Jurnal Universitas Almuslim
Not a member yet
    1886 research outputs found

    Condition and carbon reserves of mangrove ecosystems in East Sorong Distrik, Sorong City

    Get PDF
    Mangrove is an important coastal ecosystem whose presence influences the productivity of other ecosystems, such as seagrass beds and coral reefs. This study was conducted in the East Sorong District from October 2023 to January 2024, aiming to determine the species, abundance, density, dominance, frequency, importance value, biomass, and carbon storage of mangroves. Samples were taken from three locations using the Point Centered Quarter method. The geographic coordinates of Location I are 0°55\u272.1" S and 131°17\u2735.94" E, Location II at 0°55\u2722.86" S and 131°17\u2738.16" E, and Location III at 0°54\u2757.96" S and 131°18\u2711.11" E. Materials used in the study included mangrove vegetation, aquades, and tissue. The results showed 104 individual trees from three mangrove species: Rhizophora apiculata (66 trees), Rhizophora mocrunata (17 trees), and Bruguiera gymnorrhiza (21 trees). The total density was 0.0693 ind/m², frequency was 1.433 ind/m², and dominance was 40.581 ind/m². The average importance value index for each species was: Rhizophora apiculata (190.184%), Bruguiera gymnorrhiza (60.607%), and Rhizophora mocrunata (49.209%). The total biomass was 463.11 tons/ha, with carbon content of 217.66 tonsC/ha and CO2 sequestration of 798.82 tonsCO2/ha. Water quality parameters were within the acceptable standards for seawater quality.Mangrove merupakan ekosistem unik dan penting yang berada di daerah pesisir, perubahan kondisi ekosistem dapat mempengaruhi produktivitas ekosistem lainnya (padang lamun dan terumbu karang). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahi jenis dan jumlah serta menghitung kerapatan relatif, dominasi relatif, frekuensi relatif, indeks nilai penting dan biomassa serta cadangan karbon di Distrik Sorong Timur yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai Januari 2024. Menggunakan metode Point Centered Quarter, dalam penghitungan diameter pohon yang berada di dalam areal pengukuran. Bahan yang digunakan secara umum yaitu vegetasi mangrove, aquades dan tisu. Hasil yang diperoleh yaitu 104 individu tingkat pohon dari tiga jenis mangrove, jenis Rhizophora apiculata 66 pohon, Rhizophora mocrunata 17 pohon dan Bruguiera gymnorrhiza 21 pohon. Jarak rata – rata individu terjauh yaitu 4,4 meter di stasiun II titik 2 dan stasiun III titik 4 serta yang terdekat 2.2 meter di stasiun I titik 3. Kerapatan total semua jenis 0,0693 ind/m2, frekuensi total semua jenis 1.433 ind/m2, dominasi total semua jenis 40,581 ind/m2. Indeks nilai penting rata – rata dari ketiga stasiun yaitu jenis Rhizophora apiculata 190,184%, jenis Bruguiera gymnorrhiza 60,607% dan jenis Rhizophora mocrunata 49,209%. Pengukuran biomassa di atas permukaan tanah (above ground) dengan cara tidak merusak sampel (non-destructive sampling) pada tingkat pohon, lalu dianalisis menggunakan pesamaan alometrik, dengan nilai biomassa total sebesar 666,29 ton/ha, kandungan karbon total sebesar 313,13 tonC/ha dan serapan karbondiksida (CO2) total sebesar 1149,21 tonCO2/ha. Pengukuran parametar kualitas air dengan nilai rata – rata yaitu, suhu 29,17 0C, salinitas 26 ⁰/ₒₒ, pH 7.3 dan DO 5,07 mg/l semua ini masih sesuai dengan mutu baku air laut

    Pengaruh Pupuk Organik Cair Ampas Kopi Dan Ampas Tebu Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair ampas kopi dan ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis, yang dilaksanakan di Desa Blang Tampu Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah pada bulan Januari 2024 sampai April  2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, yang terdiri dari dari dua faktor. Faktor l : Ampas Kopi (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu : A0 = Kontrol, A1 = 25 ml/L dan A2 = 30 ml/L. Faktor II : Ampas Tebu (T) yang terdiri dari 3 taraf  perlakuan yaitu : T0 = Kontrol, T1 = 200 ml/L dan T2 = 250 ml/L. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, diameter tongkol dan berat tongkol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair ampas kopi berpengaruh  nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun pada umur 15  HST, diameter batang umur 30 dan 45 HST, diameter tongkol dan berat tongkol tanaman jagung manis, akan tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun umur 30 dan 45 HST dan diameter batang umur 15 HST. Perlakuan terbaik dijumpai pada pupuk organik cair ampas kopi konsentrasi 30 ml/literair (A2). Pemberian pupuk organik cair ampas tebu berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 dan 45 HST, akan tetapi berpengaruh  tidak nyata terhadap tinggi tanaman 15 HST,  jumlah daun dan diameter batang umur 15, 30 dan 45 HST, diameter tongkol dan berat tongkol tanaman jagung. Perlakuan terbaik dijumpai pada pupuk organik cair ampas tebu konsentrasi 250 ml/literair (T2).Terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan pupuk organik cair ampas kopi dan ampas tebu terhadap pertumbuhan diameter tongkol tanaman jagung.Perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan pupuk organik cair ampas kopi konsentrasi 25 ml/L dan tanpa pupuk organik cair ampas tebu kontrol (A1T0)

