E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PELAKSANAAN HOSPITAL BYLAWS RUMAH SAKIT UMUM MUHAMMADIYAH GUBUG GROBOGAN TAHUN 2010
Hospital Bylaws sebagai acuan menyelenggarakan rumah sakit, juga bertujuan melindungi semua pihak. Tujuan penelitian adalah mendapatkan gambaran penyusunan Hospital Bylaws dan dapatkah menjamin penyelenggaraan rumah sakit secara efektif efisien. Dari hasil analisa Hospital Bylaws disusun pemilik bersama Direksi dan ditetapkan pemilik. Peran dan fungsi Pemilik efektif efisien adalah melakukan pengawasan, menilai proses pelayanan dan out came, membuat perencanaan, bimbingan menuju visi, melakukan upaya sosial, menyetujui, menilai ulang rencana jangka panjang dan pencapaian program. Tidak efektif efisien dalam menetapkan pedoman direktur mengambil keputusan, pedoman pelimpahan kewenagan, menadapatkan sumberdana selain sisa hasil usaha. Hospital Bylaws dijadikan pedoman memilih, mengangkat, dan persyaratan kerja direksi. Tidak dapat diukur adalah menjadi arbiter konflik direksi dan klinisi, penilai keputusan direksi terhadap konflik klinisi. Peran dan Fungsi Direksi efektif efisien adalah membuat prosedur, petunjuk tehnis asuhan klinis dan umum, rencana kerja, anggaran, pengembangan investasi. Tidak efektif efisien dalam pembuatan prosedur pelayanan medik dan Tidak dapat diukur adalah tanggungjawab hukum terhadap fungsi staf medik, keperawatan, dan umum terhadap keamanan konsumen, kewenangan atas nama pemilik jika terjadi pelanggaran. Peran dan pungsi Komite Medik efektif efisien memberikan saran kepada direksi, mengkoordinir, meningkatkan pelayanan, pendidikan dan pelatihan, evaluasi mutu. tidak efektif efisien menyusun Hospital Bylaws, evaluasi ethical performance, menyusun kebijakan pelayanan, mutu profesi, koordinasi pelayanan medik, evaluasi, pembinaan, dan laporan
HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI (PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN) BIDAN TERHADAP KETEPATAN RUJUKAN PADA KASUS PREEKLAMSI DI KABUPATEN KARAWANG
Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal di Indonesia, yang sebenarnya kematian karena preeklamsi ini bisa dicegah dengan adanya deteksi dini pada saat pemeriksaan kehamilan. Salah satu strategi penurunan AKI di Indonesia adalah memantapkan sistem rujukan, dalam hal ini dibutuhkan tenaga kesehatan yang kompeten. Rujukan pada kasus preeklamsi yang tepat, baik rujukan dini, berencana maupun rujukan tepat waktu, dalam kondisi yang baik serta tepat waktu ke fasilitas rujukan akan mampu menyelamatkan jiwa para ibu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis korelasi antara kompetensi Bidan dengan ketepatan rujukan pada kasus Preeklamsi.Metode penelitian ini adalah mixed methods model sequential explanatory. Populasi adalah semua bidan yang berpraktik di wilayah kerja Kabupaten Karawang, yang melakukan rujuk kasus Preeklamsi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Penentuan sampel kuantatif dilakukan dengan menggunakan teknik sampling kuota, penelitian kualitatif digunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 95 orang Bidan. Data Kualitatif dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD). Penelitian dilakukan di RSUD Kabupaten Karawang dan tempat praktik bidan di wilayah kerja Kabupaten Karawang pada bulan Juni s.d.Agustus 2012Hasil penelitian menunjukkan ketepatan rujukan pada kasus Preeklamsi pada bidan berpengetahuan tinggi 42,1%, pada sikap yang mendukung 62,1% dan bidan berketerampilan tinggi 33,6%. kompetensi (pengetahuan, sikap dan keterampilan) bidan dengan ketepatan rujukan sebesar 31,5%. Kompetensi (pengetahuan, sikap dan keterampilan) berhubungan dengan ketepatan rujukan dengan nilai p = 0,031. Selain pengetahuan, sikap dan keterampilan, dukungan sosial dan akses pelayanan kesehatan juga berkontribusi terhadap ketepatan rujukan.Simpulan dalam penelitian ini kompetensi (pengetahuan, sikap dan keterampilan) Bidan berhubungan dengan ketepatan rujukan pada kasus Preeklamsi. Keterampilan dan pengetahuann memiliki peranan paling tinggi terhadap kompetensi
ANALISIS PELAKSANAAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM PADA IBU-IBU WARGA SEJALUR DESA KEDUNGDOWO-GARUNG LOR KALIWUNGU KUDUS
