Jurnal Universitas Almuslim
Not a member yet
1886 research outputs found
Sort by
INCREASING THE EFFECTIVENESS OF WEBGIS-BASED VILLAGE IRRIGATION NETWORK MANAGEMENT IN GAMPONG KEUTAPANG KEC. NISAM, DISTRICT NORTH ACEH
Keutapang Village is located in Nisam District, North Aceh Regency, Aceh Province with a village area of 123.4 ha. This village has 120 ha of agricultural land and rice as the main commodity, but the productivity of the planting season and harvest cannot be maximized due to the lack of irrigation that has been built, thus it is necessary to increase the effectiveness of irrigation management by mapping irrigation as information for village irrigation development planning. The rural irrigation map contains information on the location, situation and condition of irrigation, and the priority scale for improving the WEBGIS-based network. The purpose of this community service activity was to produce a village irrigation network map and educate village officials in increasing the effectiveness of irrigation network management through WEBGIS-based mapping. The mapping stages included measurement surveys using GPS, digitizing the surface of the area through Google Earth, depicting the layout with the AutoCAD application and making maps with QGIS/ArcGIS software. This community service activity in Keutapang Village, Nisam District produced informative and attractive village irrigation geospatial maps. The result of this activity is a digital irrigation map whose printout is submitted to the village officials. It is hoped that this map can be published and used as a basis for future sustainable village development planning.Desa Keutapang terletak di Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. dengan luas desa 123,4 ha. Desa ini memiliki lahan pertanian seluas 120 ha dengan komoditas utama padi. Namun produktivitas masa tanam dan hasil panen tidak dapat dimaksimalkan karena kurangnya jaringan irigasi terbangun. Sehingga diperlukan peningkatan efektifitas pengelolaan jaringan irigas dengan melakukan pemetaan irigasi sebagai informasi untuk perencanaan pembangunan irigasi desa. Peta irigasi perdesaan memuat informasi letak atau lokasi, situasi dan kondisi irigasi serta skala prioritas peningkatan jaringan berbasis Web GIS. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah menghasilkan peta jaringan irigasi desa dan mengedukasi perangkat desa dalam peningkatan efektifitas pengelolaan jaringan irigasi melalui pemetaan berbasis WEBGIS. Tahapan yang dilakukan dalam pemetaan diantaranya adalah survei pengukuran menggunakan GPS, digitasi permukaan wilayah melalui Google Earth, penggambaran layout dengan aplikasi Autocad serta pembuatan peta dengan software QGIS/ArcGIS. Program kerja pengabdian masyarakat di Desa Keutapang, Kecamatan Nisam menghasilkan peta geospasial irigasi desa yang informatif dan menarik. Selanjutnya, luaran ini berupa produk peta irigasi digital dan hasil cetak diserahkan kepada perangkat desa, sehingga dapat dipublikasikan dan dijadikan sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan desa
PENGUATAN KETERAMPILAN DIGITAL MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN LANDING PAGE WEB DI SMK NEGERI 1 BONE
Relevant digital skills to the needs of the modern professional world are the concern of SMK Negeri 1 Bone to prepare students to face competition in the digital era, especially web development. This community service activities were carried out through training to master the basics of web programming and the development of attractive and functional responsive designs through the creation of landing pages. The method of implementing activities is in the form of theoretical learning, intensive practice, and project-based evaluation. Participants create landing pages that were judged based on creativity, functionality, and design aesthetics. The results of this training showed that several groups of participants can implement interactive landing page features. Students were able to present the results of their work by explaining the design decisions and integrated functions to the instructor and other participants. This success provides a significant moral boost, strengthening confidence in developing a website. The trainees received certificates and the three best participants received awards in the form of coaching funds. This training is a strategic step to integrate digital skills into vocational education, answer the challenges of the ever-evolving job market, and prepare students to compete in the digital era. Therefore, future training should be more effective by increasing time allocation, collaborating with the technology industry, and expanding training materials with advanced topics in web development.Keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern menjadi perhatian bagi SMK Negeri 1 Bone untuk menyiapkan siswa menghadapi persaingan di era digital, khususnya pengembangan web. Maka dari itu, pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah pelatihan web yang berfokus pada penguasaan dasar-dasar pemrograman web, seperti HTML dan CSS, serta pengembangan desain responsif yang menarik dan fungsional untuk meningkatkan keterampilan teknis dan mengasah kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan pemecahan masalah siswa. Metode yang digunakan mencakup sesi pembelajaran teoretis, praktik intensif, dan evaluasi berbasis proyek, di mana peserta diminta membuat landing page yang dinilai berdasarkan kreativitas, fungsionalitas, dan estetika desain. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa beberapa kelompok peserta berhasil mengimplementasikan fitur-fitur interaktif pada landing page. Siswa mampu mempresentasikan hasil pekerjaan dengan menjelaskan keputusan desain serta fungsi yang telah diintegrasikan kepada instruktur dan peserta lain. Keberhasilan ini memberikan dorongan moral yang signifikan, memperkuat kepercayaan diri dalam kemampuan mengembangkan situs web. Peserta yang menyelesaikan pelatihan mendapatkan sertifikat dan tiga peserta terbaik menerima penghargaan berupa dana pembinaan. Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan keterampilan digital ke dalam pendidikan kejuruan, menjawab tantangan pasar kerja yang terus berkembang, dan mempersiapkan siswa untuk bersaing di era digital