    Pengaruh Penggunaan Cocopeat dan Arang Sekam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arang sekam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, yang dilaksanakan di Desa Paya Cut, Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen dengan ketinggian tempat 10 m dpl pada bulan November 2023 sampai dengan Januari 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non factorial yaitu : Arang Sekam (A ) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan : A1 = 10 % arang sekam, A2 = 20 % arang sekam dan A3 = 30 % Arang sekam. Peubah yang di amati antara lain, tinggi tanaman,  Jumlah Daun dan jumlah umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian arang sekam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30 dan 45 HST, jumlah daun umur 15  dan 30 HST,  akan tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun umur 45 HST. Perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan pemberian arang sekam 30% (A3).   Kata Kunci : Komposisi,  Arang Sekam,  Bawang Mera

    Analisis Pendapatan Usaha Tani Garam Di Desa Bluka Teubai Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pendapatan usaha tani garam yang dikelola di Desa Bluka Teubai, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Metode penelitian yang digaunakan yaitu metode kuantitatif dengan menganalisis data secara menyeleuruh meliputi analisis kelayakan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek finansial, teknis, serta pasar, termasuk perhitungan biaya produksi, pendapatan, keuntungan, dan nilai investasi yang dibutuhkan. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha, observasi di lapangan, dan analisis laporan keuangan sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tambak garam ini memiliki potensi pendapatan sebesar adalah Rp. 12.800.000/bulan atau Rp. 153.600.000/tahun dan hasil perhitungan B/C Ratio sebesar 0,36, yang berarti bahwa nilai B/C Ratio > 0, sehingga usahatani garam Desa Bluka Teubai, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara layak diusahakan dan dikembangkan

    Desain Pembelajaran Matematika Berbasis Hypothetical Learning Trajectory (Hlt) Untuk Mengembangkan Kemampuan Spasial Siswa

    Get PDF
    Kemampuan spasial sangat dibutuhkan dalam matematika itu sendiri, teknik, sains, dan kehidupan masyarakat secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Hypothetical Learning Trajectory (HLT) yang dapat mengembangkan kemampuan spasial siswa. Penelitian ini merupakan design research. Subjek penelitian ini adalah satu guru dan 32 siswa di salah satu SMP di Banda Aceh. Instrumen penelitian adalah tes kemampuan spasial, lembar observasi aktivitas guru, wawancara, dan catatan lapangan. Data dianalisis dengan menggunakan retrospective analyses. Hasil penelitian ini yaitu HLT untuk mengembangkan kemampuan spasial siswa yang terdiri atas tiga aktivitas, diantaranya membandingkan volume kotak dari susunan kartu remi berdasarkan posisi tegak dan mendatar, visualisasi tampak depan dan tampak samping dari susunan kubus satuan guna menyelesaikan permasalahan luas permukaan dan volume kubus dan balok, dan menemukan pola jaring-jaring kubu

    Sistem Pengambilan Keputusan Pemilihan Calon Kepala Desa Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan diantaranya Mempermudah Panitia Pemilihan Keuchik (P2K)dalam melaksanakan pemilihan calon kepala desa. Setelah dilakukan analisa terhadapsistem yang sedang berjalan, penulis menguraikan kekurangan yang terdapat pada sistemtersebut. Terutama harus datangnya mahasiswa ke kampus untuk melakukan pemilihan danlambannya waktu perhitungan suara menjadi penyebabnya. Untuk dapat memberi solusipada permasalahan ini, penulis merancang sebuah sistem. Diharapkan dapat menjadisolusi apabila suata saat diterapkan pada Pilkades. Dengan metode AHP, dengan mudahbisa menentukan calon kepala desa yang diinginkan. Perhitungan dilakukan dengan akuratdan tanpa ada resiko terjadinya kecurangan. Pengumuman hasil perhitungan suara yangmasuk juga di informasikan melalui aplikasi. Agar dapat terciptanya sebuah SistemPengambilan Keputusan Pemilihan Calon Kepala Desa menggunakan metode ahpdilakukan beberapa tahap teknik, diantaranya instalasi xampp sebagai uji coba serverlocal, setting MySQL, pembuatan Aplikasi Server, dan pembuatan. Hasil penelitianmengungkapkan simpulan diantaranya bahwa bahasa pemograman visual studio 2010

    Implementasi Graf Kompatibel dalam mengurai Kemacetan dI Persimpangan terparah dI Pekanbaru

