Jurnal Universitas Almuslim
Not a member yet
1886 research outputs found
Sort by
Analisis Kegiatan Ekstrakurikuler Pencak Silat Terhadap Disiplin Dan Inovasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Bireuen
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pencak silat merupakan salah satu program termuat dalam kurikulum dan menjadi sarana pembelajaran diluar kelas. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Kegiatan Ekstrakurikuler Pencak Silat Terhadap Disiplin Dan Inovasi Siswa Kelas Vii Smp Negeri 1 Bireuen Untuk mengetahui dan Mendeskripsikan Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Pencak Silat Terhadap Disiplin Dan Inovsi Siswa Kelas Vii Smp Negeri 1 Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskiptif. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data skunder. Data primer yang diperoleh peneliti dari hasil observasi lapangan pada kegiatan ekstrakurikuler pencak silat. Data skunder penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dengan kepala sekolah, guru penjas, pelatih kegiatan ekstrakurikuler pencak silat, beberapa siswa, hasil dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data di lapangan, reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) metode pelaksanaan ekstrakurikuler pencak silat menggunakan metode ceramah dan metode demonstrasi, (2) penguasaan gerak siswa melalui proses latihan bertahap dan berulang ulang, (3) disiplin dan inovasi siswa tercipta melalui metode pelaksanan kegiatan ekstrakurikuler pencak silat. Penelitian ini juga menunjukan bahwa kegiatan ekstrakurikuler pencak silat tidak hanya berfokus pada prestasi tetapi lebih cendrung untuk meningkatkan nilai karakter siswa, seperti karakter disiplin, bertanggung jawab, akhlak mulia, dan inovatif
Keefektifan Model Pembelajaran Picture and Picture Pada Anak Penyandang Tunagrahita Dalam Meningkatkan Hasil Pembelajaran di SLB Negeri Terpadu Bireuen
Penerapan model pembelajaran dapat membantu dalam peningkatan hasl belajar. Pemilihan model pembelajaran dan strategi pembelajaran yang baik akan membuat peserta didik lebih mudah memahami dan cepat merespon pada saat proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini meneliti tentang keefektifan model pembelajaran picture and picture bagi anak penyandang tunagrahita dalam meningkatkan hasil pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan model pembelajaran picture and picture bagi anak penyandang tunagrahita pada saat proses pembelajaran berlangsung dalam meningkatkan hasil belajarnya. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa SLB Negeri Terpadu Bireuen kelas 2. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre-test dan post-test Dari hasil penelitian menunjukkan terdapat keefektifan penggunaan model pembelajaran picture and picture dengan nilai korelasi 0,0945 dengan korelasi sempurna dan nilai hasil uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh nilai t-hitung 2,887>t-tabel 2,353. Artinya penggunaan model pembelajaran picture and picture efektif dalam meningkatkan hasil pembelajaran
students\u27 analysis and evaluation skills in mathematics learning using the RADEC learning model
Kemampuan analisis dan evaluasi dalam pelajaran matematika adalah keterampilan penting yang harus dimiliki siswa untuk mendukung proses pembelajaran dan membantu memecahkan berbagai masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran RADEC terhadap keterampilan analisis dan evaluasi matematis siswa. Jenis dan desain penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen, yaitu desain quasy eksperimen. Desain yang digunakan yaitu desain posttest only group untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran RADEC. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes keterampilan analisis dan keterampilan evaluasi matematis siswa. Data diolah menggunakan uji Tests of Between-Subjects Effects dan uji multivariat. Hasil uji keterampilan analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,014, yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari model RADEC terhadap kemampuan analisis siswa. Hasil untuk keterampilan evaluasi dengan p-value 0,002 juga menunjukkan pengaruh signifikan. Uji multivariat dengan taraf signifikansi 0,05 menghasilkan p-value 0,009, sehingga hipotesis nol ditolak dan disimpulkan bahwa menggunakan model pembelajaran RADEC berpengaruh pada keterampilan analisis dan evaluasi siswa SMP Negeri 23 Bandar Lampung.