Penderita kanker leher rahim di Indonesia saat ini menempati urutan pertama . Insiden kanker diperkirakan 100 per 1000.000 pertahun atau sekitar 180.000 penderita pertahun. Pada komunitas warga sejalur Desa Kedungdowo-Garung Lor pada tahun 2014 terdapat 1 angka kejadian kanker leher rahim yang menyebabkan kematian pada salah satu warganya. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Tingkat Pengetahuan , Motivasi , frekuensi pelaksanaan deteksi dini kanker leher rahim , pengaruh tingkat pengetahuan terhadap pelaksanaan deteksi dini kanker leher rahim dan pengaruh motivasi terhadap pelaksana deteksi dini kanker leher rahim pada Ibu-ibu Warga Sejalur Desa Kedungdowo-Garung lor.Metode penelitian ini adalah penelitian dengan metode observasi analitik dengan pendekatan potong lintang ( Cross Sectional). Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu warga sejalur Desa Kedungdowo-Garung Lor sebanyak 54 orang. Teknik pengambilan sampel (teknik sampling) dengan Accidental Sampling dengan jumlah sampel 45 orang. Teknik analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan SPSS statistics versi 20 menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian diperoleh Sebanyak 44,4% dari total responden mempunyai tingkat pengetahuan sedang mengenai deteksi dini kanker leher rahim. Sebanyak 53,3% dari total responden mempunyai motivasi sedang untuk melakukan deteksi dini kanker leher rahim. Sebanyak 53,3% dari total responden melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim dalam kategori sedang. Nilai p value (0,02 <0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan deteksi dini kanker leher rahim dengan frekuensi pelaksanaannya. Nilai p value (0,00 <0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat hubungan antara motivasi deteksi dini kanker leher rahim dengan frekuensi pelaksanaannya.Simpulan penelitian ini terdapat pengaruh pengetahuan dan motivasi terhadap pelaksanaan deteksi dini kanker leher rahim pada ibu-ibu warga sejalur desa Kedungdowo-Garung Lor,Kaliwungu,Kudus
MINYAK AROMATERAPI LAVENDER SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN PRODUKSI ASI
Pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih sangat memprihatinkan dan perlu banyak mendapat perhatian dari semua pihak. Kesadaran ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif masih sangat rendah dan menunjukkan penurunan dari tahun ketahun, tahun 2008 cakupan ASI Eksklusif hanya 24,3%, pada tahun 2009 adalah 34,3% , sedangkan pada tahun 2010 adalah 15,3%, adapun target yang ingin dicapai adalah 80%. Rendahnya pemberian ASI eksklusif ini menjadi pemicu rendahnya status gizi pada bayi dan balita.(Litbangkes. RI. 2010)Tindakan operasi sectio caesaria merupakan salah stau factor penghambat ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Nyeri yang ditimbulkan akibat operasi sectio caesarea akan berpengaruh pada ibu dalam memberikan perawatan pada bayi, sehingga terjadi penundaan menyusui yang berdampak pada ketidaklancaran dalam produksi ASI.( Pace, B. 2001 dan Pratiwi, R. 2011)Minyak merupakan salah satu media untuk mempermudah metode-metode dalam memperlancar produksi ASI. Metode pijat menggunakan minyak aromaterapi merupakan cara yang popular dalam penggunaan minyak aromaterapi. Karena bisa bekerja dalam beberapa cara pada waktu yang sama. Dimana kulit akan menyerap minyak dan aromaterapi akan masuk melalui pernapasan, ditambah terapi fisik dari pijat itu sendiri.(___. 2009, Fikawati. 2007 dan Mardiyaningsih, E. At al. 2007)Penelitian pijat oksitosin bertujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu post sectio caesarea. Penambahan minyak aromaterapi lavender, diharapkan bisa membantu mempermudah dalam proses pemijatan dan memberikan relaksasi pada ibu post sectio caesarea , dan dapat memproduksi hormon yang berperan besar pada proses laktasi dan menyusui secara maksimalTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pijat oksitosin menggunakan minyak aromaterapi lavender terhadap produksi ASI pada ibu post sectio caesarea.. Rancangan Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen design dengan rancangan yang digunakan adalah post test only design with control group yaitu suatu pengukuran hanya dilakukan pada saat terakhir penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum dengan section caesarea yang termasuk dalam criteria inklusi dan ekslusi di Rumah Sakit yang akan dijadikan tempat penelitian.Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu bersalin sectio caesareadi RSU AsiyahKudus, RS Mardi Rahayu, RSUD Kudus, RSI Sunan Kudus dan RB Harapan Bunda, tehnik pengambilan sampel menggunakan consecutive sample diperoleh sampel 24 responden. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Analisa data yang digunakan adalah Chi-Square(Sugiono, 2012