    Get PDF
    Terdapat satu simpang dengan kepadatan lalu lintas tinggi di Kota Pekanbaru yaitu simpang Jalan Garuda Sakti-Kubang. Manajemen lalu lintas diperlukan untuk mengurangi kemacetan, hal ini juga menjadi tujuan  penelitian ini. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah Graf Kompatibel dan metode Webster. Graf kompatibel terdiri dari dua himpunan sisi yang menunjukkan objek yang akan diatur dan pasangan objek yang kompatibel (sesuai). Penelitian ini menggunakan data primer yang menjadi objek penelitiannya ialah banyaknya kendaraan dan jumlah lajur di persimpangan Jalan Garuda Sakti-Kubang. Dengan penggunaan teori graf kompatibel didapat hasil durasi lampu lalu lintas yang optimal, yaitu untuk Jalan Garuda Sakti (utara), lampu merah berdurasi 48 detik, lampu kuning berdurasi 3 detik, lampu hijau berdurasi 11 detik, untuk Jalan Raya Pekan (timur), lampu merah berdurasi 48 detik, lampu kuning berdurasi 3 detik, lampu hijau berdurasi 11 detik, untuk Jalan Kubang Raya (selatan), lampu merah berdurasi 45 detik, lampu kuning berdurasi 3 detik, lampu hijau berdurasi 14 detik, terakhir untuk Jalan Raya Pekanbaru-Sungai Pagar (barat), lampu merah berdurasi 33 detik, lampu kuning berdurasi 3 detik, lampu hijau berdurasi 26 detik

    Analisis Proses Berpikir Kritis Mahasiswa dalam menyelesaikan Soal Aljabar Bilangan Kompleks berdasarkan Kemampuan Matematika

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan soal aljabar bilangan komplek berdasarkan kemampuan matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif yang dilaksanakan di Universitas Malikussaleh, tepatnya pada Program Studi Pendidikan Matematika, yang terdiri dari 25 orang mahasiswa sebagai subjek. Berdasarkan hasil analisis kesalahan dari masing- masing subjek dapat disimpulkan bahwa subjek banyak melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal bilangan kompleks, kesalahan yang dilakukan terjadi pada saat subjek menggunakan operasi perkalian, pengurangan dan penjumlahan yang mana materi ini merupakan materi paling dasar dalam pembelajaran matematika dan ada beberapa subjek salah memasukkan nilai yang diketahui pada soal, kemudian ada beberapa subjek yang tidak menentukan hasil akhir sehingga jawabannya dianggap tidak benar. Penyebab mahasiswa melakukan kesalahan tersebut yang ditinjau dari kemampuan matematika diantaranya mahasiswa kesulitan dalam memahami proses operasi perkalian, pengurangan dan penjumlahan yang menjadi materi paling dasar matematika, mahasiswa banyak yang melupakan konsep-konsep dasar matematika tentang operasi perkalian, pengurangan dan penjumlahan, kurangnya latihan mandiri mahasiswa terkait materi dasar matematika dan mahasiswa sering terburu-buru dalam mengerjakan soal dan tidak mengecek ulang jawaban

    Evaluasi Manajemen Perkandangan Sapi Potong di Peternakan Rakyat Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen perkandangan Sapi Potong di Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan April 2021. Analisa data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan mengindentifikasi masalah dan menganalisa data primer yang diperoleh langsung dari peternak melalui wawancara, meliputi beberapa hal yaitu tata letak, konstruksi, bahan, sanitasi dan pengolahan limbah, serta data sekunder yang diperoleh dari kantor kecamatan yang mencakup keadaan umum wilayah kecamatan tersebut. Pengolahan data dilakukan dengan cara mengidentifikasi masalah yang memuat keadaan umum wilayah peternakan. Data yang diperoleh kemudian dianalisa secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa syarat kandang, meliputi pemilihan lokasi dan tata letak kandang belum sesuai, sementara konstruksi dan bahan kandang yang digunakan adalah dengan memanfaatkan bahan sekitar. Kesimpulan dari studi ini adalah manajemen perkandangan sapi potong di Kabupaten Aceh Utara adalah belum baik, karena konstruksi, bahan, dan fungsi kandang belum memenuhi syarat

    The effect of the level of addition of lemuru fish meat flour on the organoleptic favorability of peanut rempeyek

    No full text
    Lemuru fish meal can be used as an additional ingredient or supplement in peanut brittle products.  This research aims to determine the level of organoleptic preference for peanut brittle from various levels of addition of lemuru fish meat flour.  The research method used was experimental with 4 treatments, namely A. level of addition of lemuru fish meal 0% of rice flour, B. level of addition of lemuru fish meal 2.5% of rice flour, C. level of addition of lemuru fish meal 5% from rice flour and D. the level of addition of lemuru fish meat flour is 7.5% of rice flour.  The peanut brittle obtained from each treatment was observed for its organoleptic preference level which included appearance, aroma, texture and taste.  Organoleptic preference level testing was carried out using a hedonic test by 15 semi-trained panelists.  The data obtained were analyzed using the Friedman test and multiple comparison test.  The Bayes method was used to determine the best treatment.  The results of the research showed that the level of addition of lemuru fish meat flour only affected the level of preference for the taste of peanut brittle produced.  The most popular peanut brittle is obtained from lemuru fish meat without adding flour.  The next favorite in order is peanut brittle which is obtained from the addition of fish meal at 2.5%, 5% and 7.5%

    1,626

    full texts

    1,886

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Almuslim
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