ABSTRAK. Kemampuan analisis dan evaluasi dalam pelajaran matematika adalah keterampilan penting yang harus dimiliki siswa untuk mendukung proses pembelajaran dan membantu memecahkan berbagai masalah matematika. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen, yaitu desain quasy eksperimen. Penelitian ini menggunakan desain posttest only group untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran RADEC. Data diolah menggunakan uji Tests of Between-Subjects Effects dan uji multivariat. Hasil uji keterampilan analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,014, yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari model RADEC terhadap kemampuan analisis siswa. Hasil untuk keterampilan evaluasi dengan p-value 0,002 juga menunjukkan pengaruh signifikan. Uji multivariat dengan taraf signifikansi 0,05 menghasilkan p-value 0,009, sehingga hipotesis nol ditolak dan disimpulkan bahwa model RADEC meningkatkan keterampilan analisis dan evaluasi siswa SMP Negeri 23 Bandar Lampung.
Kata Kunci: Model RADEC, Analisis, Evaluasi
Identification, morphology, and composition of mantis shrimp crustacean (Stomatopoda) catch in the waters of Bireuen Regency
Bireuen Regency, located on the eastern coast of Aceh, is rich in natural resources, particularly in marine fisheries. Among these, mantis shrimp are a notable resource, though their population dynamics remain undocumented. Currently, mantis shrimp are considered bycatch by local fishermen, with most being discarded. To address this gap, this study aimed to identify and analyze the morphology and composition of mantis shrimp in the waters of Bireuen Regency. The research was conducted from October 2024 in Gandapura District, employing purposive random sampling at three designated sites. The species identified was Harpiosquilla raphidea. Morphological measurements revealed six body segments: head length (PK), head width (LK), body length (PB), body width (LB), tail length (PE), and tail width (LE). Results indicated that mantis shrimp constituted 50% of the catch, followed by tiger shrimp (25%) and kelong shrimp (25%). The length-weight relationship of mantis shrimp showed a b-value of <3, signifying negative allometry, where growth in length outpaces growth in weight. These findings provide baseline data for further studies on mantis shrimp populations and their potential utilization in sustainable fisheries.Udang mantis salah satu komoditas hewan laut yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Udang mantis spesies krustasea penting secara komersial yang tersebar luas di negara Samudra Pasifik. Udang mantis merupakan sumber daya perikanan yang potensial di Indonesia, namun informasi mengenai dinamika populasinya masih terbatas. Tempat lokasi penelitian dilakukan di perairan Desa Kuala Ceurape Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus - Oktober tahun 2024. Udang mantis (Harpiosquilla raphidea) merupakan hewan yang memiki morfologi kombinasi dari udang, lobster dan belalang sembah. Bentuk morfologi udang mantis H. raphidea terdiri dari karapaks, torax, abdomen dan telson. Udang mantis memiliki keistimewaan dalam ketahanan hidup yaitu maxsiliped atau dikenal dengan lengan penyerang atau lengan predator (cakar), memiliki duri tajam pada dactylus digunakan untuk memotong atau menyobek mangsanya. Data sebaran panjang udang mantis dibagi kedalam 5 kelas dengan jumlah udang yang paling panjang ditemukan selama penelitian berada pada selang kelas 168–203 mm dengan persentase sebanyak 33% dan frekuensi terendah terdapat pada selang kelas 96–131 mm dan 204-239 mm dengan persentase 14%
Analysis of production whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) in Bireuen Regency, Aceh Province
Whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) is one of the most important commodities grown in Aceh Province, with one location in Bireuen Regency. This commodity is a local, domestic, and exportable food product. There is little information on the supply chain for whiteleg shrimp fisheries production in Bireuen Regency. The goal of this study is to investigate the supply chain and production value of whiteleg shrimp in Bireuen Regency. One of the right approach concepts to overcome the problem of meeting consumer demand is to determine the level of the fisheries base sector in a region. The study was done from February to April 2024. This study employed descriptive analysis as its method. The analysis method employed is location quotient (LQ) analysis. According to the study\u27s findings, the average LQ values for whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) production in Bireuen Regency vary by sub-district between 2019 and 2023. The sub-districts of Sp Mamplam, Pandrah, Jeunieb, Plimbang, Jeumpa, and Peusangan are home to the LQ value category with the basic LQ value. The sub-districts of Samalanga, Peudada, Kuala, Jangka, Kuta Blang, and Gandapura are home to the LQ value category in the non-base category. The Jangka sub-district has the highest production value of whiteleg shrimp, namely from 2019 to 2023. In 2023, the highest production value of whiteleg shrimp is 4,452.80 tons.Whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) is one of the most important commodities grown in Aceh Province, with one location in Bireuen Regency. This commodity is a local, domestic, and exportable food product. There is little information on the supply chain for whiteleg shrimp fisheries production in Bireuen Regency. The goal of this study is to investigate the supply chain