USIA MENOPAUSE DAN KEJADIAN DIABETES MELITUS
Prevalensi DM diprediksi meningkat dari 171 juta orang pada tahun 2000 menjadi 366 juta pada tahun 2030. Tidak diproduksinya lagi hormon estrogen setelah menopause akan menyebabkan mudahnya timbul penyakit degeneratif salah satunya adalah Diabetes Melitus. Perubahan tingkat hormon tubuh dapat memicu fluktuasi kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antarausia menopause dengan kejadian diabetes melitus di RW 01 Desa Welahan Jepara. Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu menopause di RW 01 Desa Welahan Jepara berjumlah 129 orang. Sampel diperoleh sebanyak 32 orang dengan teknik simple random sampling. Analisa data yang digunakan dengan uji spearman. Diperoleh p value0,057 di atas 0,05 berarti tidak ada hubungan significan antara usia menopause dengan kejadian DM pada tingkat kepercayaan 5 %. Tidak ada hubungan significan antara usia menopause dengan kejadian diabetes melitus di RW 01 Desa Welahan Jepara
POLA PENGGUNAAN DAN PERSEDIAAN ANALGETIK DI PUSKESMAS DEPOK II DAN PUSKESMAS CANGKRINGAN KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Obat golongan analgetik-antiinflamasi non steroid (AINS) merupakan obat yang paling banyak diresepkan dan umum digunakan untuk terapi nyeri, demam, dan proses peradangan. Penggunaan obat di pusat pelayanan kesehatan cenderung berlebih, penyebab utama tingginya penggunaan obat di pelayanan kesehatan adalah keterbatasan pengetahuan petugas profesional kesehatan mengenai bukti-bukti ilmiah terkini serta keyakinan dan perilaku pasien sangat berperan dalam penetapan jenis obat yang diberikan. Puskesmas merupakan salah satu pusat pelayanan kesehatan dasar dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Pelayanan kefarmasian di Puskesmas merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan. Perlu dilakukan penelitian tentang pola penggunaan dan persediaan analgetik di Puskesmas untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan dan pengelolaan obat di fasilitas kesehatan seperti di Puskesmas, terutama untuk obat-obatan analgetik yang pemakaiannya terus meningkat dari waktu ke waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan dan persediaan analgetik di Puskesmas Depok II dan Puskesmas Cangkringan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.Penelitian ini dilakukan mengikuti rancangan penelitian survei yang bersifat deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif di Puskesmas Depok II dan Puskesmas Cangkringan untuk mengetahui pola penggunaan dan persediaan analgetik di kedua Puskesmas.Hasil penelitian menunjukkan, pola penggunaan yang meliputi konsumsi dan nilai pemakaian analgetik lebih besar di Puskesmas Depok II, sedangkan penyakit, obat lain dan aturan pakai lebih bervariasi di Puskesmas Cangkringan, kemudian untuk persediaan analgetik hasilnya adalah mencukupi baik di Puskesmas Depok II maupun Puskesmas Cangkringa
OBESITAS DAN RIWAYAT GENETIK DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS PADA PENGGUNA KB SUNTIK DEPOGESTIN DI BPM HANDAYANI ISRO’ DESA WELAHAN
Kontrasepsi suntikan depogestin adalah mencegah terjadinya kehamilan dengan cara disuntik intra muskuler yang berdaya kerja 3 bulan dan tidak membutuhkan pemakaian setiap hari atau mengandung hormon progesteron dan tidak mengganggu produksi Kontrasepsi suntikan depogestin mempunyai efek samping utama yaitu perubahan berat badanbertambah yang akan beresiko terkena penyakit diabetes mellitus dan jika memilki riwayat genetik diabetes mellitus dalam keluarga.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara obesitas dan riwayat genetik dengan kejadian diabetes mellitus pada pengguna KB suntik depogestin di BPM Handayani isro’ desa welahanjepara tahun 2014. MetodePenelitian yang digunakan adalah diskriptif analitikdengan desain penelitian cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalahpengguna KB suntik 3 bulan depogestin yang mengalami obesitas. di BPM Handayani isro’ desa welahan jepara tahun 2014 sebanyak 42 responden.Teknik pengambilan sampel menggunakan total Sampling sehingga besar sampel adalah 42 orang.hasil uji statistik menggunakan uji korelasi chi squere didapatkan nilai p value 0,044 <α (0,05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara obesitas dengan kejadian diabetes mellitus dan hasil uji statistik menggunakan uji korelasi chi squre didapatkan hasil nilai p value 0.041 <α (0,05) ada hubungan yang signifikan antara riwayat genetic diabetes mellitus dengan kejadian diabetes mellitus pada akseptor KB suntik depogestin di BPM Handayani Isro Desa Welahan Jepara 201
