53%), P4 = (36,92%). Namun berbeda nyata dengan kontrol yaitu 47,69%. Serangan hama daun terendah terlihat pada pestisida nabati daun mimba (P4) yaitu 34,92%
Perbandingan Efektivitas Media Kotoran Sapi, Kambing, Ayam, dan Puyuh pada Produktivitas Maggot BSF (Hermetia illucens) sebagai Sumber Protein Alternatif
This study aimed to analyze the effect of different livestock manure media (cow, goat, laying hen,and quail) on the growth rate and productivity of Hermetia illucens (BSF) maggots as analternative protein source for livestock. A Completely Randomized Design (CRD) with fourtreatments and five replications was employed, involving measurements of maggot weight,length, and biomass over 21 days. Results showed that laying hen manure yielded the highestweight growth rate (3.07%/day; 47.32 mg/individual) and biomass productivity (302.2 g),attributed to its highest crude protein content (19.74%). Conversely, goat manure (4.6% protein)resulted in the lowest growth rate (0.75%/day; 12.16 mg/individual). Optimal maggotperformance in laying hen manure was supported by adequate nutrition and environmentalconditions (temperature 28.5–30°C, humidity 80–94%). This research demonstrates the potentialof livestock manure as a sustainable medium for maggot cultivation, reducing feed costs andpromoting circular economies through organic waste conversionPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi media kotoran ternak (sapi, kambing, ayampetelur, dan burung puyuh) terhadap laju pertumbuhan dan produktivitas maggot Hermetiaillucens (BSF) sebagai alternatif pakan protein. Metode yang digunakan adalah Rancangan AcakLengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan, melibatkan pengukuran bobot,panjang, dan biomassa maggot selama 21 hari. Hasil menunjukkan kotoran ayam petelurmenghasilkan pertumbuhan bobot tertinggi (3,07%/hari; 47,32 mg/ekor) dan produktivitasbiomassa terbesar (302,2 g), didukung oleh kandungan protein kasar media tertinggi (19,74%).Sebaliknya, kotoran kambing (4,6% protein) menghasilkan pertumbuhan terendah (0,75%/hari;12,16 mg/ekor). Kinerja optimal maggot pada kotoran ayam petelur terkait dengan ketersediaannutrisi dan kondisi lingkungan (suhu 28,5–30°C, kelembaban 80–94%). Penelitian inimembuktikan potensi kotoran ternak sebagai media budidaya maggot berkelanjutan, mengurangibiaya pakan, dan mendukung ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah organik
KUALITAS FISIK SILASE BATANG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca acuminata balbisiana) YANG DIBERI EFFECTIVE MICROORGANISM 4 (EM4) PADA LEVEL YANG BERBEDA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis EM4 yang optimal dalam pembuatan silase batang pisang kepok terhadap kualitas fisik silase. Kualitas fisik yang diamati meliputi aroma, warna, tekstur, jamur dan persentase keberhasilan silase. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan menggunakan 5 level pemberian EM4 0%, 4%, 6%, 8% dan 10%. Pelaksanaan uji kuaitas fisik silase batang pisang kepok dilakukan dengan menggunakan 10 orang panelis. Silase di fermentasi secara anaerob menggunakan EM4 dan di fermentasikan selama 21 hari. Analisis data menggunakan analisis variansi, apabila perlakuan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil. Analisis data dibantu dengan menggunakan software SPSS Ver. 21.
Berdasarkan hasil uji kualitas fisik yang dilakukan pada silase batang pisang kepok, hasil menunjukan pada kualitas fisik bau berpengaruh nyata dan pada perlakuan P4 menghasilkan nilai tertinggi. Kualitas fisik warna berpengaruh nyata terhadap level EM4 dan pada perlakuan P4 (10% EM4) menghasilkan warna terbaik. Kualitas fisik tekstur tidak berpengaruh nhata menghasilkan tekstur yang baik semua yaitu padat. Kualitas fisik jamur berpengaruh nyata terhadap level EM4 dan pada perlakuan P4 (10% EM4) hanya didapatkan sedikit jamur dan pada persentase keberhasilan silase perlakuan P4 (10% EM4) menghasilkan silase terbaik yaitu berbau asam, berwarna coklat muda, teksturnya padat dan sedikit jamur. Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan EM4 sebanyak 10% menghasilkan kualitas fisik dan keberhasilan silase yang optimal
PENGEMBANGAN E-MODUL HIDROLISIS GARAM BERBASIS ETNOSCIENCE DENGAN MODEL SCIENTIFIC CRITICAL THINKING (ETNO-SCT) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul hidrolisis garam berbasis Etno-SCT yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar pengetahuan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation and Evaluation). Subjek penelitian adalah 5 orang validator dan peserta didik kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 8 Banjarmasin berjumlah 32 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, angket keterbacaan, angket respon, lembar observasi, dan instrumen tes. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas e-modul sebesar 94,66% dengan kategori sangat valid ditinjau dari aspek isi, penyajian, bahasa dan media. Kepraktisan e-modul dilihat dari tingkat keterbacaan dalam kategori sangat baik, hasil angket respon peserta didik dan guru pada kategori sangat baik, serta hasil observasi kemampuan guru dalam menggunakan e-modul dan keterlaksanaan pembelajaran berkategori sangat baik. Keefektifan e-modul dilihat berdasarkan nilai N-gain keterampilan proses sains sebesar 0,75 (tinggi) dan hasil belajar pengetahuan sebesar 0,78 (tinggi). E-modul hidrolisis garam berbasis Etno-SCT ini telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar pengetahuan peserta didik dalam pembelajaran kimia
Pengaruh Beberapa Konsentrasi Ekstrak Umbi Teki (Cyperus rotundus) Terhadap Perkecambahan Biji Gulma Susupan Gunung (Neptunia oleracea)
This study aims to determine the effect of Cyperus rotundus tuber extract on mortality and final germination of seeds of the weed Neptunia oleracea. The research was carried out using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of five concentration treatments, namely 0% (control), 15%, 30%, 45% and 60%, each of which was repeated four times. Parameters observed included mortality rate, final germination and germination length. The results of the study showed that administration of nut tuber extract (C. rotundus) did not have a significant effect on mortality or final germination of seeds of the weed N. oleracea. However, there is a tendency that the higher the concentration of the extract given, the greater the percentage of inhibition that occurs. This shows the potential for allelopathic effects which need to be explored further through research with different concentrations and application methods.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak umbi Cyperus rotundus terhadap mortalitas dan final germination biji gulma Neptunia oleracea. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan konsentrasi yaitu 0% (kontrol), 15%, 30%, 45% dan 60%, yang masing-masing diulang sebanyak empat kali. Parameter yang diamati meliputi tingkat mortalitas, final germination dan panjang perkecambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak umbi teki (C. rotundus) tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap mortalitas maupun final germination biji gulma N. oleracea. Meskipun demikian terdapat kecenderungan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diberikan semakin besar pula persentase penghambatan yang terjadi. Hal ini menunjukkan potensi adanya efek alelopati yang perlu ditelusuri lebih lanjut melalui penelitian dengan konsentrasi dan metode aplikasi yang berbeda