and production value of whiteleg shrimp in Bireuen Regency. One of the right approach concepts to overcome the problem of meeting consumer demand is to determine the level of the fisheries base sector in a region. The study was done from February to April 2024. This study employed descriptive analysis as its method. The analysis method employed is location quotient (LQ) analysis. According to the study\u27s findings, the average LQ values for whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) production in Bireuen Regency vary by sub-district between 2019 and 2023. The sub-districts of Sp Mamplam, Pandrah, Jeunieb, Plimbang, Jeumpa, and Peusangan are home to the LQ value category with the basic LQ value. The sub-districts of Samalanga, Peudada, Kuala, Jangka, Kuta Blang, and Gandapura are home to the LQ value category in the non-base category. The Jangka sub-district has the highest production value of whiteleg shrimp, namely from 2019 to 2023. In 2023, the highest production value of whiteleg shrimp is 4,452.80 tons
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY F DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN T WILAYAH PUSKESMAS CURUP TIMUR KABUPATEN REJANG LEBONG
Salah satu cara untuk meningkatkan pembangunan kesehatan di Indonesia adalah dengan menerapkan asuhan kebidanan secara komprehensif bertujuan meningkatkan derajat kesehatan Ibu dan Anak, yang dimulai dari kehamilan, persalinan, BBL, neonatus, dan nifas. Tujuan dari studi kasus ini adalah memberikan asuhan komprehensif dengan menerapkan pengetahuan dan keterampilan klinis secara langsung pada klien dengan pendekatan standar asuhan kebidanan dimulai dari pengkajian, perumusan diagnosa dan/atau masalah kebidanan, perencanaan, implementasi, evaluasi dan pencatatan asuhan kebidanan menggunakan catatan perkembangan SOAP. Jenis laporan dalam bentuk studi kasus, dilaksanakan di PMB Tri Wilaida Kecamatan Curup Timur Kabupaten Rejang Lebong, pada bulan Januari sampai Juni 2024. Subjek adalah Ny “F” umur 28 tahun dengan G1P0A0. Asuhan diberikan mulai dari asuhan kehamilan usia kehamilan 40 minggu dengan keluhan kram kaki, persalinan, BBL dan neonatus normal dan nifas normal. Hasil studi diperoleh bahwa asuhan kebidanan komprehensif yang diimplementasikan sesuai dengan standar asuhan kebidanan. Tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik, pada asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, BBL dan Neonatus serta masa nifas. Asuhan kebidanan komprehensif dilakukan sesuai dengan standa
Peran Aparatur Desa Dalam Pemberdayaan Kelompok Tani Di Desa Ujong Blang Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen Tahun 2022
Empowerment of farmer groups in Ujong Blang Village, Kuala District, Bireuen Regency has not been implemented optimally. This can be seen from the economic powerlessness of farmers which is exacerbated by the low level of village apparatus participation. The purpose of this study was to describe the role of village apparatus in community empowerment in Ujong Blang Village, Kuala District, Bireuen Regency. In this study using a descriptive qualitative research method which aims to describe and analyze a problem in order to obtain an overall picture that is described in words or sentences in the final results of the study. The role of village apparatus in empowering farmer groups in Ujong Blang Village, Kuala District, Bireuen Regency has not been maximized, so it has not made any changes to reducing poverty, increasing income, increasing productivity, increasing ability to manage farming and increasing welfare. Capital assistance, subsidized fertilizers and superior seeds provided by the Government have not been received equally by farmer groups. Counseling and mentoring from Village Officials has also not been carried out effectively, the availability of the facilities needed by farmers is inadequate and there is no institution that can distribute agricultural tools and accommodate harvests from farmers. Obstacles in empowering farmer groups in Ujong Blang Village, Kuala District, Bireuen Regency are the low knowledge of farmers, where most farmers have only elementary and junior high school education, the weakness of agricultural extension programs so that they are unable to reach their targets for poor farmers, the limited role of the government in providing production inputs such as assistance capital, quality seeds and subsidized fertilizers, lack of concern and seriousness of members of farmer groups in participating in counseling and the lack of extension staff resources as trainers and educators
Media Pembelajaran Berhitung Interaktif Menggunakan Augmented Reality
Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat merancang media pembelajaran berhitung untuk pendidikan dasar dengan menggunakan Augmented Reality sehingga pembelajaran dapat di akses dengan media komputer, laptop atau smartphone. Metode penelitian ini menggunakan pengamatan atau observasi terhadap informasi yang akan dibutuhkan dalam pembuatan aplikasi. analisis kebutuhan sistem lalu dilakukan perancangan system dengan menggunakan perancangan sistem aplikasi dengan Unified Modeling Language (UML). Hasil dari sistem yang telah dibangun dan dapat membantu pengajar dan peserta didik dalam proses belajar dan mengajar pengenalan angka dan berhitung. Aplikasi yang telah di buat hanya dapat dijalankan dengan marker yang telah ditentukan. Teknik AR dengan metode marker based tracking membutuhkan gambar penanda yang terdeteksi oleh sistem, sehingga dapat menampilkan objek 3D.