PEMBERDAYAAN GURU TAHFIZ MELALUI PENGENALAN METODE-METODE TAHFIZ AL-QUR\u27AN DI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUNAN PANDANARAN YOGYAKARTA
Memorizing the Qur\u27an is increasingly in demand from various sectors, even in schooling, in the pesantren system and boarding schools also organize the tahfiz Al-Qur\u27an program. Some institutions have special methods in achieving the target quantity of memorization as well as to strengthen memorization. However, not all methods offered are suitable for all individuals, there are even some students who have reached a large quantity of memorization who have not found a method that suits the learning style and mood of the Qur\u27an memorizer. The purpose of this community service activity was to provide insight to tahfiz teachers and prospective tahfiz teachers about the tahfiz method that has developed to accommodate the diversity of individuals in the process of acquiring and strengthening memorization. Through the implementation of active learning and the ‘everyone is teacher here’ strategy, the introduction of the tahfiz method received a positive response. This can be seen in this activity, students who have become badal tahfiz have the experience to practice the tahfiz teaching method and were ready to do enrichment and empowerment method of Al-Quran memorization and allocate spare time to provide assistance to students who memorize the Qur\u27an in implementing their chosen methods.Menghafal al-Qur\u27an dari masa ke masa semakin banyak diminati oleh banyak kalangan bahkan dalam persekolahan dalam sistem pesantren maupun boarding school turut menyelenggarakan program tahfiz al-Qur\u27an. Beberapa lembaga memiliki metode khusus dalam mencapai target kuantitas hafalan maupun untuk memperkuat hafalan di ingatan, namun tidak semua metode yang ditawarkan sesuai untuk semua individu bahkan terdapat beberapa pelajar yang sudah mencapai kuantitas hafalan yang banyak belum menemukan metode yang sesuai dengan gaya belajar dan mood para penghafal al-Qur\u27an. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan wawasan kepada para guru tahfiz maupun calon guru tahfiz mengenai metode tahfiz yang berkembang guna mengakomodir keragaman individu dalam proses memperoleh hafalan maupun proses penguatan hafalan. Melalui penerapan active learning dan strategi everyone is teacher here pengenalan metode tahfiz ini mendapatkan respon yang positif sehingga dalam kegiatan pengabdian ini para mahasiswa yang sudah menjadi badal tahfiz memiliki pengalaman mempraktekkan metode pengajaran tahfiz dan siap mengajar tahfiz di lembaga penyelenggara program tahfiz. Dari hasil tersebut diharapkan guru tahfiz bersedia melakukan enrichment dan empowerment metode menghafal al-Qur\u27an dan menyediakan waktu lebih dalam memberikan pendampingan pada siswa penghafal al-Qur\u27an dalam menerapkan metode-metode yang dipilih siswa
PENGENALAN KONSEP KEPEMIMPINAN SERTA PENGORGANISASIAN DAN KETERAMPILAN KELOMPOK TANI DESA RAHABITE KECAMATAN TOARI KABUPATEN KOLAKA
This community service activity contained an introduction to the concept of leadership, organization, and skills of farmer groups located in Rahabite Village, Kolaka Regency with the aim of introducing the function and importance of farmer group organizations, in order to increase cooperation and productivity of the community that is part of the farmer group. The main target of this activity is the goat farming community, mothers who are members of the Family Empowerment and Welfare (PKK), and community leaders. The method of implementing the activity was in the form of counseling and discussion about the importance of leadership, organization, and skills in livestock farmer groups. The activity evaluation was carried out to determine the extent of the participants\u27 response and understanding of the activity by comparing changes in scores in the pre-test and post-test. This activity was attended by 30 participants who were dominated by farmers. The results of the pre-test and post-test showed that this community service activity was able to increase participants\u27 knowledge about leadership, organization, and skills of farmer groups with an average score of 80.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diisi dengan kegiatan pengenalan konsep Kepemimpinan, Pengorganisasian dan Keterampilan Kelompok Tani yang berlokasi di desa Rahabite, kabupaten Kolaka dengan tujuan mengenalkan fungsi dan pentingnya organisasi dalam sebuah kelompok tani sehingga diharapkan bisa meningkatkan kerjasama dan produktivitas masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani tersebut. Sasaran utama dari kegiatan PKM ini ialah masyarakat peternak kambing, ibu-ibu PKK dan tokoh masyarakat. Kegiatan PKM dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan dan diskusi mengenai pentingnya kepemimpinan, organisasi dan keterampilan dalam sebuah kelompok tani ternak. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana respon dan pemahanan peserta terhadap kegiatan ini dengan membandingkan perubahan skor pada pre-test dan post-test. Kegiatan ini diikuti sebanyak 29 peserta yang didominasi oleh petani ternak. Hasil pre-test dan post-test pengabdian meningkatkan pengetahuan peserta pada sisi pengetahuan mengenai kepemimpinan, pengorganisasian dan keterampilan kelompok tani dengan rata-rata nilai sebesar 80. 
