E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
APLIKASI INISIASI MENYUSU DINI PADA IBU BERSALIN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DEPRESI PASCA PERSALINAN DI KAB. KUDUS TAHUN 2013
Sekitar 22 % ibu bersalin beresiko mengalami depresi pasca persalinan, 14 % resiko itu meningkat dan 19,3 persen dari mereka berpikir untuk menyakiti diri mereka sendiri dan/atau menyakiti sampai membunuh bayinya. Peningkatan rasa percaya diri ibu dan kontak batin ibu dengan bayinya melalui IMD dipercaya dapat menurunkan depresi pasca persalinan. Populasi penelitian ini ibu bersalin spontan di Puskesmas dengan pelayanan PONED di Kabupaten Kudus sebanyak 420 orang. Jumlah sampel 66 orang yang diambil secara insidential sampling. Metode penelitian menggunakan intervensi semu (quasi experiment), rancangan post test with control group dengan intervensi pelaksanaan IMD. Analisa data dilakukan dengan uji t-test independent.Hasil penelitian didapatkan rata-rata usia responden 24,52 tahun, paritas responden 1,69, dan tidak ada responden yang mengalami depresi dengan rata-rata skore EPDS 5,25. Rata-rata skore EPDS kelompok IMD 4,32 dan pada kelompok control adalah 6,03. Dengan uji t test independen didapatkan p 0,045. Simpulan penelitian ini, berdasarkan uji statistic terdapat perbedaan signifikan skore EPDS antara ibu yang dilakukan IMD dengan yang tidak dilakukan IMD. Ibu yang dilakukan IMD memiliki peluang mengalami depresi pasca persalinan lebih kecil dibanding yang tidak dilakukan IM
KORELASI FAKTOR SOSIO DEMOGRAFI DENGAN PELAKSANAAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KABUPATEN KUDUS
Meskipun telah banyak bukti yang mendukung pentingnya menyusui eksklusif selama 6 bulan, namun masih terdapat kenyataan bahwa para ibu di beberapa negara termasuk Indonesia melakukan penyapihan dini sebelum bayi berusia 3 dan 6 bulan,serta memberikan makanan semi padat kepada bayi mereka. Pencapaian ASI eksklusif di Kabupaten Kudus berdasarkan hasl survey hanya 19,56%. Kota Kudus merupakan kota yang didalamnya terdapat pabrik rokok dan sebagian besar pekerjanya adalah perempuan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi faktor sosio demografi dengan pelaksanaan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Kudus.Rancangan penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah subyek penelitian 92 orang, yaitu ibu yang memiliki bayi usia 7 – 12 bulan.variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor sosio demografi yang meliputi usia ibu, paritas, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi sedangkan variabel terikatnya adalah pelaksanaan pemberian ASI eksklusif. Hubungan variabel bebas dan variabel terikat dianalisis dengan menggunakan Rank Spearman dan Chi kuadrat, sedangkan untuk melihat interaksi antara variabel bebas dan variabel terikat menggunakan rumus Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara usia nilai p = 0,189 (p >0,05),paritas nilai p = 0,030 (p 0,05), pekerjaan nilai p = 0,772(p > 0,05), status ekonomi nilai p = 0,567(p > 0,05).Simpulan menunjukkan terdapat korelasi antara paritas dengan pelaksanaan pemberian ASI eksklusif,sedangkan persepsi dan faktor sosiodemografi yang meliputi usia, pendidikan, pekerjaan dan status ekonomi tidak terdapat korelasi, dan pendidikan berkorelasi dengan persepsi ibu tentang menyusu
PENGARUH TERAPI BERPIKIR POSITIF TERHADAP PERILAKU MEMBUANG DAHAK PADA PASIEN TUBERKULOSIS
Latar Belakang : Risiko penularan TB setiap tahunnya ditunjukkan dengan Annual Risk of Tuberculosis Infection (ARTI) yaitu proporsi penduduk yang berisiko terinfeksi TB selama satu tahun sebesar 1%. Pencegahan penularan dengan cara perilaku membuang dahak tidak disembarang tempat. Kekuatan pikiran akan meningkatkan konsentrasi pada sesuatu. Jika pikiran, konsentrasi dan perasaan bersifat positif maka akan melahirkan perilaku positif yaitu tidak membuang dahak sembarangan. Tujuan Peneitian : untuk mengetahui pengaruh terapi berpikir positif terhadap perilaku membuang dahak pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Gribig Kabupaten Kudus. Desain penelitian adalah quasy experiment dengan pendekatan cohort. Pengambilan sample menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 38 orang. Uji yang digunakan menggunakan wilcoxon dan instrument penelitian adalah kuesioner dan buku kerja terapi berpikir positif. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji wilcoxon didapatkan p value sebesar 0,001 < p value 0,05 pada kelompok perlakuan. Hal tersebut berarti ada pengaruh antara terapi berpikir positif terhadap perilaku membuang dahak pada pasien tuberkulosis