Perkembangan teknologi informasi, pembelajaran dapat dilakukan dengan media komputer, laptop atau smartphone. Salah satu teknologi yang dapat dijadikan media pembelajaran baru adalah Augmented Reality, yaitu istilah teknologi yang menggabungkan dunia nyata dan dunia maya yang diciptakan oleh komputer sehingga batas antara keduanya menjadi sangat tipis. Metode pembelajaran seperti ini dapat membuat siswa atau anak lebih semangat dalam belajar karena selama ini metode pembelajaran yang diperkenalkan kepada anak atau siswa hanya bersifat konvensional. Oleh karena itu digunakan teknologi Augmented Reality dalam menjadikan media pembelajaran berhitung sebagai media pembelajaran yang lebih menarik dan dapat menarik minat belajar anak
Computational Thinking Dalam Menyelesaikan Masalah Literasi Matematika PISA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa dalam menyelesaikan soal PISA dengan mengaitkan pada kemampuan Computational Thinking. Karena saat ini untuk kajian soal soal PISA dibutuhkan suatu penalaran yang tinggi sehingga persoalan yang ada dapat terselesaikan dengan tahapan-tahapan dalam penyelesaian masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah peneitian kualitatif dengan jumlah Sampel Penelitian ini adalah siswa SMA kelas II di Kabupaten Bireuen, dengan jumlah responden/ siswa sebanyak 2 orang. Teknik penelitian yang melalui 3 tahapan, yaitu: memberikan satu soal PISA kepada responden. kedua menganalisis unsur-unsur ataupun 4 pondasi Computational Thinking dan yang ketiga, melakukan triangulasi data untuk menganalisis hasil wawancara dengan subjek wawancara. Hasil penellitian dapat disimpulkan bahwa terdapat siswa atau responden yang masih memerlukan pemahaman dalam menganalis soal PISA dan dapat memahami konten 4 fondasi Computational Thinking.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa dalam menyelesaikan soal PISA dengan mengaitkan pada kemampuan Computational Thinking. Karena saat ini untuk kajian soal soal Hots PISA dibutuhkan suatu penalaran yang tinggi sehingga persoalan yang ada dapat terselesaikan dengan tahapan-tahapan dalam penyelesaian masalah. Metode penelitian yang digunakan adlaah peneitian kualitatif dengan jumlah Sampel Penelitian ini adalah siswa SMA kelas II di Kabupaten Bireuen, dengan jumlah responden/ siswa sebanyak 2 orang. Teknik penelitian yang melalui 3 tahapan, yaitu: memberikan satu soal PISA kepada responden. kedua Menganalisis unsur-unsur ataupun 4 pondasi Computational Thinking dan yang ketiga, melakukan triangulasi data untuk menganalisis hasil wawancara dengan subjek wawancara. Hasil penellitian dapat disimpulkan bahwa terdapat siswa atau responden yang masih memerlukan pemahaman dalam menganalis soal PISA dan dapat memahami konten 4 fondasi Computational Thinking.