PENERAPAN MEDIA SEMPOA SEBAGAI ALAT BANTU OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT DI SD NEGERI 057236 KEBUN UBI
This community service activity was motivated by the low ability of students at State Elementary School 057236 in the material on integer arithmetic operations (addition, subtraction, multiplication and division) which is very important material and basic material in mathematics related to other material. However, in reality, students\u27 abilities in integer counting operations are still low. Students are confused about working on negative integer questions, multiplication and division. So, the application of abacus media helps teachers teach the material on whole number counting operations and helps students understand the material on integer number counting operations. This activity was held on 1-2 August 2024 at SD Negeri 057236 Kebun Ubi, with 2 teachers and 8 class IV students participating in the activity. The method of implementing activities was through demonstration, training and evaluation. Demonstrations and training on the use of the abacus were given to teachers, and evaluation methods were used to determine teachers\u27 responses to the media and determine student learning outcomes after using the media. Based on the results of the questionnaire analysis, the teacher\u27s response was very positive towards the use of abacus media and student learning outcomes were better after using abacus media. The average value of student learning outcomes before using abacus media was 40.625 and after using abacus media it was 78.125. Thus, the next community service activity should be carried out with limited participants because the abacus media is limited. However, if the activity has more participants, more abacus must be provided to make the implementation of the activity more effective.Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa SD Negeri 057236 pada materi operasi hitung bilangan bulat. Operasi hitung bilangan bulat (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian) merupakan materi yang sangat penting karena merupakan materi dasar dalam matematika yang berkaitan dengan materi yang lain. Namun kenyataannya kemampuan siswa pada materi operasi hitung pada bilangan bulat masih rendah, khususnya di SD negeri 057236. Siswa masih bingung dalam mengerjakan soal bilangan bulat negatif, perkalian dan pembagian. Sehingga penerapan dalam penggunaan media sempoa diharapkan dapat membantu guru dalam mengajarkan materi operasi hitung bilangan bulat dan membantu siswa lebih memahami materi operasi hitung bilangan bulat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode demonstrasi, pelatihan dan evaluasi. Demonstrasi dan pelatihan diberikan kepada guru untuk penggunaan sempoa, metode evaluasi digunakan untuk mengetahui respon guru terhadap media dan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan media. Berdasarkan hasil analisis angket, respon guru sangat positif terhadap penggunaan media sempoa dan hasil belajar siswa lebih baik setelah menggunakan media sempoa
Chemical Analysis of Kawista Fruit-Based Rujak Seasoning as a Traditional Local Fruit Food Product
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas kimia dan sensori bumbu rujak berbasis buah kawista (Limonia acidissima) sebagai inovasi pangan tradisional berbasis bahan lokal. Kawista dipilih karena kandungan bioaktifnya, seperti flavonoid, tanin, asam organik, dan gula alami, yang berkontribusi pada cita rasa khas serta manfaat kesehatan. Parameter kimia yang dianalisis meliputi kadar air, total gula, total asam, dan pH, sedangkan parameter sensori mencakup uji hedonik terhadap rasa, aroma, tekstur, dan warna. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor, yakni jenis gula merah (aren, kelapa, tebu) dan konsentrasi kawista (2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 12%). Hasil menunjukkan bahwa gula aren memberikan stabilitas terbaik pada kadar gula, pH, dan tekstur, serta menghasilkan nilai hedonik tertinggi, khususnya pada konsentrasi kawista 8%. Sebaliknya, gula tebu menunjukkan performa terendah, terutama pada konsentrasi tinggi, akibat ketidakstabilannya terhadap asam organik. Studi ini menegaskan potensi gula aren sebagai bahan utama dalam pengembangan bumbu rujak berbasis kawista. Penelitian ini mendukung diversifikasi pangan berbasis buah lokal, sekaligus memberikan peluang inovasi produk tradisional yang mampu bersaing di pasar lokal dan global.