PEMAKAIAN DIAPERS DAN EFEK TERHADAP KEMAMPUAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA TODDLER
Pemakaian diapers dalam jangka panjang dan dipakai setiap saat, dapat menimbulkan efek yang berbahaya serta bisa menghambat kemampuan toilet training anak. Penelitian kuantitatif dengan desain cros sectional ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi dan lamanya pemakaian diapers terhadap kemampuan toilet training pada anak usia toddler di wilayah X. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengidentifikasi kemampuan toilet training, frekuensi dan lamanya pemakaian diapers. Penelitian dilakukan dari tanggal 24 Januari hingga 27 Januari 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia toddler di wilayah X sejumlah 48 anak, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi dengan sampel sebanyak 48 responden. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara frekuensi pemakaian diapers dengan kemampuan toilet training anak usia toddler (p= 0,020; α=0,05), ada hubungan yang signifikan anatara lama pemakaian diapers dengan kemampuan toilet training anak toddler (p= 0,000; α=0,05). Penelitian ini merekomendasikan orang tua yang memakaikan diapers pada anak untuk mengganti diapers lebih sering karena semakin kurang frekuensi dan lama pemakaian diapers maka kamampuan toilet training anak tidak akan terganggu
HUBUNGAN BERPIKIR POSITIF DENGAN MOTIVASI LANSIA HIPERTENSI UNTUK MENGIKUTI SENAM LANSIA DI DESA TLOGOREJO KECAMATAN TEGOWANU KABUPATEN GROBOGAN
Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit utama yang terjadi pada lanjut usia. Lansia yang berpikir positif akan memiliki motivasi untuk meningkatkan status kesehatannya. Motivasi untuk sembuh menjadi suatu kekuatan yang berasal dari dalam diri pasien yang mendorong perilaku menuju kesembuhan yang ingin dicapai. Metode : Desain penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan croos sectional. Populasi 97 lansia di desa tlogorejo dan sampel 78 orang. Analisa data dengan menggunakan uji korelasi rank spearman.Hasil penelitin : p value 0.000 di bawah 0.05 dan nilai rho sebesar 0.886 berarti ada hubungan yang signifikan antara berpikir positif dengan motivasi. Diskusi : Dwitantoyanov (2010), menyatakan bahwa berpikir positif membantu untuk mengarahkan motivasi, kemampuan kognisi, dan mengambil tindakan yang diperlukan. Berpikir positif membuat individu cenderung berperasaan positif serta memandang tujuan tertentu dapat diraihnya apabila mau mengarahkan dan memotivasi dirinya untuk mencapai tujuan dan harapan yang ingin di capai. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara berpikir positif dengan motivasi lansia hipertensi untuk mengikuti senam lansia. Kata kunci : Berpikir positif, motivasi, Lansia, Senam Lansi
APLIKASI RELAKSASI NAFAS DALAM SEBAGAI UPAYA PENURUNAN SKALA NYERI MENSTRUASI (DISMENORRHEA) PADA SISWI MTS. IBTIDAUL FALAH SAMIREJO DAWE KUDUS TAHUN 2013
Dismenore atau nyeri menstruasi merupakan nyeri menusuk yang terasa di perut bagian bawah dan paha, hal ini terjadi akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah sehingga mengakibatkan rasa nyeri timbul. Hampir seluruh perempuan dan juga termasuk di dalamnya remaja putri pasti pernah merasakan gangguan pada saat menstruasi berupa nyeri menstruasi (dysmenorrhea) dengan berbagai tingkatan, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Relaksasi nafas dalam terhadap penurunan skala nyeri menstruasi. Desain penelitian pre experimental, pre-post test one group design. Sampel penelitian adalah 25 siswi yang telah mengalami menstruasi dan nyeri haid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar usia responden 13 tahun (56%), usia menarche sebagian besar usia 10 tahun (44%). Pengetahuan tentang menstruasi dengan kategori cukup 48% dan kategori kurang 44%. Hasil uji wilcozon nilai z – 4,472 (p<0,05) ada perbedaan yang bermakna penurunan skala nyeri sebelum dilakukan relaksasi dan setelah dilakukan relaksasi. Rata-rata skala nyeri sebelum dilakukuan relaksasi 4,52 dan setelah dilakukan relaksasi 2,56. Hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan terhadap penurunan skala nyeri remaja. Disarankan bagi pendidikan dapat memberikan informasi sehingga nyeri haid tidak mengganggu aktifitas pembelajaran