KEGEL EXERCISE TERHADAP PENURUNAN INKONTINENSIA URINE PADA LANSIA DI DESA UNDAAN LOR KECAMATAN UNDAAN KABUPATEN KUDUS
Inkontinensia urin adalah pengeluaran urin tanpa disadari dalam jumlah dan frekuensi yang cukup sehingga mengakibatkan masalah gangguan kesehatan dan atau sosial. Merupakan salah satu keluhan utama pada penderita lanjut usia dan perlu perhatian khusus. Tahun 2015 di Kabupaten Kudus khususnya desa Undaan Lor terdapat 120 lansia didapatkan 10 lanisa yang mengalami inkontinensia urin. Salah satu cara untuk memperbaiki ketidakmampuan berkemih yaitu dengan latihan otot dasar panggul (pelvic muscle exercise) atau sering disebut dengan latihan kegel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kegel exercise terhadap penurunan inkontinensia urine pada lansia di desa undaan lor kabupaten kudus. Jenis penelitian quasy experiment dengan menggunakan bentuk rancangan equivalent control group pre test - post test. Sampel penelitian ini 30 orang, 15 untuk kelompok kontrol dan 15 untuk kelompok intervensi. Hasil penelitian Ada pengaruh kegel exercise terhadap penurunan inkontinensia urin pada lansia di desa undaan lor kabupaten kudus dengan nilai p=0,002 (p0,05) pada kelompok contro
HUBUNGAN ANTARA METODE PERSALINAN NORMAL DENGAN GANGGUAN BUANG AIR BESAR PADA MASA NIFAS DI BPM RATIJAH TELUK WETAN KECAMATAN WELAHAN KABUPATEN JEPARA
Masa Nifas atau puerperium adalah periode waktu dimana organ – organ reproduksi kembali pada keadaan sebelum hamil dan memerlukan waktu 6 minggu dari mulai bayi keluar. Metode persalinan normal merupakan fisiologis keluarnya janin dari jalan lahir (vagina) dan setelah itu ibu memasuki tahapan - tahapan masa nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil berlangsung selama kira-kira 6 minggu. Gangguan pada hari ke 2 – 3 diantaranya adalah gangguan buang air besar (BAB) dalam masa nifas pada umumnya adalah malnutrisi (muteh), di samping penyebab medis, faktor usia, pendidikan tingkat pengetahuan sosial ekonomi, sosial budaya dan sikap ibu sehingga mengakibatkan proses involusi jadi terhambat.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan cross sectional yaitu variabel sebab (Independent Variabel) dan variabel akibat (Dependent Variabel) yang terjadi pada obyek penelitian di ukur atau dikumpulkan secara simultan atau dalam waktu bersamaan. ). Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang berjumlah 30 ibu nifas.Berdasarkan hasil uji chi square r hitung (17,260) > chi square r tabel (5,991) dengan df: 2 dengan taraf signifikan 5% dan p value 0,000 r Tabel ( 0,604 > 0,5) . Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan informasi atau konseling tentang masalah gangguan buang air besar pada masa nifas dan cara - cara untuk mengatasi masalah tersebut
PENGETAHUAN TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN
Masa remaja merupakan suatu periode rentan kehidupan manusia yang sangat kritis terutama terkait dengan kesehatan reproduksinya. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi remaja putri adalah pengetahuan. Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua yang bercirikan religious dan asrama yang beberapa diantaranya tertutup dari informasi luar,. Pondok pesantren salafiyah seperti pondok pesantren Darul Falah Pusat merupakan salah satunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara pengetahuan dengan kesehatan reproduksi remaja putri di pondok pesantren.Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah remaja putri di pondok pesantren Darul Falah Pusat Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur sebanyak 50 responden yang berusia 14-18 tahun. Analisis univariabel dilakukan dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariabel dengan Sperman Hasil analisis data menunjukkan bahwa remaja yang bermasalah dalam kesehatan reproduksi 76% dan 24% tidak bermasalah, dan faktor pengetahuan (r=0,002) memiliki korelasi dengan kesehatan reproduksi remaja putri di pondok pesantren. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa kesehatan reproduksi remaja putri di pondok pesantren yang bermasalah masih tinggi, seperti keputihan dan kebersihan organ reproduksi dengan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi masih rendah