This study aims to analyze the chemical and sensory qualities of rujak seasoning based on kawista fruit (Limonia acidissima) as an innovative traditional food product utilizing local ingredients. Kawista was selected for its bioactive compounds, such as flavonoids, tannins, organic acids, and natural sugars, which contribute to its unique flavor and health benefits. The chemical parameters analyzed included moisture content, total sugar, total acidity, and pH, while sensory parameters encompassed hedonic tests for taste, aroma, texture, and color. The research employed a Randomized Block Design with two factors: types of palm sugar (aren, coconut, and cane) and kawista concentrations (2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 12%). Results showed that aren sugar provided the best stability in sugar content, pH, and texture, and achieved the highest hedonic values, particularly at 8% kawista concentration. Conversely, cane sugar exhibited the lowest performance, especially at higher concentrations, due to its instability against organic acids. This study underscores the potential of aren sugar as the primary ingredient in developing kawista-based rujak seasoning. It supports the diversification of local fruit-based foods and provides opportunities for innovative traditional products to compete in local and global markets
Cover depan, Daftar isi, Sampul belakang Vol. 9 No. 1. Februari 2025
Cover depan, Daftar isi, Sampul belakang Vol. 9 No. 1. Februari 202
Pembuatan Animasi Iklan Layanan Masyarakat Tentang Gizi Balita Di Posyandu Si Jantung Hati Desa Matangglumpangdua Meunasah Dayah Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen
The community service activity aims to improve the knowledge and skills of Si Jantung Hati (Singa Hati Integrated Health Post) cadres in creating simple animations through a provided application. The activity is implemented in three stages: preparation, implementation, and evaluation. In the preparation phase, a direct survey is conducted to analyze and determine the level of understanding and knowledge of Sijantung Hati cadres, along with the location of the location. The team then formulates the materials to be provided to the community service participants. The activity begins with a presentation, practical exercises on how to create simple animations, and a question and answer session on the material presented. The team expects participants to be highly interactive during the animation creation process
Pengabdian Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Gampong Pante Baro Gle Siblah Kabupaten Bireuen
https://drive.google.com/file/d/1p_eyos6NWF2yK4RsrmTyRTzTa0svvYgf/view?usp=sharingKegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan bantuasn moril dan material. Dalam hal ini bantuan logistik untuk korban bencana hidrometeorogi dan bingtuan social psikologis serta pengetahuan akan bencana
Community Perceptions On The Utilization Of Bamboo As A Non-Timber Forest Product
studi tentang persepsi dan praktik masyarakat lokal mengenai pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, khususnya bambu yang bertujuan untuk memahami perspektif masyarakat mengenai bambu sebagai HHBK dan untuk menilai potensi pemanfaatannya secara berkelanjutan. Pendekatan penelitian kualitatif dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi dengan 30 pengrajin bambu lokal. Analisis data difokuskan pada pemahaman sikap masyarakat terhadap pengelolaan bambu, tantangan yang dihadapi, dan peluang pengembangan ekonomi. Temuan penelitian menunjukkan sikap positif masyarakat terhadap pemanfaatan bambu. Mayoritas responden menyatakan setuju akan pentingnya pengelolaan bambu yang berkelanjutan untuk manfaat ekonomi dan lingkungan. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, termasuk akses pasar yang terbatas, kurangnya keterampilan teknis, dan dukungan pemerintah yang tidak memadai. Hasil penelitian ini menyoroti potensi bambu sebagai sumber daya yang berharga bagi masyarakat pedesaan. Dengan mempromosikan praktik-praktik pengelolaan bambu yang berkelanjutan, maka akan memungkinkan untuk meningkatkan mata pencaharian masyarakat setempat, melestarikan keanekaragaman hayati, dan memitigasi perubahan iklim. Studi ini merekomendasikan pengembangan produk bambu bernilai tambah, program peningkatan kapasitas untuk pengrajin lokal, dan pembentukan hubungan pasar yang efektif untuk mewujudkan potensi bambu sebagai HHBK