INGKAT PENDIDIKAN, USIA DAN LAMA KERJA DENGAN KONSISTENSI PEMAKAIAN KONDOM WANITA PENJAJA SEKS DI PATI
Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan tingkat pendidikan, usia dan lamanya menjadi WPS dengan konsistensi pemakaian kondom di Kabupaten Pati. Desain cross sectional study digunakan pada penelitian ini dengan populasi WPS di sebuah lokalisasi di Pati sebanyak 76 orang (total sampling). Data dianalisa dengan chi square. Ditemukan hubungan signifikan antara usia (p=0,001) dan lama menjadi WPS (p=0,007) dengan konsistensi pemakaian kondom. Pendidikan kesehatan reproduksi perempuan seharusnya mentargetkan WPS agar konsisten menggunakan kondom
KONTRIBUSI FAKTOR KEPENDUDUKAN PADA KEJADIAN PENYAKIT TBC DI GRIBIG KECAMATAN GEBOG KUDUS TAHUN 2013
Kejadian TBC diantaranya dipengaruhi oleh faktor kependudukan dan faktor lingkungan.Faktor kependudukan diantaranya adalah jenis kelamin, pekerjaan, riwayat merokok, umur, status gizi, pendidikan dan kondisi sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pekerjaan, riwayat merokok, sosial ekonomi, gizi, pendidikan dan umur dengan terjadinya penyakit di Gribig Kecamatan Gebog Kudus Tahun 2013.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien yang suspect TBC dan berkunjung ke Puskesmas Gribig bulan Desember 2012 dengan usia lebih dari 25 tahun sebanyak 36 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Ada hubungan signifikan antara pekerjaan, riwayat merokok, sosial ekonomi, gizi, pendidikan dan umur dengan terjadinya penyakit TBC pada Pasien Rawat Jalan di Wilayah Puskesmas Gribig Kecamatan Gebog Kudus Tahun 2013
PENGARUH BRISK WALKING EXERCISE TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI
risk walking exercise merupakan salah satu bentuk moderate aerobic exercise yang direkomendasikan oleh ahli jantung di Amerika dan Eropa sebagai salah satu perubahan gaya hidup pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh brisk walking exerciseterhadap tekanan darah pasien hipertensi di Kudus. Penelitian dilakukan pada penderita hipertensi di unit rawat jalan dua rumah sakit di Kudus dengan metode penelitian eksperimen randomized control trial (RCT) dengan pendekatan pre dan post with control. Penelitian dilakukan pada 42 responden ( 21 responden kelompok kontrol dan 21 kelompok intervensi). Hasil uji paired t test perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik kelompok kontrol menunjukan adanya nilai yang bermakna (p= 0,000 dan p= 0,026; α = 0,05). Untuk itu perlu adanya penerapan brisk walking untuk penatalaksanaan hipertensi di rumah sakit maupun puskesmas (komunitas)
PENGARUH TERAPI TERAPI KELOMPOK SUPORTIF TERHADAP BEBAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANAK TUNAGRAHITA DI SEKOLAH LUAR BIASA KALIWUNGU DAN PURWOSARI KABUPATEN KUDUS
Latar Belakang : World Health Organization (WHO, 2006) memperkirakan bahwa jumlah penyandang tunagrahita adalah 3% dari seluruh populasi penduduk dunia. Jika populasi penduduk di dunia sekitar 6,5 milyar, berarti dapat diperkirakan bahwa jumlah penyandang tunagrahita adalah sebesar 195 juta jiwaTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh terapi kelompok suportif terhadap perubahan beban keluarga dalam merawat anak tunagrahita di SLB Kabupaten Kudus. Desain penelitian ini adalah quasi experimental, pre-post test with control group. Tempat penelitian di SLB Purwosari (kelompok intervensi) dan SLB Kaliwungu (kelompok kontrol). Sampel penelitian adalah seluruh keluarga anak tunagrahita di SLB Purwosari dan SLB Kaliwungu yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu 68 (32 kelompok intervensi dan 36 kelompok kontrol) keluarga. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan beban dan tingkat ansietas keluarga sebelum dan setelah mendapatkan terapi kelompok suportif pada kelompok intervensi dan tidak ada perbedaan signifikan beban keluarga sebelum dan setelah terapi kelompok suportif pada kelompok kontrol. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya dibentuk kelompok suportif di SLB, beranggotakan keluarga yang memiliki anak tunagrahita. Kata kunci : Beban, Tunagrahita, Terapi Kelompok SuportifDaftar pustaka : 95 (1989-201